Anda di halaman 1dari 12

KEWIRAUSAHAAN

MODAL SOSIAL DAN KINERJA KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN


BERWIRAUSAHA DI DKI JAKARTA

Oleh:
Siti Mahmudah *)
Sri Lestari Prasilowati **)

Tujuan penelitian ini yaitu 1). Menggambarkan kondisi orientasi kewirausahaan terhadap modal
sosial dan kinerja kewirausahaan Perempuan Berwirausaha di DKI Jakarta. 2) Menganalisis pengaruh
orientasi kewirausahaan terhadap modal sosial dan kinerja kewirausahaan Perempuan Berwirausaha
di DKI Jakarta. Metode penelitian ini yaitu dengan metode survei. Jenis penelitiannya dengan
kualitatif dan kuantitatif, pengujian instrumen dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas,
homoskedastisitas, dan multikolinieritas. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan
berwirausaha di DKI Jakarta dan sampel penelitiannya yaitu 175 orang dengan teknik insidental
sampling. Metode analisis data dengan statistik dibantu pengolahannya dengan Program
Hasil penelitian yaitu 1) Variabel laten Locus Of Control menunjukkan bahwa pengaruh
langsung variabel Locus Of Control terhadap Motivasi dan Kinerja Kewirausahaan adalah -0,041 dan
0,32. 2) Variabel laten Berani Risiko menunjukkan bahwa pengaruh langsung variabel Berani Risiko
terhadap Motivasi dan Kinerja Kewirausahaan sebesar 0,42 dan 0,21. 3) Variabel laten Inovasi
menunjukkan bahwa pengaruh langsung variabel Inovasi terhadap Motivasi dan Kinerja
Kewirausahaan sebesar – 0,041 dan 0,63. 4) Variabel laten Proaktif menunjukkan bahwa pengaruh
langsung variabel Proaktif terhadap Motivasi dan Kinerja Kewirausahaan sebesar 0,41 dan -0,41. 5)
Variabel laten Motivasi menunjukkan bahwa pengaruh langsung variabel Motivasi terhadap Kinerja
Kewirausahaan sebesar -0,46.

Key words:
Orientasi Kewirausahaan, Modal Sosial dan Kinerja Kewirausahaan
. .

PENDAHULUAN
Dalam lingkungan bisnis yang
dinamis dan semakin komplek sekarang
ini, Usaha Mikro Kecil dan Menengah
mempunyai peran strategis dan penting
bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara
baik negara berkembang maupun Negara
maju. Kemampuan Usaha Mikro Kecil dan
Menengah perlu diberdayakan dan
dikembangkan secara terus menerus
dengan berusaha mereduksi kendala yang
Siti Mahmudah adalah dialami, sehingga mampu memberikan
Dosen Tetap STIE IPWIJA kontribusi lebih maksimal terhadap
Sri Lestari Prasilowati adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dosen Tetap STIE IPWIJA
Usaha Mikro Kecil dan Menengah

MODAL SOSIAL DAN KINERJA KEWIRAUSAHAAN


PEREMPUAN BERWIRAUSAHA DI DKI JAKARTA 283
KEWIRAUSAHAAN

merupakan usaha sektor ekonomi yang pulau kecil kurang berkembang karena
paling banyak menyerap tenaga kerja masih sedikitnya dukungan dari
dibandingkan dengan perusahaan besar pemerintah. Hal ini memberikan
(Riyani, 2003). Hal ini menunjukkan dorongan bagi para pengusaha
bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah perempuan dalam mewujudkan kinerja
memiliki potensi untuk dikembangkan di kewirausahaan yang lebih baik.
Indonesia, karena mampu ikut DKI Jakarta pun demikian, terus
mengembangkan perekonomian nasional. membina perempuan berwirausaha
Perkembangan kewirausahaan masih melalui dinas-dinas yang terkait
dikuasai oleh kaum pria sampai saat ini. walaupun belum optimal tapi terus
Hal ini dikarenakan secara historis membangun modal sosial yang lebih luas
kewirausahaan merupakan bidang sehingga distribusi produk akan cepat ke
kekuasaan bagi kaum pria (Casson et al., konsumen. Melalui bazar, pameran di
2006). Hal yang sama juga diungkapkan tingkat nasional maupun internasional
oleh Davidson dan Burke (2004) yang terus dilakukan sehingga dapat
menyatakan bahwa wirausaha wanita menumbuhkembangkan orientasi
masih menjadi kaum minoritas bagi kewirausahaan yang sudah ada.
kalangan wirausaha. Penyebab kaum Atas dasar inilah, maka peneliti
wirausaha wanita masih menjadi kaum memaparkan bangunan orientasi
minoritas adalah hambatan yang dihadapi kewirausahaan, modal sosial dan kinerja
wirausaha wanita dalam memulai atau kewirausahaan diharapkan dapat
menjalankan suatu usaha. World Bank membangun modal sosial yang lebiih
(2011) menyebutkan bahwa di hampir meluas.
semua negara, wanita lebih mungkin
untuk terlibat dalam kegiatan TUJUAN PENELITIAN
produktivitas yang rendah dibandingkan Berdasarkan latar belakang masalah
pria. dan permasalahan di atas, maka
Indonesia adalah salah satu negara di penelitian ini bertujuan:
Asia yang memiliki potensi untuk a. Menganalisis gambaran kondisi
mengembangkan wirausaha wanita, Orientasi Kewirausahaan terhadap
terutama yang berkaitan dalam bidang Modal Sosial dan Kinerja
agribisnis. Hal ini dikarenakan jumlah Kewirausahaan Perempuan
wirausaha wanita di Indonesia kurang Berwirausaha di DKI Jakarta.
dari 0,1 persen dari total penduduk b. Menganalisis pengaruh Orientasi
Indonesia atau kurang dari 240.000 jumlah Kewirausahaan terhadap Kinerja
wirausaha wanita (Purwadi, 2011). Selain Kewirausahaan Perempuan
itu, mayoritas kinerja usaha wirausaha Berwirausaha di DKI Jakarta.
wanita di Indonesia tidak mengalami .
kemajuan. Pali (1994) mengemukakan TELAAH LITERATUR DAN
bahwa wirausaha wanita memiliki PENGEMBANGAN KONSEP
motivasi untuk memasuki profesi penjual Orientasi Kewirausahaan
jamu gendong, tetapi 80 persen dari Lumpkin dan Dess menciptakan
responden memperoleh pendapatan di orientasi kewirausahaan ekspresi, tetapi
bawah garis kemiskinan dan Dasaluti menambahkan agresivitas kompetitif dan
(2009) mengemukakan bahwa kinerja konstruksi otonomi, yang sekarang
usaha wirausaha wanita yang terdapat di diterima secara luas sebagai ukuran dari

