Anda di halaman 1dari 8

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Gambar gedung DPRD provinsi Jawa Barat

Dewan perwakilan rakyat daerah (disingkat DPRD) adalah lembaga perwakilan rakyat
daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah di
provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia. DPRD disebutkan dalam UUD 1945 pasal 18 ayat 3:
"Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum". DPRD kemudian
diatur lebih lanjut dengan undang-undang, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 17
Tahun 2014.

Dalam Struktur pemerintahan daerah, DPRD berada di dua jenjang, yaitu di tingkat propinsi
disebut DPRD Propinsi serta di tingkat Kabupaten/kota disebut DPRD Kabupaten/Kota.

1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi


Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi (DPRD provinsi) merupakan lembaga
perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara
pemerintahan daerah provinsi. DPRD provinsi terdiri atas anggota partai politik
peserta pemilihan umum yang dipilih melalui pemilihan umum. Di Provinsi Aceh
DPRD provinsi disebut Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang diatur dengan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006.

DPRD provinsi mempunyai wewenang dan tugas:

1. membentuk peraturan daerah provinsi bersama gubernur;


2. membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran
pendapatan dan belanja daerah provinsi yang diajukan oleh gubernur;
3. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan anggaran
pendapatan dan belanja daerah provinsi;
4. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian gubernur dan/atau wakil gubernur kepada
Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan
dan/atau pemberhentian;
5. memilih wakil gubernur dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil gubernur;
6. memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah provinsi terhadap
rencana perjanjian internasional di daerah;

Keanggotaan

Anggota DPRD provinsi berjumlah paling sedikit 35 (tiga puluh lima) orang dan paling
banyak 100 (seratus) orang dengan masa jabatan selama 5 (lima) tahun dan berakhir pada saat
anggota DPRD provinsi yang baru mengucapkan sumpah/janji. Keanggotaan DPRD provinsi
diresmikan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri.

Jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh diatur dengan Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 yakni paling banyak 125% (seratus dua puluh lima persen)
dari yang ditetapkan undang-undang. Sedangkan jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta diatur dengan Undang-Undang Nomor 29
Tahun 2007 yakni paling banyak 125% (seratus dua puluh lima persen) dari jumlah maksimal
untuk kategori jumlah penduduk DKI Jakarta sebagaimana ditentukan dalam undang-undang.
[1]

Hak DPRD Provinsi

Hak DPRD provinsi adalah:

1. Hak interpelasi yaitu hak DPRD provinsi untuk meminta keterangan kepada gubernur
mengenai kebijakan pemerintah provinsi yang penting dan strategis serta berdampak luas
pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
2. Hak angket yaitu hak DPRD provinsi untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan
pemerintah provinsi yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan
masyarakat, daerah, dan negara yang diduga bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
3. Hak menyatakan pendapat yaitu hak DPRD provinsi untuk menyatakan pendapat terhadap
kebijakan gubernur atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi di daerah disertai dengan
rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan
hak angket.

Hak dan Kewajiban Anggota


Hak Anggota
Anggota DPRD provinsi berhak:

1. mengajukan rancangan peraturan daerah provinsi;


2. mengajukan pertanyaan;
3. menyampaikan usul dan pendapat;
4. memilih dan dipilih;
5. membela diri;
6. imunitas;
7. mengikuti orientasi dan pendalaman tugas;
8. protokoler; dan
9. keuangan dan administratif.

Kewajiban Anggota
Anggota DPRD provinsi berkewajiban:

1. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila;


2. melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menaati
peraturan perundang-undangan;
3. mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
4. mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan;
5. memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat;
6. menaati prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah;
7. menaati tata tertib dan kode etik;
8. menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah provinsi;
9. menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala;
10. menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat; dan

FRAKSI
Fraksi adalah wadah berhimpun anggota DPRD provinsi untuk mengoptimalkan pelaksanaan
fungsi, wewenang dan tugas DPRD provinsi, serta hak dan kewajiban anggota DPRD
provinsi. Setiap anggota DPRD provinsi harus menjadi anggota salah satu fraksi. Setiap
fraksi di DPRD provinsi beranggotakan paling sedikit sama dengan jumlah komisi di DPRD
provinsi.

Alat Kelengkapan
Alat kelengkapan DPRD provinsi terdiri atas:

1. pimpinan;
2. Badan Musyawarah;
3. komisi;
4. Badan Legislasi Daerah;
5. Badan Anggaran;
6. Badan Kehormatan; dan
7. alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna.

