Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

PENGEMBANGAN RESEP DAN FORMULA

OLEH

KELOMPOK 2

1. AULIA HAQ RABBANI


2. NISSIA ADHYATI ANAS
3. VINNY PRATIWI

S1 TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA

3A

DOSEN :

SRI DARNINGSIH, S. Pd, M. Si

HERIYENNI, S. Pd, M. Si

KASMIYETTI, DCN, M.BIOMED

POLTEKKES KEMENKES PADANG

2020

1
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena telah memberikan kesempatan

kepada kami untuk dapat menyelesaikan Makalah Pengembangan Resep dan Formula

dengan tema Obesitas Pada Anak. Makalah ini berisi dari pengertian obesitas, penyebab,

dampak, hingga anjurn kecukupan zat gizi yang dianjurkan, serta berbagai modifikasi

resep untuk obesitas.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangn Resep dan

Formula. Semoga makalah ini dapat dimanfaatkan sebagaimana adanya. Apabila terdapat

kekurangan pada makalah ini semoga dapat dikoreksi secara bersama.

Padang, 08 April 2020

Kelompok 2

2
Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi...........................................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................................4
A. Latar Belakang..................................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................................6
C. Tujuan................................................................................................................................................6
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................................................7
A. Pengertian obesitas............................................................................................................................7
B. Penyebab Obesitas Pada Anak.............................................................................................................8
C.Prevalensi obesitas pada anak.............................................................................................................10
D. Dampak obesitas pada anak...............................................................................................................10
E. Upaya untuk mengendalikan obesitas...............................................................................................12
F. Tujuan pembuatan formula................................................................................................................13
G. Sasaran yang akan dituju...................................................................................................................13
I. Resep......................................................................................................................................................14
Resep Awal................................................................................................................................................19
Resep Awal.................................................................................................................................................23
BAB III PENUTUP........................................................................................................................................27
A.  KESIMPULAN...................................................................................................................................27
B. SARAN..................................................................................................................................................27
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................................28

3
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Obesitas pada anak sampai kini masih merupakan masalah, satu dari sepuluh anak di
dunia ini mengalami obesitas dan peningkatan obesitas pada anak dan remaja saat ini
sejajar dengan orang dewasa (WHO, 2013). Menurut World Health Organization (WHO,
2014), anak-anak dan remaja yang obesitas berisiko tinggi mengembangkan berbagai
masalah kesehatan, dan juga cenderung menjadi orang dewasa gemuk. Jumlah anak-anak
yang kelebihan berat badan atau obesitas hampir dua kali lipat dari 5,4 juta pada tahun
1990 menjadi 10,6 juta pada tahun 2014. Hampir setengah dari anak-anak di bawah usia
5 tahun yang kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2014 tinggal di Asia.

National Child Measurement Program (NCMP, 2015), mengukur tinggi dan berat
sekitar satu juta anak sekolah di Inggris setiap tahun, memberikan gambaran rinci tentang
prevalensi obesitas pada anak. Data menunjukkan bahwa 19,8% anak-anak di berusia 10-
11 mengalami obesitas dan 14,3% kelebihan berat badan. Dari anak-anak usia 4-5 tahun,
9,3% mengalami obesitas dan 12,8% lainnya kelebihan berat badan. Ini berarti sepertiga
dari 10-11 tahun dan lebih dari seperlima dari anak usia 4-5 tahun kelebihan berat badan
atau obesitas.

Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas oleh Kementerian Kesehatan Republik


Indonesia (2013), prevalensi overweight dan obesitas pada anak usia 5-12 tahun
mencapai 18,8%. Dengan persentase gemuk 10%, dan obesitas 8,8% meningkat dari
tahun 2012 yang ditemukan yaitu 9,2 % dan Sumatera Barat menempati urutan ke -15
dan yang tertinggi pertama yaitu DKI Jakarta dengan prevalensi obesitas pada anak usia
5-12 tahun sebesar 26,6% dan di Sumatera Barat sebesar 7,7% Kota Padang memiliki
prevalensi obesitas sebesar 7,6% dan termasuk kedalam 15 besar daerah yang mengalami
obesitas tertinggi dengan menempati urutan ke -8 tertinggi pertama yaitu Kota Pariaman
16,9% (Riskesdas, 2013).

4
Obesitas pada usia sekolah (6 – 12 tahun) merupakan masalah yang serius karena
akan berlanjut hingga usia dewasa yang dapat menjadikan faktor risiko penyakit
metabolik dan degeneratif seperti penyakitkardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker,
osteoarthritis. Obesitas pada anak sangat merugikan kualitas hidup anak seperti gangguan
pertumbuhan tungkai kaki, gangguan tidur, sleep apnea (henti napas sesaat) dan
gangguan pernapasan lain (Kemenkes RI, 2012). Perubahan fisik obesitas pada anak
dapat menyebabkan kesakitan, kematian dan mengenai seluruh organ.

Penyakit kardiovaskular, hipertensi, stroke, diabetes, perlemakan hati, infeksi jamur


dan kulit, gangguan panggul dan lutut, kista ovarium hingga gejala sesak atau asma,
merupakan penyakit yang sering ditemui pada obesitas. Dampak psikososial anak
menjadi minder, depresi karena bentuk tubuhnya, bau badan yang kurang sedap, kesulitan
gerak dan berisiko tinggi mendapat perlakuan bully baik verbal maupun fisik di sekolah
(IDAI, 2016).

