Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN

AUDIT ENERGI LISTRIK DALAM RUMAH TANGGA

DOSEN PEMBIMBING
TRI VICCA KUSUMADEWI S.T., M.Sc

DISUSUN OLEH:

RAMADHAN AL FIRDAUS (171910101049)

UNIVERSITAS JEMBER
JEMBER
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Audit energi merupakan tahapan pengumpulan data mengenai penggunaan
energi listrik pada sebelumnya dengan menghitung intesitas kebutuhan listrik
(IKE) serta analisa biaya yang dikeluarkan. dengan memperhitungkan luas tanah
sebesar 140 m2 yang dimiliki dengan listrik rumah tangga sebesar 450 VA. Tetapi
permasalahan adalah banyak masyarakat belum mengetahui cara perhitungan
komsumsi energi listrik. Sehingga diharapkan adanya perhitungan audit energi
masyarakat lebih faham tentang kosumsi energi dengan Analisa yang dikeluarkan.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang tersebut terdapat rumusan masalah, yaitu :
1. Bagaimana cara melakukan idetifikasi spesifikasi peralatan yang digunakan,
serta lama waktu peralatan listrik ?
2. Bagaimana cara mengalisa kebutuhan biaya kosumsi litrik berdasarkan
pemakaian peralatan listrik selama satu tahun ?
3. Bagaimana cara menghitung Intesitas Kosumsi Energi Listrik Rumah Tangga
selama satu tahun ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui spesifikasi peralatan listrik serta banyaknya peralatan listrik
digunakan.
2. Mengetahui kebutuhan kosumsi listrik berdasarkan peralatan listrik yang
digunakan satu tahun.
3. Mengetahui nilai Intesitas Kosumsi energi listrik.

1.4 Manfaat

1. Setelah mengetahui spesifikasi peralatan listrik dan banyaknya peralatan


listrik bisa dijadikan dasar untuk menghitung kosumsi pemakaian listrik.
2. Dijadikan pembandingan perhitungan komsumsi listrik dengan biaya yang
harus dibayarkan PLN.
3. Diharapkan terjai penurunan biaya tarif yang harus dibayarkan ke PLN.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Audit Energi


Laporan tentang bagian yang menggunakan konsumsi energi dalam hal ini
bentuk auditnya dalam konsumsi litrik pada rumah tangga seluas 140 m2 dengan
listrik 450 VA. Audit energi dapat dilakukan setiap saat atau sesuai dengan jadwal
yang sudah ditetapkan.
Monitoring pemakaian energi secara teratur merupakan keharusan untuk
mengetahui besarnya energi digunakan pada setiap bagian operasi selama selang
waktu tertentu. Dengan demikian usaha penghematan dapat dilakukan.
(Abdurarachim,2002).

2.2 Intesitas Kosumsi Energi (IKE) Rumah Tangga


Intesitas komsumsi energi (IKE) listrik merupakan istilah yang digunakan
untuk mengetahui besarnya pemakaian energi suatu system ( Rumah Tangga).
Satuan IKE adalah KWh/m2 per tahun. Dan Pemakaian IKE ini telah ditetapkan
diberbagai negara antaralian ASEAN dan APEC.
Adapun perhitungan dari IKE sebagai Berikut :
(SNI 03-6196-2000)
IKE = KWh total
Luas bangunan

2.3 Audit Energi Rinci


Perhitungan energi listrik dilakukan denagn cara menggunakan data nilai
terukur dalam perhitungan perhari sehingga rata-rata untuk satu tahun ini
KWhnya adalah :
Penggunaan satu tahun = perhitungan 1 hari (KWh) X 365 hari

Biaya rata-rata untuk pemakaian listrik selama periode satu tahun dengan harga
Rp. 415 ,- untuk rumah dengan listrik 450 VA adalah :

Harga yang dibayar = Harga per KWh X Jumlah KWh


BAB III
METODOLOGI

3.1 Bentuk Data


Data kualitatif, bentuk data yang berupa angka-angka atau data yang dapat
dihitung seperti jumlah Analisa jumlah alat elektronik untuk mengetahui jumlah
listrik diperlukan, sehingga kosumsi listrik dapat diketahui.

3.2 Jenis Data


Data primer adalah data-data yang diperoleh langsung di lapangan. Data
spesifikasi rumah dan data spesfikasi alat listrik pada rumah tersebut.

3.3 Langkah Penelitian


Adapun langkah penelitian pada audit energi akan dilakukan dalam 5 (lima)
tahapan yaitu :
1.) Menetukan objek rumah tangga (rumah dengan luas 140 m2 dengan
kapasitas daya 450 VA).
2.) Mengiventarisasi beberapa peralatan listrik yang dipakai dalam satu hari
dalam bentuk LWBP ( lewat waktu beban puncak) pada jam 22:00 sampai
dengan 17:00 dan WBP (waktu beban puncak) pada jam 17:00 sampai
dengan jam 22:00.
3.) Menghitung kebutuhan pemakaian energi listrik dalam satu hari pada
rumah kemudian hitung dalam satu tahun (365 hari).
4.) Menghitung IKE (intesitas konsumsi energi) pada rumah tesebut.
5.) Menghitung biaya pembayaran beban listrik dalam satu tahun (356 hari).
BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1 Jenis Rumah Tangga


