Anda di halaman 1dari 6

Hubungan Teknik Menyikat Gigi dengan Keparahan Resesi Gingiva pada

Masyarakat Pesisir Pantai di Kawasan Megamas Kota Manado

Lilies Rizkika
Christy N. Mintjelungan
Kustina Zuliari
Johanna Khoman

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi Manado
Email: kikycpsi@gmail.com

Abstract: Gingival recession is the displacement of marginal gingiva to the apical direction of
the cementoenamel junction due to the loss of alveolar bone attachment tissue resulting in
exposure of the root surface of the tooth. Wrong technique of tooth brushing is one of the
causes of gingival recession. This study was aimed to determine the correlation between tooth
brushing techniques and gingival recession among the coastal coast community at the
Megamas area of Manado. This was an analytical study with a cross sectional design.
Sampleswere obtained by using total sampling method. Tooth brushing techniques were
observed by looking at the way the respondents brushed their teeth. We provided check lists in
accordance with the techniques they used. Data of gingival recession were obtained by
examination of the oral cavity and then we calculated the severity of gingival recession. There
were 43 respondents involved in this study. The result of the Kolmogorov-Smirnov obtained a
p-value of 0.000. In conclusion, Yjere was a relationship between tooth brushing technique
and the severity of gingival recession.
Keywords: gingival recession, tooth brushing technique

Abstrak: Resesi gingiva adalah perubahan posisi tepi gingiva ke arah apikal dari cemento
enamel junction karena hilangnya jaringan perlekatan tulang alveolar sehingga mengakibatkan
terbukanya permukaan akar gigi. Kesalahan teknik menyikat gigi merupakan salah satu
penyebab resesi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyikat
gigi dengan keparahan resesi gingiva pada masyarakat pesisir pantai di Kawasan Megamas
Kota Manado. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan
sampel dilakukan dengan metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara
melihat gerakan menyikat gigi yang digunakan. Hasil pengamatan dimasukkan ke dalam
check list sesuai dengan teknik yang digunakan. Resesi gingiva yang diperoleh melalui
pemeriksaan langsung diklasifikasikan menurut tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah
responden dalam penelitian ini sebanyak 43 orang. Hasil analisis menggunakan uji
Kolmogorov-Smirnov mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ini menunjukkan
adanya hubungan teknik menyikat gigi dengan keparahan resesi gingiva.
Kata kunci: resesi gingiva, teknik menyikat gigi

Penyakit periodontal merupakan penyakit pendukung gigi dan bersifat kronis


mulut yang sering ditemui dengan insidensi sehingga keluhan atau gejala yang timbul
mencapai 15%-20% dari populasi dewasa baru disadari oleh penderita bila keadaan
di dunia.1 Penyakit periodontal adalah suatu sudah lanjut. Prevalensi penyakit peri-
keadaan patologis yang mengenai jaringan odontal di Indonesia sebesar 73,1-75%.2

