Anda di halaman 1dari 52

1

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
2

DAFTAR ISI
Diterbitkan oleh : Pengantar Redaksi 3
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
DITJEN PP & PL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK PENGENDALIAN MUTU MANDIRI
4
INDONESIA Oleh : RAISSEKKI, SKM, MM

PELINDUNG / PENASEHAT : ZERO GROWTH PERSONEL


6
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Oleh : Irene Kusumastuti, SE

Raissekki, SKM.MM. Pelasanaan Kegiatan PK&SE, (RBAW) 7

DEWAN REDAKSI : SAMPAH DI LAUTKU


16
Ketua, RBA. Widjonarko,SKM.M.Kes. Oleh : Dewi Diah Palupi, SKM
SCREENING FAKTOR RISIKO PENYAKIT
Anggota Redaktur :
JANTUNG DI WILAYAH KERJA SUNDA 20
Drs. Wilpren Gultom,MM. KELAPA
Rosyid Ridlo Prayogo,SE.,MKM. Oleh : dr Nyoman Putra
Ikron, SKM.,MKM.
RISIKO POTENSIAL PENYAKIT-PENYAKIT
Agus Syah FH.SKM.
INFEKSI
dr.Endriana S.Lubis. 27
PADA PELAKU PERJALANAN
Dewi Dyah Palupi,SKM.
Oleh : Diah lestari
ARTI WARNA DALAM SURAT CINTA
EDITOR : 35
Oleh : Roswitha Kusuma Wardhani
Nana Mulyana,SKM.
Lussi Soraya. JEJARING PENGENDALIAN VEKTOR
Dian Puspa Riana,SKM. DENGAN STAKE HOLDER DI LINGKUNGAN
PELABUHAN TANJUNG PRIOK
Oleh : Agus Syah FH, SKM 37

Desain Grafis & Photografer : POTRET SEBUAH KEMITRAAN (RBAW) 39

Robi’ur Rosyid
Syaflovida PISANG DALAM KEHIDUPAN KITA
SEHARI—HARI 40

Ny. Bertha M. Pasolang, SSos.


Sekertariat :
Nursamah,S.Sos Executive repot Evaluasi Pasca Pelatihan
42
Evi Maria Kekarantinaan Kapal (RBAW)

PROMOSI DAN SOSIALISASI PENYAKIT


Alamat : TIDAK MENULAR KANTOR KESEHATAN
48
Jl. Raya pelabuhan No.17 - Tanjung Priok, Jakarta Utara, PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
By, : Nyompu
Telepon : (021) 43931045, 4373266.,
Bayi dan kakek , oleh : Hendra Kusu-
Faximile : (021) 4373265, mawardhana
50

Webblog: http://kkptanjungpriok.blogspot.com.
E-mail : kkptanjungpriok@gmail.com

Model Cover : Ibu Menteri Kesehatan RI sebagai Inspektur upacara pada penutupan Pelatihan
kekarantinaan di Terminal - Pelabuhan Tanjung Priok Thn 2010
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
3

Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
INFO KESEHATAN PELABUHAN

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan ini merupakan buletin Volume V edisi 3 yang diterbitkan oleh
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok. Buletin ini merupakan wahana informasi bagi insan
pelabuhan dalam mengembangkan potensi diri guna mendukung pelaksanaan program kesehatan,
khususnya di Gerbang Negara.
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan berisi informasi hasil kegiatan pelaksanaan program kesehatan
pelabuhan, kajian – kajian, pengembangan teknologi, peningkatan sumber daya manusia melalui
pelatihan, naskah – naskah ilmiah, dan karya – karya seni serta peristiwa – peristiwa terkini lainya, bahkan
informasi kesehatan tradisional.
Topik – topiknya yakni Atensi, Ruang TU, Ruang PKSE, Ruang PRL, Ruang UKLW, Teknologi dan
informasi, Serba serbi, Jejaring kerja dan kemitraan, Flora dan fauna, Kajian dan Diklat, Aneka peristiwa
serta Relaksasi
Redaksi menerima sumbangan artikel, laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak – sajak ataupun
karya sastra lain dan foto – foto yang berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan. Redaksi
memberikan kesempatan ini pada para kolega KKP, institusi kesehatan unit pusat dan daerah serta seluruh
pembaca di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan Buletin Info Kesehatan Pelabuhan.
Dewan redaksi mengajak para pembaca buletin ini untuk melaju dengan kecepatan optimal dalam
meningkatkan jejaring informasi guna mencapai kinerja yang kita inginkan.
Silakan jika ada yang mau bergabung.
Selamat bekerja dan sukses selalu
Dewan Redaksi

