Anda di halaman 1dari 22

TELAAH KURIKULUM KTSP, KURIKULUM 2013,

DAN KURIKULUM 2013 REVISI

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas


Mata kuliah Telaah Kurikulum
Dosen Pengampu: Prinanda Gustarina R, M.Pd

Disusun Oleh:
Kelompok 1 PLB A2/VI
Indah Arum Purnamasari 41032102171055
Maya Ainun Winalda 41032102171091
Wiwin Winarti 41032102171076
Isma Nurul Latifah 41032102171019
Irvan Dwi Novaldi 41032102171093

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR BIASA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur seraya penyusun panjatkan ke hadirat Allah


Subhanahuwata’ala atas karunia, rahmat, dan nikmat-Nyalah penyusunan makalah
ini dapat terselesaikan.
Makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Telaah Kurikulum.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu sangatlah penyusun harapkan saran
dan kritik dari semua pihak, khususnya para pembaca.
Harapan penyusun semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi
penyusun, umumnya bagi para pembaca.

Bandung, Februari 2020

PENYUSUN

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii

DAFTAR ISI.............................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................2

A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan....................................................2

B. Kurikulum 2013...........................................................................................10

C. Kurikulum 2013 Revisi................................................................................14

D. Persamaan dan Perbedaan KTSP dan Kurikulum 2013..........................14

BAB III KESIMPULAN..........................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................19

iii
BAB I

PENDAHULUAN

Kurikulum merupakan salah satu bagian penting terjadinya suatu proses


pendidikan. Karena suatu pendidikan tanpa adanya kurikulum akan kelihatan
amburadul dan tidak teratur. Hal ini akan menimbulkan perubahan dalam
perkembangan kurikulum, khususnya di Indonesia.
Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan,
dan sekaligus digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar
mengajar pada berbagai jenis dan tingkat sekolah. Kurikulum menjadi dasar
dan cermin falsafah pandangan hidup suatu bangsa, akan diarahkan kemana
dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa ini di masa depan, semua itu
ditentukan dan digambarkan dalam suatu kurikulum pendidikan. Kurikulum
haruslah dinamis dan terus berkembang untuk menyesuaikan berbagai
perkembangan yang terjadi pada masyarakat dunia dan haruslah menetapkan
hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
Sejak isu reformasi pendidikan digulirkan, maka banyak bermunculan
gagasan-gagasan pembaharuan pendidikan. Reformasi sebagai sebuah
gerakan yang memiliki perspektif sejarah politik monumental, karena era
reformasi menjadi era pemerintahan substitusi pemerintahan orde baru.
Tentunya gagasan reformasi pendidikan ini memiliki momentum yang amat
mendasar dan berbeda dengan gagasan yang sama pada era sebelumnya. Arah
reformasi dalam mewujudkan pengembangan pendidikan terkait dengan
kebijakan kurikulum adalah ikut diperbaharuinya kurikulum yang ada
sebelumnya dari kurikulum 1994 diperbaharui menjadi kurikulum 2004 atau
KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Selang dua tahun kemudian KBK
pun telah mengalami pembaharuan kembali menjadi KTSP (Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan) atau kurikulum 2006.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


a. Pengertian KTSP
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006
adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP
secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan
mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
untuk pendidikan dasar, dan menengah sebagaimana yang diterbitkan
melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor
22 Tahun 2006, dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan
Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP).
b. Komponen KTSP
1. Tujuan
Tujuan pendidikan disini terklasifikasikan menjadi dua hal yang
pertama tujuan pendidikan itu sendiri dan yang kedua visi dan misi
satuan pendidikan:
a.) Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan setiap satuan pendidikan mengacu pada
Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) dan
dikembangkan berdasarkan tujuan pendidikan setiap satuan
pendidikan, yakni:
1.) Pendidikan Dasar, yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan
SMP/MTs/SMPLB/Paket B bertujuan: Meletakkan dasar

