Anda di halaman 1dari 8

Akuntansi Sektor Publik

Tugas Kelompok 5

DISUSUN OLEH

Sinta Debora Sianipar (7191240008)

Gabriel Armando Simarmata(7193240002)

Rahmad Sya’bani (7193540002)

Josua Simanullang (7191240018)

REGULER B

DOSEN PENGAMPU

Putri Kemala Dewi Lubis,S.E,M.Si.,AK

JURUSAN ILMU EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
Soal diskusi kelompok :

1. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat alokasi!

2. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat distribusi!

3. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat stabilisasi!

4. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat perencanaan!

5. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat pengendalian!

6. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat koordinasi!

7. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat motivasi!

8. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat penilaian kinerja!

9. Jelaskan fungsi anggaran sebagai alat politik!

10. Jelaskan pengertian line item budget!

11. Jelaskan pengertian incremental budget!

12. Jelaskan pengertian zero based budget!

13. Jelaskan pengertian planning, programming, budgeting system (PPBS)!

14. Jelaskan pengertian performance budget!

15. Jelaskan perbandingan anggaran kinerja, PPBS, dan ZBB!

16. Jelaskan siklus anggaran!

17. Jelaskan pengertian senjangan anggaran(budgetary slack)!

18. Jelaskan senjangan anggaran positif dan apa motivasinya!

19. Jelaskan senjangan anggaran negatif dan apa motivasinya!

20. Jelaskan aspek politik dalam penganggaran sektor publik!

Pertanyaan Diskusi kasus

Anggaran sektor publik memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan anggran bisnis.
Anggaran sektor public dalam bentuk APBN/APBD memiliki banyak peran dan fungsi antara lain sebagai
alat kebijakan fiskal, alokasi, distribusi, stabilitasi, perencanaan, pengendalian, evaluasi kinerja, motivasi,
dan koordinasi. Disamping itu, anggaran sektor publik jugadapat digunakan sebagai alat politik dan
demokrasi. Namun seringkali penganggaran sektor publik sangat sarat dengan nuansa politik
dibandingkan sebagai alat manajemen keuangan publik sehingga sering terjadi politisasi anggaran.
Kepentingan publik seringkali mengalahkan kepentingan ekonomi. Dengan demikian, anggaran
tersandera politik. Selain itu, anggaran juga sering menjadi sasaran korupsi. Korupsi anggaran publik bias
dilakukan sejak tahap perencanaan maupun pada saat pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Korupsi
anggaran juga bias terjadi pada semua pos anggaran, baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan
anggaran. Banyak pejabat Negara di pemerintah pusat dan daerah mulai dari menteri, gubernur, bupati,
walikota, kepala dinas, anggota DPR dan DPRD terlibat dalam kasus korupsi APBN/APBD.

Berdasarkan hal tersebut

: 1. Bagaimankah cara mewujudkan anggaran sektor publik yang ekonomis, efisien, efektif dan
berkeadilan!

2. Identifikasikan berbagai potensi korupsi dalam siklus anggaran, modus operandi serta
pencegahannya!

3. Bagaimanakah kebijakan anggaran sektor publik yang perlu dilakukan untuk mewujudkan masyarakat
Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan!
1. Jawaban : Anggaran sektor publik berfungsi sebagai alat alokasi yaitu untukmengalokasikan anggaran
ke dalam urusan, fungsi, organisasi,dan program kerja.

•Alokasi berdasarkan urusan : alokasi anggaran berdasarkanurusan menetapkan berapa anggaran yang
diperuntukkanuntuk belanja pelaksanaan urusan wajib dan jumlahanggaran untuk urusan pilihan.
Urusan wajib merupakan bidang-bidang yang menjadi kewajiban pemerintah untuk melaksanakannya
(pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, tenaga kerja, dll), sedangkan urusan pilihan merupakan
bidang-bidang tertentu yang menjadi pilihan untuk dikembangkan (pertanian, kehutanan, pariwisata,
dll).

•Alokasi berdasarkan fungsi : alokasi berdasarkan fungsi meliputi pelayanan umum, ketertiban dan
ketentraman,ekonomi, lingkungan hidup, perumahan dan fasilitas umum,kesehatan, pariwisata dan
budaya, pendidikan,perlindungan sosial, agama, dan pertahanan.

•Alokasi berdasarkan organisasi : anggaran dapat dialokasikan berdasarkan organisasi sesuai dengan
strukturorganisasi yang ada. Pada pemerintah pusat APBN dialokasi ke unit organisasi pemerintah yang
terdiri atas kementriandan lembaga negara. Sedangkan pada pemerintah daerah APBD dialokasikan ke
unit organisasi pemerintah daerah berupa satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

•Alokasi berdasarkan program : alokasi anggaran untuk program kerja bisa berupa plafon anggaran
untuk setiap program kerja dan rincian anggaran biaya program yang terdiri atas belanja pegawai,
belanja barang dan jasa serta belanja modal untuk pelaksanaan program.