284 JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA VOL. 18 NO.3  DESEMBER 2016


KEWIRAUSAHAAN

perusahaan kewirausahaan postur /urusan bisnisnya). Krieser et al (2002)


Anderson et al, 2012; Avlonitis dan termasuk pro-keaktifan, inovasi dan
Salavou 2007). Oleh karena itu fokusnya pengambilan resiko dari enam variabel
adalah pada mengidentifikasi yaitu orientasi prestasi, inovasi, internal
kewirausahaan daripada mengukur EO di locus of control, berani mengambil risiko
sektor informal. Karakteristik dan sikap kecenderungan, pro-keaktifan.
yang memisahkan pengusaha potensial a. Orientasi Prestasi: Ini adalah
dari mereka yang tidak memiliki kecenderungan dari seorang
kecenderungan atau termotivasi untuk pengusaha/ intrapreneur untuk
terlibat dalam tindakan kewirausahaan. mencapai tujuan yang jauh dengan
Mueller dan Thomas (2001), EO berinvestasi usahanya, waktu, energi
menyiratkan seorang individu yang dan sumber daya. Pengusaha/
mandiri, percaya diri, dengan tekad yang intrapreneur dengan orientasi prestasi
kuat dan ketekunan untuk memulai dan begitu terinspirasi untuk mencapai
mengembangkan perusahaan. Kreiser et al keunggulan dalam usaha mereka dan
(2002) menilai EO dengan mengacu UKM untuk mencapai hasil bisnis beton
dari enam negara (yakni; Australia, bahwa mereka bersedia
Finlandia, Meksiko, Belanda, Norwegia mengorbankan kenyamanan pribadi
dan Swedia) dalam tiga dimensi, inovasi, mereka untuk kepentingan itu.
pro-keaktifan, dan pengambilan risiko b. Inovasi: Hal ini mengacu pada
yaitu kecenderungan. Wiklund dan kesediaan pengusaha/ intrapreneur
Shepherd (2005) mengamati bahwa EO untuk berangkat dari praktek-praktek
adalah kombinasi dari tiga dimensi: dan mencerminkannya
inovasi, pro- keaktifan dan pengambilan kecenderungannya untuk
risiko, melainkan melibatkan kemauan mendukung kreativitas, kebaruan dan
untuk berinovasi untuk meremajakan eksperimen dalam memperkenalkan
penawaran pasar, mengambil risiko untuk produk baru, prosedur dan proses.
mencoba produk, jasa dan pasar baru dan Hal ini terkait dengan orang tersebut
pasti, dan lebih proaktif daripada pesaing yang menghargai ide dan pemikiran
terhadap peluang pasar baru. Robinson et baru dan siap untuk berimprovisasi
al (2002) menggunakan istilah EAO yang dalam rangka untuk mencari peluang
menurut mereka, berisi empat sub-skala, baru dan solusi untuk masalah. Usaha
yaitu (i) prestasi dalam bisnis (yang yang sukses dan mampu bertahan
mengacu pada hasil yang nyata terkait lama, akan banyak dipengaruhi
dengan start-up dan pertumbuhan usaha oleh inovasi yang dilakukan secara
bisnis), (ii) inovasi dalam bisnis (yang terus menerus.
berhubungan dengan memahami dan Menurut Cook dalam Bennis (2002),
bertindak atas kegiatan usaha dengan cara untuk menjadi perusahaan yang
baru dan unik); (iii) dirasakan kontrol inovatif, kita harus mencari
pribadi dari hasil usaha (yang inovator?inovator. Kita harus
menyangkut dengan kontrol individu dan mengumpulkan orang?orang yang
pengaruh atas/usahanya) dan (iv) berbakat dan mempunyai kemauan
dirasakan diri dalam bisnis (yang menciptakan sesuatu yang baru,
berkaitan dengan rasa percaya diri dan dan tempatkan mereka dalam suatu
kompetensi yang dirasakan seorang lingkungan dimana inovasi
individu dalam hubungannya dengan diharapkan terjadi.

