Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN SISTEM PROTEKSI

JOB : 01

JUDUL :

“KARAKTERISTIK MINIATURE CIRCUIT BREAKER”

Nama Praktikan : ZULFAHMI

No. BP : 1701031012

Class/Kelompok : 3B REGULER

Tanggal Penyerahan : 30 APRIL 2020

Instruktur : 1. FIRMANSYAH.ST.,MT.

2. JUNAIDI ASRUL, S.ST., MT

POLITEKNIK NEGERI PADANG

2019
BAB I
TUJUAN

Sebelum melaksanakan praktikum mengenai karakteristik Miniature Circuit


Breaker, ada beberapa tujuan yang harus dicapai oleh praktikan, yaitu :

1. Menentukan karakteristik Miniature Circuit Breaker (MCB)

2. Dapat menentukan tipe/jenis MCB yang digunakan sesuai dengan karakteristik


bebannya.
3. Dapat kapasitas MCB sesuai dengan karakteristik bebannya.

1
BAB II
PENDAHULUAN

II. KONSEP DASAR

II.1. Pengertian

Circuit Breaker adalah suatu alat pengaman pemutus rangkaian kelistrikan yang
dapat bekerja secara otomatis. Circuit breaker berfungsi sebagai pengaman terhadap
arus beban lebih atau arus hubungan singkat atau pengaman kedua-duanya dan sebagai
sakelar yang berkemampuan untuk mengatasi kenaikan beban sakelar.

MCB akan secara otomatis dengan segera memutuskan arus apabila arus yang
melewatinya melebihi dari arus nominal yang telah ditentukan pada MCB tersebut. Arus
nominal yang terdapat pada MCB adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A
dan lain sebagainya.

II.2. Prinsip Kerja


Miniatur Circuit Breaker

Miniatur Circuit Breaker (MCB) adalah salah satu macam Cirkuit Breaker yang
dilengkapi dengan pengaman bithermis (bimetal) sebagai pengaman beban lebih dan
juga dilengkapi dengan pengaman magnetis untuk arus lebih atau arus hubung singkat.
Miniatur Circuit Breaker (MCB) ini banyak digunakan untuk mengamankan rangkaian
listrik arus hubung singkat dan beban lebih.

Prinsip kerja MCB sangat sederhana, ketika ada arus lebih maka arus lebih
tersebut akan menghasilkan panas pada bimetal, saat terkena panas bimetal akan
melengkung sehingga memutuskan kontak MCB (Trip). Selain bimetal, pada MCB

2
3

biasanya juga terdapat solenoid yang akan mengtripkan MCB ketika terjadi grounding
(ground fault) atau hubung singkat (short circuit).

220 V
220 V

Gambar 1.a Kondisi NormalGambar 1.b Kondisi Abnormal


Gambar 1. Konstruksi MCB

Namun penting juga untuk di ingat, bahwa MCB juga bisa trip dengan panas
(over heating) yang diakibatkan karena kesalahan desain/perencanaan instalasi,
seperti ukuran kabel yang terlalu kecil untuk digunakan dalam arus yang tinggi,
sehingga menghasilkan panas, yang lama-kelamaan akan melekungkan bimetal dan
mengtripkan MCB. Oleh karena itu penggunaan kabel instalasi juga harus
memperhatikan standar maksimum arus (A) kabel yang akan digunakan, dan arus
kabel tersebut tidak boleh lebih kecil dari arus maksimum rangkaian/circuit.

