Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN

Kesehatan Kelompok Anak Dan Remaja

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas II

DISUSUN OLEH:

ISRAWATI (70300117036)

KEPERAWATAN A

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2020
A. Indikator Status Utama Kesehatan Anak dan Remaja

Menurut Riasmini M N dkk.(2017) Kesehatan merupaka bagian internal dari seumur


hidupmanusia, bertolak dari latar belakang manusia yang berbeda-beda. hal ini terus banyak
faktor yang terjadi dan berhubungan dengan masalah kesehatan. Di dalam komunitas
masyarakat suatu daerah bila di klarifikasi berdasarkan kelompok khusus, yang sangat
rentang terhadap kondisi kesehatan terganggu adalah kelompok khusus pada anak.

Salah satu upaya penting bagi pelayanan kesehatan adalah indikator keadaan
kesehatan yang tepat. Indikator tersebut dipandang dari segi pelaksanaan, pemantauannya,
hendaknya lebih mudah dikumpul dan dikelolah. Dalam menetukan derajat kesehatan di
indonesia, terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan, antara lain angka kematian
bayi, angka kelahiran bayi, status gizi, dan angka harapan hidup waktu lahir.

1. Angka kematian bayi


Angka kematian bayi menjadi indikator pertama dalam menentukan derajat kesehatan
anak (WHO, 2002) karena merupakan cerminan dari suatu kesehatan anak saat ini. faktor
kematian bayi diantaranya yaitu faktor penyakit infeksi dan kekurangan gizi. penyebab
kematian bayi yang lainnya adalah berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah
dengan imunisasi seperti campak, tethanus dan difteri. hal ini karena kurangnya
kesadaran pada masyarakat.
2. Angka kesakitan bayi
Angka kesakitan bayi menjadi indikator kedua dalam menentukan derajat
kesehatan anak, karena nilai kesakitan merupakan cerminan dari lemahnya daya tahan
tubuh bayi dan anak balita. angka kesakitan tersebut juga dapat dipengaruhi oleh status
gizi, jaminan pelayanan kesehatan anak, perlindungan kesehatan anak, faktor sosial
ekonomi, dan pendidikan ibu.
3. Status gizi
Status gizi menjadi indikator ketiga dalam menentukan derajat kesehatan anak.
Status gizi yang baik dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak
untuk mencapai kematangan yang optimal. Gizi yang cukup juga dapat memperbaiki
ketahanan tubuh sehingga diharapkan tubuh akan bebas dari segala penyakit. pemantauan
status gizi dapat digunakan sebagai bentuk antisipasi dalam merencanakan perbaikan
status kesehatan anak.
4. Angka harapan hidup waktu lahir
Angka harapan hidup waktu lahir dapat dijadikan tolak ukur selanjutnya dalam
menetukan derajat kesehatan anak. Dengan mengetahui angka harapan hidup, maka dapat
diketahui sejauh mana perkembangan status kesehatan anak.(Hidayat, Aziz Alimul.
2008).
B. Masalah Etika Terkait Kesehatan Anak Dan Remaja
1. Keputusan alokasi: Mengingat waktu dan sumber daya yang terbatas, apa tingkat
perawatan yang harus perawat tawarkan pada anak dan keluarganya?
2. Konflik ibu-janin: Kadang-kadang ada yang menentang masalah etika untuk wanita
hamil dan janinnya. Misalnya, apakah manfaat memperpanjang kehamilan
membenarkan risiko komplikasi bagi wanita hamil atau apakah pengobatan yang
diperintahkan pengadilan untuk penyalahgunaan zat pada wanita hamil menimpa hak
otonomi bagi wanita hamil.
3. Otonomi klien: Dalam setiap kasus tertentu, siapakah yang harus membuat keputusan
pelayanan kesehatan untuk klien muda, terutama ketika menentang pendapat yang
muncul? Klien? Orang tua atau wali? Perawat atau profesional kesehatan lainnya?
Pada usia berapa anak menjadi cukup dewasa untuk berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan seperti itu? Hukum apa yang diberikan negara yang telah mempengaruhi
otonomi klien remaja? Apa yang harus perawat kesehatan masyarakat lakukan jika ia
percaya keputusan klien atau orang tua klien tidak dalam kepentingan terbaik bagi
klien?
4. Privasi dan kerahasiaan: Apakah sebuah intervensi sesuai jika perawat kesehatan
masyarakat mengidentifikasi ketidakpatuhan, pengabaian, atau penyiksaan? Apakah
sebuah intervensi tepat jika daiam melakukannya perawat harus membuka
kerahasiaan? Kapan dan bagaimana seharusnya perawat mengambil tindakan?
5. Sistem "Gaming": Ketika aturan sistem pelayanan kesehatan tampak menghambat
kemampuan perawat untuk melayani kepentingan klien, apakah itu diterima untuk
menghindari sistem? Jika demikian, apa biaya moral dan hukum?
6. Kompetensi budaya: Perawat akan menghadapi definisi budaya yang berbeda dari apa
yang bisa dan apa yang tidak bisa diterima oleh etika. Bagaimana seharusnya perawat
kesehatan masyarakat menanggapi kelompok klien atau penduduk yang tidak berbagi
pandangan budaya yang sama dalam kesehatan? Apa dasar hukum perawat, jika ada,
untuk menanggapi dengan cara tertentu?

