Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KELOMPOK

SATUAN ACARA PENYULUHAN


SOCIAL DISTANCING DAN LOCKDOWN

Oleh :
KELOMPOK 6
Voice Angels Sahanaya
Monica Tuasa
Wiwi Hardjono
Novita Nafiu
CI Lahan CI Institusi

(………………….) (…………………….)
NIP/NIDN NIP/NIDN

PROGRAM STUDI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
NANI HASANUDDIN MAKASSAR
2020

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik : Social Distancing dan Lockdown Dalam Pencegahan

COVID-19

Sasaran : Pasien di Ruangan Perawata Interna RS Haji Makassar

Hari/tanggal : Senin,06 April 2020

Waktu : 08.00 WITA

Penyaji : Mahasiswa Profesi Ners Stikes Nani Hasanuddin

Tempat : Perawatan Interna RS Haji Makassar

A. Latar Belakang
Pada tanggal 31 Desember 2019, kasus pneumonia penyebab yang tidak diketahui
dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),
yang kemudian dikonfirmasi sebagai coronavirus baru dan diberi nama 2019-n CoV. Pada
11 Februari 2020, 44.653 kasus yang dikonfirmasi dan 1.113 kematian telah dilaporkan di
Tiongkok, dan sekitar 75% dari (33.366) kasus yang dikonfirmasi dan> 95% (1.068)
kematian berasal dari provinsi Hubei. Studi pendahuluan telah menyatakan bahwa 2019-
nCoV jauh lebih menular tetapi tidak mematikan [4,5] daripada Sindrom Pernafasan Akut
Parah (SARS) dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) dan penularan dari manusia
ke manusia bahkan selama periode inkubasi asimptomatik. (Shen, Peng, Guo, Xiao, &
Zhang, 2020)
Wabah virus corona baru COVID-19, telah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO.
Struktur kontak sosial menentukan secara kritis penyebaran infeksi dan dengan tidak adanya
vaksin, pengendalian struktur ini melalui langkah-langkah social distance atau jarak sosial
serta lockdown atau sistem terkunci yang besar tampaknya menjadi cara mitigasi yang
paling efektif. Langkah-langkah kesehatan masyarakat klasik yang direkomendasikan dalam
peristiwa epidemi Covid-19 adalah pengawasan, memferifikasi diagnosis, mengembangkan
hipotesis, isolasi kasus, dan menerapkan langkah-langkah pengendalian dan pencegahan.
Antisipasi, deteksi dini, penahanan dari penyakit, kontrol dan mitigasi, penghapusan risiko
2
telah direkomendasikan untuk menangani covid-19. Lock down atau sistem terkunci sebagai
tindakan pencegahan dan pengendalian kesehatan masyarakat adalah hal baru dalam gudang
tanggapan, yang pertama kali dipaksakan untuk dilakukan di provinsi Wuhan pada puncak
pandemi pada 23 Januari 2020, dan kemudian diperluas ke 15 kota di seluruh Tiongkok.
Alasan untuk penguncian adalah bahwa hal itu memperlambat penyebaran penyakit,
meratakan kurva agar sesuai dengan kapasitas sistem perawatan kesehatan, dan memberikan
waktu untuk penguatannya.
WHO sekarang merekomendasikan lock down sebagai strategi untuk menahan
penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19). Lebih dari 1 miliar orang telah diminta
untuk tinggal di rumah di lebih dari 50 negara dan wilayah. Negara-negara di seluruh dunia
termasuk Italia, Spanyol, Prancis, Jerman, Inggris, Austria, Belgia, Portugal, Afrika Selatan,
Australia, Cina, Israel, Malaysia, Republik Ceko telah mengumumkan penguncian untuk
periode mulai dari 12 hari hingga 28 hari.Jarak sosial intermiten yang dipicu oleh tren
pengawasan penyakit juga telah disarankan untuk memungkinkan pengembangan kekebalan
terhadap virus Covid-19.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 25 menit tentang Lock Down dan Social
Distancing dalam pencegahan covid-19, wargamengetahui dan memahami tentang Lock
Down dan Social Distancing
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 25 menit diharapkan masyarakat mampu :
a. Menjelaskan pengertian Lock Down dan Social Distancing dalam pencegahan Covid-19
b. Menjelaskan manfaatLock Down dan Social Distancing dalam pencegahan Covid-19
c. Menjelaskan kekurangan dari penerapan sistem Lock Down dalam pencegahan Covid-19