2
3

kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta


keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut.
2.) Pendidikan Menengah yang terdiri atas
SMA/MA/SMALB/Paket C bertujuan: Meningkatkan
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut.
3.) Pendidikan Menengah Kejuruan yang terdiri atas SMK/MAK
bertujuan: Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup
mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan
kejuruannya.
b.) Visi dan Misi Satuan Pendidikan
Gaffar (1994) mengemukakan bahwa visi adalah daya
pandang yang jauh, mendalam dan meluas yang merupakan daya
pikir yang abstrak, yang memiliki kekuatan yang amat dahsyat dan
dapat menerobos segala batas-batas fisik dan tempat. Sedangkan
Morrisey (1997) mengemukakan bahwa visi adalah representasi
dari apa yang diyakini sebagai bentuk organisasi di masa depan
dalam pandangan pelanggan, karyawan, pemilik dan steakholder
lainnya.
Visi dan misi satuan pendidikan dapat dikembangkan oleh
lembaga masing-masing dengan memperhatikan potensi dan
kelemahan masing-masing. Sebaiknya visi dan misi satuan
pendidikan bukan hanya rumusan yang hampa makna, tetapi
merupakan acuan yang sarat dengan makna, sehingga mewarnai
seluruh kegiatan di satuan pendidikan tersebut.
2. Struktur dan Muatan KTSP
Struktur dan muatan kurikulum dalam KTSP meliputi:
a.) Mata Pelajaran
4

Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat


satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang
tercantum dalam SI Standar Isi, dan meliputi lima kelompok mata
pelajaran sebagai berikut:
(1)   Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
(2)   Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
(3)   Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
(4)   Kelompok mata pelajaran estetika.
(5)   Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
b.) Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan ekstra kurikuler untuk
mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas
dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya
tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau
terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri.
Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak
terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal
merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus
mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan.
c.) Pengembangan diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat,
setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan
pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor,
guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam
bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Pengembangan diri untuk satuan pendidikan khusus menekankan
pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan
kebutuhan khusus peserta didik. Pengembangan diri bukan
5

merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri


dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata
pelajaran.
d.) Beban belajar
Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat
satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB baik
katagori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK
katagori standar. Beban Belajar dalam sistem kredit semester
(SKS) dapat digunakan oleh SMP/MTs/SMPLB katagori mandiri,
dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK katagori standar. Beban
belajar dalam sistem kredit semester (SKS) digunakan oleh
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK katagori mandiri.
Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem
paket dialokasikan sebagaiman tertera dalam struktur kurikulum.
Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat
jam pembelajaran perminggu secara keseluruhan. Pemanfaatan
jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan
peserta didik dalam mencapai kompetensi.
Alokasi untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% –
40%, SMP/MTs/SMPLB 0% – 50% dan
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% – 60% dari waktu kegiatan
tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan
alokasi waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta
didik dalam mencapai kompetensi.
Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktek di
sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di
luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Alokasi waktu
untuk tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK
menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sebagai berikut.
6

Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka,


20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak
terstruktur. Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45
menit tatap muka, 25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan
mandiri tidak terstruktur.
e.) Ketuntasan belajar
Ketuntasan belajar adalah kriteria dan mekanisme penetapan
ketuntasan minimal per mata pelajaran yang ditetapkan oleh
sekolah dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
1.) Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0-100%
dengan batas kriteria ideal minimal 75%;
2.) Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM)
per mata pelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan
rata-rata siswa, kompleksitas, dan sumber daya pendukung;
3.) Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria,
tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan
ideal.
f.) Kenaikan Kelas dan kelulusan
Kenaikan kelas dan kelulusan berisi kriteria dan mekanisme
kenaikan kelas dan kelulusan serta strategi penanganan siswa yang
tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan sekolah. Kenaikan
kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria
kenaikan kelas diatur oleh masing-masing teknis terkait. Sesuia
dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik
dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan
menengah setelah:
1.) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
2.) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk
seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian,
7

kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata


pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan;
3.) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran
pengetahuan dan teknologi;
4.) Lulus Ujian Nasional.
g.) Penjurusan
Penjurusan berisi kriteria dan mekanisme penjurusan serta
strategi/kegiatan penelusuran bakat, minat dan prestasi yang
diberlakukan sekolah. Penjurusan disusun dengan mengacu pada
panduan penjurusan yang akan disusun oleh direktorat terkait.
Penjurusan dilakukan pada kelas XI dan XII di SMA/MA.
h.) Pendidikan kecakapan hidup
Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB,
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dapat memasukkan pendidikan
kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan
sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.
Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari
pendidikan semua mata pelajaran, yang dapat diperoleh peserta
didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan atau dari
satuan pendidikan formal lain dan pendidikan nonformal yang
sudah memperoleh akreditasi.
i.) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah
pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan
daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa,
teknologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi
pengembangan kompetensi peserta didik.
Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat
memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan
bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata
8

