Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN AKHIR

PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN I

SMAN 13 MEDAN

Oleh:

Nama Mahasiswa : Abdullah Situmorang

NIM : 3183131031

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

T.A 2020
HALAMAN JUDUL

LAPORAN AKHIR KEGIATAN


PELAKSANAAN PENGENALAN LAPANGAN
PERSEKOLAHAN 1( PLP 1 )

DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 13


MEDAN

LAPORAN

Diajukan untuk Melengkapi


Persyaratan Penyelesaian
Pengenalan Lapangan
Persekolahan 1

Oleh :
Abdullah Situmorang
A 2018
3183131031

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

T.A 2020
LEMBAR PENGESAHAN

Nama Mata Kuliah : Pengenalan Lapangan Persekolahan I

Sekolah Mitra : SMAN 13 MEDAN

Alamat Sekolah Mitra : Jl. Karya Bersama, Titi Kuning, Kec. Medan Johor,
Kota Medan, Sumatera Utara 20147

Guru Pamong :

Dosen Pembimbing Lapangan : Drs. Muhammad Arif, M.Pd

Selasa, 19 Mei 2020

Mengetahui: Disetujui
Kepala Sekolah SMAN 13 Medan Guru Pamong

Mukhlis, S.Pd …………………………………..


NIP. NIP

Mengetahui
Dosen Pembimbing Lapangan

Drs. Muhammad Arif, M.Pd


NIP. 196010141985031001
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, atas


hidayah dan inayahNya, serta shalawat beriring salam saya ucapkan kepada
junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari
alam kekafiran kepada dunia penuh dengan sinar iman. Telah menjadi kewajiban
saya sebagai mahasiswi semester empat di Fakultas Ilmu Sosial Universitas
Negeri Medan, untuk menyelesaikan Laporan PLP 1. Untuk memenuhi kewajiban
saya, maka tugas mata kuliah Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 saya dapat
diselesaikan. Dalam penyelesaian tugas ini, saya banyak menemui kesulitan, tapi
berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya tugas ini dapat juga diselesaikan.

Untuk itu tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Dosen
Pengampu mata kuliah program PLP 1 bapak Drs. Muhammad Arif, M.Pd., yang
telah membantu saya dengan memberikan pengarahan yang tepat. Dalam
penulisan Laporan PLP 1 ini, saya selaku penyusun merasa masih banyak
kekurangan dan kelemahan. Untuk itu saya selaku penyusun membutuhkan kritik
dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak yang membaca, demi
kesempurnaan tugas laporan ini dan jika ada kekeliruan saya mohon maaf. Akhir
kata saya ucapkan terima kasih.

Medan, .....Mei 2020

Observer
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................


HALAMAN PENGESAHAN ...............................................................................
KATA PENGANTAR ...........................................................................................
DAFTAR ISI ..........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................
A. Latar Belakang ........................................................................................................
B. Tujuan PLP I ...........................................................................................................
BAB II INFORMASI UMUM SEKOLAH MITRA ..........................................
A. Sumber Daya Manusia di Sekolah (Guru, siswa, dan tenaga kependidikan) ..........
B. Sarana dan prasarana ...............................................................................................
C. Prestasi sekolah dan kegiatan pendukung ...............................................................
BAB III HASIL PENGAMATAN .......................................................................
A. Karakter Umum Peserta Didik ................................................................................
B. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekolah ...........................................................
C. Peraturan dn Tata tertib Sekolah .............................................................................
D. Kegiatan Seremonial Formal di Sekolah .................................................................
E. Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler .............................................................
F. Praktik Pembiasaan dan Kebiasaan Positif di Sekolah ...........................................
G. Refleksi....................................................................................................................
BAB IV PENUTUP ...............................................................................................
A. Simpulan..................................................................................................................
B. Saran ........................................................................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN....................................................................................
A. Denah sekolah dan kelas yang diobservasi .............................................................
B. Lembar Observasi ...................................................................................................
C. Absensi Mingguan...................................................................................................
D. Jurnal Mingguan ....................................................................................................
E. Data Pendukung ....................................................................................................
F. Surat Ijin Melaksanakan PLP I dari LPPM ...........................................................
G. Surat Keterangan telak melaksanakan PLP I ........................................................
H. Dokumentasi............................................................................................................
I. Video ......................................................................................................................
J. Lainnya ..................................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1


Ayat (1) menyatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pada Pasal 8 menyatakan
bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik,
sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional. Selanjutnya Pasal 9 menyatakan bahwa kualifikasi akademik
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi
program sarjana atau program diploma empat.

Berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang


Guru dan Dosen maka penyiapan calon pendidik selanjutnya diatur di dalam
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti)
Nomor 55 tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru (SN Dikgu). Pendidikan
guru sebagaimana dijelaskan pada SN Dikgu meliputi Program Sarjana
Pendidikan dan Program Pendidikan Profesi Guru. Hal ini sesuai dengan SN
Dikgu Pasal 1 Ayat (4) Program Sarjana Pendidikan adalah program pendidikan
akademik untuk menghasilkan sarjana pendidikan yang diselenggarakan oleh
LPTK. Selanjutnya pasal 5 menyatakan bahwa Program Pendidikan Profesi Guru
yang selanjutnya disebut Program PPG adalah program pendidikan yang
diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan untuk mendapatkan
sertifikat pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan/atau pendidikan menengah.

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang selanjutnya disingkat


LPTK sebagaimana dinyatakan pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen Pasal 1 Ayat (14) adalah perguruan tinggi yang diberi
tugas oleh pemerintah untuk menyelenggarakan program pengadaan guru pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan/atau
pendidikan menengah serta untuk menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu
kependidikan dan nonkependidikan.

Implikasi dari berbagai peraturan perundangan yang terkait dengan guru


dan pendidikan, hal yang paling mendasar adalah perubahan, pengembangan, dan
penyesuaian adalah kurikulum untuk penyiapan guru profesional, khususnya
kurikulum pendidikan Program Sarjana Pendidikan. Kurikulum pendidikan
Program Sarjana Pendidikan yang bermutu, akan menghasilkan lulusan calon
pendidik yang bermutu. Calon pendidik yang bermutu akan dapat mengikuti
Program PPG dengan baik, dan akhirnya akan dihasilkan luaran sebagai guru
profesional.

Menyikapi berbagai perundangan di atas, maka model pengembangan


kurikulum pendidikan guru dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip
berikut.
Pertama, keutuhan penguasaan kompetensi yang terkait dengan akademik
kependidikan dan akademik bidang studi. Dan jika memungkinkan keutuhan
untuk pendidikan akademik dan pendidikan profesi, mulai dari perekrutan,
pendidikan akademik, dan pendidikan profesi. Namun jika tidak memungkinkan
terintegrasi antara pendidikan akademik dan pendidikan profesi, maka keutuhan
antara akademik kependidikan dan akademik bidang studi adalah mutlak.
Kedua, Keterkaitan mengajar dan belajar. Prinsip ini menunjukkan bahwa
bagaimana cara guru mengajar harus didasarkan pada pemahaman tentang
bagaimana peserta didik sebenarnya belajar dalam lingkungannya. Dengan
demikian penguasaan teori, metode, strategi pembelajaran yang mendidik dalam
perkuliahan di kelas harus dikaitkan dan dipadukan dengan bagaimana peserta
didik belajar di sekolah dengan segenap latar belakang sosial-kulturalnya. Oleh
karena itu, pada struktur kurikulum pendidikan akademik untuk calon guru harus
menempatkan pemajanan awal (early exposure), yaitu pemberian pengalaman
sedini mungkin kepada calon guru dengan Pengenalan Lapangan Persekolahan
(PLP) atau internship di sekolah mitra secara berjenjang.
Ketiga, adanya koherensi antar konten kurikulum. Koherensi mengandung
arti keterpaduan (integrated), keterkaitan (connectedness), dan relevansi
(relevance). Koherensi dalam konten kurikulum pendidikan guru bermakna
adanya keterkaitan di antara kelompok matakuliah bidang studi (content
knowledge), kelompok matakuliah yang berkaitan dengan pengetahuan tentang
metode pembelajaran secara umum (general pedagogical knowledge) yang
berlaku untuk semua bidang studi tertentu (content specific pedagogical
knowledge), pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan kurikulum
(curricular knowledge), pengetahuan dan keterampilan dalam pemilihan dan
pengembangan alat penilaian (assesment and evaluation), pengetahuan tentang
konteks pendidikan (knowledge of educational context), serta didukung dengan
pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam
proses pembelajaran (information technology). Selain koherensi internal,
kurikulum untuk Program Sarjana Pendidikan harus memperhatikan pula
keterkaitan antar konten, baik pedagogi umum, pedagogi khusus maupun konten
matakuliah keahlian dan keterampilan dengan realitas pembelajaran di kelas
sehingga terbangun keterkaitan kurikulum program studi dengan kebutuhan akan
pembelajaran di kelas atau sekolah (university-school curriculum linkage).
Dari kerangka pikir tersebut dapat dinyatakan bahwa penyiapan guru profesional
harus disiapkan mulai dari jenjang akademik baik pada tataran akademik di
kampus maupun pengenalan lapangan sedini mungkin pada seting nyata (latar
otentik) di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Hal ini dimaksudkan agar
sedini mungkin calon pendidik memahami, mengetahui, menghayati, menjiwai,
dan memiliki kemampuan kritis dan analitis terhadap profesinya kelak. Untuk
itulah, seluruh mahasiswa Program Sarjana Pendidikan wajib mengikuti tahapan
pemagangan penyiapan calon guru profesional melalui PLP.