65
66 Jurnal e-Gigi (eG), Volume 7 Nomor 2, Juli-Desember 2019

Penyakit periodontal yang sering hari dan kembali pada pagi hari. Nelayan
terjadi dan menimbulkan masalah pada mengalami kesulitan dalam menjaga keber-
pasien yaitu gingivitis dan periodontitis. sihan gigi dan mulut karena saat bekerja di
Periodontitis akan mengakibatkan terben- laut nelayan berjaga sepanjang malam dan
tuknya ruang antara gingiva dan gigi, serta saat berjaga mereka makan, minum,
hilangnya serat ikat dan tulang di sekitar maupun merokok untuk menghilangkan
akar gigi sehingga dapat menyebabkan rasa kantuk. Kebersihan gigi dan mulut
resesi gingiva dan keroposnya tulang. yang rendah, kurangnya kesadaran dan
Resesi gingiva merupakan pergeseran atau pengetahuan terhadap kesehatan gigi dan
pergerakan margin gingiva ke arah apikal mulut, serta teknik menyikat gigi yang
yang mengakibatkan terbukanya permuka- tidak tepat dapat menyebabkan resesi
an akar gigi sehingga secara estetik tampak gingiva.
tidak indah. Resesi gingiva dapat terjadi Berdasarkan latar belakang tersebut,
secara fisiologis dan patologis. Resesi yang peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
bersifat fisiologis berhubungan dengan mengenai hubungan teknik menyikat gigi
faktor usia sedangkan resesi gingiva yang dengan keparahan resesi gingiva pada
bersifat patologis berhubungan dengan masyarakat pesisir pantai di Kawasan
malposisi, inflamasi gingiva, dan perle- Megamas Kota Manado.
katan frenulum yang abnormal.3
Faktor lain yang dapat menjadi METODE PENELITIAN
penyebab resesi gingiva yaitu teknik Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
menyikat gigi yang tidak tepat. Teknik Maret-April 2019 di Kawasan Megamas
menyikat gigi yang sering digunakan tidak Kota Manado. Jenis penelitian ialah ana-
tepat yaitu teknik menyikat gigi horizontal litik dengan menggunakan desain potong
dan vertikal, kesalahan dalam menyikat lintang. Populasi penelitian ini ialah kelom-
gigi menggunakan teknik ini secara agresif pok nelayan tradisional di pesisir pantai
lambat laun menyebabkan resesi gingiva.4 Kawasan Megamas Kota Manado yang
Resesi gingiva dapat menyebabkan berba- berjumlah 43 orang. Jumlah sampel dalam
gai masalah seperti masalah estetik, karies penelitian ini sebanyak 43 orang diambil
pada permukaan akar gigi, dan hipers- berdasarkan metode total sampling yang
ensivitas dentin. Hasil penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
dilakukan oleh Tezel di Turki menunjukkan Teknik menyikat gigi yang dimak-sud
bahwa adanya hubungan yang signifikan dalam penelitian ini yaitu teknik menyikat
antara resesi gingiva dengan frekuensi, gigi yang digunakan responden dalam
durasi, dan teknik menyikat gigi.5 kesehariannya kemudian ditentukan apakah
Sulawesi Utara merupakan salah satu termasuk teknik menyikat gigi horizontal,
provinsi yang terbentang dengan rangkaian vertikal, bass, dan modifikasi stillman.
pegunungan, dataran tinggi, dan pesisir Keparahan resesi gingiva yaitu tingkat
pantai yang luas. Kegiatan ekonomi keparahan resesi gingiva yang diderita
masyarakat sangat bergantung pada sumber responden. Penilaian keparahan resesi
daya alam yang dimiliki daerahnya sehing- gingiva dibagi menjadi empat kelas yaitu
ga sebagian besar penduduk dataran tinggi kelas I Miller, kelas II Miller, kelas III
memanfaatkan hasil alam seperti bertani Miller, dan kelas IV Miller.
dan berkebun. Penduduk pesisir pantai Instrumen dan alat penelitian yang
sebagian besar bergantung pada hasil digunakan dalam penelitian ini ialah lembar
perikanan yaitu berprofesi sebagai nela- check list teknik menyikat gigi, lembar
yan.6 pemeriksaan indeks resesi gingiva, kaca
Nelayan merupakan salah satu profesi mulut, masker, sarung tangan, dan kamera.
dalam suatu kelompok masyarakat yang Peneliti terlebih dahulu memberikan
membutuhkan waktu yang lama dalam surat izin dari Program Studi Kedokteran
bekerja dan meninggalkan rumah pada sore Gigi Unsrat ke kelompok nelayan
Rizkika, Mintjelungan, Zuliari, Khoman: Hubungan teknik menyikat ... 67

tradisonal di Kawasan Megamas Kota Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan usia