MCB dirancang untuk memproteksi arus beban lebih dan arus hubung pendek.
MCB adalah perlengkapan vital yang sangat penting untuk dapat beroperasinya
instalasi listrik secara handal. Pada kondisi Normal, MCB berfungsi sebagai sakelar
manual yang dapat menghubungkan (ON) dan memutuskan (OFF) arus listrik. Pada
saat terjadi Kelebihan Beban (Overload) ataupun Hubung Singkat Rangkaian (Short
Circuit), MCB akan beroperasi secara otomatis dengan memutuskan arus listrik
yang melewatinya. Secara visual, kita dapat melihat perpindahan Knob atau tombol
dari kondisi ON menjadi kondisi OFF. Pengoperasian otomatis ini dilakukan dengan
4

dua cara seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini yaitu dengan cara Magnetic
Tripping (Pemutusan hubungan arus listrik secara Magnetik) dan Thermal Tripping
(Pemutusan hubungan arus listrik secara Thermal/Suhu).

a. Thermal Tripping (Pemutusan Hubungan arus listrik dengan Suhu Tinggi)

Pada saat kondisi Overload (Kelebihan Beban), Arus yang mengalir melalui
Bimetal menyebabkan suhu Bimetal itu sendiri menjadi tinggi. Suhu panas tersebut
mengakibatkan Bimetal melengkung sehingga memutuskan kontak MCB  (Trip).

b. Magnetic Tripping (Pemutusan Hubungan arus listrik secara Magnetik)

Ketika terjadi Hubung Singkat Rangkaian (Short Circuit) secara mendadak ataupun
Kelebihan Beban yang sangat tinggi (Heavy Overload), Magnetic Trippping atau
pemutusan hubungan arus listrik secara Magnetik akan diberlakukan. Pada saat terjadi
hubungan singkat ataupun kelebihan beban berat, Medan magnet pada Solenoid MCB
akan menarik Latch (palang) sehingga memutuskan kontak MCB (Trip).
5

Sebagian besar MCB (Miniature Circuit Breaker) yang digunakan saat ini
menggunakan dua mekanisme pemutusan hubungan arus listrik ini (Thermal Tripping
dan Magneting Tripping).

• Icn = kapasitas pemutusan


nominal yang diadopsi dari
standar IEC 60898.
• Icu = kapasitas pemutusan
terbesar (ultimate) yang
diadopsi dari standar IEC 60947-
2.

Terdapat bermacam-macam MCB yang antara satu dengan yang lainnya mempunyai
sifat/(karakter) yang berbeda-beda, sesuai dengan maksud pemakaiannya.
6

Macam-macam MCB antara lain : Tipe H, Z, G, L, U, K, dan V.


Keterangan :
All 3 MCB types use a magnetic fault protection, which trips the MCB within one tenth
of a second when the overload reaches a set level.

 Type B trips between 3 and 5 time full load current


MCB Tipe B, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar
3 sampai 5 kali dari arus maksimum atau arus nominal MCB. MCB tipe B
merupakan karateristik trip tipe standar yang biasa digunakan pada bangunan
domestik.

 Type C trips between 5 and 10 times full load current


MCB Tipe C, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar
5 sampai 10 kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe ini akan
menguntungkan bila digunakan pada peralatan listrik dengan arus yang lebih
tinggi, seperti lampu, motor dan lain sebagainya.

 Type D trips between 10 and 20 times full load current


MCB tipe D, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 8
sampai 12 kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe D merupakan
karakteristik trip yang biasa digunakan pada peralatan listrik yang dapat
menghasilkan lonjakan arus kuat seperti, transformator, dan kapasitor.

II.3 Fungsi MCB


1. Pengaman hubung singkat

Hubung singkat atau konsleting memang kerap sekali terjadi di Indonesia. Tak
jarang terdapat rumah atau pasar yang terbakar karena hubung singkat listrik. Ada
banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hubung singkat, salah satunya adalah tidak
digunakannya pengaman hubung singkat. Sebagai contoh saja di pos ojek biasanya
mengambil listrik langsung dari tiang listrik, listrik yang diambil tersebut langsung
dilewatkan ke sakelar kemudian diteruskan ke lampu dan beberapa perangkat elektronik
lain. Jika suatu saat beban melebihi batas kemampuan kabel dan terjadi hubung singkat
maka tak ada pengaman yang terpasang sehingga menyebabkan timbulnya panas dan
bunga api, panas dan bunga api inilah yang menimbulkan kebakaran. sekarang pikirkan
jika hal ini terjadi dipasar atau di rumah warga.
7

