Anda di halaman 1dari 29

LISTRIK DINAMIS

1
LISTRIK DINAMIS

LISTRIK DINAMIS

Penyusun

Nama :Rizki Zakwandi

NIM :1152070065

Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan MIPA Referensi.......................1


BAB I.....................................................................................................................................................2
PENDAHULUAN..................................................................................................................................2
KOMPETENSI INTI..........................................................................................................................2
KOMPETENSI DASAR....................................................................................................................2
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI..................................................................................3
TUJUAN PEMBELAJARAN............................................................................................................3
Materi Pelajar.....................................................................................................................................5

0
LISTRIK DINAMIS

BAB II............................................................................................................................6
RINGKASAN MATERI........................................................................................................................6
A. Arus Listrik...................................................................................................................................6
B. Rangkaian Listrik..........................................................................................................................8
1. Rangkaian Seri............................................................................................................................8
2. Rangkaian Parallel....................................................................................................................10
C. Hukum 1 Kirchoff.......................................................................................................................11
D. Energi Listrik..............................................................................................................................12
E. Daya Listrik.................................................................................................................................15
F. Hukum 2 Kirchoff.......................................................................................................................16
G. Sumber Energi dan Arus Listrik.................................................................................................17
H. Sumber-sember energy listrik alternative....................................................................................18
I. Transmisi Energi..........................................................................................................................20
J. Penghematan Energi....................................................................................................................21
K. Bahaya akibat listrik...................................................................................................................22
PEDOMAN PENIALAIAN.................................................................................................................24
KUNCI JAWABAN.............................................................................................................................28
Refrensi................................................................................................................................................29

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Universitas Islam Negri

Sunan Gunung Djati

Bandung

2016

Referensi

BAB I

PENDAHULUAN
KOMPETENSI INTI
KI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2
LISTRIK DINAMIS

KI 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,


peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya

KI 3.
Memahami pengetahuan (faktual ,konseptual, dan
prosedural), berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata

KI 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret


(menggunakan,mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis,membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR
1.5 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2.5 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli


(toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3.5 Menerapkan konsep rangkaian listrik, energi dan daya listrik,


sumber energi listrik dalam kehidupan sehari-hari
termasuk sumber energy listrik alternatif, serta berbagai
upaya menghemat energi listrik
4.5 Menyajikan hasil rancangan dan pengukuran berbagai
rangkaian listrik

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri,

2
LISTRIK DINAMIS

dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social


dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami konsep pembagian arus (Hk 1 Kirchoff)
4. Menyusun rangkaian seri dan parallel
5. Mengukur besar arus listrik yang mengalir dalam suatu
rangkaian
6. Menentukan tegangan dalam suatu rangkaian
7. Menghitung daya listrik yang digunakan.
8. Menghitung nilai GGL induksi pada rangkaian tertutup
(Loop)
9. Mengklasifikasi sumber sumber energy listrik alternative
10. Memahami prinsip transmisi energy dalam kehidupan
sehari hari
11. Mengidentifikasi upaya penghematan energy
12. Mengidentifikasi bahaya yang dapat disebabkan oleh
penggunaan energy listrik.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu mengahayati ajaran agama yang
dianutnya dengan memperlihatkan sikap saling menghargai
antar umat beragama.
2. Peserta didik mampu untuk berperilaku cermat, disiplin,
kerjasama dan teliti saat melaksanakan praktikum secara
konsisten
3. Peserta didik diharapkan mampu memahami
prinsip pembagian arus (Hk I Kirchoff) melalui diskusi
tentang hasil percobaan dengan kelompok dan membuat
kesimpulan yang tepat.
4. Setelah melakukan percobaan tentang rangkaian seri dan
parallel peserta didik diharapkan mampu menyimpulkan
tentang penyebaran arus pada rangkaian seri dan parallel
dengan tepat.
5. Peserta didik diharapkan mampu mengukur besar arus listrik
yang mengalir dalam suatu rangkaian dengan melakukan

2
LISTRIK DINAMIS

percobaan dan menggunakan ampermeter dengan baik dan


benar.
6. Peserta didik diharapkan mampu mengukur tegangan pada
masing masing-masing komponen dengan menggunakan
voltmeter dengan baik dan benar.
7. Dengan membaca struk pembayar listrik peserta didik
diharapkan ammpu menentukan besar daya listrik yang
digunakan dalam rumahnya dengan tepat.
8. Melalui latihan soal dan pemberian contoh peserta didik
dapat menghitung nilai GGL induksi pada rangkaian tertutup
(Loop)
9. Peserta didik dapat menentukan sumber energi listrik dengan
membuat poster yang berkaitan dengan sumber-sumber
energi listrik dengan tepat.
10. Peserta didik diharapkan mampu memahami prinsip transmisi
energy listrik dalam kehidupan sehari-hari melalui penjelasan
yang diberikan oleh guru dengan baik.
11. Peserta didik mampu mengidentifikasi upaya penghematan
energy listrik dengan mengumpulkan artikel terkait dengan
baik dan benar.
12. Peserta didik mampu mengidentifikasi bahaya
yang disebabkan oleh penggunaan energy listrik
dengan mengumpulkan artikel dan berita terkait secara baik
dan benar.

