Anda di halaman 1dari 40

PELAPORAN KEWAJIBAN

PEMEGANG IUP
Definisi Pelaporan:

Pelaporan (menurut KBBI) :


Pelaporan berarti proses, cara, perbuatan melaporkan

Pelaporan merupakan catatan yg memberikan informasi tentang


kegiatan tertentu dan hasilnya disampaikan ke pihak yang
berwenang atau berkaitan dengan kegiatan tertentu (Siagina,
2003).
Fungsi Laporan

Di dalam sebuah laporan tentu terdapat fungsi yang dimilikinya,


untuk dapat mengetahui apa saja fungsi yang dimiliki dari sebuah
laporan mari kita bahas di bawah ini :
• Sebagai bahan untuk pertanggung-jawaban
• Sebagai alat untuk menyampaikan informasi
• Sebagai alat pengawasan
• Sebagai bahan penilaian
• Sebagai bahan pengambilan keputusan
Manfaat
Manfaat Laporan :
• Sebagai dasar penentuan kebijakan
• Sebagai bahan untuk penyusunan rencana kegiatan berikutnya
• Dapat mengetahui perkembangan dan proses dari peningkatan
kegiatan
• Menjadi sumber informasi

https://www.seputarpengetahuan.co.id
Pelaporan Pada Kegiatan Pertambangan
Laporan pada kegiatan pertambangan
• Peraturan Menteri ESDM No 11 Tahun 2018 Tentang Tata Cara
Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan Pada Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara, yang telah diubah beberapa kali
yang terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM No 55 Tahun 2018
• Keputusan Menteri ESDM No 1827 k/30/MEM/2018 Tahun 2018
Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang
Baik
• Keputusan Menteri ESDM No 1806 k/30/MEM/2018 Tahun 2018
Tentang Pedoman Pelaksanaan Penyusunan, Evaluasi, Persetujuan,
Rencana Kerja dan Anggaran Biaya, serta Laporan pada Kegiatan,
Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
Definisi Laporan, berdasarkan Permen ESDM 11 Tahun
18 :
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
30. Laporan Berkala adalah laporan tertulis yang wajib disusun dan disampaikan secara
rutin dalam jangka waktu tertentu.

31. Laporan Akhir adalah laporan tertulis yang wajib disusun dan disampaikan mengenai
hasil akhir suatu kegiatan yang dilakukan.

32. Laporan Khusus adalah laporan tertulis yang wajib disusun dan disampaikan dalam hal
terdapat kejadianatau kondisi tertentu.
Laporan
Pasal 81
(1) Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi,
IUPK Operasi Produksi, IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian, atau IUP Operasi Produksi khusus
untuk pengangkutan dan penjualan, dan IUJP wajib menyusun dan
menyampaikan laporan yang meliputi:
a. Laporan Berkala
b. Laporan Akhir; dan/atau
c. Laporan Khusus
LAPORAN BERKALA
Pasal 81, Laporan Berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a:

