Anda di halaman 1dari 4

Nama : Anisa Dewi Santika

NIM : 1702090
Kelas : 3C
Prodi : D3 Keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Pengertian
Pelayanan keperawatan keluarga merupakan salah satu area pelayanan keperawatan yang
dapat dilaksanakan di masyarakat. Pelayanan keperawatan keluarga saat ini dikembangkan
merupakan bagian dari pelayanan keperawatan masyarakat (Perkesmas). Perawatan kesehatan
masyarakat merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan
masyarakat.
Asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui
praktik keperawatan dengan sasaran keluarga, pada tatanan komunitas yang bertujuan untuk
menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami keluarga dengan menggunakan pendekatan proses
keperawatan, berlandaskan pada etika dan etiket keperawatan.

B. Tujuan Asuhan Keperawatan Keluarga


Secara umum tujuan pelayanan keperawatan keluarga adalah mengoptimalkan fungsi dan
kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan dan mempertahankan status kesehatan
anggotanya.
Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai adalah peningkatan kemampuan keluarga dalam :
1. Keluarga mampu melaksanakan tugas pemeliharaan kesehatan keluarga dan menangani
masalah kesehatan meliputi :
a. Mengenal masalah kesehatan keluarga
b. Memutuskan tindakan yang cepat dan tepat untuk mengatasi masalah kesehatan
keluarga
c. Melakukan tindakan perawatan kesehatan yang tepat kepada anggota keluarga yang
sakit, mempunyai gangguan fungsi tubuh dan/atau keluarga yang membutuhkan bantuan
sesuai dengan kemampuan keluarga
d. Memelihara dan memodifikasi lingkungan keluarga (fisik, psikis, dan sosial) sehingga
dapat meningkatkan kesehatan keluarga
e. Memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat untuk memperoleh pelayanan
kesehatan sesuai kebutuhan keluarga
2. Keluarga memperoleh pelayanan keperawatan sesuai kebutuhan
3. Keluarga mampu berfungsi optimal dalam memelihara hidup sehat anggota keluarganya

C. Sasaran Asuhan Keperawatan Keluarga


Sasaran asuhan keperawatan keluarga adalah :
1. Keluarga sehat, memerlukan antisipasi terkait dengan siklus perkembangan manusia dan
tahapan tumbang, fokus pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
2. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan, yaitu keluarga dengan ibu hamil yang
belum ANC, ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun dan neonatusnya, balita
tertentu, penyakit kronis menular yang tidak bisa diintervensi oleh program, penyakit
endemis, penyakit kronis tidak menular atau keluarga dengan kecacatan tertentu (mental atau
fisik).
3. Keluarga dengan resiko tinggi, yaitu keluarga dengan ibu hamil yang memiliki masalah gizi
seperti anemia gizi berat, keluarga dengan ibu hamil resiko tinggi seperti perdarahan, infeksi,
hipertensi, keluarga dengan balita dengan BGM, keluarga dengan neonates BBLR, keluarga
dengan usia lanjut jompo dan keluarga dengan kasus percobaan bunuh diri.
4. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan.

D. Ruang Lingkup Asuhan Keperawatan Keluarga


Pelayanan keperawatan keluarga mencakup Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM) yang diberikan kepada klien sepanjang rentang kehidupan dan
sesuai tahap perkembangan keluarga. Berbagai bentuk upaya pelayanan kesehatan baik upaya
promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, maupun resosialitatif.
a) Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan keluarga dengan melakukan
kegiatan penyuluhan kesehatan, peningkatan gizi, pemeliharaan kesehatan baik individu
maupun semua anggota keluarga, pemeliharaan kesehatan lingkungan, olahraga teratur,
rekreasi dan pendidikan seks.
b) Upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan terhadap
keluarga melalui kegiatan imunisasi, pemeriksaan kesehatan berkala melalui posyandu,
puskesmas dan kunjungan rumah, pemberian vitamin A, iodium, ataupun pemeriksaan dan
pemeliharaan kehamilan, nifas dan menyusui.
c) Upaya kuratif bertujuan untuk mengobati anggota keluarga yang sakit atau masalah
kesehatan melalui kegiatan perawatan orang sakit dirumah, perawatan orang sakit sebagai
tindaklanjut dari Pukesmas atau rumah sakit, perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis,
perawatan buah dada, ataupun perawatan tali pusat bayi baru lahir
d) Upaya rehabilitatif atau pemulihan terhadap pasien yang dirawat dirumah atau keluarga-
keluarga yang menderita penyakit tertentu seperti TBC, kusta dan cacat fisik lainnya melalui
kegiatan latihan fisik pada penderita kusta, patch tulang dan lain sebagainya, kegiatan
fisioterapi pada penderita stroke, batuk efektif pada penderita TBC, dll.
e) Upaya resosialitatif adalah upaya untuk mengembalikan penderita (anggota keluarga) ke
masyarakat yang karena penyakitnya dikucilkan oleh masyarakat seperti, penderita AIDS,
kusta dan wanita tuna susila.

