Anda di halaman 1dari 21

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 1

Nama Mahasiswa : ANI SAFITRI

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 836139363

Kode/Nama Mata Kuliah : PDGK 4301 / EVALUASI


PEMBELAJARAN di SD

Kode/Nama UPBJJ : 20 / bandarlampung

Masa Ujian : 2019/20.2 (2020.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. Tes yang lebih unggul jika mengacu pada taksonomi bloom adalah

Tes Uraian.

 Karena :

Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk

tujuan pendidikan. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi

beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi

kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci.

 Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:

1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang

menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan

keterampilan berpikir.

2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang

menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi,

dan cara penyesuaian diri.

3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang

menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan,

mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

 Sedangkan konsep tes uraian itu mengarah pada aspek :

Bentuk pertanyaan atau perintah yang menghendaki jawaban berupa uraian

atau paparan kalimat yang umumnya cukup panjang. Dan bentuk pertanyaannya

menuntut kepada testee untuk memberikan penjelasan komentar, penafsiran,

membandingkan, membedakan dan sebagainya. Tes uraian juga memiliki testee


yang merujuk kepada kebebasan seluas-luasnya dalam merumuskan,

mengorganisasikan dan menyajikan jawaban dalam bentuk uraian. Dan tes ini

dapat digunakan apabila guru ingin mengungkap daya ingat dan pemahaman

terhadap materi pelajaran, tes ini juga digunakan untuk mengungkap kemampuan

dalam memahami berbagai macam konsep pembelajaran.

Sehingga dapat disimpulkan dalam tes uraian terdapat point-point tujuan

dari taksonomi bloom yang memusatkan tujuan pendidikan yaitu, pengetahuan,

pemahaman, penerapan, analisa, sintesis dan evaluasi dan semua itu dapat diukur

dengan menggunakan tes uraian. skills mulai dari tingkat yang rendah hingga

yang tinggi, akan terlihat dari segi jawaban anak, Tentunya untuk mencapai tujuan

yang lebih tinggi, level yang rendah harus dipenuhi lebih dulu.

2. Contoh soal pertama

1. Contoh soal Hafalan/Ingatan (Recall) C1 atau pengetahuan

Jenjang ini meliputi kemampuan menyatakan kembali fakta, konsep,

prinsip, prosedur yang telah dipelajari oleh siswa.

 Kata “komputer” berasal dari kata “computare” yang artinya

…………………

2. Contoh soal Pemahaman (Comprehension) C2

Pada jenjang ini siswa diharapkan kemampuannya untuk mengerti makna

dari informasi yang diperoleh baik berupa fakta, konsep, dan prinsip.

 Berdasarkan kegunaan nya, perangkat keras digolongkan dalam

tiga bagian utama yaitu……

3. Contoh soal Penerapan (Application) C3


Yang termasuk jenjang penerapan adalah kemampuan menggunakan

prinsip, aturan, atau metode yang telah diketahuinya dalam situasi baru

atau situasi kongkrit.

 Saat mengakhiri pemakaian windows, prosedur mematikan

computer yang benar adalah……

4. Contoh soal Analisis (Analysis) C4

Yang dimaksud jenjang analisis adalah kemampuan menguraikan

suatu informasi yang dihadapi menjadi komponen-komponennya,

sehingga struktur informasi serta hubungan antar komponen

informasi tersebut menjadi jelas.

 Tuliskan secara singkat langkah-langkah membuat surat dengan

Mailings

5. Contoh soal Sintesis (Synthesis) C5

Yang dimaksud jenjang sintesis adalah kemampuan untuk

mengintegrasikan bagian-bagian terpisah menjadi suatu keseluruhan yang

terpadu. Termasuk di dalamnya kemampuan merencanakan eksperimen,

karya tulis (laporan, artikel), menyusun cara baru untuk

mengklarifikasikan obyek, peristiwa, dan informasi-informasi lainnya.

