Anda di halaman 1dari 4

NAMA : GUSTIRENI ANGGINI

NIM : P07224219019

SEKENARIO KUNJUNGAN PERTAMA PADA IBU NIFAS

Tokoh:
1. Ibu ulfa ( ibu hamil )
2. Pak marino (suami ibu ulfa)
3. Ibu siti ( ibu dari ibu ulfa)
4. Bidan Nur
5. Asssisten bidan

Suatu pagi seorang bidan yang bernama nur bersama dengan assistenya datang untuk
melakukan kunjungan pertama pada pasien yang bernama ibu ulfa yang baru saja 3 hari yang
lalu melahirkan di BPM miliknya. Tak lama kemudian bidan nur bersama assistenya tiba di
rumah ibu ulfa.

Bidan nur : “Assalamualaikum…”


Bu Siti : “Waalaikumsalam, eh ibu bidan silakan masuk bu.”
Bidan Nur : ”Iya ibu, terimakasih. Selamat pagi ibu ulfa, wah.. anaknya kelihatan sehat ya
bu.”
Bu Ulfa : “Pagi bu bidan, iya alhamdulillah bu bidan.”
Bidan Nur : “ Bagaimana ibu ulfa rasanya punya momongan baru?”
Bu Ulfa : “Senang sekali bu bidan, apalagi ibu saya ini sudah lama pengen nimang cucu
bu.”
Bu siti : “Iya bu bidan, namanya juga anak satu-satunya.”
Bu Bidan : “ Alhamdulillah saya juga ikut senang ya ibu.Bagaimana ibu ulfa keadaannya
sekarang?”
Bu Ulfa : “ Alhamdulillah sehat bu bidan.”
Bidan nur : “Alhamdlillah, baik ibu kalau begitu saya akan memeriksa fisik ibu dari kepala
sampai tungkai bawah ibu ya, Apakah ibu bersedia?”
Bu nur : “iya ibu bidan saya bersedia”
Bidan nur : ”Baik ibu.”

Selanjutnya bidan Nur memberikan intruksi kepada assistenya untuk melakukan pemeriksaan
TTV terlebih dahulu.

Bidan Nur : “mba bisa tolong diperiksa ttvnya dulu”


Assisten : “baik ibu.”
Assisten bidan pun mulai melakukan TTV kepada ibu ulfa

Assisten : “Permisi ibu, saya mengukur tekanan darah , nadi, pernafasan dan suhu tubuh
ibu ya”

Bu ulfa : “iya silahkan mba”

Assisten bidan pun mulai melakukan ttv kepada ibu ulfa. Setelah Assisten selesai melakukan
ttv terhadap ibu ulfa, Assisten memberikan hasil ttv kepada bidan nur

Assisten : “ ini bu hasil pemeriksaan ttvnya. Ibu ulfa dalam batas normal dengan suhu :
120/80 mmHg, pernafasan 20 X/m, nadi 85 X/m, dan suhunya 36,5 0 C.”

Bidan nur : “Baik terimakasih mba.”

Assisten : “iya ibu.”

Bidan nur : “ Baiklah saya akan memulai melakukan pemeriksaan fisik ibu ya bu.

Ibu Ulfa :” iya bu bidan”

Ibu bidan pun melakukan pemeriksaan fisik dimulai dari kepala sampai tungkai bawah ibu.
Selanjutnya setelah selesai melakukan pemeriksaan Bidan Nur memberitahu hasilnya kepada
ibu ulfa

Bidan : ”ibu setelah saya melakukan pemeriksaan tadi saya mendapati bahwa kondisi
ibu normal tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan pada kepala ibu, sclera mata ibu
normal warnanya putih dan konjungtiva ibu berwarna merah muda ibu tidak anemia, tidak
ada pengeluaran secret pada hidung dan telinga, mulut ibu bersih, bibir ibu tidak pecah-
pecah, tidak ada pembengkakan pada kelenjar tiroid, limfe dan vena jungularis, tidak ada
pembengkakan dan benjolan pada payudara ibu ya bu.”

Ibu Ulfa :”Alhamdulillah bu bidan, bagaimana dengan perut saya, masih ada rasa
nyerinya sedikit bu”

Bidan Nur : “untuk pemeriksaan perut pun demikian bu kontraksi uterus baik, tinggi
fundus uteri 1 jari dibawah pusat, dan rasa nyeri yang ibu rasakan itu normal karena terjadi
kontraksi dan pengerutan dinding rahim sehingga menimbulkan rasa nyeri dan akan
berkurang perlahan-lahan. Begitu juga dengan vagina ibu tidak ada bekas jahitan, dan keluar
cairan lochia”

Ibu Ulfa : “ apa itu lochia ibu bidan? Dan kapan berhenti?”

