Anda di halaman 1dari 12

Kuliah Bidan

Manajemen Laktasi

kuliahbidan
8 tahun yang lalu
MANAGEMEN LAKTASI

Pendahuluan

Perkembangan dan pertumbuhan bayi dan anak sangat dipengaruhi oleh ibu. Sejak masa
kehamilan janin menerima nutrisi dari ibu melalui plasenta.pada masa bayi didalam tubuh ibu
secara alami telah disediakan makanan yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan
selanjutnya berupa ASI.

Banyak ahli sepakat ASI lebih unggul daripada susu formula atau susu sapi. Pada abad ke-19
beberapa studi kedokteran yang dilakukan di Eropa menunjukkan angka kematian dan kesakitan
bayi – bayi yang diberikan ASI ternyata lebih rendah daripada yg diberi susu formula.

4.Payudara bengkak

Kadang payudara bengkak atau penuh,oedema ringan oleh hambatan vena atau saluran limfe
akibat ASI yang menumpuk.Faktor2 yang penyebab payudara bengkak:bayi tidak menyusu
dengan kuat,posisi bayi pada payudara salah sehingga proses menyusui tidak benar,putting susu
datar atau terbenam.

5.Saluran susu tersumbat.

Keadaan dimana terjadi sumbatan pada satu atau lebih saluran susu /duktus laktiferus.

6.Mastitis dan abses payudara

Mastitis adalah peradangan pada payudara ,bagian yang terkena menjadi merah,bengkak,nyeri dan
panas,suhu tinggi kadang2 menggigil,terjadi pada minggu 1-3 setelah melahirkankarena lanjutan
dari sumbatan saluran susu.

Cara mengatasinya:

Memberikan antibiotika dan simtomatik terhadap nyeri


Kompres air hangat
Ibu cukup istirahat dan banyak minum
Sebelum terbentuk abses ,menyusui tetap di berikan.
Apabila terjadi abses ,rujuk ke dokter bedah untuk di insisi
Pemberian antibiotika dosis tinggi,analgesik/anti piretik
Ibu harus cukup istirahat
Bayi dihentikan menyusu
penutup

Menyusui adalah proses alami manusia tetapi tidak sederhana seperti yang di bayangkan khalayak
umum.Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan ini. Agar menyusui berhasil, setiap ibu
harus percaya dapat melakukannya dengan didukung petunjuk pengetahuan dan manajemen
praktek menyusui yang benar dan tepat. Persiapan dini sejak masa kehamilan hingga menyusui
sangat membantu kelancaran proses menyusui secara keseluruhan.

Penggunaan ASI telah dideklarasikan sebagai gerakan nasional yang merupakan upaya
peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.Untuk mencapai keberhasilan gerakan nasional perlu
didukung oleh peran serta seluruh anggota masyarakat para ibu sebagai pelopor peningkatan
kualitas sumberdaya indonesia.praktek menyusui yg baik dan benar setiap ibu perlu
mempelajarinya.bukan pada ibu yang pertama kali hamil dan melahirkan tetapi juga ibu – ibu
yang melahirkan anak yang ke 2 dan seterusnya.

peranan petugas kesehatan sangat penting dalam melindungi,meningkatkan, dan mendukung


usaha menyusui baik sebelum, selama maupun setelah kehamilan dan persalinan.Petugas
kesehatan harus mampu memotivasi , memberikan bimbingan dan penyuluhan manajemen
menyusui dikalangan ibu.Dukungan tenaga kesehatan ini akan sangat menentukan suksesnya
kampaye ASI disamping dukungan keluarga dan lingkungan.

Dengan mengikuti dan mempelajari pengetahuan mengenai menyusui atau laktasi diharapkans
etiap ibu hamil,bersalin dan menyusui dapat memberikan ASI secara optimal sehingga bayi dapat
tumbuh kembang normal sebagai calon sumberdaya manusia yang berkualitas.

A. ASI LEBIH BAIK DARIPADA SUSU FORMULA

ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi dalam 4 – 6 bulan pertama kehidupan.

keunggulan ASI dibanding susu formula adalah :

1. ASI praktis,ekonomis,dan hygienis.

2.Mengandung semua bahan / zat gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

3.Dapat diberikan dimana aja dan kapan s aja dalam keadaan segar, bebas bakteri dan suhu yang
sesuai,tanpa penggunaan alat bantu.

