Anda di halaman 1dari 10

1.

Contoh Soal “Fungsi Permintaan, Fungsi Penawaran dan Keseimbangan Pasar”


Berdasarkan hasil penelitian pasar, permintaan dan penawaran terhadap sejenis barang,
memberikan data sebagai berikut.

Harga per unit dalam Kuantitas barang yang Kuantitas barang yang
ribu rupiah (P) diminta (Qd) ditawarkan (Qs)
7 8 6
9 6 10

Dari data tersebut di atas, tentukanlah :


a. Fungsi permintaan dan fungsi penawarannya.
b. Harga dan kuantitas keseimbangan pasar

Penyelesaian :

Diketahui : P1=7 , P2=9

Q d 1=8, Q d 2=6

Qs1=6, Q s2 =10

Ditanya :

a. Fungsi permintaan dan fungsi penawarannya.


b. Harga dan kuantitas keseimbangan pasar

Jawab :

a. Fungsi permintaan :
P−P1 Q d −Q d1
=
P 2−P1 Q d 2−Q d 1

P−7 Q d −8
=
9−7 6−8
P−7 Q d −8
=
2 −2
7−P=Q d −8
Q d =15−P
Jadi, fungsi permintaannya adalah Q d =15−P
Fungsi penawaran :
P−P1 Qs−Q s1
=
P 2−P1 Q s2−Qs1

P−7 Q s −6
=
9−7 10−6
P−7 Q s −6
=
2 4
4 ( P−7)=2(Qs −6)
4 P−28=2Q s−12
2 Qs=4 P−16
Qs =2 P−8
Jadi, fungsi penawarannya adalah Qs =2 P−8

b. Keseimbangan pasar akan terjadi bila :


Qd =Qs
15−P=2 P−8
3 P=23
23
P= =7,6
3
P E=7,6

Qs =2 P−8
23
¿2 ( )
3
−8=7,3

Q E=7,3 7
Jadi, harga dan kuantitas keseimbangan pasar berturut-turut adalah Rp. 7.600 dan 7.

2. Contoh Soal “Pengaruh Pajak Spesifik terhadap Keseimbangan Pasar”


Fungsi permintaan ditunjukkan persamaan P = 30 – Q, penawarannya P = 6 + Q (P dalam
ribu rupiah dan Q satuan unit). Terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar 2/unit
(pajak dalam ribu rupiah)/unit. Berapa harga dan jumlah keseimbangan sesudah pajak ?
Penyelesaian :
Permintaan : P = 30 – Q
Penawaran :P=6+Q+2
30 – Q = 6 + Q + 2
2Q = 22
Q = 11
P = 30 – Q
P = 30 – 11
P = 19
Jadi, harga keseimbangan sesudah kena pajak adalah sebesar Rp. 19.000 dan jumlah barang
pada titik keseimbangan sesudah kena pajak adalah sebanyak 11 unit.

3. Contoh Soal “Pengaruh Pajak Proposional terhadap Keseimbangan Pasar”


Diketahui fungsi permintaan suatu barang , Pd = 12 – Qd, fungsi penawaran suatu barang
Ps = 2 + 0,25Qs. Barang tersebut dikenakan pajak sebesar 20% dari harga jual (berarti t =
0,2Ps). Tentukan titik keseimbangan (harga dan jumlah barang) sebelum dan sesudah
dibebani pajak proporsional?
Penyelesaian :
Pd =12−Q d atau P = 12 – Q
Ps =2+0,25 Qs atau P = 2 + 0,25Q
t=0,3 Ps
Keseimbangan pasar sebelum pajak :
Pd =Ps Substitusi Q = 8 ke salah satu persamaan fungsi
⇔ 12 – Q = 2 + 0,25Q P = 12 – Q
⇔1,25Q = 10 ⇔ P = 12 - 8
10
⇔Q = =8 ⇔P=4
1,25
Maka, (Q e , Pe ¿=(8 , 4).
Keseimbangan pasar setelah pajak :
5
Ps =2+0,25 Qs +0,2 P s → Ps =2,5+ Q
16
Pd =Ps Substitusi Q = 7,24 ke salah satu persamaan fungsi
5
⇔ 12 – Q = 2,5 + Q P = 12 – Q
16
21
⇔ Q = 9,5 ⇔ P = 12 - 7,24
16

⇔Q = 9,5 ( 1621 ) = 7,24 ⇔ P = 4,76


Maka, (Q e , Pe ¿=(7,24 , 4,76).