MODAL SOSIAL DAN KINERJA KEWIRAUSAHAAN


PEREMPUAN BERWIRAUSAHA DI DKI JAKARTA 285
KEWIRAUSAHAAN

d. Lokus intern Pengendalian: Locus of permintaan masa depan untuk


control mengacu pada kemampuan menciptakan perubahan dan
individu dianggap mempengaruhi membentuk lingkungan (Lumpkin
peristiwa di hidupnya. Orang dengan dan Dess, 2001). Pengusaha Proaktif/
locus of control intern percaya bahwa intrapreneur sudah dipersiapkan
mereka memiliki pengaruh terhadap dengan baik dan mereka tidak
hasil (melalui kemampuan mereka, membuang waktu dalam
usaha atau keterampilan), tidak memanfaatkan peluang bisnis yang
mungkin untuk menyesuaikan diri muncul dan dengan demikian
dengan pengaruh eksternal, dan lebih memiliki keuntungan pertama-
mungkin untuk mengejar peluang. penggerak pesaing mereka. Salah
Orang dengan locus of control satu ciri yang dimiliki wirausaha
eksternal percaya bahwa hasil yang adalah kemampuan melihat
deteminan oleh pasukan eksternal sub kemungkinan?kemungkinan usaha
sebagai keberuntungan, kekuatan di masa yang akan datang.
orang lain.
e. Risiko Mengambil Kecenderungan: Modal Sosial
Ini adalah ciri kepribadian Menurut (Coleman, 1998) modal
kewirausahaan/ intrapreneurial yang sosial adalah inherently functional dimana
mencerminkan kesediaan individu apa saja yang memungkinkan orang atau
untuk terlibat dalam usaha berisiko. institusi bertindak. Portes (1998) melihat
Ini adalah kemungkinan umum ini sebagai sebuah langkah vital dalam
berperilaku lebih atau kurang berisiko evaluasi dan pengembangan
cara. Pengambilan Risiko ditandai (proliferation) ide modal sosial. Modal
dengan tingkat risiko yang terlibat sosial adalah sebuah sumber daya yang
dalam pengambilan keputusan dimiliki atau gagal dimiliki oleh individu
seperti: ada ketidakpastian tentang atau sekelompok orang (Portes 1998;
hasil yang mungkin, ada tingkat Portes dan Landolt 1996).
tinggi variabilitas dalam hasil yang Menurut Tonkiss (2000), modal sosial
mungkin dan ada potensi untuk hasil barulah bemilai ekonomis kalau dapat
yang ekstrim (Yordanova dan membantu individu atau kelompok untuk
Alexandrova, 2011). Salah satu ciri mengakses sumber-sumber keuangan,
dari kewirausahaan adalah berani mendapatkan informasi, menemukan
mengambil risiko. Menurut As'ad pekerjaan, merintis usaha, dan
(2004) wirausahawan adalah orang meminimalkan biaya transaksi. Pada
yang berani mengambil resiko yang kenyataannya janngan sosial, sebagai
telah diperhitungkan atas hal?hal bagian dari modal sosial, tidaklah cukup
yang akan dikerjakan serta karena belum mampu menciptakan modal
menangani tugas?tugas yang efektif fisik dan modal fmansial yang
dengan orang lain. dibutuhkan. Modal sosial berperan
f. Pro-keaktifannya: Hal ini mengacu sebagai perekai yang mengikat semua orr-
pada kesempatan mencari ng dalam masyarakat. Agar modal sosial
perspektif ke depan yang melibatkan tumbuh baik dibutuhkan adanya "nilai
memperkenalkan produk atau jasa saling berbagi" . (shared values) serta
baru di depan para pesaing dan pengorganisasian peran (rules) yang
bertindak dalam mengantisipasi diekspresikan dalam hubungan personal