Manado, kemudian menjelaskan tujuan %
Usia (Tahun) n
penelitian kepada calon responden dan
17-29 0 0
ditanyakan kesediannya untuk menjadi 30-44 10 23,2
responden penelitian dengan memberikan 45-49 33 76,8
informed concent. Total 43 100
Untuk mengetahui teknik menyikat
gigi yang digunakan, responden diminta Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan
memperagakan teknik menyikat gigi yang teknik menyikat gigi
digunakan sehari-hari. Setelah mempera-
gakan teknik menyikat gigi, dilakukan Teknik Menyikat Gigi n %
pemeriksaan secara langsung di rongga Horizontal 24 56,0
mulut responden menggunakan kaca mulut Vertikal 19 44,0
Bass 0 0,0
untuk mengetahui tingkat keparahan resesi
Modifikasi stillman 0 0,0
gingiva yang diderita.
Total 43 100
Data penelitian ini kemudian dianalisis
menggunakan Statistical Product and
Service Solution (SPSS) 25. Analisis Tabel 3 menunjukkan distribusi res-
hubungan teknik menyikat gigi dengan ponden berdasarkan resesi gingival. Resesi
keparahan resesi gingiva menggunakan uji gingiva kelas IV menempati posisi tertinggi
Kolmogorov-Smirnov. (46,5%) dan posisi terendah resesi gingiva
kelas I (4,7%).
HASIL PENELITIAN
Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan
Penelitian ini dilakukan pada kelom-
resesi gingiva
pok nelayan tradisonal di pesisir pantai
Kawasan Megamas, Kota Manado, Pro- Klasifikasi Resesi Gingiva n %
vinsi Sulawesi Utara. Nelayan-nelayan di Kelas I 2 4,7
sini terbagi dalam empat kelompok, yaitu Kelas II 5 11,6
kelompok nelayan Bintang Laut, Karang Kelas III 16 37,2
Putih, Tarusi, dan Firdaus Manado. Jumlah Kelas IV 20 46,5
seluruh anggota dalam kelompok nelayan Total 43 100
tradisional di Kawasan Megamas, yaitu 43
orang yang terdiri atas 13 orang dari Tabel 4 menunjukkan keparahan resesi
kelompok nelayan Bintang Laut, 10 orang gingiva berdasarkan teknik menyikat gigi,
dari kelompok nelayan Karang putih, 10 diketahui bahwa teknik menyikat gigi
orang dari kelompok nelayan Tarusi, dan horizontal menyebabkan resesi gingiva
10 orang dari kelompok nelayan Firdaus kelas IV menempati posisi tertinggi
Manado. Semua responden penelitian ber- (44,2%) dan posisi terendah ditempati oleh
jenis kelamin laki-laki. teknik menyikat gigi vertikal menyebabkan
Tabel 1 menunjukkan distribusi res- resesi gingiva kelas IV (2,3%). Hasil
ponden berdasarkan usia. Yang terbanyak analisis uji Kolmogorov-Smirnov memper-
ialah responden yang berusia 45-49 tahun oleh nilai p=0,000 (p<0,05) yang menun-
(76,8%). Tidak ada responden yang berusia jukkan terdapat hubungan teknik menyikat
17-29 tahun. dengan keparahan resesi gingiva.
Tabel 2 menunjukkan responden yang
menempati posisi tertinggi terdapat pada BAHASAN
responden yang menggunakan teknik Penelitian ini yang bertujuan untuk
menyikat gigi horizontal sebesar 56,0%. mengetahui hubungan teknik menyikat
Tidak ada responden yang menggunakan gigi dengan keparahan resesi gingiva pada
teknik menyikat gigi bass dan modifikasi masyarakat pesisir pantai di Kawasan
Stillman. Megamas Kota Manado.
68 Jurnal e-Gigi (eG), Volume 7 Nomor 2, Juli-Desember 2019

