Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

MANAJEMEN PROMOSI KESEHATAN


“ORGANISASI”

Oleh
Kelompok 7

Afifah Salsabila (186110731)


Drisya Melani
Sella Rahayu Saputri (186110763)
Silvi Salsabila

DOSEN PEMBIMBING :
John Amos, SKM, M.Kes

PRODI S1 TERAPAN PROMOSI KESEHATAN


JURUSAN PROMOSI KESEHATAN
POLTEKKES KEMENKES PADANG
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
makalah Manajemen Promosi Kesehatan mengenai “Organisasi”. .
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Kami berharap dengan penulisan
makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi para
pembaca pada umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan dan
meningkatkan prestasi di masa yang akan datang.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
dari makalah ini, kita dapat menambah pengetahuan dan member manfaat bagi
semua.

Padang. Februari 2020

Penulis

DAFTAR ISI

i
KATA PENGANTAR ..................................................................................i
DAFTAR ISI ................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................1
A. Latar Belakang.........................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................1
C. Tujuan Masalah.......................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN ..............................................................................2
A. Pengertian Organisasi..............................................................................2
B. Fungsi Organisasi....................................................................................2
C. Jenis Organisasi.......................................................................................2
D. Bentuk Struktur Organisasi......................................................................2
E. Contoh Struktur Organisasi Promosi Kesehatan.....................................2
BAB III PENUTUP ....................................................................................10
A. Kesimpulan ...........................................................................................10
B. Saran......................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Organisasi & manajemen memiliki hubungan yang erat. Organisasi adalah
wadah atau tempat manajemen melakukan kegiatan, sedangkan manajemen
merupakan suatu proses yang dilakukan oleh satu orang atau lebih untuk
mengoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain dalam mencapai hasil atau tujuan.
Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau seni untuk mengatur profesional
kesehatan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan.
Organisasi & Manajemen Kesehatan merupakan buku sempurna yang
membahas secara detail konsep dasar manajemen dan organisasi, fungsi
manajemen, perencanaan kesehatan, fungsi pengorganisasian hingga gambaran
tentang manajemen pelayanan kesehatan di Indonesia. Buku ini telah berhasil
memasukkan konsep manajemen dan organisasi secara umum ke dalam bidang
kesehatan sehingga blended dan menyatu. Oleh sebab itu, tidak diragukan lagi
bahwa buku ini memang disiapkan untuk mencetak calon-calon manajer
organisasi pelayanan kesehatan yang andal di kemudian hari.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan organisasi?
2. Apa saja fungsi organisasi?
3. Apa saja jenis organisasi?
4. Bagaimana bentuk struktur organisasi
5. Jelaskan contoh struktur organisasi promosi kesehatan?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui organisasi
2. Untuk mengetahui fungsi organisasi
3. Untuk mengetahui jenis organisasi
4. Untuk mengetahui bentuk struktur organisasi
5. Untuk mengetahui contoh struktur organisasi promosi kesehatan

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Organisasi
Organisasi berasal dari kata “Organon” dalam bahasa Yunani yang berarti
alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada
dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan
disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :
 Chester I. Barnad, (1938): “Organization as a system of cooperatives of two
or more persons” (Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau
lebih.
 Edwin B. Flippo menyatakan bahwa: organisasi adalah sistem hubungan
antara sumebr daya (among rsources) yang memungkikankan pencapaian
sasaran.
 James D. Mooney berpendapat bahwa: “Organization is the form of every
human association for the attainment of coomon purpose” (Organisasi adalah
setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama. (dalam Djatmiko,
2003:2).
 Gitosudarmo (2000:1), mengemukakan pengertian organisasi adalah suatu
sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur
dan berulang-ulang oleh sekolmpok orang untuk mencapai suatu tujuan.
 Nawawi, (2000:8), menyatakan pendapatnya tentang pengertian organisasi
dari dua segi yaitu pengerian organisasi secara statis dan dinamis yaitu :
a. Pengertian Statis: Organisasi adalah wadah berhimpun sejumlah
manusia karena memiliki kepentingan yang sama. Statis dalam artui
bahwa setiap orgnisasi memiliki struktur yang cenderung tidak berubah-
ubah disamping itu posisi, status dan jabatan juga cenderungt permanen.
b. Pengertian Dinamis : Proses kerjasama sejumlah manusia (dua orang
atau lebih) untuk mencapai tujuan bersama. Dinamis dalam arti bahwa
kerjasama berlangsung secara berkelanjutan atau proses yang selalu
mungkin menjadi lebih efektif dan efesien, sebaliknya juga semakin
kurang efektif atau kurang efesien. Disamping itu interaksi antar manusia