Materi Pelajar.
1. Arus listrik (Hukum Ohm)
2. Rangakaian seri dan parallel
3. Hukum 1 kirchoff
4. Energi Listrik
5. Daya listrik
6. Hukum 2 Kirchoff
7. Sumber-sumber energy listrik

2
LISTRIK DINAMIS

8. Sumber energy alternative


9. Transmisi energy
10. Penghematan energy
11. Bahaya akibat listrik

2
LISTRIK DINAMIS

BAB II

RINGKASAN MATERI

A. Arus Listrik
Pembahasan pada listrik statis menyatakan bahwa apabila terdapat dua
benda atau dua tempat yang memiliki muatan yang berbeda akan
menghasilkan arus listrik apabila disambungkan dengan suatu penghantar.
Arus listrik yang dihasilkan sendiri berasal dari tempat yang berpotensial
tinggi yang bergerak menuju tempat yang bermuatan lebih rendah.
Perpindahan yang terjadi adalah perpindahan electron yang terdapat pada
muataan/tempat yang memiliki potensial tinggi kemudian bergerak menuju
muatan/tempat yang memiliki potensial lebih rendah, sehingga dapat
disimpulkan bahwa arus listrik terjadi karena ada perpindahan dari muatan
negative (electron) dalam selang waktu tertentu. Secara matematis dapat
dituliskan sebagai berikut :
Q
I (1.A)
t
Dengan I = besar kuat arus, satuannya ampere (A)

Q = besar muatan listrik, satuannya coulomb (C)

t = waktu tempuh, satuannya sekon (s)

Penting!!!
- Arah arus listrik berlawanan dengan arah aliran electron
- Arus listrik mengalir dari potensial tinggi menuju ke potensial rendah
- Penyebab arus listrik dapat mengalir pada dua benda yang bermuatan
listrik adalah
adanya beda potensial antara kedua benda

Ketika kita menitik beratkan arus dalam satu rangkaian dengan hanya
mendapatkan variable berupa sumber tegangan dan hambatan, tentunya
persamaan 1.A tidak berlaku lagi. Hal ini justru lebih banyak yang kita
temukan dalam kehidupan sehari hari dalam menggunaan perangkat
elektronik seperti TV, AC, Kulkas, Komputer dsb. Untuk menyelesaikan
permasalah ini kita dapat menggunakan persamaan yang disbut dengan

2
LISTRIK DINAMIS

hukum Ohm. Hukum Ohm menyatakan: jika tegangan


pada suatu rangkaian dinaikkan, arus dalam rangkaian akan naik, dan
jika tegangan diturunkan, arus akan turun. Hukum Ohm juga
memperlihatkan bahwa jika tegangan dijaga konstan, resistansi
penghantar yang lebih kecil akan menghasilkan arus yang lebih besar dan
resistansi rangkaian yang lebih besar akan menghasilkan arus yang lebih
kecil. Dari pernyataan hukum Ohm diatas kita dapat menemukan relasi
antara arus, tegangan dan hambatan yang secra matematis dapat ditulis
sebagai berikut:

V
I (2.A)
R

Dengan I = besar kuat arus, satuannya ampere (A)

V = besar eda potensial, satuannya Volt (V)

R = besar hambatan listrik, satuannya Ohm (Ω)

Mari Berlatih
1. Partikel bermuatan bermuatan bergerak pada sebuah kabel penghantar
dengan panjang 10 meter. Jika arus yang terukur pada ampermeter sebesar
3 ampere, tentukan banyak partikel yang melintas tiap satu detik jika 1
masing masing partikel bermuatan 1 x 10-3 Coulomb .
2. Suatu rangkaian listrik terdiri dari dari baterai bertegangan 4 volt dan
sebuah lampu dengan hambatan 2 ohm. Berapakah arus total yang
mengalir dalam rangkaian tersebut jika hambatan dalam batrai diabaikan?
B. Rangkaian Listrik
Pernahkah kamu menyalakan lampu di rumah atau disekolah dan ketika
saklar ditekan beberapa lampu menyala secara bersamaan. Dari peristiwa
tersebut ada bebrapa lamu yang menyala redup da nada lampu yang
menyala sangat terang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jika kamu
memperhatikan hal ini kamu termasuk siswa yang berfikir kritis. Untuk
menemukan jawabannya mari lakukan eksperimen berikut!

