Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

KETERAMPILAN BERBICARA

Tugas ini di tujukan untuk memenuhi mata kuliah

PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA SD 2

Dosen pengampu: Drs, H. Ramadi, M.Pd

Oleh:

WAHYU KURNIAWAN 1710125210085

3F PGSD

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
BANJARMASIN
2018
Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-
Nya akhirnya makalah ini dapat saya selesaikan dengan baik. Makalah ini membahas tentang :
“RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
KETERAMPILAN BERBICARA”.

Saya menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, penyusunan makalah ini tidak akan
berjalan dengan baik. Untuk itu ,penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.

Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh
darikesempurnaan,oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan pada masa yang akan datang.

Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada
umumnya.

Banjarmasin, 28 Februari 2018

Wahyu Kurniawan
1710125210085

I
DAFTAR ISI

II
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Setiap pendidik pada suatu pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan
sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema dan
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran
dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan
pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun
berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan
supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar
merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.

Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, pembelajaran bahasa


Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam bahasa
Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan serta menumbuhkan
apresiasi terhadap hasil karya kesastraan Indonesia.

Pentingnya pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar sudah tidak diragukan lagi,
megingat bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Negara Republik Indonesia, juga
sebagai bahasa pemersatu di Indonesia. Selain itu, bahasa Indonesia sangat mudah dipelajari
dari mulai anak usia dini sampai orang dewasa.Kesadaran akan pentingnya pelajaran bahasa
Indonesia di sekolah-sekolah menuntut guru untuk lebih memperkenalkan bahasa Indonesia
sebagai bahasa ibu di negeri sendiri dan lebih mempopulerkan bahasa Indonesia dengan cara
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa sehari-hari.

1
B. Rumusan Masalah
a. Apa hakikat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ?
b. Bagaimana Komponen dan sistematika RPP ?
c. Apa yang dimaksud dengan Keterampilan Berbicara ?
d. Apa Manfaat keterampilan Berbicara ?
e. Apa Tujuan Keterampilan Berbicara ?
f. Apa Macam – Macam Keterampilan Berbicara ?

C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulis adalah untuk memenuhi sebagian syarat dalam mata kuliah
Pendidikan Bahasa Indonesia SD 2, selain itu juga ada beberapa tujuan diantaranya :
1. Untuk Mengetahui Tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
2. Untuk Menambah Wawasan Keterampilan Berbicara
3. Untuk mengaplikasikan Sistematika RPP dengan keterampilan Berbicara

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
` Rencana pelaksanaan pembelajaran, atau disingkat RPP, adalah pegangan seorang
guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam
mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada hari tersebut.

Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana


Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk
satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.

Selanjutnya menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang


Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, tahapan pertama dalam
pembelajaran menurut standar proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan
dengan kegiatan peyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah rencana
pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu
mengacu pada silabus.

Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar, RPP adalah
rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemua atau lebih. RPP
dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada
silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi
Dasar (KD).

Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran
dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan
pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun
berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan
supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar
merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.

B. Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum
Pedoman Pembelajaran, RPP paling sedikit memuat:

 Tujuan pembelajaran
 Materi pembelajaran
 Metode pembelajaran

3
 Sumber belajar
 Penilaian

Komponen tersebut diwujudkan dalam format berikut:

Format RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : ................................


Kelas/ Semester : ..................................
Tema/ Subtema : ....................................
Alokasi Waktu : ....................................
A. Kompetensi Inti (KI)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator

1. ....................... (KD pada KI-1)


2. ....................... (KD pada KI-2)
3. ....................... (KD pada KI-3)
Indikator: .......................

1. ....................... (KD pada KI-4)


Indikator: .......................
C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran
E. Metode Pembelajaran
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pendahulaun (... menit)


2. Kegiatan Inti (... menit)
3. Penutup (... menit)
H. Penilaian

1. Jenis/ Teknis Penilaian


2. Bentuk Instrumen dan Instrumen Penilaian
3. Pedoman Penskoran

4
Menurut panduan teknis penyusunan RPP di Sekolah Dasar, pengembangan RPP disusun
dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik atau yang disebut RPP Tematik. RPP
tematik adalah rencana pembelajaran tematik terpadu yang dikembangkan secara rinci dari
suatu tema. Langkah-langkah pengembangan RPP tematik adalah:

1. Mengkaji silabus tematik


2. Mengidentifikasi materi pembelajaran
3. Menentukan tujuan
4. Mengembangkan kegiatan Pembelajaran
5. Penjabaran jenis penilaian
6. Menentukan alokasi waktu
7. Menentukan sumber belajar.