286 JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA VOL. 18 NO.3  DESEMBER 2016


KEWIRAUSAHAAN

(personal relationships), kepercayaan karena kepercayaan memungkinkan


(irusi)* dan common sense tentang mereka untuk menjadi pengganti yang
tanggung jawab bersama. Menurut efektif atas instilusi formal yang tidak
(Putnam, 1993) modal sosial adalah: memadai. Barr (1998) meneliti hubungan
"similar to the notions of physical an an tar jejaring sosial perusaiiaan dan
human capital, the , ; in social capital modal sosial yang terbentuk diantara para
refers to featurs of social organization such pengusaha inanufaktur di Ghana. Hasil
as network, norms', and trust that increase temuan menunjukkan sebuah perusahaan
a society's productive potential". Dengan akan mendapatkan keuntungan dari
defins; n$ trust, network dan civil society penggunaan jejaring untuk meningkatkan
adalah sesuatu yang lahir dari adanya inovasi.
modal sosial, bukan modal sosial itu Modal sosial telah didefinisikan
sendir. Secara umum ada delapan elemen sebagai "jumlah dari sumber daya aktual
yang berbeda yang harus ada untuk dan potensial tertanam dalam dan berasal
mewujudkan modal sosial, yaitu dari jaringan hubungan yang dimiliki oleh
partisipasi pada komunitas sosial, pro sebuah unit individu" (Nahapiet dan
aktif dalam konteks sosial, perasaan trust Ghoshal, 1998). Hal ini mengacu pada
dan safety, hubungan ketetanggaan "goodwill tersedia bagi individu atau
(neighborhood connection), hubungan kelompok" yang bisa dimobilisasi untuk
kekeluargaan dan pertemanan (family and memfasilitasi interaksi untuk
friends connection), toleransi terhadap mendapatkan sumber daya dan peluang
perbedaan (tolerance of diversity), (Adler dan Kwon, 2000) Modal sosial
berkembangnya nilai-nilai kehidupan tidak hanya meliputi barang dan jasa
(value of life), dan adanya ikatan-ikatan tetapi juga dukungan sosial, keamanan
pekeijaan (work connection) (Putnam, fisik dan sosial, kebebasan berekspresi,
1993). Modal sosial umumnya dilihat dan kesempatan untuk pengembangan
sebagai modal bersifat positit yang dapat diri (Inkeles, 2000). Prinsip dasar yang
dimanifestasikan dalam bentuk "norma mendasari teori modal sosial adalah
dan jejaring atau hubungan yang hubungan jaringan yang dapat
memungkinkan setiap orang didalamnya merupakan sumber daya berharga untuk
untuk bertindak secara kolektif (Woolcock orang-orang dan kelompok. Modal sosial
dan Narayan, 2000) atau "melekat dalam adalah akumulasi dari kewajiban yang
norma dan jejaring masyarakat" dan timbul dari perasaan syukur, rasa hormat,
kepercayaan semacam ini terbukti muncul dan persahabatan, dari keanggotaan
dalam suatu masyarakat atau komunitas" dalam keluarga atau organisasi, melalui
(Putnam, 1993). Burt (1992) memandang kontak tidak langsung dan koneksi
modal sosial sebagai asset individual yang (misalnya, "teman dari teman"), dan
digunakan oleh wirausahawan melalui partisipasi dalam jaringan tertentu
(khususnya manajer perusahaan atau (Boissevain, 1974; Bordieu. 1986; D'Aveni
yang dianggap sebagai pemain utama) dan Kesner, 1993).
untuk meningkatkan posisi mereka dalam
perusahaan, sekaligus memberikan Kinerja Kewirausahaan
kendali akan hubungan pertukaran yang Istilah kewirausahaan berasal dari
terjadi, dan meningkatkan kontribusi terjemahan entrepreneurship yang dapat
terhadap kinerja perusahaan. Kepercayaan diartikan sebagai 'the backbone of
adalah hal penting dalam suatu hubungan economy" yaitu syaraf pusat

MODAL SOSIAL DAN KINERJA KEWIRAUSAHAAN


PEREMPUAN BERWIRAUSAHA DI DKI JAKARTA 287
KEWIRAUSAHAAN

perekonomian atau sebagai 'tailbone of maupun individu. Kinerja dapat


economy' yaitu pengendali perekonomian diklarifikasikan sebagai kinerja manusia,
suatu bangsa (Soeharto Wirakusumo kinerja mesin dan kinerja perusahaan atau
dalam Suryana, 2006). Secara organisasi.
epistemologi, kewirausahaan merupakan Pengertian kinerja berasal dari kata
nilai yang diperlukan untuk memulai Job Performance atau Actual Performance
suatu usaha atau proses dalam (prestasi kerja atau prestasi yang
mengerjakan suatu yang baru dan sesungguhnya yang dicapai seseorang).
berbeda. Gedeon (2010) menunjukkan Pengertian kinerja adalah hasil kerja
bahwa kewirausahaan istilah (atau yang secara kualitas dan kuantitas yang dicapai
adalah seorang pengusaha) tidak memiliki seseorang dalam melaksanakan tugasnya
definisi yang seragam dan diterima sesuai dengan tanggung jawab yang
tunggal. Literatur penuh dengan kriteria diberikan kepadanya (Mangkunegara,
mulai dari kreativitas dan inovasi untuk 2004). Kinerja dapat merupakan
sifat-sifat pribadi seperti penampilan dan penampilan individu maupun kerja
gaya (Fernald et al. 2005). Wirausaha kelompok personel. Penampilan hasil
(entrepreneur) menurut Skinner (dalam karya tidak terbatas kepada personel yang
Ranto, 2007) didefinisikan sebagai memangku jabatan fungsional maupun
seseorang yang mengambil risiko yang struktural, tetapi juga kepada keseluruhan
diperlukan untuk mengorganisasi dan jajaran personel di dalam organisasi (Ilyas,
mengelola suatu bisnis dan menerima 2001).
imbalan atau balas jasa berupa Kinerja kewirausahaan merupakan
keuntungan (profit) dalam bentuk sebuah konsep multidimensional dan
finansial maupun non finansial. hubungan antara orientasi wirausaha dan
Keberhasilan kewirausahaan adalah kinerja dapat tergantung pada indikator-
setidaknya sebagian, disebabkan indikator yang digunakan untuk
kemampuannya untuk menjadi fleksibel, mengakses kinerja (Lumpkin & Dess,
mudah beradaptasi dan cocok diri dan 2001). Hoque dan James (2000)
keadaan (Anderson, 2000). Kewirausahan menemukan lima dimensi kinerja yaitu
adalah proses melakukan sesuatu yang nilai ROI atau nilai return atas investasi,
baru dan atau berbeda untuk menciptakan margin penjualan, kapasitas penggunaan,
kesejahteraan bagi dirinya sendiri dan kepuasan konsumen dan kualitas produk.
nilai tambah bagi masyarakat (Kao,Kao & Pengukuran kinerja kewirausahaan yang
Kao, 2002). tepat memang tidak ada standar baku
Kinerja menurut Gibson, Ivancevich yang menjadi tolok ukurnya karena
dan Donnelly (2012) merupakan berbagai pandangan yang berbeda.
serangkaian kegiatan manajemen yang Penilaian kinerja kewirausahaan dapat
memberikan gambaran sejauhmana hasil dilihat dari berbagai aspek dan sifatnya
yang sudah dicapai dalam melaksanakan meluas. Moores dan Yuen (2001) dalam
tugas dan tanggungjawabnya dalam menilai kinerja kewirausahaan dengan
bentuk akuntabilitas publik baik berupa tingkat pertumbuhan penjualan, arus kas
keberhasilan maupun kekurangan yang operasional, nilai ROI/ ROA dan laba
terjadi. Kinerja merupakan job bersih sebelum pajak terhadap penjualan.
performance, adanya semangat kerja Sedangkan menurut Ferdinand (2003)
dimana didalamnya termasuk beberapa kinerja perusahaan sesungguhnya akan
nilai keberhasilan baik bagi organisasi mencerminkan kinerja berbagai

