Anda di halaman 1dari 4

FARMAKOGNOSI II

“ Tugas Ekstraksi dan Isolasi Tanin ”

OLEH :
VEVIA RISA PUTRI
19013001
(2018 B)

DOSEN PENGAMPU :
Apt. DWI DINNI AULIA BAKHTRA, M.Farm.

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI


PADANG
2020
TANIN
Tanin adalah senyawa metabolit sekunder yang tergolong dalam senyawa
polifenol yang terdapat pada beberapa tanaman. Tanin mampu mengikat protein,
sehingga protein pada tanaman dapat resisten terhadap degradasi oleh enzim
protease di dalam silo ataupun rumen.
Tanin mempunyai kemampuan mengendapkan protein, karena tanin
mengandung sejumlah kelompok ikatan fungsional yang kuat dengan molekul
protein yang selanjutnya akan menghasilkan ikatan silang yang besar dan
komplek yaitu protein tanin.
Disini dilakukan proses ekstraksi dan isolasi senyawa tanin yang terdapat
pada ekstrak daun jambu mete (Anacardium occidentale L.)
Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks bertingkat. Pertama
ditimbang serbuk daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) sebanyak 2 kg
dan dimasukan masing-masing 1 kg ke dalam labu refluks kemudian ditambahkan
heksana sebagai cairan penyari sampai seluruh serbuk terendam seluruhnya atau
hingga tinggi serbuk 2/3 tinggi pelarut heksana. Kemudian dilakukan refluks,
yaitu dipanaskan selama 30 menit lalu dibiarkan hingga dingin.
Selanjutnya cairan penyari dipisahkan dari ampas dan disimpan dalam
wadah penampung. Selajutnya ampas diekstraksi kembali dengan cara yang sama.
Refluks diulangi hingga lapisan pelarut heksana tidak pekat lagi atau hampir
jernih.
Ekstrak yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary
vacuum evaporator dengan suhu 50oC dan kecepatan 50 rpm. Ampas dari
ekstraksi tersebut kemudian dikeringkan di dalam lemari asam dan ditambahkan
dengan etil asetat, dan methanol berturut-turut dengan perlakuan yang sama
seperti refluks tingkat pertama dengan heksana.
simplisia serbuk
daun jambu mete

+ heksan, refluks 30 memit 6 kali, saring

filtrat ampas

Uapkan dgn rotavapor


40-50⁰C, 50 rpm Keringkan di lemari asam, + etil
asetat, refluks 30 menit 6 kali,
saring

Ekstrak kental
heksan

filtrat ampas

Uapkan dgn rotavapor 40-


50⁰C, 50 rpm
Keringkan di lemari asam, +
metanol, refluks 30 menit 6
kali, saring

Ekstrak kental
etil asetat

filtrat ampas

Fraksinasi dgn
Uapkan dgn rotavapor 40-
kromatografi 50⁰C, 50 rpm
kolom

Ekstrak kental
metanol
Uji Kualitatif Secara KLT (Identifikasi Tanin)
Timbang ekstrak +
15 mL air panas

Panaskan hingga mendidih

Saring filtrat

+ beberapa tetes + beberapa tetes Jenuhkan dgn Na.


FeCl3 1% gelatin Asetat + FeCl3 1%

Warna hijau Endapan putih Biru tinta / hitam

Terdapat tanin gallat