2
didalam organisasi tidak pernah sama dari waktu ke waktu.
Dari pengertian organisasi sebagaimana telah diuraikan di atas, pada
dasarnya memiliki 4 (empat) unsur pokok (Nawawi, 2008) yaitu :
1. Manusia : Unsur ini dari segi jumlah terdiri dari dua orang atau lebih.
2. Filsafat : Manusia yang menghimpun diri dalam organisasi, dengan hakekat
kemanusiaannya, menjalani kehidupan bersama berdasarkan filsafat yang sama,
sehingga
memungkinkan terwujudnya kerjasama.
3. Proses : Organisasi sebagai perwujudan interaksi antar manusia yang
menghasilkan kerjasama, tidak pernah berhenti selama manusia berhimpun
didalamnya. Oleh sebab itu kerjasama tersebut sebagai kegiatan yang berlangsung
sebagai proses.
4. Tujuan. Organisasi didirikan manusia adalah karena kesamaan kepentingan,
baik dalam rangka mewujudkan hakekat kemanusiannya maupun secara
berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhannya.
Ini berarti bahwa dalam setiap organisasi selalu ada atau beberapa orang
yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan sejumlah orang yang
bekerjasama tadi dengan segala aktivitasnya. Dalam banyak hal orang yang
bertanggung jawab tadi juga harus mengkoordinasikan aneka ragam kegiatan
sekumpulan orang yang lazimnya mempunyai kepentingan yang berbeda.
Ketentuan yang seharusnya disetujui bersama, sering tidak diketahui oleh
semuanya dan malah mungkin terpaksa disetujui. Hal ini banyak terlihat hampir
di semua organisasi baik pemerintah maupun swasta.
Dengan kata lain bahwa pengertian organisasi akan semakin kompleks,
strukturnya menjadi rumit, dan tingkat formalitasnya menjadi besar dan semua itu
akan mempengaruhi orang-orang yang bekerjasama di dalam organisasi tersebut.
Ini berarti dimensi manusia merupakan hal yang sangat urgen dalam
organisasi. Dengan demikan dapat disimpulkan bahwa semua organisasi memiliki
kesamaan, yang berbeda hanyalah bidang geraknya karena didasari oleh berbagai
kepentingan manusia yang terhimpun di dalamnya. Hasibuan,2006:6,
mengemukakan bahwa organisasi dilihat dari tujuannya dikenal dengan organisasi
perusahaan (business organization) dan organisasi social (public organization).

3
Organisasi perusahaan bertujuan mendapatkan laba dan prinsip kegiatannya
ekonomi rasional. Organsasi social bertujuan memberikan pelayanan sedang
prinsip kegiatannya ialah pengabdian social.

2.4 Bentuk Organisasi


1. Ditinjau dari Jumlah Pucuk Pimpinan
a) Bentuk organisasi tunggal. Organisasi yang pucuk pimpinannya
ada di tangan seorang. Sebutan jabatan untuk bentuk tunggal antara
lain Presiden, Direktur, Kepala, Ketua; di dalam struktur organisasi
pemerintahan dikenal sebutan jabatan Menteri, Gubernur, Bupati,
Walikota, Walikota madya, Camat, Lurah; dalam struktur
organisasi perguruan tinggi dikenal sebutan jabatan Rektor, Dekan.
b) Bentuk organisasi jamak. Organisasi yang pucuk pimpinannya ada
di tangan beberapa orang sebagai satu kesatuan. Sebutan jabatan
yang digunakan antara lain Presidium, Direksi, Direktorium,
Dewan, Majelis.
2. Ditinjau dari Saluran Wewenang
a) Bentuk organisasi jalur. Organisasi yang wewenang dari pucuk
pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di
bawahnya dalam semua bidang pekerjaan, baik pekerjaan pokok
maupun pekerjaan bantuan.
b) Bentuk organisasi fungsional. Organisasi yang wewenang dari
pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di
bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu; pimpinan tiap bidang
berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang
menyangkut bidang kerjanya.
c) Bentuk organisasi jalur dan staff. Organisasi yang wewenang dari
pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi di
bawahnya dalam semua bidang pekerjaan baik pekerjaan pokok
maupun pekerjaan bantuan; dan di bawah pucuk pimpinan atau
pimpinan satuan organisasi yang memerlukan diangkat pejabat
yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat

4
memberikan nasehat tentang keahlian tertentu.
d) Bentuk organisasi fungsional dan staff. Organisasi yang wewenang
dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi
di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap
bidang kerja dapat memerintah semua pelaksana yang ada
sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan di bawah pucuk
pimpinan atau pimpinan satuan diangkat pejabat yang tidak
memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan
nasehat tentang bidang keahlian tertentu.
e) Bentuk organisasi fungsional dan jalur. Organisasi yang wewenang
dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi
di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan tiap
bidang kerja berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada
sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan tiap-tiap satuan
pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang
kerja.
f) Bentuk organisasi jalur, fungsional dan staff. Organisasi yang
wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan
organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu, pimpinan
tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada
sepanjang menyangkut bidang kerjanya; dan tiap-tiap satuan
pelaksana ke bawah memiliki wewenang dalam semua bidang
kerja; dan di bawah pucuk pimpinan atau pimpinan bidang
diangkat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi
hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.

BAB III

5
PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

6
7