Anda di halaman 1dari 34

Menu Utama

DAFTAR PUSTAKA
pengertian

cara
penulisan

pengurutan
PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

BUKU
BUKU: ARTIKEL:
KUMP.ARTIKEL BUKU KUMP.ARTIKEL

BUKU SKRIPSI/ TESIS/


TERJEMAHAN DISERTASI

MAKALAH ARTI JURNAL

INTERNET MAJALAH

CD-ROM SURAT KABAR


LISAN
Contoh DAFPUS
BUKU SEBAGAI SUMBER ACUAN
1. nama pengarang,
2. tahun terbit,
3. judul buku,
4. tempat terbit,
5. nama penerbit.
Contoh :
Gadamer, Hans Georg. 2004. Kebenaran dan Metode: Pengantar
Filsafat Hermeneutika. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hamersma, Harry. 1985. Flsafat Eksistensi Karl Jaspers. Jakarta:
Gramedia.
Kattsoff, Louis O. 1997. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara
Wacana Yogya.
JIKA YANG DICANTUMKAN BUKAN NAMA
PENGARANG, MELAINKAN NAMA LEMBAGA YANG
MENERBITKAN, URUTAN PENYEBUTAN DI DALAM
DAFTAR PUSTAKA MENJADI SEBAGAI BERIKUT:

• nama
lembaga/badan/instansi
yang menerbitkan,
• tahun terbit,
• judul terbitan, dan
• tempat terbit.

Contoh :

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1979. Pedoman


Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Jakarta: Balai Pustaka.
JIKA YANG DICANTUMKAN BUKAN NAMA
PENGARANG DAN NAMA LEMBAGA YANG
MENERBITKAN, URUTAN PENYEBUTANNYA ADALAH
SEBAGAI BERIKUT:

• kata pertama judul buku/karangan,


• tahun terbit,
• judul buku/karangan (lengkap),
• tempat terbit, dan
• nama penerbit.

Himpunan Karangan Ilmiah di Bidang Perkotaan dan Lingkungan:


Masalah Perkotaan. 2002-2001. Jakarta: Bapedalda Provinsi DKI
Jakarta.
Himpunan Perundang-Undangan Bidang Pendidikan Tahun 2002 Buku
3. 2002. Jakarta: Navindo Pustaka Mandiri.
PENULISAN NAMA
PENGARANG
1. Nama pengarang ditulis selengkap-lengkapnya, tetapi gelar kesarjanaan
tidak dicantumkan.

2. Penulisan nama pengarang dilakukan dengan menyebutkan nama akhir


lebih dahulu, baru nama pertama (first name/Christian name). Nama akhir
yang ditulis lebih dahulu itu dipisahkan dengan tanda koma dari nama
pertama yang ditulis di belakang nama akhir. Cara penulisan itu berlaku
juga untuk nama Indonesia yang terdiri atas dua kata atau lebih.

William, Juanita H.
Hassan, Fuad.
Hariati, Darti.

Cara penulisan nama pengarang seperti itu tidak berlaku bagi


nama-nama Tionghoa karena pada nama Tionghoa unsur nama
yang pertama merupakan nama famili. Jadi, nama-nama
pengarang Tionghoa di dalam daftar pusataka tidak perlu dibalik
urutannya. Contoh: Tan Sie Gie.
Lie Tie Gwan.
3. JIKA DI DALAM BUKU YANG DIACU ITU NAMA YANG TERCANTUM
NAMA EDITOR, PENULISANNYA DILAKUKAN DENGAN
MENAMBAHKAN SINGKATAN ED. DI BELAKANG NAMA.
SINGKATAN ED., YANG DIAWALI DENGAN HURUF KAPITAL DAN
DIAKHIRI DENGAN TANDA TITIK, TIDAK DIGARISBAWAHI DAN
TIDAK DICETAK MIRING, DITEMPATKAN DI DALAM TANDA
KURUNG DENGAN JARAK SATU KETUKAN DARI NAMA EDITOR.

Mahoto, Ode (Ed.).


Koentjaraningrat (Ed.).

4. Jika pengarang terdiri dari dua orang, nama pengarang


pertama ditulis sesuai dengan ketentuan butir b., yaitu
dituliskan nama akhir lebih dahulu, sedangkan nama
pengarang kedua dituliskan menurut urutan hiasa. Di
antara kedua nama pengarang itu digunakan kata
penghubung dan (tidak digarisbawahi dan tidak dicetak
miring).
Soemardjan, Selo dan Marta Susilo.
5. JIKA PENGARANG TERDIRI DARI TIGA ORANG
ATAU LEBIH, DITULIS NAMA PENGARANG YANG
PERTAMA SAJA SESUAI DENGAN KETENTUAN
BUTIR B., LALU DITCIITIBAHKAN SINGKATAN
DKK. (BENTUK LENGKAPNYA ADALAH DAN
KAWAN-KAWAN) YANG TIDAK DIGARISBAWAHI
DAN TIDAK DICETAK MIRING.
Singarimbun, Salmon dkk.
Husada, Jan dkk.