Tabel 5. Keparahan resesi gingiva berdasarkan teknik menyikat gigi


Resesi gingiva
Teknik Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Nilai
Tota
menyikat gigi p
n % n % n % n % l
Horizontal 0 0 0 0 5 11.6 19 44,2 24 0,000
Vertikal 2 4,7 5 11,6 11 25,6 1 2,3 19
Bass 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Modifikasi stilman 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Seluruh responden berjenis kelamin Tabel 2 menampilkan distribusi res-


laki-laki. Pekerjaan nelayan yang penuh ponden berdasarkan teknik menyikat gigi
dengan risiko yaitu menangkap ikan di laut yang digunakan. Responden hanya meng-
yang bahkan bisa berhari-hari biasanya gunakan teknik menyikat gigi hori-zontal
dikerjakan oleh laki-laki sementara perem- dan vertikal dalam keseharian mereka.
puan akan mengurusi rumah tangga dan Teknik menyikat gigi yang paling banyak
untuk membantu perekonomian keluarga. digunakan oleh responden yaitu teknik
Mereka akan menjual hasil tangkapan ikan meyikat gigi secara horizontal (56%).
di pasar. Kedua teknik tersebut cukup sederhana,
Dari hasil penelitian juga didapatkan umum digunakan dan mudah dikuasai
bahwa seluruh responden mengalami resesi tanpa harus memerlukan latihan khusus
gingival. Hal ini dapat disebabkan karena sehingga banyak digunakan sebagai teknik
kurangnya kesadaran dan pengetahuan menyikat gigi sehari-hari. Sesuai dengan
nelayan mengenai kebersihan gigi dan penelitian yang dilakukan oleh Siregar11 di
mulut. Hasil penelitian ini didukung oleh Medan dari 65 responden didapatkan hanya
penelitian dari Chrysanthakopoulos di menggunakan teknik menyikat gigi
Yunani7 yaitu 336 responden laki-laki selu- horizontal dan vertikal saja yaitu 42
ruhnya mengalami resesi gingiva (100%). responden menggunakan teknik menyikat
Juga penelitian dari Hamamci dan gigi horizontal (64,6 %) dan 23 responden
Svedstrom8 di Turki yang menyatakan laki- menggunakan teknik menyikat gigi vertikal
laki lebih menerima keberadaan estetika (35,4%).
gingiva dibandingkan dengan perempuan. Tabel 4 memperlihatkan distribusi
Tabel 1 menunjukkan bahwa kelom- responden berdasarkan klasifikasi resesi
pok usia nelayan terbanyak yaitu usia 45- gingiva menunjukkan dari 43 responden,
59 tahun berjumlah 33 orang (76,8%). Hal paling banyak mengalami resesi kelas IV
ini dikarenakan nelayan muda (berusia < 45 (46,5%). Hal ini dapat disebakan karena
tahun) menganggap profesi nelayan sudah kesulitan nelayan dalam menjaga keber-
tidak menguntungkan sebab harga ikan sihan gigi dan mulut. Nelayan bekerja
yang tidak menentu dengan tidak adanya dengan waktu yang bervariasi, kadang pagi
jaminan akses pasar, sarana dan prasarana hingga sore atau bahkan dapat sehari
tidak memadai sehingga kurang mampu semalam di lautan. Saat berjaga sepanjang
bersaing dengan nelayan yang mempunyai malam, mereka makan, minum, maupun
peralatan tangkap lebih modern sehingga merokok untuk menghilangkan rasa kantuk
nelayan berusia muda lebih memilih sehingga kurangnya kebersihan gigi mulut
menjadi buruh di kota-kota besar.9 Hasil pada malam hari padahal kebersihan gigi
penelitian ini selaras dengan penelitian dan mulut pada malam hari merupakan
yang dilakukan oleh Rakhmanda10 di suatu hal yang penting sebab laju saliva
Yogyakarta yang mendapatkan paling akan menurun dan efek protektif saliva
banyak nelayan berusia di atas 45 tahun akan berkurang dan memengaruhi proses
sebesar 70%. demineralisasi dan remineralisasi pada
Rizkika, Mintjelungan, Zuliari, Khoman: Hubungan teknik menyikat ... 69

