Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

PERBANDINGAN HUKUM

Perbandingan Hukum Tata Negara Indonesia dan Negara Mesir

Untuk Memenuhi Tugas Perbandingan Hukum dibawah Dosen Pengampu


Dr. Hengki Firmanda S, S, SH., LL.M.,M.Si.

OLEH

ROBERTO FERNANDES

NIM : 1810246455

PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan
diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki
kedaulatan1. Syarat utama dari sebuah negara adalah memiliki suatu rakyat,
memiliki Kawasan wilayah, dan juga memiliki pemerintahan yang telah
berdaulat. Sedangkan syarat lainnya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.
Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu aturan yang berlaku
bagi seluruh individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara tersendiri atau
independent. Sistem yang telah berlaku dalam suatu negara mencakup sistem
pemerintahan, bentuk negara, dan bentuk pemerintahan.
Negara merupakan suatu lembaga, yaitu satu sistem yang mengatur
hubungan yang ditetapkan oleh manusia antara mereka sendiri sebagai satu alat
untuk mencapai tujuan yang paling pokok di antaranya ialah satu sistem
ketertiban yang menaungi manusia dalam melakukan kegiatan.2 Negara adalah
lanjutan dari keinginan manusia hendak bergaul antara seorang dengan orang
lainnya dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya.3
Sebagai suatu person yang yuridik, negara memerlukan sejumlah organ
untuk mewakili dan menyalurkan kehendaknya. Lauterpacht menyatakan bahwa
adanya unsur pemerintah merupakan syarat terpenting untuk adanya suatu negara.
Jika pemerintah tersebut ternyata secara hukum atau secara faktanya menjadi

1
https://id.wikipedia.org/wiki/Negara diakses tanggal 16 Oktober 2019, Pukul 12.35
2
J.L. Brierly, Hukum Bangsa-Bangsa: Suatu Pengantar Hukum Internasional, diterjemahkan
oleh Moh. Radjah, Bhratata, Jakarta, 1996, hlm. 97
3
Samidjo, Ilmu Negara, Armico, Jakarta, hlm. 27

1
negara boneka atau negara satelit dari suatu negara lainnya, maka negara tersebut
tidak dapat digolongkan menjadi negara.4
Setiap negara memiliki suatu sistem kerja pemerintahan, bentuk negara,
bentuk pemerintahan serta kekuasaan legislatif, kekuasaan yudikatif, dan
kekuasaan eksekutif yang berbeda-beda. Begitu pula dengan negara Indonesia dan
negara Mesir. Keduanya memiliki latar belakang sejarah dan ideologi yang
berbeda.
Republik Arab Mesir, atau biasa dikenal sebagai Mesir, atau dalam bahasa
Arabnya yaitu ‫ مصر‬/ Maṣr adalah sebuah negara yang wilayahnya sebagian besar
terletak di Afrika bagian timur laut. Mesir merupakan salah satu negara maju
yang ada Afrika.
Ajara Agama Islam sangat berkembang di Negara Mesir. Ini terbukti dari
konstitusi negara Mesir yang menetapkan bahwa Islam sebagai agama resmi yang
ada di Mesir dan membentuk Hukum Islam, atau syariah, sebagai sumber utama
dalam legislasi.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan negara Indonesia, walaupun
mayoritas penduduknya beragama Islam, namun negara Indonesia tidak
menjadikan ajaran Agama Islam sebagai sumber utama dalam legislasi. Negara
Indonesia mengangkat Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum di
Indonesia.
Pada dasarnya, Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa
lainnya. Indonesia telah menjadi wilayah perdagangan penting sejak abad ke-7,
yang mana ketika itu Kerajaan Sriwijaya di Palembang telah menjalin hubungan
perdagangan serta agama dengan Tiongkok dan juga India. Kerajaan-kerajaan
yang menganut Hindu dan Buddha telah terbentuk pada awal abad Masehi,
kemudian diikuti oleh para pedagang yang membawa ajaran agama Islam, dan
berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk dapat memonopoli

4
Huala Adolf, Aspek-Aspek Negara Dalam Hukum Internasional, Rajawali Pers, Jakarta,1990
hlm. 5.

2
perdagangan semasa era penjelajahan samudra. Hingga akhirnya di bawah
kekuasaan penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia
Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Kemudian
Indonesia mendapat berbagai hambatan dan tantangan dari bencana alam maupun
korupsi, hingga periode perubahan ekonomi yang pesat.
Negara Mesir telah adan dan terbentuk jauh lebih lama dibandingan
Negara Indonesia. Peradaban Mesir yang terkenal dengan peradaban kuno, serta
banyaknya sejarah Mesir yang cukup panjang dan negara Indonesia yang
dipengaruhi oleh banyak negara terutama negara Belanda serta penduduk
Indonesia yang sangat beragam tentu telah menjadikan keduanya sangat berbeda.

