Anda di halaman 1dari 2

SOAL KUIS PRAKTIKUM DASAR BUDIDAYA TANAMAN

SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2019/2020


FAKULTAS PERTANIAN – UNIVERSITAS BRAWIJAYA

INSTRUKSI PENGERJAAN:

1. Tulislah Nama, NIM, Kelas/Kelompok dan Asisten Praktikum pada lembar jawaban.
2. Waktu pengerjaan soal selama 2 jam
3. Jawaban dikerjakan dengan cara diketik dalam kertas A4 dan untuk soal perhitungan
diperbolehkan dikerjakan dengan tulis tangan kemudian discan.
4. Pengumpulan jawaban dalam bentuk PDF
5. Sebelum mengerjakan soal-soal yang tersedia, bacalah soal dan bobot nilai sebaik mungkin.
6. Berdo’alah sebelum dan sesudah mengerjakan soal ujian, Selamat bekerja.
7. Bagi yang tidak jujur dalam ujian, seperti plagiasi atau copy paste akan diberi nilai 0 (E)

SOAL ESSAY
1. Menurut pendapat kalian seberapa penting pemilihan dari media tanam dalam

budidaya suatu tanaman serta berikan contohnya! (Point:10)


2. Dalam teknik budidaya suatu tanaman, penggunaan bedengan atau guludan
didasarkan pada tanaman yang akan ditanaman. Menurut pendapat kalian atas dasar

apa kita menggunakan bedengan atau guludan? (Point:10)


3. Menurut pendapat kalian jika budidaya jagung pada lahan dengan ukuran 20x25m
dengan jarak tanam 70x30cm dan memiliki populasi 1880 tanaman. Dengan populasi

tersebut apakah pengunaan lahan sudah efektif dan efsien? (Point:15)


4. Menurut pendapat kalian kenapa pupuk SP-36 diaplikasikan pada saat tanam atau

awal tanam dan apa dampaknya terhadap tanaman tersebut? (Point:10)


5. Menurut pendapat kalian kenapa penggunaan mulsa plastik hitam perak (MPHP)
terkadang warna hitam ditaruh di atas namun terkadang warna perak ditaruh di atas,
serta apa pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tersebut?

(Point:15)
6. Jelaskan proses pemanenan yang tepat sesuai dengan komoditas yang ditanam di

lapang! (Point:10)
7. Pak Haris adalah seorang petani sukses di daerah Malang Selatan. Beliau merupakan
lulusan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya dan memulai usahataninya sejak
tahun 2007. Ia memiliki lahan seluas 2,5 ha yang ditanami dengan berbagai jenis
tutupan lahan. Pada lahan 1 yang berada di tempat yang lebih tinggi dibandingkan
lahan lainnya ditanami tanaman kubis. Lahan tersebut memiliki luas lahan sebesar
0,5 ha dan ditanami kubis dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm. Untuk meningkatkan
ketersediaan unsur hara dalam lahan tersebut, maka pak Haris memberikan pupuk
kandang dengan dosis 10 kg ha-1. Pak Haris harus memikirkan jumlah bibit kubis dan
pupuk kandang yang harus dibeli agar sesuai dengan kebutuhan di lahan.
Pada lahan 2 seluas 3500 m2 biasanya ditanami tanaman jagung dengan jumlah
16.660 tanaman. Kebutuhan pupuk pertanamannya adalah Urea (21% N) sebanyak
6 gram, KCl (60% K2O) sebanyak 2 gram dan SP-36 (36% P2O5) sebanyak 6 gram.
Pak Haris akan membeli kebutuhan pupuk pada musim tanam tersebut di Toko
Pertanian sesuai dengan kebutuhan tanaman. Setelah panen, pak Haris menyewa
lahan disebelah lahan tersebut seluas 2000 m2 yang akan ditanami jagung lagi.
Apabila jumlah populasi tanaman jagung bertambah 20% dari populasi sebelumnya,
maka pada musim tanam kedua ini pak Haris harus menghitung kembali kebutuhan
pupuk yang harus dibelinya.
Sisa lahan pak Haris akan digunakan untuk menanam strawberi dalam sebuah
polibag dengan ukuran 25 cm x 25 cm. Tanaman strawberi biasanya dipupuk
menggunakan pupuk NPK Mutiara (16-16-16) dengan dosis 600 kg ha-1. Apabila
tanah yang digunakan untuk menanam strawberi tersebut memiliki berat isi sebesar
1100 kg/m3 dengan volume tanah dalam polibag sebesar 3 kg dan lapisan olahnya
setinggi 20 cm. Pak Haris perlu menghitung kebutuhan tiap polibag agar kebutuhan
unsur hara tanaman strawberi dapat terpenuhi. Berdasarkan cerita petani diatas, kita
bisa belajar cara menghitung jumlah populasi dan kebutuhan pupuk yang harus
diaplikasikan. Dengan perhitungan pupuk yang sesuai kebutuhan tanaman, maka
dapat menurunkan degradasi lahan dan meningkatkan keuntungan petani. Petani

sebagai manager terhadap lahan yang digarapnya. (Point:30)