Anda di halaman 1dari 1

MEKANISME PEMBEKUAN DARAH

Semua peneliti-pemeliti dalam bidang pembekuan darah setuju bahwa pembekuan melalui tiga
langkah utama :

1. Sebagai respon terhadap rupturnya pembuluh darah atau kerusakan darah itu sendiri,
rangkaiann reaksi kimiawi yang kompleks terjadi dalam darah yang melibatkan lebih dari selusin
factor pembekuan darah. Hasil akhirnya adalah terbentuknya suatu kompleks substansi
teraktivasi yang secara kolektif disebut activator protrombin
2. Activator protrombin mengatalisis pengubahan protrombin menjadi thrombin
3. Thrombin bekerja sebagai enzim untuk mengubah fibrinogen menjadi benang fibrin yang
merangkai trombosit, sel darah, dan plasma untuk membentuk bekuan

 Perubahan protrombin menjadi thrombin

Pertama, activator protrombin terbentuk sebagai akibat rupturnya pembuluh darah atau
sebagai akibat kerusakann pada zat-zat khusus dalam darah.
Kedua, activator protrombin, dengan adanya ion ca ++ dalam jumlah yang mencukupi, akan
menyebabkan perubahan protrombin menjadi thrombin.
Ketiga, thrombin menyebabkan polimerisasi molekul-molekul fibrinogen menjadi benang-
benang fibrin dalam waktu 10 sampai 15 detik berikutnya. Jadi, factor-faktor yang membatasi
kecepatan pembekuan darah biasanya adalah pembentukan activator protrombin dan bukan
reaksi-reaksi berikutnya, karena langkah akhir biasanya terjaid sangat cepat untuk membentuk
bekuan itu sendiri.

 Perubahan fibrinogen menjadi fibrin pembentuk bekuan

Karena ukuran molekulnya yang besar, dalam keadaan normal hanya sedikit fibrinogen yang
bocor dari pembuluh darah kedalam cairan interstisial ; dan arena fibrinogen merupakan satu
factor yang pokok dalam proses pembekuan, cairan interstisila biasanya tidak dapat membeku.
Namun, bila permeabiilitas kapiler meningkat secara patologis, fibrinogen akan bocor kedalam
cairan jaringan dalam jumlah yang cukup untuk menimbulkan pembekuan cairan ini dengan cara
yang hamper sama seperti plasma dan darah yang dapat membeku.