3
BAB II

PERBANDINGAN HUKUM

2.1. Negara Indonesia


2.1.1. Bentuk Negara Indonesia
Berdasarkan konstitusi, Negara Indonesia telah menganut bentuk
Negara kesatuan hal ini dapat dilihat pada pasal 1 ayat (1) UUD 1945 yang
menyatakan “Negara Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk
republik “. Sehingga dengan demikian dari pasal tersebut sudah tercermin
bentuk Negara Indonesia dalam arti bahwa pemerintah pusat yang diatur
dalam undang-undang, sedangkan pemerintah pusat mempunyai kekuasaan
yang luas.5
2.1.2. Sistem Pemerintahan Indonesia
Di Indonesia, sistem pemerintahan yang digunakan pada saat ini sama
dengan sistem pemerintahan setelah amandemen UUD 1945, yaitu
presidensial berarti bahwa presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus
kepala Negara.6
2.1.3. Sistem Perwakilan Indonesia
Ketika terjadi Perubahan pada Undang-undang dasar 1945, telah
menciptakan suatu perubahan yang cukup mendasar mengenai sistem
perwakian dalam ketatanegaraan Indonesia. Paling tidak ada tiga aspek
mendasar mengenai lembaga perwakilan rakyat, setelah perubahan UUD
1945, yaitu: mengenai struktur kelembagaan dalam sistem ketatanegaraan
Indonesia, fungsi dan kewenangannya serta pengisian anggota lembaga
perwakilan. Ada tiga lembaga perwakilan dalam sistem ketatanegaraan

5
Arfa’I, 2013, “Bentuk Negara Republik Indonesia Ditinjau Pengaturan Tentang Pemerintahan
Daerah Dalam Peraturan Perundang-Undangan”, Jurnal Online Inovatif , Volume 6, No 7 Hlm. 144
6
Arifin Saddoen, Sistem Pemerintahan Indonesia | Sejarah, Pengertian Dan Penjelasannya, di
akses pada 20 Oktober 2019, pukul 22.32 , https://moondoggiesmusic.com/sistem-pemerintahan-
indonesia-/

4
Indonesia yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan
Rakyat, dan Dewan Perwakilan Daerah. MPR memiliki fungsi yang sama
sekali berbeda dengan DPR dan DPD, sedangkan DPR dan DPD sendiri
memiliki fungsi yang sama, hanya saja DPD memiliki fungsi dan peran
yang sangat terbatas.7
2.1.4. Konstitusi di Indonesia
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau
disingkat UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis (basic law) konstitusi
Negara Republik Indonesia saat ini. UUD 1945 disahkan sebagai Undang-
Undang dasar Negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak
tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak
tanggal 17 agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekret Presiden
5 juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara
aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 juli 1959. Pada kurun waktu tahun
1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubah, yang mengubah susunan
lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.8

Dalam perubahan keempat Undang-undang dasar 1945 diatur


mengenai tata cara perubahan Undang-undang. Bersandar pada pada pasal
37 UUD 1945 menyatakan bahwa:

1) Usul perubahan pasal-pasal pada UUD dapat di agendakan dalam


siding Majelis Permusyawaratan Rakyat apabila diajukan oleh
sekurang-kurangnya 1/3 jumlah anggota Majelis Permusyawaratan
Rakyat
2) Setiap usul perubahan pasal-pasal UUD di ajukan secara tertulis dan
ditunjukan bagiannya secara jelas yang diusulkan untuk diubah
beserta alasannya.
7
Hamdan Zoelva, Sistem Perwakilan Rakyat Di Indonesia, diakses pada 21 Oktober 2019, pukul
16:36, https://hamdanzoelva.wordpress.com/2008/04/28/sitem-perawakilan-rakyat-di-indonesia/
8
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

5
3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar, siding Majelis
Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari
jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.
4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal UUD 1945 dilakukan dengan
persetujuan sekurang-kurangnya 50 persen ditambah dengan satu
anngota dari seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Dalam sejarah konstitusi Indonesia, bebrapa kali terjadi perubahan