2. Mengamankan beban lebih

Biasanya pelanggan telah mengontrak listrik degan PLN, kontrak yang dilakukan
adalah berapa daya yang dikontrak oleh pelanggan. Misalnya pelanggan mengontrak
daya 450 maka jika daya yang digunakan sudah melebihi 450 secara otomatis MCB
akan trip (putus). Pemasangan Instalasi yang dilakukan PLN dirumah pelanggan
disesuaikan dengan kontrak yang 

Pada dasarnya pemutusan aliran listrik yang dilakukan oleh MCB berasal dari dua
prinsip, yakni prinsip panas dan prinsip elektromagnetik. Prinsip panas digunakan saat
MCB memutuskan arus karena beban lebih sedangkan prinsip elektromagnetik
digunakan saat MCB mendeteksi adanya hubung singkat.

3 Sebagai sakelar utama

MCB yang terpasang dirumah kita selain berfungsi sebagai Pengaman dari
terjadinya hubung singkat dan beban lebih juga bisa difungsikan sebagai sakelar utama
instalasi rumah kita. Jika kita ingin memasang lampu atau memasang kotak-kontak
(steker) dirumah kita maka kita hanya perlu menggunakan MCB untuk memutus semua
arus listrik didalam rumah. Selain itu MCB juga bisa digunakan sebagai pemutus aliran
listrik saat anda bepergian dalam waktu yang lama. Misalkan anda ingin pergi ke luar
kota selama 1 minggu jangan lupa untuk mematikan aliran listrik dirumah anda dengan
cara turunkan sakelar MCB.

Pada dasarnya pemutusan aliran listrik yang dilakukan oleh MCB berasal dari dua
prinsip, yakni prinsip panas dan prinsip elektromagnetik. Prinsip panas digunakan saat
MCB memutuskan arus karena beban lebih sedangkan prinsip elektromagnetik
digunakan saat MCB mendeteksi adanya hubung singkat.

1. Pemutusan MCB karena Elektromagnetik

Pemutusan dilakukan oleh koil yang terinduksi dan mempunyai medan magnet.
Akibatnya poros yang terdapat didekatnya akan tertarik dan menjalankan tuas
pemutus. Pada saat MCB bekerja karena hubung singkat (konsleting) akan terdapat
panas yang sangat tinggi, MCB dilengkapi dengan pemadam busur api untuk
meredam panas tersebut.

2. Pemutusan MCB karena panas


8

Pemutusan dilakukan karena terdapat beban lebih. Karena beban lebih maka
akan menimbulkan panas. Panas ini akan membuat bimetal melengkung dan
mendorong tuas pemutus akibatnya MCB akan trip (memutuskan arus).

Tidak sampai disitu manfaat dari menggunakan MCB masih terdapat banyak
lagi. Hal lain yang bisa didapatkan dari menggunakan MCB adalah apabila sudah trip
(putus) masih bisa digunakan lagi. MCB layaknya sakelar, saat dalam posisi Off kita
masih bisa merubah posisinya menjadi ON kembali. Sekian semoga bermanfaat.

