Anda di halaman 1dari 8

Proposal Pengajuan Tesis di Universitas Islam Negeri,

Sunan Gunung Jati, Bandung.

Oleh : Edy Ramdan., SE

PENGARUH MINIMNYA SOSIALISASI PERBANKAN SYARI’AH


TERHADAP MINAT MASYARAKAT MEMILIH BANK SYARI’AH

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Tidak dapat dibantah, bahwa bank syariah tidaklah sama dengan bank
konvensional. Namun, orang awam dan orang-orang mengenal bank syariah dari
kulit saja, selalu berpandangan, bahwa bank syariah sama saja dengan bank
konvensional.

Maka tidak mengherankan jika, orang awam berpandangan bahwa menabung di


bank syari’ah sama saja dengan menabung di bank konvensional.

Hal ini lebih disebabkan oleh minimnya sosialisasi perbankan syariah di


lingkungan masyarakat Islam sendiri khususnya Indonesia, yang notabene
berpenduduk mayoritas muslim ini ternyata belum benar-benar paham tentang
sistematika ekonomi syariah. Serta banyak sekali istilah-istlah yang unfamiliar di
telinga umat islam sendiri.

Keadaan ini benar-benar sangat disayangkan, karena secara sistematika bahwa


bank syari’ah memiliki keunggulan yang luar biasa dibanding bank konvensional,
baik dalam penerapan spiritual maupun penerapan rasional. Keunggulan-
keunggulan tersebut sebenarnya dapat dijadikan sebagai alasan oleh ummat Islam
untuk memilih bank Islam yang berazaskan syariah islam.

Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan dan perbankan


syariah tersebut, terlihat dari belum banyaknya masyarakat, yang mengakses layanan
perbankan syariah dibandingkan layanan perbankan konvensional.

Data membuktikan, bahwa market share perbankan syariah saat ini masih sekitar
1,7 persen dari total asset perbankan secara nasional. Angka ini menunjukkan betapa
kecilnya konstribusi perbankan syariah terhadap perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia melalui blue print perbankan syariah telah menargetkan share
bank syariah sebesar 5.2 persen pada desember 2008. Bertenggernya market share
perbankan syariah sejak belasan tahun di atas satu koma, karena program sosialisasi yang
dilakukan masih sangat minim (belum optimal) dan belum tepat. Artinya, sosialisasi
perbankan syariah masih sangat kurang. Masyarakat luas di berbagai segmen masih
terlalu banyak belum mengerti sistem, konsep, filosofi, produk, keuntungan dan
keunggulan bank syariah.

Adapun bentuk sosilisasi perbankan syariah sangat beragam dan luas, seperti
melalui media massa cetak atau elektronik, buletin, majalah, buku, lembaga pendidikan,
dan sebagainya. Namun dalam proposal tesis ini, lingkup sosialisasi yang dibahas
hanyalah sosialisasi dalam bentuk edukasi masyarakat melalui dialog dan ceramah secara
langsung kepada umat.

Dalam proposal ini saya akan menyebutkan secara ringkas beberapa faktor-faktor
penyebab masyarakat muslim di indonesia belum berhubungan dengan bank-syariah,
antara lain :

1. Tingkat pemahaman dan pengetahuan umat tentang bank syariah masih sangat
rendah. Masih banyak yang belum mengerti dan salah faham tentang bank syariah
dan menggangapnya sama saja dengan bank konvensional, Bahkan sebagian
ustadz yang tidak memiliki ilmu yang cukup memadai tentang ekonomi Islam
(ilmu ekonomi makro; moneter) masih berpandangan miring tentang bank
syariah.
2. Belum ada gerakan bersama dalam skala besar untuk mempromosikan bank
syariah.

3. Terbatasnya pakar dan SDM ekonomi syari’ah.

4. Peran pemerintah masih kecil dalam mendukung dan mengembangkan ekonomi


syariah.

5. Peran ulama, ustadz dan dai’ masih relatif kecil. Ulama yang berjuang keras
mendakwahlan ekonomi syariah selama ini terbatas pada DSN dan kalangan
akademisi yang telah tercerahkan. Bahkan masih banyak anggota DSN yang
belum menjadikan tema khutbah dan pengajian tentang bank dan ekonomi
syariah.

6. Peran para akademisi di berbagai perguruan tinggi, termasuk perguruan Tinggi


Islam belum optimal.