Pimpinan

Pimpinan DPRD provinsi terdiri atas:

1. 1 (satu) orang ketua dan 4 (empat) orang wakil ketua untuk DPRD provinsi yang
beranggotakan 85 (delapan puluh lima) sampai dengan 100 (seratus) orang;
2. 1 (satu) orang ketua dan 3 (tiga) orang wakil ketua untuk DPRD provinsi yang beranggotakan
45 (empat puluh lima) sampai dengan 84 (delapan puluh empat) orang;
3. 1 (satu) orang ketua dan 2 (dua) orang wakil ketua untuk DPRD provinsi yang beranggotakan
35 (tiga puluh lima) sampai dengan 44 (empat puluh empat) orang.
Pimpinan berasal dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD
provinsi. Ketua DPRD provinsi ialah anggota DPRD provinsi yang berasal dari partai politik
yang memperolah kursi terbanyak pertama di DPRD provinsi.

Komisi

Komisi di DPRD provinsi dibentuk dengan ketentuan:

1. DPRD provinsi yang beranggotakan 35 (tiga puluh lima) sampai dengan 55 (lima puluh lima)
orang membentuk 4 (empat) komisi;
2. DPRD provinsi yang beranggotakan lebih dari 55 (lima puluh lima) orang membentuk 5 (lima)
komisi.

2.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota


Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota (DPRD kabupaten/kota)
merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten/kota. DPRD kabupaten/kota terdiri
atas anggota partai politik peserta pemilihan umum yang dipilih melalui pemilihan
umum. Di Provinsi Aceh DPRD kabupaten/kota disebut Dewan Perwakilan Rakyat
kabupaten/kota (DPRK) yang diatur dengan Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 11 Tahun 2006.

Wewenang dan Tugas

DPRD kabupaten/kota mempunyai wewenang dan tugas:

1. membentuk peraturan daerah kabupaten/kota bersama bupati/walikota;


2. membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai
anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota yang diajukan oleh
bupati/walikota;
3. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan anggaran
pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota;
4. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian bupati/walikota dan/atau wakil
bupati/wakil walikota kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk
mendapatkan pengesahan pengangkatan dan/atau pemberhentian;
5. memilih wakil bupati/wakil walikota dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil
bupati/wakil walikota;
6. memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota
terhadap rencana perjanjian internasional di daerah;
7. memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan
oleh pemerintah daerah kabupaten/kota;
8. meminta laporan keterangan pertanggungjawaban bupati/walikota dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota;
9. memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama dengan daerah lain atau dengan
pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah;
10. mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
Keanggotaan

Anggota DPRD kabupaten/kota berjumlah paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling
banyak 50 (lima puluh) orang dengan masa jabatan anggota DPRD kabupaten/kota adalah 5
(lima) tahun dan berakhir pada saat anggota DPRD kabupaten/kota yang baru mengucapkan
sumpah/janji. Keanggotaan DPRD kabupaten/kota diresmikan dengan keputusan gubernur.

Hak DPRD Kabupaten/Kota

Hak DPRD kabupaten/kota adalah:

1. Hak interpelasi yaitu hak DPRD kabupaten/kota untuk meminta keterangan kepada
bupati/walikota mengenai kebijakan pemerintah kabupaten/kota yang penting dan
strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
2. Hak angket yaitu hak DPRD kabupaten/kota untuk melakukan penyelidikan terhadap
kebijakan pemerintah kabupaten/kota yang penting dan strategis serta berdampak luas
pada kehidupan masyarakat, daerah, dan negara yang diduga bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
3. Hak menyatakan pendapat yaitu hak DPRD kabupaten/kota untuk menyatakan
pendapat terhadap kebijakan bupati/walikota atau mengenai kejadian luar biasa yang
terjadi di daerah disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak
lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket.

Tugas & Wewenang Serta Hak &


Kewajiban
Profil DPRD
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat
daerah yang melaksanakan fungsi-fungsi pemerintah daerah sebagai mitra sejajar Pemerintah
Daerah. Dalam Struktur pemerintahan daerah, DPRD berada di dua jenjang, yaitu di tingkat
propinsi disebut DPRD Propinsi serta di tingkat Kabupaten/kota disebut DPRD
Kabupaten/Kota.