II.4 Karakteristik MCB


Karakteristik teknis dan instalasi u/ MCB

1) karakteristik kurva triping (C dan K) yang berguna untuk beraneka ragam


aplikasi;
2) pembatasan energi yang dilalui (let through energy) I2(t)dt pemutus sirkit di sisi
bawah dalam peristiwa hubung pendek, untuk menghindari kerusakan kabel dan
perlengkapan;
3) pembatasan arus puncak, Ip;
4) nilai nominal arus, In;
5) kapasitas pemutusan, yang mengacu ke standar yang dibuat untuk area aplikasi
tertentu;
6) elemen tambahan (kontak bantu, kontak sinyal, pelepas undervoltage, shunt trip,
interlok mekanis, dan lain-lain);
7) siklus operasi listrik dan mekanis yang dijamin;
8) ketahanan terhadap vibrasi;
9) kecocokan kriteria kondisi lingkungan dimana pemutus sirkit ini akan
digunakan.
9

Gambar : Karakteristik MCB

Pada Name plate MCB tertera kode C6. Ini berarti In = 6 A dan tripping curve
tipe C. Tripping curve tipe C menunjukkan bahwa magnetic trip akan berkisar 5-10 x In
(jadi sekitar 30 – 60 A). Ada beberapa tripping curve untuk MCB:

 B: trip 3 – 5 x In
 C: trip 5 – 10 x In
 D: trip 10 – 20 x In
10

1. Actuator lever - used to  manually trip and


reset the circuit breaker. Also indicates the
status of the circuit breaker (On or Off
/tripped). Most breakers are designed so
they can still trip even if the lever is held or
locked in the On position. This is sometimes
referred to as "free trip" or "position trip"
operation.
2. Actuator mechanism - forces the contacts
together or apart.
3. contacts - Allow current to flow when
touching and break the flow of current when
moved apart.
4. Terminals
5. Bimetallic strip
6. calibration screw - Allows the
manufacture to precisely adjust the trip
current of the device after assembly.
7. Solenoid
8. Arc divider / extinguished
BAB III
DAFTAR MATERIAL

Sebelum melaksanakan praktikum mengenai karakteristik MCB, maka siapkan


terlebih dahulu alat atau peralatan yang dibutuhkan dalam praktikum. Adapun peralatan
yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut :

- Power supply : 220 Volt AC


- 1 buah Trafo arus : 220 Volt, 10 A / 10 V, 200 A
- 1 buah Auto Travo : 220 Volt, 10 A / 0 - 200 V, 10 A
- 1 buah Amperemeter : 1 – 16 A
- 1 buah Stop watch : 1 – 16
- 1 Rele Kontaktor : 10 A / 1 Phasa
- 1 buah MCB : Type G : 2 A
- Kabel Penghubung : secukupnya

11
BAB IV
GAMBAR RANGKAIAN

IV.1 Rangkaian Percobaan – 1

MCB 3

0 s/d
SI
220

13 23 33
S0

14 24 34
Volt AC

K Lampu
Gambar : Rangkaian Percobaan Karakteristik MCB

12
BAB V
LANGKAH KERJA

V.1. Percobaan MCB

a. Rangkailah semua peralatan seperti yang tertera pada gambar diagram rangkaian
percobaan, Sekunder Auto Travo pada kedudukan 0 Volt.
b. “ON” kan Switch Power Supply AC kemudian atur kedudukan sekunder Auto
Trafo untuk mendapatkan arus yang diinginkan (lihat tabel evaluasi).
c. “OF”kan Power Supply AC hingga Bimetal MCB dingin kembali (untuk
mendapatkan karakteristik dingin).
d. “ON”kan Power Supply AC dan catat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
Tripping Pengaman Thermis MCB.
e. Ulangi langkah 2, 3, dan 4 untuk nilai-nilai arus yang diminta dalam tabel.
f. Untuk membuat karakteristik Panas pergunakan terlebih dahulu beban yang
besarnya sama dengan besar arus nominal selama 10 menit, kemudian
laksanakan seperti langkah 2, 3 dan 4 untuk beberapa nilai, tanpa pendinginan
kembali.
g. Selesai praktek kembalikan semua alat-alat pewrcobaan ketempatnya semula.

V.2. Karakteristik MCB


Melakukan Percobaan Arus Beban Lebih.
Buat rangkaian percobaan untuk mengujian MCB 2A dan 4A. Naikan Arus secara
bertahap dengan penambahan waktu 5 menit setiap perubahan arus. Lakukan
pengukuran untuk menentukan karakteristik MCB.