C. Pengertian Keterampilan Berbicara


Keterampilan berbicara atau retorika adalah seni tentang berbicara berbicara yang
dimiliki seseorang. Seni berbicara ini dimiliki seseorang secara alami atau pun dengan
menggunakan latihan khusus. Keterampilan berbicara ini
merupakan seni tentang berbicara yang merupakan sarana komunikasi dengan bahasa lisan
meliputi proses penyampaian pikiran, ide, gagasan dengan tujusan melaporkan, menghibur,
atau meyakinkan orang lain.

Berbicara adalah proses menyampaikan pesan dengan menggunakan baasa lisan.


Pesan yang diterima oleh penyimak bukanlah wujud aslinya melainkan berupa bunyi bahasa
yang kemudian dialihkan menadi bentuk emula yaitu ide atau gagasan yang sama seperti
yang dimaksudkan oleh pembicara

D. Manfaat Keterampilan Berbicara


usaba (2012: 13)menjelaskan beberapa manfaat berbicara yaitu sebagai berikut:

a.         Memperlancar Komunikasi Antar Sesama

Komunikasi antar manusia terbanyak dilakukan dengan lisan atau melalui berbicara.
Oleh karena itu, secara mendasar bahwa kemampuan berbicara menduduki peranan penting
dalam komunikasi antar sesama.

b.      Mempermudah Pemberian Berbagai Informasi

5
Ketepatan dan kecepatan informasi yang diberikan melalui lisan dari seseorang
kepada yang lain amat bergantung pada mutu dan kejelasan pembicaraan pemberi informasi.
Oleh karena itu, orang yang mampu berbicara dengan baik kemungkinan besar dapat
menyampaikan informasi secara tepat dan cepat kepada lawan bicaranya.

c.       Meningkatkan Kepercayaan Diri

Biasanya pembicara yang baik memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Karena dengan
mantap mengungkapkan gagasan atau buah pikirannya kepada orang lain, tanpa disertai
keraguan. Dengan kata lain pembicara yang baik adalah seseorang yang mampu
mengungkapkan sesuatu kepada orang lain dengan jelas dan bisa memahami keadaan lawan
bicara atau mitra tuturnya.

d.            Meningkatkan Kewibawaan Diri

Pembicara yang baik memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Oleh karena itu, secara
langsung akan dapat meningkatkan kewibawaan dirinya pada saat dia tampil sebagai
pembicara, sekaligus dimungkinkan  kewibawaan itu akan akan menyatu atau berpengaruh
terhadap keberadaan dirinya secara utuh.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat dari keterampilan
berbicara adalah alat untuk memperlancar komunikasi antar sesama, mempermudah
pemberian berbagai informasi, meningkatkan kepercayaan diri, dan meningkatkan
kewibawaan diri.

E. Tujuan Keterampilan Berbicara


Tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan pengiriman
dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud
dapat dipahami. Oleh karena itu, agar dapat menyampaikan pesan secara efektif, pembicara
harus memahami apa yang akan disampaikan atau dikomunikasikan. Tarigan juga
mengemukakan bahwa berbicara mempunyai tiga maksud umum yaitu untuk
memberitahukan dan melaporkan (to inform), menjamu dan menghibur (to entertain), serta
untuk membujuk, mengajak, mendesak dan meyakinkan (to persuade)

Gorys Keraf dalam St. Y. Slamet dan Amir (1996: 46-47) mengemukakan tujuan
berbicara diantaranya adalah untuk meyakinkan pendengar, menghendaki tindakan atau

6
reaksi fisik pendengar, memberitahukan, dan menyenangkan para pendengar. Pendapat ini
tidak hanya menekankan bahwa tujuan berbicara hanya untuk memberitahukan, meyakinkan,
menghibur, namun juga menghendaki reaksi fisik atau tindakan dari si pendengar atau
penyimak

Tim LBB SSC Intersolusi (2006:84) berpendapat bahwa tujuan berbicara ialah untuk: (1)
memberitahukan sesuatu kepada pendengar, (2) meyakinkan atau mempengaruhi pendengar,
dan (3) menghibur pendengar. Pendapat ini mempunyai maksud yang sama dengan pendapat-
pendapat yang telah diuraikan di atas.

Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan


bahwa tujuan berbicara yang utama ialah untuk berkomunikasi. Sedangkan tujuan berbicara
secara umum  ialah untuk memberitahukan atau melaporkan informasi kepada penerima
informasi, meyakinkan atau mempengaruhi penerima informasi, untuk menghibur, serta
menghendaki reaksi dari pendengar atau penerima informasi.

F. Macam Macam Keterampilan Berbicara


Bila diperhatikan mengenai bahasa pengajaran akan kita dapatkan berbagai jenis
berbicara. Antara lain: diskusi, percakapan, pidato menjelaskan, pidato menghibur, ceramah.

A. Diskusi

Diskusi adalah sebuah  interaksi  komunikasi  antara dua orang  atau lebih/kelompok.


Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah
satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman
yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik
inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu
pemahaman dari topik tersebut.

Macam-macam diskusi:

a. Seminar

Pertemuan para pakar yang berusaha mendapatkan kata sepakat mengenai suatu hal.

b. Sarasehan/Simposium

7
Pertemuan yang diselenggarakan untuk mendengarkan pendapat prasaran para ahlimengenai
suatu hal/masalah dalam bidang tertentu.

c. Lokakarya/Sanggar Kerja

Pertemuan yang membahas suatu karya.

d. Santiaji

Pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat menjalang


pelaksanaan kegiatan.

e. Muktamar

Pertemuan para wakil organisasi mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang


dihadapi bersama.

f. Konferensi.

Pertemuan untuk berdiskusi mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

g. Diskusi Panel

Diskusi yang dilangsungkan oleh panelis dan disaksikan/dihadiri oleh beberapa pendengar,


serta diatur oleh seorang moderator.

h. Diskusi Kelompok

Penyelesaian masalah dengan melibat kan kelompok-kelompok kecil.

B. Percakapan

Percakapan adalah dialog antara dua orang atau lebih. Membangun komunikasi melalui
bahasa lisan (melalui telepon, misalnya) dan tulisan (di chat room). Percakapan ini bersifat
interaktif yaitu komunikasi secara spontan antara dua atau lebih orang .

C. Pidato

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan


pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh
seorang yang memberikan orasi-orasi, dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang
penting dan patut diperbincangkan. Pidato adalah salah satu teori dari pelajaran bahasa
indonesia.

8
Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan
banyak anak buahnya atau khalayak ramai.

D. Ceramah

Ceramah merupakan suatu kegiatan berbicara di depan umum dalam situasi tertentu untuk
tujuan tertentu dan kepada pendengar tertentu. Dalam setiap ceramah pembicara harus
menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi sehingga ceramah, dapat berjalan
dengan lancar. Kegiatan ceramah harus memperhatikan hal-hal antara lain : suara,
intonasi, gaya bahasa, sikap, gerak-gerik, mimic sehingga pendengar dapat tertarik dengan
apa yang diungkapkan.

9
BAB III
Penutup

A. Kesimpulan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap
muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan
kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.Menurut
panduan teknis penyusunan RPP di Sekolah Dasar, pengembangan RPP disusun dengan
mengakomodasikan pembelajaran tematik atau yang disebut RPP Tematik.

Keterampilan berbicara ini merupakan seni tentang berbicara yang merupakan


sarana komunikasi dengan bahasa lisan meliputi proses penyampaian pikiran, ide, gagasan
dengan tujusan melaporkan, menghibur, atau meyakinkan orang lain.

manfaat dari keterampilan berbicara adalah alat untuk memperlancar komunikasi antar
sesama, mempermudah pemberian berbagai informasi, meningkatkan kepercayaan diri, dan
meningkatkan kewibawaan diri. tujuan berbicara yang utama ialah untuk berkomunikasi.
Sedangkan tujuan berbicara secara umum  ialah untuk memberitahukan atau melaporkan
informasi kepada penerima informasi, meyakinkan atau mempengaruhi penerima informasi,
untuk menghibur, serta menghendaki reaksi dari pendengar atau penerima informasi

B. Saran
Harapannya ketika menjadi seorang guru dapat menentukan Rencana pelaksanaan
pembelajaran yang tepat dan untuk siswa nantinya bisa menjadi calon penerus bangsa yang
terampil untuk menuju 2045 indonesia emas khususnya keterampilan dalam berbicara.

