Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis akan membahas mengenai latar belakang, tujuan penulisan,

metode penulisan, ruang lingkup dan sistematika penulisan.

A. Latar Belakang

Sistem pencernaan manusia adalah sebuah sistem yang membantu manusia dalam

mencerna makanan dan minuman yang dikonsumsinya menjadi zat yang lebih

mudah dicerna oleh tubuh dan diambil berbagai kandungan di dalamnya yang

berguna untuk organ dalam dan bagian tubuh secara keseluruhan. (Ida Mardalena,

2018)

Sistem pencernaan memiliki beberapa organ dan setiap organ memiliki peran dalam

memecah makanan dan mengelola sisa-sisa makanan tersebut. Saluran pencernaan

membentuk satu tabung panjang dan menerus melalui tubuh, berawal dari mulut dan

berakhir di anus. Terdapat pula beberapa sfingter antar organ untuk menjaga agar

makanan bergerak ke arah yang benar. Sfingter adalah kumpulan serabut otot

berbentuk seperti cincin yang bekerja untuk menutup atau pembukaan alamiah pada

tubuh, dan organ pencernaan terakhir adalah usus besar yang terdiri dari kolon,

sekum, appendiks, dan rektum. Dan salah satu gangguan dari sistem pencernaan itu

bisa menyebabkan hernia.

Hernia adalah protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian

lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut

1
2

menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding

perut. (Brunner & Suddart: Edisi 12, 2016)

Hernia inguinalis adalah hernia yang paling umum terjadi dan muncul sebagai

tonjolan di selangkangan atau skrotum. Orang awam biasa menyebutnya “turun bero”

atau “hernia”. Hernia inguinalis terjadi ketika dinding abdomen berkembang

sehingga usus menerobos ke bawah melalui celah. (Amin Huda Nurarif, 2018)

Sementara pada tahun-tahun lampau, banyak hernia diterapi dengan terapi

penunjang, namun pada saat ini hampir semua hernia dikoreksi dengan pembedahan,

kecuali bila ada kontraindikasi bermakna yang menolaknya. Hernia timbul dalam

sekitar 1,5% populasi umum di Amerika Serikat, dan 537.000 hernia diperbaiki

dengan pembedahan pada tahun 1980. Sebagian besar hernia timbul dalam regio

inguinalis dengan sekitar 50% dan ini merupakan hernia inguinalis indirek dan 25%

sebagai hernia direk. Hernia insisional (termasuk hernia ventralis) merupakan sekitar

10% dari semua hernia, hernia femoralis sekitar 5% dan hernia umbilikalis 3% hernia

yang jarang timbul. (David C. Sabiston, 2010)

Hernia inguinalis timbul paling sering pada pria dan lebih sering pada sisi kanan

dibandingkan sisi kiri. Peningkatan tekanan intra abdomen akibat berbagai sebab,

yang mencakup pengejanan mendadak, gerak badan yang terlalu aktif, obesitas,

batuk menahun, asites, mengejan waktu buang air besar, kehamila, dan adanya massa

abdomen yang besar, mempredisposisikan pasien ke perkembangan hernia. (David

C. Sabiston, 2010)

Menurut World Health Organization (WHO), penderita hernia tiap tahunnya

meningkat. Di dapatkan data pada decade tahun 2010 sampai tahun 2016 penderita

hernia segala jenis hernia mencapai 19.173279 penderita (12,7%) dengan penyebaran
3

yang paling banyak adalah daerah negara-negara berkembang seperti negara-negara

Afrika, Asia tenggara termasuk Indonesia, selain itu negara Uni emirat arab adalah

Negara dengan jumlah penderita hernia terbesar di dunia sekitar 3.950 penderita pada

tahun 2011.

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, di Indonesia

periode Januari 2011 sampai dengan Februari 2012 berjumlah 1.243 yang mengalami

gangguan hernia inguinalis, termasuk berjumlah 230 orang (5,59%). (DepKes RI,

2012).

Berdasarkan data yang diperoleh dari medical record di lantai V Ery Sadewo RSPAD

Gatot Soebroto dalam 6 bulan terakhir, terhitung dari bulan November 2018 sampai

bulan April 2019 tercatat jumlah pasien yang dirawat dengan penyakit Hernia

sebanyak 30 orang dari jumlah pasien yang dirawat sebanyak 700 orang sekitar 4, 28

%, wanita 5 orang dari 700 orang, atau 16, 6 % pria 25 orang dari 700 orang atau

83,3 %.