2. Jawaban : Anggaran sektor publik juga berfungsi sebagai alat distibusi, yaitu untuk mendistribusikan
pendapatan atau sumber daya publik agar terjadi pemerataan dan keadilan ekonomi. Melalui anggaran
sektor publik ketimpangan ekonomi antar daerah dan antara masyarakat miskin dengan yang kaya dapat
dikurangi. Mekanisme distribusi ekonomi melalui anggaran sektor publik dilakukan dalam bentuk
pemberian subsidi kepada masyarakat,pemberian dana transfer atau perimbangan, dan melalui
program-program masyarakat.

3. Jawaban : Anggaran sektor publik berfungsi sebagai alat stabilitasi, yaitu untuk menciptakan stabilitas
ekonomi, sosial, dan politik. Melalui kebijakan fiskal, pemerintah dapat melakukan stabilisasi ekonomi
berupa pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar rupiah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk menciptakan stabilitas sosial melalui pemberian
anggaran untuk bantuan sosial, bantuan keuangan, dan dana bencana dapat mengurangi terjadinya
konflik dan friksi sosial.Anggaran juga dapat digunakan untuk menciptakan stabilitaspolitik untuk
menghindari konflik politik di masyarakat.

4. Jawaban : Alat Perencanaan, anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang
akan dilakukan oleh pemerintah, berupa biaya yang dibutuhkan, dan berapa hasil yang diperoleh dari
belanja pemerintah tersebut. Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk; menentukan tujuan
dan sasaran, merencanakan program dan kegiatan, mengalokasikan dana, dan menentukan indikator
kinerja.

5. Jawaban : Alat Pengendalian, anggaran sebagai instrument pengendalian digunakan untuk


menghindari adanya overspending, underspending dan misappropriation (salah sasaran) dalam
pengalokasian anggaran pada bidang lain yang bukan merupakan prioritas. Anggaran merupakan alat
untuk memonitor kondisi keuangan dan pelaksanaan operasional program atau kegiatan pemerintah.
Pengendalian dilakukan dengan; membandingkan kinerja aktual dengan yang dianggarkan, menghitung
selisih anggaran, menentukan penyebab baik selisih anggaran, dan merevisi standar biaya atau target
anggaran berikutnya.

6.Jawaban:fungsi anggaran ialah peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk
membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan, dan juga
sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang ditetapkan.

7. Jawaban: Sebagai alat motivasi dalam hal memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara
ekonomis, efektif,dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan .

8. Jawaban: Sebagai alat penilaian kinerja ,anggaran sebagai wujud budget holder(eksekutif) kepada
pemberi wewenang (legislatif) berdasarkan pencapaian target anggaran dan efisiensi pelaksanaan
anggaran.

9. Jawaban: Sebagai alat politik, anggaran sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif
atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. Pembuatan anggaran publik membutuhkan
political skill, coaltion building, keahlian bernegosiasi dan pemahaman mengenai prinsip manajemen
keuangan publik.

10. Jawaban: Line item budget adalah sistem anggaran sektor publik tradisional berdasarkan
penerimaan dan pengeluaran .tujuan line item budget ialah untuk melakukan kontrol keuangan dan
sangat berorientasi pada input organisasi

11. Jawab : incremental budget adalah suatu sistem anggaran dan pendapatan yang memungkinkan
revisi selama tahun berjalan, sekaligus sebagai dasar penentuan usulan anggaran periode tahun yang
akan datang.

12. Jawab : zero based budget adalah suatu sistem anggaran yang didasarkan pada perkiraan kegiatan,
bukan pada yang telah dilakukan dimasa lalu.

13. Jawab : a. Planning, adalah tahap perencanaan yang mengidentifikasi tujuan baik sekarang

Maupun masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu.

b.programing, untuk menetapkan program – program berdasarkan skala prioritas sesuai

tingkatan pengambil keputusan.


C. B8dgeting system (PPSB), adalah tahap untuk menerjemahkan masing program ke da

Tahunan dengan menentukan siapa melakukan dan menetapkan sumber daya yang di

Butuhkan

14. Jawab :Performance budget, adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan ki

Nerja yang terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kerj

A yang ingin di capai.

15. Jawab : a. Anggaran kerja, di susun untuk mengatasi berbagai kesalahan yang terdapat dalam an

Garan tradisional, khususnya kelemahan yang disebabkan oleh tidak adanya tolak uk

Uryang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam mencapai tujuan.

b. ZBB, untuk menghilangkan incrementalis dan Line item karena anggaran di asumsikan

mulai dari nol (zero Base).

C. PPBS, teknik penganggaran yang didasarkan pada teori sistem yang berorientasi pada

pada output dengan penekanan utamanya adalah alokasi sumber daya.

16.Jawaban: Siklus anggaran ini merupakan jangka waktu-masa mulai direncanakannya suatu anggaran
hingga saat perhitungan anggaran.

17.Jawaban: senjangan anggaran menggambarkan salah satu jumlah sumber daya tambahan yang
sengaja dibangun manajer dalam anggarannya atau berarti dengan sengaja mengecilkan kemampuan
produktifnya

18. Jawaban: Senjangan anggaran pendapatan positif adalah Anggaran lebih kecil daripada kemampuan
till.

Senjangan anggaran belanja positif adalah Anggaran lebih besar dari kebutuhan rill.