gigi.12 Saliva berperan penting dalam 115 responden yang berusia 35-50 tahun
proses pencegahan karies, berkurangnya sebesar 79,1% responden menggunakan
sekresi saliva dapat mengurangi kemam- teknik menyikat gigi vertikal dan menga-
puan membersihkan rongga mulut, lami resesi gingiva. Teknik menyikat gigi
meningkatkan pertumbuhan plak dimana horizontal lebih banyak menyebabkan
seiring berjalannya waktu, plak lama- resesi gingiva dibandingkan dengan teknik
kelamaan akan menjadi kalkulus yang menyikat gigi secara vertical. Hal ini juga
dapat menyebabkaan kehilangan perlekatan didukung oleh penelitian yang dilakukan
jaringan gingiva, dan lebih lanjut oleh Sitananya17 di Sulawesi Selatan
menyebabkan resesi gingiva.13 Selain itu terhadap 40 responden yang mendapatkan
beberapa faktor seperti pendidikan, 17 responden mengalami resesi gingiva
ekonomi, kebiasaan, dan lingkungan dapat karena menggunakan teknik menyikat gigi
memengaruhi oral hygiene. Sesuai dengan horizontal (42,5%) dan 6 responden
hasil penelitian yang dilakukan oleh mengalami resesi gingiva karena meng-
Asmara14 pada masyarakat pesisir pantai di gunakan teknik menyikat gigi vertikal
Makassar didapatkan paling banyak (15%).
mengalami resesi gingiva kelas IV Miller Berdasarkan hasil analisis bivariat
sebesar 33,3%. menggunakan uji statistik Kolmogorov-
Tabel 5 memperlihatkan keparahan Smirnov yaitu untuk menganalisis hubung-
resesi gingiva berdasarkan teknik menyikat an teknik menyikat gigi dengan keparahan
gigi. Sebagian besar responden mengguna- resesi gingiva dengan menggunakan
kan teknik menyikat gigi horizontal yaitu program SPSS, menunjukan hasil nilai p=
sebesar 56% dan rata-rata responden 0,000 (p<0,05). Hal ini berarti terdapat
mengalami resesi gingiva kelas IV. Hal ini hubungan teknik menyikat gigi dengan
biasa terjadi disebabkan karena tekanan keparahan resesi gingiva dimana teknik
yang keras saat menyikat gigi dimana jika menyikat gigi yang salah akan menye-
dilakukan terus-menerus dapat menye- babkan cedera pada jaringan lunak yang
babkan resesi gingiva. Hasil penelitian ini menyebabkan resesi gingiva.
didukung oleh beberapa penelitian sebe-
lumnya yang menyatakan bahwa teknik SIMPULAN
menyikat gigi secara horizontal merupakan Berdasarkan hasil penelitian terhadap
salah satu penyebab resesi gingival. kelompok nelayan tradisional di pesisir
Penelitian yang dilakukan oleh Chrysantha- pantai Kawasan Megamas Kota Manado ini
kopoulus7 di Yunani yang mendapatkan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubung-
hasil bahwa menyikat gigi dengan teknik an bermakna antara teknik menyikat gigi
horizontal dapat menyebabkan cedera pada dengan keparahan resesi gingival.
jaringan lunak yang menyebabkan resesi Penyuluhan mengenai kesehatan gigi
gingiva. Hasil penelitian ini sejalan dengan dan mulut perlu dilakukan pada masyarakat
pernyataan Rateitschack15 bahwa salah satu pesisir pantai karena masih kurangnya
faktor yang mungkin dapat menyebabkan kesadaran dan pengetahuan akan penting-
resesi gingiva yaitu menyikat gigi secara nya menjaga kebersihan gigi dan mulut.
horizontal. Hasil penelitian ini juga Masyarakat pesisir pantai menerapkan
menunjukkan 44% responden mengguna- pengetahuan yang diperoleh dari penyu-
kan teknik menyikat gigi vertikal dan luhan sehingga dapat mengubah perilaku
mengalami resesi gingiva kelas I, kelas II, menyikat gigi yang salah dan dapat
kelas III dan kelas IV. Hal juga biasanya mengurangi angka kejadian resesi gingiva.
disebabkan karena tekanan yang keras saat
menyikat gigi sehingga bagian servikal gigi DAFTAR PUSTAKA
juga berisiko mengalami resesi gingiva. 1. World Health Organization. World health
Penelitian yang dilakukan oleh Beltran16 di statistic 2012. Geneva: WHO; 2012.
Amerika Selatan melaporkan bahwa dari p.51.
70 Jurnal e-Gigi (eG), Volume 7 Nomor 2, Juli-Desember 2019

