Anda di halaman 1dari 17

HALAMAN JUDUL

KARYA TULIS ILMIAH

PENTINGNYA CUCI TANGAN DENGAN HAND SANITIZER


UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN COVID 19

Oleh :
Nama : EKA PRASETIYO WATI
No. Absen : 11
NIS : 2167
Kelas : XII IPS 2

SMA NEGERI 1 NALUMSARI


TP 2019 / 2020

i
HALAMAN PENGESAHAN

Karya tulis ilmiah berjudul “Pentingnya Cuci Tangan dengan Hand Sanitizer
Untuk Mencegah Penyebaran Covid 19” yang disusun oleh :
Nama : EKA PRASETIYO WATI
No. Absen : 11
NIS : 2167
Kelas : XII IPS 2

telah disahkan pada :


Hari : Senin
Tanggal : 13 April 2020
Tempat : SMA Negeri 1 Nalumsari

Mengetahui Mengesahkan
Kepala SMA Negeri 1 Nalumsari Guru Pembimbing

Ida Fitriningsih, S.Pd.,M.Pd. Wiji, S.Pd


NIP. 19701202 200003 2 003 NIP. 196610141993031006

ii
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi ALLAH SWT yang maha kuasa telah menolong hamba-
Nya menyelesaikan karya tulis dengan judul Pentingnya Cuci Tangan dengan
Hand Sanitizer Untuk Mencegah Penyebaran Covid 19. Karya tulis ini disusun
agar pembaca dapat memperluas ilmu pengetahuan tentang Pandemi Covid 19.
Karya tulis ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang
datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya karya tulis ini dapat
terselesaikan.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang
telah membimbing penyusun agar dapat menyelesaikan Karya tulis ini.
Semoga Karya tulis ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas
kepada pembaca. Walaupun Karya tulis ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Nalumsari, 09 April 2020

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................ii
KATA PENGANTAR............................................................................................iii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................2
BAB II KAJIAN PUSTAKA...................................................................................3
2.1 Pengertian Covid 19...................................................................................3
2.2 Proses Penularan Virus Corona..................................................................4
2.3 Gejala Dan Ciri-Ciri Orang Yang Terjangkit Virus Corona......................5
BAB III METODE PENELITIAN..........................................................................7
3.1 Jenis Penelitian...........................................................................................7
3.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian....................................................................7
3.3 Jenis dan Sumber Data...............................................................................7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................................8
4.1 Pentingnya Cuci Tangan Dengan Hand Sanitizer Untuk Mencegah
Penyebaran Covid 19.................................................................................8
4.2 Cara Membuat Membuat Hand Sanitizer sesuai formula WHO...............9
4.3 Manfaat Bahan-Bahan Dalam Hand Sanitizer.........................................10
BAB V PENUTUP.................................................................................................12
5.1 Simpulan..................................................................................................12
5.2 Saran.........................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pandemi koronavirus 2019–2020 atau dikenal sebagai pandemi
COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit koronavirus 2019 (bahasa
Inggris: coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia.
Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama
SARS-CoV-2. Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan,
Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019, dan ditetapkan sebagai
pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020.
Cara penyebaran sejumlah virus dapat melalui kontak dekat, lingkungan
atau benda yang terkontaminasi virus. Virus tertular melalui droplet yang
berasal dari saluran napas seperti batuk, bersih atau saat berbicara.
Selanjutnya droplet tersebut melekat ke lingkungan atau benda karena droplet
yang memiliki berat tidak dapat bertahan di udara.
Bagaimana akhirnya droplet yang mengandung virus tersebut sampai
masuk ke dalam tubuh manusia? Jawabnya adalah melalui tangan. Tangan
menyentuh permukaan benda/lingkungan tempat droplet melekat. Selanjutnya
tangan menyentuh muka, terutama mulut, hidung dan mata, sehingga
akhirnya virus masuk ke dalam tubuh kita.
Kebiasaan tangan menyentuh muka ini memang tak terhindarkan dan
hampir setiap saat dilakukan. Menurut penelitian “A Frequent Habit that has
Implications for Hand Hygiene (Angela, 2015)”, dalam satu jam, rata-rata
orang menyentuh muka sebanyak 23 kali. Bagian yang paling banyak
disentuh adalah mulut, sebanyak empat kali dengan durasi 1 – 12 detik.
Selain itu WHO menyebutkan, penularan langsung bisa terjadi saat
seseorang pasien positif Covid-19 batuk, bersih atau bicara dan mengeluarkan
droplet. Droplet bisa langsung terhirup oleh orang lain jika berada dalam
jarak 1 – 2 meter.

1
Sedari awal, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa rutin dilakukan
oleh masing-masing individu hingga lingkungan sekitar rumah untuk
menangkal Covid-19.
Pencegahan yang cukup efektif adalah dengan sesering mungkin
mencuci tangan. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, minimal
20 detik. Sebaiknya, jangan menyentuh hidung, mulut dan mata sebelum
mencuci tangan. Jika tidak ada sabun dan air mengalir, bisa menggunakan
cairan pembersih tangan (minimal 70 persen alkohol).
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk
memaparkan karya tulis dengan judul Pentingnya Cuci Tangan dengan Hand
Sanitizer Untuk Mencegah Penyebaran Covid 19.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan
permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis ini yaitu :
1. Apa pentingnya cuci tangan dengan hand sanitizer untuk mencegah
penyebaran Covid 19?
2. Bagaimana Cara Membuat Membuat Hand Sanitizer sesuai formula
WHO ?
3. Apa manfaat bahan-bahan dalam hand sanitizer
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan karya tulis
ini yaitu :
1. menjelaskan pentingnya cuci tangan dengan hand sanitizer untuk
mencegah penyebaran Covid 19
2. menjelaskan cara Membuat Membuat Hand Sanitizer sesuai formula
WHO
3. menjelaskan manfaat bahan-bahan dalam hand sanitizer.

2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Covid 19

Penampakan Virus Corona


Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2
(SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit
karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan
gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2)
yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari
coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja,
baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di
kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan
cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara,
termasuk Indonesia. Hal ini membuat beberapa negara di luar negeri
menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka
mencegah penyebaran virus Corona.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem
pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi
pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan

3
infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East
Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome
(SARS).

2.2 Proses Penularan Virus Corona


Kemudian, menurut WHO, virus Virus Corona atau severe acute
respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) menular dari manusia
satu ke manusia lain.
Cara penularannya, virus Covid-19 menyebar melalui tetesan air liur
atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin.
Tetesan tersebut mendarat di mulut atau hidung orang yang berada di
dekatnya. Virus corona juga bisa menular antara orang yang saling
bersentuhan dalam jarak sekitar 30 cm. Si orang sehat ini lantas menyentuh
mata, mulut, atau hidung mereka. Lantas, tetesan yang mengandung virus
corona terhirup ke dalam paru-paru. Sehingga menyebabkan orang tersebut
ikut tertular virus corona. Hingga kemudian ia menulari orang lain lagi bila
tak segera mengisolasi diri atau melakukan langkah pencegahan.
Itulah sebabnya, kini gencar digalakkan imbauan untuk social
distancing. Yakni menjaga jarak antara satu orang dengan orang lain dengan
berdiam atau melakukan aktivitas di rumah. Baik itu kerja atau sekolah.
Sebab, kontak jarak dekat atau close contact meningkatkan risiko cara
penyebaran virus Corona
Cara penyebaran virus Corona lewat kontak jarak dekat yaitu melalui
jabatan tangan, berciuman, berpelukan atau aktivitas lain yang melibatkan
sentuhan langsung. Virus Corona juga bisa menyebar jika kita bersentuhan
dengan permukaan benda yang telah terpapar.
Benda-benda seperti pegangan pintu, saklar, meja, tiang, remote TV
atau AC, atau benda lain yang digunakan secara bergantian, apabila pernah
disentuh orang terinfeksi berpotensi jadi cara penyebaran virus Corona.
Dengan kata lain jika permukaan benda yang terkena virus Corona disentuh

4
lalu tangan kita mengusap mata, hidung dan mulut atau membran mucus
lainnya, maka bisa tertular.
Kebiasaan tangan menyentuh muka ini memang tak terhindarkan dan
hampir setiap saat dilakukan. Menurut penelitian “A Frequent Habit that has
Implications for Hand Hygiene (Angela, 2015)”, dalam satu jam, rata-rata
orang menyentuh muka sebanyak 23 kali. Bagian yang paling banyak
disentuh adalah mulut, sebanyak empat kali dengan durasi 1 – 12 detik.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa cara


penyebaran virus Corona sangat cepat karena virus ini bisa bertahan selama
beberapa jam di luar tubuh. Bahkan bisa bertahan hingga dua hari dalam suhu
ruangan.
Maka dari itu sangat disarankan rajin cuci tangan dengan air mengalir
dan sabun setiap kali selesai beraktivitas di luar atau habis menyentuh benda-
benda. Bisa juga dengan menggunakan hand sanitizer jika tidak tersedia air
dan sabun.

