Anda di halaman 1dari 5

BINGUNG PUTING, ASI TIDAK EKSKLUSIF,

DAN RISIKO GIZI LEBIH PADA BAYI

KASUS
Sepasang suami istri memutuskan untuk melakukan konseling gizi. Hal tersebut
dikarenakan bayi yang berjenis kelamin laku-laki, belakangan ini sering tidak mau menyusu
langsung. Data yang diperoleh konselor gizi yaitu Ibu Suri (S) berusia 24 tahun bekerja
sebagai pegawai TU di SMA. Ibu S bekerja 5 hari/ minggu (sudah masuk kerja, masa cutinya
sudah habis). Sedangkan suaminya, yaitu Bapak Joni (J), berusia 29 tahun sebagai pemilik
distro rumahan. Jadi yang lebih banyak mengurus bayi pada hari kerja saat di rumah adalah
Bapak J. Bayi mereka lahir pada 23 November 2019. Usia bayi 4 bulan 3 minggu. Setelah Ibu
S mulai masuk kerja, anak bayinya sering tidak mau menyusu langsung dan lebih memilih
menyusu dari botol. Untuk mengakalinya, sang bayi diberi ASI perah dan susu formula
melalui botol dot. Lalu sang bayi juga diberi bubur pisang yang saring oleh Bapak J supaya
tetap ada makanan yang masuk. BB bayi saat ini 8,2 kg dengan PB 65,1 cm.

ASSESMEN
1. BB bayi saat ini 8,2 kg.
2. PB bayi saat ini 65,1 cm.
3. Status gizi berisiko gizi lebih (IMT/U = 1,12).
4. Usia bayi 4 bulan 3 minggu.
5. Bayi tidak mau menyusu langsung.
6. Bayi diberi susu formula dan bubur pisang saring.
7. ASI ibu lancar.

DIAGNOSIS
Problem Bayi bingung puting ASI tidak eksklusif Risiko gizi lebih
Pemberian dot terlalu Bayi terkadang tidak mau Pemberian makanan
Etiologi dini karena ibu bekerja. menyusu langsung. selain ASI yang
sedikit berlebih.
Signs & Mengisap puting seperti Bayi sudah diberi Z-score dari indikator
sumptoms menghisap dot, tambahan makanan IMT/U = 1,12.
menghisap terbutus- berupa bubur pisang
putus dan sebentar, bayi saring dan susu formula.
sering menolak
menyusu.

INTERVENSI
Bayi bingung puting ASI tidak eksklusif dan risiko gizi lebih
- Mengurangi penggunaan botol dot. - Mulai mengurangi atau bisa
- Kalau benar-benar susah menyusu, bisa menghentikan memberi bayi makanan
memberi ASI dengan cangkir atau selain ASI.
sendok.

MONITORING & EVALUASI


Menanyakan pada pasutri apakah bersedia untuk menjadwalkan konseling selanjutnya
untuk memonitor dan evaluasi yang sudah dibahas dan disepakati saat konseling.

