Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REVIEW

CRITICAL BOOK RIVIEW

MK. Pendidikan Agama


Islam

SKOR NILAI :

NAMA : Rizky Fadilah

NIM : 3182131014

KELAS : C STAMBUK 2018

DOSEN PENGAMPU : Dra.Nurmayani, M.A.g

MATA KULIAH : Pendidikan Agama Islam

PROGRAM S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU


SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT tuhan yang maha esa karena
dengan rahmad dan karunianya penulis dapat menyelesaikan critical book review ini dengan
baik, penulis juga berterima kasih kepada Ibu Dra.Nurmayani, M.A.g sebagai dosen
pengampu untuk mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang memberikan tugas critical book
review ini kepada kami.

penulis berharap critical book review ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam critical book
review ini masih banayak kekurangan, oleh karena itu, penulis berharap adanya kritik, saran,
dan usulan yang membangun demi perbaikan critical book review yang telah penulis buat di
masa yang akan datang.

Semoga critical book review ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Terima kasih.

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................................i

Daftar Isi..........................................................................................................................ii

Identitas buku utama......................................................................................................1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang.....................................................................................................2


1.2 Tujuan..................................................................................................................2
1.3 Rumusan masalah................................................................................................2

ISI BUKU

Ringkasan buku..........................................................................................................…….3

PENILAIAN
3.1 Kelebihan..........................................................................................................5
3.2 kekurangan........................................................................................................5

PENUTUP
4.1 KESIMPULAN...................................................................................................6
4.2 SARAN................................................................................................................6

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................7

ii
Identitas Buku
Judul buku           : Pemikiran dan Aktualisasi Pengembangan Pendidikan Islam

Pengarang            : Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A.

Kota/ Penerbit     : Jakarta / Rajawali Pers

Cetakan               : Ke-2

Tahun                  : 2012

Tebal                    : 341 halaman

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Buku ini disusun sesuai dengan perkembangan pendidikan Islam sebagai kajian yang
bersifat teoretis dan fondasional serta mengkaji dan mengantisipasi proglem dan isu-isu aktual di
bidang pendidikan Islam. Buku ini terkait langsung dengan matakuliah, pemikiran pendidikan
Islam, Kapita selekta pendidikan, pengembangan kurikulum pendidikan Islam dan
pengembangan pendidikan Islam kajian fondasional dan operasional pada jenjang S1, S2 dan S3.

1.2 Tujuan
         Memberikan informasi terkait dengan perkembangan pendidikan Islam
         Mengerjakan tugas critical book

1.3 Rumusan Masalah


 Dari deskripsi yang dikemukakan pada latar belakang di atas, dapat diformulasikan
permasalahan yaitu:
 Bagaimana pemikiran pendidikan Islam, Kapita selekta pendidikan, pengembangan
kurikulum pendidikan Islam dan pengembangan pendidikan Islam kajian fondasional dan
operasional pada jenjang S1, S2 dan S3 ?

2
BAB II

ISI BUKU

Bab 1 buku ini menjelaskan tentang ladasan pengembangan pendidikan Islam terutama
berkaitan dengan makna pengembangan pendidikan Islam, pentingnya landasan pengembangan
pendidikan Islam dan implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam.

Landasan Pendidikan Islam secara garis besar adalah dasar atau pijakan seorang muslim
untuk mencapai tujuan pendidikan Islam agar mendapat keridhoan Allah dunia wal akhirat.
Landasan Pendidikan Islam ini dibagi menjadi beberapa landasan-landasan pendukung,
diantaranya adalah landasan filosofis Islam, landasan yuridis Islam, landasan psikologi Islam,
landasan sosiologis-budaya Islam dan landasan lainnya. Indonesia sendiri menerapkan landasan
pendidikan Islam untuk kemajuan pendidikan bangsa seperti yang sudah tercantum dalam UUD
Negara pasal 31 ayat 5. Ruang lingkup landasan pendidikan Islam meliputi pendidik (subyek)
dan perbuatan mendidik, anak didik (obyek), metode pendidikan, alat-alat pendidikan dan
lingkungan pendidikan.berdasarkan pendekatannya, pendidikan dibagi menjadi dua yaitu,
pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah dan pendidikan berdasarkan pendekatan sistem.
Pendidikan Islam berdasarkan pendekatan ilmiah adalah pendekatan disipliner dan pendekatan
fungsioner terhadap masalah-masalah Islam dan pendidikan Islam berdasarkan pendekatan
sistem adalah pendidikan yang lebih mendekati pola berpikir yang empiris dan intuitif.