(amandemen) atas Undang-undang dasar 1945. Sejak Proklamasi pada
tahun 1945, telah terjadi perubahan-perubahan atas UUD Negara
Indonesia, yaitu:9

a) UUD 1945 (tanggal 18 agustus tahun 1945 sampai dengan


tanggal 27 desember tahun 1949)
b) Konstitusi Republik Indonesia Serikat (tanggal 27 Desember
tahun 1949 sampai tanggal 17 agustus 1950)
c) UUDS Republik Indonesia 1950 (tanggal 17 agustus tahun 1950
sampai tanggal 5 juli tahun 1959)
d) UUD 1945 (tanggal 5 juli tahun 1959 sampai 19 oktober tahun
1999)
e) UUD 1945 dan perubahan 1 (tanggal 19 oktober tahun 1999
sampai tanggal 18 agustus tahun 2000)
f) UUD 1945 dan perubahan 1 dan 2 (tanggal 18 agustus tahun
2000 sampai tanggal 9 november tahun 2001)
g) UUD 1945 dan perubahan 1,2, dan 3 (tanggal 9 november tahun
2001 sampai tanggal 10 agustus tahun 2002)
h) UUD 1945 dan perubahan 1,2,3 dan 4 (tanggal 10 agustus tahun
2002)

9
Ali Samiun, Juni 14 2016, Perubahan Konstitusi di Indonesia, diakses pada 21 Oktober 2019,
pukul 17.56, http://www.informasiahli.com/2016/06/perubahan-konstitusi-di-indonesia.html.

6
2.2. Negara Mesir
2.2.1. Bentuk Negara Mesir

Negara Mesir adalah negara yang menggunakan sistem berbentuk


negara kesatuan bukan negara federal. Hal ini dikarenakan negara Mesir
memiliki luas wilayah tidak lebih luas dari 2.000.000 km sehingga dirasa
tepat dibentuk negara kesatuan yang berpusat di ibukota. Hal ini juga
karena Mesir sejak dahulu berbentuk satu kerajaan. Sehingga dapat
meminimalisir konflik di internal negara tentang masalah wilayah. Negara
Mesir berbentuk kesatuan dimana bentuk negaranya lebih bersifat tunggal
dan tidak terdiri dari beberapa negara yang memiliki kedaulatan, tidak
terbagi, dan kewenangannya berada pada pemerintah pusat.

2.2.2. Bentuk Pemerintahan Mesir

Mesir menjadi republik sejak tahun 1953, sebelumnya berbentuk


kerajaan yang diperintah oleh Raja Farouk. Presiden pertama republik ini
adalah Gamal Abdul Nasser. Tahun 1958 Mesir dan Suriah bergabung
membentuk negara Republik Persatuan Arab. Namun pada tahun 1961
gabungan ini terpecah karena kemudian Suriah menarik diri. Sampai
sekarang Mesir bernama Republik Arab Mesir, dengan ibu kota Kairo
(Cairo).10

2.2.3. Pemerintahan Mesir

Sistem semipresidensial, adalah sistem pemerintahan yang


menggabungkan dua sistem pemerintahan, yaitu presidensial dan
parlementer. Terkadang sistem ini juga disebut sebagai dual eksekutif

10
Harlan Hariz, Profil Negara Mesir, diakes pada tanggal 22 Oktober 2019, Pukul 18.24,
https://www.academia.edu/28049083/PROFIL_NEGARA_MESIR.pdf

7
(eksekutif ganda). Dalam sistem ini Presiden dipilih oleh rakyat sehingga
memiliki kekuasaan yang kuat. Presiden melaksanakan kekuasaan
bersama-sama dengan perdana menteri.

2.2.4. Legislatif di Negara Mesir

Majelis Rakyat atau Majelis rendah parlemen Mesir Majelis adalah


lembaga legislatif di negara Mesir yang merupakan padanan DPR ini
dipilih melalui referendum, dengan masa jabatan 6 tahun. Selain itu dalam
parlemen Mesir adapula Majelis Permusyawaratan (Majilis Al-Shura)11.

Presiden berhak melantik wakil presiden, perdana menteri dan


menteri kabinet, serta membubarkan dewan rakyat, dapat mengambil
langkah darurat pada masa luar biasa. Dewan rakyat (badan legislatif) pada
masa tidak bersidang dapat melakukan penguasaan lewat pengumuman
perintah undang-undang.

