Anda di halaman 1dari 4

Program StudiFarmasi, Fakultas MIPA, UniversitasPakuan

TERVALIDASI / TIDAK TERVALIDASI

UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2019/2020


PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN

Mata Kuliah : FARMAKOTERAPI I (ABCDEFGHIJ)


Hari dan Tanggal : Jum’at, 03 April 2020
SifatUjian : ONLINE
Program Studi/Semester : Farmasi/VI
Alokasi Waktu : 90 menit
DosenPenguji : Oktaviana Zunnita, M.Farm., Apt

Nama Mahasiswa : Irene Kristianti


NPM : 066117312
Kelas :H
TandaTangan :

SOAL TIPE 1 : Oktaviana Zunnita, M.Farm., Apt

INSTRUKSI PENGERJAAN :
Pilih satu jawaban yang paling benar!

1. Tindakan memeriksa label obat, sediaan, konsentrasi dengan teliti serta tidak kadaluarsa
adalah kegiatan penggunan obat yang rasional, dengan:
a. Tepat pasien
b. Tepat dosis
c. Tepat obat
d. Tepat rute.

2. Fix kombinasi karena alasan sinergis, memperlambat timbulnya resistensi dan


meningkatkan efektivitas, serta mengurangi efek samping terdapat pada:
a. Sulfametoxasol + Trimetropim
b. Amoxycillin + Asam. Clavulanat
c. INH + Rifampisin
d. Semua benar
3. Pasien dengan terapi furosemid mengalami hipokalemi, sehingga memerlukan
rekomendasi pemberian suplemen Kalium, kegiatan dokumentasi ini termasuk dalam:
a. Subyektif
b. Obyektif
c. Assesment
Program StudiFarmasi, Fakultas MIPA, UniversitasPakuan

d. Plan

4. Hasil telaah apoteker dikomunikasikan dalam rekam medik dengan :

a. SIPNAP
b. SIAP
c. SOAP
d. SIHA
5. Konsep penggunaan obat yang rasional dari WHO adalah:

a. Efektif, aman dan dapat diterima dari segi mutu dan biaya serta direspkan pada waktu yang
tepat, dosis yang benar, cara pemakaian yang tepat dan jangka waktu yang benar
b. Penggunaan obat yang efektif, aman, murah, tidak polifarmasi, drug combination
(fixed), individualisasi, pemilihan obat atas dasar daftar obat yang telah ditentukan
bersama
c. Tepat pasien, Tepat obat, Tepat waktu, Tepat dosis, Tepat rute dan Tepat dokumentasi
d. Tepat pemberian obat berulang
6. Pemberian Atropin secara Intravena lambat pada pasien akan memperparah bradikardi,
termasuk pemberian rasional:
a. Tepat pasien
b. Tepat waktu
c. Tepat obat
d. Tepat rute
7. Dalam penelitian hewan, menunjukkan efek samping (teratogenik) tetapi belum ada
penelitian yang cukup dan terkontrol pada wanita hamil, obat digunakan apabila risiko dan
benefit lebih besar termasuk dalam:
a. Kategory A
b. Kategory C
c. Kategory D
d. Kategory X
8. Yang bukan termasuk obat dalam category D untuk ibu hamil adalah:

a. Amoxycillin
b. Captopril
c. Piroksikam
d. Phenytoin
9. Obat yang diketahui memiliki efek teratogenik yang meyebabkan abnormalitas batang
saraf adalah:
a. NSAID
b. Isotretionin
c. Misoprostol
Program StudiFarmasi, Fakultas MIPA, UniversitasPakuan

d. Asam Valproat

10. Obat yang dikontraindikasikan dan perlu perhatian selama menyusui adalah:

a. Bromokriptin
b. Ergotamin
c. Amiodaron
d. Semua benar
11. Lisinopril, bila digunakan pada ibu hamil dapat menimbulkan efek :

a. kerusakan renal dan retriksi pertumbuhan


b. Abnormalitas batang saraf
c. Pendarahan dan enterokolitis nekrosis
d. Malformasi system saraf
12. Pemberian Asam Folat sangat dianjurkan pada wanita hamil:

a. meyebabkan kelahiran premature


b. meningkatkan efek teratogenik
c. menyebakan bradikardi
d. menurunkan risiko cacat janin pada saluran saraf
13. Dosis theophylin pada anak usia 1tahun adalah:

a. 20 mg/kg/hari
b. 18 mg/kg/hari
c. 24 mg/kg/hari
d. 13 mg/kg/hari
14. Pemberian dosis obat yang berikatan dengan protein perlu diperhatikan distribusinya pada
neonatus karena:
a. Tingginya kadar globulin dan albumin
b. Rendahnya kadar globulin dan albumin
c. Kadar globulin dan albumin normal
d. Semua benar
15. Beberapa obat dibawah ini perlu perhatian dalam pemberian obatnya pada lansia, karena
absorpsinya berkurang, adalah:
a. Fe dan diazepam
b. Diazepam dan Calsium
c. Simetidin dan Furosemid
d. Fe dan Calsium
16. Terjadi gangguan metabolisme lintas pertama pada lansia, untuk beberapa obat dibawah
ini, kecuali:
a. Warfarin
b. Nitrat
c. Nifedipin
d. Propanolol
17. Pemberian warfarin pada lansia perlu diperhatikan dosisnya, karena:
Program StudiFarmasi, Fakultas MIPA, UniversitasPakuan

a. Perubahan aliran darah organ akan mengakibatkan penurunan perfusi pada anggota
gerak, hati, otot jantung dan otak.
b. Kecepatan metabolisme oleh sitoktrom P450 menurun sampai 40%
c. Jumlah albumin plasma berkurang, maka konsentrasi obat dalam keadaan bebas
meningkat
d. Total lemak meningkat dan mengakibatkan meningkatnya volume distribusi obat yang
larut lemak.

18. Pada kasus neonatus dengan infeksi saluran kemih, pemberian Trimetoprim tepat dosis
adalah: ( Bila usia bayi 11 bulan dengan BB 10 kg, dosis yang dianjurkan 4 mg/ kg BB 2 x
sehari, dengan dosis sirup trimetoprim 40 mg/5 mL)
a. 2 x sehari 5 mL
b. 2 x sehari 2 mL
c. 2 x sehari 4 mL
d. 2 x sehari 2,5 mL

19. Efek Bradikardi neonatal dan sinosis, bila menggunakan obat ini selama menyusui, obat
tersebut adalah:
a. Atenolol
b. Amiodaron
c. Fenobarbital
d. Kemoterapeutik
20. Obat –obat dibawah ini adalah yang termasuk dalam kategori B pada ibu hamil, kecuali:

a. Pantoprazole
b. Paracetamol
c. Piroksikam
d. Amoxycillin