Laporan Berkala
1. bulanan dan
2. laporan triwulan.
tambahan
• Laporan semester ( Laporan perawatan dan pemeliharaan tanda
batas, kepmen 1825 K/30/MEM/2018)
• Laporan tahunan ( Laporan Reklamasi, Kepmen 1827 K/30/
MEM/2018 )
Pasal 82
Pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi wajib menyusun dan menyampaikan
Laporan Berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) huruf a kepada
Menteri melalui Direktur Jenderal atau gubernursesuai dengan kewenangannya yang
meliputi:
a. laporan atas RKAB Tahunan;
b. laporan kualitas air limbah pertambangan;
c. laporan statistik kecelakaan tambang dan kejadian berbahaya;
d. laporan statistik penyakit tenaga kerja;
e. laporan pelaksanaan reklamasi dalam rangka pelepasan atau pencairan jaminan
reklamasi; dan
f. laporan audit internal penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan
Mineral dan Batubara,
Pasal 82
Pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi wajib
menyusun dan menyampaikan Laporan Berkala sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 81 ayat (1) huruf a kepada Menteri melalui Direktur Jenderal
atau gubernur sesuai dengan kewenangannya yang meliputi:
a. laporan atas RKAB Tahunan;
b. laporan kualitas air limbah pertambangan;
c. laporan konservasi;
d. laporan statistik kecelakaan tambang dan kejadian berbahaya;
e. laporan statistik penyakit tenaga kerja;
f. laporan pelaksanaan reklamasi dalam rangka pelepasan atau
pencairan
jaminan reklamasi;
lanjutan.....
g. laporan pelaksanaan pascatambang dalam rangka pencairan
jaminan pascatambang; dan
h. laporan audit internal penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan
Pertambangan Mineral dan Batubara.
Pemegang IUJP wajib menyusun dan menyampaikan Laporan Berkala
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) huruf a kepada
Menteri melalui Direktur Jenderal atau gubernur sesuai dengan
kewenangannya melalui pemegang IUP atau IUPK yang meliputi:
a. laporan pelaksanaan kegiatan usaha jasa pertambangan; dan
b. laporan audit internal penerapan Sistem Manajemen Keselamatan
Pertambangan Mineral dan Batubara.
LAPORAN AKHIR
Pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi wajib menyusun
dan menyampaikan Laporan Akhir sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 81 ayat (1) huruf b kepada Menteri melalui Direktur Jenderal
atau gubernur sesuai dengan kewenangannya yang meliputi:
a. laporan lengkap Eksplorasi; dan
b. laporan Studi Kelayakan.
Pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi
wajib menyusun dan menyampaikan Laporan Akhir sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) huruf b kepada Menteri
melalui Direktur Jenderal atau gubernur sesuai dengan
kewenangannya yang meliputi:
a. laporan pelaksanaan pemasangan tanda batas; dan
b. laporan akhir kegiatan operasi produksi.
LAPORAN KHUSUS
Pasal 83
Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi, atau
IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian wajib menyusun dan
menyampaikan Laporan Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) huruf c
kepada Menteri melalui Direktur Jenderal atau gubernur sesuai dengankewenangannya yang
meliputi:
a. laporan pemberitahuan awal kecelakaan;
b. laporan pemberitahuan awal kejadian berbahaya;
c. laporan pemberitahuan awal kejadian akibat penyakit tenaga kerja;
d. laporan penyakit akibat kerja;
e. laporan kasus lingkungan;
f. laporan kajian teknis pertambangan; dan/atau
g. laporan audit eksternal penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral
dan
Batubara.
Pelaksanaan
Penanggung Jawab Pelaporan
Dalam Kepmen 1827, lampiran I
Tugas dan tanggung jawab KTT atau PTL terdiri atas:
a. membuat peraturan internal perusahaan mengenai penerapan kaidah teknik
pertambangan yang baik;
b. mengangkat pengawas operasional dan pengawas teknis;
c. mengesahkan PJO;
d. melakukan evaluasi kinerja PJO;
e. memastikan semua perusahaan jasa pertambangan yang beroperasi di bawahnya
memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
f. menerapkan standar sesuai dengan ketentuan perundangundangan;
Lanjutan
g. menyampaikan laporan kegiatan jasa pertambangan kepada KaIT sesuai dengan
ketentuan
perundang-undangan;
h. memiliki tenaga teknis pertambangan yang berkompeten sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan;
i. melaksanakan manajemen risiko pada setiap proses bisnis dan subproses kegiatan
pertambangan;
j. menerapkan sistem manajemen keselamatan pertambangandan melakukan
pengawasan
penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan yang dilaksanakan oleh
perusahaan jasa pertambangan yang bekerja di wilayah tanggung jawabnya;
k. melaporkan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik kepada KaIT, baik
laporan
berkala, akhir, dan/atau khusus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
Lanjutan
l. melaporkan pelaksanaan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara berkala
sesuai
dengan bentuk yang ditetapkan;
m. melaporkan jumlah pengadaan, penggunaan, penyimpanan, dan persediaan bahan dan
limbah
berbahaya dan beracun secara berkala setiap 6 (enam) bulan;
n. melaporkan adanya gejala yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan/atau perusakan
lingkungan;
o. menyampaikan laporan kasus lingkungan paling lambat 1 x 24 (satu kali dua puluh empat)
jam setelah
terjadinya kasus lingkungan berikut upaya penanggulangannya;
p. menyampaikan pemberitahuan awal dan melaporkan kecelakaan, kejadian berbahaya,
kejadian
akibat penyakit tenaga kerja, dan penyakit akibat kerja;
q. menyampaikan laporan audit internal penerapan sistem manajemen keselamatan
pertambangan
Lanjutan
r. menetapkan tata cara baku untuk penanggulangan pencemaran
dan/atau perusakan lingkungan pada tempat yang berpotensi
menimbulkan perusakan dan pencemaran lingkungan;
s. menetapkan tata cara baku untuk penerapan kaidah teknik
pertambangan yang baik;
t. melaksanakan konservasi sumber daya mineral dan batubara;
dan
u. KTT menetapkan tata cara baku kegiatan pengelolaan teknis
pertambangan mineral dan batubara.
Format Penyusunan
berpedoman pada Kepmen ESDM 1806 k/30/2018 :

