Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REVIEW

BIOGEOGRAFI

Oleh :

Irvi Sari Chairuna Pulungan

3173131018

B Geografi 2018

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat
Rahmat dan HidayahNya, penulis dapat menyelesaikan Critical Book Report tepat pada
waktunya. Critical Book Report ini disusun guna memenuhi salah satu tugas Biogeografi.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, didalam ini penulis berusaha menjelaskan
bagaimana Pembahasan tentang penginderaan jauh Critical Book Report yang penulis susun ini
belumlah sempurna, akan tetapi penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam pembuatan
CBR ini. Oleh karena itu,penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam pembuatan CBR ini sampai selesai. Serta ucapan terimakasih penulis
sampaikan juga kepada bapak Dosen mata kuliah Biogeografi yang telah memberikan tugas ini
kepada penulis.

Akhir kata, penulis berharap CBR ini dapat bermanfaat bukan hanya bagi penulis
sendiri namun juga dapat bermanfaat bagi semua orang yang membaca CBR ini untuk
menambah wawasannya. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan CBR ini.

Medan, Mei 2020

Irvi Sari Chairuna P

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................................i

Daftar Isi ....................................................................................................................... ii

BAB I Pendahuluan ..................................................................................................... 1

1.1 Informasi Bibliografi Buku .............................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 2

2.1 Latar Belakang ................................................................................................ 2

BAB III PEMBAHASAN BUKU ................................................................................ 3

3.1 Sinopsis buku ................................................................................................... 3


3.2 Kelemahan dan Kelebihan Buku ...................................................................... 7
3.4 Analisis Critical Book ...................................................................................... 8
1. Tujuan Penulisan Buku ................................................................................ 8
2. Isi Secara Umum .......................................................................................... 8
3. Penilaian Kualitas Buku ............................................................................... 8

BAB IV PENUTUP ...................................................................................................... 9

4.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 9


4.2 Saran ................................................................................................................. 9

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 10

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latarbelakang
Flora adalah nama yang diberikan kepada kehidupan kolektif tumbuhan yang tumbuh
atau pernah tumbuh di area tertentu, atau pada periode tertentu. Kehidupan tumbuhan di
bumi bisa dibedakan melalui beberapa cara, cara paling sederhana yaitu dengan
berdasarkan daerah. Tumbuhan yang tumbuh secara spesifik di pegunungan akan berbeda
dengan yang tumbuh di gurun. Sama dengan Flora, Fauna adalah istilah yang dibuat
untuk menjelaskan kehidupan kolektif hewan yang hidup atau pernah hidup di daerah
tertentu atau waktu tertentu. Fauna juga dibedakan dengan beberapa cara, tetapi,
pembagian atau klasifikasi fauna ini lebih rumit karena kehidupan hewan sudah
berevolusi menjadi bentuk yang berbeda-beda.

B. Tujuan
Untuk pemenuhan tugas buogeografi

4
BAB II

PEMBAHASAN BUKU

A. Identitas Buku
 Buku Utama

Judul buku : Geografi Tumbuhan dan Hewan

Penulis : Prof.Dr.H.A. Fatchan, M. Pd., M. Si.

Penerbit : Penerbit Ombak

Tahun Terbit : 2013

Tebal Buku : vii+282 halaman

ISBN : 978-602-258-091-1

 Buku Pembanding

Judul : Pengantar Geografi Tumbuhan

Penulis : Nurhadi, M.Si

Penerbit : Universitas Negeri Yogyakarta

Tahun Terbit : 2015

Tebal Buku : vii+ 74 halaman

B. Sinopsis Buku
Buku Utama
Buku ini terdiri dari tujuh bab , bab yang pertama adalah pendahuluan. Pada bab ini
menjelaskan tentang pengertian geografi hewan dan tumbuhan sebagai berikut:
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dengan berbagai gejalanya,
manusia dan makhluk hidup lainnya, serta interaksinya diantaranya. Geografi hewan