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
4
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

PENGENDALIAN MUTU MANDIRI ATENSI


Oleh : RAISSEKKI, SKM, MM

Peningkatan kesehatan di wila- peningkatan upaya kesehatan di wilayah ini


yah pelabuhan harus memperoleh perhatian seiring dengan perkembangan pola penya-
khusus dalam kit.
menyambut Penyakit yang bersumber dari
era globalisa- makanan ataupun yang dapat ditularkan
si pasar be- melalui ma-
bas, karena kanan sering
pelabuhan kita dengar
merupakan pada media
obyek bisnis masa.
segala bi-
Dampak
dang ekono-
dari penya-
mi, terutama pada pelabuhan yang arus
kit bawaan
lalulintas kapalnya sangat padat.
makanan ini
Secara otomatis, perubahan juga te- dapat
lah terjadi dalam jenis dan pola penyakit ser- menggang-
ta masalah – gu produkti-
masalah kese- vitas dan
hatan lainnya. menggang-
Untuk melin- gu kelanca-
dungi masya- ran perekonomian masyarakat pada
rakat pela- umumnya.
buhan dari
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan
ancaman ma-
adanya pengendalian mutu makanan yang
suk keluarnya
dilaksanakan secara mandiri dan utuh oleh
penyakit antar
perusahaan makanan, baik perusahaan jasa
negara dan antar pulau dalam negeri yang
boga maupun rumah makan yang
ditularkan melalui pelabuhan, perlu adanya
beroperasi dalam wilayah pelabuhan.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
5

Pengendalian mutu mandiri makanan sehingga dapat meningkatkan


merupakan upaya mandiri untuk mengenal nilai tambah dalam keamanan makanan,
dan mengukur meningkatkan keuntungan penggunaan ba-
bahaya yang han baku terbaik dan reaksi cepat dalam
spesifik sebagai mengatasi masalah produksi yang timbul.
u p a y a Pengelolaan yang baik dan benar
pencegahan pada dasarnya adalah mengelola makanan
untuk menjamin berdasarkan
keamanan kaidah –
m a k a n a n . kaidah dari
Pendekatan prinsip – prinsip
pengendal ian penyehatan
mutu mandiri ini sejalan analisis bahaya titik m a k a n a n
kendali kritis dan dengan system kualitas d e n g a n
manajemen dunia (ISO 9000). pendekatan
Analisis bahaya titik kendali kritis atau a n a l i s i s
hazard analysis bahaya titik kendali kritis. Penerapan prinsip
critical control kegiatan pengendalian mutu mandiri melalui
p o i n t pendekatan analisis bahaya titik kendali kritis
merupakan dalam proses produksi dan pengolahan
suatu alat yang makanan yang
dipakai untuk beredar di pe-
mengukur ting- labuhan akan
kat bahaya, menjamin kea-
menduga perkiraan resiko dan manan produk

Pendekatan analisis bahaya titik ken- makanan. Se-

dali kritis ini da- cara otomatis,

pat disesuaikan pengaw asan

d e n g a n t e r h a d a p

perkembangan kegiatan analisis bahaya titik kendali kritis

desain, prose- pada perusahaan makanan, jasa boga dan

dur, proses atau rumah makan yang beroperasi di pelabuhan

teknologi pen- merupakan tanggungjawab Kantor Kese-

g o l a h a n hatan Pelabuhan.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
6
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