 Ada 2 syarat utama dalam pembuatan mail merge yaitu……

6. Contoh soal Evaluasi (Evaluation) C6

Yang dimaksud jenjang evaluasi adalah kemampuan untuk

mempertimbangkan nilai suatu pernyataan, uraian, pekerjaan, berdasarkan


kriteria tertentu yang ditetapkan. Misalnya memilih rumusan yang

didukung oleh data.

 Software yang digunakan untuk keperluan mengetik naskah,

dokumen atau yang lebih dikenal sebagai software pengolah kata

adalah……………

Contoh Soal Kedua

1. Tipe C1 (Hafalan/Ingatan)

Jenjang ini meliputi kemampuan menyatakan kembali fakta, konsep, prinsip,

prosedur yang telah dipelajari oleh siswa.

Soal Uraian C1

Menurut asal-usulnya, kata sejarah berasal dari bahasa Arab , Syajaratun  yang

artinya …

Jawaban :

kata sejarah berasal dari bahasa Arab , Syajaratun  yang artinya Pohon

2. Tipe C2 (Pengertian)

Pengertian atau pemahaman adalah kemampuan untuk menangkap arti suatu

materi atau informasi yang dipelajari.

Soal Uraian C2

Jelaskan apa yang dimaksud dengan masa pra-aksara?

Jawaban :

Masapra-aksara merupakan masa dimana manusia belum mengenal tulisan.Di

Indonesia masapra-aksara berlangsung sampai abad ke-5 M. Penggunaan istilah


pra-aksara lebih tepat ketimbangpra-sejarah, karena pra-sejarah berarti sebelum

adanya sejarah yang tidak mungkin, karena sejarah telah ada sejakadanya

pembentukan bumi.

3.      Tipe C3 (Aplikasi)

Aplikasia dalah kemampun untuk menerapkan material atau informasi yang telah

dipelajari kedalam keadaan baru.

Soal Uraian C3

Secara Metodologi sebagaimana cara kita mengetahui kehidupan manusia

sebelum mengenal tulisan?

Jawaban

Untuk menyelidiki masa pra-aksara, para sejarawan menggunakan metode

penelitian ilmu arkeologi dan juga ilmu alam seperti geologi dan biologi.

4.      Tipe C4 (Analisis)

Analisis merupakan kemampuan memecahkan atau mengurai suatu informasi

menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah dipahami. Dengan melihat hubungan

antar komponen atau sebab akibatnya

Soal Uraian C4

Mengapa para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran

sungai?

Jawaban :

Karena, pada masa pra-aksara manusia sangat tergantung pada alamnya. Dalam

hal ini menusia tentu sangat memerlukan air untuk dapat bertahan hidup maka

pada masa pra-aksara manusia purba lebih banyak hidup di sekitar bantaran
sungai sehingga untuk meneliti manusia purba para ahli meneliti wilayah bantaran

sungai.

5.      Tipe C5 (Sintesis)

Sintesis adalah kemampuan menyatukan komponen-komponen informasi menjadi

satu kesatuan yang unik, dengan bentuk yang berbeda dari yang sebelumnya

(generalisasi)

Soal Uraian C5

Manusia purba yang ditemukan di Indonesia sangat beragam. Jelaskan secara

umum corak kehidupan manusia purba pada masa berburu dan meramu yang ada

di Indonesia!

Jawaban :

Manusia purba pada masa berburu dan meramu memiliki corak kehidupan yakni

dalam hal pola hunian yang masih nomaden, mata pencahariannya berburu dan

mengumpulkan makanan.

6.      Tipe C6 (Evaluasi)

Evaluasi adalah kemampuan untuk menentukan nilai suatu materi, pernyataan,

laporan, cerita atau lainnya dengan tujuan tertentu.

Soal Uraian C6

Pembukaan lahan yang dilakukan oleh nenek moyang kita dengan penebangan

pohon sebenarnya termasuk kedalam kearifan lokal. Apa pendapatmu tentang

pernyataan tersebut. Dan bandingkan dengan kegiatan pembakaran hutan yang

terjadi saat ini.


