Anda di halaman 1dari 12

TUGAS AUDIT 1

Pemanahan Mengenai Pengendalian Intern

DOSEN PEMBIMBING :
RESTY YUSNIRMALA DEWI,SE.,M.Acc.,Ak.,CA

OLEH :

KELOMPOK 10

I KOMANG BAGUS WISNU MURTI


(A0C018047)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MATARAM
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, pada akhirnya dapat

menyelesaikan Makalah yang berjudul “Pemanahan Mengenai Pengendalian Intern” ini dengan
baik. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Auditing.

penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan Makalah ini terdapat

kekurangan baik dari segi materi maupun teknik penulisan. Oleh karena itu

penulis mengharapkan adanya masukan dan kritik serta saran yang membangun

untuk kekurangan yang ada.

Penulis tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih dan semoga

Allah SWT memberikan kebaikan dan rakhmat bagi kita semua. Segala kesalahan,

keterbatasan dan kekurangan dalam bentuk apapun yang mungkin ada dalam

laporan tugas ini, penulis memohon maaf, kiranya dapat dimaklumi dengan

bijaksana.

Lembar, 16 mei 2020

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................... i

DAFTAR ISI............................................................................................. ii

BAB I

PENDAHULUAN.....................................................................................

A. Latar belakang...............................................................................

B. Rumusan Masalah..........................................................................

BAB II

PEMBAHSAN...........................................................................................

A.Pemahaman Pengendalian Inern............................................................

B. .Definisi Pengendalian Intern....

C. Tujuan Pengendalian Intern.....................................

D. Keterbatasan Pengendalian Intern Suatu Entitas.......................

BAB III

PENUTUP.................................................................................................

A. KESIMPULAN.............................................................................

DAFTAR PUSTAKA................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   Latar belakang
Pengendalian intern yang digunakan dalam suatu entitas merupakan factor yang
menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan entitas. Oleh karena itu,sebelum
auditor melaksanakan audit secara mendalam atas informasi yang tercantum dalam laporan
keuanngan,standar pekerjaan lapangan keduamengharuskan auditor memahami pengendalian
intern yang berlaku didalam entitas. Dalam bab ini diuraikan isi standar pekerjaan lapangan
kedua. Uraian dimulai dengan penjelasan pengertian pengendalian intern,tujuan pengendalian
intern,dan unsur pengendalian intern. Kemudian dititik beratkan pada bagaimana auditor
memperoleh pemahaman atas pengendalian intern yang digunakan oleh kliennya,untuk
memenuhi tuntutan standar pekerjaan lapangan kedua tersebut.