Obesitas atau kegemukan dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit salah
gizi, sebagai akibat konsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhannya (Soetjiningsih,
2012). Faktor utama penyebab obesitas tersebut ialah kebiasaan hidup sehari-hari, seperti
pola makan, aktivitas fisik, dan pola tidur yang diterapkan pada anak dan akan memicu
beberapa masalah penyakit, masalah fisik, psikologis dan isolasi sosial pada anak
(Arisman, 2014).Menurut WHO (2015), Kelebihan berat tubuh dan obesitas dapat
menjadi faktor resiko penyakit karena gangguan metabolik seperti, penyakit jantung
koroner, stroke iskemia dan diabetes mellitus tipe 2 utama obesitas karena tidak
seimbangnya energi antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang digunakan.

Penyebab ketidakseimbangan dapat disebabkan karenapeningkatan asupan makanan


berenergi dengan kandungan lemak yang tinggi dan penurunan aktivitas fisik karena
meningkatnya pola hidup yang menetap dari berbagai bentuk pekerjaan, perubahan mode
transportasi, dan peningkatan urbanisasi.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah

5
1. Apa Pengertian Obesitas?
2. Apa Penyebab Obesitas Pada anak?
3. Bagaimana Prevalensi Obesitas Pada anak?
4. Apa Dampak Obesitas Pada anak?
5. Apa Upaya Mengatasi Obesitas Pada anak?
6. Apa Tujuan Pembuatan Formula?
7. Siapa Sasaran Yang Akan Dituju?
8. Bagaimana Anjuran Kebutuhan, Prinsip, Syarat Makan?

C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Obesitas?
2. Untuk Mengetahui Penyebab Obesitas Pada anak?
3. Untuk Mengetahui Prevalensi Obesitas Pada anak?
4. Untuk Mengetahui Dampak Obesitas Pada anak?
5. Untuk Mengetahui Upaya Mengatasi Obesitas Pada anak?
6. Untuk Mengetahui Tujuan Pembuatan Formula?
7. Untuk Mengetahui Sasaran Yang Akan Dituju?
8. Untuk Mengetahui Anjuran Kebutuhan, Prinsip, Syarat Makan

6
BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian obesitas
Obesitas atau kegemukan yang berlebih dimaknai berbeda bagi setiap orang.
Obesitas adalah akumulasi lemak yang berlebihan di dalam tubuh yang terjadi akibat
kelebihan asupan kalori anak dengan obesitas belum tentu memiliki kecukupan gizi yang
baik. Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh
yang berlebihan berdasarkan beberapa pengukuran tertentu. Obesitas pada anak adalah
kondisi medis pada anak yang ditandai dengan barat badan di atas rata-rata dari Indeks
Massa Tubuhnya (Body Mass Index) yang di atas normal. Indeks Massa Tubuh (IMT)
dihitung dengan cara mengalikan berat badan anak kemudian dibagi dengan kuadrat dari
besar tinggi anak. Jika seorang anak memiliki IMT di atas 25 kg/m 2, maka anak tersebut
menderita obesitas.

Obesitas pada anak dapat dinilai dari beberapa kriteria selain IMT. Terkadang
seseorang anak terlihat gemuk, namun belum tentu disebut obesitas. Beberapa metode
dan teknik diagnosis dapat dilakukan untuk menilai apakah anak gemuk sudah memasuki
tahap obesitas atau hanya over weight.

Pengkategorian status gizi menurut RISKESDAS 2018 yaitu:

Berdasarkan indikator IMT/U:

Sangat kurus : Z-score < -3,0

Kurus : Z-score > -3,0 s/d < -2,0

Normal : Z-score > -2,0 s/d < 1,0

7
Gemuk : Z-score > 1,0 s/d < 2,0

Obesitas : Z-score > 2,0

B. Penyebab Obesitas Pada Anak


Anak yang memiliki masalah dengan berat badan disebabkan oleh beberapa faktor
obesitas. Faktor obesitas ialah faktor yang menjadi penentu atau faktor risiko bagi
seorang anak untuk bisa terkena obesitas. Semua anak yang nafsu makannya lebih
banyak ternyata tidak semua menjadi gemuk dan mengalami obesitas. Masing-masing
anak mengalami sistem metabolisme yang berbeda satu sama lain. Anak yang memiliki
kecepatan metabolisme lebih lambat memiliki risiko lebih besar menderita obesitas.

Beberapa penyebab obesitas pada anak adalah:

A. Gaya hidup.

Pola makan tidak sehat dengan kalori yang berlebihan dan tidak diiringi dengan aktif
bergerak. Mengonsumsi makanan yang kaya kandungan lemak jenuh dan gula (seperti
eskrim, coklat, permen), kelompok makanan cepat atau siap saji (fast food), serta
minuman ringan atau minuman berenergi diduga menjadi penyebab utama obesitas. Pola
makan yang disertai dengan kebiasaan duduk terlalu lama di depan TV atau di depan
layar komputer ini menjadi penyebab utama obesitas di antara generasi muda.