Jawaban :

Penebangan pohon pada masa nenek moyang kita tidaklah membabibutas eperti

yang terjadi pada masa sekarang. Pada masa nenekmoyang telah ada sikap untuk

melestarikan keberadaan lingkungan sehingga dapat dikatakan bahwa kearifan

lokal yang telah diwariskan ini harusnya lebih banyak di sosialisasikan kembali

ketengah masyarakat.

Contoh Soal KeTiga

1. C1 (Pengetahuan)

Apa definisi pertumbuhan ekonomi menurut kuznets?

Jawab:

Pertumbuhan ekonomi menurut kuznets adalah kenaikan kapasitas dalam

jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai

barang ekonomi kepada penduduknya.

2. C2 Pemahaman.

 Jelaskan apa yang dimaksud dengan tenaga kerja menurut UU No. 13 Tahun

2003!

Jawab:

Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna

menghasilkan barang atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun

orang banyak (masyarakat).


3. C3 Penerapan

Bagaimana cara mengatasi pengangguran struktural?

Jawab:

Cara mengatasi pengangguran struktural, yaitu:

a.    Mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk mengisi formasi kerja yang

lowong.

b.    Memindahkan tenaga kerja dari tempat kerja yang tidak membutuhkan ke

tempat kerja yang membutuhkan.

c.    Meningkatkan mobilitas modal dengan tenaga kerja dengan membekali

keahliannya.

d.   Mendirikan industri yang bersifat padat karya dan bukan padat modal.

4. C4 Analisis

Hubungan jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja!

Jawab:

Semakin besar jumlah penduduk maka akan semakin besar pula angkatan

kerja-nya karena mempunyai hubungan atau korelasi langsung misalnya dengan

porsi 45%. Sedangkan kesempatan kerja ditentukan oleh banyaknya investasi

yang dilakukan oleh pengusaha baik dari dalam maupun luar negeri serta

pemerintah untuk menggerakkan roda perekonomian di daerah atau negara

tersebut. Jadi korelasi kesempatan kerja adalah dengan investasi.


5. C5 Sintesis

Mengapa pengangguran bisa terjadi!

Jawab:

Penganguran jika di lihat dari penyebabnya maka dapat di golongkan sebagai

berikut:

a.       Pengangguran struktural, yaitu pengangguran terjadi karena ketidak

cocokan antara keterampilan tenaga kerja yang dibutuhkan dan keterampilan

tenaga kerja yang tersedia.

b.      Pengangguran siklikal, yaitu pengangguran terjadi karena naik turunya

aktifitas atau karena perekonomian suatu negara.

c.       Pengangguran musiman, yaitu pengangguran terjadi karena perubahan

permintaan terhadap tenaga kerja yang sifat nya berkala.

d.      Pengangguran friksional yaitu pengangguran terjadi karena pergantian

pekerjaan atau pergeseran tenaga kerja.

6. C6 Evaluasi

Coba berikan kesimpulan mengenai Teori Nilai Pasar dari Humme dan Locke!

Jawab:

Teori nilai pasar (Humme and Lock) : Nilai suatu barang sangat bergantung pada

permintaan dan penawaran benda di pasa


PENSKORAN

No Indikator Skor
1 ……………… 4 3 2 1
2 ……………… 4 3 2 1
3 ……………… 4 3 2 1

Kriteria

Skor 4 diberikan jika setiap indicator dijawab dengan baik dan benar

Skor 3 diberikan jika setiap indicator dijawab dengan sedikit kesalahan

Skor 2 diberikan jika setiap indicator dijawab dengan setengah benar

Skor 1 diberikan jika setiap indicator dijawab dengan banyak kesalahan.