pelajaran muatan lokal. Pendidikan berbasis keunggulan lokal


dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain
dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditas.
c. Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Satuan pendidikan
dasar dan menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan
kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan
masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana
yang dimuat dalam Standar Isi. Kalender Pendidikan mencakup
permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, dan hari libur:
Permulaan tahun pelajaran: waktu dimulainya kegiatan pembelajaran
pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
Minggu efektif belajar: jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
Waktu pembelajaran efektif: jumlah jam pembelajaran setiap minggu,
meliputi jumlah jam pelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk
muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
Waktu libur: waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu
libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur
akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk
hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
d. Silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
1. Silabus
Silabus atau disebut juga Pola Dasar Kegiatan Belajar Mengajar
(PDKBM) atau Garis-garis Besar Isi Program Pembelajaran (GBIPP)
merupaka hasil atau produk kegiatan pengembangan perencanaan
pembelajaran. Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau
pokok, isi atau materi pembelajaran. Silabus merupakan hasil
penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi, kompetensi dasar
9

yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi pembelajaran


yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar
kompetensi dan kompetensi dasar.
Komponen silabus yang disusun berdasarkan standar isi tersebut, di
dalamnya berisikan identitas mata pelajaran. Standar Kompetensi
(SK) dan Kompetensi Dasar (KD), materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator, evaluasi, alokasi waktu, dan sumber belajar.
2. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah penjabaran
silabus ke dalam unit-unit atau satuan kegiatan pembelajaran untuk
dilaksanakan di kelas. Rencana pelaksanaan pembelajaran
merupakan rencana operasional pembelajaran yang memuat
beberapa indikator yang terkait untuk dilaksanakan dalam satu atau
dua kali pertemuan di kelas. RPP, dan juga silabus, hendaknya
disusun dengan mempertimbangkan waktu pertemuan atau alokasi
waktu jam pelajaran dan minggu efektif dalam satu tahun
pelajaran. Satu pertemuan bisa berlangsung selama 1 kali jam
pelajaran, 2 kali jam pelajaran, atau 3 kali jam pelajaran tergantung
di jadwal pelajaran sekolah. Alokasi waktu untuk satu jam
pelajaran di SD/MI 35 menit, di SMP/MTs 40 menit, dan di
SMA/MA 45 menit alokasi waktu dan minggu dalam satu tahun
pelajaran adalah 34-38 minggu. Secara sederhana komponen RPP
berbasis KTSP meliputi hal-hal berikut;
a.) Identitas Meliputi; Mata pelajaran, Satuan Pendidikan, Kelas,
Semester, Pertemuan Ke, dan Alokasi Waktu.
b.) Kompetensi dasar.
c.) Indikator.
d.) Tujuan Pembelajaran, sesuatu yang akan dicapai dan mengacu
pada indikator.
e.) Materi standar, garis besar atau pokok-pokok yang langsung
berkaitan dengan indikator dan tujuan pembelajaran.
10

f.) Metode pembelajaran, cara yang akan ditempuh untuk


mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya ceramah, Tanya
jawab, karya wisata, dan cara lainnya.
g.) Kegiatan pembelajaran meliputi; Kegiatan awal (pembukaan),
kegiatan inti (pembentukan kompetensi), dan kegiatan akhir
(penutup).
h.) Sumber belajar, meliputi alat peraga, media, dan bahan
pembelajaran/buku sumber.
i.) Penilaian, dibuat untuk mengetahui tercapai atau tidaknya
tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar.

B. Kurikulum 2013
1. Pengertian
Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem
Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap
diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang
sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah
berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa
percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah
menjadi sekolah rintisan.
2. Komponen K13
Kurikulum 2013  memiliki 4 (empat)  komponen utama, yaitu : (1)
tujuan; (2) materi/isi; (3) Metode/strategipembelajaran; dan (4) evaluasi.
Keempat komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak
bisa dipisahkan.
a. Tujuan
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia
agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara
yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta mampu
berkonstribusi pada kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara,
11

dan peradaban dunia. Tujuan pendidikan dapat diklasifikasikan


menjadi 4 yaitu :
1.) Tujuan Pendidikan Nasional
Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan
nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa “
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
2.) Tujuan Institusional
Tujuan Institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap
lembaga pendidikan, sebagai kualifikasi yang harus dimiliki
oleh setiap siswa setelah menempuh atau menyelesaikan
program di lembaga pendidikan tertentu. Tujuan institusional
juga merupakan cerminan dari standar kompetensi lulusan yang
diharapkan dari setiap tingkat satuan pendidikan. Standar
kompetensi lulusan terbagi menjadi tiga domain, yakni domain
kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor
(keterampilan). Pada kerangka kurikulum 2013, rincian dari
tingkat satuan pendidikan, antara lain:
3.) Tujuan Kurikuler
Tujuan kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap
bidang studi atau mata pelajaran, sebagai kualifikasi yang harus
dimiliki siswa setelah menyelesaikan bidang studi tertentu di
lembaga pendidikan.
4.) Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran
12

Kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mempelajari


materitertentu dalma bidang studi tertentu dalam satu kali
pertemuan
b. Isi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada
anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai
tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan
dan isi program masing-masing bidang studi tersebut.Bidang-bidang
studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur
pendidikan yang ada. Kriteria yang dapat membantu pada
perancangan kurikulum dalam menentukan isi kurikulum. Kriteria
itu natara lain:
 Isi kurikulum harus sesuai, tepat dan bermakna bagi
perkembangan siswa.
 Isi kurikulum harus mencerminkan kenyataan sosial.
 Isi kurikulum harus mengandung pengetahuan ilmiah yang
tahan uji.
 Isi kurikulum mengandung bahan pelajaran yang jelas.
 Isi kurikulum dapat menunjanga tercapainya tujuan
pendidikan.

3. Komponen Metode atau Strategi

Komponen metode itu meliputi rencana, metode, dan perangkat yang


direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kurikulum 2013 ini, para
tenaga pendidik memiliki ruang untuk mengembangkan meode pembelajaran
yang kreaif dan iniatif dalam menyampaikan mata pelajaran yang memungkinkan 
siswa untuk dapat melaksanakan proses belajarnya secara aktif, kreatif dan
menyenangkan, dengan efektivitas yang tinggi. Pemilihan atau pembuatan metode
atau strategi dalam menjalankan kurikulum yang telah dibuat haruslah sesuai
dengan materi yang akan diberikan dan tujuan yang ingin dicapai.
13

4. Komponen Evaluasi

Penilaian (Evaluasi) kurikulum meliputi semua aspek batas belajar. Menurut


Schwartz dan kawan – kawannya, penilaian adalah suatu program untuk
memberikan pendapat dan penentuan arti atau faedah suatu pengalaman.

Syarat – syarat umum evaluasi adalah penilaian yang harus dilaksanakan harus
memenuhi persyaratan atau kriteria sebagai berikut :

1. Memiliki validitas, artinya evaluasi harus benar – benar mengukur apa


yang hendak diukur.
2. Mempunyai realibiltas, menunjukkan ketetapan hasilnya. Dengan kata
lain, orang yang akan dites itu akan mendapat skor yang sama bila dites
kembali dengan alat uji yang sama
3. Efisiensi, suatu alat evaluasi sedapat mungkin dipergunkan tanpa
membuang waktu dan uang banyak.
4. Kegunaaan/kepraktisan, alat evaluasi harus berguna. Yaitu untuk
memperoleh keterangan tentang siswa.

Evaluasi Hasil belajar

Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran dan pengumpulan


data dan informasi, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat
keputusan tentang tingkat hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa setelah
melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang
telah ditetapkan. Hasil belajar menunjuk pada prestasi belajar, sedangkan prestasi
belajar itu merupakan indicator adanya dan derajat perubahan tingkah laku siswa.

Komponen evaluasi untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Evaluasi sebagai


alat untuk melihat keberhasilan dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu tes
dan nontes.

 Tes
14

Tes harus memiliki dua kriteria, yaitu kriteria validitas dan reabilitas. Jenis – jenis
tes terdiri atas tes hasil belajar yang dapat dibedakan atas beberapa jenis.
Berdasakan jumlah peserta, tes hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes
kelompok dan tes individu. Dilihat dari cara penyusunannya, tes juga dapat
dibedakan menjadi tes buatan guru dan tes standar.

 Nontes

Nontes adlah alat evaluasi yang digunkan untuk menilai aspek tingkah laku
temasuk sikap, minat dan motivasi. Ada bebrapa jenis nontes sebagai alat
evaluasi, di antaranya wawancara observasi, studi kasus, skala penilaian.

C. Kurikulum 2013 Revisi


Kurikulum menurut UU no. 20 tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang 
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.

D. Persamaan dan Perbedaan KTSP dan Kurikulum 2013


1. PERSAMAAN
a. Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 sama-sama
menampilkan teks sebagai butir-butir KD.
15