5
(zoogeography) berasal dari kata zoo yang artinya binatang atau hewan dan geography
atau geografi yang artinya ilmu tentang bumi. Secara etimologi, geografi hewan
(zoogeography) berarti ilmu tentang bumi yang berhubungan dengan hewan yang ada
didalamnya (Shadli,1977).
Geografi tumbuhan (phytogeography atau plantgeography) berasal dari kata phyto atau
plants yang artinya berbagai bentuk kehidupan hayati atau tanaman yang ada di muka
bumi. Dan geography atau georafi yang artinya ilmu yang mempelajari tentang bumi
dengan berbagai gejalanya, manusia, dan makhluk hidup lainnya, serta interaksi
diantaranya. Secara etimologi, geografi tumbuhan artinya tentang bumi yang
berhubungan dengan hayati atatu tumbuhan yang ada di dalamnya (Polunin,1966).
Sedangkan pada bab kedua adalah agihan, evolusi dan faktor pengaruh penyebaran
tumbuhan dan hewan. Pada bab ini dijelaskan perubahan atau evolusi tumbuhan dan
hewan dari periode ke periode. Periode evolusi makhluk hidup dimulai pada periode
Silurian, periode Devonian, periode Karboniferus, periode Permian, periode Triasik,
periode Jurasik, periode Kretaceous, periode Paleosen, periode Eosen, periode Oligosen,
periode Miosen, periode Pliosen, dan periode Pleistosen.
Selain itu, bab ini menjelaskan hambatan dalam persebaran tumbuhan dan hewan di
muka bumi, penyebab dari persebaran tumbuhan dan hewan, pembagian persebaran
tumbuhan dan hewan di dunia menurut Alfred Russel Wallace, dampak dari penerapan
teknologi pertanian yang maju dan modern, serta keuntungan yang diperoleh manusia
akibat dari ketepatan dalam seleksi alam atau evolusi.
Pada bab ketiga ini dijelaskan mengenai vegetasi, vegetasi adalah segala jenis tumbuh-
tumbuhan dan kehidupannya. Pada dasarnya vegetasi dibagi menjadi tiga golongan yaitu
vegetasi hutan, vegetasi padang rumput dan vegetasi gurun. Hampir semua vegetasi
tumbuh di muka bumi yang bervariasi karena gaya endogen dan gaya eksogen. Kedua
gaya tersebut memiliki sifat yang bertolak belakang, gaya endogen bersifat membangun
sedangkan gaya eksogen bersifat merusak sehingga diperlukan adaptasi oleh tanaman
pada kondisi tersebut.
Pada bab keempat buku ini menjelaskan tentang kemampuan penggunaan lahan.
Kemampuan penggunaan lahan digolongkan menjadi 8 golongan dengan memperhatikan
karakteristik tanah dan mempertimbangkan aspek finansial serta kemampuan operasional

6
penggunaan lahan. Selain itu, jenis tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman,
sedangkan pertambahan berat jenis tanah dapat mengakibatkan perubahan bentuk akar
pada tanaman. Pada bab ini diterangkan hasil pertanian dipengaruhi oleh kondisi alam
disekitar daerah pertanian tersebut. Hal ini sangat penting karena untuk mengetahui
metode yang digunakan untuk mengembangkan usaha pertanian sesuai kondisi tanah dan
jenis tanaman. Selain itu, pada bab ini dijelaskan mengenai persilangan tanaman cabai
yang hasilnya dapat digunakan untuk terapi penyembuhan beberapa penyakit. Juga
dijelaskan mengenai tata cara penanaman dengan garis kontur.
Pada bab kelima banyak dijelaskan tentang perikanan, peternakan dan penangkaran
binatang yang hampir punah yang ada di di Indonesia. Peternakan adalah usaha untuk
memelihara dan mengembangbiakkan hewan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Sedangkan perikanan adalah penangkapan atau pemeliharaan ikan untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Buku ini juga menjelaskan persebaran penangkaran hewan yang
hampir punah, karakteristik setiap hewan yang berada di penangkaran agar kita dapat
mengerti cara merawat dan melestarikan yang akan punah.
Pada bab keenam menjelaskan mengenai degradasi lingkungan, degradasi lingkungan
adalah penurunan kesuburan, kualitas air, udara, dan sebagainya. Proses degradasi
lingkungan berlangsung lama dan bertahap, degradasi lingkungan juga sulit dipulihkan
dan akan punah. Maka dari itu seluruh kkomponen masyarakat harus merencanakan
manajemen pembangunan wilayah atau pembangunan ruang agar terhindar dari degradasi
lingkungan. Adanya hutan mangrove dapat mencegah terjadinya degradasi lingkungan.
Selain itu, hutan mangrove memiliki banyak manfaat bagi masyarakat disekitar hutan.
Salah satu manfaatnya mencegah abrasi di pantai dan menjaga biota serta ekosistem yang
ada di laut. Pada bab terakhir menjelaskan rangkuman dari bab pertama sampai bab
keenam yang dijelaskan secara singkat.