2
LISTRIK DINAMIS

Ber-Experiment !!
Alat dan Bahan
- Satu buah baterai
- 2 buah bola lampu
- Kabel minimal 4 buah
Langkah percobaan

“ Buatlah lampu lampu tersebut agar bisa menyala dengan


memvariasikan bentuk susunannya”
Tugas
Catat dan gambarkan bagan rangkaian yang menghasilkan lampu
paling terang dan paling redup

Eksperimen yang telah kamu lakukan diatas merupakan eksperimen untuk


membentuk rangkaian sederhana. Rangkaian secara umum terdiri dari dua macam
yaitu rangkaian seri dan rangkaian parallel:

1. Rangkaian Seri
Rangkaian seri merupakan rangkaian listrik yang disusun membentuk garis
lurus. Artinya pada saat kamu menyambungkan batrai, lampu 1, dan lampu
2 secara urut membentuk garis lurus maka kamu
sudah menyusun rangkaian seri. Agar lebih
mengetahui bentuk rangkaian seri sederhana
perhatikan gambar 1 berikut:
Pada rangkaian seri bola lampu disusun runtun
sehingga membentuk garis lurus (tanpa Gambar 1 Rangkaian Seri

percabangan) dengan sember tegangan / baterai.


Bola lampu yang merupakan salah satu implikasi dari jenis hambatan tetap maka
akan menghasilkan arus listrik. Pada rangkaian seri berlaku kaidah bahwa arus
yang mengalir pada setiap hambatan adalah sama dengan arus total dan jumlah
tegangan yang engalir dalam setiap hambatan adalah sama dengan tegangan
sumber. Secara matematis dapat dituliskan :

2
LISTRIK DINAMIS

IS  I1  I2    In (1.B)

VS V1 V2 Vn (2.B)


V
Untuk arus sendiri berlaku hukum ohm yaitu I  dengan R merupakan R

RTotal

RT  R1  R2  R2 (3.B)
Untuk tegangan yang terdapat pada setiap hambatan / lampu diperoleh
dengan menggunakan persamaan VX  I RX

Penting!!!
Hambatan yang disusun seri memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Hambatan disusun dari ujung ke ujung (berderet).
2. Terdapat satu lintasan arus listrik.
3. Kuat arus listrik yang mengalir di setiap hambatan sama besar.
4. Hambatan pengganti seri R selalu lebih besar dari hambatan terbesar yang
disusun seri.
5. Rangkaian hambatan seri berfungsi sebagai pembagi tegangan.

Mari Berlatih
Kerjakan soal berikut dibuku latihan !!

1. Perhatikan gambar berikut.

Berdasarkan gambar di atas, tentukan:


a. hambatan pengganti,
b. arus listrik yang mengalirpada R1, R2 , dan R3, dan
c. beda potensial pada masingmasing hambata 2. Perhatikan
gambar rangkaian berikut.

2
LISTRIK DINAMIS

Jika IAB = 0,25 A, tentukan:


a. hambatan total pada rangkaian,
b. beda potensial pada ujunghambatan AB, BC dan CD,
c. beda potensial pada ujung AD.
2. Rangkaian Parallel
Rangkaian parallel merupakan rangkaian listrik dimana antar komponen
rangkaian disusun secara sejajar. Setiap komponen seperti hambatan dan
sumber tegangan disambungkan pada titik percabangan. Perhatikan
gambar 2 berikut ini :

Pada rangkaian parallel


setiap lampu/hambatan mengambil
sumbe tegangan yang sama yaitu yang
berasal dari tegangan sumber sehingga
berlaku kaidah tegangan yang mengalir

dalam Gambar 2 Rangkaian

setiap komponen adalah sama dengan tegangan sumber dan jumlah arus
Paralel
yang mengalir pada setiap komponen sama dengan arus total.
Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut
VS V1 V2   Vn (2.4)

IS  I1  I2  In (2.5)
V
Untuk arus juga berlaku hukum ohm yaitu I  dengan R merupakan R

RTotal
1 1 1 1
   (2.6) RT R1 R2 Rn

Penting!!!
Hambatan yang disusun paralel memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Hambatan disusun berdampingan (sebelah menyebelah).
2. Terdapat lebih dari satu lintasan arus listrik.
3. Beda potensial di setiap ujung hambatan sama besar.
4. Hambatan pengganti paralel RP selalu lebih kecil daripada hambatan terkecil yang disusun
paralel.
5. Rangkaian hambatan paralel berfungsi sebagai pembagi kuat arus

2
LISTRIK DINAMIS

Mari Berlatih
1. Perhatikan gambar berikut

Jika kuat arus pada hambatan R1 sebesar 0,4 A, tentukan: a.


beda potensial pada ujung-ujung hambatan,
b. kuat arus pada hambatan R2 dan R3.
c. tegangan yang dihasilkan oleh baterai, dan
d. kuat arus yang dihasilkan baterai.
C. Hukum 1 Kirchoff
Pada pembahasan mengenai jenis jenis rangkaian listrik disbutkan bahwa
pada rangkaian seri arus total adalah sama dengan arus yang mengalir pada
setiap hambatan dalam rangkaian sedangkan pada rangkaian parallel arus
yang mengalir pada setiap hambatan bergantung pada nilai/besar dari
hambatan itu sendiri. Hukum 1 Kirchoff sendiri menjelaskan bagaimana
hubungan antara arus yang mengalir dalam rangkaian dengan besar
hambatannya. Kirchoff menyatakan bahwa “jumlah kuat arus listrik yang
masuk titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus listrik yang
meninggalkan titik percabangan. Perhatikan Gambar.3 berikut Pada
Gambar disampinng terlihat bahwa
arus total I yang terbagi menjadi I1, I2,
dan I3 yang nilai dari I = I1, + I2 + I3.
Sehingga secara