1. Makanan cepat saji

Maraknya restoran cepat saji merupakan salah satu faktor penyebab. Anak-anak
sebagian besar menyukai makanan cepat saji atau  fast food bahkan banyak anak yang
akan makan dengan lahap dan menambah porsi apabila makan makanan cepat saji.
Padahal makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang
menyebabkan obesitas. Orang tua yang sibuk sering menggunakan makanan cepat saji

8
yang praktis dihidangkan untuk diberikan pada anak mereka, walaupun kandungan
gizinya buruk untuk anak

Makanan cepat saji meski rasanya nikmat namun tidak memiliki kandungan gizi untuk
pertumbuhan dan perkembangan anak. Itu sebabnya makanan cepat saji sering disebut
dengan istilah junk food atau makanan sampah.

2. makanan dan minuman ringan dalam kemasan

Selain itu, kesukaan anak-anak pada makanan ringan dalam kemasan atau makanan
manis menjadi hal yang patut diperhatikan. Sama seperti makanan cepat saji, minuman
ringan (soft drink) terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan
akan cepat bertambah apabila mengkonsumsi minuman ini. Rasa yang nikmat dan
menyegarkan menjadikan anak-anak sangat menggemari minuman ini.

3. Kurangnya aktivitas fisik

Masa anak-anak identik dengan masa bermain. Dulu, permainan anak umumnya adalah
permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat atau gerakan lainnya.
Tetapi, hal itu telah tergantikan dengan game elektronik, komputer, Internet, atau
televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak.
Hal inilah yang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga
menyebabkan kelebihan berat badan.

B. Faktor genetis.

Meski tidak mutlak, anak dengan anggota keluarga atau orang tua yang mengidap
obesitas lebih berisiko mengidap obesitas. Selain bersifat keturunan, juga bisa
diakibatkan oleh pola makan dan gaya hidup anak yang serupa dengan orangtuanya.

C. Faktor psikologis.

Obesitas kadang-kadang dialami oleh anak atau remaja yang menjadikan makanan
sebagai pelarian dari rasa frustrasinya atau stres psikologis terhadap pelajaran di sekolah,
kebosanan, masalah, dan bentuk emosional lainnya.

9
C.Prevalensi obesitas pada anak
Di negara dengan keadaan ekonomi yang telah maju, obesitas merupakan masalah
gizi yang penting. Di Indonesia kasus obesitas biasanya terdapat pada anak dari keluarga
yang ekonominya tergolong mampu. Obesitas dapat terjadi pada semua golongan umur,
tetapi tersering pada bayi, anak umur 5-6 tahun dan golongan remaja, terutama pada
perempuan. Obesitas pada anak lebih sering ditemukan pada keluarga dengan kedua
orang tua atau salah seorang (terutama ibu) yang juga menderita obesitas

Prevalensi obesitas pada anak usia 6-17 tahun di Amerika Serikat dalam tiga
dekade terakhir meningkat dari 7,6-10,8% menjadi 13-14%. Prevalensi overweight dan
obesitas pada anak usia 6-18 tahun di Rusia adalah 6% dan 10%, di Cina adalah 3,6% dan
3,4%, dan di Inggris adalah 22-31% dan 10-17%, tergantung pada umur dan jenis
kelamin. Prevalensi obesitas pada anak-anak sekolah di Singapura meningkat dari 9%
menjadi 19%.

Di Indonesia, prevalensi obesitas pada anak menurut Riskesdas 2018, yaitu 9,2 %,
prevalensi obesitas pada anak dengan kriteria jenis kelamin yaitu laki-laki (10,7%)dan
perempuan (7,7%), sedangkan dengan kriteria tempat tinggal yaitu perkotaan(10,5%) dan
pedesaan (7,8%)

D. Dampak obesitas pada anak

1. Dampak secara fisik

Berikut ini adalah kondisi-kondisi kesehatan yang dapat dipicu oleh obesitas:

 Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Keduanya berisiko menimbulkan plak
yang menyebabkan penyempitan pembuluh arteri pada anak, sehingga dapat
memicu stroke dan serangan jantung di kemudian hari.

10
 Diabetes tipe 2. Gaya hidup yang kurang aktif bergerak, ditambah dengan kondisi
obesitas, dapat memicu risiko diabetes tipe 2 yang memengaruhi metabolisme
glukosa dalam tubuh Si Kecil.
 Penyakit pernapasan. Bobot tubuh anak yang berlebihan bisa mengakibatkan
saluran pernapasan anak menyempit, membengkak, dan membuatnya kesulitan
bernapas sehingga berisiko menderita penyakit pernapasan seperti asma.
 Gangguan pola tidur. Akibat obesitas, pernapasan anak bisa menjadi tidak normal,
misalnya mendengkur saat sedang tidur. Kualitas istirahat atau tidur anak tersebut
dapat menurun akibat gangguan pada pernapasannya. Hal ini dapat menyebabkan
prestasi belajar di sekolah menurun karena anak sulit konsentrasi di kelas dan
sering mengantuk di siang hari.
 Penyakit perlemakan hati non-alkoholik (Non-Alcoholic Fatty Liver
Disease/NAFLD). Obesitas dapat menyebabkan penumpukan lemak yang
membahayakan organ hati.
 Gangguan pada tulang yang menyangga kelebihan berat pada tubuh.