4.Bebas dari kesalahan dalam penyediaan / takaran.

5.Problem kesulitan pemberian makanan pada bayi jauh lebih sedikit daripadea bayi yang
mendapat susu formula buatan.
6.Mengandung imunoglobulin

7.Mencegah terjadinya keadaan gizi salah.

Sedangakan menyusui bayi mempuyai keuntungan keuntungan sebagai berikut :

1.Menyusui membantu menghentikan perdarahan setelah melahirkan.

2.Menyusui berdasarkan permintaan membantu mencegah kehamilan.

3.Menyusui baik secara kejiwaan atau psikologi bagi ibu dan bayi menimbulkan kedekatan secara
emosional yang baik.

B.PRODUKSI ASI

Hari pertama setelah persalinan seringkali payudara ibu terasa kosong.air susu yang pertama kali
dikeluarkan terasa sedikit disebut susu jolong/ kolostrum berwarna kekuningan.kolostrum
mengandung sel darah putih dan protein imunoglobulin pembunuh kuman.kolostrum dianggap
sebagai imunisasi pertama yang diterima bayi baru lahir.

1.Hormon dan Refleks yang berperan menghasilkan ASI

ASI dihasilkan oleh ekrja gabungan hormon dan refleks.Pada kehamilan terjadi perubahan hormon
untuk mempersiapkan produksi ASI.setelah persalinan perubahan hormon membuat payudara
menghasilkan ASI.

2hormon tersebut adalah

Hormon prolaktin /hormon produksi ASI dihasilkan oleh eklenjar hipofise didasar otak yang
membuat sel kelenjar payudara menghasilkan ASI.Hormon ini mempunyai efek penting dalam
menekan fungsi indung telur sehingga memperlambat kesuburan atau haid.
Hormon oksitosin/ hormon pengeluaran ASI dihasilkan dari bagian belakang hipofise hormon ini
membuat otot – otot mengkerut dan memeras ASI keluar.
REFLEKS-REFLEKS MENYUSUI PADA IBU DAN BAYI

Pada saat menyusui akan terjadibeberapa refleks pada ibu an bayi yang penting pengaruhnya
terhadap kelancaran menyusui.

Refelks yang terjadi pada ibu yaitu rangsangan yang terjadi sewaktu bayi menghisap putting susu
diantaranya:

Refleks Prolaktin (rangsangan ke otak untuk mengeluarkan hormon prolaktin), hormon ini akan
merangsang sel-sel kelenjar payudara untuk memproduksi ASI. makin sering bayi menghisap,
makinbanyak prolaktin yang lepas makin banyak pula ASI yang diproduksi. maka cara yang
terbaik mendapatkan ASI dalam jumlah banyak adalh menyusui bayi sesering mungkin atau
setidaknya menempelkan putting susu ibu pada mulut bayi untuk bisa dihisap bayinya.
Refleks Oksitosin (rangsangan ke otak untuk mengeluarkan hormon oksitosin), hormon ini akan
memacu sel-sel otot yang mengelilingi jaringan kelenjar susu dan saluranya unutk berkontraksi,
sehingga memeras air susu keluar menuju putting susu. ibu perlu mewaspadai bahwa tekanan
karena kontraksi otot ini kadang-kadang begitu kuat sehingga air susu keluar dari putting
menyembur, ini bisa membuat bayi tersedak.
Refleks oksitosin dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan sensasi ibu. biasanya perasaan ibu bisa
merangsang pengeluaran ASI secara refleks, tetapi kadang-kadang juga menghambatnya. perasaan
yang bisa menghentikan refleks oksitosin misalnya, khawatir, sedih, atau takut akan sesuatu. ibu
kesakitan pada saat menyusui atau merasa malu. refleks ini bisa muncul pada saat sang ibu
mendengar bayinya menangis, melihat foto bayinya atau sedang teringat pada bayinya berada
jauh. manfaaat refleks oksitosin lainya adalah membantu lepasnya plasenta dari rahim ibu dan
menghentikan perdarahan persalinan.