Gambar 3 Ilustrasi Hukum matematid hukum 1 Kirchoff dapat dituliskan


Kirchoffsebagai berikut

IMasuk  IKeluar (1.C)

Penerapan dari hukum kirchoff ini sendiri telah kita temukan dalam
percobaan rangkaian listrik. Baik itu pada rangkain seri ataupun rangkaian

2
LISTRIK DINAMIS

parallel. Untuk menambah pemahaman mari kerjakan soal

latihan berikut ; Mari Berlatih


1. Perhatikan gambar berikut !!

Jika I1 = 5 A, I2 = 3 A, dan I3 = 6 A, maka nilai I4 adalah ……


2. Perhatikan gambar berikut !

i5 i2
i4
i1
i3
i6

Jika I1 = 6 Ampere, I2 = 2 Ampere, I3 = 1 Ampere, I4 = 2I2 – I3, I5 = I4 /


3, Tentukan nilai I6 !!
D. Energi Listrik
Mempelajari energy listrik tidak terlepas dari kondisi/hukum kekekalan
energy yang menyatakan bahwa “energy tidak dapat diciptakan dan
dimusnahkan akan tetapi dapat diubah menjadi ke bentuk energy
lainnya.” Energy listrik sendiri dipengaruhi oleh besarnya tegangan (V),
kuat Arus (I) dan waktu (t) sehingga apabila penghantar yang memeiliki
hambatan R diberikan tegangan V pada ujung-ujungnya dan arus yang
melaluinya maka dalam waktu t detik besar energy listrik yang diperoleh
dapat dirumuskan sebagai berikut :
W VIt (1.D)
Dengan memandang hukum Ohm, V = I R maka diperoleh :

V
W  I2Rt atau W 2
t (2.D)
R
Dengan W = energy listrik (Joule, J)

V = tegangan listrik (Volt, V)

2
LISTRIK DINAMIS

I = arus listrik (Ampere, A)

R = hambatan listrik )Ohm, Ω

t = waktu (secon, s)

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak alat-alat yang menggunakan energi listrik


sebagai sumber energinya. Alat-alat ini mengubah energi listrik menjadi energi
lain yang lebih praktis digunakan manusia. Perubahan tersebutdi antaranya:

1) Energi listrik menjadi energi panas, contohnya pada peralatan rumah


tangga, seperti setrika, solder, kompor listrik, dan hair dryer.

2) Energi listrik menjadi energi cahaya, contohnya pada lampu.

3) Energi listrik menjadi energi gerak, contohnya pada kipas angin, dynamo
Mencari Tahu Yuk !!
Berapa besar daya yang dibutuhkan untuk menghidupkan sebuah radio tape???
Langkah Kegiatan :
1. Keluarkan baterai dari sebuah radio tape. Hubungkan satu ujung kabel kesatu
ke baterai tersebut dengan bantuan selotip atau karet gelang.
2. Hubungkan ujung lain kabel tersebut pada salah satu sambungan baterai
dengan benar pada radio tersebut. Hubungkan satu ujung kabel kedua pada
salah satu terminal amperemeter dan ujung yang lain ke baterai.
3. Gunakan kabel ketiga untuk menghubungkan terminal lain amperemeter
tersebut ke sambungan baterai yang lain pada radio tersebut.
4. Hidupkan radio itu dan ukurlah arus tersebut dengan mencatat penunjukkan
jarum amperemeter tersebut.
5. Tentukan tegangan baterai yang digunakan. Apabila digunakan dua baterai
seri, jangan lupa menjumlahkan tegangan kedua baterai tersebut untuk
mendapatkan tegangan total.
Analisis :
1. Gunakan tegangan dan arus untuk menghitung daya listrik dalam watt.
2. Akankah kamu mengharapkan penggunaan daya berubah bila radio itu
dihidupkan pada volume suara yang berbeda? Jika memungkinkan, cobalah
ini. Kapan penggunaan daya paling besar?

