Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN

Usaha Kesehatan Sekolah

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas II

DISUSUN OLEH:

ISRAWATI (70300117036)

KEPERAWATAN A

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2020
KATA PENGANATAR

Puji syukur kita panjatkan kahadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat

limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sehingga makalah kami yang berjudul

“Asuhan Keperawatan Usaha Kesehatan Sekolah” dapat diselesaikan. Tak lupa pula kita

kirimkan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW sebagai

sosok teladan bagi seluruh umat

Makalah ini dibuat untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh dosen

pembimbing. Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen

pembimbing yang telah senantiasa memberikan bimbingan serta arahan kepada kami.

Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang

ikut berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan.

Dalam penyusunan makalah ini, kami sebagai manusia biasa menyadari bahwa

makalah kami ini tidaklah sempurna dan tidak luput dari kesalahan. Kami dari tim

penyusun mengharapkan kiritik, saran serta masukan yang membangun sehingga kami

dapat meminimalisir kesalahan baik itu dari segi penulisan, bahasa maupun dari segi

penyusunan. Kami berharap semoga apa yang dapat kami sajikan di makalah ini dapat
bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Akhir kata sekian dan terima

kasih.

Samata 01 Maret 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

a. Rumusan Masalah
b. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

A. Trend Dan Issue Usaha Kesehatan Sekolah


B. Komponen Program Kesehatan Sekolah
C. Masalah Utama Kesehatan Fisik dan Mental Anak Usia Sekolah
D. Pengkajian Keperawatan Kelompok Usia Sekolah

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

UKS adalah usaha yang di lakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah
pada setiap jalur,jenis dan jenjang pendidikan mulai dari TK sampai SMA/SMK/MA.(Tim
pembina UKS,2010: 7) UKS adalah usaha kesehatan masyarakat yang di jalankan di sekolah
–sekolah,dengan sasaran utama adalah anak-anak sekolah dan lingkunganya, (Soenarjo,2002:
1) Usaha kesehatan sekolah adalah salah satu wahana untuk meningkatkan kemampuan
hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin, selanjutnya di sebutkan UKS
harus sudah mendapat tempat dan perhatian yang baik di dalam lingkungan pendidikan.
Secara garis besar UKS dapat dikelompokan dalam tiga bidang atau di sebut dengan 3
program UKS atau yang dikenal sebagai Trias UKS yaitu: a. pendidikan kesehatan, b.
pemeliharaan atau pelayanan kesehatan c. kehidupan lingkungan yang sehat. Usaha ini
dijalankan mulai dari Sekolah Dasar sampai sekolah lanjutan, sekarang pelaksanaanya
diutamakan di sekolah Dasar. Hal ini disebabkan karena Sekolah merupakan komunitas
(kelompok) yang sangat besar, rentan terhadap berbagai penyakit, dan merupakan dasar bagi
pendidikan selanjutnya. Meskipun demikian bukan berarti mengabaikan pelaksanaan
selanjutnya di sekolah sekolah Dapat disimpulkan bahwa yang di maksud dengan UKS
adalah usaha kesehatan sekolah yang di dalam lingkungan sekolah maupun yang di sekitar
lingkungan sekolah, yang sasaranya adalah peserta didik beserta masyarakat sekolah yang
lainya yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik sehingga
peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis serta optimal, menjadi
sumber daya manusia yang berkualitas. UKS menurut Notoatmodjo (2012:131) adalah
“segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap
jalur, jenis, dan jenjang pendidikan mulai dari TK/RA sampai SMA/SMK/MA/MAK”.
Usaha yang dilakukan harus direncanakan secara bertahap dan terencana agar tercapai tujuan
yang diharapkan, yaitu peningkatan kesehatan warga sekolah. Hal tersebut sesuai dengan
pengertian UKS yang diungkapkan oleh Mubarak dan Chayatin (2011:319) bahwa UKS
adalah ”upaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara
terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah”. Pernyataan-
pernyataan ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
UKS adalah usaha yang dilakukan sekolah untuk membina dan mengembangkan kebiasaan
dan perilaku hidup sehat pada warga sekolah melalui pendidikan terpadu di sekolah. Warga
sekolah termasuk peserta didik diharapkan memperoleh informasi mengenai kesehatan dan
cara berperilaku sehat melalui kegiatan UKS agar dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.
B. Rumusn Masalah
1. Apa Trend Dan Issue Usaha Kesehatan Sekolah ?
2. Bagaimana Komponen Program Kesehatan Sekolah ?
3. Apa Masalah Utama Kesehatan Fisik dan Mental Anak Usia Sekolah ?
4. Bagaimna Pengkajian Keperawatan Kelompok Usia Sekolah ?
C. Tujuan
1. Agar Mahasiswa Mampu Mengetahui Trend Dan Issue Usaha Kesehatan Sekolah
2. Mampu Mengetahui Program Kesehatan Sekolah
3. Untuk Mengetahui Masalah Utama Kesehatan Fisik Dan Mental Anak Usia Sekolah
4. Agar Mahasiswa Mampu Mengetahui Pengkajian Kelompok Usia Sekolah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Trend Dan Issue Usaha Kesehatan Sekolah
Menurut penelitian Dian Ambar Is Hartini (2015). Membentuk program dokter
kecil sebagai kegiatan ekstra kurikuler siswa. Dokter kecil adalah peserta didik yang
dipilih guru guna ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan terhadap diri
sendiri, keluarga, teman murid pada khususnya dan sekolah pada umumnya Hidayanti
(2009), Martunus (2013), Nadia dkk (2012), Rahmawati (2015).
Program dokter kecil diharapkan mampu membentuk siswa sebagai agen
perubahan dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu,
pembinaan dan pengembangan dokter kecil di sekolah perlu dilakukan dengan baik dan
terarah. Masalah kesehatan terkait erat dengan prestasi belajar siswa. Siswa yang sehat
diharapkan mampu meraih prestasi belajar yang baik. Oleh karena itu, siswa perlu
mendapatkan pengetahuan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga
mampu menjaga kesehatan pribadi dan
kebersihan lingkungannya.
B. Komponen Program Kesehaan Sekolah
Kegiatan UKS yang dilaksanakan di setiap lembaga pendidikan mengacu pada
program yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Ruang lingkup program UKS yang
tercermin dalam TRIAS UKS menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar.
1. Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan, yang meliputi aspek:
a) Pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang prinsipprinsip hidup sehat
b) Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal pengaruh buruk
dari luar
c) Pelatihan dan penanaman pola hidup sehat agar dapat diimplementasikan
dalamkehidupan sehari-hari.
2. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah antara lain dalam bentuk:
a) Pelayanan kesehatan
b) Pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik;
c) Pengobatan ringan dan P3K maupun P3P;
d) Pencegahan penyakit (Imunisasi);
e) Penyuluhan kesehatan
f) Pengawasan warung sekolah dan perbaikan gizi
g) Pencatatan dan pelaporan tentang keadaan penyakit dan status gizi serta hal
lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan
h) Rujukan kesehatan ke Puskesmas
i) UKGS
j) Pemeriksaan berkala.
3. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat, baik fisik, mental, sosial, maupun
lingkungan yang meliputi
a. Pelaksagnaan 7K (kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban,
keamanan, kerindangan, kekeluargaan)
b. Pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan
c. Pembinaan kerjasama antarmasyarakat sekolah (guru, peserta didik, pegawai
sekolah, komite sekolah, dan masyarakat sekitar).