7
Buku Pembanding

Phyto Geography atau geografi tumbuhan objek operasinya dan didiskripsinya adalah
tumbuhan yang ada di permukaan bumi, atau alam penyebaran tumbuhan dalam hubungannya
dengan permukaan bumi khususnya tentang flora dan vegetasi. Ada perbedaan Flora dan
fegetasi, walaupun secara bersama-sama berbicara mengenai tumbuhan di permukaan bumi;
adapun pengertian flora yaitu jenis-jenis tumnuhan yang terdapat pada suatu tempat atau daftar
nventarisasi dari suatu tempat tentang suatu jenis tumbuhan. Sedangkan pengertian vegetasi; hal
ini berasal dari bahasa latin yaitu vegetere artinya apa yang tumbuh. Jadi pengertian vegetasi
mempunyai pengertian yang lebih luas bila dibandingkan dengan pengertian flora. Adapun
pengertian vegetasi yaitu: tumbuhan secara keseluruhan sebagai penutup suatu tempat, atau
keseluruhan tumbuhan yang menutup permukaan bumi. Tetapi dapat juga didefinisikan:
masyarakat tumbuhan pada suatu daerah yang luas dan mudah dikenali dengan penglihatan.
Dengan demikian suatu daerah yang ada vegetasinya, mudah dikenal karena vegetasi tersebut
pada umumnya selalu memperlihatkan warna yang khas yakni warna hijau. Contoh: hutan;
apabila yang tampak oleh mata kita (secara fisiognomi), hanya tumbuhan yang besar.

Struktur dan peranan vegetasi merupakan pencerminan dari fakto-faktor ekologis, dan jenis itu
sendiri berinteraksi pada waktu lalu, masa kini dan masa yang datang. Oleh karena itu dalam
mempelajari vegetasi pada suatu habitat kita dapat mengetahui keadaan yang sekarang yang akan
terjadi serta menduga kemungkinan-kemungkinan dimasa yang akan datang. Secara sistematik,
vegetasi dapat diklasifikasikan dalam beberapa bentuk, menurut Ossting (1982),
mengklasifikasikan vegetasi menjadi: Vegetasi pantai

 Vegetasi rawa
 Payau
 Vegetasi gambut
 Vegetasi dataran rendah
 Vegetasi dataran tinggi dan
 Vegatasi pegunungan

8
Untuk hidupnya tumbuhan diperlukan dua macam faktor yaitu: faktor non biotik dan
faktor biotik, faktor non biotik disebut juga faktor mati yang meliputi: faktoredafik dan klimatik.
(jelaskan kedua faktor tersebut). Sedangkan kekayaan suatu tempat yang berupa hewan disebut
dengan Fauna, (inventarisasi tentang hewan yang ada dimuka bumi).

Distribusi makluk hidup dimuka bumi ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya:

 Kemampuan makluk hidup untuk menghasilkan individu baru, pada tumbuhan, calaon-
calon individu baru itu disebut dengan diaspora, propagulatau desseminul; yang dapat
berupa spora, biji atau lain-lain dan terjadi secara seksual (generatif) dan aseksual
(vegetatif).
 Daya tumbuh dari diaspora
 Cara pemencara (dispersal) diaspora
 Tuntutan terhadap faktor-faktor lingkungan
 Daya adaptasi terhadap lingkungan
 Adanya kekuatan yang memacu atau sebaliknya menghambat perkembangannya

Telah dikemukakan didepan bahwa makluk hidup itu distribusinya terdapat beraneka ragam.
Makluk hidup yang distribusinya amat luas, sehingga dapat dikatakan dapat diketemukan
dimana-mana; tumbuhan semacam ini disebut dengan tumbuhan Kosmopolit, demikian juga
terhadap berbagai jenis hewan yang ada. Kosmopolit menurut arti kata yang sebenarnya
(benar-benar hidup dimanamana dibumi kita ini), tetapi hal ini sukar ditemukan dan bahkan
barang kali tidak ada. Terlalu sulit untuk menemukan jenis hewan atau tumbuhan yang dapat
hidup pada berbagai macam lingkungan; seperti lingkungan yang amat dingin dengan es dan
salju abadi ( daerah kutub), sampai daerah tropik yang amat panas. Namun demikian
memang ada jenis-jenis tumbuhan dan hewan, misalnya: bengok atau enceng gondok dan
burung gereja yang tersebar sangat luas dimuka bumi ini, sehingga hewan dan tumbuhan ini
disebut dengan Kosmopolit.

Dipermukaan bumi ini terdapat berbagai jenis tumbuhan yang menempati areal yang sangat
berbeda-beda luasnya. Daerah distribusi yang luas dapat bersifat sinambung, tetapi dapat
pula terpisah-pisah dan terpisahnya dapat merupakan jarak yang demikian luas/jauh, jarak itu
menurut keadaan yang sekarang tidak ungkin dapat dicapai oleh alat perkembangbiakan jenis

9
makluk hidup yang bersangkutan dengan pemencaran secara alami (tanpa campur tangan
manusia). Daerah yang distribusinya terpisah itu disebut Disjungsi atau distribusi yang tak
sinambung