2.3 Gejala Dan Ciri-Ciri Orang Yang Terjangkit Virus Corona


Berikut gejala dan ciri-ciri orang yang terjangkit virus corona dari hari
ke hari, sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari dailymail.co.uk:

5
Hari 1: Pasien akan mengalami demam, kelelahan, nyeri otot, dan
batuk kering. Sebagian kecil dari mereka mengalami diare atau mual satu atau
dua hari sebelumnya.
Hari 5: Pasien mengalami kesulitan bernapas atau yang dikenal
sebagai dispnea. Terlebih bagi pasien yang berusia lanjut atau telah memiliki
riwayat penyakit lain sebelumnya.
Hari 7: Pada hari ke-tujuh, pasien menunjukkan tanda-tanda kesulitan
bernapas. Ini adalah waktu rata-rata pasien dirawat di rumah sakit.
Pasien yang memiliki tanda peringatan darurat untuk COVID-19
seperti nyeri yang terus-menerus, napas pendek dan bibir atau wajah
kebiruan, harus mendapatkan perawatan medis.
Dalam studi lain, pada hari ke-7, gejala yang dialami sebagian besar
pasien - sekitar 85 persen - mulai berkurang. Mereka bisa saja keluar dari
isolasi.
Bila Anda tinggal bersama orang lain atau satu dari mereka memiliki
gejala virus corona, maka semua anggota rumah harus tinggal di rumah.
Mereka tidak boleh meninggalkan rumah selama 14 hari. Periode 14 hari dimulai
dari hari saat orang pertama dirawat di rumah sakit.
Hari 8: Pasien dengan kasus yang parah akan mengalami sindrom
gangguan pernapasan akut. Paru-paru tidak dapat memberikan oksigen yang
cukup bagi organ vital di tubuh.
Hari 10: Pasien dengan masalah pernapasan yang memburuk akan
dimasukkan ke unit perawatan intensif alias ICU pada hari ke-10.
Hari 12: Demam cenderung berakhir pada hari ke-10, demikian
menurut studi di Wuhan Durasi rata-rata demam yang merupakan tanda awal
COVID-19 sekitar 12 hari. Namun, kondisi batuk yang terkait dengan
penyakit ini bertahan lebih lama. Pada pasien virus corona yang berhasil
sembuh, kesulitan bernapas akan akan berhenti setelah 13 hari.
Dengan mengetahui gejala awal virus corona, Anda dapat sejumlah
protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran virus corona.

6
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Jenis penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan yaitu penelitian
yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasil
penelitian baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan. Menurut
Mardalis Penelitian Kepustkaan salah satunya bertujuan untuk
mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam
material yang terdapat di ruangan perpustakaan, seperti: buku-buku, majalah,
dokumen, catatan dan kisah-kisah sejarah dan lain-lainnya.
.
3.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan melalui media online dengan bantuan HP, dan
Laptop.

3.3 Jenis dan Sumber Data


Jenis data dalam penelitian ini diperoleh dari media online yaitu
website berita resmi seperti Kompas.com, Tribun News, dan lain-lain..

7
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pentingnya Cuci Tangan Dengan Hand Sanitizer Untuk Mencegah


Penyebaran Covid 19
Pencegahan penyebaran Covid 19 yang cukup efektif adalah dengan
sesering mungkin mencuci tangan. Cuci tangan menggunakan sabun dan air
mengalir, minimal 20 detik. Sebaiknya, jangan menyentuh hidung, mulut dan
mata sebelum mencuci tangan. Jika tidak ada sabun dan air mengalir, bisa
menggunakan cairan pembersih tangan (minimal 70 persen alkohol).
Catatan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (2017), 93 persen
masyarakat Indonesia sudah mempunyai kebiasaan mencuci tangan dengan
sabun dan air. Sisanya, mencuci tangan hanya memakai air, air dan deterjen
pembersih, serta sabun tanpa air. Hal ini menunjukkan, masyarakat Indonesia
sudah mempunyai kebiasaan baik untuk mencuci tangan dengan sabun dan
air. Hanya saja saat pandemik ini terjadi, frekuensinya bisa lebih
ditingkatkan.
Namun jika dilihat per provinsi, baru 15 wilayah yang nilai
persentasenya melebih angka Indonesia. Sisanya, 20 provinsi, berada di
bawah nilai rata-rata Indonesia. Bahkan, di Nusa Tenggara Timur, hanya 76
persen rumah tangga terbiasa mencuci tangan dengan sabun dan air. Hal ini
menjadi catatan khusus di saat pandemi Covid-19 melanda.
Bagaimana sabun dan air bisa menghilangkan virus? Bentuk virus
korona yang ditutupi menara runcing, terlihat memiliki mahkota. Di dalam
mahkota adalah lapisan luar virus yang terdiri dari lemak. Lemak ini bisa
larut dengan sabun. Selain itu, sabun juga bisa menonakftifkan virus sehingga
tidak dapat mengikat dan memasuki sel manusia lagi.
Adapun dengan alkohol yang terkandung dalam hand sanitizer bisa
langsung membantu memecah dinding sel virus yang terdiri dari protein.
Alkohol akan mendenaturasi dan menggumpalkan protein atau merusaknya.