Kesenjangan kesehatan dan akses ke pelayanan kesehatan: Apa tanggung jawab


perawat dalam memastikan bahwa perempuan dan anak-anak memiliki akses ke
pelayanan kesehatan? Bagaimana perawat dapat mempengaruhi keputusan kebijakan
berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat?

Diagnosis prenatal dan pemeriksaan bayi baru lahir: apa konsekuensi potensial
jangka panjang dari mengidentifikasi kondisi genetik? Apakah orang tua sepenuhnya
diberitahu tentang konsekuensi negatif dari diagnosis genetik, termasuk stigmatisasi,
diskriminasi, dan efek psikologis? Masalah-masaiah ini selalu melibatkan
pertimbangan nilai dan menantang batasan perawat dalam tugas profesional dan
pribadi. Mereka juga membutuhkan perawat kesehatan masyarakat untuk tetap
mengikuti perubahan legislatif di tingkat lokal, negara bagian,dan tingkat nasional
dan berpartisipasi dalam kegiatan profesional yang dapat membantu nya tetap berada
dalam hal-hal penting. Dengan mengakui implikasi etis dari perawatan dan saran
yang mereka berikan atau yang tindakan yang mereka ambil, perawat dapat
mencakup tugas mereka untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan kien
individu dan masyarakat lebih lengkap, melindungi klien mereka dari bahaya, dan
berjuang untuk kelayakan pelayanan kesehatan dan keadilan bagi semua klien.

Menyadari nilai yang terdapat dalam dialog bersama dengan rakan-rekan


mengenai masalah etika pengambilan keputusan dan memahami implikasi hukum yang
mungkin terjadi dari keputusan mereka adalah sama-sama penting. Pilihannya bisa
kompleks: Oleh karena itu menerima bimbingan dari badan etika atau mencari pendapat
kedua bisa menjadi penting untuk membuat pilihan yang tepat. Pada skala yang lebih
luas, perspektif etika seorang perawat kesehatan masyarakat dapat meningkatkan setiap
diskusi tentang perawatan klien indiviu dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan dan
juga dapat mempengaruhi arah kebijakan kesehatan publik negara tersebut.( Nies, A.
Mary dkk.2019).