Landasan Pelaksanaan PLP


1. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.

2. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

3. Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan atas


Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas


Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

6. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi


Nasional Indonesia (KKNI).

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang


Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

B. TUJUAN PLP 1

PLP I dimaksudkan untuk membangun landasan jati diri pendidik melalui


beberapa bentuk kegiatan di sekolah sebagai berikut.
1. Pengamatan langsung kultur sekolah.

2. Pengamatan struktur organisasi dan tata kelola di sekolah;

3. Pengamatan peraturan dan tata tertib sekolah;

4. Pengamatan kegiatan-kegiatan ceremonial-formal di sekolah (misalnya:


upacara bendera, rapat briefing);
5. Pengamatan kegiatan-kegiatan rutin berupa kurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuluer; dan

6. Pengamatan praktik-praktik pembiasaan dan kebiasaan positif di sekolah.


BAB II

INFORMASI UMUM SEKOLAH MITRA

A. SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKOLAH (GURU, SISWA, DAN


TENAGA KEPENDIDIKAN)

Adapun sumber daya manusia yang terdapat di sekolah SMA


Negeri 13 Medan diantaranya sebagai berikut:
Guru : 81

Siswa Laki-laki : 508

Siswa Perempuan : 635

Rombongan Belajar : 37

B. SARANA DAN PRASARANA

Selain tenaga pendidik sarana dan prasarana juga termasuk faktor


penunjang dalam proses pendidikan. Berikut data sarana prasarana pada
sekolah mitra (SMA Negeri 13 Medan):

• Kelas
• Perpustakaan
• Masjid
• Laboratorium (Biologi atau Kimia, Fisika, Komputer & Bahasa)
• Rumah Kaca atau Green House
• Ruang UKS
• Kantin
• Panggung
• Taman
• Parkir
• Lapangan voli
• Lapangan basket
• Lapangan bulu tangkis
• Lapangan futsal
C. PRESTASI SEKOLAH DAN KEGIATAN PENDUKUNG

1. Juara Nasional Futsal


2. Raih Penghargaan IHRDP
3. Mendapatkan penghargaan adiwiyata tingkat nasional
BAB III

HASIL PENGAMATAN

A. KARAKTER UMUM PESERTA DIDIK

Perkembangan peserta didik dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa


faktor. Di antaranya adalah lingkungan tempat tinggalnya, baik keluarga, sekolah,
atau masyarakat sekitarnya. Dalam pengaruh lingkungan tersebut, peserta didik
juga mengalami pembentukan karakter pada dirinya selama proses penyesuaian
diri. Oleh karena itu, sebagai pendidik harus mengenali perkembangan dan proses
tersebut. Apalagi dalam pendidikan, karena objek yang akan dihadapi guru adalah
para peserta didiknya.