1.2.   Rumusan Masalah
1.      Bagaiman standar pekerjaan lapanngan kedua?
2.      Sebutkan Defenisi pengendalian intern? 
3.      Apakah tujuan Tujuan pengendalia  intern?
4.      Apakah keterbatasan pengendalian intern suatu Entitas?
5.       Siapakah yang bertanggungjawab atas pengendlian intern suatu entitas?
6.      Apa sajakah unsur pengendalain intern?
7.      Bagaimana pemahaman atas pengendalian intern dan pengujian pengendalian?
8.      Bagaimana dokumntasi informasi tentang pengendalian intern yang berlaku?
9.      Apakah sumber informasi yang digunakan untuk memperoleh gambaran pengendalian intern
yang berlaku?
10.  Bagaimana hasil pemahaman terhadap pemgendalian intern?
BAB II
PEMBAHASAN
1.1.Pemahaman Pengendalian Inern
Pengendalian intern yang digunakan dalam suatu entitas merupakan faktor yang
menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas.Oleh karena itu,sebelum
auditor melaksanakan audit secara mendalam atas informasi yang tercantumdalam laporan
keuangan,standar pekerjaan lapangan kedua mengharuskan auditor memahami pengendalian
intern yang berlaku dalam entitas.
1.2.Standar Pekerjaan Lapangan Kedua
Standar pekerjaan lapangan kedua berbunyi sebagai berikut:
“Pemahaman memadai ataspengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit
dan menentukan sifat,saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan”.
Sebelum diuraikan secara mendalam maksud standar pekerjaan lapangan kedua ini,akan
diuraikan lebih dahulu konsep pengendalian intern sebagai objek yang harus di pahami oleh
auditor.
1.3.Definisi Pengendalian Intern
SA Seksi 319 pertimbangan atas pengendalian intern dalam audit laporan keuanagn paragraf 06
mendefinisikan pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan
komisaris,manajemen, dan personal lain yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai
tentang pencapaian 3 golongan tujuan berikut ini:
1.      Keandalan pelaporan keuangan
2.      Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
3.      Efektivitas dan efisiensi operasi
Dari definisi pengendalian tersebut terdapat beberapa konsep dasar berikut ini:
1.      Pengendalian intern merupakan proses.Artinya suatu rangkaian tindakan yang bersifat
pervasif dan menjadi bagian tidak terpisahkan,bukan hanya sebagai tambahan, dari
infrastruktur entitas.
2.      Pengendalian intern dijalankan oleh orang.Artinya bukan hanya terdiri dari pedoman
kebijakan dan formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi, yang
mencakup dewan komisaris, manajemen, dan personal lain.
3.      Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan
mutlak, bagi manajemen dan dewan komisaris entitas.
4.      Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan;pelaporan
keuangan, kepatuhan, dan operasi.
1.4.Tujuan Pengendalian Intern
Seperti telah disebutkan di atas, tujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan
keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan tujuan.(1) keandalan informasi keuanagn,
(2) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, (3) efektivitas dan efisiensi operasi.
Oleh karena itu tidak semua tujuan pengendalian intern tersebut relevan dengan audit atas
laporan keuangan, tanggung jawab auditor dalam mematuhi standar pekerjaan lapangan kedua
sebagaimana disajikan di atas, hanya di batasi pada golongan tujuan pertama keandalan
pelaporan keuangan.Oleh karena itu,auditor berkewajiban untuk memahami pengendalian
intern yang ditujukan untuk memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan
disajikan secara wajar sesuai denagn prinsip akuntansi  berterima umum di Indonesia.
1.5.Keterbatasan Pengendalian Intern Suatu Entitas
Keterbatasan bawaan yang melekat dalam setiap pengendalian intern sebagai berikut:
1.      Kesalahan dalam pertimbangan.Seringkali, manajemen dan personal lain dapat salah dalam
mempertimbangkan keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan tugas rutin
karena tidak memadainya informasi,kertebatasan waktu atau tekanan lain.
2.      Gangguan.Personal secara kelru memahami perintah atau membuat kesalahan karena
kelalaian,tidak adanya perhatian atau kelelahan,perubahan yang bersifat sementara dalam
personal atau dalam sistem dan prosedur.
3.      Kolusi.Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan yang dapat
mengakibatkan bobolnya pengendalian intern yang dibangun untuk kekayaan entitas dan tidak