288 JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA VOL. 18 NO.3  DESEMBER 2016


KEWIRAUSAHAAN

manajemen fungsional yang berfungsi Wiklund dan Shepherd (2005)


dengan baik dalam perusahaan (UKM) meneliti ( a) motif (yaitu kebutuhan untuk
seperti manajemen sumber daya manusia, berprestasi, kemandirian/ otonomi/
manajemen keuangan, manajemen kontrol pribadi, pertumbuhan dan
pemasaran, manajemen operasional. perkembangan pribadi, pengakuan sosial
Kinerja kewirausahaan untuk UKM dan penghormatan, jaminan sosial dan
memang tidaklah mudah apabila kenyamanan yang lebih besar, uang
dikaitkan dengan aspek keuangan kekayaan, menikmati kreatif, inovatif dan
dibandingkan dengan informasi data jalur kerja melanggar), sikap (yaitu
kinerja subyektif (Safienza, Smith dan inovasi, kreativitas, mengambil risiko
Gannon dalam Gin Chong, 2008). Hal ini kecenderungan, locus of control intern,
dapat dipahami karena banyak aspek self-efficacy, toleransi terhadap
yang menyebabkan kinerja dilihat dari ambiguitas dan versi ekstra), dan lain-lain
aspek keuangan sulit karena banyak karakteristik pribadi mempengaruhi
pengusaha UKM yang tidak melakukan orientasi kewirausahaan. Orientasi
pembukuan keuangan dengan baik. Kewirausahaan mempengaruhi
Apalagi membuat laporan keuangan keberhasilan usaha.
secara terprogram, banyak yang belum
menyadari atau bahkan belum memahami Kerangka Pemikiran
pentingnya pembukuan atau pencatatan Gambar 1
keuangan secara terprogram. Kerangka Pemikiran

Hasil Penelitian Terdahulu LOC


Entrialgo et al. (2000) meneliti efek H1
S
dari tiga sifat kepribadian (locus of H5
control, kebutuhan akan suatu prestasi,
dan kecenderungan tindakan untuk BR H2
mengambil resiko) terhadap variabel H6 H9
keberhasilan suatu bisnis dan hasihnya
KK
adalah korelasi yang tidak signifikan
H3
terjadi antara sifat psikologis dan IN H7
keberhasilan suatu bisnis (diukur melalui
kepuasan akan profitabilitas atau tingkat
laba yang dicapai perusahaan dan H4
pertumbuhan bisnis). PA H8
Shane (2003). Faktor-faktor tersebut
meliputi kurangnya kredit, tabungan,
pendidikan atau pelatihan, dan modal
sosial berpengaruh terhadap kinerja
kewirausahaan perempuan berwirausaha. Pengajuan Hipotesis
O Regan, N et al. (2004). Keberhasilan Berdasarkan model di atas, maka
UKM sangat dipengaruhi oleh faktor dapat diajukan hipotesis sebagai berikut:
eksternal atau lingkungan luar seperti H1 : Locus of Control (LOC) berpengaruh
kebijakan pemerintah, keadaan ekonomi, terhadap Modal Sosial (M)
dukungan finansial dan dukungan H2 : Berani Risiko (BR) berpengaruh
infrastruktur. terhadap Modal Sosial (M)