Berdasarkan pada pengamatan observer, observer melihat tidak ada peserta


didik yang mengalami kesulitan belajar, sehingga tidak ada penanganan khusus
yang harus dilakukan oleh guru tersebut. Para peserta didik dalam kelas tempat
observer melakukan observasi memiliki minat belajar yang tinggi dan saat
observer melakukan observasi magang tidak ada para peserta didik yang absen
atau bahkan cabut. Hal ini menggambarkan bahwa para peserta didik tersebut
sangat taat terhadap peraturan sekolah yang ada disekolah SMA Negeri 13 Medan
ini dan sangat jauh dari kata adanya kenakalan remaja atau sebagainya.
B. STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKOLAH

Daftar Nama Guru Pengajar berstatus Aktif di SMAN 13 MEDAN

1. Yunmiati Pohan 38. Hulman


2. Fransiskus Xaverius Tarigan 39. Ika Marliana Sinaga
3. Putri Rahmana 40. Indria Henny
4. Faris Setiawan Lubis 41. Ira Rachmiati
5. Faisal Akmal Sinaga 42. Jones Hutagaol
6. Nila Wahyuni Lubis 43. Junita Naibaho
7. Syafrida. 44. Kristina Br Tarigan
8. Adi Sumarno 45. Laris Sitanggang
9. Agus Oloan Naibaho 46. Lerisma Tampubolon
10. Ahmad Goffar Nasution 47. Liana Damayanti
11. Fatmah Hasnan Nasution 48. Lisda Juliaty
12. Benni Swanto Nainggolan 49. Maria Magdalena
13. Abdul Alim Alfadlan 50. Mariani Meha
14. Muhammad Yusuf Lubis 51. Marison Marbun
15. Abdul Manaf 52. Mika Azmi Acha
16. M. Adyanto Widhiarno 53. Nurani T. Aritonang
17. Sri Wahyuni Lubis 54. Nurhalimah Purba
18. Irma Suryani Lubis 55. Palomo Siregar
19. Tia Mariani 56. Rahmi Pulungan
20. Eka Syahputri 57. Rida Hernawati
21. Ahmad Husein 58. Rismaya Sinaga
22. Albert 59. Roben Sinar Sitohang
23. Asman Situmorang 60. Robert Pehulisa
24. Bambang Hermansyah Sirait 61. Rosyanti Sri Hastuti
25. Banje Nainggolan 62. Salmah
26. Benaria Tarigan 63. Sarion Sembiring
27. Davidson Tarigan 64. Seni Rita
28. Dewi Syahputri 65. Sri Mulyani
29. Elizar Noviana 66. Suradi
30. Elmiaty Harahap 67. Syahdiah Saragih
31. Elpi Sunita Lubis 68. Vira Afriati
32. Eva Damayanti Harahap 69. Wijayawati
33. Fazli Mirwan 70. Wulandhani
34. Febrina Damayanti 71. Yuleli
35. Hamidah 72. Yusnar
36. Hernawati K 73. Yusnita Muslim
37. Hernipa
Daftar Nama Staff berstatus Aktif di SMAN 13 MEDAN

1. ZMI MUHAMMAD SIDIK


2. AHMAD FAUZI AZHAR, SE
3. Havivah Sutan Nur
4. ALFANSYAH
5. ALI WARDANA
6. EVI MARINI
7. LARASATI NAWANG WULAN
8. M. RAMLAN
9. RIALDI SAHPUTRA
10. TIOMAS NAJIPAH NASUTION

Adapun struktur organisasi di SMAN 13 Medan pada tahun ajaran 2019-2020


yaitu :

• Kepala Sekolah : Mukhlis,S.Pd


• Wakasek Kurikulum : Adi Sumarno,S.Pd
• Wakasek Sarana dan Prasarana : Drs. Laris Sitanggang
• Wakasek Kesiswaan : Asman Situmorang,S.Pd
• Wakasek Humas : Salmah,S.Pd
• Komite Sekolah : Ishak Nasution
• Kepala Tata Usaha : M.Ramlan