7. Peran ormas Islam juga belum optimal membantu dan mendukung gerakan bank
syariah. Terbukti mereka masih banyak yang berhubungan dengan bank
konvensional.

8. dan ini yang paling utama, Bank Indonesia dan bank-bank syariah belum
menemukan strategi jitu dan ampuh dalam memasarkan bank syariah.

Selama ini pendekatan dalam pemasaran masih bersifat konvensional, sehingga


hasilnya tidak optimal. Di masa depan mendatang sistem dan strategi pemasaran bank
syariah harus segera diubah, agar market share meningkat drastis dan bank-bank syariah
dibanjiri (antri) oleh umat. Artinya, umat datang berduyun-duyun ke bank-bank Syariah.

Untuk itu perlu strategi jitu memasarkan bank syariah kepada masyarakat. Pola
dan sistem pemasaran bank syariah selama ini masih belum tepat dan perlu perubahan-
perubahan mendasar. Sistem dan strategi pemasaran bank syariah selama ini belum bisa
membuahkan pertumbuhan cepat atau loncatan pertumbuhan yang memuaskan (quantum
growing) bank syariah.

Oleh karena para praktisi bukan berasal dari latar belakang ulama/da’i, maka
mereka masih banyak yang tidak memahami psikologi dakwah ekonomi syari’ah.

Karena itu yang pertama kali harus disentuh adalah para ustadz dan mengisi atau
membekali mereka dengan ilmu ekonomi makro dan ilmu moneter serta keunggulan-
keunggulan ekonomi dan bank syariah. Juga menjelaskan bagaimana dampak buruk
bunga bagi perekonomian dunia dan Indonesia. Meskipun ada seminar, tulisan dan
berbagai penjelasan, namun semua itu belum optimal dan belum tajam mendoktrin umat
secara rasional tentang keunggulan bank syariah dan kezaliman bank konvensional.

Materi ceramah ulama masih banyak yang bersifat emosional kegamaan. Artinya
mengajak umat berbank syariah, karena label syariah semata. Padahal yang harus
diutamakan adalah pendekatan rasional obyektif, bahwa bank syariah tersebut betul-betul
unggul dan menciptakan kemaslahatan umat manusia. Sebaliknya sistem riba telah
menimbulkan kerusakan ekonomi dunia dan masyarakat.

Sekarang masih ada ustadz yang meragukan keharaman bunga, karena ilmunya
masih terbatas dalam ekonomi Islam. Jangankan mengecap pendidikan S3 dan S2 di
bidang ekonomi Islam, malah sama sekali belum pernah belajar ilmu ekonomi makro,
mikro, moneter dan akuntansi. Mereka belum pernah ditraining dengan modul khusus
yang telah disiapkan untuk mem-brainwashing para ustaz/ulama.

Untuk itu kita harus menciptakan ustaz/dai/ulama bank syariah yang memiliki
ilmu yang memadai untuk mendakwahkan bank syariah. Mereka tidak saja bertekad
untuk mengajak umat ke bank syariah, tetapi malah dipastikan membenci seluruh sistem
bunga sebagaimaa mereka membenci kemaksiatan yang ada di bumi ini. Hal itu bisa
terwujud setelah mereka mendapat training jitu.

Mereka masih berhubungan dengan sistem bunga karena belum memahami ilmu
ekonomi moneter Islam, keunggulan bank syariah, perbedaan bunga, bahkan ada yang
belum bisa membedakan bunga dan bagi hasil keahliannya.
Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian


sebagai berikut :

1. Apa saja faktor-faktor penyebab minimnya sosialisasi Perbankan syari’ah.

2. Apa saja faktor-faktor penyebab kurangnya masyarakat memilih Perbankan


syari’ah.

3. Bagaimanakah dampak minimnya minat masyarakat terhadap peran intermediasi


perbankan syariah?

4. Apakah terdapat pengaruh sosialisasi perbankan syariah terhadap minat


masyarakat ?.

5. Strategi jitu apakah yang harus dilakukan perbankan syariah ?.

Tujuan Penelitian

1. Menyebutkan faktor-faktor penyebab minimnya sosialisasi Perbankan syari’ah.

2. Menyebutkan faktor-faktor penyebab kurangnya masyarakat memilih Perbankan


syari’ah.