Bab 2 tentang model-model pemikiran dalam Islam implikasinya terhadap pengembangan


studi Islam pada perguruan tinggi agama Islam. Dalam hal ini membahas tentang makna Islam
dalam konteks perkembangan pemikiran modern di dunia Islam, pasang surut perkembangan
pemikiran di dunia Islam, model-model pemikiran Islam dalam konteks pengembangan
pendidikan dan implikasinya terhadap pengembangan studi Islam di PTAI.

3
Dilihat dan visi, misi, dan kompetensi dasar pendidikan agama (sebagai bagian dan MPK)
di PTAI tersebut, maka idealnya PAI di PTAI dikembangkan ke model organisme atau sistemik,
yang menjadikan PAI sebagai sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi
serta membantu peserta didik (calon sarjana) agar mampu mewujudkan nilai dasar agarna dalam
menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Hal ini setidak tidaknya dapat diamati dan
pelaksanaan pendidikan di PTAI yang mana nilai nilai agama belurn mampu rnewarnai
pengembangan program studi-program studi yang ada, dan belum mampu rnewujudkan nilai
dasar agama dalam menerapkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.

Bab 3 menjelaskan secara jelas tentang kajian pendidikan Islam di Nusantara baik dilihat
dari segi ontology, epistemology dan aksiologi. Konsep Ontologi Pendidikan Islam Persoalan
tentang obyek ilmu pengetahuan dalam kajian filsafat disebut ontologi. Ontologi adalah
penjelasan tentang keberadaan atau eksistensi yang mempermasalahkan akar-akar (akar yang
paling mendasar tentang apa yang disebut dengan ilmu pengetahuan itu). Jadi dalam ontologi
yang dipermasalahkan adalah akar-akarnya hingga sampai menjadi ilmu.

Konsep Epistimologi Pendidikan Islam Persoalan tentang pengetahuan (asal mula struktur,
metode dan validitas) dalam kajian filsafat disebut epistimologi. Dalam espistimologi, yang
paling pokok didiskusikan adalah apa yang menjadi sumber pengetahuan, bagaimana struktur
pengetahuan. Hal ini akan berkaitan dengan macam atau jenis pengetahuan, dan bagaimana kita
dapat memperoleh pengetahuan. Konsep epistimologi dalam Islam pada hakekatnya tidak
terlepas dari demensi teologisnya yang bercorak tauhid.

Konsep Aksiologi Pendidikan Islam Persoalan tentang tujuan ilmu dalam kajian filosofis
merupakan lahan aksiologi. Aksiologi sebagai cabang filsafat yang membahas nilai baik dan
nilai buruk, indah dan tidak indah. Hal ini erat kaitannya dengan pendidikan, karena dunia nilai
akan selalu dipertimbangkan, atau akan menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan tujuan
pendidikan. Upaya pendidikan dalam konsep ajaran Islam pada hakekatnya merupakan suatu
amanah dari Tuhan.

4
Bab 4 dan bab 5 menjelaskan tentang pengembangan program studi pada PTAI mulai
dari landasan pengembangannya, respon terhadap tuntutan kebutuhan masyarakat dan keharusan
untuk memberantas penyakit kalsih. Sedangkan kandungan yang berkaitan dengan
pengembangan pendidikan Islam dalam merespon tantangan global diklarifikasikan pada
tantagan yang dihadapi Indonesia dan kunci sukses dalam menghadapinya, peningkatan kualitaas
guru sebagai upaya pengembangan kualitas SDM serta pengembangan sekolah dan madrasah.

Guru yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi
yang dimiliki peerta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa
dengan penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan
membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama dan
pendidikan umum. Oleh karena itu harus mampu mendidik diperbagai hal, agar ia menjadi
seorang pendidik yang proposional. Sehingga mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas
dan kehidupan sehari-harinya. 