C. Sasaran
Warga Kompleks Bontoramba.

D. Kegiatan Penyuluhan

3
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta

1 Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam


(5 menit) 2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan
3. Menggali pengetahuan memperhatikan
keluarga pasien 3. Menjawab pertanyaan
tentang Covid-19
4. Menjelaskan tujuan
Penyuluhan 4. Mendengarkan dan
5. Membuat kontrak memperhatikan
waktu 5. Menyetujui kontrak
waktu
2 Kegiatan Inti 1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan dan
(10 menit)  Pengertian Lock memperhatikan
Down dan Social penjelasan Penyuluh
Distancing
 Manfaat dari
penerapan sistem
Lock Down dan
Social Distancing
 Kekurangan dari
penerapan system
Lock Down dan
Social Distancing
2. Memberikan 2. Aktif bertanya
kesempatan untuk
bertanya 3. Mendengarkan
3. Menjawab pertanyaan
peserta
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi 1. Mendengarkan dan
(10 menit) yang disampaikan oleh Memperhatikan

4
penyuluh
2. Mengevaluasi peserta
atas penjelasan yang 2. Menjawab pertanyaan
disampaikan dan yang diberikan
penyuluh menanyakan
kembali mengenai
materi penyuluhan
3. Salam Penutup 3. Menjawab salam

E. Materi terlampir
Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi :
1. Pengertian Metode Penyuluhan
2. Ceramah
3. Tanya jawab

F. Rencana Evaluasi
1. Persiapan Media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan dalam semuanya lengkap dan siap
digunakan. Media yang akan digunakan adalah leaflet.
2. Proses Penyuluhan
a. Sasaran aktif mendengarkan materi yang disampaikan
b. Didalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan
sasaran.
c. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai materi yang diberikan.
3. Hasil Penyuluhan
a. Jangka pendek
1) Sasaran dapat menjelaskan pengertian Lock Down dan Social Distancing dalam
pencegahan Covid-19
2) Sasaran dapat menjelaskan manfaat dari penerapan Lock Down dan Social
Distancing dalam pencegahan Covid-19

5
3) Sasaran dapat menjelaskan kekurangan dari penerapan Lock Down dan Social
Distancing dalam pencegahan Covid-19
b. Jangka Panjang
Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai Lock Down dan Social
Distancing dalam pencegahan Covid-1.

6
Lampiran 1
LOCK DOWN DAN SOCIAL DISTANCING DALAM
PENCEGAHAN COVID-19

A. Defenisi
Lockdown atau sistem terkunci merupakan situasi yang melarang warga untuk
masuk ke suatu tempat karena kondisi darurat. Lockdown juga bisa berarti negara yang
menutup perbatasannya, agar tidak ada orang yang masuk atau keluar dari negaranya.
Jika sistem terkunci dilakukan dengan baik atau sempurna maka kasus Covid dapat
terselesaikan dalam waktu 1,5 bulan. Lockdown tidak menawarkan solusi yang
langgeng, tetapi hanya menunda timbulnya penularan tinggi, membiarkan kasus-kasus
baru muncul pada tingkat yang dapat diatasi oleh sistem kesehatan negara. (Zhang,
Jiang, Yuan, & Tao, 2020)
Social distance atau jarak sosial merupakan sistem untuk mengurangi interaksi
antara orang-orang dalam komunitas yang lebih luas,mengurangi kontak tatap muka
langsung di mana individu mungkin menular tetapi belum diidentifikasi sehingga belum
terisolasi. Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai
dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, dan stadion. Bila seseorang dalam kondisi
yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar
1,5 meter dari orang lain. Karena penyakit yang ditularkan oleh tetesan pernapasan
membutuhkan kedekatan tertentu dengan orang, jarak sosial orang akan mengurangi
penularan. Jarak sosial sangat berguna dalam pengaturan di mana penularan komunitas
diyakini telah terjadi, tetapi di mana hubungan antara kasus tidak jelas dan di mana
pembatasan ditempatkan hanya pada orang yang diketahui telah terpapar dianggap tidak
cukup untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Contoh untuk jarak sosial meliputi :
1. Penutupan sekolah, belajar di rumah secara online bagi siswa sekolah dan mahasiswa
2. Penutupan perkantoran, bekerja dari rumah (work from home)
3. Penangguhan pasar umum

7
4. Pembatalan pertemuan atau acara yang dihadiri orang banyak, seperti konferensi,
seminar, dan rapat, atau melakukannya secara online lewat konferensi video atau
teleconference.
5. Tidak mengunjungi orang yang sedang sakit, melainkan cukup melalui telepon atau
video call.

