Anda di halaman 1dari 1

1. A.

Cyber security yaitu terdiri dari teknologi, proses dan kontrol yang dirancang untuk
melindungi sebuah sistem, Jaringan, program, perangkat dan data dari serangan Cyber.
Keamanan Cyber yang efektif mengurangi risiko serangan Cyber dan melindungi
terhadap eksploitasi sistem, Jaringan, dan teknologi yang tidak sah.
Pengendaliannya untuk melindungi dari serangan keamanan cyber strategi yang paling
efektif untuk mengurangi dan meminimalkan efek dari serangan cyber adalah untuk
membangun landasan yang kokoh yang di atasnya untuk tumbuh tumpukan teknologi
keamanan Cyber. Sebuah yayasan Keamanan cyber yang solid akan mengidentifikasi
kesenjangan ini dan mengusulkan tindakan yang tepat untuk mengambil untuk
mengurangi risiko serangan,memungkinkan untuk membangun strategi keamanan Cyber
yang kuat.
B. Peran dan risiko sosial media
 Peran Sosial Media
Peran media sosial adalah Kehadiran media sosial termasuk situs
jejaring sosial memudahkan bagi penggunanya untuk menyebarluaskan berita,
informasi, dan lain sebagainya kepada pengguna lainnya. Hal ini dapat
dimanfaatkan oleh pengguna untuk membangun dan mengembangkan
jejaring sosial tidak hanya di dunia maya melainkan juga di dunia nyata.
 Risiko Sosial Media
- Risiko baru yang tengah berkembang di era kemajuan teknologi saat ini, yaitu
kebocoran terhadap data pribadi tersebut dan potensi digunakan oleh penjahat
dunia maya untuk melakukan kegiatan penipuan.
- Terlalu banyak berbagi di media sosial memudahkan penjahat siber untuk
mendeskripsikan diri Anda dengan lebih akurat
- Media sosial dapat membuat anak anak dan remaja menjadi lalai dan juga
tidak bisa membagi waktu karna terlalu asik dengan dunia maya.
- Risiko sosial media, orang yang sering menggunakan sosial media didalam
hidupnya akan susah bersosialisasi dengan orang sekitar karna penggunaan
media sosial membuat malas para pengguna untuk berkomunikasi dengan
lingkungan sekitar.

C. Keahlian sistem informasi yang harus dimiliki oleh auditor


Dalam pelaksanaanya, auditor TI mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui
berbagai teknik termasuk survey, wawancara, observasi dan review dokumentasi
bukti-bukti audit yang diambil oleh auditor biasanya mencakup pula bukti elektronis.
Biasanya, auditor TI menerapkan teknik audit berbantuan computer, disebut juga
dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). Teknik ini digunakan untuk
menganalisa data, misalnya saja data transaksi  penjualan, pembelian, transaksi
aktivitas persediaan, aktivitas nasabah, dan lain-lain.