Bidan Nur : “lochia adalah cairan yang dikeluarkan dari rahim melalui vagina pada masa
nifas, normalnya lochia ini tidak berbau busuk dan akan berhenti perlahan-lahan sampai hari
keempat belas saat itu lochianya sudah berwarna putih”

Ibu ul : “oh begitu ya.. terimakasih ibu, saya berfikir itu adalah pendarahan”

Bidan nur : “tidak ibu ,itu hal yang normal bu, tetapi ibu harus memperhatikan
kebersihan organ kewanitaan ibu ya bu dengan mengganti pakaian dalam sesering mungkin.

Ibu ulfa :”Baik ibu bidan.”

Pak Marino : “Oya bu bidan, istri saya ini mesti ngeluh ASI nya gak bisa keluar lancar,
sampe gak tega saya liat si kecil nangis terus bu tidak bias menyusu.”
Bidan nur : “Oh ya pak, coba saya lihat dulu ya bu.. tolong mbak” (meminta tolong asisten)
Asisten : “Iya bu bidan. Permisi ya bu, dibuka sedikit ya bajunya.”
Bidan nur : “Permisi ya bu, saya periksa.... “
Bu Ulfa : “Bagaimana bu bidan?”
Bidan nur : “Iya bu ulfa, jadi payudara ibu tidak apa-apa, hanya sepertinya ujung putingnya
sedikit kotor bu, jadi ASI nya tersumbat,dan menyebabkan asinya tidak dapat
keluar.”
Pak Marino : “Lah, kok bisa kotor ki pie to ma?”
Bu ulfa : “Ya gak tau to pa, perasaan mama juga mandi setiap hari tuh.”
Bidan nur : Begini bu, Meskipun mandi 1 hari 5 kali kalau putingnya tidak dibersihkan
putingnya tetep saja kotor bu. Kalau begitu Saya bantu membersihkan sekalian
ya bu ulfa?”
Bu ulfa : “Ooo.. begitu to. Iya bu bidan sekalian saja dibersihkan.”
Bidan nur : “Tolong mbak disiapkan alat-alatnya.”
Asisten : “Baik bu.”
Kemudian bidan nur pun membantu untuk membersihkan putting susu ibu ulfa.

Bidan nur : “Nah, sudah bersih deh sekarang, bagaimana bu rasanya sekarang?”
Bu ulfa : “Waahhh, jadi lebih segar bu, semoga saja ASI nya bisa keluar lancar ya bu
bidan”
Bidan nur : “Amiinn bu.”
Pak Marino: “Oh iya bu bidan, istri saya ini kok ndak mau makan telur, ikan, daging, to bu
bidan? Sudah saya bilangi sampe ndower ga mau denger.”
Bu Bidan : “Loh, kenapa ibu ulfa?”
Bu ulfa : “Habis kata mama saya nanti ASI nya jadi amis trus luka jahitnya ga sembuh bu
bidan, ya kan saya mewanti-wanti saja.”
Bidan nur : “Wah, tidak benar sama sekali itu bu, justru makanan tadi itu banyak gizi dan
sangat diperlukan oleh tubuh, apalagi untuk ibu ulfa yang baru melahirkan.
Tidak benar itu bu.”
Bu siti : “Iya lo bu bidan, tetangga sebelah saja dulu pernah habis melahirkan terus ya
makan telur, daging, ikan gitu, eh.. luka nya ndak sembuh-sembuh, tiap hari
nangis terus kesakitan katanya bu.”
Bidan nur : “Tidak benar itu bu, luka sembuh itu justru dipengaruhi sama makanan yang kita
makan. Kalau makannya makan-makanan yang bergizi, ya nanti bisa cepat
sembuh lukanya bu.”
Bu siti : “Ooo, gitu to bu bidan”
Bidan nur : “Iya ibu, ibu ulfa harus banyak makan yang mengandung gizi ya bu. Kan buat si
kecil juga, biar ibunya tetap sehat dan asinya tetap lancar”
Pak Marino: “Tuh ma, mesti kok mama ki ngeyel kalo dibilangin sama bapak. Padahal ibu
kan sudah bawain telur se kardus tu dari kampung.”
Bu ulfa : “Iya-iya pak, nanti mama makan kok..”
(semua tersenyum mendengarnya)
Bu ulfa : “Baik bu bidan, terima kasih banyak ya bu..”
Pak Marino: “Terima kasih banyak lo bu bidan.”
Bu siti : “terimakasih bu bidan.”
Bidan nur : “Iya bu, pak, sama-sama nanti saya berkunjung lagi ya melalakukan kunjungan
selanjutnya. Kalau begitu saya permisi dulu ibu,bapak .. Assalamualaikum.”
Bersama : “Waalaikumsalam bu bidan”