Diharapkan dari kebijakan jarak social dapat mengelola jumlah orang yang
terinfeksi pada waktu tertentu, sehingga sistem perawatan kesehatan mampu
mengatasinya. (Wilder-Smith & Freedman, 2020)

Dapat dilihat bahwa di Negara di negara Inggris yang hanya melakukan semi-
lockdown (dengan mis. Banyak orang masih akan bekerja dan menggunakan
transportasi publik), dengan 4,5 bulan melakukan semi-kuncian ini sekitar 80.000 orang
meninggal. Sedangkan jika diberlakukan sistem lockdown secara menyeluruh dan
dengan sempurna, pandemi ini dapat terselesaikan dalam kurun waktu sekitar 1,5 bulan
dengan hanya 21.000 yang meninggal. Jika penerapan lock down ini tidak dilakukan
dengan standar yang cukup tinggi, maka akan memakan waktu yang lebih lama, dengan
hasil yang tidak terlalu maksimal. (Wilder-Smith & Freedman, 2020)

Adapun cara untuk melakukan Social distancing, yaitu dengan mengurangi


bepergian ke tempat umum, menjaga jarak paling tidak 1-2 meter dari orang lain, dan
mengurangi kontak fisik seperti berjabat tangan, cium pipi, dan sebagainya.

B. Manfaat
Manfaat dari penerapan sistem Lock Down atau sistem terkunci dan Social
Distance yaitu :
1. Membantu memperlambat kecepatan infeksi
Social distancing membantu mengurangi korelasi Covid-19. Social distancing adalah
imbauan yang dilakukan dengan tujuan utamanya dapat mengurangi risiko
penyebaran virus corona covid-19. Sebab, satu cara penularan virus corona adalah
dengan droplets yang secara tidak sadar dapat dikeluarkan oleh orang lain di sekitar.
Tidak hanya itu, melakukan interaksi dan bahkan bersentuhan dengan orang lain pun
dapat menjadi salah satu penyebab dari penularan virus corona covid-19 tersebut.
Maka dari itu, dengan melakukan social distancing pada saat ini adalah tindakan
yang tepat.

8
2. Polusi udara menurun.
Banyak aktivitas manusia yang menyebabkan polusi udara, suara, hingga air
sehingga dapat menyebabkan masalah lingkungan seperti pemanasan global di
seluruh dunia. Dengan adanya imbauan social distancing, maka aktivitas manusia
yang menyebabkan polusi dapat berkurang dengan drastis. Sebab, segala aktivitas
yang dapat dikerjakan dari rumah mampu mengurangi rutinitas manusia yang
menyebabkan kerusakan lingkungan. Beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan
polusi antara lain penggunaan bahan bakar fosil sebagai akibat dari tingginya
mobilitas manusia untuk beraktivitas di luar rumah.
3. Lebih dekat dengan orang terdekat
Social distancing dan lockdown membuat waktu untuk beraktivitas di rumah menjadi
lebih panjang. Hal tersebut dapat menjadi momen yang tepat untuk mengisi waktu
bersama orang terdekat di rumah.

C. Kekurangan
Ketika pemerintah memilih kebijakan  lockdown, maka dampak yang dibawa akan
sangat signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyakarat, khususnya sektor usaha
informal. Mereka yang hidupnya bekerja dari hari ke hari untuk menyabung hidup, jika
aktivitas secara total dihentikan, ini bisa menjadi masalah sosial tersendiri.

9
DAFTAR PUSTAKA

Shen, M., Peng, Z., Guo, Y., Xiao, Y., & Zhang, L. (2020). Lockdown may partially halt the
spread of 2019 novel coronavirus in Hubei province, China. MedRxiv,
2020.02.11.20022236. https://doi.org/10.1101/2020.02.11.20022236
Wilder-Smith, A., & Freedman, D. O. (2020). Isolation, quarantine, social distancing and
community containment: pivotal role for old-style public health measures in the novel
coronavirus (2019-nCoV) outbreak. Journal of Travel Medicine, 1–4.
https://doi.org/10.1093/jtm/taaa020
Zhang, Y., Jiang, B., Yuan, J., & Tao, Y. (2020). The impact of social distancing and epicenter
lockdown on the COVID-19 epidemic in mainland China: A data-driven SEIQR model
study. MedRxiv, 2019(December 2019), 2020.03.04.20031187.
https://doi.org/10.1101/2020.03.04.20031187

10
11