Refleks yang terjadi pada bayi diantaranya:

Rooting Refleks, bila bayi baru lahir disentuh pipinya, dia akan menoleh kearah sentuhan. bila
bibirnya dirangsang atau disentuh dia akan membuka mulut dan berusaha mencari putting untuk
menyusu.
Sucking Refleks, atau refleks menghisap. refleks ini terjadi bila ada sesuatu yang merangsang
langit-langit dalam mulut bayi. jika putting susu menyentuh langit-langit belakang mulut bayi
terjadi refleks menghisap dan terjadi tekanan terhadap daerah aerola oleh gusi, lidah, serta langit-
langit, sehingga isi sinus laktiferus (tempat penampungan ASI pada payudara) diperas keluar
kedalam rongga mulut bayi.
Refleks Menelan, bila ada cairan didalam rongga mulut terjadi refleks menelan.
2. PEMASOKAN DAN KEBUTUHAN PENGELUARAN ASI

Payudara memasok ASI sebanyak kebutuhan bayi, bila bayi menghisap lebih sering, payudara
akan membuat ASI lebih banyak. bila bayi berhenti menghisap sama sekali atau tidak pernah
memulainya payudara akan berhenti membuat ASI.

Bila ASI tidak dikeluarkan payudara akan menghasilkan ASI lebih sedikit. agar ASi dapat dibuat
terus maka penting untuk mengeluarkan ASI dari payudara.

3. PERSIAPAN LAKTASI SEJAK DINI

Persiapan menyusui perlu dilakukan seawal mungkin pada setiap wanita hamil dan para ibu
hendaknya mengetahui upaya-upaya yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan pemberian
ASI/ menyusui.

KLINIK ANTENATAL

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam klinik Antenatal bagi ibu hamil adalah :
1. Gizi ibu hamil, dari konsumsi zat gizi yang masuk kedalam tubuh serta cadangan yang ada pada
wanita hamil dan menyusui akan digunakan untuk aktivitas dan metabolisme tubuh ibu, dan
proses pembentukan ASI, nilai kalori serta zat gizi dari ASI itu sendiri.
2. Perilaku ibu hamil
a.kecukupan istirahat
Wanita hamil sebaiknya tidur minimal 8 jam sehari, kegiatan dan gerakannya sehari-hari harus
memperhatikan perubahan fisik dan mental yang terjadi pada dirinya .Diantara waktu tersebut
harus adawaktu untuk istirahat (santai) guna melemaskan otot-otot.
b.Tidak merokok,minum alkohol,kopi,soda.
Termasuk menjauhi asap rokok dari orang lain.minuman kopi dan minuman soda dapat
mengurangi kemampuan usus untuk menyerap kalsium dan zat besi.
3. obat-obatan

Pemakaian obat-obatan selama hamil hanya atas petunjuk bidan atau dokter, terutama menjelang
persalinan perlu diperhatikan, agar tidak berpengaruh terhadap laktasi.

4. keluhan lain

A danya keluhan lain, misalnta sakit gigi /mulut,infeksi lainya.

5.Hygiene personal dan lingkungan.

Kebersihan diri dan pakaian yang nyaman perlu mendapat perhatian untuk menjaga kesehatan
.pilihlah pakaian yang longgar ,ringan dan mudah menyerap keringat.

6. Pendukung

Sebaiknya selama 3bulan terakhir kehamilan,seorang ibu telah menentukan dokter yang akan
mengawasinya persalinan anaknya.Kerjasama antara tenaga penolong persalinan dan dokter anak
juga harus di bina.

PERAWATAN PAYUDARA

Demi keberhasilan menyusui ,payudara memerlukan perawatan sejak dini secara teratur .Perwatan
selama kehamilan bertujuan agar selama menyusui kelak produksi asi cukup.tidak terjadi kelainan
pada payudara dan payudara tetap baik setelah menyusui.

Pada umumnya wanita dalam kehamilan 6-8 minggu akan mengalami pembesaran payudara,akan
lebih padat,kenyal,kencang,sakit dan tampak jelas di permukaan kulit adanya gambaran pembuluh
darah yang bertambah serta melebar. kelenjar Montgomery pada daerah areola tampak lebih nyata
dan menonjol.