4. Contoh Soal “Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar”


Fungsi permintaan barang ditunjukkan oleh persamaan Pd =20−0,5Q d dan
penawarannya P = 5 + 2,5Q. Terhadap barang tersebut diberikan subsidi oleh pemerintah
sebesar 2 per unit. Berapakah harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan sebelum
dan sesudah subsidi?
Penyelesaian :
Pd =20−0,5Q d atau P = 20 – 0,5Q
Ps =5+2,5 Qs atau P = 5 + 2,5Q
S=2
Keseimbangan pasar sebelum subsidi :
Pd =Ps Substitusi Q = 5 ke salah satu persamaan fungsi
⇔ 20 – 0,5Q = 5 + 2,5Q P = 5 + 2,5Q
⇔3Q = 15 ⇔ P = 5 + 2,5(5)
15
⇔Q = =5 ⇔ P = 17,5
3
Maka, (Qe , Pe ¿=(5 ,17,5).
Keseimbangan pasar setelah subsidi :
Ps =5+2,5 Q s−2 → P s=3+ 2,5Q s
Pd =Ps Substitusi Q = 5,67 ke salah satu persamaan fungsi
⇔ 20 – 0,5Q = 3 + 2,5Q P = 3 + 2,5Q
⇔3Q = 17 ⇔ P = 3 + 2,5(5,67)
17
⇔Q = =5,67 ⇔ P = 17,2
3
Maka, (Q e , Pe ¿=(5,67 ,17,2).

5. Contoh Soal “ Keseimbangan Pasar Kasus Dua Macam”


Diketahui : permintaan akan X; Qdx = 10 – 4Px + 2Py
penawarannya; Qsx = -6 + 6Px
permintaan akan Y; Qdy = 9 – 3 Py + 4 Px
penawarannya; Qsx = -3 + 7 Py
Ditanyakan : Pe dan Qe untuk masing-masing barang tersebut ?...

Penyelesaian :
1) Keseimbangan pasar barang X
Qdx = Qsx
10 – 4Px + 2Py = -6 + 6Px
10Px – 2Py = 16
2) Keseimbangan pasar barang Y

Qdy = Qsy
9 – 3Py + 4Px = -3 + 7 Py
4Px – 10 Py = - 12
3) eliminasi dari 1) dan 2) :
10Px – 2Py = 16 x1 10Px – 2Py = 16
4Px – 10Py = - 12 x2,5 10Px – 25Py = - 30 _

23Py=46
Py = 2
Subsitusi Py kedalam pers 1
10Px – 2Py = 16
10Px – 2(2) = 16
10Px = 20
Px = 2
Masukkan kedalam persamaan X dan Y
Qxe= 10 – 4Px+2Py
= 10 – 4(2) + 2(2)
=6
Qye = -3 +7Py
= -3 + 7(2)
= 11
Jadi masing masing keseimbangan pasarnya
Py= 2 Px = 2
Qye =11 Qxe = 6

6. Contoh Soal “Fungsi Biaya dan Fungsi Penerimaan”


Diketahui : FC = 20.000 , VC = 100 Q
Ditanyakan : Tunjukkan persamaan dan kurva totalnya !!! Berapa biaya total yang
dikeluarkan jika diproduksi 500 unit barang ???

Penyelesaian :
C = FC + VC  C = 20.000 + 100 Q
Jika Q = 500, maka ; C = 20.000 + 100 (500) = 70.000

Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp. 200,00 per unit.
Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini !!!
Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 350 unit ???
Penyelesaian :
R = Q X P = Q X 200 = 200 Q
Bila Q = 350, maka ; R = 200 X 350 = 70.00

7. Contoh Soal “Keuntungan, Kerugian dan Pulang – Pokok”


Penerimaan total suatu perusahaan dari penjualan 10 kipas angin sebesar Rp. 10.000.000
dengan biaya total yang digunakan pada pembuatan kipas angina sebesar Rp. 8.000.000.
Tentukan termasuk untung, rugi atau pulang pokok yang terjadi pada keadaan tersebut!
Penyelesaian :
R = Rp. 10.000.000
C = Rp. 8.000.000
π =R–C
= Rp. 10.000.000 – Rp. 8.000.000
= Rp. 2.000.000
Karena nilai π >0 dan R > C yang artinya pemasukan lebih besar dari pengeluaran, maka
keadaan perusahaan tersebut adalah untung.

8. Contoh Soal “Fungsi Anggaran”


Bentuklah persamaan anggaran seorang konsumen membeli barang x dan y. Apabila
pendapatannya Rp. 50.000,- dan harga barang x dan y masing-masing sebesar Rp.
2.000,- dan Rp. 5.000,-. Jika semua pendapatan dibelanjakan untuk barang x, berapa
banyak barang x yang dapat dibeli? Berapa banyak y yang didapat bila x berjumlah 10?