Format penyusunan laporan Berkala :


a. Format Laporan Berkala untuk IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi,
tercantum dalam Lampiran VII;
b. Format Laporan Berkala untuk IUP Operasi Produksi atau IUPK
Operasi Produksi, tercantum dalam Lampiran VIII;
c. Format Laporan Berkala untuk IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan
dan/atau pemurnian, tercantum dalam Lampiran IX;
d. Format Laporan Berkala untuk IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengangkutan dan penjualan, tercantum dalam Lampiran X; dan
e. Tata Cara Evaluasi Laporan Berkala untuk pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP
Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan
dan atau
pemurnian, tercantum dalam Lampiran XI,
Lanjutan

Format Penyusunan Laporan Akhir

a. Format Laporan Akhir Eksplorasi, tercantum dalam Lampiran XII;


b. Format Laporan Akhir Studi Kelayakan, tercantum dalam Lampiran XIII;
c. Tata Cara Evaluasi dan Persetujuan Laporan Akhir Eksplorasi, tercantum
dalam
Lampiran XIV; dan
d. Tata Cara Evaluasi dan Persetujuan Laporan Akhir Studi Kelayakan,
tercantum
dalam Lampiran XV,
Lanjutan

Format Penyusunan Laporan Khusus:

a.Format Laporan Khusus, tercantum dalam Lampiran XVI; dan


b.Tata Cara Evaluasi Laporan Khusus, tercantum dalam Lampiran
XVII,
Waktu Penyampaian
Pasal 84
Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, IUPK
Operasi Produksi, dan IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan
dan/atau pemurnian, wajib menyampaikan Laporan Berkala dalam
bentuk laporan bulanan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal atau
gubernur sesuai dengan kewenangannya dalam jangka waktu paling
lambat 5 (lima) hari kalender setelah berakhirnya tiap bulan kecuali
untuk laporan kualitas air limbah pertambangan paling 15 (lima
belas)hari kalender setelah berakhirnya tiap bulan.
Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi,
IUPK Operasi Produksi, IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian, dan IUP Operasi Produksi khusus
untuk pengangkutan dan penjualan wajib menyampaikan Laporan
Berkala dalam bentuk laporan triwulan kepada Menteri melalui
Direktur Jenderal atau gubernur sesuai dengan kewenangannya
dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender
setelah berakhirnya tiap triwulan.
Pasal 86
Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi,
IUPK Operasi Produksi, dan IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian wajib menyampaikan laporan
pemberitahuan awal kecelakaan atau pemberitahuan awal kejadian
berbahaya yang telah disusun sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 83 huruf a dan huruf b sesaat setelah terjadinya awal
kecelakaan atau awal kejadian berbahaya
Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi,
IUPK Operasi Produksi, dan IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian wajib menyampaikan laporan
awal kejadian akibat penyakit tenaga kerja yang telah disusun
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf c sesaat setelah
awal kejadian akibat penyakit.
Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi,
IUPK Operasi Produksi, dan IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian wajib menyampaikan laporan
penyakit akibat kerja yang telah disusun sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 83 huruf d sesaat setelah diketahui hasil diagnosis
dan pemeriksaan.
Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi,
IUPK Operasi Produksi, dan IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian wajib menyampaikan laporan
kasus lingkungan yang telah disusun sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 83 huruf e paling lambat 1 x 24 jam setelah
terjadinya kasus lingkungan.
Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi,
IUPK Operasi Produksi, dan IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian wajib menyampaikan laporan
kajian teknis pertambangan yang telah disusun sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 83 huruf f sesaat sebelum pelaksanaan
perubahan kegiatan teknis pertambangan.
Sanksi
Pasal 94
Pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian, IUJP, dan IUP Operasi Produksi
khusus untuk pengangkutan dan penjualan, yang tidak mematuhi
atau melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal....
.....Pasal 81
ayat (1) atau sampai dengan ayat (2), Pasal 82 ayat (1) atau
sampai dengan ayat (7), Pasal 83 huruf a atau sampai dengan
huruf g, Pasal 84 ayat (1) atau sampai dengan ayat (2), Pasal 86
ayat (1) atau sampai dengan ayat (5), Pasal 87 ayat (3), Pasal 89
ayat (3), Pasal 90, dan Pasal 91 dikenakan sanksi administratif.
lanjutan
Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
berupa:
a. peringatan tertulis;
b. penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha;
dan/atau
c. pencabutan izin.
TERIMAKASIH