UUD yang diamandemen melalui referendum pada tanggal 22 Mei


tahun 1980 menetapkan pembinaan sistem politik pada dasar sistem multi
partai. Presiden dapat terpilih kembali untuk berkali-kali, dan dalam UUD
baru itu ditambah pasal tentang pengadaan dewan permusyawaratan.
Dewan rakyat sebagai badan legislatif tertinggi. Anggotanya dilahirkan
melalui pemilihan umum, dengan masa jabatan 5 tahun.

2.2.5. Kekuasaan Eksekutif di Negara Mesir

Mesir berbentuk republik sejak 18 Juni1953. Mohamed Hosni


Mubarak telah menjabat sebagai Presiden Mesir selama lima periode, sejak
14 Oktober1981 setelah pembunuhan Presiden Mohammed Anwar el-
Sadat. Selain itu, ia juga pemimpin Partai Demokrat Nasional. Perdana

11
https://id.wikipedia.org/wiki/Majelis_Permusyawaratan_Arab_Saudi diakes pada tanggal 23
Oktober 2019 Pukul 22.04.

8
Menteri Mesir, Dr. Ahmed Nazif dilantik pada 9 Juli2004 untuk
menggantikan Dr. Atef Ebeid. Kekuasaan di Mesir diatur dengan sistem
semipresidensial multipartai. Secara teoritis, kekuasaan eksekutif dibagi
antara presiden dan perdana menteri namun dalam prakteknya kekuasaan
terpusat pada presiden, yang selama ini dipilih dalam pemilu dengan
kandidat tunggal.

Mesir juga mengadakan pemilu parlemen multipartai. Pada akhir


Februari 2005, Presiden Mubarak mengumumkan perubahan aturan
pemilihan presiden menuju ke pemilu multikandidat. Untuk pertama
kalinya sejak 1952, rakyat Mesir mendapat kesempatan untuk memilih
pemimpin dari daftar berbagai kandidat. Namun, aturan yang baru juga
menerapkan berbagai batasan sehingga berbagai tokoh, seperti Ayman
Nour, tidak bisa bersaing dalam pemilihan dan Mubarak pun kembali
menang dalam pemilu.

Pada akhir Januari 2011 rakyat Mesir menuntut Presiden yang


sekarang Berkuasa Hosni Mubarak untuk meletakan jabatannya. Hingga 18
hari aksi demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Hosni Mubarak
Mundur, akhirnya pada tanggal 11 Februari 2011 Hosni Mubarak resmi
mengundurkan diri. Pengunduran diri Hosni Mubarak ini disambut baik
oleh rakyatnya, dan disambut baik oleh dunia Internasional.

Kekuasaan di Mesir diatur dengan sistem semipresidensial


multipartai. Secara teoritis, kekuasaan eksekutif dibagi antara presiden dan
perdana menteri namun dalam prakteknya kekuasaan terpusat pada
presiden, yang selama ini dipilih dalam pemilu dengan kandidat tunggal.
Mesir juga mengadakan pemilu parlemen multipartai.

Pada akhir Februari 2005, Presiden Mubarak mengumumkan


perubahan aturan pemilihan presiden menuju ke pemilu multikandidat.

9
Untuk pertama kalinya sejak 1952, rakyat Mesir mendapat kesempatan
untuk memilih pemimpin dari daftar berbagai kandidat. Namun, aturan
yang baru juga menerapkan berbagai batasan sehingga berbagai tokoh,
seperti Ayman Nour, tidak bisa bersaing dalam pemilihan dan Mubarak
pun kembali menang dalam pemilu.

Pada akhir Januari 2011 rakyat Mesir menuntut Presiden yang


sekarang Berkuasa Hosni Mubarak untuk meletakan jabatannya. Hingga 18
hari aksi demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Hosni
Mubarakmundur, akhirnya pada tanggal 11 Februari 2011 Hosni Mubarak
resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri Hosni Mubarak ini disambut
baik oleh rakyatnya, dan disambut baik oleh dunia Internasional.

Pemerintahan Mesir berbentuk republik dengan Ketua Dewan Tinggi


Angkatan Bersenjata Mesir Mohamed Hussein Tantawi, Perdana
Menteri Essam Sharaf.