Pada daerah distribusi taksinambung ini jarak yang memisahkan bagianbagiannya dapat
begitu luas, bahkan hampir sampai setengah lingkaran bumi, misalnya tumbuhan Rhus taxico
dendron. Tumbuhan ini terdapat disepanjang pantai timur Amerika Utara dan dihutan-hutan
sepanjang pantai timur Asia dan Jepang yang dipisahkan oleh lebarnya daratan Amerika
Utara dan Samodra Pasifik. Hal ini menandakan bahwa perlu adanya campur tangan
manusia. Pada dasarnya tampak adanya kecenderungan pada setiap jenis mahluk hidup untuk
memperluas daerah distribusinya yang terbukti dari adanya kemampuan mahluk hidup untuk
berkembang biak dan adanya penyebaran dari keturunannya. Namun demikian menurut
kenyataannya banyak jenis mahluk hidup yang daerah distribusinya justru berkurang bahkan
menjadi nol yang berarti mahluk hidup tersebut menjadi punah.

Semua mahluk hidup mempunyai kemampuan untuk menghasilkan individu baru seperti
dirinya sendiri. Calon individu baru itu adalah sebagian dari tubuh mahluk induknya, yang
terjadinya dengan didahului peleburan dua sel khusus calon individu baru itu juga disebut
alatperkembangbiakkan dan dalam ekologi juga sering disebut Diaspora, Propagul, atau
Disominul. Untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru, alat
perkembangbiakkan itu harus melepas diri dari induknya dan mencapai tempat yang
kondisinya memungkinkan kelangsungan hidupnya. Cara calon individu itu melepaskan diri
dari induknya itulah yang dinamakan Disporsal atau penyebaran dari mahluk hidup tadi. Jika
calon individu baru itu dapat mencapai lingkungan yang cocok untuk kelangsungan
hidupnya, maka itu berarti pula perluasan daerah distribusi dari mahluk hidup itu.

10
BAB III
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU

Buku Utama

Kelebihan

Sampul buku sangat menarik dan sesuai dengan judul buku. Materi atau pembahasan pada buku
ini diambil dari ahli sehingga semua materi sangat akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ukuran hurufnya standar tidak terlalu kecil sehingga nyaman dalam membacanya. Bahasa yang
digunakan mudah dipahami dan tidak berbelit-belit.

Kekurangan

Buku ini banyak terdapat istilah biologi yang kurang umum sehingga pembaca kurang mengerti
maksud dari buku ini. Selain itu, banyak kata yang salah ketik dengan begitu dapat
membingungkan pembaca. Misalnya didalam buku berbunyi “Makhluk hidup tersebut
memerlukan proses penysuaian, sehingga tumbuhan dan hewan dapat hidup untuk
menyesuaikannya” . Kata penysuaian seharusnya ditulis penyesuaian. Sebaiknya buku ini
dilengkapi dengan gambar untuk memperjelas istilah asing yang terdapat pada buku ini. Dan
materi yang disampaikan oleh penulis berulang-ulang sehingga materi yang disampaikan
terkesan sama dan kurang efektif. Misalnya pada bab kedua ada dua pembahasan yang sama
mengenai kegiatan usaha pertanian dalam hal bentuk dan struktur tanaman. Seharusnya buku ini
dilengkapi dengan glosarium untuk memudahkan pembaca memahami setiap istilah asing yang
terdapat pada buku ini.

Buku Pembanding

Kelebihan

Pada buku pembanding ini pembahasannya sangat lengkap walaupun hanya 74 halaman. Isi yang
terdapat pada buku ini secara ringkas padat dan jelas mengenai pembahasan mengenai tmbuhan.
Pada buku pembanding ini sangat banyat mencantumkan contoh-contoh tumbuhan berdasarkan
jenisnya atau habitatnya. Buku ini menurut saya sangat bagus. Buku ini sangat bagus untuk
dijadikan referensi mahasiswa dalam pembahasan geografi tumbuhan.

11
Kekurangan

Pada buku ini terdapat banyak istilah-istilah penamaan yang digunakan sehingga agak sedikit
susah untuk di pahami.

12
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan dari kedua buku ini termasuk dalam kategori buku yang baik, dan
kualitas bukunya juga sudah baik, di kedua buku ini memang terdapat beberapa
kesalahan, walaupun terdapat kesalahan kedua buku ini sudah cukup memberikan ilmu
tentang geografi tumbuhan. Dan dari kedua buku ini kita mengetaui ada banyak terdapat
jenisvegetasi yang tumbuh di permukaan bumi berdasarkan habitatnya masing-masing
dan kemampuannya bertahan hidup.
B. Saran
-

13
DAFTAR PUSTAKA
Fatchan.2013. Geografi Tumbuhan dan Hewan.Ombak
Nurhadi.2015. Pengantar Geografi Tumbuhan.Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta

14

Anda mungkin juga menyukai