2
LISTRIK DINAMIS

Untuk menambah pemahaman mengenai energy listrik yang


digunakan dalam kehidupan sehari – hari maka selesaikan soal beikut :

Mari Berlatih
1. Sebuah lampu 220 volt dialiri arus listrik sebesar 5 ampere.
Tentukanlah energi listrik yang timbul setelah lampu tersebut dialiri
arus listrik selama:
a. 10 sekon
b. 5 menit
2. Energi listrik yang dihasilkan sebuah elemen listrik dengan hambatan 5
ohm dan dialiri arus listrik selama 2 menit adalah 9.600 J. Berapa kuat
arus listrik yang mengalir melalui elemen listrik tersebut?
E. Daya Listrik
Pernahkah kamu mengamati sebuah bola lampu listrik? Sering kita lihat
pada bola lampu listrik tertuliskan angka, misalnya 220 V, 20 W. Apa
artinya? Artinya bola lampu tersebut akan bekerja dengan baik bila
dipasang pada tegangan 220 V dengan daya 25 W. Daya adalah
“kemampuan untuk melakukan usaha’.Sedangkan daya listrik merupakan
kemampuan alat-alat listrik untuk mengubah energi listrik menjadi energi
bentuk lainnya setiap sekon. Jadi, dapat disimpulkan bahwa besar dari
daya listrik dipengaruhi oleh beberapa besaran yaitu energi listrik dan
waktu. Jika besarnya energi listrik yang diubah itu adalah W dalam waktu
(t ), maka dayanya (P) adalah:
W
P (1.E)
t
Dengan P = Daya Listrik (Watt, W

W = energy listrik (Joule, J)

t = waktu (secon, s)

Jika kita turunkan dari persamaan daya maka


VIt 2

P , maka P V I  I R (2.E)
t

2
LISTRIK DINAMIS

Dengan
P = Daya Listrik (Watt, W

V = Beda Potensial (Volt, V)

I = Arus (Ampere, A)

Untuk menambah pemahaman, mari kerjakan soal latihan berikut :

Mari Berlatih
1. Sebuah bola lampu terterai tertuliskan 220 V, 25 Watt, dipasang pada
tegangan yang tepat selama 2 menit. Hitunglah banyaknya energi
listrik yang digunakan!
2. Sebuah sekering dipasang pada tegangan 110 Volt menyebabkan arus
mengalir 4 Ampere. Hitunglah daya sekering tersebut

Berfikir Kritis !!
Kumpulkanlah kotak dari perangkat elektronik yang ada dirumahmu,
hitunglah daya yang digunakan masing masing alat elektronik dan
kumpulkan ke gurumu dalam bentuk kliping yang berisikan
gambar/potongan kotak dan keterangan dari daya yang digunakan
selama satu bulan
Catatan, untuk waktu yang digunakan adalah waktu pemakaian alat
tersebut selama perbulan.

F. Hukum 2 Kirchoff
Baterai baru yang belum dipakai umumnya memiliki Gaya Gerak Listrik
(GGL) = 1,5 Volt. Artinya sebelum dirangkai untuk menghasilkan arus
listrik, di antara kutub-kutub baterai ada tegangan sehingga ada arus yang
mengalir, maka tegangan di antara kutub-kutub baterai disebut tegangan
jepit. Perbedaan besar GGL dan tegangan jepit baterai dikarenakan adanya
hambatan dalam pada baterai. Menurut Hukum Ohm, besar kuat arus yang
mengalir pada rangkaian tertutup adalah:
E
I (1.F)
Rr
Sehingga besar tegangan jepitnya menjadi,
(2.F)
I.R  E  (ir)

2
LISTRIK DINAMIS

V  E  (ir)
Dengan r = hambatan dalam baterai (Ω)

R = Hambatan Luar (Ω)


E = GGL Baterai (Volt)
V = Tegangan Jepit (Volt)
I = Arus (Ampere)
Sumber Arus Listrik Elemen listrik yang sama dipasang secara seri dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :
ETotal  E1  E2  En  E
rTotal  r1  r2  rn  nr

sehingga (3.F)

I n E
R  nr

Untuk menambah pemahaman, kerjakan latihan berikut ! Mari

Berlatih
1. Perhatikan Gambar berikut !

Jika R1 = 3 Ω, R2 = 6 Ω, R3 = 2 Ω dan I3 = 3 A Hitunglah


:
a. Hambatan Total Rangkaian
b. Tegangan Total (VAB)
c. Arus Listrik yang mengalir pada R1
d. Arus Listrik yang mengalir pada R2
G. Sumber Energi dan Arus Listrik
Pembahasan mengenai sumber arus listrik berarti kita mempelajari proses
perubahan dari energy lain menjadi energy listrik karena berdasarkan