13
BAB VI
TUGAS DAN PERTANYAAN

1. Gambarkan karakteristik MCB dan terangkan maknanya dengan jelas dan


lengkap
Jawab :
Karakteristik teknis dan instalasi u/ MCB
1. karakteristik kurva triping (C dan K) yang berguna untuk beraneka
ragam aplikasi;
2. pembatasan energi yang dilalui (let through energy) I2(t)dt pemutus
sirkit di sisi bawah dalam peristiwa hubung pendek, untuk menghindari
kerusakan kabel dan perlengkapan;
3. pembatasan arus puncak, Ip;
4. nilai nominal arus, In;
5. kapasitas pemutusan, yang mengacu ke standar yang dibuat untuk area
aplikasi tertentu;
6. elemen tambahan (kontak bantu, kontak sinyal, pelepas undervoltage,
shunt trip, interlok mekanis, dan lain-lain);
7. siklus operasi listrik dan mekanis yang dijamin;
8. ketahanan terhadap vibrasi;
9. kecocokan kriteria kondisi lingkungan dimana pemutus sirkit ini akan
digunakan.

14
15

Miniatur   Circuit   Breakers (MCB) memiliki karakteristik sebagai berikut:

 Rating arus umumnya tidak lebih dari 100A (saat ini ada produk MCB dengan
size >100A).
 Rating tegangan rendah (Low Voltage < 1 kV).
 Kurva trip nya tidak bisa diatur, fix dan merupakan design dari manufaktur.
 Fungsi kerjanya berdasarkan fungsi thermal  atau thermal-magnetic.

Karena karakteristiknya tersebut maka tidak heran pemutus daya jenis ini adalah
yang paling dekat dan paling sering digunakan oleh konsumen dalam kehidupan sehari
hari. Untuk menjelaskan karakteristik Miniatur Circuit Breakers (MCB), berikut gambar
karakteristiknya :
16

Terdapat tiga tipe MCB berdasarkan karakteristik pemutusan arus gangguan yaitu :

Type "B", "C" dan "D" , masing –masing menyatakan nilai minimum arus yang
melewati MCB yang mengakibatkan terbukanya kontak MCB tanpa disengaja.

 Type B trips between 3 and 5 time full load current


MCB Tipe B, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar
3 sampai 5 kali dari arus maksimum atau arus nominal MCB. MCB tipe B
merupakan karateristik trip tipe standar yang biasa digunakan pada bangunan
domestik.

 Type C trips between 5 and 10 times full load current


MCB Tipe C, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar
5 sampai 10 kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe ini akan
menguntungkan bila digunakan pada peralatan listrik dengan arus yang lebih
tinggi, seperti lampu, motor dan lain sebagainya.
17

 Type D trips between 10 and 20 times full load current


MCB tipe D, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 8
sampai 12 kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe D merupakan
karakteristik trip yang biasa digunakan pada peralatan listrik yang dapat
menghasilkan lonjakan arus kuat seperti, transformator, dan kapasitor.

Untuk lebih jelasnya, karakteristik kerja ke tiga type MCB dapat ditunjukkan oleh kurva
karakteristik berikut :

Gambar : Kurva Karakteristik MCB Type B,C, dan D

2. Terangkan kegunaan MCB dan dimana banyak dipergunakan


Jawab :
MCB mempunyai 3 fungsi atau kegunaan, yaitu
18

Pemutus Arus

MCB memiliki fungsi sebagai pemutus arus listrik menuju arah beban. Untuk
memutuskan arus tersebut dapat dilakukan manual maupun otomatis.Untuk
melakukannya secara manual yaitu dengan mengubah toggle switch yang berada
di depan MCB tersebut setelah itu MCB akan memutuskan arus listrik.