terungkapnya ketidakberesan atau tidak terdeteksi kecurangan oleh pengendalian intern yang
dirancang.
4.      Pengabaian oleh manajemen.Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang
telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah seperti keuntungan pribadi manajer,penyajian
kondisi keuangan yang berlebihan, atau kepatuhan semu.
5.      Biaya lawan manfaat.Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan pengendalian intern tidak
boleh melebihi manfaat yangdiharapkan dari pengendalian intern tersebut. 
2.6. Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Pengendalian Intern Suatu Eentitas?
Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian intern beserta perannya sbb:
1.      Manajemen.Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menyelenggarakan secara efektif
pengendalian intern organisasinya.Direktur utama perusahaan bertanggung jawab untuk
menciptakan atmosfer pengendalian di tingkat puncak, agar kesadaran terhadap pentingnya
pengendalian menjadi tumbuh di seluruh organisasi.
2.      Dewan komisaris dan komite audit.Bertanggung jawab untuk menentukan apakah manajemen
memenuhi tanggung jawab mereka dalam mengembangkan dan
menyelenggaran  pengendalian intern.
3.      Auditor intern.Bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi memadai atau
tidaknya pengendalian intern entitas dan membuat rekomendasi peningkatannya.
4.      Personal lain entitas.Peran dan tanggung jawab semua personal lain yang menyediakan
informasi atau menngunakan informasi yang dihasilkan oleh pengendalian intern harus
ditetapkan dan dikomunikasikan dengan baik.
5.      Auditor independen.Sebagai bagian dari prosedur auditnya terhadap laporan keuangan,
auditor dpat menemukan kelemahan pengendalian intern kliennya,sehingga ia dapat
mengkomunikasikan temuan auditnya tersebut kepada manajemen,komite audit,atau dewan
komisaris.
6.      Pihak luar lain.Bertanggung jawab atas pengendalian intern entitas adalah badan pengatur,
seperti Bank Indonesia dan Bapepam.
2.7.Unsur Pengendalian Intern
SA Seksi 319 pertimbangan atas pengendalian intern dalam audit laporan keunangan paragraph
07 menyebutkan lima unsur pokok pengendalian intern adalah sebagai berikut:
1.      Lingkungan Pengendalian(control Environment)
Lingkungan pengedalian menciptakan suasana pengendalian dalam suatu organisasi dan
mempengaruhi kesadaran personal organisasi tentang pengendalian.Berbagai faktor yang
membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitas antara lain:
a.       integritas dan etika
b.      Komitmen terhadap kompetensi
c.       Dewan komisaris dan komite audit
d.      Filosofi dan gaya operasi manajemen
e.       Struktur organisasi
f.       Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab
g.      Kebijakan dan praktik sumber daya manusia.
2.      Penaksiran resiko
Penaksiran resiko manajemen harus mencakup pertimbangan khusus terhadap risiko yang
dapat timbul dari perubahan keadaan,seperti:
a)      Bidang baru bisnis atau transaksi yang memerlukan prosedur akuntansi yang belum pernah
dikenal.
b)      Perubahan standar akuntansi.
c)      Hukum dan peraturan baru.
d)     Perubahan yang berkaitan dengan revisi sistem dan teknologi baru yang digunakan untuk
pengolahan informasi.
e)      Pertumbuhan pesat entitas yang yang menuntut perubahan fungsi pengelolaan dan pelaporan
informasi dan personal yang terlibat di dalam fungsi tersebut.
3.      Informasi dan Komunikasi
Sistem akuntansi diciptakan untuk mengidentifikasi ,merakit, menggolongkan,menganalisis,
mencatat,dan melaporkan transaksi suatu entitas,serta menelenggarakan pertanggungjawaban
kekayaan dan utang entitas tersebut.
4.      Aktivitas Pengendalian
Aktivitas Pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat memberikan keyakinan
bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen dilaksanakan.Kebijakan dan prosedur ini
memberikan keyakinan bahwa tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan untuk mengurangi
risiko dalam pencapaian tujuan entitas.Aktivitas pengendalian memiliki berbagai macam tujuan
dan diterapkan dalam berbagai dalam berbagai tingkat dan fungsi organisasi.
5.      Pengendalian Pengelolahan Informasi
Banyak perusahaan sekarang menggunakan komputer untuk pengolahan informasi umumnya
dan terutama informasi akuntansinya.Pengendalian pengelolahan informasi dibagi menjadi