C. Program Umum Dan Strategi Pencegahan Untuk Kesehatan Anak


1) Program umum
Peningkatan kesehatan anak sekolah dengan titik berat pada upaya promotif dan
preventif didukungolehupaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas, Usaha keasehatan
Sekolah (UKS) menjadi sangat penting dan strategis untuk mencapai derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya. Health Promoting School adalah sekolah yang telah
melaksanakan UKS dengan ciri-ciri melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan
masalah kesehatan sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yangsehat dan aman,
memberikan pendidikan kesehatan di sekolah, memberikan akses terhadap pelayanan
kesehatan, ada kebijakan dan upaya sekolah untuk mempromosikan kesehatan dan
berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. (Riasmini M N dkk. 2017)
Upaya Health Promoting School dengan titik berat pada upaya promotif dan preventif
didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas yaitu:
a. Promotif dan Pencegahan
b. Pemberian nutrisi yang baik dan benar
c. Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani
d. Deteksi dini dan pencegahan penyakit menular
e. Deteksi dini gangguan penyakit kronis pada anak sekolah
f. Deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia sekolah
g. Deteksi dini gangguan perilaku dan gangguan belajar
h. Imunisasi anak sekolah
i. Kuratif dan rehabilitasi
j. pengaman pertama kegawat daruratan di sekolah
k. penanganan pertama kecelakaan di sekolah
2) Strategi Untuk Meningkatkan Kesehatan Anak Dan Remaja
Salah satu cara yang paling penting untuk mencapai keberhasilan dan
kesejahteraan generasi masa depan anak adalah memulai hidup sehat dan
mempertahankan status kesehatan fisik dan emosionalnya sepanjang masa kecil dan
remaja.Sejak awal abad kedua puluh, bangsa telah membuat kemajuan luar biasa
dalam banyak bidang kesehatan anak dan remaja, tetapi hasilnya adalah gabungan.
Untungnya, ilmiah, medis, lingkungan, orangtua,dan pengetahuan lainnya dapat
mengurangi atau menghilangkan banyak masalah. Hal ini adalah bentuk dari prioritas
masalah dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memperoleh perubahan.
a. Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit
Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit lebih penting dan hemat
biaya untuk anak-anak dari pada untuk kelompok usia lainnya. Perawatan
kesehatan primer dan intervensi dini untuk anak-anak dan keluarga dapat
membantu mencegah masalah biaya, penderitaan, dan potensi manusia hilang.
b. Promosi kesehatan dan strategi pencegahan penyakit uniuk meningkatkan
kesehatan anak dan remaja muncul dalam berbagai bentuk dan berasal lembaga
penelitian, lembaga-lembaga publik, perusahaan swasta, dan organisasi berbasis
masyarakat. Mereka dapat mencakup sebagai berikut:
1. Intervensi klinis
2. Upaya kesehatan masyarakat yang mengidentifikasi tren dan mengembangkan
populasi berbasis, masyarakat luas, atau strategi individu untuk
mempengaruhi mereka
3. Usaha filantropis yang mendanai inisiatif di masyarakat, negara, dan regional
4. Inisiatif kebijakan publik yang membuat atau memperbaiki program publik
atau memberikan insentif bagi entitas nonpemerintah untuk mengatasi
masalah yang teridentifikasi
D. Aplikasi Proses Keperawatan Kelompok Dan Remaja
Menurut Nies, A. Mary dkk.(2019). Keperawatan Komunitas dan Keluarga
Singapura. Compatibility ModeCojumn 1Words: 3434 Spell Check dengan menerapkan
prinsip-prinsip proses keperawatan kepada individu, keluarga, dan masyarakat, perawat
kesehatan masyarakat dapat memberikan layanan kepada anak-anak dan remaja lebih
sistematis dan efektif. Sebagian besar masyarakat menawarkan berbagai layanan
pencegahan dan program penting lainnya yang diperlukan anak-anak. Perawat kesehatan
masyarakat memahami kebutuhan individu harus benar-benar memahami kebutuhan anak
dan keluarga dan harus menyadari sumber daya masyarakat yang tersedia untuk
membantu memenuhi kebutuhan kesehatan anak, sebagai studi kasus ini
menggambarkan.