Pendididikan kesehatan menurut Mubarak (2009:9-10) yaitu proses perubahan


perilaku yang dinamis karena adanya kesadaran dalam individu, kelompok, atau
masyarakat itu. Perubahan tersebut bukan hanya sekedar proses memberikan teori dar
seseorang ke orang lain atau sekedar peraturan saja sehingga perubahan yang terjadi
benar-benar muncul dari kesadaran diri sendiri.

Pelaksanaan pelayanan kesehatan menurut Kementrian Pendidikan dan


Kebudayaan (2012a:16) meliputi tiga kegiatan yaitu

1. Kegiatan Peningkatan (Promotif)


Latihan keterampilan teknis dalam rangka pemeliharaan, dan
pembentukan peran serta aktif peserta didik dalam pelayanan kesehatan,
antara lain:
a) Dokter Kecil
b) Kader Kesehatan Remaja;
c) Palang Merah Remaja;
d) Saka Bhakti Husada.
2. Kegiatan Pencegahan (Preventif)
a) Pemeliharaan kesehatan yang bersifat umum maupun khusus untuk
penyakit-penyakit tertentu, antara lain demam berdarah, cacingan, dan
muntaber.
b) Penjaringan kesehatan bagi anak-anak yang baru masuk sekolah.
c) Pemeriksaan berkala kesehatan tiap 6 bulan.
d) Mengikuti/memantau pertumbuhan peserta didik.
e) Imunisasi peserta didik kelas I dan IV di sekolah dasar dan madrasah
ibtidaiyah.
f) Usaha pencegahan penularan penyakit dengan jalan memeberantas sumber
infeksi dan pengawasan
kebersihan lingkungan sekolah dan perguruan agama.
g) Konseling kesehatan remaja di sekolah dan peruguruan agama oleh kader
kesehatan sekolah, guru BP, guru agama, dan Puskesmas oleh Dokter
Puskesmas atau tenaga kesehatan lain.
3. Kegiatan Penyembuhan dan Pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif)
a) Diagnose dini
b) Pengobatan ringan
c) Pertolongan pertama pada kecelakaan dan pertolongan
pertama pada penyakit
d) Rujukan medic
C. Masalah Utama Kesehatan Fisik Dan Mental Anak Usia Sekolah (AUS)
Salah satu permasalahan serius yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masalah
kesehatan khususnya masalah kesehatan anak usia sekolah. Populasi anak usia sekolah
dasar merupakan komponen yang cukup penting dalam masyarakat, mengingat
jumlahnya yang cukup besar diperkirakan 23% atau sepertiga dari jumlah penduduk
Indonesia. Dari jumlah itu diperkirakan 55 juta diantaranya mengikuti pendidikan di
tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah, SLTP/Madrasah Tsanawiyah dan SMU/Madrasah
Aliyah yang kelak menjadi orang tua dancalon pemimpin bangsa yang mana sebagai
calon pemimpin bangsa diperlukan jiwa yang sehat (Pribadi, 2003).Masalah yang sering
timbul pada anak usia sekolah yaitu gangguan perilaku, gangguan perkembangan
fisiologis hingga gangguan dalam belajar dan juga masalah kesehatan umum. Berbagai
macam masalah yang muncul pada anak usia sekolah, namun masalah yang biasanya
terjadi yaitu masalah kesehatan umum. Masalah kesehatan umum yang terjadi pada anak
usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti
gosok gigi yang baik dan benar, kebersihan diri, serta kebiasaan cuci tangan pakai sabun
(Permata, 2010). Menurut Rahardjo (2007), membuktikan dalam survey Kesehatan
Rumah Tangga tahun 2001 terdapat 76,2% anak Indonesia pada kelompok usia 12 tahun
(kira-kira 8 dari 10 anak) mengalami gigi berlubang. Hal ini jelas bahwa adanya
permasalahan yang cukup serius yaitu minimnya kesadaran dan pengetahuan kesehatan
gigi dimasyarakat. Menurut Permata (2010), banyak anak usia sekolah yang menderita
diare dikarenakan sebelum dan sesudah makan mereka tidak mencuci tangan. Bakteri
yang ada di tangan ikut masuk ke dalam tubuh bersama makanan yang dimakan dan
menyebabkan infeksi seperti diare. Berbagai macam jenis penyakit yang dapat timbul
terkait kebiasaan cuci tangan yaitu diare, Infeksi Saluran Pernapasan, Flu Burung
(H1N1), dan cacingan (Depkes RI, 2008).
Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah tentang kebersihan yaitu dengan
mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1193/Menkes/SK/ X/2004 tentang
Visi Promosi Kesehatan RI adalah “Perilaku Hidup Bersih Sehat 2010” atau “PHBS
2010”. PHBS terdiri dari beberapa indikator khususnya PHBS tatanan sekolah yaitu
mencuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun, mengonsumsi jajanan di
warung/ kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih & sehat, olahraga yang teratur
dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok, menimbang berat badan dan
mengukur tinggi badan setiap bulan, dan membuang sampah pada tempatnya
(Depkes,2005).
Salah satu wadah untuk mengembangkan promosi PHBS anak usia sekolah adalah
layanan Usaha KesehatanSekolah (UKS). Kegiatan UKS di tinjau dari segi sarana dan
prasarana, pengetahuan, sikap peserta didik di bidang kesehatan, warung sekolah,
makanan seharihari/gizi, kesehatan pribadi secara umum memperlihatkan bahwa prinsip
hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik belum mencapai tingkat yang di
harapkan. Begitu pula dengan sasaran upaya kesehatan di tinjau dari cakupan sekolah,
peserta didik di kaitkan dengan wajib belajar, mutu penyelenggaraan dan sarana
prasarana belum seimbang dengan usaha pencapaian tujuan UKS serta PHBS belum
mencapai tingkat yang di harapkan di samping itu ancaman sakit terhadap murid masih
tinggi dengan adanya penyakit endemis dan kekurangan gizi (Depkes, 2002).
D. Pengkajian Keperawatan Kelompok Usia Sekolah
1. Data inti komunitas, terdiri dari;
a) Demografi:jumlah anak uia sekolah keeluruhan, jumlah anak usi sekolah
menurut jenis kelamin,golongan umur
b) Etnis: suku bngsa,budaya,tipe keluarga
c) Nilai, kepercayaan dan agama: nilai dan kepercayaa yang dianut oleh anak
usia sekolah berkaitan dengan pergaulan agaa yang dianut,fasilitas ibadah
yang ada, danya organisasi keagamaan, kegiatan keagamaan-keagamaan yang
dikerjakan oleh anak usia sekolah.
2. Data subsystem
a) Lingkungan fisik
 Inspeksi: lingkungan sekolah anak usia sekolah, kebersihan
lingkungan, aktifitas anak usia sekolah di lingkungannya, data
dikumpulkan dengan winshield survey dan observasi
 Auskultasi: mendengarkan aktifitas yang dilakukan anak usia sekolah
dari guru kelas, kader UKS, dan kepala sekolah melalui wawancara
 Angket: adanya kebiasaan pada lingkungan anak usia sekolah yang
kurang baik bagi perkembangan anak usia sekolah
b) Pelyanan kesehatan dan pelayanan sosial
Ketersediaan pelayanan kesehatan khusus anak usia sekolah, bentuk peayanan
kesehatanbila ada, apakah terapat pelayanan konseling bagi anak usia sekolah
melalui wawancara.
c) Ekonomi
Jumlah pendapatan orang tua siswa,jenis pekerjaan orang tua siswa, jumlah
uang jajan para siswa melalui wawancara dan melihat data di staff tata usaha
sekolah.
d) Keamanan dan transportasi
 Keamnan: adanya satpam sekolah, petugas penyebrang jalan
 Transportsai
Jenis transportsi yang dapat dgunakan anak usia sekolah, adanya bis
sekolah untuk layanan antar jemput siswa
e) Politik dan pemerintahan
Kebijakan pemerinth tentng ank usia sekolah, dan tata tertib sekolah yang
harus dipatuhi seluruh siswa.
f) Komunikasi
 Komuniksi ferbal
Media komunikasi yang digunkan oeh anak usia sekolah untuk
memperoleh informasi pengetahuan tentang kesehatan melalui buku
dan sosialisasi dari pendidik
 Komunikasi informal
Komunikasi/diskusi yang dilakukan anak usia sekolah dengan guru
dan orang tua, peran guru dan orang tua dalam menyelesaikan dan
mencegah masalah anak sekolah, keterlibatan guru dan orang ta dan
lingkungan dalam menyeselaikan masalah anak usia sekolah
g) Pendidikan
Terdapat pembelajaran tentang kesehatan, jenis kurikulum yang digunakan
sekolah, dan tingkat penidikan tenaga pengajar sekolah.
h) Rekreasi
Tempat rekreasi yang digunakan usia sekolah, tempat sarana penyaluran bakat
anak usia sekolah seperti olahraga dan seni, pemanfaatnnya, kapan waktu
penggunaan.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
UKS adalah usaha yang dilakukan sekolah untuk membina dan mengembangkan
kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada warga sekolah melalui pendidikan terpadu di
sekolah. Warga sekolah termasuk peserta didik diharapkan memeeroleh informasi
mengenai kesehtan dan car perilaku sehat melalui kegiatan UKS agar dapat diterapkan di
kehidupan sehari-hari.
B. Saran
Dari penjelasan di atas telah diketahui apa itu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Maka
dari itu kami berharap sekiranya makalah ini dapat bermanfaat dan menambah
wawasan kita. Begitu pula dalam penyusunan makalah ini kami sangat mengharapkan
saran ataupun kritikan yang membangun. Agar kedepannya dalam penulisan makalah
kami bisa menjadi lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA

Presetyo ,Bekti, Yoyok.,Hudha, Miftachl Atok. (2014). “Pelaksanaan Program Usaha


Kesehatan Sekolah DalamUpaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Pada Anak Usia
Sekolah Dasar di Lombok Timur”. JURNAL KEDOKTERAN YARSI 22 (2) : 102-113 (2014). Faculty
of Health Sciences, University of Muhammadiyah Malang
Samal., Hairi., Mahmud. Ahmad Kadir Abdul. Saidah St. (2018). “ Pengaruh Penerapan Asuhan
Keperawatan Pada Klien Halusinasi Terhadap Kemampuan Klien Mengontrol Halusinasi
Di Rskd Provinsi Sulawesi Selatan”. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 12 Nomor 5 Tahun
2018 ● eISSN : 2302-2531. STIKES Nani Hasanuddin Makassar Poltekkes kemenkes Makassar STIKES
Nani Hasanuddin Makassar
Hidayati, Listiyani., Suswardany, Dwi L., dan Ambarawati. (2009). “Peningkatan Keterampilan
Dokter Kecil Sebagai Upaya Memajukan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Di Madrasah
Ibtida’iyah Matholi’ul Falah Desa Buko Kecamatan Wedung Kabupaten Demak”. Jurnal
WARTA, Vol .12, No.1 : 8-14.