2. Dampak secara sosial dan emosional

 Gangguan pada perilaku. Anak yang menderita obesitas cenderung lebih sulit


untuk bersosialisasi dan lebih mudah khawatir mengenai pendapat orang lain
terhadap berat badannya.
 Tidak percaya diri. Tubuh dengan berat berlebihan kerap membuat seseorang
menjadi tidak percaya diri dalam pergaulan
 Depresi. Rasa tidak nyaman dan percaya diri membuat anak rentan mengalami
depresi.

E. Upaya untuk mengendalikan obesitas


Anak yang obesitas, terutama apabila pembentukan jaringan lemaknya (the
adiposity rebound) terjadi sebelum periode usia 5-7 tahun, memiliki kecenderungan berat
badan berlebih saat tumbuh dewasa. Sama seperti orang dewasa, kelebihan berat badan
anak terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar,

11
terlalu banyak makan, atau terlalu sedikit beraktivitas, ataupun keduanya. Akan tetapi
berbeda dengan orang dewasa, berat badan anak pada kasus obesitas tidak boleh
diturunkan, karena penyusutan berat akan sekaligus menghilangkan zat gizi yang
diperlukan untuk pertumbuhan. Laju pertumbuhan berat badan sebaiknya dihentikan atau
diperlambat sampai proporsi berat terhadap tinggi badan mencapai normal. Perlambatan
ini dapat dicapai dengan cara mengurangi makan sambil memperbanyak olahraga.

Kepada anak yang rakus makan dan terlanjur gemuk, bukan berarti dunia sudah
kiamat. Kuncinya ada pada keluarga. Ada banyak cara untuk mengendalikan
kegemukannya.

1.  Berilah susunan makanan yang sehat secara seimbang, awasi kebiasaan makannya,
jangan berikan makanan yang kandungan lemaknya tinggi seperti gorengan. Pilihlah
daging yang tidak berlemak, misalnya sebelum dimasak dan disajikan; Buanglah
lemak (visible fat) dan kulit pada daging ayam.

2.  Berikan banyak sayuran dan buah setiap makan. Jangan banyak diberikan masakan
yang memakai banyak lemak (misalnya bersantan kental).

3.  Upayakan banyak kesempatan beraktivitas fisik, terutama kegiatan di luar ruangan
(outdoor) seperti berlari, berenang, atau bermain bersama teman, bermain bola, dan
lain-lain. Kurangi jam untuk menonton TV. Jangan berikan banyak makanan dan
minuman manis, karena ini adalah sumber kalori yang dapat meningkatkan berat
badan.

Seandainya upaya di atas tidak berhasil, konsultasikan dengan dokter atau ahli
gizi bagaimana solusinya yang terbaik. Hindari pemakaian pil penurun berat badan
karena ini berbahaya (IH, Nurul, 2009).

F. Tujuan pembuatan formula


Tujuan dilakukannya pengembangan resep dan formula pada anak obesitas adalah
untuk menghindari ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar
pada balita, sehingga balita menjadi lebih sehat dan mengonsumsi makanan yang kaya
gizi.

12
G. Sasaran yang akan dituju
Sasaran yang dituju pada pegembangan resep dan formula yaitu anak-anak yang
mengalami obesitas, yaitu umur 5-12 tahun.

H. Anjuran Kebutuhan, Prinsip, Syarat makanan

A. Anjuran kebutuhan

Anjuran kebutuhan menurut AKG 2019:

B. Prinsip dan syarat makanan

1. Energi sesuai kebutuhan anask

2. Karbohidrat : 60% energi

3. Lemak : 25% energi

4. Protein : 15% energi

5. Meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi serat

6. Vitamin dan mineral cukup

13
7. Makan dengan teratur, yaitu tiga kali makan besar dan dua kali camilan dalam
sehari.

8. Menerapkan pola makan sehat dan kaya gizi seperti sayur, buah, dan produk biji-
bijian utuh yang divariasikan tiap hari.

9. Menerapkan kebiasaan minum air putih yang selalu diberikan di antara jadwal
makan besar dan camilan.

10. Mengonsumsi protein rendah lemak dari berbagai macam sumber.

11. Mengonsumsi produk susu rendah atau bebas lemak

I. Resep
Resep Awal Resep Modifikasi
Buah Potongan (1 porsi) Salad Buah (1 porsi)

Bahan : Bahan :

 Anggur 25 gr  Anggur 25 gr
 Apel 25 gr  Apel 25 gr
 Kiwi 25 gr  Kiwi 25 gr
 Nanas 25 gr
 Buah naga 25 gr
 Melon 25 gr

14
 Mayonaise 50 gr
 SKM Vanila 10 gr
 Yogurt Plain 25 ml
 Keju 10 gr
Langkah-langkah : Langkah-langkah :

1. Siapkan bahan – bahan. 1. Siapkan bahan – bahan.


2. Cuci apel dan anggur, kemudian 2. Cuci bersih semua bahan dan potong dadu
potong-potong 3. Membuat saus: masukkan kelain wadah
3. Kupas kiwi dan potong-potong mayonaise, yogurt, susu skm hingga
4. Campurkan dalam 1 wadah, kemudian tercampur rata, test rasa jika kurang manis
hidangkan tambahkan skm.
4. Tuangkan saus diatas buah-buahan lalu paruti
dengan keju. Masukkan kedalan kulkas,
santap ketika dingin
Tujuan modifikasi :