8
Namun, untuk membersihkan droplet mengandung virus yang menempel di
tangan, lebih banyak membutuhkan alkohol dibandingkan air.

4.2 Cara Membuat Membuat Hand Sanitizer sesuai formula WHO


Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC),
menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol merupakan pilihan terbaik
kedua setelah mencuci tangan dengan sabun. Penggunaan hand
sanitizer dinilai mampu menonaktifkan mikroorganisme yang menempel di
tangan.
Berikut cara membuat hand sanitizer menurut formulasi WHO,
1. Bahan-bahan yang diperlukan
Formula I
a. Ethanol 96% 833 ml
b. Gliserin 98% 14,5 ml
c. Hidrogen peroksida 3% sebanyak 41,7 ml
d. 1 liter Air suling steril (distiled water) atau air yang sudah direbus
dan didinginkan.

Formula II
a. Isopropil alkohol 99,8% 751,5 ml
b. Gliserin 98% sebanyak 14,5 ml
c. Hidrogen peroksida 3% sebanyak 41,7 ml
d. 1 liter Air suling steril (distiled water) atau air yang sudah direbus
dan didinginkan.

2. Alat-alat yang diperlukan


a. Gelas ukur
b. Corong
c. Botol atau gelas labu 1 liter
d. Botol kecil untuk menyimpan cairan hand sanitizer.

9
3. Cara Membuat
a. Ukur formulasi sesuai takaran yang dibutuhkan dengan gelas ukur.
Pilih salah satu formula antara hand sanitizer yang menggunakan
isopropil alkohol atau ethanol.
b. Masukkan ethanol atau isopropil pada botol atau gelas labu.
c. Masukkan hidrogen peroksida ke dalam botol atau gelas labu.
d. Lalu masukkan gliserin. Gliserin memiliki konsistensi sangat lengket
dan kental, jadi pastikan gliserin tidak ada yang tertinggal di dalam
gelas ukur. Anda bisa menggunakan sedikit air distilasi untuk
membilas gliserin dalam gelas ukur.
e. Setelah bahan jadi satu dalam botol, masukkan 1 liter air distilasi.
Tutup botol agar alkohol tidak menguap.
f. Campurkan semua bahan dengan cara mengocok botol atau gelas labu
dengan perlahan hingga ketiga bahan tercampur dengan rata.
g. Setelah hand sanitizer tercampur rata, masukkan cairan ini ke botol-
botol yang lebih kecil untuk mempermudah penyimpanan.
h. Simpan botol-botol ini selama kurang lebih 72 jam untuk menghindari
kontaminasi dari botol.
i. Hand sanitizer sudah siap digunkan.

4.3 Manfaat Bahan-Bahan Dalam Hand Sanitizer


1. Ethanol
Ethanol atau yang kerap disebut alkohol saja merupakan cairan
alkohol yang biasa menjadi bahan utama dalam minuman beralkohol
seperti bir, anggur atau brendi. Karena mudah larut dalam air dan senyawa
organik lainnya, etanol juga merupakan bahan dalam berbagai produk, dari
produk perawatan pribadi dan kecantikan hingga cat dan pernis.
Dengan konsentrasi tepat, etanol dapat menembus membran sel
bakteri atau virus dan menghancurkannya. Ethanol merupakan cairan yang
mudah terbakar, jadi saat proses membuat hand sanitizer, jauhkan cairan
ini dari sumber api.