3. Portofolio sebagai hasil karya dan Portofolio sebagai model asesmen

 Portofolio sebagai hasil karya

Portofolio adalah kumpulan dari hasil karya seseorang ataupun dokumen baik

perorangan, kelompok, instansi, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang

bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses pekerjaan

dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan


Cara Membuat Portofolio

Portofolio merupakan kunci awal Anda dipanggil untuk ke tahap selanjutnya,

dengan portofolio yang baik kemungkinan diterima akan sedikit meningkat.

Berikut ini cara membuat portofolio yang benar:

1. Buatlah daftar isi terlebih dahulu

Karena portofolio adalah dokumen dari berbagai pencapaian dan prestasi

yang pernah Anda raih, maka membuat daftar isi merupakan hal yang

pertama kali harus Anda lakukan, daftar isi akan mempermudah klien

dalam mencari informasi khusus tentangmu.

2. Melampirkan CV atau resume

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa CV dan portofolio merupakan dua

hal yang berbeda, data diri lengkap perlu dilampirkan agar klien

mengetahui detail tentang Anda.

3. Menguraikan tujuan atau pencapaian

Hal yang paling inti dari portofolio adalah menguraikan tujuan dan juga

pencapaianmu, hal ini dapat memperlihatkan bahwa Anda adalah orang

yang memiliki visi dan misi kedepan. Pencapaian tujuan dibagi

berdasarkan waktu yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

4. Menguraikan Skill dan pengalaman Anda

Banyak orang yang melihat portofolio dari keterampilan dan pengalaman,

dari sini bisa terlihat skill dan kemampuan yang Anda miliki cocok atau

tidak untuk mereka. Uraikan secara lengkap dan jelas agar klien dapat

memahamimu dengan jelas. Disini bisa ditambahkan keunggulanmu di


dalam bekerja untuk meyakinkan, misalnya pada portofolio desain Anda

dapat menambahkan keahlian desain apa saja yang dimiliki.

5. Melampirkan Hasil Karya

Pada bagian ini anda melampirkan contoh hasil karya yang pernah

dilakukan dan pencapaian yang telah dilakukan merupakan bukti bahwa

skill yang Anda miliki benar-benar sudah terakui. Lampiran hasil karya

bisa berupa teks, foto, sertifikat, bahkan video. Misalnya Anda melamar

bagian desain maka portofolio desain yang harus dilampirkan.

Melampirkan hasil karya, pencapaian, dan penghargaan dapat menambah

penilaian portofolio.

 Assesmen portofolio

  Adalah asesmen yang terdiri dari kumpulan hasil karya peserta didik (bisa

berasal dari asesmen autentik) yang disusun secara sistematik, sehingga

menunjukkan dan membuktikan upaya, hasil, proses, dan kemajuan (progress)

belajar yang dilakukan peserta  didik  dalam  jangka  waktu  tertentu. Portofolio

bisa  bertindak  hanya sebagai koleksi/kumpulan hasil karya peserta didik, tetapi

bisa juga bertindak sebagai asesmen.

Hal yang harus diperhatikan, jika kita ingin menggunakan portofolio sebagai

instrument asesmen adalah:
a.  Hendaknya   memiliki  criteria  penilaian  yang  jelas.

b.  Informasi atau hasil karya yang didokumentasikan dapat berasal dari semua

orang yang mengetahui peserta didik secara baik, seperti : guru, rekan sesama

siswa, guru mata pelajaran   lain,   dan  sebagainya.

c. Dapat terdiri dari berbagai bentuk informasi, seperti: karangan, hasil lukisan,

skor tes,      foto  hasil  karya,  dll

d.  Kualitas portofolio harus senantiasa ditingkatkan dari waktu ke waktu

berdasarkan       hasil   karya   yang  memenuhi  kriteria.

e. Setiap mata pelajaran mungkin mempunyai bentuk portofolio yang sangat

berbeda      dengan   mata  pelajaran  lainnya

f.  Harus terbuka bagi orang-orang yang secar langsung berkepentingan dengan

hasil karya,  seperti   :  guru,  sekolah,  orang  tua   siswa,  dan  siswa  itu  sendiri.

