Anda di halaman 1dari 4

Nama : Novena Tesalonika Rasuh

NIM : 171444008
TUGAS MANDIRI: TEORI MEDAN KRISTAL 1 (TMK 1)
1. Gambarkan dan jelaskan proses splitting dan konfigurasi elektron ion kompleks [CoF6]3-
dan [Co(NH3)6]3+ menurut Teori Medan Kristal! (zCo=27)
Co [Ar] 4s2 3d7
Co3+ [Ar] 3d6

Ion [CoF6]3- memiliki 4 elektron tidak berpasangan, sehingga terdapat 4 elektron


dalam orbital t2g dan 2 elektron dalam orbital e g. Hal tersebut dikarenakan ion kompleks
ini memiliki ligan lemah, yaitu F- yang menyebabkan energi splitting medan kristalnya

sangat kecil ( oct < P). Akibatnya pemasangan elektron tidak disukai dan memiliki

kompleks high spin.

Ion [Co(NH3)6]3+ memiliki 6 elektron tidak berpasangan dalam orbital t2g. Hal ini
disebabkan oleh adanya ligan kuat dalam ion kompleks ini, yakni ligan NH3. Ligan

tersebut menyebabkan adanya energi splitting medan kristal yang sangat besar ( oct > P).

Oleh karena itu, pemasangan elektron disukai dan memiliki kompleks low spin.
2. Buktikan sifat paramagnetik dari ion kompleks tetrahedral [FeCl4]2- menggunakan
splitting menurut Teori Medan Kristal (zFe=26)!
Fe [Ar] 4s2 3d6
Fe2+ [Ar] 3d6

Ion kompleks [FeCl4]2- memiliki 6 elektron dalam orbital d, di mana terbentuk

energi splitting medan kristal yang sangat kecil ( oct < P). Hal tersebut dikarenakan ligan

lemah yang dimiliki oleh ion kompleks, F-, yang juga mengakibatkan ion kompleks
memiliki kompleks high spin. Oleh karena itu, terdapat 4 elektron yang tidak dapat
berpasangan. Adanya elektron yang tidak berpasangan dalam orbital d tersebut, sehingga
ion kompleks [FeCl4]2- bersifat paramagnetik.
3. Mengapa ion kompleks [Ni(CN)4]2- akan membentuk geometri planar segi empat menurut
Teori Medan Kristal! (zNi=28)
Ni [Ar] 4s2 3d8

Ni2+ [Ar] 3d8


Ion kompleks [Ni(CN)4]2- memiliki 8 elektron dalam orbital d-nya, tepatnya 6
elektron dalam orbital t2g dan 2 elektron dalam orbital eg. Penataan elektron di atas
dilakukan secara simetri yang akan membentuk kompleks oktahedral. Namun, ion
kompleks [Ni(CN)4]2- memiliki geometri segiempat planar yang dibuktikan melalui
splitting berikut ini.

Elektron yang ada pada orbital dx2-y2 mengalami tolakan dari empat ligan yang
berada pada sumbu x dan sumbu y, sedangkan orbital d z2 mengalami tolakan dari 2 ligan
pada sumbu z. Ion kompleks ini memiliki ligan yang kuat (ligan CN -), sehingga
terbentuk perbedaan energi yang cukup besar yang menyebabkan adanya pemasangan
elektron (low spin). Dalam hal ini terjadi pemecahan orbital eg yang ditunjukkan pada
gambar di atas. Namun, gambar di atas menunjukkan orbital d x2-y2 kosong karena kedua
elektron berpasangan pada orbital dz2. Hal tersebut dilakukan agar kompleks menjadi
lebih stabil.
Akibatnya 4 ligan CN- dapat terikat dalam kompleks sumbu x dan sumbu y dengan
lebih mudah (karena tidak ada tolakan dari orbital d x2-y2 yang kosong). Selain itu, ligan
tidak dapat berikatan dengan atom pusat melalui sumbu z karena memiliki tolakan kuat
dari 2 elektron dalam orbital dz2. Makanya, ion kompleks [Ni(CN)4[2- hanya dapat
membentuk 4 ikatan antara ligan dan atom pusat yang menunjukkan geometri kompleks
segiempat planar.

Gambar 1. Geometri Segiempat Planar Gambar 2. Geometri Ion Kompleks


[Ni(CN)4]2-