Maria, seorang perawat kesehatan masyarakat yang bekerja untuk pemerintah di


Puskesmas, menerima telepon dari perawat UKS di sebuah Sekolah Menengah Atas yang
memberitahukan bahwa seorang siswa SMA berusia 16 tahun bernama Dewi akan datang
sore hari untuk tes kehamilan. Dewi sudah melewatkan tiga periode menstruasi dan takut
untuk berbicera dengan keluarganya. Dia berdiskusi panjang dengan perawat sekolah dan
meminta pacarnya, juga berusia 16 tahun, untuk membawanya ke Puskesmas sepulang
sekolah untuk melakukan tes kehamilan. Hasil tes kehamilan Dewi adalah positif, dan dia
diperkirakan hamil 3 bulan. Dia marah dan tidak mau berbicara dengan Maria di
Puskesmas. Dengan persetujuan dari Dewi, Maria merencanakan untuk melakukan
kunjungan rumah pada sore hari berikutnya. Mengetahui bahwa ia harus mengatasi
sejumlah masalah pada kunjungan rumah pertama. Maria membuat persiapan dengan
mengembangkan daftar pengkajian yang melingkupi individu, keluarga, dan masyarakat
sebagai berikut.

a. Individu
1) Faktor risiko medis
Emosional kesejahteraan, termasuk kekhawatiran tentang keamanan masyarakat,
kekerasan dalam rumah tangga, dan pelecehan seksual
2) Keyakinan budaya dan sikap terhadap kehamilan dan perawatan medis
Hambatan untuk komunikasi dengan penyedia, seperti bahasa, pendengaran, dan
penglihatan
3) Memahami dan penerimaan kehamilan
4) Periaku kesehatan-mempromosikan dan pengambilan risiko
5) Memahami pentingnya memperoleh layanan perawatan pencegahan
6) Status asuransi kesehatan
Akses ke transportasi
b. Keluarga
1) Kecukupan struktur perumahan
2) Keamanan lingkungan
3) Kemampuan anggota keluarga untuk memberikan dukungan emosional
4) Kemampuan keluarga untuk memberikan dukungan keuangan
Kemampuan dan kemauan dari ayah bayi untuk memberikan dukungan
c. Masyarakat
1) Ketersediaan prenatal terjangkau dan peka budaya dan perawatan anak
2) Koordinasi kesehatan dan pelayanan sosial
3) Bimbingan emosional dan konseling
Kesempatan pendidikan untuk remaja hamil dan orang tua
4) Pelatihan kerja
5) Layanan nutrisi dan makanan perangko
Kehamilan dan pengasuhan pendidikan
Ketersediaan perawatan anak
1. Data Pengkajian
a. Individu
1) Dewi sudah pada trimester kedua awal kehamilan dan tidak menerima perawatan
prenatal. Dia juga terlibat dalam perilaku berisiko (yaitu, merokok, penggunaan
alkohol, seks yang tidak aman, dan kebiasaan makan yang buruk) berpotensi
merugikan bayinya.
 Selama wawancara, Dewi tampak tenang dan pendiam. Dia mengatakan
sangat bersemangat untuk memiliki bayi tapi takut akan persalinan.
2) Pacarnya ingin dia tetap menjaga bayinya, namun tidak berkomitmen memebuhi
kebutuhan Dewi ataupun bayinya. Dia tidak ingin melibatkan orang tuanya dalam
hal ini.
3) Dewi mengatakan dia tidak banyak berpikir tentang perawatan prenatal tapi
mungkin akan mengunjungi klinik kesehatan beberapa kali sebelum melahirkan.
Keluarganya tidak memiliki asuransi kesehatan, dan dia mengatakan mereka tidak
bisa membayar biaya perawatan prenatal.
 Dia ingin menjaga bayi dan tetap bersekolah, namun ia tidak memiliki
pemahaman yang realistis tentang tanggung jawab orang tua.
b. Keluarga
Ketika Dewi mengatakan pada orang tuanya bahwa dia hamil, mereka
menyatakan kekecewaannya. Ibunya menyuarakan keinginan untik memberikan
dukungan emosional, tetapi ayah manampakkan emosional kemarahan.