 Prosedur Pemilihan (Presidential Standard)


Sebelum amandemen Konstitusi Mesir 1971 pada tahun
1980, presiden republik dipilih langsung dalam sistem dua tahap
yang unik. Majelis Rakyat, majelis rendah Parlemen mencalonkan
salah satu dari sejumlah calon presiden. Para calon presiden
memerlukan setidaknya dua pertiga mayoritas di Majelis Rakyat
dalam rangka untuk melanjutkan ke tahap kedua pemilu.
 Pengunduran Diri
Presiden dapat mengundurkan diri dengan mengajukan
pengunduran dirinya kepada Majelis Rakyat.
Presiden Gamal Abdel Nasser mengajukan pengunduran
diri setelah Mesir mengalami kekalahan pada tahun 1967 ketika
berperang dengan Israel, sebelum kembali menjabat setelah

10
demonstrasi massal oleh masyarakat Mesir. Presiden Mubarak juga
mengundurkan diri pada tanggal 11 Februari 2011 setelah protes 18
hari terhadap rezimnya.
2.2.6. Kekuasaan Yudikatif di Negara Mesir

Negara Mesir menganut common law sistem dimana hukum


merupakan apa yang diputuskan oleh hakim. Sistem ini mendasarkan
dirinya pada asas kemanfaatan. Adapun lembaga yudikatif negara Mesir
adalah Mahkamah Konstitusi Agung Mesir, Al-Mahkamah al-
Dustūrīyah al-‘Ulyā yang termasuk Mahkamah Agung di Republik Arab
Mesir yang berpusat di Kairo. Yang bertujuan untuk mengontrol hukum
agar sesuai dengan konstitusi dan menghapus hukum yang tidak sesuai
dengan konstitusi Mesir. Lembaga ini merupakan badan kehakiman yang
independen dari otoritas legislatif dan eksekutif di Mesir, dan terdiri dari
satu Ketua, dan satu Wakil atau lebih serta beberapa penasehat, dan 7
hakim konsitusi, dan keputusan akhir tidak dapat dibanding dengan cara
apapun.

11
BAB III

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1) Negara Mesir memiliki bentuk negara Kesatuan. Hal ini sama dengan negara
Indonesia yang juga memiliki bentuk negara Kesatuan. Pernyataan yang secara
tegas menyatakan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan tertuang dalam UUD
1945 pasal 1 yang berbunyi “Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang
berbentuk Republik”. Pasal-pasal dalam UUD 1945 telah memperkukuh prinsip
NKRI, di antaranya pada pasal 1 ayat (1), pasal 18 ayat (1), pasal 18B ayat (2),
pasal 25A, dan pasal 37 ayat (5). Selain itu, wujud negara kesatuan tersebut
semakin diperkuat setelah dilakukan perubahan atas UUD 1945. Perubahan
tersebut dimulai dari adanya kesepakatan MPR yang salah satunya adalah tidak
mengubah Pembukaan UUD 1945 dan tetap mempertahankan NKRI sebagai
bentuk final negara bagi bangsa Indonesia.
2) Bentuk pemerintahan negara Mesir adalah Republik. Hal ini sama dengan
Indonesia yang juga berbentuk pemerintahan Indonesia yang sesuai dengan UUD
NRI Tahun 1945 adalah Republik. Karena sesuai dengan pernyataan pasal 1 ayat
(1) UUD 1945 yang berbunyi “Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang
berbentuk Republik” sudah menunjukkan secara tegas. Indonesia juga dipimpin
oleh seorang presiden bukan seorang Raja.
3) Sistem Pemerintahan Negara Mesir adalah semi Presidensial sedangkan Negara
Indonesia, berdasarkan pada UUD yang dimilikinya menganut sistem
pemerintahan presidensial yakni sistem pemerintahan Negara republik di
dalamnya, kekuasaan eksekutif dipilih melalui pemilihan umum dan terpisah dari
kekuasaan legislatif. Selain itu menurut UUD 1945, sistem pemerintahan
Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan atau trias politika murni