Bab 6 mengkaji tentang perkembangan madrasah, khususnya yang berkaitan dengan


makna substansi madrasah sebagai sekolah umum berciri khas Islam dan gambaran umum
praktek pengembangan madrasah sebagai sekolah umum berciri khas Islam. Madrasah sebagai
sekolah umum yang berciri khas agama Islam Meskipun madrasah memiliki posisi dan kedudukan yang
sama dengan sekolah umum, tetapi madrasah tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai sekolah Islam.
Sebagai sekolah yang berciri khas agama Islam dituntut untuk selalu mengadakan upaya-upaya
pengembangan dengan konteks zamannya, terutama dalam menghadapi kebijakan pembangunan Nasional
di bidang pendidikan yang menekankan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Upaya
pengembangan tersebut harus dilakukan secara utuh, tidak parsial atau setengah-setengah, semuanya
diorientasikan untuk menciptakan manusia yang berkualitas yang ditandai dengan kepemilikan dua
kompetensi sekaligus, yaitu kompetensi bidang Iman dan Taqwa (IMTAQ)) dan kompetensi Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

5
Ciri khas yang masih dipertahankan oleh madrasah adalah berbentuk (1) mata pelajaran-mata
pelajaran keagamaan yang dijabarkan dari pendidikan agama Islam, yaitu: al-Qur’an hadits, aqidah
akhlak, fiqh, Sejarah Kebudayaan Islam, dan bahasa arab; (2) suasana keagamaannya, yang berupa
suasana kehidupan madrasah yang agamis, adanya sarana ibadah, penggunaan metode pendekatan yang
agamis dalam penyajian bahan pelajaran bagi setiap mata pelajaran yang memungkinkan; dan kualifikasi
guru yang harus beragama Islam dan berakhlak mulia, disamping memenuhi kualifikasi sebagai tenaga
pengajar berdasar ketentuan yang berlaku.

Dengan ciri khas tersebut pendidikan madrasah dirancang dan diarahkan untuk membantu,
membimbing, melatih serta mengajar dan/ atau menciptakan suasana agar para siswa (lulu sannya)
menjadi manusia muslim yang berkualitas. Dalam arti mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap
hidup dan ketrampilan hidup yang perspektif Islami dan kontek keindonesiaan. Makna pendidikan Islami
sebagai aktivitas (formal dan non formal) dan sebagai fenomena peristiwa (informal) semuanya termuat
dan perlu terkondisikan di madrasah.pemahaman manusia berkualitas dalam khazanah pemikiran Islam
sering disebut sebagai insan kamil (Zarkowi Soejoeti, 1987), yang mempunyai sifat-sifat : manusia yang
selaras : (jasmani-rohani, duniawi-ukhrawi), manusia nazhar dan I’tibar (kritis, berijtihad, dinamis,
bersikap ilmiah dan berwawasan ke depan) serta manusia yang memakmurkan bumi.

Bab 7 mengkaji tentang perkembangan profesionalisme guru pendidikan agama Islam


baik yang berkaitan dengan tantangan pndidikan agama Islam dan pentingnya pengembangan
profesionalisme guru PAI, hakikat dan itelektualnya dengan mata pelajaran lain di
sekolah/madrasah. Pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah
guru harus memikili ijazah keguruan (S1), guru memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima
tahun, guru membuat rencana pembelajaran dalam setiap kali akan mengajar, guru menggunakan
metode yang bervariasi disesuaikan dengan materi yang diajarkan dan disesuaikan dengan
kondisi, mengikuti penataran maupun loka karya baik yang diadakan oleh sekolah maupun luar.

6
Kendala dalam pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI)
antara lain: kurangnya kesadaran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk melanjutkan
pendidikannya lagi (terutama bagi guru yang masih lulusan Madrasah Aliyah).