C. PERATURAN DAN TATA TERTIB SEKOLAH

Tata tertib guru dalam mengajar

1. Berpakaian seragam / rapi sesuai ketentuan yang ditetapkan


2. Bersikap dan berprilaku sebagai pendidik
3. Berkewajiban mempersiapkan administrasi pengajaran , alat-alat dan
bahan pelajaran dan mengadakan ulangan secara teratur
4. Diwajibkan hadir disekolah 10 menit sebelum belajar
5. Diwajibkan mengikuti upacara bendera setiap hari senin dan hari besar
nsasional bagi guru dan karyawan.
6. Wajib mengikuti rapat-rapat yang diselengggarakan disekolah.
7. Melapor kepada guru piket jika terlambat
8. Memberitahukan kepada kepala sekolah atau guru piket bila berhalangan
hadir dan memberikan tugas atau bahan untuk siswa
9. Diwajibkan menandatangani daftar hadir dan mengisi agenda kelas
10. Mengkondisikan / menertibkan siswa saat mengajar
11. Diwajibkan melaporkan kepada sekolah/ guru piket jika akan
melaksanakan kegiatan diluar sekolah.
12. Selain mengajaar, juga memperhatikan situasi kelas mengenai 10 K dan
membantu menegakkan tata tertib siswa .
13. tidak diperbolehkan menyuruh siswa mengisi daftar nilai.
14. Tidak diperbolehkan mengurangai jam pelajar sehingga siswa istirahat,,
ganti pelajaran atau pulang sebelum waktunya.
15. Tidak diperbolehkan memulangkan siswa tanpa seizin guru piket /
sekolah.
16. Tidak diperbolehkan menggunakan waktu istirahat untuk ulangan atau
kegiatan lain.
17. Memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib yang bersifat
mendidik dan hindari hukuman secara fisik terhadap siswa.
18. Tidak diperbolehkan merokok didalam kelas atau tatap muka.
19. Guru mengajar menggunakan waktu tatap muka ( minimal 5 menit) untuk
melakukan pembinaan akhlak terhadap para siswa.
20. Menjaga kerahasiaan jabatan, wajib menjaga citra guru, sekolah dan citra
pendidik, pada umumnya.

Tata tertib siswa

· Wajib seluruh siswa,untuk :

1. Hadir disekolah sebelum pukul 07.15 WIB


2. Mengikuti upacara bendera setiap hari senin atau hari – hari tertentu
3. Mengikuti apel pagi pukul 07.15 – 07.30 WIB
4. Mengikuti proses belajar mengajar mulai 07.30 sampai selesai
5. Sebelum KBM dimulai didalam dan diluar kelas/ ruangan belajar harus
sudah bersih
6. Memulai dan mengakhiri pelajaran berdoa sesuai dengan doa masing-
masing

Busana dan penampilan

1. Pakaian seragam untuk hari senin ampai kamis adalah baju warna putih
dan celana/ rok warna biru dengan atribut beserta dasi
2. Pakaian pada hari jumat adalah pakaian olahraga
3. Pakaian hari sabtu adalah pramuka lengkap dengan atribut serta kacu
4. Sepatu warna hitam terbuat dari kain dan bertali
5. Kaos kaki bewarna putih polos, kecuali hari sabtu warna hitam polos
6. Ukuran kaos kaki minimal 10 cm dari sepatu ( keatas)
7. Paa saat melaksanakan / mengikuti upacara bendera harus memakai topi
sekolah
8. Selama berada dilingkugan sekolah harus berpenampilan rapid an baju
dimasukkan , memakai tali pinggang warna hitam berukuran sedang.

Larangan- larangan untuk siswa

1. Laki-laki tidak dibenarkan berambut gondrong


2. Perempuan tidak boleh mamakai kosmetik yang berlebihan
3. Selama proses belajar mengajar sedang berlangasung tidak ada siswa
keluar dari ruangan, dan dalam waktu 5 menit guru mata pelajarannya
belum masuk kedalam kelas, maka salah seorang perangkat kelas
memanggil guru yang bersangkutan kekantor atau melapor ke piket.
4. Pada jam istirahat tidak dibenarkan berada dalam ruangan
5. Dilarang membawa perhiasan yang berharga
6. Dilarang membawa telepon genggam ( HP )
7. Dilarang membawa makanan kedalam kelas
8. Dilarang membuang sampah sembarang tempat
9. Tidak dibenarkan pulang sekolah sebelum waktu yang telah ditentukan,
kecuali ada yang sangat penting dan ada izin dari guru atau pihak sekolah
10. Bagi siswa yang meninggalkan sekolah tanpa izin ( cabut) akan mendapat
sanksi dari pihak sekolah

D. KEGIATAN SEREMONIAL FORMAL DI SEKOLAH

Pelaksanna kegiatan upacara bendera.