MODAL SOSIAL DAN KINERJA KEWIRAUSAHAAN


PEREMPUAN BERWIRAUSAHA DI DKI JAKARTA 289
KEWIRAUSAHAAN

H3 : Inovasi (I) berpengaruh terhadap Teknik Analisis Data


Modal Sosial (M) Analisis data pada penelitian ini
H4 : Proaktif (P) berpengaruh terhadap menggunakan uji SEM (Structural
Modal Sosial (M) Equation Model) program Lisrel 9.1.
H5 : Locus of Control (LOC) berpengaruh Namun sebelum dilakukan uji SEM ada
terhadap Kinerja Kewirausahaan asumsi yang perlu dipenuhi yaitu uji
(KK) normalitas, outlier, multikolinearitas dan
H2 : Berani Risiko (BR) berpengaruh singularitas.
terhadap Kinerja Kewirausahaan
(KK) Uji Asumsi SEM
H3 : Inovasi (I) berpengaruh terhadap Uji Normalitas
Kinerja Kewirausahaan (KK) Metode yang digunakan untuk
H4 : Proaktif (P) berpengaruh terhadap mengetahui data berdistribusi normal atau
Kinerja Kewirausahaan (KK) tidak adalah menggunakan uji critical
H5 : Modal Sosial (MS) berpengaruh ratio dari skewness dan kurtosis dengan
terhadap Kinerja Kewirausahaan (KK) ketentuan sebagai berikut: a. Jika nilai
critical ratio yang diperoleh melebihi
rentang ± 2,58 atau p value ? ? = 0,05 maka
METODE PENELITIAN distribusi tidak normal b. Jika nila critical
Tempat Penelitian ratio yang diperoleh berada pada rentang
Dalam mengumpulkan data 2,58 atau p value ? ? = 0,05 maka distribusi
penelitian ini, penulis mengambil tempat adalah normal (Ferdinand, 2002:139-140).
di DKI Jakarta.
Outlier
Teknik Pengumpulan Data Outlier adalah observasi yang muncul
Teknik pengumpulan data yang dengan nilai-nilai ekstrim baik secara
digunakan pada penelitian ini adalah univariat maupun multivariat. Uji Outlier
sebagai berikut : adalah nilai ambang batas dari z score
- Teknik Observasi; Teknik ini berupa berada pada rentang 3. Olehkarena itu
observasi secara langsung ke tempat apabila ada observasi-observasi yang
UKM Perempuan Berwirausaha di memiliki z score ? 3,0 akan dikategorikan
DKI Jakarta. sebagai outlier (Ferdinand,2006:353) b. Uji
- Teknik Kuesioner; Teknik kuesioner outlier multivariate Uji terhadap
yaitu dengan membagikan data multivariate dilakukan dengan
pertanyaan dan pernyataan ke setiap menggunakan kriteria jarak Mahaalanobis
perempuan berwirausaha sebagai pada tingkat p < 0,001. Apabila nilai jarak
data yang akan diolah atau instrumen Mahalanobisnya lebih besar dari nilai chi
penelitian. square table atau nilai p1 ? 0,001 dikatakan
observasi adalah outlier multivariate
Sampel (Ferdinand, 2006:353).
Populasi dalam penelitian ini adalah
Perempuan Berwirausaha di DKI Jakarta. Multikolinearitas dan Singularitas
Sampel dalam penelitian ini sebanyak 175 Multikolinearitas atau singularitas
orang perempuan berwirausaha dengan dapat dideteksi dari determinan matriks
teknik Insidental sampling. kovarians. Nilai determinan matriks
kovarians yang sangat kecil (di bawah nol)

290 JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA VOL. 18 NO.3  DESEMBER 2016


KEWIRAUSAHAAN

memberi indikasi adanya problem Measurement error adalah sama


multikolinearitas atau singularitas dan dengan 1 reliabilitas indikator yaitu
sebaliknya jika nilai determinan matriks pangkat dua dari standardized loading
kovarians yang sangat besar (di atas nol) setiap indikator yang dianalisis. Nilai
memberi indikasi tidak adanya problem reliabilitas di atas 0,60 dapat diterima
multikolinearitas atau singularitas dalam model yang baik (Ghozali,
(Tabanick & Fidel, 1998:716, dalam 2008:137). Berstein (1994) dalam
Ferdinand, 2002:108-109). Ferdinand (2005:311) memberikan
pedoman untuk menginterpretasikan
Validitas dan Reliabilitas indeks reliabilitas antara 0,5 - 0,6 sudah
Ferdinand (2002:187-193) menyatakan cukup untuk menjustifikasi sebuah hasil
bahwa uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian.
SEM adalah sebagai berikut: 1.
Convergent Validity. Validitas konvergen HASIL PENELITIAN
dapat dinilai dari pengukuran model yang Uji Normalitas
dikembangkan dalam penelitian dengan Dalam teknik análisis SEM,
menentukan apakah setiap indikator yang normalitas memegang peranan penting,
diestimasi secara valid mengukur dimensi karena merupakan suatu distribusi data
dari konsep yang diujinya. Sebuah pada suatu variabel metrik tunggal dalam
indicator dimensi menunjukkan validitas menghasilkan distribusi normal.
konvergen yang signifikan apabila Berdasarkan 55 indikator yang digunakan,
koefisien variabel indikator itu lebih besar terdapat 47 indikator yang tidak
dari dua kali standar errornya. 2. memenuhi asumsiunivariate normality,
Reliabilitas konstruk dinilai dengan karena memiliki nilai p pada kolom
menghitung indeks reliabilitas konsumen Skewness and Kurtosis yang signifikan
yang digunakan (composite reliability) atau lebih kecil (< 0,05). Suatu data
dari model SEM yang dianalisis. Rumus dikatakan terbebas dari univariate
yang dapat digunakan untuk menghitung normality jika memiliki nilai p pada
reliabilitas konstruk ini adalah sebagai kolom Skewness and Kurtosis yang tidak
berikut: signifikan atau lebih besar dari 0,05 (>
- Uji reliabilitas, dimana nilai 0,05).
reliabilitas yang diterima adalah 0,7
Uji reliabilitas dalam SEM dapat Multivariate Normality
diperoleh melalui rumus sebagai Pengujian multivariate normality jauh
berikut : lebih penting dari pada pengujian
univariate normality, karena multivariate
normality menguji keseluruhan indikator
secara simultan. Berdasarkan lampiran
- Variance Extract, dimana nilai yang
dapat diketahui hasil pengujian
dapat diterima adalah 0,50 rumus
multivariate normality menunjukkan hasil
yang digunakan adalah sebagai
bahwa secara keseluruhan variabel tidak
berikut :
mengikuti fungsi distribusi normal,
dengan p-value yaitu 0,000, yang berarti
nilaip-value < 0,05. Pengujian univariate
normality dan multivariate normality,
menunjukkan bahwa data tidak