E. Kegiatan Pokok Asuhan Keperawatan Keluarga


Berdasarkan dengan lingkup pelayanan keperawatan keluarga, maka kegiatan pelayanan
keperawatan yang dilakukan mencakup :
1. Melaksanakan tindakan keperawatan (nursing treatment) sesuai kebutuhan perkembangan
keluarga.
2. Melakukan tindakan kolaborasi dengan tim kesehatan terkait, seperti tim medik, gizi,
fisioterapi, dan lain-lain.
3. Melakukan observasi (pengamatan) dan pemantauan status kesehatan seluruh anggota
keluarga.
4. Melakukan tindakan kedaruratan dalam pelayanan keperawatan keluarga.
5. Melakukan kontrol infeksi (infection control) di rumah.
6. Melakukan konseling baik yang bersifat dorongan maupun kritikal.
7. Melibatkaan keluarga dalam penanganan masalah kesehatan anggotanya dan pemantauan
keteraturan atau kepatuhan klien dan keluarga melaksanakan intervensi keperawatan dan
pengobatan.
8. Memfasilitasi pemanfaatan sumber-sumber dikomunitas guna menunjang penanganaan
masalah kesehatan anggota keluarga.
9. Melakukan rujukan terutama kasus kontak serumah.
10. Melakukan perawatan tindak lanjut (follow up care) serta penilaian hasil.
11. Melakukan kolaborasi lintas program dan lintas sektor untuk meningkatkan pelayanan
keperawatan keluarga.
12. Melakukan keperawatan kesehatan dirumah (home health nursing).
13. Melakukan pendokumentasian pelayanan dan asuhan keperawatan keluarga.

F. Batasan Asuhan Keperawatan Keluarga


1. Tingkatan pertama keluarga sebagai konteks
Cara pertama menjabarkan konsep keluarga sebagai sebuah bidang tempat keluarga
dipandang sebagai konteks bagi klien atau anggota keluarga. Asuhan keperawatannya
berfokus pada individu, keluarga biasanaya adalah kelompok primer paling penting bagi
klien, umunya dipandang sebagi sebuah stressor. Keluarga adalah latar belakang atau focus
sekunder dan individu yang merupakan bagian terdepan atau focus utama terkait dengan
pengkajian dan interaksi.
2. Tingkatan kedua keluarga sebagai kumpulan dari anggota keluarga
Keluarga dipandang sebagai akumulasi atau kumpulan individu yang menjadi anggota
keluarganya.
3. Tingkatan ketiga sebagai subsitem keluarga sebagai klien
Subsitem keluarga merupakan focus dan penerima pengkajian dan intervensi. Seperti
hubugan antar orang tua dan anak, interaksi pernikahan, isu pemberian asuhan, dan masalah
bonding attachment adalah contoh focus keperawatan keluarga.
4. Tingkatan keempat keluarga sebagai klien
Keseluruhan keluarga dipandang sebagai klien atau sebagai focus utama pengkajian dan
perawatan. Dalam hal ini keluarga merupakan bagian terdepan, edangakan individu anggota
keluarga sebagai latar belakang atau konteks.
5. Tingkatan kelima keluarga sebagai komponen sosial
Keluarga dipandang sebagai sub sistem dalam sistem yang lebih luas yaitu masyarakat.
Keluarga merupakan salah satu dasar dalam institusi masyarakat.

G. Proses Asuhan Keperawatan Keluarga


Proses keperawatan keluarga adalah suatu proses pemecahan masalah yang sistematis yang
digunakan pada saat melakukan asuhan keperawatan individu, keluarga, kelompok dan
komunitas.

1. Pengkajian
Pengkajian adalah langkah atau tahapan dalam proses perawatan, mengingat
pengkajian sebagai awal interaksi dengan keluarga untuk mengidentifikasi data kesehatan
seluruh anggota keluarga.

2. Tujuan pengkajian keperawatan


a. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien
b. Menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien
c. Manila keadaan kesehtan klien
d. Membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langkah – langkah berikutnya

3. Metode pengumpulan data : wawancara, observasi, konsultasi, pemeriksaan fisik,


pemeriksaan penunjang.

4. Tahap pengkajian
a. Pengkajian tahap 1
Hal yang dikaji
1. Data umum : identitas
a. Nama KK :
b. Usia :
c. Alamat :
d. Pekerjaan :
e. Pendidikan :
f. Komposisi keluarga da genogram :
g. Status imunsasi :
h. Tipe keluarga :
i. Suku bangsa :
j. Agama :
k. Status sosial ekonomi :
l. Aktiivitas rekreasi :
2. Riwayat dan tahap perkembangan
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
b. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
c. Riwayat keluarga inti
d. Riwayat keluarga sebelumnya
3. Lingkungan
a. Karakteristik tetengga dan komunitas
b. Mobilitas geografis keluarga
c. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
d. Sistem pendukung keluarga
4. Struktur keluarga
a. pola komunikasi keluarga
b. struktur kekuatan keluarga
c. struktur peran
d. struktur nilai
5. fungsi keluarga
a. fungsi afektif
b. fungsi sosial
c. fungsi perawatan kesehatan
d. fungsi reproduksi
e. fungsi ekonomi
6. stress dan koping keluarga
a. stressor jangka pendek dan jangka panjang
b. kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
c. strategi koping yang digunakan
d. strategi adaptasi disfungsi
7. harapan keluarga terhadap petugas kesehatan
8. pemeriksaan fisik head to toe

b. Pengakajian tahap 2 mengacu pada pelaksanaan 5 tugas kesehatan keluarga


1. Mengenal masalah
a. Pengertian
b. Penyebab
c. Tanda dan gejala
d. Identifikasi tingkat keseriusan masalah pada keluarga
2. Mengambil keputusan
a. Akibat
b. Keputusan keluarga
3. Melakukan perawatan sederhana
a. Cara – cara perawatan yang sudah dilakukan keluarga
b. Cara – cara pencegahan
4. Modifikasi lingkungan
a. lingkungan fisik
b. lingkungan psikologis
5. pemanfaatan fasilitas kesehatan
a. pelayanan kesehatan yang biasa dikunjungi keluarga
b. frekuensi kunjungan