Dengan modifikasi ini, maka nilai gizi dan rasa menjadi bertambah, nilai gizi yang paling
utama berperan dalam pencegahan terjadinya Obesitas pada anak meningkat seperti serat,
vitamin C. Sedangkan untuk rasa, memberikan rasa baru dan tidak membosankan pada anak.
Harga : Harga :

Bahan Jumlah Harga Harga Bahan Jumlah Harga Harga


(gr) satuan sebenarnya (gr) satuan sebenarny
(Rp) (Rp) (Rp) a (Rp)
RESEP AWAL RESEP MODIFIKASI
Apel 25 38.000/k 950 Apel 25 38.000/kg 950
g Anggur 25 40.000/kg 1,000
Anggur 25 40.000/k 1,000 Kiwi 25 45.000/kg 1,125
g nanas 25 5.000/Kg 125
Kiwi 25 45.000/k 1,125 Buah 25 20.000/kg 500
g naga
TOTAL Rp. 3,075 melon 25 12.000/kg 300
mayonai 50 27.000/kg 1.350
se
skm 10 25.000/kg 250

15
yogurt 25 30.000/kg 750
keju 10 57.000/kg 570
TOTAL Rp. 5,595

Zat Gizi hasil analisis Zat Gizi hasil analisis


nilai nilai
______________________________________ ___________________________________
energy 33,8 kcal energy 202,2 kcal
water 0,0 g water 70,0 g
protein 0,3 g(3%) protein 4,9 g(10%)
fat 0,2 g(5%) fat 10,6 g(46%)
carbohydr. 8,5 g(91%) carbohydr. 21,8 g(44%)
dietary fiber 1,7 g dietary fiber 4,7 g
alcohol 0,0 g alcohol 0,0 g
PUFA 0,0 g PUFA 0,1 g
cholesterol 0,0 mg cholesterol 3,3 mg
Vit. A 2,0 µg Vit. A 8,7 µg
carotene 0,0 mg carotene 0,0 mg
Vit. E 0,0 mg Vit. E 0,0 mg
Vit. B1 0,0 mg Vit. B1 0,2 mg
Vit. B2 0,0 mg Vit. B2 0,2 mg
Vit. B6 0,0 mg Vit. B6 0,0 mg
folic acid eq. 0,0 µg folic acid eq. 0,0 µg
Vit. C 24,0 mg Vit. C 28,2 mg
sodium 0,0 mg sodium 12,4 mg
potassium 43,3 mg potassium 106,4 mg
calcium 2,8 mg calcium 118,4 mg
magnesium 2,0 mg magnesium 8,3 mg
phosphorus 2,8 mg phosphorus 68,7 mg
iron 0,1 mg iron 0,5 mg
zinc 0,0 mg zinc 0,1 mg

Analisis Gizi :

Resep Awal :

===============================================================
===
HASIL PERHITUNGAN DIET/
===============================================================
===
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

16
________________________________________________________________________
___

Snack SIANG
apel 25 g 14,8 kcal 3,8 g
anggur hutan 25 g 7,5 kcal 1,9 g
kiwi 25 g 11,5 kcal 2,8 g

Meal analysis: energy 33,8 kcal (100 %), carbohydrate 8,5 g (100 %)
===============================================================
===
HASIL PERHITUNGAN
===============================================================
===
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
________________________________________________________________________
___
energy 33,8 kcal 2200,0 kcal 2%
water 0,0 g 2450,0 g 0%
protein 0,3 g(3%) 45,0 g(12 %) 1%
fat 0,2 g(5%) 78,0 g(< 30 %) 0%
carbohydr. 8,5 g(91%) 316,0 g(> 55 %) 3%
dietary fiber 1,7 g 30,0 g 6%
alcohol 0,0 g - -
PUFA 0,0 g 10,0 g 0%
cholesterol 0,0 mg - -
Vit. A 2,0 µg 1000,0 µg 0%
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 0,0 mg 1,1 mg 1%
Vit. B2 0,0 mg 1,3 mg 0%
Vit. B6 0,0 mg 1,4 mg 1%
folic acid eq. 0,0 µg - -
Vit. C 24,0 mg 100,0 mg 24 %
sodium 0,0 mg 2000,0 mg 0%
potassium 43,3 mg 2000,0 mg 2%
calcium 2,8 mg 1200,0 mg 0%
magnesium 2,0 mg 310,0 mg 1%
phosphorus 2,8 mg 1250,0 mg 0%
iron 0,1 mg 15,0 mg 0%
zinc 0,0 mg 7,0 mg 0%

modifikasi
===============================================================

17
===
HASIL PERHITUNGAN DIET/
===============================================================
===
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.
________________________________________________________________________
___
Snack SIANG
apel 25 g 14,8 kcal 3,8 g
anggur hutan 25 g 7,5 kcal 1,9 g
kiwi 25 g 11,5 kcal 2,8 g
nanas 25 g 12,2 kcal 3,1 g
buah naga 25 g 17,7 kcal 2,3 g
melon 25 g 9,3 kcal 0,1 g
mayonnaise 50 g 51,5 kcal 0,0 g
yoghurt 25 g 13,0 kcal 1,0 g
susu kental manis 10 g 32,0 kcal 5,4 g
keju 10 g 32,6 kcal 1,3 g