dua:pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.
6.      Pengendalian Umum (General Control)
Unsur pengendalian umum ini meliputi organisai pusat pengelolahan data,produsen dan
standar untuk perubahan program,pengembangan system dan pengoperasian fasilitas
pengolahan data.
7.      Pengendalian Aplikasi (Apllication Control)
Pengendalian aplikasi mempunyai tujuan sebagai berikut:
a.       Menjamin bahwa semua transaksi yang telah diotorisasi telah diproses sekali saja secara
lengkap.
b.      Menjamin bahwa data transaksi lengkap dan teliti.
c.       Menjamin bahwa pengelolahan data transaksi benar dan sesuai dengan keadaan.
d.      Menjamin bahwa hasil pengelolahan data dimanfaatkan untuk tujuan yang telah ditetapkan.
e.       Menjamin bahwa aplikasi dapat terus menerus berfungsi.
8.      Pemantauan
Pemantauan adalah proses penilaian kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang
waktu.Pemantauan dilaksanakan oleh personal yang semestinya melakukan pekerjaan
tersebut,baik pada tahap desain maupun pengoperasian pengendalain.
2.8.Pemahaman Atas Pengendalian Intern dan Pengujian Pengendalian
a.       Mengapa Audtor Perlu Memperoleh Pemahaman tentang Pengendalian Intern Kliennya?
Secara umum,auditor perlu memperoleh pemahaman tentang pengendalian intern kliennya
untuk perencanaan auditnya.Secara khusu,pemahaman auditor tentang pengendalian intern
yang berkaitan dengan suatu asersi adalah untuk digunakan dalam kegiatan berikut ini:
1.      Kemungkinan dapat atau tidaknya audit dilaksanakan.
2.      Salah saji material yang potensial dapat terjadi.
3.      Risiko deteksi.
4.      Perancangan pengujian substantif.
b.      Pemahaman atas Pengendalian Intern
Dalam memperoleh pemahaman atas pengendalian intern,auditor menggunakan 3 macam
prosedur audit berikut:
1)      Mewawancarai karyawan perusahaan yang berkaitan dengan unsur pengendalian.
2)      Melakukan inspeksi terhadap dokumen dan catatan.
3)      Melakukan pengamatan atas kegiatan perusahaan.
c.       Pemahaman atas Lingkungan Pengendalian
Informasi tentang lingkungan pengendalian umumnya dikumpulkan oleh auditor dengan
cara:permintaan keterangan dari manajer yang bertanggung jawab atas unsur pengendalian
intern,inspeksi dokumen dan catatan,dan pengamatan atas kegiatan perusahaan.
d.      Pemahaman atas penaksiran Risiko
Auditor harus mengumpulkan informasi tentang bagaimana manajemen mengidentifikasi risiko
yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan secara wajar dan kepedulian manajemen
terhadap risiko tersebut,serta bagaimana manajemen merancang aktivitas pengendalian untuk
mengatasi risiko tersebut.
e.       Pemahaman atas Informasi dan Komunikasi.
Sistem informasi entitas sangat menentukan risiko salah saji dalam laporan keuangan.Sistem
akuntansi yang didesain dengan baik dan diimplementasikan denagn baik akan menghasilkan
informasi yang andal.
f.       Pemahaman atas Aktivitas Pengendalian
Informasi tentang aktivitas pengendalian umumya diperoleh auditor bersamaan dengan
pengumpulan informasi mengenai lingkungan pengendalian dan aktivitas pengendalian.
g.      Pemahaman atas Pemantauan
Auditor harus memahami jenis aktivitas yang digunakan oleh klien untuk memantau efektivitas
pengendalian intern untuk menghasilkan laporan keuangan yang andal.
2.9.Pengujian  Pengendalian
1.      Pengujian Adanya  Kepatuhan
Untuk menentukan apakah informasi mengenai pengendalian yang dikumpulkan oleh auditor
benar-benar ada,auditor melakukan dua macam pengujian:
a.       Pengujian transaksi dengan cara mengikuti pelaksanaan transaksi tertentu
b.      Pengujian transaksi tertentu yang telah terjadi dan yang telah dicatat.
2.      Pengujian Tingkat Kepatuhan
Dalam pengujian pengendalian terhadap pengendalain intern,auditor tidak hanya
berkepentingan terhadap eksistensi unsur-unsur pengendalian intern,namun auditor juga
berkepentingan terhadap tingkat kepatuhan klien terhadap pengendalian intern.
2.10.Dokumentasi  Informasi Tetang Pengendalian Intern Yang Berlaku
Ada tiga cara yang biasanya digunakan oleh auditor untuk mendokumentasikan informasi
mengenai pengendalian intern yang berlaku dalam perusahaan:
1.       Kuesioner pengendalian intern baku
Kuesioner merupakan cara yang banyak dipakai oleh auditor dalam mendokumentasikan
informasi pengendalian intern kliennya.
2.      Uraian tertulis