PERAN
Firman : Bapak Joni
Ilma : Ibu Suri
Farah : Konselor Disty

DIALOG
Joni : Assalamualaikum, izin masuk.
Disty : Waalaikumussalam, silakan masuk.
Suri : Baik Bu, terima kasih.
Disty : Ya, sebelumnya perkenalkan saya merupakan ahli gizi di RS ini, nama saya Disty.
Boleh saya tahu data diri Ibu dan Bapak?
Joni : Nama saya Joni, umur 29 tahun, pekerjaan saya pemilik distro rumahan.
Suri : Nama saya Suri, umur 24 tahun, saya pegawai TU di SMA.
Disty : Oh, baik Bapak Joni dan Ibu Suri, ada yang bisa saya bantu terkait masalah yang
sedang dialami?
Suri : Begini Bu Disty, bayi laki-laki saya yang berusia 4 bulan 3 minggu belakangan ini
jarang mau nyusu langsung dari saya. Padahal saya sudah masuk kerja dan baru di
rumah sekitar jam 4 sore. Jadi sebelum kerja, saya sudah siap ASI perah sama susu
formula untuk pasokan bayi saya di rumah. Soalnya di rumah ada suami yang jaga.
Joni : Benar itu Bu, saya kan jaga distro di rumah, jadi saya juga yang ngurus anak pas
istri saya kerja. Tapi pas saya coba kasih susu lewat botol itu, kadang dia nolak
kayak ngga mau. Jadi saya kasih bubur pisang yang disaring biar ada makanan
yang masuk.
Disty : Kalau boleh tau, jumlah ASI Ibu Suri yang keluar bagaimana?
Suri : Alhamdulillah lancar Bu, waktu saya perah keluarnya juga normal, ngga banyak
ngga sedikit.
Disty : Baik, kalau dari anak Ibu Suri sendiri apa ada kejadian yang tidak biasa saat dicoba
untuk disusui?
Suri : Belakangan ini bayi saya biasnya kalo lagi mau nyusu langsung itu suka mengisap
puting seperti menghisap dot terus menghisapnya juga terbutus-putus dan sebentar.
Disty : Oh baik, boleh saya tau BB dan PB anak Bapak Ibu?
Joni : Terakhir saya cek di posyandu itu, BB-nya 8,2 kg dan PB-nya 65,1 cm.
Disty : Baik Bapak Joni dan Ibu Suri, mohon ditunggu sebentar. Saya akan menghitung
status gizi dari anak Bapak Ibu.
Joni : Iya Bu Disty.
Disty : Selagi saya menghitung, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan.
Suri : Iya Bu, silakan.
Disty : Jadi sebelumnya saya mohon maaf Bapak Joni dan Ibu Suri, dilihat dari hal-hal
yang sebelumnya sudah disampaikan, ada kemungkinan bahwa anak Bapak dan
Ibu ini mengalami bingung puting. Selain itu, karena umur anak masih 5 bulanan
dan sudah diberi makanan selain ASI, mohon maaf lagi Bapak Ibu, ASI-nya tidak
eksklusif.
Joni : Iya sih Bu, sebenarnya kami tau kalau seharusnya bayi itu mendapat ASI eksklusif
selama minimal 6 bulan, tapi ya itu Bu Disty, karena belakangan ini dia kadang
ngga mau nyusu, kami jadinya ngasih dia bubur pisang saring.
Suri : Iya Bu Disty, kami bingung. Terus gimana Bu hasil perhitungan status gizi anak
kami? Dan tentang bingung puting itu bagaimana ya Bu?
Disty : Setelah saya hitung, mohon maaf lagi Bapak Ibu, status gizi anak Bapak Joni dan
Ibu Suri ini masuk ke risiko gizi lebih. Untuk bingung puting sendiri, itu
sebenarnya keadaan yang terjadi karena bayi mendapat susu formula dengan botol
selagi bergantian dengan menyusu pada ibu.
Joni : Astagfirullah, ternyata begitu ya Bu. Terus baiknya kami gimana Bu Disty?
Disty : Iya Bapak Joni, jadi bingung puting bisa terjadi karena mekanisme menyusu
langsung dari ibu berbeda dengan menyusu melalui botol dot. Mudahnya, bayi jadi
mulai nyaman menghisap susu dengan dot, dan saat menyusu langsung malah
bingung mencari “dot”nya yang berakibat bayi kadang tidak mau menyusu di
puting Ibu. Untuk solusinya, mungkin Bapak Joni dan Ibu Suri bisa mulai
mengurangi penggunaan botol dot bila memungkinkan. Untuk Ibu Suri, yang
semangat ya Bu. Anaknya bisa dicoba terus untuk menyusu langsung pada Ibu.
Semoga bisa secepatnya tidak bingung puting lagi.
Suri : Baik Bu Disty, akan saya usahakan. Aamiin Bu, terima kasih. Tapi kalau semisal
anak saya benar-benar sedang tidak mau menyusu langsung, terus saya kasih
susunya lewat sendok boleh tidak Bu?
Disty : Wah, sangat boleh Ibu Suri. Memang alternatifnya itu kalau tidak bisa menyusu
langsung bisa memberi ASI-nya dengan menggunakan cangkir atau sendok. Di
samping itu, saya pesan juga untuk Bapak Joni, selalu dukung Ibu Suri ya Bapak,
supaya tidak jenuh saat berusaha menyusui anak Bapak dan Ibu.
Joni : Iya Bu, pasti bakal saya dukung sepenuh hati istri saya. Terus cara supaya status
gizi anak kami bisa kembali normal bagaimana ya Bu Disty?
Disty : Tentang itu, mungkin Bapak dan Ibu bisa mulai mengurangi atau lebih baiknya
mulai tidak memberi makanan selain ASI pada anak Bapak Joni dan Ibu Suri ini.
Supaya bisa ASI eksklusif begitu. Soalnya sebenarnya ASI itu sudah memiliki
kandungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak bayi.
Suri : Baik Bu Disty, kami akan berusaha sedikit demi sedikit mengubah pola makan
anak kami. Mumpung ASI saya juga masih lancar keluarnya. Sayang kalau ngga
dipakai maksimal.
Disty : Nah itu, saya suka semangat Ibu. Saya doakan semoga ASI-nya lancar terus ya Ibu
Suri.
Suri : Iya Bu Disty, terima kasih. Aamiin Bu, aamiin.saya izin pamit ya.
Assalamualaikum.
Joni : Aamiin, terima kasih doanya Bu Disty.
Disty : Sama-sama Bapak Joni dan Ibu Suri. Apa masih ada hal lain yang ingin
disampaikan mungkin?
Suri : Sepertinya sudah hanya itu saja Bu.
Disty : Baik, jadi saya tutup ya Bapak Joni dan Ibu Suri sesi konseling kita hari ini. Kalau
berkenan, mungkin minggu depan kita bisa ketemu lagi untuk melakukan evaluasi
dari yang sudah kita diskusikan dan sepakati hari ini?
Suri : Iya Bu Disty, kami berkenan kok Bu. Untuk jamnya, gimana Mas?
Joni : Kalau minggu depan jamnya sama seperti hari ini bisa tidak ya Bu?
Disty : Tentu bisa Bapak Joni.
Joni : Baik Bu Disty, kalau begitu kami juga pamit pulang dulu ya Bu. Terima kasih.
Assalamualaikum.
Suri : Iya Bu Disty, terima kasih atas hari ini ya Bu.
Disty : Waalaikumussalam. Iya Bapak Joni, Ibu Suri, sama-sama. Saya tunggu
kunjungannya minggu depan ya.
Joni : Iya Bu, Insyaa Allah.