1) Kedua orang tua menyatakan fokus tentang bagaimana keluarga akan mengelola
keuangan.
2) Setelah review singkat mengenai situasi keuangan keluarga, tampak bahwa Dewi
memenuhi syarat untuk asuransi atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Orang tuanya ingin dia tidak memiliki kontak lebih lanjut dengan pacarnya.

c. Masyarakat
1) Maria menetapkan bahwa layanan prenatal tersedia, tetapi hanya selama jam
sekolah. Meskipun satu-satunya klinik yang menerima klien asuransi di sisi lain
kota, praktik kandungan terdekat dengan staf perawat-bidan bersertifikat
menerima klien dengan asuransi. Namun, klien utama mereka terdiri dari kelas
menengah, wanita yang sudah menikah.
2) Pendaftaran untuk asuransi memerlukan Dewi untuk pergi ke kantor
kesejahteraan dan mendaftar selama jam sekolah. Namun, departemen rawat jalan
rumah sakit dapat membuat ketetapan kelayakan awal asuransi, yang mungkin
akan membuat lebih nyaman.
3) Meskipun asuransi akan membayar untuk beberapa kelas prenatal, yang terdekat
ditujukan untuk pasangan yang sudah tua dan sudah menikah
4) Sekolah Dewi mendorongnya untuk tetap berada di kelas reguler sampai tanggal
persalinannya dan berpartisipasi dalam belajar di rumah untuk waktu yang
terbatas setelahnya.
Tidak ada kelas parenting yang ditujukan untuk remaja
5) Penitipan anak itu tidak tersedia di sekolah, membuat kembali ke sekolah lebih
sulit untuk Dewi.
6) Meskipun masyarakat memiliki program rumah pengunjung umum yang
mencocokkan mentor dengan kehamilan remaja dan ilmu pengasuhan untuk
remaja dan menyediakan informasi kesehatan dan dukungan kesehatan, proyek
tidak melayani di lingkungan Dewi.
2. Diagnosis
a. Individu
Pilihan gaya hidup yang tidak sehat terkait dengan kurangnya perawatan prenatal dan
pengaruh gizi buruk, merokok, dan penggunaan alkohol pada masa perkembangan
janin
1) Masalah parenting terkait dengan harapan yang tidak realistis tentang tanggung
jawab pengasuhan
2) Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan isu-isu keselamatan bayi dan anak
seperti penggunaan kursi keselamatan anak, keuntungan menyusui, tidur yang
aman untuk bayi, dan penggunaan pelayanan kesehatan preventif, termasuk
imunisası.

b. Keluarga
1) Dinamika keluarga terganggu terkait dengan kemarahan dan kekecewaan atas
kehamilan putrinya
2) Perubahan status keuangan yang dihasilkan dari penambahan lain yang
bergantung kepada keluarga
c. Masyarakat
Kurangnya koordinasi, peka budaya, akses layanan prenatal dan pengasuhan untuk
remaja
 Tidak tersediannya layanan kunjungan rumah di pusat pelayanan kesehatan
3. Perencanaan
Untuk memastikan perencanaan lengkap, realistis, dan berhasil dilaksanakan, Maria harus
lebih teliti mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dan
kesejahteraan Dewi. Selain itu, Dewi, keluarganya, dan Maria harus menetapkan tujuan
bersarna.
a. Individu
Tujuan jangka panjang:
1) Selama hamil, ibu dan janin akan selalu sehat
2) Kaylah akan menunjukkan perilaku orangtua yang sukses
3) Kaylah akan menyeiesaikan sekolahnya

Tujuan Jangka Pendek

1) Dewi akan mendapatkan perawatan prenatal.