Objek rumah tangga dengan rumah dengan luas 140 m2 dengan kapasitas daya
450 VA dengan harga Rp 514,- per KWh

4.2 Mengiventarisasi Jenis Rumah Tangga


Langkah inventarisasi peralatan listrik dan waktu penggunaan pada LWBP
(lewat waktu beban puncak dan WBP (waktu beban puncak) :

Tabel 1. Data inventarisir peralatan dan pemakaian energi listrik


No Nama Peralatan Jumlah Standart Satuan LWBP / WBP / hari
. (Watt) hari (Jam (Jam)
01 Lampu Teras 3 3 6 4
02 Lampu Ruang Tamu 1 10 - 3
03 Lampu Kamar 3 5 2 3
04 Lampu Ruang Tv 1 5 2 3
05 Lampu Ruang Shalat 1 5 1 1
06 Lampu Ruang Belakang 2 5 1 4
07 Lampu Kamar Mandi 1 5 1 3
08 Television 1 45 3 3
09 Kipas Angin 3 36 6 2
10 Jet Pump 1 130 2 -
11 Kulkas 1 70 19 5
12 Rice Cooker 1 50 10 2
13 Setrika 1 50 1 -

4.3 Menghitung Kebutuhan Energi Dalam Satu Tahun


Dengan mengkalkulasi data dalam satu hari kemudian dikalikan 356 Hari

Tabel 2. Pemakaian listrik per hari


No Nama Peralatan LBWP (Watt) LBP (Watt)
.
01 Lampu Teras 54 36
02 Lampu Ruang Tamu - 30
03 Lampu Kamar 30 45
04 Lampu Ruang Tv 10 15
05 Lampu Ruang Shalat 5 5
06 Lampu Ruang Belakang 10 40
07 Lampu Kamar Mandi 5 15
08 Television 135 135
09 Kipas Angin 648 126
10 Jet Pump 260 -
11 Kulkas 1330 350
12 Rice Cooker 500 100
13 Setrika 50 -
Jumlah 3037 987
Jumlah (KWH) 3,037 0,987

Tabel 3. Pemakaian Listrik dalam satu tahun (365 hari)


No Nama Peralatan LBWP (Watt) LBP (Watt)
.
01 Lampu Teras 19.710 13.140
02 Lampu Ruang Tamu - 10.950
03 Lampu Kamar 10.950 16.425
04 Lampu Ruang Tv 3.650 5.475
05 Lampu Ruang Shalat 1.825 1.825
06 Lampu Ruang Belakang 3.650 14.600
07 Lampu Kamar Mandi 1.825 5.475
08 Television 49.275 49.275
09 Kipas Angin 23.360 78.840
10 Jet Pump 94900 -
11 Kulkas 485.450 127.750
12 Rice Cooker 182.500 36.500
13 Setrika 18.250 -
Jumlah 895.345 360.255
Jumlah (KWH) 895,345 360,255

4.4 Menghitung IKE (Intesitas Konsumsi Listrik)


Dari data konsumsi energi dalam satu tahun dan data luasan bangunan maka
dapat dihitung besarnya IKE (intesitas konsumsi energi) sebesar :

IKE = KWh total (LWBP + WBP)


Luas Bangunan
= (895,345 + 360, 255)
2
140 m
= 8,969 KWh /m2
Tabel 4. Intesitas Konsumsi Listrik (IKE)
Jenis Area Luas Area (m2) KWh / m2 Tahun
Seluruh Area 140 8,969

4.5 Mengitung Biaya Dibutuhkan


Biaya untuk pemakaian listrik selama satu tahun adalah sebesar :

Biaya yang dibutuhkan = Harga per KWh X Total KWh (WLBP + WBP)
= Rp 415,- X (895,345 + 360,255)
= Rp 415,- X 1255,6
= Rp 521,074,-
Tabel 5 Biaya dibutuhkan
Jenis Area Harga (Rp) Total KWh Dibayarkan (Rp)
Seluruh Area 415 1255,6 521.074
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil Analisa yang telah dilakukan, maka beberapa kesimpulan kesimpulan
hasil audit energi yaitu :
1.) Penggunaan perlatan listrik sebanyak 13 jenis peralatan listrik dengan
konsumsi perhari 3,037 KWh untuk LWBP dan 0,987 KWh untuk
WBP perhari. Dalam satu tahun mencapai 895,345 KWh untuk LWBP
dan 360,255 KWh untuk WBP
2.) Perhitungan Intesitas Konsumsi Energi (IKE) dalam satu tahun yaitu
pada bangunan seluas 140 m2 sebesar 8,969 KWh / m2
3.) Kemudian biaya listrik yang harus dibayarkan dalam waktu dalam
waktu satu bulan yaitu Rp 521.074,-

5.2 Saran
Perlu memberi pemahaman perhitungan konsumsi energi listrik agar
masyarakat tidak mengeluh bila terjadi kenaikan listrik dan lebih bijak dalam
mengkonsumsi listrik

5.3 Referensi
1.) Abdurrachim. Halim, Pasek, Darmawan Ari, dan Sulaiman, TA. 2002.
Audit Energi. Modul 2, Energi Conservation Efficiency And Cost Saving
Course, Bandung : PT. Fiqry Jaya Mandiri
2.) SNI 03-6196-2000, Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung.