Anda di halaman 1dari 5

PIGMEN FOTOSINTESIS

Dinda Dewi Rengganis (1507100008)

Program Studi Biologi


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
2010

Abstrak
Praktikum yang berjudul pigmen fotosintesis ini bertujuan untuk memisahkan
pigmen fotosintesis dengan metode kromatografi. Pada praktikum ini digunakan
tiga jenis tanaman yang memiliki warna daun yang berbeda, antara lain daun yang
berwarna hijau, daun berwarna kuning dan daun berwarna merah. Hal tersebut
dilakukan untuk mengetahui perbedaan pigmen pada daun yang dimiliki setiap
tumbuhan. Untuk mengetahui pigmen fotosintesis, dilakukan dengan cara
menumbuk daun di mortar, setelah hancur diberi alcohol sebanyak 25 ml, kemudian
dibiarkan sampai ampas mengendap. Setelah mengendap, ekstrak dituang ke botol,
kertas saring dicelupkan dan digantung di mulut botol. Ditunggu sampai terlihat
pemisahan pigmen. Hasil yang didapatkan adalah pada daun hijau didapatkan
gradasi warna hijau ke kuning, pada daun kuning didapatkan warna kuning, dan
pada daun merah didapatkan warna merah, hijau dan kuning.
Kata kunci: pigmen fotosintesis, metode kromatografi

Abstract
The aim of photosynthesis pigment’s practical is to segregate photosynthesis
pigment with chromatographic method. We used 3 leaf’s colour, red, green, and
yellow’s leaf, to know the differences of leaf’s pigment. s done by pounding the
leaves in the mortar, once destroyed were given alcohol as much as 25 ml, then
allowed to settle grounds. After settling, the extract is poured into the bottle, filter
paper is dipped and hung in the mouth of the bottle. Wait until you see the
separation of pigments. The results obtained are found in green leaf shades of
green to yellow, the yellow leaves get yellow, and red leaf found in red, green and
yellow.
Keywords: photosynthesis pigment, chromatographic method