12
sebagaimana yang diajarkan oleh Montesquieu. Namun, Indonesia menganut
sistem pembagian kekuasaan
4) Lembaga legislative di Mesir terdiri dari Majelis Permusyawaratan (Majilis Al-
Shura) dan Majelis Rakyat (Majilis Al-Sha’ab) atau Majelis Rendah. Hal ini
berarti Mesir memiliki sistem dua kamar (bikameral). Sedangkan Indonesia
menggunakan sistem satu kamar, karena Indonesia hanya memiliki Dewan
Perwakilan Rakyat sebagai lembaga legislative.
5) Kekuasaan Eksekutif Mesir dijalankan oleh Presiden dan Perdana Menteri. Mesir
apabila dilihat bukanlah fixed executive murni, karena meskipun Presiden memiliki
masa jabatan dalam suatu periode, namun presiden dipilih langsung dalam sistem
dua tahap yang unik. Majelis Rakyat, majelis rendah Parlemen mencalonkan
salah satu dari sejumlah calon presiden. Para calon presiden memerlukan
setidaknya dua pertiga mayoritas di Majelis Rakyat dalam rangka untuk
melanjutkan ke tahap kedua pemilu. Hal ini menyebabkan ada pengaruh atau dapat
dikatakan eksekutif memerlukan dukungan legislative. Maka dapat dikatakan
bahwa kekuasaan eksekutif Mesir bersifat semifixed executive.
Sedangkan kekuasaan eksekutif Indonesia dijalankan oleh Presiden dibantu
oleh Wakil Presiden (Pasal 4 ayat (2) UUD 1945). Selanjutnya dapat disimpulkan
bahwa Indonesia menganut fixed executive dimana eksekutif tidak tergantung pada
legislative, hal ini diperkuat dengan adanya masa jabatan Presiden Republik
Indonesia yang tertuang dalam Pasal 7 UUD 1945 sebelum diamendemen yang
menyebutkan, presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama lima
tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali.
6) Mesir menganut common law sistem (positive legislatoir) dimana hukum
diciptakan oleh hakim melalui putusannya. Adapun lembaga yudikatif di Mesir
terdiri dari Mahkamah Konstitusi Agung Mesir, Al-Mahkamah al-Dustūrīyah
al-‘Ulyā yang merupakan Mahkamah Agung di Republik Arab Mesir yang
berpusat di Kairo. Hal ini berbeda dengan Indonesia yang menganut civil law
sistem dimana hakim merupakan corong undang-undang yang berarti hakim pada

13
putusannya didasarkan pada kodifikasi. Adapun lembaga yudikatif di Indonesia
terdiri dari Mahkamah Agung beserta peradilan dibawahnya dan Mahkamah
Konstitusi.

Berikut tabel perbandingan Hukum Tata Negara Mesir dengan Indonesia

No. Objek Kajian Mesir Indonesia


1. Bentuk Negara Kesatuan Kesatuan
Bentuk
2. Republik Republik
Pemerintahan
Sistem
3. Semipresidensiil Presidensiil
Pemerintahan
4. Legislatif Dua Kamar Satu Kamar
5. Eksekutif Semifixed executive Fixed Executive
6. Yudikatif Common Law Sistem Civil Law Sistem

14
DAFTAR PUSTAKA

A. Buku
Adolf Huala, 1990, Aspek-Aspek Negara Dalam Hukum Internasional,
Rajawali Pers, Jakarta.
Brierly J.L, 1996, Hukum Bangsa-Bangsa: Suatu Pengantar Hukum
Internasional, diterjemahkan oleh Moh. Radjah, Bhratata, Jakarta.
Samidjo, 1986, Ilmu Negara, Armico, Jakarta.
B. Jurnal
Arfa’I, 2013, “Bentuk Negara Republik Indonesia Ditinjau Pengaturan Tentang
Pemerintahan Daerah Dalam Peraturan Perundang-Undangan”, Jurnal
Online Inovatif , Volume 6, No 7 Hlm. 144
C. Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
D. Website
https://moondoggiesmusic.com/sistem-pemerintahan-indonesia-/ Arifin
Saddoen, Sistem Pemerintahan Indonesia | Sejarah, Pengertian Dan
Penjelasannya, di akses pada 20 Oktober 2019, pukul 22.32.
http://www.informasiahli.com/2016/06/perubahan-konstitusi-di-indonesia.html.
Ali Samiun, 14 Juni 2016, Perubahan Konstitusi di Indonesia, diakses
pada 21 Oktober 2019, pukul 17.56.
https://hamdanzoelva.wordpress.com/2008/04/28/sitem-perawakilan-rakyat-di-
indonesia/ Hamdan Zoelva, Sistem Perwakilan Rakyat Di Indonesia,
diakses pada 21 Oktober 2019, pukul 16:36.
https://www.academia.edu/28049083/PROFIL_NEGARA_MESIR.pdf Harlan
Hariz, Profil Negara Mesir, diakes pada tanggal 22 Oktober 2019, Pukul
18.24.
https://id.wikipedia.org/wiki/Negara diakses tanggal 16 Oktober 2019, Pukul
12.35.

15
https://id.wikipedia.org/wiki/Majelis_Permusyawaratan_Arab_Saudi diakes
pada tanggal 23 Oktober 2019 Pukul 22.04.

16