3. Memaparkan dampak minimnya minat masyarakat terhadap peran intermediasi


perbankan syariah?

4. Memaparkan pengaruh sosialisasi perbankan syariah terhadap minat masyarakat?.

5. Menganalisis strategi jitu yang harus dilakukan perbankan syariah ?.

Hipotesis Penelitian

Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap
permasalahn penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Dalam kerangka
berpikir ilmiah, hipotesis diajukan setelah merumuskan masalah karena pada hakekatnya
hipotesis adalah jawaban sementara yang belum tentu benar dan perlu dibuktikan
kebenarannya melalui penelitian.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh serta hubungan yang positif antara dua
variabel atau lebih perlu dirumuskan suatu hipotesis. Penelitian ini bermaksud
memperoleh gambaran obyektif tentang pengaruh minimnya sosialisasi perbankan
syariah terhadap minat masyarakat islam memilih bank syariah. Adapun hipotesis yang
akan diuji dalam penelitian ini adalah:

Hipotesis Nol (Ho)

Tidak ada pengaruh yang signifikan dari minimnya sosialisasi perbankan syariah
terhadap minat masyarakat islam memilih bank syariah.

Hipotesis Kerja/Alternatif (Ha)

Ada pengaruh yang signifikan akibat minimnya sosialisasi perbankan syariah terhadap
minat masyarakat islam memilih bank syariah.

Kegunaan Penelitian

Bagi Perbankan Syari’ah

Sebagai sumber informasi untuk pengembangan perbankan syariah ke depan.

Sebagai bahan pertimbangan untuk lebih memantapkan strategi yang telah digunakan
oleh bank syariah selama ini.

Sebagai bahan evaluasi atas kinerja bank syariah selama ini dalam menghadapi kompetisi
dalam dunia perbankan nasional.

Bagi Universitas Islam Negeri

Temuan yang akan didapatkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menambah
khasanah ilmu pengetahuan di bidang teoritis maupun praktis yang berkaitan dengan
perkembangan dunia perbankan syariah di Indonesia.

Bagi Peneliti

Sebagai sarana untuk mengaplikasikan berbagai teori yang diperoleh.

Menambah pengalaman dan sarana latihan dalam menganalisis serta memecahkan


masalah-masalah yang ada di masyarakat.

Sebagai sarana untuk menambah wawasan peneliti terutama yang berhubungan dengan
bidang kajian yang ditekuni selama ini.

Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup dalam kegiatan penelitian ini meliputi:

1. Sosialisasi sistematika dan istilah perbankan syari’ah.

2. Faktor penyebab umat Islam belum berhubungan dengan bank-syariah.

3. Sepuluh Alasan Umat Islam Memilih Bank Islam.

4. Jumlah SDM Ekonomi Syariah Masih Kurang.

5. Minim, SDM Perbankan Syariah Lulusan Ekonomi Syariah.

6. Optimalisasi Peran Ulama dalam Sosialisasi Perbankan Syari’ah.

7. Optimalisasi Office Channeling Bank Syari’ah.

8. Edukasi dan Sosialisasi Perbankan syari’ah.

9. Efektifitas Sosialisasi Bank Indonesia

Variabel Penelitian
Variabel yang diangkat dalam penelitian ini meliputi variabel bebas (X) dan variabel
terikat (Y). Variabel bebas (X) pada penelitian ini adalah minimnya sosialisasi perbankan
syari’ah, sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah minat masyarakat islam memilih bank
syari’ah.

Kesimpulan

Kesimpulan sementara yang dapat saya kemukakan adalah, bahwa sosialisasi


perbankan syaria’ah belum optimal, dimana peran Bank Indonesia sebagai Mainstream
belum sepenuhnya mengerahkan upaya untuk memasyarakatkan perbankan syariah ini.

Peran Bank-bank syariah sebagai salah satu unit usaha perbankan yang sedang
berkembang, sudah cukup baik. Hanya saja kemampuan sebagai unit usaha yang sedang
berkembang memang terbatas. Adapun peran serta para ustadz dan pendidik serta tenaga
ahli perbankan syariah, belum dilibatkan secara optimal untuk mengajak dan mendidik
masyarakat hijrah ke perbankan syariah. Sehingga tercipta masyarakat islam yang madani
dan syakinah.

Anda mungkin juga menyukai