Anda di halaman 1dari 4

Bab 11 - Liabilitas Jangka Pendek, Provisi & Kontijensi

Pertanyaan

1. Jelaskan mengapa utang dagang diklasifikasika sebagai liabilitas jangka pendek ?


Jawab :
- Entitas mengharapkan akan menyelesaikan liabilitas tersebut dalam siklus operasi
normalnya.
- Entitas memiliki liabilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan
- Liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan
setelah periode pelaporan
- Entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas selama
sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.
2. Apakah manfaat liabilitas bagi entitas ?
Jawab :
a. Entitas memberikan manfaat untuk mendanai kegiatan perusahaan
b. Penggunaan liabilitas dari sisi pemegang saham juga lebih disukai karena tambahan
liabilitas akan memberikan tambahan imbal hasil bagi pemegang saham tanpa
tambahan investasi
c. Kemampuan menghasilkan leverage, yaitu kemampuan meningkatkan imbal hasil
tanpa harus mengeluarkan investasi.
3. Jelaskan alasan investor lebih menyukai penambahaan pendanaan entitass melalui
liabilitas daripada mengeluarkan saham!
Jawab :
Pada umumnya, banyak investor yang lebih untuk mengeluarkan sebuah entitas melalui
liabilitas atau hutang daripada mengeluarkan saham. Hal itu terjadi dikarenakan beberapa
keuntungan yang ia peroleh jika mengeluarkan entitasnya melalui liabilitas.
Adapun keuntungan tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Adanya manfaat pajak atas pembayaran bunga (pajaknya akan lebih sedikit)
b. Bunga dari liabilitas tersebut yang lebih tinggi dan menguntungkan
c. Biaya transaksi pengeluaran yang lebih murah dibandingkan emisi saham
d. Lebih mudah mendapatkan pendanaan utang daripada pendanaan saham
e. Control manajemen yang lebih besar
4. Apakah yang membedakan utang dagang dengan utang bank berdasarkan asal
karakteristiknya?
Jawab :
a. Utang dagang, yaitu hutang yang timbul dari kegiatan ekonomi perusahaan yang
berulang-ulang. Hutang dagang terjadi karena perbedaan waktu yang timbul antara
penyerahan barang dan jasa dengan pembayarannya(disebut dengan jangka waktu
kredit) yang biasanya dinyatakan dengan syarat pembayaran seperti 2/10, n/30.
b. Utang bank adalah pinjaman modal kerja untuk perusahaan dari bank.
Biasanya digunakan untuk ekspansi atau hal hal strategis lainnya.
5. Jelaskan mengapa dalam menghitung rasio tingkata utang (debt to equity), sering kali
utang usaha tidak dimasukkan dalam perhitungan ?
Jawab :
Dalam menentukan apakah sebuah perusahaan memiliki utang yang besar atau kecil, cara
yang paling umum digunakan adalah dengan membandingkannya dengan modalnya.
Contohnya, jika a tercatat memiliki total utang hingga rp10 trilyun, tapi modalnya masih
lebih besar lagi yaitu rp20 trilyun, maka a belum bisa dikatakan memiliki utang yang
besar. Sementara jika b memiliki utang rp10 milyar saja, tapi modalnya lebih kecil yaitu
rp5 milyar, maka utang b sudah cukup banyak sehingga sahamnya menjadi kurang ideal
secara fundamental.
Dalam perhitungan analisis fundamental, perbandingan antara utang (debt) dengan modal
(equity) dikenal dengan istilah debt to equity ratio (der). Cara menghitungnya gampang
yaitu total utang dibagi total modal, lalu dikali 100%. Ada juga yang membaliknya
menjadi equity to debt ratio (edr), sehingga cara menghitungnya menjadi total modal
dibagi total utang, lalu dikali 100%. Kalau der atau edr ini menunjukkan bahwa jumlah
utang sebuah perusahaan masih wajar, maka sahamnya mungkin masih ideal, jika poin-
poin fundamental lainnya juga mendukung.
6. Mengapa liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah
periode pelaporan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek ?
Jawab :
Liabilitas jangka panjang adalah liabilitas yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan atau lebih
dari 1 periode akuntansi. Liabilitas jangka panjang dapat diklasifikasikan menjadi
liabilitas jangka pendek apabila jatuh tempo liabilitas tersebut kurang dari 12 bulan atau
1 periode akuntansi. Contoh : liabilitas bulan januari yg jatuh tempo 18 bulan.
Pada tahun pertama liabilitas tersebut diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang
karena jatuh tempo masih 18 bulan. Tetapi pada tahun kedua, liabilitas tersebut
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek karena jatuh tempo tersisa 6 bulan.
7. Apakah perusahaan boleh tidak menghitung dan mengakui kewajiban pajak perusahaan
karena perusahaan tersebut tidak membayar pajak, padahal perusahaan tersebut memiliki
nomor pokok wajib pajak?
Jawab :
Perusahaan tersebut harus menghitung dan mengakui kewajiban pajak perusahaan karena
perusahaan tersebut memiliki nomor pokok wajib pajak.
8. Jelaskan perbedaan provisi dan kontinjensi!
Jawab :
Provisi merupakan liabilitas yang waktu dan jumlahnya belum pasti. Dalam penyajian
laporan keuangan, provisi termasuk ke dalam bagian liabilitas yang diungkapkan dalam
laporan keuangan. Contoh :biaya garansi dan jaminan.
Sedangkan kontinjensi didefinisikan sebagai kewajiban kini yang timbul sebagai akibat
peristiwa masa lalu, tapi tidak diakui karena tidak terdapat kemungkinan besar entitas
mengeluarkan sumber daya untuk menyelesaikan kewajibannya; atau jumlah kewajiban
tersebut tidak dapat diukur secara andal.liabilitas kontinjensi tidak perlu diakui di neraca
karena belum ada present obligation, hanya perlu diungkapkan di notes / catatan atas
laporan keuangan.
9. Jelaskan mengapa pendapatan diterima dimuka diklasifikasikan sebagai liabilitas ?
Apakah ada pendapatan diterima dimuka yang diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka
pendek ?
Jawab :
Pendapatan yang diterima dimuka diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek
karena merupakan akun pembayaran yang belum dapat diakui sebagai pendapatan karena
pengerjaan jasa belum selesai. Apabila diperkirakan akan diluasi dalam jangka waktu
satu tahun atau 12 bulan dari tanggal penetapan laporan posisi keuangan. Kewajiban
diterima dimuka mengakibatkan timbulnya kewajiban untuk menyerahkan barang atau
jasa dimasa yang akan datang.
Misalnya : pendapatan diterima dimuka, deposit dari pelanggan, dan sewa diterima
dimuka.
Pendapatan yang diterima dimuka tidak bisa diklasifikasikan kepada lialibitas jangka
panjang karena klasifikasi yang masuk dalam dalam lialbitas jangka panjang adalah
kewajiban yang akan terselesaikan melebihi siklus operasional normal perusahaan dan
dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau siklus operasi normal
contoh :
• utang obligasi (bonds payable)
• utang wesel jangka panjang (long-term notes payable)
• utang hipotik (mortgage payable)
10. Sebutkan 3 syarat pengakuan provisi!
Jawab :
1. Entitas memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum, konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu.
2. Kemungkinan besar (probable) penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus
keluar sumber daya.
3. Estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas nilainya dapat diukur dengan andal
dapat dibuat.
Pilihan ganda
1. manakah yang termasuk liabilitas jangka pendek ?
2.