Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ayu Livinta Inalyatik

Nim :-
Kelas : Prosus Kelas Arjasa
Mata Kuliah : Pengembangan Fisik Motorik Aud
Dosen Pengampu : Qudsi Amin,M.Pd

1. Latar Belakang Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini


Dalam bahasa Indonesia kata “motor” dan “movement” diartikan sebagai gerak atau
gerakan.Gerak merupakan kemampuan yang penting di dalam kehidupan sehari-hari
terutama yang berhubungan dengan aktivitas jasmani. Gerak dapat dijelaskan sebagai
aksi atau proses perubahan letak atau posisi ditinjau dari suatu titik tertentu sebagai
pedomannya. Dalam pengembangan fisik atau jasmani anak di Lembaga Pendidikan
Anak Usia Dini yang dimaksud dengan gerak adalah perubahan posisi dari tempat
semula sebagai akibat adanya rangsangan baik dari luar ataupun dari dalam diri anak.
Belajar bergerak merupakan hal yang penting bagi semua anak, untuk kehidupan
sosial dan emosional mereka. Hal itu sangat membantu untuk melepaskan diri dari
ketergantungan kepada orang lain dan juga merupakan bagian dari perkembangan
intelektualnya. Pengembangan fisik/motorik merupakan salah satu pengembangan
kemampuan dasar di lembaga pendidikan Anak Usia Dini. Bahan kegiatan
pengembangan fisik/motorik mencakup kegiatan yang mengarah pada kegiatan untuk
melatih motorik kasar dan halus yang terdiri atas gerakan-gerakan jalan, lari, lompat,
senam, keterampilan dengan bola,keterampilan menggunakan peralatan, menari,
latihan ritmik dan gerak gabungan. Gerakan-gerakan dasar dilatihkan sedemikian rupa
secara bertahap sehingga dikuasai oleh anak didik. Guru mencontohkan setiap
gerakan dan anak didik diberi kesempatan untuk melakukannya bersama guru. Guru
tidak hanya memberikan instruksi dan anak yang melakukan, akan tetapi kegiatan
tersebut dilakukan bersama-sama. Gerakan juga harus bervariasi sehingga suatu
permaina terdiri dari beberapa elemen gerakan dasar.
 Tujuan pengembangan fisik/motorik di Lembaga Pendidikan AUD adalah untuk
memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan
mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan
keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan
jasmani yang sehat, kuat dan terampil.
 Fungsi pengembangan fisik/motorik AUD adalah sebagai berikut:
1. Melatih kelenturan dan koordinasi otot jari dan tangan
2. Memacu pertumbuhan dan pengembangan fisik/motorik, rohani, dan
kesehatan anak
3. Membentuk, membangun, dan memperkuat tubuh anak
4. Melatih keterampilan/ketangkasan gerak dan berfikir anak
5. Meningkatkan perkembangan emosional anak
6. Meningkatkan perkembangan sosial anak
7. Menumbuhkan perasaan menyenangi dan memahami manfaat kesehatan pribadi.

2. Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik motorik AUD

1. Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik anak : 

a. Faktor kematangan
Kematangan atau maturity adalah kesiapan fungsi- fungsi baik fisik maupun
psikis untuk melakukan aktivitas tanpa memerlukan stimulus dari luar. Misalnya
proses anak belajar duduk, merangkak, berjalan atau bercakap- cakap. Proses- prose
situ memerlukan periode belajar dan berlatih. Proses- proses di atas tidak akan
menunjukkan hasil yang maksimal bila anak belum mencapai kematangannya. 
b. Faktor Keturunan