Setiap hari senin disetiap lembaga pendidikan terutama sekolah


dilaksanakan kegiatan upacara bendera, sebelum kegiatan belajar mengajar
dimulai. Dan hal itu, sudah menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan
disetiap sekolah. Begitupun dengan SMAN 13 Medan, SMAN 13 Medan jember
selalu mengadakan upacara bendera setiap hari senin dan dilaksanakan dihalaman
sekolah SMAN 13 Medan itu sendiri. Namun karena bertepatan mendekati ujian,
SMAN 13 Medan sekarang tidak melaksanakan kegiatan upacara bendera lagi.
Menurut informasi dari salah satu guru SMAN 13 Medan,” sekolah sementara
tidak diadakan kegiatan upacara, karana siswa siswi SMAN 13 Medan akan
mendekati ujian jadinya mereka difokuskan dengan praktek dulu,sehingga
upacara bendera untuk sementara diliburkan”.

E. KEGIATAN KOKURIKULER DAN EKSTRAKURIKULER

SMA Negeri 13 memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya,


• Paskibra
• Pramuka
• Futsal
• Basket
• Tenis Meja
• Palang Merah Remaja (PMR)
• Merpati Putih
• Paduan Suara
• Klub Tari
• Dokter Remaja (DR) & Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R)
• Kerohanian Islam (RohIs)
• Kerohanian Kristen (RohKris)
• Speaking
• Siswa Pecinta Alam (SisPaLa)

F. PRAKTIK PEMBIASAAN DAN KEBIASAAN POSITIF DI SEKOLAH

Semua Kebiasaan yang mereka lakukan itu memang merupakan suatu


kebiasaan yang sedang dibudayakan atau sudah membudaya. Misalnya, untuk
selalu datang pada tepat waktu sebelum jam 07.15 WIB, berpakaian yang rapi,
mengenakan atribut sesuai dengan peraturan sekolah, memakai sepatu warna
hitam, aktif didalam kelas maupun diluar kelas, menjaga kebersihan kelas setiap
saat, dan berperilaku ramah kepada teman, guru, dan tamu yang berkunjung di
solah mereka. Dengan semua kebiasaaan yang sedang dibudayakan atau sudah
membudaya diharapkan dapat mencetak, dan membentuk siswa ataupun siswi
yang mampu bersaing ditingkat Nasional maupun internasional, dan
menghasilkan peserta didik yang memiliki jiwa kepemimpinan yang bermoral
serta bertanggung jawab. Sesuai dengan visi dari sekolah SMA Negeri 13 Medan
ini.

G. REFLEKSI

Adapun refleksi yang observer lakukan adalah bertanya sedikit seputar


informasi mengenai sekolah SMA Negeri 13 Medan kepada guru pamong
observer, bagaimana strategi mengajar yang dilakukan oleh guru tersebut, dan
kegiatan atau upaya apa saja yang digunakan atau diterapkan dalam upaya
meningkatkan prestasi belajar maupun kreatifitas para peserta didik di SMA
Negeri 13 Medan ini . Dan juga bertanya sedikit seputar informasi mengenai
fasilitas belajar di sekolah SMA Negeri 13 Medan ini.

Kemudian Adapun refleksi hasil dari pengamatan observer dalam Proses


Pembelajaran
a. Refleksi Terhadap Pembelajaran Melalui Remedial

Untuk merefleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan, guru


memberikan Remedial bagi siswa yang memiliki nilai yang tidak tuntas dan
latihan soal (LKS) . Hasil dari kerja LKS tersebut digunakan oleh guru untuk
proses tindak lanjut agar terlihat mana siswa yang sudah mengerti dan siswa yang
belum mengerti dari latihan soal yang telah diberikan. Lalu guru menganalisis
jawaban yang dibuat oleh siswa, disini terlihat soal apa yang banyak salah.
Berarti guru harus menjelaskan kembali materi yang belum dipahami oleh siswa.
Maka dari itu hasil belajar siswa dijadikan referensi evaluasi mengajar guru.

b. Pengalaman Khusus Yang Diperoleh

1 Kami dapat mengetahui betapa beratnya menjadi seorang guru, bagaimana


mengatasi peserta didik yang mengalami masalah dengan penuh
kesabaran.
2 Kami dapat belajar dari guru-guru, bagaimana seharusnya menjadi guru
yang professional
3 Dapat mengetahui karakteristik anak SMA yang beragam.
4 Dapat mengenal kondisi fisik, proses belajar mengajar, dan keadaan
peserta didik yang ada di SMA Negeri 13 Medan.
BAB IV