10
LAMPIRAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Kelas / Semester : II ( Dua ) / 1 ( Satu)


Tema : 1. Hidup Rukun
Sub tema : 1. Hidup Rukun di Rumah
Pembelajaran ke : 1 ( Satu )

OLEH

Wahyu Kurniawan : 1710125210085

Kelas : 3F PGSD
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SD
Kelas/Semester : II (Dua) / 1 (Satu)
Tema : 1. Hidup Rukun
Sub tema : 1. Hidup Rukun di Rumah
Pembelajaran ke : 1 (Satu)
Alokasi waktu : (1 x pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI (KI)


KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya
diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah
dan di sekolah.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam
karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. KOMPETENSI DASAR (KD) dan INDIKATOR


N Mata Pelajaran Keterampila Kompetensi Dasar Indikator
O n
1. Bahasa Berbicara 3.3 Mengenal teks 3.3.1 Menerangkan
Indonesia buku harian tentang teks buku harian
kegiatan anggota tentang kegiatan
keluarga dan dokumen anggota keluarga
milik keluarga dengan dan dokumen milik
bantuan guru atau keluarga dengan
teman dalam bahasa bantuan guru atau
Indonesia lisan dan teman dalam bahasa
tulis yang dapat diisi Indonesia lisan dan
dengan kosakata bahasa tulis yang dapat
daerah untuk diisi dengan
membantu pemahaman. kosakata bahasa
daerah untuk
membantu
pemahaman.
3.3.2 Mediskusikan
Menerangkan teks
buku harian tentang
kegiatan anggota
keluarga dan

1
dokumen milik
keluarga dengan
bantuan guru atau
teman dalam bahasa
Indonesia lisan dan
tulis yang dapat
diisi dengan
kosakata bahasa
daerah untuk
membantu
pemahaman.
3.3.3
Mendemonstrasikan
teks buku harian
tentang kegiatan
anggota keluarga
dan dokumen milik
keluarga dengan
bantuan guru atau
teman dalam bahasa
Indonesia lisan dan
tulis yang dapat
diisi dengan
kosakata bahasa
daerah untuk
membantu
pemahaman

2
C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Setelah Mendengakan penjelasan guru tentang teks buku harian , Siswa Mampu
menceritakan kebersamaan dengan anggota keluarga yang berbeda jenis kelamin
dengan bahasa yang santun dan percaya diri.
2. Setelah Mengamati teks buku harian , Siswa Mampu Menerangkan teks buku harian
keluarga.
3. Setelah Mengamati Teks Buku harian , Siswa Mampu Mediskusikan teks buku
harian keluarga .
4. Dengan Mendengarkan penjelasan guru tentang Buku Harian , Siswa Mampu
Mendemonstrasikan teks buku harian tentang keluarga

D. MATERI PEMBELAJARAN
Bahasa Indonesia : Teks Buku Harian Udin

E. METODE PEMBELAJARAN
1. Model : Talking Stick
2. Metode : Menceritakan Kembali Penugasan, tanya jawab, demonstrasi, dan
ceramah
3. Pendekatan : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar,
mengkomunikasikan)

F. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN


1. Media : Contoh Teks Buku Harian

2. Alat : Kertas HVS, alat tulis.


3. Sumber : Buku Guru dan Siswa SD/MI Kelas II Tema 1 “Hidup
Rukun” (Buku TematikTerpadu Kurikulum 2013)

3
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

Pendahuluan 1. Gurumemberikan salam dan mengajak semua 10 menit


menurut agama dan keyakinan masing-masing
2. mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar
kehadiran dan memeriksa kerapian pakaian, posisi dan
tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
3. n tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang ”Hidup
Rukun”.
4. Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi
kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi,
mengomunikasikan dan menyimpulkan.