Sedangkan untuk secara otomatis akan terjadijika dideteksi terjadi arus berlebih
yang diakibatkan beban penggunaan listrik yang lebih, ataupundikarenakan
hubung singkat.

Proteksi Beban Lebih (overload)

Fungsi ini akan bekerja jika MCB mendeteksi adanya arus listrik yang melebihi
batas. Misalnya, sebuah MCB memilikibatas arus listrik 6A, namun arus listrik yang
mengalir melalui MCB tersebut sekitar 7A, maka MCB tersebut akan trip dengan
delay waktu yang cukup lama sejak MCB tersebut mendeteksi adanya arus
lebih.Bagian MCB yang menjalankan tugas mendeteksi adanya arus lebihyaitu
sebuah strip bimetal. Sebuah arus listrik yang melewati bimetal akan membuatnya
menjadi panas dan memuai ataupun mungkin melengkung. Semakin besar arus
listrik, maka bimetal pun akan semakin panas serta memuai, yang pada akhirnya
akan memerintahkan switch mekanis MCB untuk memutus arus listrik.

Lamanya waktu pemutusan arus yang dilakukan MCB tersebut tergantung dari
besarnya arus listrik. Semakin besar besar arus listrik tersebut, pemutusan arusnya
akan semakin cepat. Fungsi strip bimetal ini disebut dengan Thermal Trip. Ketika
arus listriknya sudah putus, maka bimetal pun akan mendingin serta kembali
normal.
19

Proteksi Hubung Singkat

Fungsi ini akan bekerja jika terjadi korsleting ataupun hubung singkat arus
listrik. Terjadinya korsleting listrik akan menimbulkan arus listrik yang sangat besar
serta mengalir di dalam sistem instalasi listrik rumah Anda.Bagian MCB yang
mendeteksi yaitu bagian magnetic trip yang berupa solenoid, besarnya arus listrik
yang mengalir akan menimbulkan berupa gaya tarik magnet di solenoid yang akan
menarik switch pemutus aliran listrik. Sistem kerjanya sangat cepat, sebab untuk
menghindari terjadinya kerusakan pada peralatan listrik lainnya.

MCB sangat banyak manfaatnya, maka dari itu setiap instalasi yang dialiri arus
listrik maka menggunakan MCB sebagai pengamannya.

3. Terangkan prinsip Kerja MCB


Jawab :
Prinsip kerja MCB sangat sederhana, ketika ada arus lebih maka arus lebih
tersebut akan menghasilkan panas pada bimetal, saat terkena panas bimetal akan
melengkung sehingga memutuskan kontak MCB (Trip). Selain bimetal, pada MCB
biasanya juga terdapat solenoid yang akan mengtripkan MCB ketika terjadi grounding
(ground fault) atau hubung singkat (short circuit).

220 V
220 V

Gambar 1.a Kondisi NormalGambar 1.b Kondisi Abnormal


Gambar 1. Konstruksi MCB
20

Namun penting juga untuk di ingat, bahwa MCB juga bisa trip dengan panas (over
heating) yang diakibatkan karena kesalahan desain/perencanaan instalasi, seperti ukuran
kabel yang terlalu kecil untuk digunakan dalam arus yang tinggi, sehingga
menghasilkan panas, yang lama-kelamaan akan melekungkan bimetal dan mengtripkan
MCB. Oleh karena itu penggunaan kabel instalasi juga harus memperhatikan standar
maksimum arus (A) kabel yang akan digunakan, dan arus kabel tersebut tidak boleh
lebih kecil dari arus maksimum rangkaian/circuit.