PENUTUP

A. SIMPULAN

Dari kegiatan PLP 1 yang di laksanakan di SMA Negeri 13 Medan selama


durasi waktu kurang lebih 6 kali pertemuan, dapat disimpulkan bahwa proses
belajar mengajar cukup baik. SMA Negeri 13 Medan merupakan sekolah yang
baru menggunakan kurikulum 2013, karena sebelumnya SMA Negeri 13 Medan
menggunakan kurikulum KTSP 2006 pada pembelajaran. Perilaku siswa di SMA
Negeri 13 Medan ini menggambarkan siswa yang disiplin, bertanggung jawab,
aktif, ramah, dan berkompeten dibidangnya baik berada di dalam kelas maupun di
luar kelas. Semua Kebiasaan yang mereka lakukan itu memang merupakan suatu
kebiasaan yang sedang dibudayakan atau sudah membudaya. Dengan semua
kebiasaaan yang sedang dibudayakan atau sudah membudaya diharapkan dapat
mencetak, dan membentuk siswa ataupun siswi yang mampu bersaing ditingkat
Nasional maupun internasional, dan menghasilkan peserta didik yang memiliki
jiwa kepemimpinan yang bermoral serta bertanggung jawab. Sesuai dengan visi
dari sekolah SMA Negeri 13 Medan ini. Selanjutnya Kepala sekolah dan guru
berantusias dalam menjalankan tugas masing-masing. Kelengkapan administrasi
sekolah yang di atur dengan baik, lingkungan sekolah yang indah dan tertata
dengan rapi membuat nyaman kegiatan belajar mengajar.

Setelah melaksanakan kegiatan PLP ini, saya mendapatkan pengetahuan


yang lebih mengenai situasi dan kondisi lingkungan Sekolah Menengah Atas
Negeri 13 Medan. Maka dari itu saya berharap semoga hasil dari kegiatan PLP 1
ini dapat berguna bagi observer ketika berada di lingkungan masyarakat nantinya

B. SARAN

Adapun saran yang dapat observer berikan yaitu:

1. Sebagai calon guru yang profesional mahasiswa PLP harus melakukan


observasi dengan serius dan bertanggungjawab agar memperoleh data atau
informasi sesuai dengan kenyataan di Sekolah yang dituju.
2. Bagi pihak Fakultas, untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan ataupun
kerjasama yang baik dengan pihak sekolah dalam kegiatan PLP 1 ini.
DAFTAR ISI

1. UNIMED. 2020. Buku Panduan PLP I. UNIMED. Medan.


2. UNIMED. 2020. Instrumen PLP I. UNIMED. Medan.
3. https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/sekolah/E0B8405A88769FDE
DEB0 (di akses 19 Mei 2020)
4. https://id.wikipedia.org/wiki/SMA_Negeri_13_Medan (di akses 19 Mei
2020)
5. http://10210877.siap-sekolah.com/sekolah-profil/ (diakses 19 Mei
2020)
6. https://referensi.data.kemdikbud.go.id/tabs.php?npsn=10210877 (di
akses 19 Mei 2020)
LAMPIRAN-LAMPIRAN

A. DENAH SEKOLAH DAN KELAS YANG DIOBSERVASI

Gambar Peta Sekolah SMAN 13 Medan


B. LEMBAR OBSERVASI

LAPORAN OBSERVASI PLP 1

DI SMAN 13 MEDAN

Dibuat untuk memenuhi salah satu


Tugas Mata Kuliah
Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 (PLP 1)

Dosen Pengampu : Drs. Muhammad Arif, M.Pd

Oleh :

Abdullah Situmorang

NIM : 3183131031

KELAS A 2018

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

T.A 2020
Lampiran 2 (PLP I/ Mahasiswa)
LEMBAR KERJA PENGAMATAN TERHADAP PESERTA DIDIK

Petunjuk:
1. Bacalah pertanyaan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2. Isilah kolom yang kosong sesuai dengan hasil pengamatan yang kamu lakukan
Keterangan
SL = selalu; SR=sering;KK=kadang-kadang;JR=jarang;TP=tidak pernah