2) Dewi akan memahami alasan-alasan untuk mengubah kebiasaan terkait nutrisi
dan penggunaan narkoba.
3) Dewi dan perawat akan merencanakan tindakan untuk mengubah kebiasaan
kesehatan yang buruk
4) Dewi akan tetap di sekolah sepanjang kehamilannya dan akan menggunakan
program belajar di rumah sampai dia kembali ke sekoluh setelah bayinya lahir.
5) Kayla akan mendaftar di kelas pengasuhar, Jika kelas tidak tersedia, dia akan
menggunakan bahan bacaaan yang sesuai dengan usianya, film. CD, internet.
peluang untuk diskusi kelompok dengan remaja lain, atau melakukan kunjungan
terhadap para orang tua yang berpengalaman.
6) Dewi akan menyusui bayinya.
7) Dewi akan berbicara dengan penyuluh kesehatan masyarakat untuk menentukan
metode untuk melindungi kesehatan dan keselamatan yang baru lahir.

b. Keluarga
Tujuan Jangka Panjang
Kemampuan keluarga untuk menangani krisis akan meningkatkan kemampuan
mereka untuk mendiskusikan masalah dan terlibat dalam pemecahan masalah
bersama.
Tujuan Jangka Pendek
Orang tua Dewi akan menampilkan perilaku yang mendukung, seperti menemaninya
saat pemeriksaan kehamilan, membantu dia terlibat dalam perilaku yang sehat, dan
membantu dia mengatur perawatan anak nya sehingga ia bisa tetap bersekolah.
c. Masyarakat
Tujuan Jangka Panjang
1) Dapat diakses, komprehensif, pelayanan kesehatan prenatal yang sensitive secara
budaya dan pelayanan kesehatan lainnya akan didirikan, termasuk kunjungan
rumah dan kelas pengasuhan anak untuk para remaja.
Tujuan Jangka Pendek
Klinik departemen kesehatan akan memperpanjang jam malam untuk
mengakomadasi siswa dan keluarga yang bekerja.
Sebuah fasilitas penitipan anak akan dibuka didekat sekolah.
4. Intervensi
Perawat, keluarga, dan individu harus mengatasi segera, tujuan bersama mereka untuk
membantu Dewi mencapai hasil kelahiran yang sehat dan memulai pengasuhan yang
sukses. Perencanaan interdisipliner antara perawat kesehatan sekolah Dewi, petugas
Sosial, perawat kesehatan masyarakat, penyedia perawatan kehamilan primer, pendidik
melahirkan, dan perawat keluarga sangatlah penting. Selain itu, Maria harus menjadi
advokat untuk perubahan masyarakat luas untuk memastikan bahwa masyarakat
memenuhi kebutuhan individu.
a. Individu
Maria bekerja sama dengan perawat sekolah dan profesional kesehatan lainnya untuk
membantu Dewi mendapatkan asuransi kesehatan; ia dirujuk ke dokter kandungan yang
melihatnya secara teratur, Kehamilan Dewi ini juga dipartau oleh perawat sekolah, yang
mengharuskan dia datang ke klinik setiap minggu untuk memeriksa berat badan tekanan
darah dan berbicara tentang kehamilan.
Bekerja dengan perawat sekolah, Maria menyediakan Dawi informasi tentang keias
melahirkan dan gizi serta booklet yang merinci tentang bagaimana mempromosikan
kehamilan yang sehat. Dia dinasihati untuk menghindari tembakau, alkohol, dan semua
obat. Menjelang akhir kehamilan, Dewi didorong untuk menghadiri kelas-kelas
pengasuhan dengan di damping pacarnya.
b. Keluarga
Maria dan pekerja sosial mengarahkan orang tua Dewi untuk mengunjungi
lembaga pelayanan sosial lainnya yang mungkin dapat membantu secara finansial.
Secara knusus mereka fokus pada penyedia yang bisa membantu dengan utilitas,
penempatan kerja, dan perawatan anak, Keluarga Dewi juga diarahkan kepada
konseior keluarga yang memiliki spesialisasi keluarga dengan remaja.
c. Masyarakat
Maria bekerja dengan divisi kesehatan ibu-anak dari departemen kesehatan daerah
Untuk membantu memfasilitasi dan menawarkan kelas pengasuhan di sebuah sekolah
tinggi daerah, menargetkan kebutuhan belajar pada kehamila. remaja. Maria dan
perawat sekolah juga bertemu dengan para pejabat distrik sekolah dan tokoh
masyarakat untuk melakukan dialog tentang konsekuensi dari putus sekolah dan
untuk memfasilitasi tindakan kebijakan seperti perawatan anak untuk orang tua
remaja untuk membantu mereka tetap bersekolah.
5. Evaluasi
Strategi evaluasi harus melibatkan proses dan hasil pengukuran tindakan pada tingkat
individu, keluarga, dan masyarakat.
a. Individu
Perawat sekolah mampu memantau Dewi sepanjang kehamilannya dan
memastikan bahwa ia selesai kelas untuk tiap semester. Kehamilan Dewi tidak biasa,
dan la melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat. Biaya perawatan mereka ditutupi
oleh asuransi, dan bayi nya Juga memeruhi syarat untuk asuransi. Seorang guru
ditugaskan untuk mengajar Dewi di rumah selama 1 bulan setelah melahirkan untuk
memastikan bahwa ia tidak ketinggalan pelajaran di sekoiahnya. Dengan bantuan dari
pekerja sosial, Dewi dapat menempatkan bayi di Tas penitipan bersubsidi, yang
memungkinkan dirinya untuk menyelesaikan sekolah.
b. Keluarga
Kanseling keluarga membantu keluarga mengatasi beberapa masalah mereka.
Maria mengamati bahwa orang tua Dewi bangga pada cucu mereka dan bersemangat
untuk membantu perawatannya.
c. Masyarakat
Dengan bantuan perawat sekolah dan pihak berkepentingan lainnya, Maria
mampu memulai program kolaboratif dimana perawat departemen kesehatan dan
spesialis perkembangan menawarkan kelas pengasuhan di sekolah tinggi secara
teratur. Mereka juga berencana menulis untuk Hibah Blok Kesehatan Ibu Anak untuk
melaksanakan klinik berbasis sekolah yang berfokus pada kebutuhan remaja hamil
dan bayi mereka.