Tinggi tubuh, orang tua yang tinggi, cenderung untuk mempunyai keturunan yang
tinggi, demikian pula orang tua yang pendek, cenderung akan memiliki keturunan
yang pendek pula. Namun tinggi tubuh seseorang tidak dapat diramalkan secara tepat,
karena faktor lingkungan, gizi dan kesehatan mempunyai pengaruh pula pada hal itu. 
c. Pengaruh lain
Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan fisik anak, antara lain :
 Perbedaan jenis kelaminØ perbedaan jenis kelamin akan tampak dalam berbagai
kegiatan pada usia 2 - 5 tahun, umumnya anak perempuan lebih pada keterampilan
keseimbangan tubuh seperti lompat tali yang merupakan perkembangan motorik
halus. Sedangkan pada anak laki-laki lebih pada keterampilan melempar, menangkap,
menendang , yang merupakan perkembangan motorik kasar. Setelah usia 5 tahun
kemampuan gerak antara ank laki- laki dan perempuan saling menyusul, kecuali pada
waktu melempar bola, anak laki- laki lebih tinggi kemampuannya. 
Kondisi waktu lahirØpada umumnya bayi prematur yang lahir terlalu cepat dan
sangat kecil, akan menghadapi berbagai masalah fisik, misalnya terlambat dalam
perkembangan geraknya. Tetapi jika mendapat perawatan yang intensif, tidak
mustahil akan mengurangi kelambatan perkembangan akibat prematuritas itu.

NutrisiØpenyebab ini bukan hanya faktor sosial ekonomi yang lemah saja tetapi juga
cara dan kebiasaan keluarga dalam hal makan. Akibat bila seorang anak kurang gizi
yaitu: anak akan menjadi lemah dan kurang berminat untuk bermain. Selain itu anak
juga mudah tersinggung, pemurung dan kadang gugup. 

Penyakit keadaan jatuh sakit akan mempengaruhi pertumbuhan seorang anak. Anak
yang sakit berat dan lama akan terlambat pertumbuhannya. Hai ini disebabkan karena
kegiatan yang menurun, perubahan pola makan atau penyakit itu sendiri.

2. Faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak :

Motorik anak perlu dilatih agar dapat berkembang dengan baik. Perkembangan
motorik anak berhubungan erat dengan kondisi fisik dan intelektual anak. Faktor gizi,
pola pengasuhan anak, dan lingkungan ikut berperan dalam perkembangan motorik
anak. Perkembangan motorik anak berlangsung secara bertahap tapi memiliki alur
kecepatan perkembangan yang berbeda pada setiap anak. 

Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan motorik anak, antara lain :


a. Kesiapan anak untuk belajar, baik secara fisik maupun psikis.
b. Motivasi anak untuk belajar.
c. Kesempatan untuk berlatih dalam hal ini adalah waktu luang.
d. Kesempatan untuk belajar. Sebagian anak tidak punya kesempatan belajar karena
orang tua terlalu protektif.
e. Bimbingan, terutama koreksi diperlukan ketika anak melakukan kesalahan.
f. Setiap keterampilan harus dipelajari secara khusus. Misalnya cara memegang pensil
tidak sama dengan memegang sendok.
g. Setiap keterampilan harus dipelajari satu persatu. 
3. Peran Perkembangan Fisik Motorik terhadap aspek lainnya
Perkembangan fisik motorik AUD memiliki peranan penting bagi perkembangan pada
aspek lainnya, misalnya :
- Aspek bahasa dan sosial emosional
Pada saat guru memerintahkan untuk melakukan suatu gerakan fisikmotorik
melompat dengan satu kaki kepada beberapa anak. Pada saat itu, terdapat satu
anak yang belum bisa melakukannya dikarenakan faktor internal yang dialami
oleh anak tersebut. Anak tersebut menangis karena tidak bisa melakukan apa yang
diperintahkan oleh guru. Namun, berbeda dengan anak – anak yang lain. Mereka
bisa melakukan perintah guru dengan mudah kemudian berkata “horee.. aku bisa”.
Hal ini membuktikan bahwa perkembangan fisik motorik anak berpengaruh pada
aspek perkembangan bahasa dan sosial emosional anak, dimana anak mampu
mengungkapkan perasaannya dengan mengucapkan berbagai ungkapan dengan
pengucapan maupun tindakan.
- Aspek Kognitif
Kemampuan anak dalam aspek fisik motorik juga sangat mempengaruhi pada
aspek kognitif. Perkembangan fisik motorik anak yang kurang juga akan
mempengaruhi aspek kognitifnya, misal dalam kemampuan fisik motorik halus
menulis angka, menulis huruf, menembalkan garis, dsb. Dari sinilah, guru
mengetahui perkembangan fisik motorik anak didik, dan bisa memberikan
tindakan lanjutan untuk mendukung perkembangan fisik motorik setiap anak.
Khususnya bagi anak yang memiliki perkembangan fisik motorik yang kurang.
- Aspek Nilai Agama dan Moral
Tak jarang di berbagai lembaga pendidikan Anak Usia Dini sudah menerapkan
sholat dhuha berjamaah, praktek wudhu berjamaah, dan kegiatan keagamaan
lainnya. Namun tak jarang pula anak didik yang masih sulit untuk mempraktekkan
gerakan – gerakan yang sudah di contohkan oleh guru, misalnya gerakan wudhu,
gerakan sholat, dsb. dengan demikian guru dapat menilai anak yang belum
mampu menirukan gerakan tersebut, memiliki faktor dalam perkembangan fisik
motorik sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk mengikuti gerakan
keagamaan dan pembiasaan diri dirumah.
Pertanyaan :
1. Apakah faktor gizi dan nutrisi juga mempengaruhi perkembangan fisik motorik
anak ?
Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh gizi, status kesehatan, dan perlakuan
gerak yang sesuai dengan masa perkembangannya. Jadi secara anatomis,
perkembangan akan terjadi pada struktur tubuh individu yang berubah secara
proporsional seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Status gizi yang kurang
akan menghambat laju perkembangan yang dialami individu, akibatnya proporsi
struktur tubuh menjadi tidak sesuai dengan usianya yang pada akhirnya semua itu
akan berimplikasi pada perkembangan aspek lain.