Langkah-langkah yang harus dilalui dalam mengimplementasikan asesmen

portofolio, yaitu  :

a.  Tahap  persiapan

1) Mengidentifikasi atau menetapkan tujuan pembelajaran yang akan diases

dengan      asesmen   portofolio

2) Menjelaskan kepada peserta didik bahwa akan dilaksanakan asesmen portofolio

untuk      mengases  tujuan   tertentu  atau  keseluruhan  tujuan  pembelajaran.

3) Menjelaskan bagian mana dan seberapa banyak kinerja dan hasil karya yang

secara      minimal harus tercantum atau disertakan dalam portofolio, dalam


bentuk apa, dan      bagaimana  kinerja  atau  hasil  kerja  itu  akan  diases.

4) Menjelaskan bagaimana hasil karya tersebut harus disajikan

b.  Tahap  pelaksanaan

1)  Guru  mendorong  dan  memotivasi  peserta  didik.

2) Guru melakukan pertemuan secara rutin dengan peserta didik guna

mendiskusikan       proses pembelajaran yang akan menghasilkan karya peserta

didik, sehingga setiap       langkah peserta didik dapat memperbaiki kelemahan

yang mungkin terjadi

3)   Memberikan umpan balik secara berkesinambungan kepada peserta didik

4)   Memamerkan keseluruhan hasil karya yang disimpan dalam portofolio

bersama-sama       dengan karya keseluruhan peserta didik yang menjadi peserta

mata pelajaran tersebut

c.  Tahap  penilaian

1)  Menegakkan kriteria penilaian yang akan dilakukan bersama-sama atau

partisipasi peserta  didik.

2) Kriteria yang disepakati diterapkan secara konsisten, baik oleh pengajar siswa.

3) Arti terpenting dari tahap penilaian ini adalah self-assessment yang dilakukan

oleh peserta didik, sehingga peserta didik menghayati dengan baik kekuatan

dan kelemahannya

4) Hasil penilaian dijadikan tujuan baru bagi proses pembelajaran berikutnya.


Rubric

PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR

1. Penilaian Sikap

Perubahan Tingkah Laku


No Nama Siswa Percaya Diri Disiplin Kerjasama
BT MT MB SM BT MT MB SM BT MT MB SM
1 Ekal
2 Aisy
3 Zidan
4 ………
Keterangan:

BT : Belum Terlihat

MT : Mulai Terlihat

MB : Mulai Berkembang

SM : Sudah Membudaya

Berilah tanda centang () pada kolom yang sesuai

2. Penilaian pengetahuan:

Instrumen penilaian: tes tertulis (buku siswa)


3. Penilaian keterampilan:

 Rubrik Penilaian Unjuk Kerja (Menceritakan)

Perlu Bim-
Kriteria Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2)
bingan (1)
Kemampuan Siswa Siswa mence- Siswa Siswa

menceritakan menceritakan ritakan kem-bali menceritakan menceritakan

kembali hasil kembali hasil hasil dis-kusi kembali hasil hasil diskusi

diskusi diskusi kelompok kelompok diskusi dibantu guru

(penilaian dengan dengan meng- menggunakan sepenuhnya

kelompok) menggunakan gunakan baha-sa bahasa

bahasa Indonesia Indonesia dan Indonesia yang

yang baik sesekali dibantu dibantu dengan

deng-an penggunaan

penggu-naan bahasa daerah

bahasa daerah
Kepercayaan Tidak terlihat Terlihat Memerlukan Belum

diri dalam ragu-ragu raguragu bantuan guru memiliki

menceritakan keberanian

pengalaman menceritakan

masa kecil pengalaman

masa kecil
 Rubrik Penilaian Unjuk Kerja (Menyanyikan lagu)