MCB dirancang untuk memproteksi arus beban lebih dan arus hubung pendek.
MCB adalah perlengkapan vital yang sangat penting untuk dapat beroperasinya instalasi
listrik secara handal. Pada kondisi Normal, MCB berfungsi sebagai sakelar manual yang
dapat menghubungkan (ON) dan memutuskan (OFF) arus listrik. Pada saat terjadi
Kelebihan Beban (Overload) ataupun Hubung Singkat Rangkaian (Short Circuit), MCB
akan beroperasi secara otomatis dengan memutuskan arus listrik yang melewatinya.
Secara visual, kita dapat melihat perpindahan Knob atau tombol dari kondisi ON
menjadi kondisi OFF. Pengoperasian otomatis ini dilakukan dengan dua cara seperti
yang terlihat pada gambar dibawah ini yaitu dengan cara Magnetic Tripping (Pemutusan
hubungan arus listrik secara Magnetik) dan Thermal Tripping (Pemutusan hubungan
arus listrik secara Thermal/Suhu).

a. Thermal Tripping (Pemutusan Hubungan arus listrik dengan Suhu Tinggi)

Pada saat kondisi Overload (Kelebihan Beban), Arus yang mengalir melalui
Bimetal menyebabkan suhu Bimetal itu sendiri menjadi tinggi. Suhu panas tersebut
mengakibatkan Bimetal melengkung sehingga memutuskan kontak MCB  (Trip).
21

b. Magnetic Tripping (Pemutusan Hubungan arus listrik secara Magnetik)

Ketika terjadi Hubung Singkat Rangkaian (Short Circuit) secara mendadak ataupun
Kelebihan Beban yang sangat tinggi (Heavy Overload), Magnetic Trippping atau
pemutusan hubungan arus listrik secara Magnetik akan diberlakukan. Pada saat terjadi
hubungan singkat ataupun kelebihan beban berat, Medan magnet pada Solenoid MCB
akan menarik Latch (palang) sehingga memutuskan kontak MCB (Trip).
22

Sebagian besar MCB (Miniature Circuit Breaker) yang digunakan saat ini
menggunakan dua mekanisme pemutusan hubungan arus listrik ini (Thermal Tripping
dan Magneting Tripping).

4. Apa sebabnya jika semakin besar faktor pengali semakin cepat pula waktu
yang dibutuhklan untuk tripping.
Jawab :

5. Mengapa semakin besar faktor pengali semakin cepat waktu trippingnya ?,


Jelaskan !
Jawab :

6. Mengapa pengaman magnetik tidak memerlukan waktu yang lama untuk


tripping ?, jelaskan !
Jawab :
23

7. Lakukan pengukuran secara bertahan u/ memperoleh karakteristik MCB


Jawab :

8. Apabila MCB ditempatkan dalam tiga tingkatan pengaman (down-stream


dan Up-stream) seperti gambar, berikan penjelasan saudara mengenai
koordinasi pengeman tersebut.
24

Down Stream /
Main Protection
A

Up Stream /
MCB Back up
Protection

Down Stream /
0 – 220 Vac A MCB Main Protection
Up Stream /
Back up
Protection

A
MCB

Down Stream /
Main Protection

Jawab :

9. Buatlah kesimpulan secara lengkap.


Jawab :
BAB VII
TABULASI DATA

VII. TABULASI DATA


Tabel VII-1 : Menentukan Karakteristik Dingin

MCB, HASIL PENGUKURAN HASIL KETE


PERHITUNGAN RANG
AN
In=2 I X Wakt Tempera Tempera Ist t T
Ampere (Am Arus u tur Awal tur
p); Nomi Akhir
In=2 nal
A
(Amp.) (Am (Amp. (menit (derj. (derj. (A) (menit (Derj
p.) ) ) Celc) Celc) ) .
Cels.
)
0.9 x In 2 1,8 1/0 23 31,8
(no-
limit)
1,2 x In 2 2,4 108 23 31,6
1,5 x In 2 3 90 23 30,6
1,9 X In 2 3,8 64,6 23 28
2,5 x In 2 5 35 23 27,3
3,5 X In 2 7 21,2 23 27,2
4,0 X In 2 8 12,2 23 26,9
5,0 X In 2 10 11 23 26,1
6,0 X In 2 12 7,5 23 25,6