2
LISTRIK DINAMIS

hukum kekekalan energy menyatakan bahwa energy tidak


dapat diciptakan dan dimusnahkan akan tetapi energy bisa di ubah
menjadi bentuk lain. Secara umum bentuk arus listrik ada dua macam yaitu
arus searah dan arus bolak balik. Agar lebih memahami perhatikan tabel
berikut :
Jenis Sumber Arus Proses Perubahan
Sumber Arus Listrik
Listrik Energi
Elemen volta Kimia  listrik
Elemen kering
Kimia  listrik
(baterai)
DC (Direct Current)
Akumulator (ACCU) Kimia  listrik
Solar sel Kalor listrik
Dinamo DC Gerak listrik
AC (Alternating Dinamo AC Gerak listrik
Current) Generator Gerak listrik
Elemen volta, baterai, dan akumulator adalah sumber arus DC yang
dihasilkan dari reaksi kimia, sehingga disebut juga sebagai elektrokimia.
Berdasarkan dapat atau tidaknya diisi ulang, sumber arus listrik dibedakan
menjadi elemen primer dan elemen sekunder. Elemen primer adalah
sebutan bagi sumber arus listrik yang tidak dapat diisi ulang ketika
energinya habis, contohnya seperti baterai kering dan elemen volta.
Elemen sekunder adalah sebutan bagi sumber arus listrik yang dapat diisi
ulang ketika energinya habis, contohnya seperti akumulator dan baterai Li-
ion yang digunakan pada telepon genggam atau kamera. Perlu diingat
bersama bahwa sumber arus listrik diatas berbahan dasar bahan/material
yang tidak adapt didaur ulang khususnya sumber arus listrik yang berasal
dari proses elektrokimia. Lama kelamaan bahan ini akan habis dan
membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghasilkannya kembali.
Disamping itu bahan bahan kimia diatas juga merusak lingkungan karena
limbah yang dihasilkan termasuk limbah yang beracun.
H. Sumber-sember energy listrik alternative
Sumber energy listrik alternative lahir untuk menjawab permasalahan dari
keterbatasan sumber energy listrik berbahan fosil seperti yang terjadi pada
sumber arus dari proses elektrokimia. Ada beberapa bentuk dari sumber
arus listrik alternative yang dikembagkan saat ini yaitu :
1. Energy matahari
Energi matahari adalah sumber energi terbesar dan paling besar
ketersediaannya. Melalui penggunaan panel surya, energi matahari

2
Gambar 4 Panel Surya
LISTRIK DINAMIS

dapat diubah menjadi energi listrik. Tetapi saat cuaca


mendung, energi listrik yang diperoleh tidak dapat dihasilkan secara
maksimal. Sehingga, energy yang diperoleh saat matahari
bersinar terang akan disimpan dalam baterai agar dapat digunakan saat
cuaca mendung atau bahkan malam hari.
Penggunaan energi surya di Indonesia diterapkan dalam dua macam
teknologi, yaitu teknologi energi surya termal dan energy surya
fotovoltaik. Energi surya termal digunakan untuk memasak (kompor
surya), mengeringkan hasil pertanian dan memanaskan air. Energi
surya fotovoltaik digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik, pompa
air, televisi, telekomunikasi, dan lemari pendingin di Puskesmas
dengan kapasitas total ± 6 MW.
2. Energi Angin (Kincir Angin)
Kincir angin adalah salah satu contoh
sumber energi listrik alternatif. Energi
gerak, yang dihasilkan oleh gerakan angin
terhadap kincir, diubah oleh generator
menjadi energi listrik. Berbeda dengan batu
bara, gas, dan minyak bumi, kincir
angin tidak menyebabkan polusi
bagi lingkungan, sehingga kincir
angin dipercaya ramah Gambar 5 Kincir Angin (Energi

Angin)
terhadap lingkungan.
3. Energi Air (Hydropower)
Air yang mengalir
dari hulu ke hilir,
khususnya pada sungai-sungai
yang deras, dapat
dimanfaatkan sebagai sumber
energi listrik. Arus air sungai
tersebut dimanfaat kan untuk
menggerakkan turbin yang
terhubung pada

2
LISTRIK DINAMIS

Gambar 6 PLTA
generator sehingga energi listrik dapat dihasilkan.
4. Bioenergi
Bioenergi adalah energi yang di
peroleh dari biomassa. Biomassa
merupakan bahan organik
yang berasal dari makhluk hidup,
baik dari tumbuhan
maupun hewan. Limbah
dari budidaya pertanian,
perkebunan,
kehutanan, peternakan, maupun Gambar 7 Biomassa

perikanan juga dapat digunakan sebagai sumber bioenergi. Energi yang


diperoleh dari biomassa ini dapat diubah menjadi energy listrik dengan
cara mengolah biomassa menjadi bahan bakar nabati, misalnya etanol
atau biodisel. Bahan bakar nabati ini selanjutnya dapat digunakan
sebagai bahan bakar generator atau diesel untuk menghasilkan listrik.
I. Transmisi Energi
Transmisi energy secara sederhana diartikan dengan cara menyampaikan
energy listrik dari sumber hingga sampai ke rumah rumah. Perhatikan
ilustrasi berikut :