Inti 1. Siswa diberi pengarahan tentang materi pembelajaran, 45 menit


kemudian guru menampilkan teks buku harian Udin
sebagai contoh teks buku harian.
2. Siswa dan guru menentukan topik tentang teks buku
harian dengan menggunakan kosakata daerah.
3. Setelah ditentukan topik tentang teks buku harian
dengan menggunakan kosakata daerah. Semua siswa
dalam tiap kelompok bersiap untuk menulis secara
serentak.
4. Tiap siswa menulis di lembar kerjanya masing-masing
dengan batasan tertentu yang telah disepakati bersama.
5. Ketika guru memberi aba-aba untuk memulai atau
memberhentikan pengerjaan penulisan kepada
siswa.Hasil tulisan mengenai teks buku harian akan di
demonstrasikan ke kelas.
6. Guru Mempersiapkan tongkat ukuran 20 cm
7. Guru mengambil sebuah tongkat dan memberikannya
kepada salah seorang peserta didik
8. Guru memberikan suatu pertanyaan dan bagi peserta
didik yang sedang memegang tongkat tersebut harus
mendemonstrasikan hasil buku harian ke teman temannya.
demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik.
9. Siswa menerangkan hasil buku harian ke teman
temannya
10. Siswan yang sudah menerangkan hasil buku harian
mendapatkan reward berupa bintang emas
11. Kemudian siswa yang lain mendengarkan hasil tulisan
salah satu temannya.

4
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

12. Setelah mendengarkan siswa yang lain menceritakan


kembali buku harian teman yang di depan.
13. Tiap siswa mencermati hasil tulisan yang ada.
14. Guru dan siswa merefleksi hasil penulisan.

Penutup 1. Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / 15 menit


rangkuman hasil belajar selama sehari
2. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran
yang telah diikuti.
4. Melakukan penilaian hasil belajar
5. Guru memberikan nasehat/pesan moral
6. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran)

H. PENILAIAN

1. Sikap

NO NAMA SISWA PERUBAHAN TINGKAH LAKU


PERCAYA DIRI TELITI SANTUN
BT MT MB SM BT MT MB SM BT MT MB SM

Acuan Pendidikan Karakter (Kemendiknas, 2010) meliputi:

BT: Belum Terlihat

5
Apabila peserta didik belum memperlihatkan tandatanda awal perilaku yang dinyatakan
dalam indikator karena belum memahami makna dari nilai itu

(Tahap Anomi).

MT: Mulai Terlihat

Apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tandatanda awal perilaku yang
dinyatakan dalam indikator, tetapi belum konsisten karena sudah ada pemahaman dan
mendapat penguatan lingkungan terdekat (Tahap Heteronomi).|

MB: Mulai Berkembang

Apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam
indikator dan mulai konsisten, karena selain sudah ada pemahaman dan kesadaran juga
mendapat penguatan lingkungan terdekat dan lingkungan yang lebih luas (Tahap Sosionomi).

SM: Sudah Membudaya

Apabila peserta didik terus

menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakandalam indikator secara konsisten karena


selain sudah ada pemahaman dan kesadaran, juga mendapat penguatan lingkungan terdekat
dan lingkungan yang lebih luas sudah tumbuh kematangan moral (Tahap Autonomi).

6
2. Rubik menceritakan kembali teks buku Harian

NO NAMA SISWA Aspek/Kriteria

4 3 2 1

ASPEK/KRITERI SKOR
A
4 3 2 1
Pengetahuan : Semua Ada beberapa Ada beberapa Belum ada
Ketepatan ungkapan di ungkapan di ungkapan di ungkapan yang
menyebutkan dalam teks dalam teks dalam teks disebutkan
ungkapan di dalam disebutkan yang masih yang masih dengan benar
teks dengan benar salah salah meskipun
tanpa bantuan disebutkan, disebutkan, dengan bantuan
guru. tanpa bantuan dengan bantuan guru.
guru. guru.
Ketepatan Semua Ada beberapa Ada beberapa Belum ada
mengucapkan ungkapan di ungkapan di ungkapan di ungkapan yang
ungkapan di dalam dalam teks dalam teks dalam teks disebutkan
teks disebutkan yang masih yang masih dengan benar
dengan benar salah salah meskipun
tanpa bantuan disebutkan, disebutkan, dengan bantuan
guru. tanpa bantuan dengan bantuan guru.
guru. guru.

Mengetahui ...............,..........2018

Kepala Sekolah Guru Kelas II

7
Dr Rusmilawati M.Pd Wahyu Kurniawan

8
Lampiran

A. Materi

i
Lembar kerja peserta didik

Nama :

Kelas :

ii
Media

iii
Media Reward

iv