6. Jika beberapa buku yang diacu itu ditulis oleh satu orang
pengarang, nama pengarang disebutkan sekali saja pada
buku yang disebut pertama, sedangkan untuk
selanjutnya cukup dibuat garis sepanjang sepuluh
ketukan yang diakhiri dengan tanda titik.

Hassan, Fuad.
___________.
TAHUN TERBIT

1. Tahun terbit dituliskan sesudah nama pengarang dan


dibubuhkan tanda titik sesudah tahun terbit.
Mahoto, Ode (Ed.). 1989.
Soemardjan, Selo dan Marta Susilo. 1983.
Singarimbun, Salmon dkk. 1991.

2. Jika heberapa buku yang dijadikan sumber pustaka ditulis


oleh satu orang pengarang dan diterbitkan di dalam tahun
yang sama, penempatan urutannya didasarkan pada urutan
abjad judul bukunya. Kriteria pembedanya adalah tahun
terbit, yaitu dibubuhkan huruf a, b, dan c sesudah tahun
terbit, tanpa jarak.

Hassan, Fuad. 1982a.


___________. 1982b.
3. JIKA BEBERAPA BUKU YANG DIJADIKAN
SUMBER PUSTAKA ITU DITULIS OLEH SATU
ORANG PENGARANG, TETAPI TAHUN TERBITNYA
BERBEDA, PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA
DILAKUKAN DENGAN URUTAN BERDASARKAN
UMUR TERBITAN (DARI YANG PALING LAMA
SAMPAI YANG PALING BARU).

Selano, Patti. 1976.


___________. 1987.

4.Jika buku yang dijadikan bahan pustaka itu tidak


menyebutkan tahun terbitnya, di dalam penyusunan
daftar pustaka disebut Tanpa Tahun. Kedua kata ini
diawali dengan huruf kapital dan tidak digarisbawahi
serta tidak dicetak miring.
Johan (Ed.). Tanpa Tahun.
Suharja, Bambang. Tanpa
Tahun.
JUDUL
BUKU
1. Judul buku ditempatkan sesudah tahun terbit dan
diberi garis bawah tiap-tiap katanya atau dicetak
miring dengan komputer. Kalau dicetak, kata-kata
yang bergaris bawah itu dicetak dengan huruf
miring. Judul ditulis dengan huruf kapital pada
awal kata yang bukan kata tugas, termasuk unsur
ulangan. Di belakang judul ditempatkan tanda
titik.
Contoh :
Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-Metode Penelitian Masyarakat.
Schimmel, Annemarie. 1986. Dimensi Mistik dalam Islam.
2. LAPORAN PENELITIAN, DISERTASI, TESIS,
SKRIPSI, ATAU ARTIKEL YANG BELUM
DITERBITKAN, DI DALAM DAFTAR PUSTAKA
DITULIS DENGAN DIAWALI DAN DIAKHIRI TANDA
PETIK.
Noprizal, Hendra. 1994. "Pembangunan Ekonomi Nasional".
Sucipto. 1982. "Penyuluhan Hukum".

3. Penulisan judul artikel yang dimuat di dalam buku


antologi (kumpulan karangan), surat kabar, atau
majalah dilakukan seperti pada butir 2. di atas.

Surachmad, Winarno. 1977. "Metode Penyajian Grafis".


Ali, Hasan. 1977. "Pengembangan Koperasi Pedesaan".
4. UNSUR-UNSUR KETERANGAN, SEPERTI JILID DAN
EDISI, DITEMPATKAN
SESUDAH JUDUL. KETERANGAN ITU DITULIS
DENGAN HURUF KAPITAL PADA AWAL KATA
KECUALI KATA TUGAS DAN DIAKHIRI DENGAN
TANDA TITIK.
Mochtar, Isa. .1983. Pengantar Ekonomi. Cetakan Kedua.
Schimmel, Annemarie. 1986. Dimensi Mistik dalam Islam. Terjemahan
oleh Sapardi Djoko Damono dkk. dari Mystical Dimension of
Islam (1975).
Syukur, Abdul. 1996. Cara Belajar Efektif. Jilid I.