Tugas dan Wewenang DPRD


a. membentuk peraturan daerah kabupaten bersama Kepala Daerah;
b. membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran
pendapatan dan belanja daerah kabupaten yang diajukan oleh Kepala Daerah;
c. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan anggaran
pendapatan dan belanja daerah kabupaten;
d. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Daerah dan/atau wakil Kepala
Daerah kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk mendapatkan pengesahan
pengangkatan dan/atau pemberhentian;
e. memilih wakil Kepala Daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil Kepala Daerah;
(catatan bagian hukum)
f. memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah kabupaten terhadap
rencana perjanjian internasional di daerah;
g. memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan oleh
pemerintah daerah kabupaten;
h. meminta laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah dalam penyelenggaraan
pemerintahan daerah kabupaten;
i. memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama dengan daerah lain atau dengan pihak
ketiga yang membebani masyarakat dan daerah;
j. mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
k. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Fungsi DPRD
(a) Fungsi legislasi diwujudkan dalam membentuk Peraturan Daerah bersama-sama Kepala
Daerah ;
(b) Fungsi anggaran diwujudkan dalam membahas, memberikan persetujuan dan menetapkan
APBD bersama Pemerintah Daerah ;
(c) Fungsi pengawasan diwujudkan dalam bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-
undang, Peraturan Perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah, Peraturan Daerah,
Peraturan Kepala Daerah, Keputusan Kepala Daerah dan kebijakan yang ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah
Ketiga fungsi dimaksud dijalankan dalam kerangka representasi rakyat di Kabupaten
Sidoarjo.

Hak-hak yang dimiliki DPRD dalam menjalankan kegiatannya


1. Hak Interpelasi; ialah hak DPRD untuk meminta keterangan kepada kepala daerah
mengenai kebijakan pemerintah daerah yang penting dan strategis yang berdampak
luas pada kehidupan masyarakat, daerah dan Negara.
2. Hak Angket; ialah pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD untuk melakukan
penyelidikan terhadap suatu kebijakan tertentu kepala daerah yang penting dan
strategis yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat, daerah dan Negara, yang
diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
3. Hak menyatakan pendapat; ialah hak DPRD untuk menyetakan pendapat terhadap
kebijakan kepala daerah atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi di daerah
disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan
hak interpelasi dan hak angket.
4. Pendapat diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPRD yang berpedoman pada peraturan
perundang-undangan.

Hak-hak yang dimiliki Anggota DPRD


1. Hak mengajukan rancangan Perda
2. Hak mengajukan pertanyaan
3. Hak menyampaikan usul dan pendapat
4. Hak memilih dan dipilih
5. Hak membela diri
6. Hak imunitas atau hak kekebalan hukum, yaitu anggota DPRD tidak dapat dituntut
dimuka pengadilan karena pernyataan dan pendapat yang disampaikan dalam rapat-
rapat DPRD Propinsi dengan pemerintah dan rapat-rapat DPRD lainnya sesuai dengan
peraturan perundang-undangan
7. Hak protokoler atau hak anggota DPRD untuk memperoleh penghormatan berkenaan
dengan jabatannya dalam acara-acara kenegaraan atau acara resmi maupun dalam
melaksanakan tugasnya
8. Hak keuangan dan administrasi

Kewajiban Anggota DPRD dalam mengemban tugas dan wewenangnya


a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila ;
b. melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan
mentaati peraturan perundang-undangan ;
c. mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia ;
d. mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan ;
e. memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat ;
f. mentaati prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah ;
g. mentaati tata tertib dan kode etik
h. menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain dalam
penyelengaraan pemerintahan daerah ;
i. menyerap, menghimpun, aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala
j. menampung, dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat ; dan
k. memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen didaerah
pemilihanya.

Hal-hal terlarang yang dilakukan oleh anggota DPRD


(1) Anggota DPRD dilarang merangkap jabatan sebagai:
a. pejabat negara atau pejabat daerah lainnya;
b. hakim pada badan peradilan; atau
c.pegawai negeri sipil, anggota Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik
Indonesia, pegawai pada badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, atau badan lain
yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD.
(2) Anggota DPRD dilarang melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga
pendidikan swasta, akuntan publik, konsultan, advokat atau pengacara, notaris, dan pekerjaan
lain yang ada hubungannya dengan tugas dan wewenang DPRD serta hak sebagai anggota
DPRD ;
(3) Anggota DPRD dilarang melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta dilarang
menerima gratifikasi.
(4) Anggota DPRD yang melakukan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib
melepaskan pekerjaan tersebut selama menjadi anggota DPRD ;
(5) Anggota DPRD yang memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
diberhentikan oleh pimpinan berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Kehormatan DPRD .
TUGAS PKN

KELOMPOK : DPRD
ANGGOTA : - Ayu Fitriani
: - Dhea Yuliantika
: - Isma Auliyah
: - Radan Baladi A.M
: - Sandra Oktavianti
: - Sri Intan Permatasari
KELAS : VIII-F

SMP N 1 KARANGAMPEL
Jl.Dampuawang No.87 Telp.(0234) 484171
Karangampel Indramayu 45283