Level Pencegahan

1) Primer
a. Pencegahan primer tergantung pada usia anak. Untuk anak-anak yang berusia
paling kecil, strategi termasuk mendorong perilaku sehat oleh gadis-gadis dan
perempuan.
b. Pencegahan primer juga termasuk pencegahan kehamilan yang tidak dinginkan,
yang terutama sangat penting bagi remaja.
2) Sekunder
a. Setelah hamil, wanita harus cepat menerima perawatan kehamilan yang adekuat,
melakukan perilaku hidup sehat, memperoleh pelayanan sosial dan pelayanan
pendukung lain yang diperlukar, dan mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua
b. Penting untuk masyarakat memastikan bahwa pelayanan kesehatan preventif
adekuat, seperti pelayanan kehamilan, konseling nutrisi dan diet, pendidikan
kehamilan dan orang tua, dan pelayanan sosial lain tersedian.
3) Tersier
a. Memulai program dan layanan yang mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
di masa depan di kalangan remaja dan membantu remaja orangtua memberikan
perawatan yang terbaik untuk anak
b. Membangun program seperti kelas pengasuhan; layanan pendukungan untuk
membantu remaja menyelesaikan pendidikan mereka, koordinasi pelayanan
kesehatan dan pelayanan sosial bagi ibu dan anaknya; dan perawatan yang baik
untuk anak, imunisasi, dan pelayanan gizi.
DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Aziz Alimul. (2008). Pengantar limu Kesehatan Anak Kebidanan. Jakarta: Salemba
Medika Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Buku Pedoman Standar
Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Jakarta: Direktorat Jenderal Bina
Gizi Dan Kesehatan Ibu Dan Anak.

Nies, A. Mary dkk.(2019). Keperawatan Komunitas dan Keluarga Singapura. Compatibility


ModeCojumn 1Words: 3434 Spell Check

Riasmini M N dkk. 2017. Panduan Asuhan Keperawatan. Jakarta; UI-Press