Guna menunjang perkembangan payudar dalam kehamilan perlu di lakukan sbb:


1.Pemakaian BH yang tepat,sebaiknya ibu hamil harus memakai bra yang tepat dan ukuran yang
sesuai dapat menopang perkembangan payudara.

2.Latihan otot-otot yang menopang payudara.

3.Hygiene payudara

Kebersihan/hygiene payudara juga harus di perhatikan ,khususnya daerah papila dan aerola .pada
saat mandi sebaiknya papila dan areola tidak di sabuni.untuk menghindari keadan kering dan kaku
akibat hilangnya lendir pelumas yang dihasilkan kelenjar Montgomery.Areola dan papila yang
kering akan memudahkan terjadinya lecet dan infeksi.

D. HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PRAKTEK LAKTASI

Untuk mencapai keberhasilan menyusui,para ibu perlu mengetahui sedikit banyak pengetahuan
tentang menyusui yang benar.

Hal-hal berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu di perhatikan setiap ibu demi kelancaran
menyusui antara lain :

1.Nutrisi ibu menyusui

Meskipun umumnya keadaan gizi pada ibu hanya akan mempengaruhi kuantitas dan bukan
kualitas asinya, ibu menyusui sebaiknya tidak membatasi konsumsi makananya. Penurunan berat
badan sesudah melahirkan sebaiknya tidak melebihi 0,5 kg/minggu.Pada bulan pertama menyusui,
yaitu saat bayi hanya mendapatkan ASI saja (”exlusive breastfeeding period”), ibu
membutuhkan tambahan kalori sebanyak 700 kkl/hari, pada 6 bulan berikutnya 500 kkal/hari dan
pada tahun kedua 400 kkal/hari.

Jumlah cairan yang dibutuhkan ibu menyusui dianjurkan minum 8 – 12 gelas perhari.

2. Istirahat

Bila laktasi tidak berlangsung baik biasanya penyabab utamanya adalah kelelahan pada ibu.Oleh
karena itu, istirahat dan tidur yang cukup merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi.

3. Obat – obatan

Pemakaian obat – obatan dalam masa menyusui perlu mendapat perhatian, apakah mempunyai
efek samping yang positif atau negatif terhadap laktasi. Contoh obat yang dapat mengurangi
produksi ASI yaitu pil KB yang mengandung hormon estrogen.

4.Posisi ibu-bayi yang benar saat menyusui


Dapat dicapai bila bayi tampak menyusui dengan benar, bayi menempel betul pada ibu mulut dan
dagu bayi menempel betul pada payudara, mulut bati membuka lebar, sebagian besar areola
tertutup mulut bayi, bayi menghisap ASI pelan-pelan dengan kuat, puting susu ibu tidak terasa
sakit dan puting terhadap lengan bayi berada pada satu garis lurus.

5. Penilaian kecukupan ASI pada bayi

Bayi usia 0 – 4 bulan atau 6 bulan dapt dinilai cukup pemberian ASInya bila tercapai keadaan
sebagai berikut:

a. Berat badan lahir telah pulih kembali setelah bayi berusia 2 minggu

b. Kenaikan berat badan dan tinggi badan sesuai dengan kurve pertumbuhan normal

c. Bayi banyak ngompol sampai 6 kali atau lebih dalam sehari

d. Tiap menyusui, bayi menyusu kuat (rakus).

e. Payudara ibu terasa lunak setelah disusukan dibanding sebelumnya

6. Diluar waktu menyusui

Jangan membiasakan bayi menggunakan dot atau kempeng. Berikan ASI dengan sendok bila ibu
tidak dapat menyusui bayinya.

7. Ibu bekerja

Selama cuti hendaknya ibu menyusui bayinya terus. Jangan juga membiasakan bayi menyusu
dengan botol bila masa cuti telah habis dan ibu harus bekerja kembali.

8. Pemberian makanan pendamping ASI

Makanan pendamping ASI hendaknya diberikan mulai usia bayi 4 – 6 bulan. BIla ibu bekerja
sebaiknya makanan pendamping ASI diberikan pada jam kerja, sehingga ASI tetap diberikan
setelah ibu berada di rumah.

