Anda di halaman 1dari 2

3.

SALMAN AL FARISI

Salman mempunyai nama asli Ruzbah, yang artinya bahagia. Ia lahir di persia ayahnya
adalah seorang kepala desa yang kaya raya. Saat tinggal di Ammuriyah selama beberapa
waktu, seorang pendeta berpesan kepada Ruzbah sebelum ia meninggal bahwa “Dalam waktu
dekat, Allah akan mengutus seorang nabi, Nabi itu akan membawa agama Ibrahim, dan
beliau akan hijrah ke tanah yang penuh dengan pohon kurma”. Ruzbah lalu bertanya apa
tanda tandanya, Pendeta itu menjawab : “Tanda tandanya adalah beliau mau menerima
hadiah tetapi tidak menerima sedekah, sedangkan tanda tanda kenabianya berada diantara
bahunya”.
Suatu hari ada kafilah hendak ke hijaz, maka Ruzbah memberikan seluruh uangnya
agar diberi tumpangan ke Mekkah demi untuk bertemu Nabi SAW. Namun kafilah malah
merampas uangnya dan menjadikannya seorang budak. Hari hari berlalu sampai suatu saat
ada seorang dari bani Quraidha yang membeli Ruzbah dari majikannya. Ruzbah sangat
gembira karena ia tahu majikan barunya tinggal di Yasrib yang dipenuhi dengan pohon
kurma. Suatu hari, sewaktu ia bekerja di ladang ia mendengar tuannya berkata pada seorang
temannya ” Muhammad telah tiba di Quba. dan beberapa orang yasrib telah menerimannya.”
Ruzbah dengan segera secara diam diam menemui Nabi SAW dan berkata ” aku telah
mendengar bahwa anda adalah orang baik, dan aku lihat ada beberapa orang lain bersama
anda, oleh karena itu aku bawakan untuk anda kurma kurma ini sebagai sedekah“. Nabi
kemudian membagikan kurma tersebut kepada para sahabat,tetapi beliau tidak memakannya.
Ruzbah berkata pada dirinya “ini adalah tanda pertama”. Hari berikutnya Ruzbah datang lagi
kepada Nabi SAW membawa kurma lagi dan berkata “Ini adalah hadiah“, Nabipun
menerima serta membagikannya kepada sahabat dan beliaupun ikut memakan kurma tersebut
beberapa butir. Ruzbah berkata pada dirinya “Ini tanda kedua”, karena merasa yakin bahwa
yang ditemuinya ini Seorang Nabi,Ruzbah kemudian memeluk Nabi SAW dan menyatakan
ke Islamannya, kemudian Nabi memberinya nama SALMAN.
Nabi kemudian berkata kepada para sahabat,”Bantulah Salman untuk mendapatkan
kemerdekaannya”. Majikan salman setuju sebagai gantinya ia meminta untuk ditanamkan
3000 pohon kurma. Nabi pun menyanggupinya dan mulai menanam pohon kurma dan semua
pohon itu pun hidup. Denagn cara inilah Allah SWT memerdekaan salman dan hidup bahagia
bersama Nabi.
pada bulan ramadan tahun 5H, orang musrik akan menyerbu Madinah, serbuan itu
sangat berbahaya karena kaum muslim hanyasekitar 5000 orang sedangkan orang musrik
berjumlah 10000 orang dan bersenjata lengkap. Salman tiba tiba berdiri dan berkata kepada
Nabi ” Ya Rosul dipersia kami menggali parit ketika musuh menyerang kami”. Usul salman
diterima Nabi SAW dan mulai digali parit sepanjang 5KM lebar 9M dengan kedalaman 7M.
Pada saat pengerjaan parit ditemukan batu putih yang sangat keras yang tidak bisa
dihancurkan, Salman pun ahirnya melaporkan kepada Nabi, akhirnya Nabi meminta kepada
para sahabat untuk menumpahkan air keatas batu, dan dengan berkata ” Dengan Nama Allah”
(Bismillah) Nabi memukul batu itu dengan kapak dan batupun terbelah sepertiga lalu Rosul
berkata :” Allah Maha Besar! aku telah diberi jalan ke Syam! Demi Allah aku dapat melihat
istana istananya” Pukulan yang kedua batu itu terbelah lagi sepertiga, dan Beliaupun berkata
:” Allah Maha Besar ! aku telah diberi jalan ke Persia! Demi Allah aku dapat melihat Istana
istana Al Madain”
Pulukan yang ketiga batu itu terbelah lagi sepertiga, dan Beliaupun berkata :” Allah Maha
Besar ! aku telah diberi jalan ke Yaman! Demi Allah aku dapat melihat Gerbang Sana’a!”