25
26

TABEL VII-2 : KARAKTERISTIK PANAS


MCB, HASIL PENGUKURAN HASIL KETE
PERHITUNGAN RAN
GAN
In=2 I X Wa Temp Tempera Ist t T
Ampere (Amp Arus ktu eratur tur Akhir
); Nom Awal
In=2 inal
A
(Amp.) (Amp (Am (m (derj. (derj. (A) (meni (Derj.
.) p.) eni Celc) Celc) t) Cels.)
t)
0.9 x In 2 1,8 23 31,1
1,2 x In 2 2,4 10 27,2 32
8
1,5 x In 2 3 90 29 35,2
1,9 X In 2 3,8 45 29 36,8
2,5 x In 2 5 25 29 38,5
3,5 X In 2 7 17 28 40
4,0 X In 2 8 8 29 38,7
5,0 X In 2 10 7 29 41,2
6,0 X In 2 12 1 28 42,5

Tabel VII-3 : Menentukan Karakteristik Beban Lebih

Arus
Arus
Pembebanan Waktu Waktu
No Pembebanan
(A) (detik/menit) (detik/menit)
MCB 4 A
MCB 2 A
0 1,6 10 3,6 10
1
2
3
4
5
6
27

7
8
BAB VIII
ANALISIS

VIII.1. Analisis Data


……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….…………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

28
29

……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………….
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
VIII.2. Analisis Rangkaian
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
30

……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
31

……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………….
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................

VIII.3. Analisis Perbandingan


……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………….………………………
32

……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
………………………......................
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
………………………………………………….................................................................
....................................................................................................................
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
………………………………….........................................................................................
33

............................................................................................
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
………………………………….........................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.........................................................................
.............................................................................................................................................

VIII.4. Analisis Relevansi


……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
34

……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………..
BAB IX

KESIMPULAN

1.

35
DAFTAR PUSTAKA

1) HTTP://BLOG.UNNES.AC.ID/ANTOSUPRI/MCB-MINIATURE-CIRCUIT-BREAKER/

2) HTTPS://TEKNIKELEKTRONIKA.COM/PENGERTIAN-MCB-MINIATURE-CIRCUIT-

BREAKER-PRINSIP-KERJA-MCB/

3) HTTPS://BLOGTEKNISI.COM/KARAKTERISTIK-DAN-PRINSIP-KERJA-MCB-

MINIATURE-CIRCUIT-BREAKER/

4) HTTP://EPRINTS.POLSRI.AC.ID/3814/3/FILE%20III.PDF

5) HTTPS://MATARAM.ANTARANEWS.COM/BERITA/30852/INILAH-FUNGSI-MCB-

DALAM-INSTALASI-LISTRIK-RUMAH-ANDA

6) A.S. Pabla, Ir.A.Hadi,”Sistem Distribusi Daya Listrik”, Erlangga Jakarta, 1980.

7) ”Buku Panduan Pemeliharaan Trafo Tenaga”, PT.PLN P3B Jawa-Bali

8) J.J. Kelly S.D, Myers R.H.Parrish,”A Guide to Transformer maintenance” TMI,

Akron, Ohio.

9) Lythall.R.T, “The JSP Switchgear Book”, Newnes-Butterworths London.

10) Neidle, Michael, “Teknologi Instalasi Listrik” Erlangga Jakarta, 1991.

11) Siemens, “ Electrical Instalation Handbook”, 1989

36
37
LEMBARAN PENGAMATAN
RATING MCB :
Tegangan = .............. Volt
Arus = ............ Ampere
Putaran = ............. Rpm
Daya = ............. Watt
Cos F = ..............
Frekuensi = ………………. Hz
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………..…
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………….……………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
……………………………………………………………………………………………
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
...........................................................................................................................................