9. Penyapihan

Menghentikan pemberian ASI harus dilakukan secara bertahap dengan jalan meningkatkan
frekuensi pemberian makanan anak dan menurunkan frekuensi pemberian ASI secara bertahap
dalam kurun waktu 2 – 3 bulan.

10. Klinik laktasi


Pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak harus memiliki pelayanan yang dapat meyakinkan setiap
ibu dalam masa menyusui bahwa ia selalu dapat berkonsultasi untuk setiap masalah laktasi yang
dialaminy. Untuk itu perlu diadakan klinik laktasi atau tenaga terlatih untuk membantunya pada
sarana pelayanan kesehatan yang terdekat.

11. Kelompok pendukung ASI

Perlu dibina adanya kelompok pendukung ASI DI lingkungan masyarakat, yang dapat merupakan
sarana untuk mendukung ibu-ibu di lingkungan tersebut agar berhasil menyusui bayinya, dibantu
oleh tenaga kesehatan yang ada di lingkungan tersebut. Melalui kelompok ini, ibu-ibu menyusui
dapat mengadakan diskusi dan mendapat bantuan bila mengalami masalah dalam menyusui
bayinya.

E. LANGKAH-LANGKAH MENYUSUI YANG BAIK DAN BENAR

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUI

Langkah-langkah menyusui yang baik dan benar meliputi hal-hal berikut :

1. Persiapan mental dan fisik ibu menyusui

Ibu yang akan menyusui harus dalam keadaan tenang. Bila perlu minum segelas air sebelum
menyusui. Hindari menyusui dalam keadaan lapar dan haus. Sediakan tempat dengan peralatan
yang diperlukan, seperti kursi dengan sandaran punggung dan sandaran tangan, bantal untuk
menopang tangan yang menggendong bayi.

2. Hygiene personal ibu menyusui

Sebelum menggendong bayi untuk menyusui, tangan harus dicuci bersih. Sebelum menyusui,
tekan daerah areola di antara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2-3 tetes ASI, kemudian
dioleskan ke seluruh puting dan areola. Cara menyusui yang terbaikadalah bila ibu melepaskan
BH dari kedua payudara.

3. Menyusui bayi sesuai dengan permintaan bayi

Susukan bayi sesuai dengan kebutuhannya (”on demand“), jangan dijadwalkan. Biasanya
kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2-3 jam sekali. Setiap kali menyusui, lakukanlah pada
kedua payudara kiri dan kanan secara bergantian, masing-masing sekitar 10 menit. Mulailah
dengan payudara sisi terakhir yang disusui sebelumnya. Periksa ASI sampai payudara terasa
kosong.

4. Setelah selesai menyusui, oleskan ASI lagi seperti awal menyusui tadi. Biarkan kering oleh
udara sebelum kembali memakai BH. Langkah ini berguna untuk mencegah lecet.
5. Membuat bayi bersendawa setelah menyusui harus selalu dilakukan, untuk mengeluarkan udara
dari lambung supaya bayi tidak kembung dan muntah.

Bila terjadi keadaad lecet pada puting dan atau sekitarnya, sebaiknya ibu tetep menyusui dengan
mendahului pada puting yang tidak lecet. Sebelum diisap, puting yang lecet dapat diolesi es untuk
mengurangi rasa sakit. Yang lebih penting dari kejadian ini adalah mencari penyebab lecet tersebut
yang tentunya harus dihindari.

Keadaan engorgement (payudara bengkak) yang sering terjadi pada payudara yang elastisitasnya
kurang. Untuk mengatasinya, kompres payudara dengan handuk hangat kira-kira 4-5 menit,
kemudian dilakukan masase dari tepi ke arah puting hingga ASI keluar. Setelah itu baru bayi
disusukan. Jangan berhenti menyusui dalam keadaan ini.

F. POSISI MENYUSUI

Agar bayi dapat mengisap ASI secara maksimal usahakan bayi tampak menyusui dengan tenang,
bayi menempel betul pada ibu, mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara, mulut bayi
membuka lebar, sebagian besar areola tertutup mulut bayi, bayi menghisap ASI pelan-pelan
dengan kuat, puting susu ibu tidak terasa sakit dan puting terhadap lengan bayi berada pada satu
garis lurus.