2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kese- 2018;6(2):94-104.


hatan. Laporan nasional Riskesdas 11. Siregar RS. Hubungan teknik menyikat gigi
2018. Jakarta: Kemenkes RI, 2018; p. dengan terjadinya resesi gingiva pada
181-207. mahasiswa FKG USU angkatan 2015
3. Krismariono A. Prinsip dasar perawatan dan 2016 [Skripsi]. Medan: Universitas
resesi gingiva. Dentika Dent J 2014; Sumatera Utara; 2017; p. 25.
18(1):96. 12. Keumala C. Pengaruh penggunaan pasta
4. Sunnati, Hakim FR, Nurlita F. Hubungan gigi yang mengandung baking soda
antara teknik menyikat gigi dengan dengan pasta gigi yang mengandung
resesi gingiva. Dent J. 2011;8(2):332- fluor terhadap pH saliva pada murid
99. kelas V SDN 24 Banda Aceh. Kesmas
5. Dőrfer CE, Staehle HJ, Wolff D. Three-year dan Ling Hidup J. 2017;2(2):55.
randomized study of manual and power 13. Triswari D, Pertiwi AD. Pengaruh kebiasaan
tootbrush effects on pre-existing menyikat gigi sebelum tidur malam
gingival recession. Clinical Perio J terhadap skor indeks plak dan pH
2016;43:512-3. saliva. Insisiva Dent J. 2017;6(2):2.
6. Zarra J. Status gingiva anak usia 14-15 tahun 14. Asmara AH. Perbedaan tingkat keparahan
di daerah dataran tinggi dan di daerah resesi gingiva masyarakat dataran
pesisir pantai. eG. 2016;4(2):266. tinggi dan masyarakat pesisir pantai
7. Chrysantopoulus NA. Occurrence, extension, (Studi kasus masyarakat Kecamatan
and severity of the gingival recession in Camba dan Kecamatan Bontoa
a Greek adult population sample. Perio Kabupaten Maros tahun 2014).
Implant Dent J. 2010;2(1):37-8. Makassar: Universitas Hasuddin; 2014.
8. Hammaci, N Basaran. Dental aesthetic index 15. Rateitschack EM, Wolf HF, Hassel TM.
scores and perception of personal Color Atlas Periodontology. New
dental apparance among Turkish York: Thieme Inc, 1985; p. 115.
University Student. Eur Orthod J 16. Beltran V, Mario W, Mario C. Effect of
2009;31(2):168-73. manual tooth brushing on gingival
9. Ikan melimpah dilaut, kemana nelayan kita. recession in an adult population
2016. [cited 2019 June 28]. Available saample in South of Chile. Odonto J
from: http://ristekdikti.go.id. 2014;8(3):461-7.
10. Rakhmanda A. Peran kelompok nelayan 17. Sitanaya RI. Pengaruh teknik menyikat gigi
dalam perkembangan perikanan di terhadap terjadinya abrasi pada servikal
Pantai Sadeng Kabupaten Gunung gigi. J Media Kes Gigi 2017:16(1):42.
Kidul. Jurnal Sosiologi Pedesaan.