Meal analysis: energy 202,2 kcal (100 %), carbohydrate 21,8 g (100 %)
===============================================================
===
HASIL PERHITUNGAN
===============================================================
===
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
________________________________________________________________________
___
energy 202,2 kcal 2200,0 kcal 9%
water 70,0 g 2450,0 g 3%
protein 4,9 g(10%) 45,0 g(12 %) 11 %
fat 10,6 g(46%) 78,0 g(< 30 %) 14 %
carbohydr. 21,8 g(44%) 316,0 g(> 55 %) 7%
dietary fiber 4,7 g 30,0 g 16 %
alcohol 0,0 g - -
PUFA 0,1 g 10,0 g 1%
cholesterol 3,3 mg - -
Vit. A 8,7 µg 1000,0 µg 1%
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 0,2 mg 1,1 mg 15 %
Vit. B2 0,2 mg 1,3 mg 12 %
Vit. B6 0,0 mg 1,4 mg 3%
folic acid eq. 0,0 µg - -
Vit. C 28,2 mg 100,0 mg 28 %

18
sodium 12,4 mg 2000,0 mg 1%
potassium 106,4 mg 2000,0 mg 5%
calcium 118,4 mg 1200,0 mg 10 %
magnesium 8,3 mg 310,0 mg 3%
phosphorus 68,7 mg 1250,0 mg 5%
iron 0,5 mg 15,0 mg 4%
zinc 0,1 mg 7,0 mg 2%

      Resep Awal Resep Modifikasi


Puding Susu (1 porsi) Puding pepaya (1 porsi)

Bahan : Bahan :
 Agar – agar plain 2 gr  Agar – agar plain 2 gr
 Susu fullcream cair 100 gr  Susu fullcream cair 100 gr
 Gula pasir 20 gr  Gula pasir 20 gr
 Susu kental manis 30 gr  Susu kental manis 30 gr
 Tepung meizena 10 gr  Tepung meizena 10 gr
 Pepaya 100 gr
Langkah-langkah : Langkah-langkah :
5. Siapkan bahan – bahan. Susu cair dibagi 5. Siapkan bahan – bahan. Susu cair dibagi
2 2
6. Siapkan panci rebusan 6. Kupas kulit pepaya, lalu blender
7. Masukkan semua bahan ke dalam panci 7. Siapkan panci rebusan
8. Tambahkan air 8. Masukkan semua bahan ke dalam panci
9. Rebus hingga mendidih sambil diaduk – 9. Tambahkan air secukupnya
aduk 10. Rebus hingga mendidih sambil diaduk –
10. Masak lebih kurang 15 – 17 menit aduk
11. Dinginkan dan masukkan ke dalam 11. Masak lebih kurang 15 – 17 menit

19
cetakan agar 12. Dinginkan dan masukkan ke dalam
12. Masukkan cetakan ke dalam kulkas cetakan agar
13. Untuk membuat fla, masak susu cair 13. Masukkan cetakan ke dalam kulkas
dengan tepung meizena 14. Untuk membuat fla, masak susu cair
14. Pudding susu siap disajikan dengan fla dengan tepung meizena
15. Pudding pepaya siap disajikan dengan
fla
Tujuan modifikasi :
Puding pepaya ini bertujuan untuk menambah nilai gizi pada puding yaitu dengan
menambahkan pepaya, pepaya yang tinggi akan serat sangat membantu untuk anak
obesitas. Dan cocok untuk cemilan anak, karena warna nya yang lebih menarik dan kaya
akan gizi dan serat yang baik untuk anak obesitas. Selain itu, puding susu yang dimodif
menjadi puding pepaya memiliki energi dan karbohydrat yang lebih rendah dibanding
puding susu, karena pada resep modifikasi tidak menggunakan susu kental manis yang
tidak baik untuk anak obesitas, dan ditambahkan pepaya yang tinggi akan serat.
Harga : Harga :

Bahan Jumlah Harga Harga Bahan Jumlah Harga Harga


(gr) satuan sebenarnya (gr) satuan sebenarnya
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
RESEP AWAL RESEP MODIFIKASI
Agar 2 4.500/11 818 Agar 2 4.500/11 818
agar gr agar gr
plain plain
Susu 100 20.000/1 2.000 Susu 100 20.000/1 2.000
fullcrea L fullcrea L
m cair m cair
Gula 20 20.000/kg 400 Gula 20 20.000/kg 400
pasir pasir
Susu 30 1.000/30 1.000 Susu 30 1.000/30 1.000
SKM gr SKM gr
Meizena 10 4.000/250 160 Meizena 10 4.000/250 160
gr gr
TOTAL Rp 4.378 Pepaya 100 gr 5.000/kg 500
TOTAL 4.878
NILAI GIZI
Resep Awal

20
===============================================================
======
HASIL PERHITUNGAN DIET/
===============================================================
======
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.
________________________________________________________________________
______

susu fullcream cair 100 g 48,0 kcal 3,6 g


gula pasir 20 g 78,9 kcal 18,8 g
susu kental manis 30 g 96,0 kcal 16,4 g
tepung maizena 10 g 38,1 kcal 9,1 g

Meal analysis: energy 261,0 kcal (100 %), carbohydrate 47,9 g (100 %)