Menyusui bayi hendaknya memperhatikan beberapa masa;lah pada bayi, sebagai berikut:

a. Bayi tidak dapat menghisap

Ibu harus memeras ASI


Memeras ASI harus dilakukan sebanyak (sesering) mungkin yaitu setiap kali memberi minum bayi
(delapan kali sehari), hal ini ditujukan untuk menjaga pasokan ASI. Apabila hanya memeras satu
atau dau kali sehari, pasokan ASi akan berkurang.

ASI eksklusif harus diberikan pada bayi


Pemberian ASI bisa dilakukan dengan menggunakan cangkir (metode cup). Paling baik
menggunakan cangkir yang sangat kecil atau kendi berujung. Bisa juga dengan pipet tetes atau
sonde bila kondisi bayi mengharuskan. Botol dan dot tidak dianjurkan, oleh karena tidak
merangsang bayi untuk bertindak aktif (mengisap).
Penyimpanan ASI pera
Di udara terbuka / bebas :6-8 jam, bila masih kolostrum bisa sampai 12 jam
Di lemari es :24 jam
Di lemari pendingin / beku :6 bulan
POSISIMENYUSUI DI ANJURKAN Pada bayi sumbing
ASI yang telah didinginkan tidak boleh direbus bila akan dipakai (unsur kekebalan akan
menurun). ASI didiamkan beberapa saat di dalam suhu kamar, agar tidak terlalu dingin; atau dapat
direndam di dalam wadah yang berisi air hangat.
b. Bayi melekat kurang kuat

Anjurkan ibu untuk menyusui dengan cara yang benar :

* Atur posisi hingga kepala dan tubuh bayi lurus

* Atur tubuh bayi menghadap ibu hingga hidung bayi dekat dengan puting susu

* Dekatkan tubuh bayi hingga perut bayi menempel pada perut ibu

* Seluruh tubuh bayi disangga dengan kedua tangan ibu

c. Bayi menghisap kurang efektif

Apabila puting susu terlalu besar untuk BBLR kemungkinan bayi akan sulit untuk menetek
dengan sempurna. Oleh karena itu perlu membantu bayi untuk mendapatkan posisi menetek yang
tepat pada payudara sehingga dapat menghisap dengan optimal.

Memasukkan puting susu ke mulut bayi dengan benar :

* Dekatkan bayi ke arah ibu, sentuhkan bibir bayi ke puting susu ibu.

* Secara reflek bayi membuka mulut

* Saat mulut bayi terbuka lebar, dekatkan bayi kemudian mulut bayi diatur sedemikian rupa
sehingga sebagian besar areola payudara, terutama bagian bawah, masuk ke mulut bayi. Areola
payudara di bagian atas mulut bayi terlihat lebih banyak dibanding dengan bagian areola yang ada
di bawah mulut bayi.

* Amati apakah bayi melekat dan menetek dengan benar dan efektif. Jika belum, diulangi sekali
lagi.

d. Apakah mendapat minuman lain selain ASI

Walaupun bayi mendapatkan minuman lain selain ASI, ibu dinasehatkan harus berupaya meneteki
bayi sesering mungkin, kurangi pemberian lain selain ASI, serta gunakan cangkir yang sangat
kecil ketika memberi minum.

G. MENYUSUI PADA BAYI BERMASALAH

BAYI PREMATUR ATAU BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)

Bayi berat lahir rendah atau prematur mempunyai masalah menyusui karena refleks menghisapnya
masih lemah, bayi harus disusui lebih sering sedikit demi sedikit, meski waktu menyusunya tidak
lama. Mula-mula sentuhlah langit-langit bayi dengan ibu jati yang bersih untuk merangsang
mengisap.

Jika bayi dirawat di rumah sakit,seringlah ibu mengunjungi,melihat,mengusap bayi dengan kasih
sayang,jika mungkin di susukan langsung atau dipompa lalu di berikan mengunakan sendok atau
cangkir.