2
LISTRIK DINAMIS

Gambar 8 Transmisi Energi Listrik


Transmisi listrik jarak jauh dilakukan dengan menaikkan tegangan listrik.
Jika tegangan listrik untuk transmisi jarak jauh rendah, maka arus
listriknya akan menjadi besar sehingga diperlukan kabel listrik yang besar
dan banyak energi yang terbuang menjadi kalor saat listrik disalurkan dari
PLN ke rumah-rumah. Namun, dengan tegangan yang tinggi, maka arus
listrik akan menjadi kecil sehingga kabel listrik yang dibutuhkan kecil dan
tidak terlalu banyak energi yang terbuang. Agar tegangan listrik dari PLN
dapat dinaikkan, maka diperlukan transformator step up. PLN
memproduksi listrik dengan tegangan sebesar 10.000 volt, sehingga perlu
dinaikkan menjadi sekitar 150.000 volt. Transmisi energi listrik dengan
tegangan sebesar ini dilakukan dengan menaikkan kabel pada gardu-gardu
listrik yang tinggi agar aman bagi penduduk. Pada transmisi berikutnya
digunakan transformator step down untuk menurunkan tegangan hingga
menjadi 220 volt sehingga dapat langsung didistribusikan ke penduduk.
J. Penghematan Energi
Sumber energi yang terbatas dan banyaknya permintaan listrik di tanah air
mendorong kita untuk menghemat energi diantaranya penghematan energi listrik.
Pemanfaatan energi listrik secara efektif perlu digalakkan pada seluruh pengguna
energi listrik. Jatah daya listrik yang diberikan PLN perlu dimanfaatkan

2
LISTRIK DINAMIS

sebaikbaiknya. Berikut ini beberapa usaha penghematan energi


listrik. :
• Mematikan saklar alat listrik yang tidak digunakan.
• Menyalakan lampu setelah gelap.
• Menggganti lampu pijar dengan lampu TL.
• Memilih alat-alat listrik yang berdaya rendah.
• Membuat ruangan berjendela
• Mencari sumber-sumber energi alternatif yang dapat diperbarui
• Menemukan alat-alat baru yang menggunakan tenaga surya.

Berfikir Kritis !!
Bawalah struk pembayaran listrik dirumahmu selama 6 bulan terakhir.
Hitunglah berapa daya total yang digunakan tiap bulannya. Bandingkan
pada bulan mana kamu dan keluargamu menghemat listrik.
Tuliskan upaya yang telah kamu lakukan untuk menghemat listrik dan
presentasikanlah didepan kelas.

K. Bahaya akibat listrik


Bahaya akibat listrik yang aling sering ditemukan adalah terkena
sentruman listrik. Pada saat tersengat yang paling sering dirasakan oleh
korban adalah sensasi terkejut. Namun dalam skala yang jauh lebih besar
terkena sentrum dapat mengakibatkan kematian. Berikut ini adalah
beberapa jenis bahaya yang ditimbulkan oleh energy listrik :
- Konslet (arus pendek)
- Kebakaran
- Terkena sentruman
Jenis ancaman diatas jika mengenai mengenai manusia dapat berakibat
fatal, sedangkan untuk perangkat elektronik sendiri dapat menyebabkan
kegegalan sistem dan fungsi dari peralatan elektronik tersebut. Berikut ini
adalah beberapa upaya untuk mengantisipasi ancaman bahaya yang
mungkin saja disebabkan oleh energy listrik :

- Mencabut kabel dari stop kontak bila tidak menggunakan peralatan


listrik.

2
LISTRIK DINAMIS

- Menghindari air dan kondisi tangan yang basah saat


ingin menyambung atau melepas sambungan kabel dengan stop
kontak.
- Tidak memegang lubang stop kontak atau sambungan kabel yang
terbuka.
- Selalu memperhatikan peringatan penggunaan listrik yang ada pada
peralatan listrik.
- Memasang sekering untuk menghindari kebakaran dengan cara
memutus arus pendek yang terjadi di rumah secara otomatis.

- Mencabut semua rangkaian listrik sebelum berpergian


- Tidak meninggalkan alat elektronik dalam keadaan terhubung listrik
dalam jangkan waktu yang cukup lama
- Mengikuti standar keamanan listrik yang dipasang oleh PLN

Berfikir Kritis !!
Carilah berita yang berkaitan dengan kecelakaan dan bahaya yang berasal dari
energy listrik. Berita yang telah dikumpul kemudian diidentifikasi penyebab
kecelakaan yang terjadi. Kemudian diskusikan dengan teman sebangkumu lalu
kumpulkan ke guru sebagai tugas individu.

2
LISTRIK DINAMIS

PEDOMAN PENIALAIAN

a. Lembar pengamatan sikap kegiatan praktikum


LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Kelas : …………………..
Hari, Tanggal : …………………..
Tema : …………………..
Kelompok : ……

Sikap
Nama Peserta
No Kerja Keterangan
Didik Jujur Cermat Teliti
Sama

Rubrik Penilaian
No Indikator Kriteria Rubrik
1 Jujur Ya Menyajikan hasil pengukuran
dengan apa adanya

Tidak Menyajikan hasil pengukuran


dengan data
yang dimodifikasi

2 Kerjasama Ya Memberdayakan kelompok


dalam bekerja

Tidak Tidak Memberdayakan


kelompok dalam bekerja

3 Cermat Ya Melaksanakan percobaan


dengan efektif dan efisien

Tidak Melaksanakan percobaan


dengan bertele-tele / tidak
runtun
4 Teliti Ya Mengambil / membaca data
hasil pengukuran dengan
benar