”ZERO GROWTH PERSONEL” ? Ruang TU

Oleh : Irene Kusumastuti, SE

Perencanaan kebutuhan tenaga Sedangkan penghitungan kebutuhan satu


pada sektor kesehatan harus utuh, termasuk jenis tenaga secara detail dalam suatu
kebutuhan tenaga profesi selain bidang institusi diperlukan penghitungan kebutuhan
kesehatan, dalam arti bahwa tenaga berdasarkan kinerja.
pembangunan sektor kesehatan harus Untuk mempercepat pemenuhan
didukung oleh tenaga multi disiplin keilmuan. tenaga kesehatan secara merata di seluruh
Sebagai contoh penempatan dokter Indonesia, maka kecukupan daya tampung
spesialis di rumah sakit, selain membutuhkan institusi pendidikan tenaga kesehatan dan
dukungan sarana dan prasarana yang kecukupan mutu dosen juga harus ditingkat-
memadai juga memerlukan dukungan SDM kan. Oleh karena itu penyelenggaraan ak-
kesehatan lainnya, disamping itu rumah sakit reditasi institusi harus dilaksanakan secara
juga membutuhkan tenaga administrasi, ahli konsekuen guna menjamin kualitas penye-
akuntans, ahli hukum, dsb. lenggaraan pendidikan dan mutu lulusan
Perencanaan tenaga pada sektor ke- tersebut.
sehatan sebaiknya diarahkan pada Kita lihat kenyataanya, pemenuhan
pengembangan tenaga jangka panjang, kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh Indo-
jangka menengah dan jangka pendek untuk nesia masih belum merata. SDM sektor kese-
menunjang Indonesia Sehat tahun sekian. hatan di daerah terpencil, tertinggal, perba-
Penghitungan kebutuhan tenaga tasan, rawan konflik, rawan bencana masih
kesehatan dengan menggunakan rasio sangatlah kurang karena tidak diminati. Na-
terhadap penduduk diharapkan dapat mun upaya pemerataan tenaga kesehatan
dipergunakan oleh semua pihak terkait baik masih terus dijalankan hingga diberlakukan
pemerintah, swasta dan pengguna lainnya kebijakan ―zero growth personel‖ dimana
untuk merencanakan kebutuhan masing – Pemerintah kian membatasi pengangkatan
masing. Selanjutnya, diperlukan juga adanya PNS baru.
penghitungan kebutuhan tenaga kesehatan Apakah kebijakan tersebut tepat dan
berdasarkan sarana pelayanan dan kajian efektif?
ulang tentang indikator Indonesia Sehat.
Kebijakan ini perlu dikaji lebih lanjut !

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
7
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

Selintas tentang : RUANG PKSE

PELAKSANAAN KEGIATAN PK & SE PADA TAHUN 2009


DI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK

Lanjutan dari Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

G. Pengawasan Lalu Lintas Komoditi negara-negara Timur Tengah (Algeria, Turkey,


OMKABA Eksport-Import Saudi Arabia, Srilangka, Kuwait, Iraq), namun

Untuk menjaga keamanan pengawasan tersebut bukan karena

produk dan mencegah dampak yang kesadaran dari pihak produsen, akan tetapi

timbul dari aktivitas masuk dan keluarnya dikarenakan karena permintaan dari negara

komoditi OMKABA di wilayah pelabuhan, tujuan eksport tersebut, sehingga

Bidang Pengendalian Karantina dan pengawasan lalu lintas komoditi OMKABA

Survailans Epidemiologi KKP Kelas I Tanjung eksport-import masih belum maksimal

Priok melakukan kegiatan pengawasan lalu terutama lau lintas komoditi OMKABA Import.

lintas komoditi OMKABA (Obat, Makanan, Salah satu kendalanya yaitu karena adanya

Kosmetik, Alat Kesehatan dan Bahan Adiktif) MOU antara Ditjen Bea Cukai dengan Balai

export – import. Bentuk pengawasan POM, padahal salah satu upaya agar

terhadap produk OMKABA tersebut pengawasan tersebut maksimal antara lain

dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik dengan sosialisasi ke pengguna jasa

barang, pemeriksaan kelengkapan do- OMKABA eksport-import dan penguna

kumen, peninjauan langsung terhadap lainnya.

proses produksi atau gudang penyimpanan, Jumlah penerbitan sertifikat


pengambilan sampel, permeriksaan kesehatan yang diterbitkan oleh Kantor
laboratorium dan penerbitan Sertifikat Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok
Kesehatan (Health Sertificate). selama tahun 2009 sebanyak 489 sertifikat,

Umumnya komoditi yang seperti terlihat pada grafik 12. Secara garis

diperiksa adalah Makanan (Permen, Teh, besar bahwa penerbitan sertifikat sebagian

Mie, kacang, kecap, selai, coklat, dll), besar didominasi untuk produk makanan /

minuman (susu, air mineral,dll), Obat minuman sebesar 423 komoditi (86,50%), ke-

(glicerine), dan alat kesehatan (gelas, mudian diikuti produk alkes sebesar 64 ko-

mangkok, dll). Sedangkan mayoritas tujuan moditi (13,08%) dan hanya sebagian kecil

eksport dari komoditi OMKABA adalah produk obat sebesar 2 komoditi (0,40%).