MODAL SOSIAL DAN KINERJA KEWIRAUSAHAAN


PEREMPUAN BERWIRAUSAHA DI DKI JAKARTA 291
KEWIRAUSAHAAN

berdistribusi normal, sehingga dalam (Construct Reliability) 0,50, yang berarti


pengujian normalitas data ini, reliabel, sehingga penelitian selanjutnya
menggunakan asymptotic covarian dapat dilakukan.
matrix, dimana estimasi parameter Tabel 1
berserta goodness of fit statistics akan Uji Goodness of Fit Model
dianalisis berdasarkan pada keadaan data Goodness of Cut off Value Hasil Evaluasi
yang tidak normal (Ghozali dan Fuad, Fit Measure Analisis Model
2005: 38) NFI 0,8 < NFI < 0,9 0,88 Good Fit
IFI > 0,9 0,95 Good Fit
RFI 0,8 < RFI < 0,9 0,89 Good Fit
Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
CFI > 0,9 0,97 Good Fit
Uji Validitas
GFI > 0,9 0,94 Good Fit
Suatu kuesioner dikatakan valid jika AGFI > 0,9 0,95 Good Fit
pernyataan di dalamnya mampu RMSEA 0,05 – 0,08 0,07 Good Fit
mengungkapkan sesuatu yang diukur Sumber: Hasil Pengolahan, 2016
oleh kuesioner tersebut. Berdasarkan Berdasarkan hasil pengujian
pengujian validitas dalam penelitian ini, kesesuaian model menunjukkan bahwa
menggunakan analisis faktor kriteria yang digunakan untuk menilai
konfirmatori, dengan syarat loading factor layak/tidaknya suatu model ternyata
memiliki nilai ≥ (lebih besar sama dengan) menyatakan baik. Hal ini dapat dikatakan
0,5. bahwa model dapat diterima, yang berarti
ada kesesuaian antara model dengan data.
Uji Reliabilitas Structural Model Fit Evaluasi terhadap
Metode yang digunakan untuk model struktural berkaitan dengan
menghitung reliabilitas instrumen dengan pengujian hubungan antar variabel yang
menggunakan construct reliability. Nilai dihipotesiskan dalam penelitian ini.
batas yang digunakan untuk menilai Berdasarkan lampiran out put SEM dan
sebuah tingkat reliabilitas adalah 0,7. lampiran gambar hasil analisis jalur dapat
Tetapi menurut Nunanlly dan Bernstein diketahui pengaruh langsung, tidak
(1994), dalam Ferdinand (2002:193) langsung dan pengaruh total antara
menyatakan reliabilitas antara 0,5 – 0,6 variabel laten.
sudah cukup untuk menjustifikasi sebuah Tabel 2
hasil penelitian. Hal ini menunjukkan Pengaruh Langsung, Tidak Langsung dan
bahwa semua variabel eksogen dan Pengaruh Total Antar Variabel
variabel endogen memiliki nilai lebih dari Variabel Direct Indirect Total
0,70, yang berarti semua indikator variabel Effect Effect Effect
yang ada memiliki konsistensi yang cukup LOC MS - 0,23 0 -0,23
tinggi (reliabel) untuk mengukur setiap BR MS 0,52 0 0,52
konstruk. Selain dari nilai CR, reliabilitas I MS -0,048 0 -0.048
juga dapat dilihat dari nilai VE (Variance P MS 0,47 0 0,47
Extracted), variabel penelitian dinyatakan LOC KK 0,42 0 0,42
reliabel apabila memiliki nilai > 0,5. Nilai BR KK 0,28 0 0,28
I KK 0,75 0 0,75
VE untuk variabel memiliki nilai VE ≤ 0,5,
P KK -0,67 -0,06 -0,67
yang berarti reliabilitas indikator untuk
MS KK -0,52 0,52 0,15
mengukur variabel tersebut tidak reliabel. Sumber: Hasil Olahan, 2016
Meskipun nilai VE masing-masing
variabel tidak reliabel, namun nilai CR