===============================================================
======
HASIL PERHITUNGAN
===============================================================
======
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
________________________________________________________________________
______
energy 261,0 kcal 1800,0 kcal 15 %
protein 4,8 g(8%) 24,0 g(12 %) 20 %
fat 5,0 g(17%) 62,0 g(< 30 %) 8%
carbohydr. 47,9 g(75%) 265,0 g(> 55 %) 18 %
dietary fiber 0,1 g 25,0 g 0%
Vit. A 18,6 µg 800,0 µg 2%
Vit. C 0,6 mg 80,0 mg 1%
calcium 91,2 mg 900,0 mg 10 %
iron 0,1 mg 10,0 mg 1%
zinc 0,3 mg 7,0 mg 4%
tot. fol.acid 2,7 µg 300,0 µg 1%
iodine 0,0 µg 140,0 µg 0%
Resep Modifikasi
===============================================================
======
HASIL PERHITUNGAN DIET/
===============================================================
======
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.
________________________________________________________________________

21
______

Pepaya 100 g 39,0 kcal 9,8 g


susu fullcream cair 100 g 48,0 kcal 3,6 g
gula pasir 20 g 78,9 kcal 18,8 g
tepung maizena 10 g 38,1 kcal 9,1 g

Meal analysis: energy 204,0 kcal (100 %), carbohydrate 41,3 g (100 %)

===============================================================
======
HASIL PERHITUNGAN
===============================================================
======
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
________________________________________________________________________
______
energy 204,0 kcal 1800,0 kcal 11 %
protein 3,4 g(7%) 24,0 g(12 %) 14 %
fat 3,1 g(16%) 62,0 g(< 30 %) 5%
carbohydr. 41,7 g(77%) 265,0 g(> 55 %) 15 %
dietary fiber 5,5 g 25,0 g 22 %
Vit. A 97,6 µg 800,0 µg 12 %
Vit. C 184,6 mg 80,0 mg 231 %
calcium 111,2 mg 900,0 mg 12 %
iron 0,4 mg 10,0 mg 4%
zinc 0,5 mg 7,0 mg 7%
tot. fol.acid 16,7 µg 300,0 µg 6%
iodine 0,0 µg 140,0 µg 0%

      Resep Awal Resep Modifikasi


Puding Susu (1 porsi) Puding Labu Siam (1 porsi)

Bahan : Bahan :

22
 Agar – agar plain 2 gr  Agar – agar plain 4 gr
 Susu Kental Manis 30 gr
 Susu Kental Manis 30 gr
 Gula pasir 40 gr
 Gula pasir 20 gr  Meizena 10 gr
 Meizena 10 gr  Labu siam 100 gr

Langkah-langkah : Langkah-langkah :
15. Siapkan bahan – bahan. 16. Siapkan bahan – bahan.
16. 20 gr SKM dicampurkan dengan agar – 17. 20 gr SKM dicampurkan dengan agar – agar.
agar. 10 gr lainnya untuk membuat fla 10 gr lainnya untuk membuat fla
17. Rebus agar – agar dengan bahan 18. Bersihkan dan potong – potong labu siam
19. Rebus labu siam, kemudian blender,
lainnya.
gunakan air rebusan tadi.
18. Masak hingga 15 – 17 menit
20. Masukkan labu siam bersama agar – agar
19. Dingin kan hingga uap panasnya hilang dan bahan lainnya.
20. Setelah dingin masukkan ke dalam 21. Masak hingga 15 – 17 menit
cetakan agar 22. Dingin kan hingga uap panasnya hilang
21. Masukkan ke dalam kulkas 23. Setelah dingin masukkan ke dalam cetakan
22. Untuk membuat fla, kocok 10 gr SKM agar
dengan air 24. Masukkan ke dalam kulkas
23. Lalu rebus dengan menambahkan 25. Untuk membuat fla, kocok 10 gr SKM
meizena dengan air
24. Setelah jadi lelehkan fla diatas pudding. 26. Lalu rebus dengan menambahkan meizena
27. Setelah jadi lelehkan fla diatas pudding.

Tujuan modifikasi :
resep awal pudding susu di modifikasi menjadi pudding susu labu siam dengan tujuan penambahan
serat. Karena serat baik untuk obesitas karena orang dengan obesitas biasanya akan mengalami
kosntipasi. Dengan adanya serat yang cukup akan membantu membersihkan dan memperlancar
saluran pencernaan. Sehingga dapat menormalkan berat badan.
Harga : Harga :

Bahan Jumlah Harga Harga Bahan Jumlah Harga Harga


(gr) satuan sebenarnya (gr) satuan sebenarnya
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
RESEP AWAL RESEP MODIFIKASI
Agar 2 5.000/15 666 Agar 4 5.000/15 1.332
agar gr agar gr
plain plain
SKM 30 1.000/30 1.000 SKM 30 1.000/30 1.000
gr gr
Gula 20 20.000/k 400 Gula 40 20.000/kg 800
pasir g pasir
Tepung 10 4.000/25 160 Tepung 10 4.000/25 160

23
meizen 0 gr meizena 0 gr
a Labu 100 10.000/kg 1.000
TOTAL 2.226 siam
TOTAL 4.292
Zat Gizi hasil analisis Zat Gizi hasil analisis
nilai nilai
__________________________________ __________________________________
energy 219,9 kcal energy 328,9 kcal
protein 2,5 g(5%) protein 3,1 g(4%)
fat 3,0 g(12%) fat 3,1 g(8%)
carbohydr. 44,4 g(83%) carbohydr. 69,9 g(88%)
dietary fiber 0,1 g dietary fiber 6,3 g
Vit. A 46,5 µg Vit. A 94,5 µg
Vit. C 0,3 mg Vit. C 18,3 mg
calcium 83,7 mg calcium 98,7 mg
iron 0,1 mg iron 0,6 mg
Vit. B1 0,0 mg Vit. B1 0,0 mg
cholesterol 0,0 mg cholesterol 0,0 mg
sodium 46,1 mg sodium 49,3 mg
phosphorus 64,2 mg phosphorus 89,4 mg