b. Untuk struktur kurikulumnya baik pada KTSP atau pada 2013 sama-
sama dibuat atau dirancang oleh pemerintah tepatnya oleh
Depdiknas.
c. Beberapa mata pelajaran masih ada yang sama seperti KTSP.
d. Terdapat kesamaan esensi kurikulum, misalnya pada pendekatan
ilmiah yang pada hakekatnya berpusat pada siswa. Dimana siswa
yang mencari pengetahuan bukan menerima pengetahuan.
2. PERBEDAAN
a. Sistem yang digunakan Dalam kurikulum 2006 yang digunakan
Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar Berbasis mata pelajaran,
masing-masing disiplin ilmu dibahas atau dikelompokkan dalam satu
mata pelajaran. Dalam kurikulum 2013 yang digunakan Kompetensi
Inti (KI) Berbasis tematik, sehingga dalam pembelajaran yang
digunakan adalah tema-tema yang menjadi acuan atau bahan ajar.
b. Silabus yang digunakan Silabus yang digunakan adalah silabus yang
dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan yang berdasarkan
silabus nasional. Silabus yang digunakan adalah silabus dari pusat,
sehingga seluruh indonesia menggunakan silabus yang sama.
c. Mata pelajaran pancasila Dalam kurikulum 2006, mata pelajaran
pendidikan pancasila ditiadakan dan diganti dengan mata pelajaran
pendidikan kewarganegaraan. Dalam kurikulum 2013, mata
pelajaran pendidikan kewarganegaraan dirubah menjadi pendidikan
pancasila dan kewarganegaraan.
d. Implementasi kurikulum
e. Dalam kurikulum 2006, sistem yang digunakan adalah penjurusan.
Dalam kurikulum 2013, sistem yang digunakan adalah peminatan.
f. Beban belajar siswa Beban belajar siswa terlalu berat karena
banyaknya mata pelajaran yang terlalu kompleks melebihi
kemampuan siswa. Beban belajar siswa lebih sedikit dan disesuaikan
dengan kemampuan siswa
16

g. Proses penilaian Berfokus pada pengetahuan melalui penilaian


output Berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output
h. Penilaian Menekankan aspek kognitif
i. Test menjadi cara penilaian yang dominan Menekankan aspek
kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional Penilaian test dan
portofolio saling melengkapi
j. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Memenuhi kompetensi profesi
saja Fokus pada ukuran kinerja PTK Memenuhi kompetensi profesi,
pedagogi, sosial, dan personal motivasi mengajar
k. Pengelolaan Kurikulum Satuan pendidikan mempunyai kebebasan
dalampengelolaan kurikulum. Terdapat kecenderungan satuan
pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi
satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah.
Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran
(Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan
kurikulum) Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas
dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan Satuan
pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan
mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta
didik, dan potensi daerah (Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki
kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan
pendidikan)
l. Penjurusan di SLTA/Sederajat Untuk SMA ada penjurusan sejak
kelas XI. Dimana mata pelajarannya sesuai dengan penjurusan yang
dipilih. Penjurusan SMA dilakukan sejak kelas X, diamana ada mata
pelajaran wajib, peminatan, antar minat dan pendalaman minat.
m. Kapasitas jam pelajaran Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dari pada
jumalah mata pelajarannya. Dimana jumlah mata pelajaran lebih
banyak dibanding kurikulum 2013. Jumlah jam pelajaran per minggu
lebih banyak dari pada jumlah mata pelajaran. Dimana jumlah mata
pelajaran lebih sedikit dibanding kurikulum KTSP.
17

n. Standar Kompetensi SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi


SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait
dasar-dasar pengetahuan, keterampilan ,dan sikap.
o. Standar penilaian Standart penilaian lebih dominan pada aspek
pengetahuan. Standart penilaian menggunakan penilaian otentik
yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
p. Konten pembelajaran Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan
terpisah Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan
terpadu satu sama lain. Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan
dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya.
BAB III

KESIMPULAN

Pada setiap kurikulum baik itu KTSP, K13, maupun K13 revisi
memiliki komponen-komponen yang mempunyai tujuan utama atau tujuan
dari kurikulum tersebut. Karena komponen-komponen tersebut saling
berkaitan dan menunjang tercapainya suatu tujuan pendidikan nasioanal,
dimana perkembamngan kurikulum harus terus diupdate sesuai dengan
perkembangan zaman.

18
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&q=kurikulum+ktsp
https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Tingkat_Satuan_Pendidikan
https://www.slideshare.net/elasurya05/makalah-kurikulum-pendidikan
https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013
http://www.pendidikanekonomi.com/2013/03/komponen-komponen-kurikulum-
tingkat.html
https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&q=komponen+ktsp
https://54ivul.wordpress.com/2010/05/16/komponen-ktsp/
https://www.google.com/search?client=firefox-b-
d&q=komponen+kurikulum+2013
https://www.nomifrod.com/2017/12/beberapa-komponen-perbaikan-
kurikulum.html
http://riniwfajr.blogspot.com/2018/08/materi-1-konsep-pengembangan-
kurikulum.html
https://www.google.com/search?
client=firefoxbd&q=persamaan+dan+perbedaan+ktsp+dan+k13

19