Penyebab penyakit Hernia yaitu dengan bekerja berat untuk memenuhi kebutuhan

seperti mengangkat benda berat, kebiasaan mengkonsumsi makanan kurang serat,

yang dapat menyebabkan konstipasi sehingga mendorong mengejan saat defekasi,

batuk, kehamilan dapat berpengaruh dalam meningkatkan tekanan intra abdominal

sehingga terjadi kelemahan otot abdomen yang dapat menimbulkan hermia

inguinalis, hernia scrotalis bila kantong hernia inguinalis mencapai scrotum.

(Brunner & Suddarth Edisi 12, 2016)

Masalah yang timbul pada pasien dengan hernia antara lain : nyeri, resiko perdarahan

dan resiko infeksi jika hernia sudah menyebabkan infeksi didalam tubuh kebanyakan

penderita akan terserang nyeri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peran


4

perawat sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang tepat dan

standar praktik keperawatan baik dari aspek promotif, preventif, kuratif, maupun

rehabilitatif. Untuk aspek promotif dengan memberikan pendidikan kesehatan

dengan tidak mengangkat beban berat, tidak melakukan aktivitas berlebih. Aspek

preventif dengan memberikan informasi agar tidak terulang kembali dengan tidak

mengangkat beban berat dan tidak melakukan aktivitas berlebih. Aspek kuratif

dengan memberikan obat sesuai program dan melakukan tindakan sesuai dengan

rencana keperawatan. Serta aspek rehabilitatif dengan menganjurkan klien untuk

kontrok rutin ke poli klinik untuk mengetahui perkembangan kesehatan klien.

Untuk itu penulis membuat makalah ilmiah dengan judul Asuhan Keperawatan pada

Tn. J dengan Hernia Inguinalis Dextra di lantai V Paviliun Ery Sadewo RSPAD

Gatot Soebroto dengan pendekatan proses keperawatan.

B. Tujuan Penulisan

1.Tujuan Umum

Untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan pada

klien dengan Hernia Inguinalis Dextra dengan menggunakan pendekatan proses

keperawatan

2. Tujuan Khusus

Tujuan khususnya adalah mendapatkan pengalaman nyata dalam:

a. Melakukan pengkajian pada klien dengan Hernia Inguinalis Dextra

b. Menentukan masalah yang ditemukan pada klien dengan Hernia Inguinalis Dextra

c. Membuat perencanaan keperawatan pada klien dengan Hernia Inguinalis Dextra


5

d. Melaksanakan rencana keperawatan yang telah disusun pada klien dengan Hernia

Inguinalis Dextra

e. Mengevaluasi asuhan keperawatan pada klien dengan Hernia Inguinalis Dextra

f. Mengidentifikasi adanya kesenjangan asuhan keperawatan teori dengan kasus serta

justifikasinya

g. Mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat serta alternatif penyelesaian

dalam memberikan asuhan keperawatan pada setiap langkah proses keperawatan

C. Metode Penulisan

Metode yang di gunakan dalam penyusunan makalah ilmiah ini adalah metode

deskriptif tipe :

1. Studi kasus, dimana penulis mengelola salah satu kasus klien dengan Hernia

Inguinalis dan melakukan asuhan keperawatan selama 3 hari berturut-turut dengan

menggunakan pendekatan proses keperawatan. Dalam pengumpulan data teknik yang

digunakan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Sumber data yang

digunakan adalah data primer yang diperoleh dari klien langsung dan sekunder yang

diperoleh dari keluarga lain, tenaga kesehatan dan dokumentasi hasil pemeriksaan

penunjang lainnya.

2. Studi kepustakaan yaitu dengan mempelajari buku-buku sumber dari internet yang

berhubungan dengan asuhan keperawatan yang diberikan pada klien dengan Hernia

Inguinalis.

D. Ruang Lingkup

Makalah ilmiah ini membahas asuhan keperawatan pada Tn. J dengan Hernia

Inguinalis Dextra di lantai V Paviliun Ery Sadewo RSPAD Gatot Soebroto Jakarta,
6

yang dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 02 April 2019 sampai dengan 06

April 2019.

E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari lima Bab yaitu, Bab satu: pendahuluan

terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, ruang lingkup, dan

sistematika penulisan. Bab dua: tinjauan teori terdiri dari pengertian, patofisiologi,

penatalaksanaan, pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan,

pelaksanaan keperawatan dan evaluasi keperawatan. Bab tiga: tinjauan kasus terdiri

dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Bab

empat: pembahasan yang timbul dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi,

implementasi dan evaluasi. Bab lima: penutup terdiri dari kesimpulan dan saran.