Motivasinya adalah akan membuat kinerja seolah terlihat lebih baik di mata pimpinan jika mereka dapat
mencapai target anggaran

19. Jawaban: Senjangan anggaran pendapatan negatif adalah Anggaran lebih besar daripada
kemampuan rill

Senjangan anggaran belanja negatif adalah Anggaran lebih kecil daripada kemampuan rill.

Motivasinya adalah sering digunakan untuk mengatasi ketidakpastian memprediksi masa yg akan
datang.
20.Jawaban: penganggaran sektor publik merupakan suatu proses politik,bukan semata - mata
permasalahan teknis akuntansi, keuangan,dan manajerial saja.Anggaran sektor publik merefleksikan
pilihan tentang apa yg akan dilakukan pemerintah dan apa yg tidak dilakukan.

Jawaban Diskusi Kasus

1. Pertama,mempertajam alokasi belanja untuk mendukung pembangunan infrastruktur ,menciptkan


kesempatan kerja,dan mengurangi kemiskinan.
Kedua ,melakukan penghematan terhadap kegiatan yg kurang produktif,seperti biaya perjalanan
dinas,kegiatan rapat kerja ,workshop ,seminar dan kegiatan yg sejenis .
Ketiga ,menerapkan sistem reward dan punishment dalam pengalokasian anggaran .
Keempat,menyempurnakan kebijakan subsidi ,diantaranya dengan mengubah sejarah secara
bertahap sistem subsidi,dari subsidi harga menjadi subsidi yg lebih tepat sasaran.
Kelima,memperluas pelaksanaan subsidi demokrasi .

2.Salah satu masalah yg dihadapi dalam siklus penganggaran adalah munculnya potensi korupsi yg dapat
mengakibatkan kurang maksimalnya pelayanan publik serta kualitas pelayanannya kurang memadai
,bahkan sangat merugikan negara .Suatu orang akan berpotensi korupsi jika adanya peluang .Peluang
potensi mulai dari adanya kekuasaan ,jabatan yg dimiliki .Pada umumnya koruptor adalah orang yg
mempunyai jabatan baik di perusahaan.Modus korupsi secara berkelompok pada umumnya lama
terbongkar kasusnya karna sudah dilakukannya secara berkala.Oleh karena itu perlu pencegahan
korupsi yaitu dengan :
a.Memberi sanksi yg lebih berat lagi bagi para koruptor seperti hukuman mati ,agar dapat membuat
efek jera bagi pelaku koruptor .
b. Pengawasan lebih ketat dari KPK

3. Dengan melaksanakan kebijakan - kebijakan seperti kebijakan pendapatan negara, kebijakan belanja
negara, dan kebijakan pembiayaan. Kebijakan pendapatan negara terutama akan diarahkan untuk
mendorong optimalisasi pendapatan negara, dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan
dunia usaha. Kebijakan pendapatan negara itu, meliputi langkah-langkah antara lain: penyempurnaan
peraturan perpajakan, untuk lebih memberi kepastian hukum serta perlakuan yang adil dan wajar;
penyempurnaan sistem administrasi perpajakan, untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak; perluasan
basis pajak, termasuk kepada sektor-sektor yang selama ini tak terlalu banyak digali potensinya;
penyempurnaan kebijakan insentif perpajakan, untuk mendukung iklim usaha dan investasi; dan
penguatan penegakan hukum bagi penghindar pajak. Kebijakan pendapatan negara, juga meliputi
langkah-langkah pengelolaan sumber-sumber non pajak. Langkah-langkah itu mencakup optimalisasi
penerimaan negara, bukan pajak atau PNBP dari sumber daya alam. Hal ini dilakukan dengan tetap
memperhatikan kesinambungan produksi dan kelestarian lingkungan hidup. Selain itu pemerintah juga
melalukan upaya optimalisasi penarikan dividen BUMN dengan mempertimbangkan kebutuhan belanja
modal BUMN; serta optimalisasi pengelolaan dan pengawasan PNBP Kementerian Negara dan Lembaga.
Untuk terus meningkatkan kualitas belanja negara secara menyeluruh. Untuk itu, Pemerintah
menggariskan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, mempertajam alokasi belanja untuk
mendukung pembangunan infrastruktur, penciptaan kesempatan kerja, dan pengentasan kemiskinan.
Kedua, melakukan penghematan terhadap kegiatan-kegiatan yang kurang produktif, seperti biaya
perjalanan dinas, kegiatan rapat kerja, workshop, seminar, dan kegiatan yang sejenis. Ketiga,
menyempurnakan kebijakan subsidi, di antaranya dengan mengubah secara bertahap sistem subsidi,
dari subsidi harga menjadi subsidi yang lebih tepat sasaran. Keempat, memperluas pelaksanaan
reformasi birokrasi. Hal ini dilakukan melalui penataan organisasi, penyempurnaan proses bisnis, dan
peningkatan kualitas serta kompetensi sumber daya manusia.