Penyelesaian :

M = Px + Py

50.000 = 2.000x + 5.000y

50 = 2x + 5y
Maka persamaan anggaran konsumen tersebut adalah 2x + 5y = 50

Jika y = 0

2x + 5y = 50

2x + 5(0) = 50

2x = 50

X = 25

Maka banyak barang x yang dapat dibeli adalah 25 unit.

Jika x = 10

2x + 5y = 50

2(10)+ 5y = 50

5y = 50
5y = 50 – 20
5y = 30
Y =6

Maka banyak barang y yang dapat dibeli jika barang x berjumlah 10 adalah 6 unit.

9. Contoh Soal “Fungsi Pajak”


Jika diketahui Tx = 3000 + 0,15 Y dan pendapatan nasional 100.000. Tentukan fungsi
pajak !
Penyelesaian :
Diketahui : Tx = 3000 + 0,15 Y
Y = 100.000
Dit : Tx...
Jawab :
Tx = 3000 + 0,15 Y
= 3000 + 0,15 (100.000)
= 3000 + 15.000
= 18.000

10. Contoh Soal “Fungsi Investasi”


Permintaan akan investasi ditunjukkan oleh I = 150 – 300i. Berapa besarnya investasi
pada saat tingkat suku bunga bank yang berlaku setinggi 15% dan berapa pula investasi
bila tingkat bunga tersebut 25%?
Penyelesaian :
Diketahui : I = 150 – 300i
i = 15% = 0,15
i = 25% = 0,25
Ditanya :
Jawab :
besarnya investasi pada saat tingkat suku bunga bank yang berlaku setinggi 15%
I = 150 – 300i
I = 150 – 300 (0,15)
I = 150 – 45
I = 105

besarnya investasi pada saat tingkat suku bunga bank yang berlaku setinggi 25%
I = 150 – 300i
I = 150 – 300 (0,25)
I = 150 – 75
I = 75
11. Contoh Soal “Fungsi Impor”
Diketahui suatu negara impor otonomnya 500 dan marginal propensity to importnya 0,25.
Berapa nilai importnya jika pendapatan nasional sebesar 1000
Penyelesaian :
Diketahui : Mo = 500
Y = 1000
m = 0,25
Ditanya : M...
Jawab :
M = Mo + mY
M = 500 + 0,25 Y
M = 500 + 0,25 (1000)
M = 500 + 250
M = 750
12. Contoh Soal “ Pendapatan Nasional”
Diketahui fungsi konsumsi masyarakat Indonesia adalah C = 100 + 0,6y, insvestasi
sebesar 100, pengeluaran pemerintah sebesar 60, nilai ekspor 120 dan inpor sebesar 100.
Hitung pendapatan nasional?
Penyelesaian :
Diketahui : C = 100 – 0,6 y
I = 100
G = 60
X = 120
M = 120
Ditanya : y..?
Jawab
Y= C+I+G+(X-M)
Y= 100+0,4y+100+60+(120-100)
Y – 0,6 y =260+20
0,4 y = 280
Y = 700
Pendapatan nasional yang diperoleh adalah 700

13. Contoh Soal “Analisis IS-LM”


Perekonomian sutau negara dijelaskan sebagi berikut C = 40 + 0,6Yd, I = 80 -4r, Ms =
200 Lt = 0,25Y, Lj = 0,15Y dan L2 = 160 – 4r. Buatlah analisis IS LM nya!
Penyelesaian :
Diketahui : C = 40 + 0,6Yd
I = 80 -4r
Ms = 200
Lt = 0,25Y
Lj = 0,15Y
L2 = 160 – 4r.
Ditanya : Buatlah analisis IS LM nya
Jawab :
Kurva IS
Y = C+I
Y = 40 + 0,6(Y – Tx + Tr) + 80 – 4r
Y = 40 + 0,6Y + 80 – 4r
Y = 120/0,4 – 4/0,4r
Y = 300 – 10r
Jadi persamaan kurva IS, Y = 300 – 10r

Kurva LM
Ms = L1 + L2
200 =( 0,25Y + 0,15Y) + 160 – 4r
200 = 0,40Y + 160 – 4r
0,4Y = 200 -160 + 4r
Y = 40/0,4 + 4/0,4r
Y = 100 + 10r
Jadi persamaan kurva LM, Y= 100 + 10r

Kurva IS = Kurva LM
300 – 10r = 100 + 10r
20r = 200
r = 200/20
r = 10

Y = 300 – 10(10)
Y = 300 – 100
Y = 200

Anda mungkin juga menyukai