24
NILAI GIZI
Resep Awal
===============================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________________
_________

agar-agar 2g 0,0 kcal 0,0


g
SKM 30 g 103,0 kcal 16,5
g
gula pasir 20 g 78,9 kcal 18,8
g
tepung maizena 10 g 38,1 kcal 9,1
g

Meal analysis: energy 219,9 kcal (100 %), carbohydrate 44,4 g (100 %)

===============================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________________
_________
energy 219,9 kcal 1800,0 kcal 12 %
protein 2,5 g(5%) 24,0 g(12 %) 10 %
fat 3,0 g(12%) 62,0 g(< 30 %) 5%
carbohydr. 44,4 g(83%) 265,0 g(> 55 %) 17 %
dietary fiber 0,1 g 25,0 g 0%
Vit. A 46,5 µg 800,0 µg 6%
Vit. C 0,3 mg 80,0 mg 0%
calcium 83,7 mg 900,0 mg 9%
iron 0,1 mg 10,0 mg 1%
Vit. B1 0,0 mg 1,0 mg 2%
cholesterol 0,0 mg - -
sodium 46,1 mg 2000,0 mg 2%
phosphorus 64,2 mg 800,0 mg 8%

1. Resep Modifikasi

25
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
===============================================================
Nama Makanan Jumlah energy
carbohydr.
_____________________________________________________________________
_________

agar-agar 4g 0,0 kcal 0,0


g
SKM 30 g 103,0 kcal 16,5
g
gula pasir 40 g 157,7 kcal 37,6
g
tepung maizena 10 g 38,1 kcal 9,1
g
labu siam, segar 100 g 30,1 kcal 6,7
g

Meal analysis: energy 328,9 kcal (100 %), carbohydrate 69,9 g (100 %)

===============================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
_____________________________________________________________________
_________
energy 328,9 kcal 1800,0 kcal 18 %
protein 3,1 g(4%) 24,0 g(12 %) 13 %
fat 3,1 g(8%) 62,0 g(< 30 %) 5%
carbohydr. 69,9 g(88%) 265,0 g(> 55 %) 26 %
dietary fiber 6,3 g 25,0 g 25 %
Vit. A 94,5 µg 800,0 µg 12 %
Vit. C 18,3 mg 80,0 mg 23 %
calcium 98,7 mg 900,0 mg 11 %
iron 0,6 mg 10,0 mg 7%
Vit. B1 0,0 mg 1,0 mg 4%
cholesterol 0,0 mg - -
sodium 49,3 mg 2000,0 mg 2%
phosphorus 89,4 mg 800,0 mg 11 %

26
BAB III PENUTUP

A.  KESIMPULAN
     Obesitas pada anak adalah kondisi medis pada anak yang ditandai dengan barat
badan di atas rata-rata dari Indeks Massa Tubuhnya (Body Mass Index) yang di atas
normal. Indeks Massa Tubuh (IMT) dihitung dengan cara mengalikan berat badan
anak kemudian dibagi dengan kuadrat dari besar tinggi anak. Jika seorang anak
memiliki IMT di atas 25 kg/m2, maka anak tersebut menderita obesitas. Anak yang
nafsu makannya lebih banyak ternyata tidak semua menjadi gemuk atau menjadi
obesitas. System metabolism anak berbeda-beda, anak yang kecepatan
metabolismenya lambat akan lebih berisiko menjadi obesitas. Factor-faktor obesitas di
antaranya adalah Faktor genetic, makanan cepat saji dan makanan ringan dalam
kemasan, minuman cepat saji, serta kurangnya aktivitas fisik. Pengembagan formula
dan resep diperlukan untuk memberikan anak makanan yang bergizi baik dan
menyeimbangkan energi yang masuk dan keluar pada anak, sehingga anak menjadi
lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang akan bisa terjadi karena obesitas

   

B. SARAN
Obesitas yang dialami oleh anak tidak hanya menimbulkan masalah dalam
segi kesehatan namun juga menjadi masalah psikis. oleh karena itu orang tua harus
memiliki kesadaran untuk menkontrol pola makan ataupun gaya hidup anak mulai
dari sejak dini, agar anak tidak mengalami gangguan secara psikisnya ataupun
fisiknya pada saat dia tumbuh dewasa. Orang tua juga harus memiliki pengetahuan
tentang gizi seimbang dengan baik.

27
DAFTAR PUSTAKA

RISKESDAS.2018

AKG 2019

Prihaningtyas,Aji. 2108. anak obesitas. jakarta: PT. Elex Media komutindo

Mutiana. 2106. obesitaspada anak, diakses tanggal 11 april 2020 dari

https://muntiana.blogspot.com/2016/02/makalah-obesitas-pada-anak.html

https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/mengatur-pola-makan-anak-obesitas/

https://www.alodokter.com/mendampingi-anak-dengan-obesitas

28