2. Contoh macam kegiatan motorik halus di lembaga pendidikan AUD

Usia 3 – 4 tahun
 Meronce manik kecil
 Memotong gambar
 Menyelesaikan 4-6 bagian puzzle
 Mengoordinasikan tangan untuk menggosok gigi atau rambut
 Memakai baju sendiri termasuk memasang kancing, kaos kaki, dan sepatu
(kecuali tali sepatu, kancing kecil)

Usia 4 – 5 tahun
 Menggunting mengikuti garis
 Mengoordinasikan tangan untuk menggosok gigi
 Meniru membuat menara dari 9 balok dari menara balok yang menjadi
contohnya
 Meniru bentuk lingkaran, silang, dan segi empat
 Memegang pensil dengan genggaman segitiga
 Mewarnai di dalam garis
 Mewarnai seluruh gambar
 Menulis nama sendiri
 Meniru huruf
 Menggunakan tangan yang disukai untuk melakukan berbagai aktivitas
 Berpakaian dan melepas pakaian sendiri (kecuali tali sepatu)
 Meniru gambar sederhana dengan bentuk geometri
 Berusaha menggambar variasi gambar
 Membuka wadah dan kotak makan siang
 Menyelesaikan puzzle berisi 8-12 bagian

Usia 5 – 6 tahun
 Memotong bentuk sederhana
 Mengoordinasikan tangan untuk menggosok gigi atau menyisir rambut
 Mendesain model lego sendiri
 Berpakaian dan melepas pakaian secara mandiri (kecuali tali sepatu)
 Menulis angka 1 – 10 secara mandiri
 Meniru bentuk segitiga
 Mewarnai di dalam garis
 Memegang pensil dengan genggaman segitiga dan mengarahkan gerakan
pensil dari jari (bukan dari pergelangan tangan)
 Menggambar gambar dasar
 Membuka kotak makan siang
 Menggunakan garpu saat makan
 Menyelesaikan puzzle berisi 20 bagian

 Usia 6 – 7 tahun

 Menulis huruf dan angka dengan benar


 Membuka kotak makan siang
 Berpakaian dan ke kamar mandi sendiri
 Menggunting bentuk dengan rapi
 Menyelesaikan puzzle berisi 20 bagian
 Memegang pensil dan mengarahkan gerakan pensil dari jari (bukan
pergelangan tangan)
 Menulis di kertas bergaris
 Mengontrol pensil
 Membangun lego
 Menggunakan garpu untuk makan
 Membuat gambar rinci objek yang dikenali
 Mengikat tali sepatu

Sumber :

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132313280/penelitian/artikel+perkembangan+motorik+lisma
.pdf

http://rhirinliestyawati.blogspot.com/2013/07/perkembangan-fisik-motorik-aud.html

http://digilib.stiem.ac.id:8080/xmlui/handle/123456789/330

https://www.poltekkesjakarta1.ac.id/file/dokumen/46JURNAL_LINDAWATI.pdf

https://www.ibupedia.com/artikel/balita/5-cara-mengasah-perkembangan-motorik-halus-pada-
anak