Anda di halaman 1dari 3

PREMATUR

Faktor ibu : malnutrisi, pendarahan, Faktor plasenta : pengapuran Faktor janin : terlilit tali
antepartum, kelainan uterus, penyakit plasenta, berat plasenta < 500 gram, pusat, plasenta telah
jantung, hipertensi, umur < 20 thn posisi plasenta lepas, servik lunak
atau > 35 tahun, infeksi, trauma,
merokok, pekerjaan yang melelahkan

Pemeriksaan penunjang :
1. Pemantauan glukosa darah terhadap
hipoglikemia
Dinding otot rahim bagian 2. Pemantauan gas darah arteri
bawah lemah 3. Darah lengkap
Bayi prematur adalah bayi 4. Pemeriksaan sinar sesuai kebutuhan
yang dilahirkan dengan 5. Penyimpangan tali pusat (observasi)
Fungsi organ
usia gatasi kurang dari 37 Bayi lahir prematur
Prematuris organ belum baik
minggu, dengan berat (BBLR/BBSLR)
(komplikasi)
badan lahir rendah
(Whalay & Wong, 2004)
Penurunan daya
tahan
Pencegahan infeksi : tindakan
aseptik, memertahankan suhu
Permukaan tubuh
Jaringan lemak subkutan tubuh,membersihkan jalan
relatif lebih luas Resiko infeksi
lebih tipis nafas, perawatan tali pusat,
Kehilangan dan memberikan cairan
panas terjadi Kekurangan cadangan
energi (glukosa) melalui infus
Penguapan Pemaparan dengan melalui empat
berlebih suhu luar jalur utama : Kehilangan panas Pengaturan intake nutrisi
radiasi, melalui kulit Malnutrisi diantaranya menentukan
Kehilangan konduksi, pemilihan susu (Manuaba,
Kehilangan panas
cairan konveksi dan 2007). Pemberian susu
evaporasi Hipoglikemia dimualiai pada waktu bayi
Dehidrasi Hipothermi berumur 3 jam agar bayi tidak
menderita hipoglikemia
Pengawasan dan (Prawirohardjo,2006)
Inkubator pengaturan intake
dilengkapi Pengaturan suhu Ujung saraf pada permukaan kulit nutrisi bayi prematur Glukosa berfungsi sebagai makanan
dengan alat tubuh : inkubator, pijat akan bereaksi terhadap sentuhan, otak. Pada tahun pertama pertumbuhan
pengatur suhu bayi, metode kanguru kemudian akan mengirimkan pesan otak sangat cpat sehingga sebagian
dan kelembaban ke otak melalui jaringan saraf besar glukosa dalam darah digunakan
agar bayi dapat sehingga hantaran pijatan melalui untuk metabolisme (Surasmi,2003)
mempertahankan sentuhan dan minyak mampu
suhu normal meningkatkan kestabilan suhu tubuh
(37◦c) dan bayi tidak jatuh pada kondisi Gangguan metabolik Hiipoglike
hipotermi (Roesli,2013) Gangguan Imunitas
mia

Hati Sism sytem Kulit


Gangguan pernafasan Gangguan cairan elektrolit Gangguan sistem peredaran darah saraf
Penstransferan/ pengatur Halus,
pembagian bilirubin suhu tubuh
Paru paru Ginjal Otak mudah lecet
belum baik belum
matur
Pertumbuhan dinding Imaturitas ginjal Imaturitas sistem -sistem vital Resiko infeksi
dada belum sempurna, Hiperbilirubin Pertumbuhan piodermal
vaskuler imatur Produksi urin sedikit otot yang belum
Mata Reflek menelan belum memadai dan
Resiko / ikterus Sepsis
sempurna lemak subkutan
Fungsi pernafasan belum Kelebihan air dan elektrolit neonatus
sesuai dalam tubuh Imaturitas yang sedikit
Diskontuinitas Pemberian
lensa mata antibiotik,
pemberian ASI
Penyakit membran hialin Regulasi Edema Hipotermi jika suhu
pernafasan Retrolentra tidak stabil
Ketidakseimbangan nutrisi Bayi kuning ditempatkan di masukan ke
l fibroplasia
kurang dari kebutuhan bawah lampu biru khusus, dan inkubator,
Pernafasan tubuh transfusi darah yang membantu
Ketidakefektifan Retinopaty
periodik/ tubuh menhilangkan bilirubin
pola nafas
pernafasan dan mengganti darah baru dan
biot Pembuluh yang Pengawasan dan pemberian vitamin K.
abnormal di pengaturan intake nutrisi
laser atau di bayi prematur
Pernafasan periodik / Apnea : cryotherapy, Usus Dinding lambung lunak
jika bayi berhenti nafas, suntikan anti
Pemberian perawat akan merangsang bayi VEGF Pemberian ASI dapat Peristaltic belum Mudah kembung