Anda di halaman 1dari 2

Putri_3.

Kelainan tulang dan patah tulang pada lansia:


a. Fraktur femur: hilangnya kontinuitas tulang paha, kondisi fraktur femur secara klinis
bisa berupa fraktur femur terbuka yang disertai adanya kerusakan jaringan lunak (otot,
kulit, jaringan saraf dan pembuluh darah) dan fraktur femur tertutup yang dapat
disebabkan oleh trauma langsung pada paha. Fraktur yang sering dialami lansia adalah
fraktur femur proksimal, Colle’s fracture, dan fraktur kolumna vertebra. Namun diantara
ketiga jenis fraktur tersebut, fraktur femur proksimal merupakan penyebab utama
perburukan kualitas hidup lansia. Fraktur femur proksimal merupakan fraktur yang
terjadi pada femur dibagian proksimal baik di bagian leher femur, intertrokanter maupun
subtrokanter.
b. Osteoporosis: Menurut National Osteoporosis Foundation (2014), osteoporosis adalah
penyakit tulang dengan karakteristik massa tulang yang rendah, terjadi kerusakan mikro-
arsitektur jaringan tulang yang mempengaruhi kekuatan tulang dan meningkatkan resiko
keropos tulang. Osteoporosis adalah suatu kondisi di mana tulang menjadi rapuh
sehingga berisiko lebih tinggi untuk terjadinya fraktur (pecah atau retak). Osteoporosis
terjadi karena ketidakseimbangan antara pembentukan tulang baru dan resorpsi tulang
tua. Osteoporosis diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Osteoporosis primer, ada 2 tipe :
− Tipe I : Osteoporosis pasca menopause
− Tipe II : Osteoporosis senilis : Osteoporosis senilis terjadi karena kekurangan
kalsium yang berhubungan dengan usia. Hal ini terkait dengan ketidakseimbangan
antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Osteoporosis
ini banyak terjadi pada lansia. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia di atas 70 tahun
dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderitaosteoporosis
senilis dan postmenopausal.
2. Osteoporosis sekunder sebagai akibat gangguan :
− Endokrin :Tiroid hormon meningkat, Paratiroid hormon meningkat,
Hipogonadism, Cushing's disease, DM(Diabetis Melitus), Steroid
− (endogenik; iatrogenik) sebagai pengobatan penyakit.
− Keganasan: − Multiple myeloma − Leukimia
− Diit : Anorexia nervosa, Tinggi Protein, Tinggi Phosphatase, Rendah kalsium,
Alkhohol
c. Hip fracture atau patah tulang pinggul, adalah kondisi saat tulang di sendi pinggul retak
atau patah. Kondisi ini sering terjadi akibat benturan keras di area pinggul. Pinggul
merupakan persendian yang menghubungkan tulang paha dengan tulang panggul. Sendi
ini berperan penting dalam mengendalikan pergerakan tubuh manusia, seperti berjalan,
duduk, atau sekadar memutar badan. Patah tulang pinggul rentan dialami oleh lansia
yang berusia 65 tahun ke atas. Lansia akan mengalami penurunan kepadatan dan
kekuatan tulang, sehingga rentan untuk mengalami patah tulang. Selain itu, lansia juga
mengalami gangguan penglihatan dan masalah keseimbangan tubuh, sehingga rentan
jatuh dan mengalami cedera yang dapat menyebabkan patah tulang pinggul.
d. Kifosis (kenaikan kurvantura tulang belakang bagian dada). Sering terjadi pada
lansiadengan osteoporosis atau penyakit neuromuskular.
e. Osteoatritis,benjolan keras dan tidak nyeri merupakan pertumbuhantulang
akibatdestruksi permukaan kartilago pada tulang kapsul sendi, biasanya ditemukan pada
lansia.
f. Osteomyelitis, adalah infeksi dari jaringan tulang yang mencakup sumsum dan atau
kortek tulang dapat berupa eksogen (infeksi masuk dari luar tubuh) atau hemotogen
(infeksi yang berasal dari dalam tubuh). Osteomyelitis dapat timbul akut atau kronik.
Bentuk akut dicirikan dengan adanya awitan demam sistemik maupun manifestasi lokal
yang berjalan dengan cepat. Osteomielitis dapat berhubungan dengan penyebaran infeksi
jaringan lunak (mis. Ulkus dekubitus yang terinfeksi atau ulkus vaskuler) atau
kontaminasi langsung tulang (mis, fraktur ulkus vaskuler) atau kontaminasi langsung
tulang (mis. Fraktur terbuka, cedera traumatic). Pasien yang beresiko tinggi mengalami
osteomielitis adalah mereka yang nutrisinya buruk, lansia, kegemukan atau penderita
diabetes.
Pada lansia kerentanan terhadap infeksi mikroorganisme meningkat seriring dengan
system pertahanan tubuh yang mulai menurun, status gizi yang menurun, serta berbagai
proses degenerative yang terjadi pada system tubuh. Staphylococcus aurens merupakan
penyebab 70% sampai 80% infeksi tulang. Organisme patogenik lainnya sering
dujumpai pada osteomielitis meliputi Proteus, Pseudomonas dan Ecerichia coli.
g. Keganasan yang dijumpai pada tulang pada lansia dapat berupa keganasan primer
ataupun metastase dari tumor lain di tubuh. Salah satu keganasan pada tulang yang dapat
terjadi pada lansia adalah osteosarcoma. Osteosarkoma biasanya terdapat pada metafisis
tulang panjang di mana lempeng pertumbuhannya (epiphyseal growth plate) yang sangat
aktif yaitu pada distal femur, proksimal tibia dan fibula, proksimal humerus dan pelvis.
Pada orang tua umur >50 tahun, osteosarkoma bisa terjadi akibat degenerasi ganas dari
pagets disease dengan prognosis sangat jelek. Selain osteosarcoma keganasan lain pada
tulang yang dapat juga terjadi pada lansia adalah kondrosarkoma. Kondrosarkoma
merupakan bentukan tumor ganas dari kartilago hialin dengan pembesaran yang lambat.
h. Artritis Reumatoid, Penyakit autoimun yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif
simetrik terutama mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh
lainnya. Atritis Reumatoid lebih banyak terjadi pada wanita (3:1 dengan kasus pria) pada
usia 25 – 35 tahun. Faktor resiko Atritis Rhematoid terjadi pada orang orang yang
berusia diatas 60 tahun. Biasanya pada wanita terjadi diatas usia 50 tahun atau
menopouse.