Perlu Bim-
Kriteria Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2)
bingan (1)
Kemampua Memenuhi tiga Memenuhi Memenuhi Belum mampu

n bernyanyi aspek (hafal syair, dua dari tiga satu dari tiga memenuhi

nada tepat, dan aspek aspek semua aspek

ekspresif)
Kepercayaa Tidak terlihat ragu- Terlihat ragu- Memerlukan Belum berani

n diri ragu ragu bantuan guru tampil bernyanyi

4. Validitas dan reliabilitas

Sangat penting, karena sebuah penilaian pendidikan adalah proses untuk

mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik. Hasil penilaian

digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik

dan efektivitas proses pembelajaran. Fokus penilaian pendidikan adalah

keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang

ditentukan. Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa

Standar Kompetensi (SK), mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam

Kompetensi Dasar. Untuk tingkat satuan pendidikan, kompetensi yang harus

dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Sedangkan Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh

mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya
(Azwar 1986).Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai

validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau

memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran

tersebut. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data

yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran. Bila skor pada tes diberi lambang x

dan skor pada kriterianya mempunyai lambang y maka koefisien antara tes dan

kriteria itu adalah rxy inilah yang digunakan untuk menyatakan tinggi-rendahnya

validitas suatu alat ukur.

Pengukuran validitas sebenarnya dilakukan untuk mengetahui seberapa

besar (dalam arti kuantitatif) suatu aspek psikologis terdapat dalam diri seseorang,

yang dinyatakan oleh skor pada instrumen pengukur yang bersangkutan.

Sedangkan Reliabilitas adalah Suatu alat ukur yang dikatakan reliabel jika alat

ukur tersebut menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dengan alat tersebut

dapat dipercaya. Hal ini ditunjukkan oleh taraf keajegan (konsistensi) skor yang

diperoleh oleh para subjek yang diukur dengan alat yang sama, atau diukur

dengan alat yang setara pada kondisi yang berbeda. Dalam artinya yang paling

luas, realiabilitas alat ukur menunjuk kepada sejauh mana perbedaan-perbedaan

skor perolehan itu mencerminkan perbedaan-perbedaan atribut yang sebenarnya.

Reliabilitas alat ukur yang juga menunjukkan derajat kekeliruan

pengukuran tak dapat ditentukan dengan pasti, malainkan hanya dapat diestimasi.

5. Berikut ini adalah sebaran skor siswa:


No. Nama Skor
1. Aqeela 45
2. Ardiansyah 17
3. Azwar 25
4. Adifa 37
5. Dita 28
6. Dewi 42
7. Fikri 46
8. Ilham 32
9. Intan 21
10. Keisya 49
11. Lintang 30
12. Mona 12
13. Susan 22
14. Yusuf 38
15. Zainal 40

Pada ulangan akhir semester mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VI SD diujikan

50 butir soal. Selesaikan lah beberapa pertanyaan berikut.

(1) Urutkanlah siswa dengan nilai tertinggi,


No. Nama Skor
1. Keisya 49
2. Fikri 46
3. Aqeela 45
4. Dewi 42
5. Zainal 40
6. Yusuf 38
7. Adifa 37
8. Ilham 32
9. Lintang 30
10. Dita 28
11. Azwar 25
12. Susan 22
13. Intan 21
14. Ardiansyah 17
15. Mona 12
(2) Buatlah presentase tingkat penguasaan setiap siswa,
Presentase
No. Nama Skor = skor x 100
49
1. Keisya 49 10%
2. Fikri 46 10%
3. Aqeela 45 9%
4. Dewi 42 9%
5. Zainal 40 8%
6. Yusuf 38 8%
7. Adifa 37 8%
8. Ilham 32 7%
9. Lintang 30 6%
10. Dita 28 6%
11. Azwar 25 5%
12. Susan 22 5%
13. Intan 21 4%
14. Ardiansyah 17 4%
15. Mona 12 2%
(3) Jika guru memberikan nilai 10 kepada Keisya, maka bagaimana penilaian

terhadap teman-teman yang lain.