Pasukan kafir dipimpin Abu Sufyan tiba dimadinah, Namun mereka Gagal menemukan
jalan untuk melewati parit. Suatu hari seorang Musrik bernama Amr bin abdu Wudd yang
ditakuti dan terkenal dengan ketangguhannya berhasil melewati parit, Rosul memerintahkan
untuk menghalanginya, namun hanya Ali bin Abi Thalib yang berani menandinginya. Ketika
pertempuran antara Imam Ali dan Amr bin abdu Wudd Nabi berdoa agar diberi kemenangan,
kemudian beliau berkata “Hari ini Keimanan berperang melawan Kekafiran”. Ahirnya Imam
Ali pun memenangkan pertempuran disambut dengan Takbir para kaum muslim.
Angin kencang menerpa pasukan kafir merobohkan kemah kemah mereka dan membuat
mereka takut. Ahirnya abu sufyan memutuskan untuk menarik pasukannya. Setelah sebulan
pengepungan , kaum muslim dengan bahagia kembali kerumah masing masing.
Kaum muslim datang bersama sama ke masjid Nabi mereka bersyukur kepada Allah
SWT. mereka memandang salman dengan rasa cinta dan hormat sambil berkata “Salman
adalah bagian dari kami” kemudian kaum muslim mendengar pandangan Nabi Saww tentang
salman, dan berkata ” Salman adalah bagian dari keluargaku” kemudian Nabi juga berkata
jangan katakan Salman Alfarisi tapi katakan Salman Al Muhammadi.
Salman mengambil bagian dalam seluruh peperangan kaum muslim, seperti perang bani
Quraidha,Perang Khaibar, Penaklukan Mekkah,Perang Hunain,Perang Tabuk, dll. Salman
adalah seorang muslim sejati dan mujahidyang setia. Karena itu nabi berkata : “Syurga
merindukan tiga orang mereka adalah Ali, Ammar dan Salman. mereka berasal dari 3 negri
yang berbeda, Islam telah menyatukan mereka sehingga mereka bersaudara.
Pada saat kekhalifahan Umar bin Khattab Salman ditunjuk sebagai gubernur Al
Madain. Salman adalah contoh penguasa muslim yang baik. Gajinya sebesar 5000 dirham,
namun ia membagikan seluruh gajinya untuk fakir miskin. Ia hidup sederhana, ia membeli
daun kurma dengan harga 1 dirham lalu ia jadikan keranjang dan menjual seharga 3 dirham. 1
dirhan ia gunakan untuk nafkah keluarganya, 1 dirham untuk fakir miskin dan 1 dirham lagi
untuk membeli daun kurma lagi.
Ia hidup sederhana , suatu hari ketika salman berjalan dipasar seorang musafir pernah
menyuruhnya untuk membawakan barangnya. Salman pun membawakan barangnya. Dijalan
orang orang memberi salam pada salman dengan rasa hormat. Musafirpun heran dan bertanya
pada orang orang disekitarnya : siapa lelaki miskin itu? mereka menjawab Ia adalah Salman
Al farisi, sahabat Nabi SAW, dan Gubernur Al Madain. Musafir pun terkejut ia meminta
maaf kepada Salman dan meminta Salman untuk meletakkan barangnya. Namun Salman
menolak dan berkata :” Hingga aku melihatmu selesai”.
Saat Ustman menjadi khalifah, namun kaum muslim melengserkannya. Salman
berangkat ke madinah untuk berziarah ke makam Nabi dan untuk sholat di Masjid itu.
Salman mencintai Jihad untuk mempertahankan pemerintahan Islam melawan musuh musuh
Allah. Ia bergabung dengan pasukan kaum muslim untuk menaklukan kota Balengerd di
Turki. Dan ia menunjukan keberania di sana.
Suatu pagi, Salman meminta istrinya untuk mengambil bungkusan,istrinya bertanya
tentang bungkusan itu dan salman pun menjawab : ” Demi Rosullullah yang telah berkata
padaku, Jika kematian menghampirimu, beberapa orang ( maksudnya malaikat ) akan datang
padamu, Mereka menyukai wewangian tetapi tidak memakan makanan”. Ia pun membuka
bungkusan itu dan memerciki dengan air. Bau wangi pun menyebar dan memenuhi seluruh
ruangan. Lalu salman meminta pada istrinya untuk membuka semua pintu. Selang beberapa
saat Salman pun menutup matanya dan meninggal dunia pada tanggal 8 Shafar tahun 35
Hijriah (657)