PENDAHULUAN
1. Fotosintesis dan reduksi CO2 untuk membentuk
Fotosintesis merupakan suatu senyawa organik seperti karbohidrat
proses dimana zat-zat anorganik H2O dengan menggunakan energi cahaya
dan CO2 oleh klorofil diubah menjadi (Salisbury & Ross, 1995).
zat organik dengan pertolongan sinar. Faktor utama yang menentukan
Pengubahan energi sinar menjadi laju fotosintesis:
energi kimia dan kemudian • Intensitas cahaya
pengubahan energi kimia ini menjadi Laju fotosintesis maksimum ketika
energi kerja pada peristiwa respirasi banyak cahaya.
(Dwijoseputro, 1990). Fotosintesis • Konsentrasi karbondioksida
meliputi reaksi oksidasi air Semakin banyak karbon dioksida di
(pemindahan elektron disertai udara, makin banyak jumlah bahan
pelepasan O2 sebagai hasil samping)
yang dapat digunakan tumbuhan cahaya menjadi energi kimia,
untuk melangsungkan fotosintesis. juga menghasilkan oksigen dan
• Suhu mengubah ADP dan
+
Enzim-enzim yang bekerja dalam NADP menjadi energi pembawa
proses fotosintesis hanya dapat ATP dan NADPH (Anonim,
bekerja pada suhu optimalnya. 2010).
Umumnya laju fotosintensis meningkat  Reaksi gelap: merupakan reaksi
seiring dengan meningkatnya suhu lanjutan dari reaksi terang
hingga batas toleransi enzim. dalam fotosintesis. Reaksi ini
• Kadar air tidak membutuhkan cahaya.
Kekurangan air atau kekeringan Reaksi gelap terjadi pada
menyebabkan stomata menutup, bagian kloroplas yang
menghambat penyerapan karbon disebut stroma. Bahan reaksi
dioksida sehingga mengurangi laju gelap adalah ATP dan NADPH,
fotosintesis. yang dihasilkan dari reaksi
• Kadar fotosintat (hasil terang, dan CO2, yang berasal
fotosintesis) dari udara bebas. Dari reaksi
Jika kadar fotosintat seperti gelap ini, dihasilkan glukosa
karbohidrat berkurang, laju (C6H12O6), yang sangat
fotosintesis akan naik. Bila kadar diperlukan bagi reaksi
fotosintat bertambah atau bahkan katabolisme. Reaksi ini
sampai jenuh, laju fotosintesis akan ditemukan oleh Melvin
berkurang. Calvin dan Andrew Benson,
• Tahap pertumbuhan karena itu reaksi gelap disebut
Penelitian menunjukkan bahwa laju juga reaksi Calvin-Benson.
fotosintesis jauh lebih tinggi pada Salah satu substansi penting
tumbuhan yang sedang berkecambah dalam proses ini ialah senyawa
ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini gula beratom karbon lima yang
mungkin dikarenakan tumbuhan terfosforilasi yaitu ribulosa
berkecambah memerlukan lebih fosfat. Jika diberikan gugus
banyak energi dan makanan untuk fosfat kedua dari ATP maka
tumbuh (Anonim, 2010). dihasilkan ribulosa difosfat
Proses fotosintesis melalui 2 (RDP). Ribulosa difosfat ini yang
tahap, yaitu: nantinya akan mengikat
CO2 dalam reaksi gelap
 Reaksi terang: Tahap pertama
(Anonim, 2010).
dari sistem fotosintesis adalah
reaksi terang, yang sangat 2. Pigmen dalam Tumbuhan
bergantung kepada Pigmen-pigmen di dalam lamela
ketersediaan sinar matahari. kloroplas sebagian besar berupa dua
Reaksi terang merupakan macam klorofil (a dan b) dan dua
penggerak bagi reaksi macam pigmen kuning sampai oranye
pengikatan CO2 dari udara. yang diklasifikasikan sebagai
Reaksi ini melibatkan beberapa karotenoid (karoten dan xantofil).
kompleks protein dari membran Apabila suatu pigmen seperti klorofil
tilakoid yang terdiri dari sistem atau karptenoid menyerap suatu
cahaya (fotosistem I dan II), foton, energi menaikkan suatu
sistem pembawa elektron, dan elektron dari tingkat energi yang
komplek protein pembentuk paling rendah ke energi yang lebih
ATP (enzim ATP sintase). Reaksi tinggi (tereksitasi) (Gardner, 1991).
terang mengubah energi
3. Metode kromatografi asoka (Saraca indica), daun pangkas
Kromatografi kertas merupakan merah, dan daun puring (Codiaeum
salah satu metode pemisahan variegatum). Masing – masing daun
berdasarkan distribusi suatu senyawa digerus di mortar, setelah halus, diberi
pada dua fasa yaitu fasa diam dan alcohol sebanyak 25 ml. dibiarkan
fasa gerak. Pemisahan sederhana beberapa saat sampai ampas
suatu campuran senyawa dapat mengendap. Setelah mengendap,
dilakukan dengan kromatografi kertas, ekstrak dituang ke botol, kemudian
prosesnya dikenal sebagai analisis kertas saring dicelupkan ke dalam
kapiler dimana lembaran kertas ekstrak, ditunggu hingga ekstrak
berfungsi sebagai pengganti kolom terserap kertas saring.
(Dedy, 2009).
HASIL DAN PEMBAHASAN
4. Fotosistem Pada praktikum ini digunakan
Fotosistem merupakan tahap tiga jenis tanaman yang memiliki
pertama dari proses fotosintesis. warna daun yang berbeda, antara lain
Ketika klorofil menyerap energi foton daun yang berwarna hijau dengan
dari cahaya, elektron pada klorofil daun asoka (Saraca indica), daun
akan terlepas ke orbit luar pangkas merah, dan daun puring
(tereksitasi). Elektron ini akan (Codiaeum variegatum). Praktikum ini
ditangkap oleh penerima elektron dilakukan dengan menggunakan tiga
yaitu plastokuinon. Jadi unit daun dengan warna yang berbeda
penangkapan elektron inilah yang untuk mengetahui perbedaan pigmen
disebut dengan fotosistem. pada daun yang dimiliki setiap
Fotosistem dibedakan menjadi dua, tumbuhan. Praktikum ini dilakukan
yaitu : dengan kromatografi untuk
• Fotosistem 1: dalam fotosistem memisahkan pigmen-pigmen pada
I, terdapat molekul klorofil yang daun.