Ini biasanya berisi identitas karyawan yang melaksanakan suatu fungsi dan uraian terinci cara
pelaksanaan fungsinya.Penggunaan uraian tertulis hanya praktis diterpkan pada audit atas
laporan keuangan perusahhan yang kecil saja.
3.      Bagan alir system
Cara ini suatu sistem yang digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol tertentu.Simbol-
simbol yang dapat digunakan oleh auditor untuk membuat deskripsi pengendalian intern
kliennya.
2.11.Sumber Informasi Untuk Memperoleh Gambaran Pengendalian Intern Yang Berlaku
Sumber informasi yang digunakan oleh auditor dalam melakukan audit terhadap pengendalian
intern kliennya adalah:
1.      Bagan organisasi dan deskripsi jabatan
2.      Buku pedoman akun
3.      Buku pedoman sistem akuntansi
4.      Permintaan Keterangan kepada karyawan inti
5.      Permintaan keterangan kepada karyawan pelaksana
6.      Laporan,kertas kerja,dan program audit auditor intern
7.      Pemeriksaan terhadap catatan akuntansi,dokumen,perlatan mekanis,dan media lain yang
digunakan untuk mencatat transaksi.
8.      Laporan mengenai rekomendasi perbaikan pengendalian intern dan laporan auditor tahun
sebelumnya yang telah diterbitkan.
2.12.Hasil Pemahaman Terhadap Pengendalian Intern
Hasil pemahaman auditor atas pengendalian intern dicantumkan dalam suatu kertas kerja,yang
berisi kelemahan dan kekuatan pengendalian intern klien,pengaruh kelemahan dan kekuatan
pengendalian intern tersebut terhadap luas prosedur audit yang akan dilaksanakan dan
rekomendasi yang ditujukan kepada klien untuk memperbaiki bagian-bagian yang lemah dalam
pengendalian intern.
2.13.Audit Intern (Internal Auditing)
Untuk mencapai tujuan tersebut auditor intern melaksanakan kegiatan-kegiatan berikut ini:
a)      Pemeriksaan dan penilaian terhadap efektivitas pengendalian intern dan mendorong
penggunaan pengendalian intern yang efektif dengan biaya yang minimum.
b)      Menentukan sampai seberapa jauh pelaksanaan kebijakan manajemen puncak di patuhi
c)      Menentukan sampai seberapa jauh kekayaan perusahaan dipertanggungjawabkan dan
dilindungi dari segala macam kerugian.
d)     Menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian dalam perusahaan.
e)      Memberikan rekomendasi perbaikan kegiatan-kegiatan perusahaan.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
SA Seksi 319 pertimbangan atas pengendalian intern dalam audit laporan keuanagn
paragraf 06 mendefinisikan pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan oleh
dewan komisaris,manajemen, dan personal lain yang didesain untuk memberikan keyakinan
memadai tentang pencapaian 3 golongan tujuan berikut ini: (1)Keandalan pelaporan
keuangan(2)Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku,dan (3)Efektivitas dan
efisiensi operasi.
Tujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam
pencapaian tiga golongan tujuan.(1) keandalan informasi keuanagn, (2) kepatuhan terhadap
hukum dan peraturan yang berlaku, (3) efektivitas dan efisiensi operasi.
Untuk menentukan apakah informasi mengenai pengendalian yang dikumpulkan oleh
auditor benar-benar ada,auditor melakukan dua macam pengujian:
a. Pengujian transaksi dengan cara mengikuti pelaksanaan transaksi tertentu
b. Pengujian transaksi tertentu yang telah terjadi dan yang telah dicatat.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi,Auditing,Edisi 6 Buku 1,Jakarta mba Empat,2008
AICPA.AICPA Professional Standards as of June 1,1998.Volume II. Chicago: Commerce Clearing
House, Inc.,1998
AICPA.AICPA Professional Standards as of June 1,1998.Volume I. Chicago: Commerce Clearing
House, Inc.,1998
Boynton, William C., Winter G. Kell. Modern Auditing. Sixth Editing.New York: John Wiley &
Sons,1996
Carmichael,D.R.,Alan J. Winter. The evolution of Audit Reporting.Dalam D.R. Carmichael, John. J.
Willingham (Eds.).Perpective in Auditing. Fourth Edition.McGraw-Hill Book Campany,1985.
Ikatan Akuntan Indonesia,Kompartemen Akuntan Publik.Standar Professional Akuntan Publik
per 1 januari 2001. Jakarta: PT Salemba Empat,2001
Mulyadi. System akuntansi. Edisi ke 3 Jakarta: PT Salemba Empat,2001
Taylor,Donald H.,G. William Glezen. Auditing: Integted Concept and Procedures. 5th Edition. New
York: John Wiley & Sons, Inc.,1991.
Arens, Alvin A., James K. Loebbecke. Auditing An Integrated Approach. Eight Edition. Upper
Saddle River:prentice-Hall,INC.,2000.