5. Jika surnber acuan itu berbahasa asing, unsur-unsur


keterangan di Indonesiakan, seperti edition menjadi
edisi, volume menjadi jilid, seperti di bawah ini.

Rowe, D. dan I. Alexander. 1967. Selling Industrial Products.


Edisi Kedua.
TEMPAT TERBIT DAN NAMA PENERBIT
1. Tempat terbit sumber acuan, baik buku maupun terbitan lainnya,
ditempatkan sesudah judul atau keterangan judul (misalnya edisi,
jilid). Sesudah tempat terbit, dituliskan nama penerbit yang
dipisahkan oleh tanda titik dua dari tempat terbit dengan jarak satu
ketukan.
Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-Metode Penelitian Masyarakat.
Jakarta: Gramedia.
William, Juanita H. 1977. Psychology of Women. New York: W. W.
Norton.
2. Sesudah penyebutan nama penerbit ditempatkan tanda titik.
3. Jika lembaga penerbit dijadikan pengarang (ditempatkan pada jalur pertama),
tidak perlu disebutkan nama penerbit lagi.

Biro Pusat Statistik. 1963. Statistical Pocketbook of Indonesia. Jakarta.


BUKU YANG BERISI KUMPULAN
ARTIKEL

• Editor
• Tahun terbit
• Judul buku
• Tempat terbit
• Penerbit

Ali, Lukman dan Achadiati Ikram (Eds.). 1967. Bahasa


dan Kesusastraan sebagai Cermin Manusia Indonesia
Baru. Djakarta: Gunung.Agung.
BUKU YANG BERISI KUMPULAN ARTIKEL

• Editor
• Tahun terbit
• Judul buku
• Tempat terbit
• Penerbit

Ali, Lukman dan Achadiati Ikram (Eds.). 1967. Bahasa dan


Kesusastraan sebagai Cermin Manusia Indonesia Baru.
Djakarta: Gunung.Agung.
Artikel yang Terdapat dalam
Buku Kumpulan Artikel

Chung, Sandra. 1976. "On the Subject of Two Passives in Indonesian".


Dalam Charles N. Li dan Sandy Thompson (Ed.) Subject and Topic.,
57-98. New York: Academic Press.
Halim, Amran. 1974. "Edjaan jang Disempurnakan dan Perkembangan
Ilmu Bahasa". Dalam Supra, Djajanto, dan Lake (Ed.).
Kentjono, Djoko. 1967. "Penjempurnaan Edjaan Bahasa Indonesia".
Dalam All dan Ikram (Ed.). 1967.

Penjelasan Lebih
Lanjut
BUKU TERJEMAHAN

Amstrong, Thomas. 2002. Sekolah Para juara Menerapkan


Multiple Intelligence di Dunia Pendidikan. Terj. Yudhi Martanto.
Bandung: Kaifa.
Campbell, Don. 2002. Efek Mozart Memanfaatkan Kekuatan
Musik untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas,
dan Menyehatkan Tubuh. Terj. T Hermaya. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Kiyosaki, T Robert. 2003. Rech Dad Poor Dad. Terj. J. Dwi Helly
Purnomo, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
DISERTASI YANG DITERBITKAN

Keraf, Gregorius. 1978. Morfologi Dialek Lamalera. Disertasi UI 1978.


Ende/ Flores: Arnoldus.
Meyer, Scott T. 2001. The Element of Counceling. Disertasi State
University of Michican. New York: Brooks/Cole.
Siwi Purwanti. 2002. Partisipasi Remaja dalam Penghijauan Kota: Survei
pada Remaja di Kelurahan Sukapura Jakarta Utara. Disertasi
Universitas Negeri Jakarta. Jakarta: Rineka Cipta.

DISERTASI YANG BELUM DITERBITKAN

Hermana Sumantri. 2000. "Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dan


Beberapa Faktor Psikologis yang Mempengaruhinya." Disertasi
Universitas Negeri Jakarta. Jakarta.
Karibin Maryono Akhadiah Sabarti. 1983. "Pengaruh Materi Pengajaran
bahasa Indonesia, Lokasi Srkohh dan Jenis Kelamin terhadap
Kemampuan Penalaran Siswa SMP." Disertasi IKIP. Jakarta.
BUKU ACUAN
YANG BERUPA MAKALAH

Huda, N. 1991. “Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal”.


Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar
Bagi Dosen PTN dan PTS di Malang Angkatan XI, Pusat
Penelitian IKIP Malang, Malang, 12 Juli.
Karim, Z. 1987. “Tatakota di Negara-Negara Berkembang”.
Makalah disajikan dalam Seminar Tata Kota, BAPPEDA Jawa
Timur.
ARTIKEL DALAM JURNAL

Alisjahbana, S. Takdir. 1933. “Bahasa Indonesia”. Dalam


Poedjangga Baroe 1: 128-178.
Blom, P.A.F. 1906. "Het Maleische Werkwoord". Dalam IG
28.1:520-552.
Samsuri. 1960. "Sistem Fonem Indonesia dan Suatu
Penyusunan Edjaan Baru". Dalam Medan Ilmu
Pengetahuan. 1/4: 323-34 1.
INTERNET

Kumaidi. 1988. "Pengukuran Bekal Awal Belajar dan


Pengembangan Tesnya." Jurnal llmu Pendidikan,
(Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.Malangac.id, diakses
20 Januari 2000).
Scientific American. 2000. "Educational Tech will be Hot."
http://www.civic.com.
Supriadi, Dedi. March 1, 1999. "Restructuring The Shool
Book Pravison System in Indonesia: Some Recent
Intratives”. Jurnal EPAA, Online), Vol 7, No. 7, March 1,
1999, http://www.Epaa.asu.edu/education policy anlysis
archives.
MAJALAH SEBAGAI SUTNBER ACUAN
1. nama pengarang,
2. tahun terbit,
3. judul artikel,
4. nama majalah,
5. tahun terbitan keberapa (kalau ada),
6. nomor majalah atau bulan terbitan,
7. nomor halaman, dan
8. tempat terbit.

Contoh :
Suprapto, Riga Adiwoso. 1989. "Perubahan Sosial dan
Perkembangan Bahasa". Dalam Prisma XVIII (1):61-120. Jakarta
1. NAMA PENGARANG

Penjelasan mengenai nama pengarang buku berlaku juga


bagi nama pengarang artikel di dalam majalah.
2. Tahun Terbit
Penjelasan mengenai tahun terbit buku berlaku juga
bagi tahun terbit arlikel di dalam majalah, dengan catatan
bahwa di dalam ha13.7.1.2.b yang diurutkan abjad adalah
judul artikelnya.

3. Judul Artikel

Judul artikel ditempatkan di antara tanda petik. Huruf awal


katakata di dalam judul artikel ditulis dengan huruf kapital,
kecuali kata tugas.
4. NAMA MAJALAH
Nama majalah digarisbawahi, didahului oleh kata
Dalam (yang tidak ikut digarisbawahi) dan dengan
komputer dicetak miring. Seperti judul artikel juga,
huruf awal kata-kata di dalam nama majalah ditulis
dengan huruf kapital, kecuali kata tugas.

5. Tahun Terbit

Jika tahun terbitan dicantumkan pada majalah yang


diacu, dengan jarak satu ketukan tahun terbitan ditulis
tanpa dipisahkan dengan tanda baca apa pun dari nama
majalah. Keterangan tahun terbitan dinyatakan dengan
angka Romawi.
RUJUKAN DARI ARTIKEL DALAM JURNAL
DARI CD-ROM

Krashen, S., M. Long dan R. Scarcella. 1979. Age, Rate and


Eventual Attainment in Secon Language Acquisition.
TESOL Quarterly, 13:573-82. (CD-ROM: TESOL Quarterly
Digital, 1997).
Surat Kabar sebagai Sumber Acuan

• nama pengarang,
• tahun terbit,
• judul artikel,
• nama surat kabar,
• tanggal terbit, dan
• tempat terbit.
Contoh

Tabah, Anton. 1989. "Polwan Semakin Efektif dalam


Penegakan Hukum". Dalam Suara Pembaruan, 1
September 1989. Jakarta.

Tajuk Rencana, Artikel Tanpa Nama

Jawa Pos. 22 April 1995. “Wanita Kelas Mandiri”, hlm. 3.


Kompas. 24 September 2004. Tajuk Rencana, "Membangun Perangkat
Lunak Demokrasi,“ hlm. 3.
Kompas. 24 September 2004. Tajuk Rencana "Sekjen PBB Ingatkan
Bahaya Pelanggaran Hukum Tanpa Malu,“ hlm. 3.
1. Penjelasan mengenai nama pengarang buku berlaku juga bagi nama
pengarang artikel di dalam surat kabar.
2. Penjelasan mengenai tahun terbit artikel di dalam majalah berlaku
juga bagi tahun terbit artikel di dalam surat kabar.
3. Penjelasan mengenai judul artikel di dalam majalah berlaku juga
bagi judul artikel di dalam surat kabar.
4. Penjelasan mengenai nama majalah berlaku juga bagi nama surat
kabar.
5. Keterangan tanggal terbit memuat tanggal, bulan, dan tahun terbit,
nama bulan ditulis lengkap, tanggal dan tahun terbit dinyatakan
dengan angka Arab. Nama surat kabar dan tanggal dipisahkan oleh
tanda koma, sedangkan sesudah tanggal terbit digunakan tanda titik.
6. Penjelasan mengenai tempat terbit majalah berlaku juga bagi tempat
terbit surat kabar.
WAWANCARA, INTERVIEW RADIO
DAN TELEVISI