berada pada pusat reaksi dari Pertama-tama daun dipotong
fotosistem I dinamakan P700. Di kecil-kecil agar mudah dihaluskan.
sebut demikian karena sangat baik Setelah itu, daun dihaluskan dengan
menyerap energi cahaya dengan mortar sampai hancur sehingga
panjang gelombang pigmennya keluar. Daun yang telah
700nanometer. hancur ditambahkan dengan alkohol
• Fotosistem 2: dalam fotosistem sebanyak 25 ml untuk melarutkan
II, terdapat molekul klorofil yang pigmen. Larutan didiamkan agar
berada pada pusat reaksi larutan pigmen dan endapan benar-
fotosistem II dan dinamakan P680, benar terpisah. Pemisahan pigmen-
karena sangat baik menyerap pigmen pada daun dilakukan dengan
energi cahaya dengan panjang metode kromatografi. Menurut Dedy
gelombang 680 nanometer (2009) kromatografi kertas merupakan
(Anonim, 2009). salah satu metode pemisahan
berdasarkan distribusi suatu senyawa
METODOLOGI pada dua fasa yaitu fasa diam dan
Praktikum ini dilakukan pada fasa gerak. Pemisahan sederhana
tanggal 15 Nopember 2010 di suatu campuran senyawa dapat
laboratorium botani Biologi ITS, dilakukan dengan kromatografi kertas,
dengan cara mengambil masing – prosesnya dikenal sebagai analisis
masing 1 gram daun berbeda warna. kapiler dimana lembaran kertas
Daun yang digunakan adalah daun berfungsi sebagai pengganti kolom.
Metode ini dilakukan dengan cara
menjepit kertas saring dendan
penjepit dan dicelupkan ke dalam
larutan pigmen. Larutan pigmen
dibiarkan bergerak pada kertas saring
sampai pigmennya naik dan Gambar spectrum serap klorofil
diteruskan sampai tidak terlihat lagi Pada daun berwarna merah,
warnanya. menghasilkan warna larutan merah
Hasil praktikum pigmen keunguan. Kertas saring menunjukkan
fotosintesis adalah daun yang warna merah berada paling bawah,
berwarna hijau (Saraca indica) kemudian berturut – turut hijau, biru,
menghasilkan larutan yang berwarna dan kuning. Hal tersebut menunjukkan
hijau tua. Pada kertas saring terlihat daun mempunyai pigmen antosianin,
warna hijau tua kemudian warna klorofil b, fitokrom dan xantofil.
kuning, hal tersebut menunjukkan Sedangkan pada daun berwarna
adanya klorofil a (C55H72O5N4Mg) yang kuning hanya ditemukan warna kuning
berwarna hijau tua dan pigmen yang terserap kertas saring. Hal ini
karotenoid yang berwarna kuning. menunjukkan bahwa daun hanya
Warna yang terserap pertama kali mengandung pigmen karotenoid.
oleh kertas saring adalah warna hijau
yang menunjukkan bahwa pigmen
daun tersebut (klorofil a) terletak
pada susunan paling atas. Warna daun
berwarna hijau karena pigmen yang
mendominasi adalah klorofil a.
Menurut Kimball (2005) klorofil a dan
b paling kuat menyerap cahaya merah
dan ungu sedangkan cahaya hijau
paling sedikit diserap. Karena itu bila
cahaya putih menyinari struktur-
struktur yang mengandung klorofil,
maka sinar hijau dikirimkan dan
dipantulkan sehingga hasilnya
struktur-struktur tersebut berwarna
hijau. Hal inilah yang menyebabkan
daun Saraca indica berwarna hijau.
Menurut literatur, rumus empiris Spectrum serap karotenoid
klorofil adalah C55H72O5N4Mg
(klorofil a) dan Xantofil Seperti yang kita ketahui bahwa
{C40H54(OH)2} (Subandi, 2008). Dari rumus kimia dari pigmen-pigmen
rumus empiris tersebut, kita dapat tersebut antara lain Xantofil
diketahui berat molekul klorofil a yaitu {C40H54(OH)2}, Klorofil a
892. {C55H72O5N4Mg}, Klorofil b
{C55H70O6N4Mg}, dan Karoten
{C40H56}. Jadi, dapat kita simpulkan
bahwa berat molekul Karoten lebih
kecil disusul oleh Xantofil, Klorofil a,
dan berat molekul terbesar adalah
Klorofil b (dapat dilihat dari banyaknya
atom C dan atom O), sehingga urutan
pigmen yang menempuh jarak terjauh Gardner, F. P., R. B. Pearce, dan
adalah Karoten, Xantofil, Klorofil a, R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman
dan Klorofil b (Anonim, 2010). Budidaya. UI Press: Jakarta
Salisbury, F. B. dan C. W. Ross.
KESIMPULAN 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB:
Kesimpulan dari praktikum ini Bandung
adalah terdapat 4 pigmen dasar pada
tumbuhan yaitu klorofil (a dan b) dan
dua macam pigmen kuning sampai
oranye yang diklasifikasikan sebagai
karotenoid (karoten dan xantofil).
Daun Saraca indica mempunyai
pigmen klorofil a dan karotenoid, daun
pangkas merah mempunyai pigmen
antosianin, klorofil b, fitokrom dan
xantofil. Sedangkan pada daun
Codiaeum variegatum hanya
mempunyai pigmen karotenoid.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. diakses dari
http://anisnuryasmine.blogspot.com/2
009_06_01_archive.html pada 20
Nopember 2010 pukul 19.07 WIB
Anonim. 2010. Reaksi terang
gelap fotosintesis. Diakses dari
http://biologigonz.blogspot.com/2010/
02/reaksi-terang-gelap-
fotosintesis.html pada 20 Nopember
2010 pukul 19.07 WIB
Anonim. 2010. Kromatografi.
Diakses dari
http://dnabio71kromatografi.blogspot.
com pada tanggal 20 Nopember 2010
pukul 19.07 WIB
Anonim. 2010. Diakses dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis
pada tanggal 21 Nopember 2010
pukul 20.10
Anonim. 2010. Diakses dari
http://metabolismelink.freehostia.com/
reaksi_terang.html pada tanggal 21
Nopember 2010 pukul 17.05
Dedy. 2009. Kromatografi
Kertas.
http://dedy21.com/2009/03/13/kromto
grafi-kertas/. Diakses pada tanggal 21
Nopember 2010 pukul 16.00 WIB