Tanggal Pengamatan : Sabtu, 07 Maret 2020


Sekolah Mitra : SMAN 13 MEDAN

No Pernyataan SL SR JR TP
1. Peserta didik mengalami keluhan terhadap masalah kesehatan    
2. Peserta didik dapat menentukan minat, bakat, intelegensinya    
3. Peserta didik dapat mengendalikan emosi    
4. Peserta didik sudah mampu berfikir    
5. Peserta didik dapat bersosialisasi dengan teman temannya
dengan baik, seperti mengenal teman, menghafal nama teman,    
dapat mengatasi perselisihan dengan teman.
6. Peserta didik termasuk orang yang suka berkata kasar atau
   
yang sikap kurang sopan
7. Peserta didik dapat mengenal agamanya dengan    
8. Peserta didik merasa kebutuhan dasar seperti sandang pangan
dan papan sudah terpenuhi, mendapat kasih saying yang
   
cukup dari orang tua, teman teman mempunyai rasa empati
atau kepedulian terhadapnya
9. Peserta didik sudah mantap dengan jurusan yang di pilih,
   
merasa yakin akan lulus dengan nilai yang maksimum,
10. Peserta didik berkeinginan dan berusaha menjadi orang yang
   
peduli dan saling tolong-menolong kepada sesama.
11. Peserta didik sudah dapat menerima kondisi kemampuannya
   
dari hasil yang di dapatkan,
12. Peserta didik sudah yakin lingkungan yang sekarang sudah
   
cukup nyaman
13. Peserta didik merasa mempunyai kesulitan dalam beradaptasi
   
di lingkungannya.dan mempunyai masalah di lingkungannya.
Deskripsi hasil pengamatan :

Pada hasil pengamatan, peserta didik disana jarang mengalamai keluhan terhadap
masalah kesehatannya, dan juga mereka jarang menggunakan kata yang kurang
sopan, dan mereka juga sering saling tolong menolong, dan peserta didik disana
selalu mampu untukk berfikir, dan menjalankan syariat agamanya masing masing
dengan baik. Dan untuk kesulitan dalam beradaptasi mereka tidak pernah merasa
kesulitan.

Kelompok A : Nama Mahasiswa

1. Abdullah Situmorang
2. Angela Merici Sinaga
3. Ayu Noviana Simatupang
4. Astuti Labora Purba
5. Azzahra Aulia Widianti
6. Cindy Risky Ananda
7. Debby Wulandari Ginting
Lampiran 3 (PLP I/Mahasiswa)
LEMBAR PENGAMATAN STRUKTUR ORGANISASI
DAN TATA KERJA (SOTK)

Petunjuk:
1. Lembar ini untuk mencatat hasil kerja kelompok setelah
melaksanakan PLP I, pada Topik SOTK
2. Lembar ini untuk mendeskripsikan SOTK di sekolah tempat PLP
3. Mohon memberi tanda centang () pada kolom di bawah Ya atau
Tidak (Jika Ya termasuk Baik atau Kurang)
4. Masing-masing kegiatan yang ada dapat ditambah keterangan untuk
mendeskripsikannya lebih baik
Tanggal Pengamatan : Sabtu, 07 Maret 2020
Sekolah Mitra : SMAN 13 MEDAN

Keterlaksanaan
Keterangan
No Struktur Organisasi dan Tata Ya Tidak
Kerja Bk Kr Tdk

1 Ada bagan struktur organisasi Ada di dinging


sekolah  dipaparkan
2 Ada deskripsi tugas untuk
Ada di dinging
masing-masing komponen  dipaparkan
organisasi

Keterangan: Tdk=tidak ; Bk=baik ; Kr=kurang


Uraian/Deskripsi SOTK Sekolah:
Saya rasa Struktur Organisasi dan Tata Kerja di SMAN 13 sudah jelas di
paparkan di dalam gedung sekolah tersebut, oleh karena itu saya rasa informasi
yang memuat SOTK di sekolah SMAN 13 tergolong Baik (Bk)

Kelompok A :Nama Mahasiswa


( )
1. Abdullah Situmorang
2. Angela Merici Sinaga
3. Ayu Noviana Simatupang
4. Astuti Labora Purba
5. Azzahra Aulia Widianti
6. Cindy Risky Ananda
7. Debby Wulandari Ginting
C. ABSENSI MINGGUAN

D. JURNAL MINGGUAN

E. DATA PENDUKUNG

F. SURAT IJIN MELAKSANAKAN PLP I DARI LPPM

G. SURAT KETERANGAN TELAH MELAKSANAKAN PLP I

H. DOKUMENTASI

Gambar Logo SMAN 13 Medan


Gambar Gerbang Masuk menuju Lingkungan SMAN 13 Medan

I. VIDEO

J. LAINNYA