Natabaskara, Roni. 14 Agustus 2004. Interview Televisi, "Pentingnya


Penyuluhan untuk Membuat Masyarakat Berpikir Logis." Jakarta:
Rajawali Citra Televisi Indonesia.
Sugianto, Bedjo. 15 Agustus 2004. Interview Televisi, "Mahalnya Uang
Pangkal di PTN bagi Calon Mahasiswa Baru." Jakarta: Televisi
Pendidikan Indonesia.
WAWANCARA, INTERVIEW RADIO
DAN TELEVISI

Natabaskara, Roni. 14 Agustus 2004. Interview Televisi, "Pentingnya


Penyuluhan untuk Membuat Masyarakat Berpikir Logis." Jakarta:
Rajawali Citra Televisi Indonesia.
Sugianto, Bedjo. 15 Agustus 2004. Interview Televisi, "Mahalnya Uang
Pangkal di PTN bagi Calon Mahasiswa Baru." Jakarta: Televisi
Pendidikan Indonesia.

Antologi sebagai Sumber Acuan

Tiap-tiap penyebutan keterangan, kecuali penyebutan tempat terbit,


diakhiri dengan tanda titik. Sesudah tempat terbit diletakkan tanda titik
dua.
• nama pengarang, • judul antologi,
• tahun terbit karangan, • nomor halaman,
• judul karangan,
• tempat terbit, dan
• nama penghimpun/editor,
• nama penerbit.
• tahun tcrbit antologi,
Kartodirdjo, Sartono. 1977. "Metode Penggunaan Bahan Dokumen". Dalam
Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-Metode Penelitian Masyarakat.
Hlm. 67-92. Jakarta: Gramedia.
Kramers, J.W. 1931. "Geography and Commerce". Dalam Thomas Arnold dan
Alfred Guillame (Ed.). 1931. The Legacy of Islam. London: Oxford
University Press.
• Penjelasan mengenai nama pengarang buku berlaku juga bagi
nama pengarang karangan di dalam antologi.
• Penjelasan mengenai tahun terbit artikel di dalam majalah berlaku
juga bagi tahun terbit karangan yang dimuat di dalam antologi. Jika
tahun terbit karangan tidak dinyatakan, yang dicatat ialah tahun
terbit antologi.
• Penjelasan mengenai judul artikel di dalam majalah berlaku juga bagi
judul karangan di dalam antologi.
• Nama penghimpun/editor didahului oleh kata Dalam--tidak digarisbawahi
dan tidak dicetak miring--dan urutan nama tidak dibalik. Singkatan (Ed.)
yang diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik
ditempatkan di dalam tanda kurung dengan jarak satu ketukan dari nama
editor. Setelah tanda kurung diletakkan tanda titik.
• Ada kalanya sebuah antologi menghimpun karangan dari tahun yang
berbeda-beda. Oleh karena itu, tahun terbit antologi perlu dicantumkan
pula dan diikuti dengan tanda titik.
• Huruf awal kata-kata di dalam judul diketik dengan huruf kapital, kecuali
kata tugas. Judul diberi garis bawah kata den-ii kata atau dicetak miring,
diakhiri dengan tanda titik. Nomor Halaman
• Nomor halaman tempat karangan di dalam antologi dicantumkan setelah
judul antologi dan sebelum tempat terbit dengan didahului Hlm.
(halaman) yang tidak digarisbawahi dan tidak dicetak miring.
• Penjelasan mengenai tempat terbit dan nama penerbit buku berlaku juga
bagi tempat terbit dan nama penerbit antologi.
TAJUK RENCANA, ARTIKEL
TANPA NAMA

Jawa Pos. 22 April 1995. “Wanita Kelas Mandiri”, hlm. 3.


Kompas. 24 September 2004. Tajuk Rencana, "Membangun Perangkat
Lunak Demokrasi,“ hlm. 3.
Kompas. 24 September 2004. Tajuk Rencana "Sekjen PBB Ingatkan
Bahaya Pelanggaran Hukum Tanpa Malu,“ hlm. 3.