10
2. Isopropil alkohol
Isopropil alkohol merupakan jenis alkohol yang biasa ditemui di
apotek. Isopropil alkohol dinilai lebih ampuh membunuh mikroorganisme
dibanding ethanol. Isopropil alkohol untuk antiseptik biasanya harus
memenuhi kadar 50-95%.
Isopropil alkohol juga mudah terbakar. Selain itu, alkohol ini jauh
lebih mengiritasi kulit jika digunakan berlebihan.
 
3. Gliserin
Gliserin atau Gliserol adalah senyawa gliserida yang paling
sederhana. Gliserin dalam pembuatan hand sanitizer berguna untuk
membuat alkohol lebih mudah diaplikasikan pada kulit. Gliserin juga
berguna melembapkan kulit dan mencegah iritasi kulit akibat alkohol.

4. Hidrogen peroksida
Hidrogen peroksida adalah cairan bening, agak lebih kental
daripada air, yang merupakan oksidator kuat. Hidrogen peroksida berperan
sebagai zat antiseptik seperti alkohol dalam hand sanitizer. Zat ini
digunakan untuk mengentikan pertumbuhan mikroba yang dapat
berkembang di cairan hand sanitizer.

11
BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
1. Pencegahan penyebaran Covid 19 yang cukup efektif adalah dengan
sesering mungkin mencuci tangan. Cuci tangan menggunakan sabun dan
air mengalir, minimal 20 detik. Jika tidak ada sabun dan air mengalir, bisa
menggunakan cairan pembersih tangan (minimal 70 persen alkohol).
2. Cara Membuat Membuat Hand Sanitizer sesuai formula WHO ada 2
formula dengan bahan utama yaitu Ethanol, Gliserin, Hidrogen peroksid,
Air suling steril (distiled water) atau air yang sudah direbus dan
didinginkan.
3. Manfaat Bahan-Bahan Dalam Hand Sanitizer yaitu Ethanol dapat
menembus membran sel bakteri atau virus dan menghancurkannya.
Isopropil alkohol dinilai lebih ampuh membunuh mikroorganisme
dibanding ethanol.  Gliserin dalam pembuatan hand sanitizer berguna
untuk membuat alkohol lebih mudah diaplikasikan pada kulit. Gliserin
juga berguna melembapkan kulit dan mencegah iritasi kulit akibat alkohol.
Hidrogen peroksida berperan sebagai zat antiseptik seperti alkohol dalam
hand sanitizer. Zat ini digunakan untuk mengentikan pertumbuhan
mikroba yang dapat berkembang di cairan hand sanitizer.

5.2 Saran
Berdasarkan simpulan diatas, penulis menyarankan agar masyarakat
dapat membuat hand sanitizer dengan bahan-bahan yang dianjurkan oleh
WHO tersebut agar Covid 19 tidak menyebar.

12
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 2020. Begini Penampakan Virus Corona Jika Diperbesar Ribuan
Kali. https://www.indozone.id/news/M7szxj/begini-penampakan-virus-
corona-jika-diperbesar-ribuan-kali. Diakses pada tanggal 10 April 2020
pukul 13.30 WIB.

Cristy, Merry. 2020. Virus Corona (COVID-19).


https://www.alodokter.com/virus-corona. Diakses pada tanggal 10 April
2020 pukul 13.30 WIB.

Nonutu, Ventrico. 2020. Cara Penularan Virus Corona, Menular dari Orang ke
Orang Ketika Batuk. https://manado.tribunnews.com/2020/03/27/simak-
cara-penularan-virus-corona-menular-dari-orang-ke-orang-ketika-batuk?
page=all. Diakses pada tanggal 10 April 2020 pukul 13.30 WIB.

Rosalina, Puteri. 2020. Hidup Sehat Menangkal Korona.


https://bebas.kompas.id/baca/riset/2020/04/03/hidup-sehat-menangkal-
korona/. Diakses pada tanggal 10 April 2020 pukul 13.30 WIB.

Sutrisni, Arum. 2020. Pentingnya Cuci Tangan,


https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/28/190000069/pentingnya-
cuci-tangan?page=all. Diakses pada tanggal 10 April 2020 pukul 13.30
WIB.

Putsanra, Dipna. 2020. Cuci Tangan vs Hand Sanitizer, Mana Lebih Efektif
Cegah Corona?. https://tirto.id/cuci-tangan-vs-hand-sanitizer-mana-lebih-
efektif-cegah-corona-eKp4 Diakses pada tanggal 10 April 2020 pukul 13.30
WIB.

13