2
LISTRIK DINAMIS

Tidak Mengambil / membaca data


hasil pengukuran dengan
kurang benar

Perhitungan skor
Ya =1
Tidak = 0

Skor_diperoleh
x100  Skor_ Akhir
Skor_ Maksimal

b. Instrumen Penilaian Keterampilan Praktikum

LEMBAR KETERAMPILAN PRAKTIKUM


Kelas : ………………….. Hari,
Tanggal : …………………..
Tema : …………………..
Kelompok : ……

Hasil Penilaian
No Indicator
Baik(3) Cukup(2) Kurang (1)
1 Menyiapkan Alat dan
Bahan
2 Deskripsi Pengamatan
3 Menafsirkan Peristiwa
yang akan terjadi
4 Melakukan praktik
5 Mempresentasikan
Hasil Praktik
Jumlah Skor yang Diperoleh

Petunjuk Pengisian
Berilah tanda ѵ pada kolom penilaian sesuai keterampilan peserta didik

Rubrik Penilaian

No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan alat dan 1. Menyiapkan seluruh alat dan bahan
bahan yang diperlukan
2. Menyiapkan sebagian alat dan bahan
yang diperlukan
1. Tidak menyiapkan seluruh alat dan
bahan yang diperlukan

2
LISTRIK DINAMIS

2 Deskripsi pengamatan 3. Memperoleh deskripsi hasil


pengamatan secara lengkap sesuai
prosedur yang ditetapkan
2. Memperoleh deskripsi hasil
pengamatan kurang lengkap sesuai
prosedur yang ditetapkan
1. Tidak Memperoleh deskripsi hasil
pengamatan secara lengkap sesuai
prosedur yang ditetapkan
3 Memprediksi peristiwa 3. Mampu memberikan penafsiran yang
yang akan terjadi benar secara subtantif
2. Mampu memberikan penafsiran yang
kurang benar secara subtantif
1. Tidak mampu memberikan penafsiran
yang benar secara subtantif
4 Melakukan Praktik 3. Mampu melakukan praktik dengan
menggunakan seluruh prosedur yang
ada
2. Mampu melakukan praktik dengan
menggunakan sebagian prosedur yang
ada
1. Tidak Mampu melakukan praktik
dengan menggunakan prosedur yang
ada
5 Mempresentasikan hasil 3. Mampu mempresentasikan hasil
praktik praktik dengan benar secara subtanstif,
bahasa mudah dimengerti, dan
disampaikan secara percaya diri.
2. Mampu mempresentasikan hasil
praktik dengan benar secara subtanstif,
bahasa mudah dimengerti, dan
disampaikan kurang percaya diri.
1. Mampu mempresentasikan hasil
praktik dengan benar secara subtanstif,
bahasa mudah dimengerti, dan
disampaikan tidak percaya diri.

Kriteria Penilaian
Skor_diperoleh
x100 
Nilai Skor_ Maksimal

Pedoman Penskoran Kognitif


a. Untuk jawaban PG setiap jawaban benar diberi poin 1 dan jawaban salah diberi
poin 0
b. Untuk soal uraian dan essay maka poin diberikan sesuai tingkat kesulitan soal dan
kelengkapan jawaban
Point_diperoleh

2
LISTRIK DINAMIS

c. Nilai akhir x100  Nilai


Point_Maksimal

2
LISTRIK DINAMIS

KUNCI JAWABAN

Latihan

1.a = 3000 partikel, 2.a = 2 Ampere

1.1.b.a 60 Ohm, 1.1.b.b 0,1 ampere, 1.1.b.c 2V, 1 Volt, 3 Volt

1.2.b.a 120 Ohm, 1.2.b.b 10 V, 5 V, 15 V, 1.2.b.c 30 V

2.1.b.a = 18 V, 2.1.b.b = 2 V, 2.1.b.c = 18 V, 2.1.b.d = 3,6 A

1.c = 4 A, 2.c = 1 A

1.d.a = 11000 J, 1.d.b = 330000 J, 2.d = 6,3 A

1.e = 3000 watt, 2.e = 1760 watt


Refrensi

Zubaedah, dkk. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX semester 1. Jakarta : Pusat
Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud
Puspita, Diadna dkk. 2009. Alam Sekitar IPA Terpadu : untuk SMP kelas IX.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Depertemen Pendidikan Nasional.
Wasis, dkk 2009. Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas IX. Jakarta : Pusat
Perbukuan. Depertemen Pendidikan Nasional
Kuswanti,Nur,dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan ALam Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas IX.Pusat Perbukuan Depdikbud
Widodo,Tri,dkk. (2009). IPA Terpadu : Untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta : Melvi
Caraka
Wariyono, Sukis dkk. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar Panduan Belajar
IPA Terpadu untuk Kelas IX SMP/MTs.Jakarta : Pusat Perbukuan, Depertemen
Pendidikan Nasional Http://ilmusiana.com http://fisikastudycenter.com
Http://physicworld.com
http://physicforetell.com