292 JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA VOL. 18 NO.3  DESEMBER 2016


KEWIRAUSAHAAN

Variabel laten Locus Of Control terhadap Modal Sosial dan Kinerja


menunjukkan bahwa pengaruh langsung Kewirausahaan adalah -0,23 dan 0,42.
variabel Locus Of Control terhadap Modal 2. Variabel laten Berani Risiko
Sosial dan Kinerja Kewirausahaan adalah - menunjukkan bahwa pengaruh
0,23 dan 0,42. Variabel laten Berani Risiko langsung variabel Berani Risiko
menunjukkan bahwa pengaruh langsung terhadap Modal Sosial dan Kinerja
variabel Berani Risiko terhadap Modal Kewirausahaan sebesar 0,52 dan 0,28.
Sosial dan Kinerja Kewirausahaan sebesar 3. Variabel laten Inovasi menunjukkan
0,52 dan 0,28. Variabel laten Inovasi bahwa pengaruh langsung variabel
menunjukkan bahwa pengaruh langsung Inovasi terhadap Modal Sosial dan
variabel Inovasi terhadap Modal Sosial Kinerja Kewirausahaan sebesar 0,048
dan Kinerja Kewirausahaan sebesar 0,048 dan 0,75.
dan 0,75. Variabel laten Proaktif 4. Variabel laten Proaktif menunjukkan
menunjukkan bahwa pengaruh langsung bahwa pengaruh langsung variabel
variabel Proaktif terhadap Modal Sosial Proaktif terhadap Modal Sosial dan
dan Kinerja Kewirausahaan sebesar 0,47 Kinerja Kewirausahaan sebesar 0,47
dan -0,61. Variabel laten Modal Sosial dan -0,61.
menunjukkan bahwa pengaruh langsung 5. Variabel laten Modal Sosial
variabel Modal Sosial terhadap Kinerja menunjukkan bahwa pengaruh
Kewirausahaan sebesar -0,52. Berdasarkan langsung variabel Modal Sosial
konstruk model teoritis maka persamaan terhadap Kinerja Kewirausahaan
struktural sebagai berikut: Structural sebesar -0,52.
Equation/Persamaan Estimate yaitu
MS = -0,23 LOC+ 0,52 BR - 0,48I + 0,47P. SARAN
KK = 0,42 LOC+ 0,28BR+ 0,75I – 0,61P Perempuan berwirausaha diharapkan
Berdasarkan persamaan struktural terus membangun dan memperluas modal
yang menggambarkan hubungan antara sosial karena modal sosial sebagai
variabel-variabel Locus of Control dan perluasan jejaring bagi pengusaha
Inovasi terhadap Modal Sosial perempuan dalam memperluas
menunjukkan hubungan yang negatif. pemasaran produknya, ini menjadi aspek
Berarti peningkatan Locus of Control dan penting karena bagaimanapun juga
Inovasi terhadap Modal Sosial pemasaran menjadi titik akhir sebuah
mengakibatkan penurunan Modal Sosial produk sehingga modal sosial harus terus
para pengusaha Perempuan di DKI dikembangkan sehingga perluasan
Jakarta. Hubungan variabel Proaktif pemasaran dapat terwujud. Selain itu
terhadap Kinerja Kewirausahaan juga inovasi produk harus terus dilakukan
menunjukkan hubungan yang negatif. secara terus menerus, apalagi dengan
Berarti, peningkatan Proaktif proaktif memiliki pengaruh secara
mengakibatkan penurunan Kinerja langsung terhadap modal sosial tentunya
Kewirausahaan Perempuan Berwirausaha akan memberikan dampak untuk terus
di DKI Jakarta. meningkatkan diri dalam berwirausaha.
Dalam hal ini, tentunya pemerintah harus
KESIMPULAN memberikan perhatian kepada perempuan
1. Variabel laten Locus Of Control yang berwirausaha dengan program
menunjukkan bahwa pengaruh pendampingan dan pengembangan untuk
langsung variabel Locus Of Control meningkatkan kualitas diri perempuan

MODAL SOSIAL DAN KINERJA KEWIRAUSAHAAN


PEREMPUAN BERWIRAUSAHA DI DKI JAKARTA 293
KEWIRAUSAHAAN

berwirausaha karena banyak perempuan the room. Journal of Innovation


yang berwirausaha belum terorganisir and Entrepreneurship.
dengan baik, artinya banyak yang masih Prahalad, C. K., & Ramaswamy, V.
berjalan sendiri sehingga kurang optimal 2003, Summer. The New Frontier
atau pembinaan lebih lanjut. of Experience Innovation
[Electronic version]. MIT Sloan
DAFTAR PUSTAKA Management Review. Reprint
Anderson, Alistair., El Harbi, Sana dan 4442.
Brahem, Meriam. 2013. Enacting Singh, Ranbir & Raghuvanshi, Nisha
Entrepreneurship in ‘Informal’ 2012. Women entrepreneurship
Business. Entrepreneurship and issues, challenges and
Innovation Vol. 14 No.3 pp 137- empowerment through self help
149. groups: An overview of Himachal
Charan, R., & Lafley, A. G. 2008. The Pradesh. International Journal of
Game Changer: How you can Management Research and
drive revenue and profit growth Review. 2(1)1,Article No-8/77-90
with innovation. New York, New Issn: 2249-7196.
York: Crown Publishing Group, a Stewart, W. H., & Roth, P. L. 2001. Risk
division of Random House, Inc. propensity differences between
ISBN 978-0-307-38173-6. entrepreneurs and managers: A
Dooley, L., & O’Sullivan, D. 2001. meta-analytic review. Journal of
Structuring innovation: A Applied Psychology, 86(1), 145-
conceptual model and 153.
implementation methodology. Stewart, W. H., & Roth, P. L. 2004a.
Enterprise and Innovation Data-quality affects meta-
Management Studies, 2(3), 177- analytic conclusions: A response
194. to Miner and Raju (2004)
Harefa, Andrias, 2007, “Inovasi- concerning entrepreneurial risk
Kewirausahaan: Kecerdasan propensity. Journal of Applied
Emosi Wirausaha”. Psychology, 89(1), 14-21.
(www.pembelajar.com.) Diakses Steinhoff, Dan. & John F. Burgess. 1993.
tanggal 15 Pebruari 2007 Small Business Management
Hunger, J. David & Thomas L. Wheelen. Fundamentals. New York-USA.
2003, Manajemen Strategis, McGraw-Hill, Inc.
Yogyakarta: Penerbit Andi. Sugidarma, I Putu. (2004). “Analisis Tipe
Kamberidou, I. 2013. Women Strategi Industri Kecil Dan
entrepreneurs: we cannot have Menengah Di Kawasan Sarbagita
change unless we have men in Bali”. Thesis. Malang: Universitas
Brawijaya.

294 JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA VOL. 18 NO.3  DESEMBER 2016