PENCEGAHAN DARI HIPOTERMIA

Pada bayi lahir kecil/BBLR baik prematur atau cukup bulan mudah sekali kedinginan walaupun
iklim panas .BBLRkedinginan akan mengunakan energi dari makanan untuk menghangatkan
tubuhnya sehingga tidak cukup tersedia makanan untuk pertumbuhan.Salah satu cara yang baik
adalah menidurkan bayi dengan ibu dalam selimut atau menggendong BBLRdidalam pakaiannya
diantara payudara. Metode ini disebut metode kanguru

BAYI KEMBAR

Ibu bayi kembar di yakinan bahwa di sanggup menyusui bayinya ,mula-mula ibu dapat menyusui
sekaligus berdua.bayi sebaiknya menyusu sekaligus .susuilah bayi sesering mungkin selama
waaktu yang di inginkan oleh bayi,umumnya bayi menyusu kurang lebih 2o menit.

BAYI SUMBING

Pendapat yang mengatakan bahwa bayi sumbing tidak dapat menyusu tidak benar.bila bayi
mengalam sumbing pada palatum molle bayi akan menyusu tanpa kesulitan

Posisi ibu duduk dengan vertikal /bayi tegak , untuk bayi palatoskizis sebaiknya posisi tidur
sehingga putting akan jauh mencapai faring dengan demikian tidak terjadi aspirasi.
Pegang putting susu dan areola mamma selagi menyusui ,untuk membantu bayi mendapat ASI
yang cukup .
Ibu jari ibu dapat membantu sebagai penyumbat celah pada bibir bayi .
Bila bayi menderita sumbing pada bibir dan langgit- langgit(labiopalatosziksis)ASI juga dapat
dikeluarkan secara manual/pompa,sendok atau pipet, botol dengan dot yang panjang khusus ASI.
Operasi bibir sumbing dilakukan secara bertahap, operasi pertama pada bibir pada usia 3 bulan
dengan persyaratan “rule of ten”. selanjutnya palatum pada usia 10-12 bulan.

Yang perlu diperhatikan dalam menyusui pasca operasi:

Tidak boleh menggunakan dot, karena akan merusak hasil operasi


Diet cair selama 3 minggu baik untuk bayi maupun anak
MASALAH-MASALAH DALAM MENYUSUI

Puting susu datar atau tenggelam


Puting susu yang normal akan menonjol, puting susu tenggelam tidak menonjol pada saat puting
susu dicubit dengan ibu jari dan jari telunjuk

Puting susu yang tenggelam tidak selalu mengalami kesulitan dalam menyusui.

Usaha-usaha yang dilakukan:

Usahakan puting menonjol keluar dengan cara manerik dengan tangan atau dengan menggunakan
pompa puting susu.
Jika tetap tidak bisa usahakan agar disusui dengan sedikit penekanan pada bagian areola dengan
jari sehingga membentuk dot ketika memasukkan putting susukedalam mulut bayi ,bila ASI penuh
dapat diperas diberikan lewat sendok atau cangkir.
2 .Puting susu tidak lentur.

Putting susu tidak lentur akan menyulitkan bayi untuk menyusu,awal kehamilan tidak lentur
menjelang persalinan akan menjadi lentur.

3.Putting susu lecet

Putting susu lecet karena disebabkan trauma pada putting susu,retak dan pembentukan celah-celah
.Retak pada putting susu akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 48 jam.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Kalau terasa nyeri atau lecet tidak terlalu berat masih dapat di berikan.
Apabila terdapat rasa nyeri hebat atau luka makin berat ,putting susu di istirahatkan sampai
denganmemungkinkan untuk menyusui.
Selama putting susu diistirahatkan,ASI tetap di keluarkan dengan tangan.
Untuk menghindari terjadinya putting susu lecet atau nyeri beberapa hal dibawah ini:

Setiap kali hendak menyusui dan sesudah menyusui putting susu diolesi dengan ASI
Jangan membersihkan putting susu dengan sabun,alkohol,krim,obat-obatan yang merangsang
kulit/ putting susu.
Lepaskan hisapan bayi dengan benaryaitu menekan dagu bayi atau memasukan jari kelingking ibu
yang bersih ke dalam mulut bayi
sumber :
http://wiyati.wordpress.com/2008/06/25/managemen-laktasi/
Advertisements
Kategori: ASI
Tag: laktasi