Hal ini disebabkan kesulitan dalam membagi waktu dengan keluarga, mengajar, kuliah
dan utamanya biaya untuk melanjutkan pendidikan S1, kurangnya waktu persiapan guru
Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengajar karena sibuk dengan usaha non guru, kurang
memperhatikan kualitas kerjanya dalam kegiatan belajar mengajar dan hanya sekedar
melaksanakan kewajibannya sebagai guru, kurangnya fasilitas atau media untuk kegiatan
mengajar, keterbatasan dana untuk mengadakan pelatihan-pelatihan atau pengadaan literatur-
literatur sebagai buku bacaan bagi guru. Upaya mengatasi kendala dalam pengembangan
profesionalisme guru PAI yang dilakukan oleh Kepala Sekolah yang dilaksanakan oleh guru
Pendidikan Agama Islam adalah mengajak dan memotivasi bagi guru yang belum S1 untuk
melanjutkan jenjang pendidikannya, pengadaan buku-buku yang berkaitan dengan profesi guru,
mengadakan loka karya maupun penataran dan mengikutsertakan guru dalam setiap kali ada
kegiatan tersebut. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) itu
sendiri antara lain : melanjutkan jenjang pendidikan, mengikuti penataran-penataran,
memperbanyak membaca buku, memperbaiki metode belajar, Mengikuti pelatihan-pelatihan
seperti seminar dan penataran.

Bab 8 mengkaji tentang pemberdayaan tim pengembangan kurikulum madrasah dalam


mengendalikan kualitas madrasah, hal ini berkaitan langsung dengan pembahasan pentingnya
Tim Pengembangan Kurikulum Madrasah, tujuan penyelenggaraan Tim Pengembangan
Kurikulum Madrasah, peran dan tugas Tim Pengembangan Kurikulum Madrasah, program kerja
dan pendukung Tim Pengembangan Kurikulum Madrasah serta pemberdayaan Tim
Pengembangan Kurikulum Madrasah.

7
Bab 9 mengkaji tentang monitoring dan evaluasi kurikulum madrasah, pembahasan ini
berkaitan langsung dengan pentingnya monitoring dan evaluasi kurikulum madrasah, pengertian
dan tujuan pelaksanaan monitoring dan evaluasi, landasan pelaksanaan monitoring dan evaluasi,
model pelaksanaan monitoring dan evaluasi, pegembangan instrument monitoring dan evaluasi,
serta penyusunan laporan monitoring dan evaluasi kurikulum madrasah.

Evaluasi kurikulum daoat menyajikan bahan informal mengenai area-area kelemahan


kurikulum sehingga dari hasil evaluasi dapat dilakukan proses perbaikan menuju lebih
baik.Adapun model evaluasi yang tepat digunakan di madrasah adalah model studi kasus karena
dengan model ini pelaksanaan evaluasi kurikulum di madrasah dapat berjalan secara maksimal.

8
BAB III

PENILAIAN

Keunggulan dan kekurangan buku


3.1 Keunggulan buku
Buku ini memiliki keunggulan dari segi pembahasan yang analitis dan mendalam serta
banyak memberikan inspirasi, membuka wawasan dan membantu para pengawas pendidikan
(PPAI), para pimpinan lembaga pendidikan Islam dalam melaksanakan tugas dan tanggug
jawabnya. Buku ini sangat diperlukan oleh seluruh perguruan tinggi, karena teori-teori yang
dikembangkan sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi.

3.2 Kekurangan buku


Setelah saya membaca buku Pemikiran dan Aktualisasi Pengembangan Pendidikan Islam
karya Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A.ini, sejauh ini belum saya temukan kekurangan didalam buku
ini, karena penjelasan materi didalam buku ini mudah dimengerti dan menggunakan kata-kata
yang mudah dipahami serta dilengkapi dengan daftar gambar dan table.

9
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Dengan demikian buku ini benar-benar bisa memberikan aspirasi kepada pembaca,
khususnya pada mahasiswa karena dalam buku ini tidak tidak bersifa normatif, teoretis dan tidak
hanya membicarakan hal-hal yang menyangkut das sollen (apa yang seharusnya) kurang
diimbangi dengan kajian-kajian empirik atau isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat
lokal, nasional maupun global, namun buku ini bertujuan untuk menjembatani kedua
kepentingan tersebut, sehingga kajiannya bukan sekedar neyangkut hal-hal yang berifat teoritis
dan fondasional tetapi juga mengkaji dan mengantisipasi problem dan isu-siu aktual di bidang
pendidikan Islam.

4.2 SARAN

Saran saya untuk buku ini adalah penulis harus lebih memperhatikan ataupun melakukan
perbaikan terhadap kekurangan dari kedua buku tersebut.

10
DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A..2012. Pemikiran dan Aktualisasi Pengembangan Pendidikan


Islam. Jakarta: Rajawali Pers

11