Anda di halaman 1dari 4

Soal :

1. Permintaan faktor produksi sering disebut sebagai permintaan turunan. Jelaskan dan
diskusikan!

Jawab:
Permintaan turunan disebut juga dengan permintaan tak langsung, hal ini merupakan
permintaan input suatu produk yang tercermin pada permintaan output. Contohnya adalah
permintaan input energi primer yang dimana merupakan permintaan turunan. Permintaan
tenaga litrik, misalnya nerupakan permintaan yang erat kaitanya dengan permintaan minyak
bumi, gas, alam, atau batubara karena tiga kebutuhan ini merupakakn input utama dan saling
menggantikan untuk memproduksi tenaga listrik.

Soal :
2. Jelaskanlah Pareto Optimal beserta gambar?

Jawab:
Pareto optimum atau Efisiesi alokatif menunjukan situasi dimana kita tak dapat membuat
keadaan seseorang menjadi lebuh baik tanpa membuat orang lain atau keadaan menjadi lebih
buruk. Kita dapat melihatnya dengan menggunakan grafik batas kemungkinan daya guna.
Berikut grafiknya dimana sumbu tegak menunjukan nilai guna atau kepuasaan individu A
diberi sombol UA dan pada ssumbu mendatar dinyatakan hal yang sama untuk individu B
dengan simbol UB.

Disepanjang titik batas kemungkinan nilai guna, dititik D atau E perekonomian telah
mencapai efisiensi alokatif optimal karena disini kita tidak dapat membuat keadaan
seseorang menjadi lebih baik tanpa menurunkan kesejahteraan atau nilai guna yang
diperoleh individu lain.
Soal :
3. Jelaskan surplus konsumen, dan surplus produsen secara verbal dan grafis.

Jawab:
Surplus Konsumen dan Produsen
Surplus Konsumen
Surplus konsumen adalah perbedaan antara jumlah maksimum yang bersedia
dibayar oleh konsumen untuk sebuah produk dengan jumlah sebenarnya yang
dibayar oleh konsumen. Atau lebih singkatnya dapat dikatakan bahwa surplus konsumen
adalah selisih antara kesediaan membayar oleh konsumen, manfaat yang di dapat dengan
harga barang yang dibeli. Misalnya seorang mahasiswa bersedia membayar sebesar Rp.
100.000 untuk membeli sebuah buku Ekonomi Mikro, walaupun sebenarnya ia
hanya membayar sebesar Rp. 60.000 per buku. Jadi sisa Rp. 40.000 adalah
merupakan surplus konsumen. Contoh pembelian buku Ekonomi Mikro, yang pada
prinsipnya dapat dilihat pada Gambar 2.11. Oleh karena jumlah buku yang terjual diukur
dengan ratusan, maka misalnya kurva permintaan pasar berbentuk garis lurus. Maka surplus
konsumen ditunjukkan oleh daerah segi tiga AEC.
Gambar menunjukkan bahwa surplus konsumen adalah daerah yang
berada di bawah garis permintaan dan di atas garis harga, jadi surplus konsumen
adalah daerah AEC. Besarnya surplus konsumen dapat dihitung dengan
menggunakan rumus segi tiga yaitu, setengah kali alas kali tinggi. Dengan demikian
surplus konsumen dapat dihitung: 0,5 x 50 x 30 = 750.

Surplus Produsen

Surplus produsen adalah perbedaan antara jumlah minimum yang bersedia


ditawarkan oleh produsen untuk sebuah produk dengan jumlah sebenarnya yang
diterimar oleh produsen. Atau lebih singkatnya dapat dikatakan bahwa surplus produsen adalah
selisih antara harga bayar konsumen serta harga yang diterima produsen.
Misalnya penerbit buku Ekonomi Mikro pada dasarnya
bersedia menjual buku pertama dengan harga Rp. 10.000 walaupun sebenarnya ia akhirnya
menerima harga buku tersebut sebesar Rp. 70.000 per buku. Jadi sisa Rp.
60.000 adalah merupakan surplus produsen. Seperti halnya dengan surplus
konsumen, apabila kita menjumlahkan seluruh surplus produsen yang menjual buku
Ekonomi Mikro, maka kita akan dapatkan surplus produsen secara keseluruhan
(agregat).
Untuk menghitung agregat surplus produsen dalam pasar, secara sederhana
kita temukan daerah di atas kurva penawaran pasar dan di bawah garis harga. Contoh
penjualan buku Ekonomi Mikro, yang pada prinsipnya dapat dilihat pada gambar
Oleh karena jumlah buku yang terjual diukur dengan ratusan, maka dimisalkan
kurva penawaran pasar berbentuk garis lurus. Maka surplus produsen ditunjukkan
oleh daerah segi tiga BEC.

Gambar menunjukkan bahwa surplus produsen adalah daerah yang


berada di atas garis penawaran dan di bawah garis harga, jadi surplus produsen adalah
daerah AEC. Besarnya surplus produsen dapat dihitung dengan menggunakan rumus
segi tiga yaitu, setengah kali alas kali tinggi. Dengan demikian surplus produsen
dapat dihitung: 0,5 x 50 x 60 = 1.500