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
8
Grafik 12

Kegiatan pengawasan OMKABA pada satunya dengan melakukan pengawasan


12 bulan terakhir mengalami peningkatan kapal dan ABK yang datang dari luar negeri
dan penurunan dengan frekuensi terbesar dengan diwajibkannya kapal-kapal tersebut
pada Bulan Juli sebesar 58 sertifikat (11,86%), untuk sandar di luar dam (zona karantina)
dan yang terkecil pada Bulan Februari untuk terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan.
sebesar 25 sertifikat (5,11%) dengan rata-rata Penyebaran influenza A (H1N1) di Tahun 2009
setiap bulannya sebanyak 40 sertifikat dari terjadi dengan cepat, dalam waktu hampir 3
489 sertifikat. bulan (akhir Maret – Juni) hampir seluruh
Pada Tahun 2009 pengawasan lalu negara di dunia telah terjangkit oleh penyakit
lintas komoditi OMKABA eksport-import ini hal ini diperkuat dengan ditetapkannya
sebesar 489 komoditi, jika dibandingkan pandemi influenza A (H1N1) oleh WHO.
dengan Tahun 2008 maka terjadi penurunan Penyebaran influenza A (H1N1) di Tahun
sebesar 6,54%. 2009 terjadi dengan cepat, dalam waktu
H. Survailans epidemiologi penyakit menular hampir 3 bulan (akhir Maret – Juni) hampir
potensial wabah pada alat angkut. seluruh negara di dunia telah terjangkit oleh

Sistem kewaspadaan dini (SKD) yang penyakit ini hal ini diperkuat dengan

dilakukan oleh KKP Kelas I Tanjung Priok ditetapkannya pandemi influenza A (H1N1)

adalah melakukan deteksi dini terhadap oleh WHO.

kemungkinan adanya penyebaran penyakit Hasil SE ABK di pelabuhan Tanjung Priok


di Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, salah selama tahun 2009 sebagai berikut :

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
9

1. Survailans epidemiologi Kedatangan ABK pengawasan terhadap semua ABK yang

ABK kapal yang datang ke datang ke Wilayah pelabuhan Tanjung Priok

wilayah Pelabuhan Tanjung Priok terbesar di didapatkan bahwa seluruh ABK dalam

Bulan Oktober sebesar 36743 orang (7,32%) keadaan sehat, dengan kata lain secara

dan terkecil kedatangan ABK terjadi di Bulan otomatis tidak ditemukan adanya suspect

Februari sebesar 28529 (7,44%), dengan ke- atau carier penyakit menular potensial wa-

warganegaraan ABK terbesar adalah war- bah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada

ganegara Republik Indonesia (RI). Dari hasil grafik 13 di bawah ini.

Grafik 13

2. Survailans epidemiologi keberangkatan dengan kewarganegaraan ABK terbesar


ABK adalah warganegara Republik Indonesia (RI).

Seperti terlihat dalam grafik 14, dapat Dari hasil pengawasan terhadap semua ABK

dijabarkan bahwa ABK kapal yang berang- yang datang ke Wilayah pelabuhan Tanjung

kat dari wilayah Pelabuhan Tanjung Priok ter- Priok didapatkan bahwa seluruh ABK dalam

besar di Bulan Oktober sebesar 35796 orang keadaan sehat dan tidak ditemukan

(9,42%) dan terkecil keberangkatan ABK ter- adanya suspect atau carier penyakit menular

jadi di Bulan Januari sebesar 27713 (7,29%), potensial wabah.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
10

Grafik 14

Sedangkan untuk melihat perbandin- katan ABK dapat dilihat pada tabel 6 berikut
gan antara kedatangan ABK dan keberang- di bawah ini :

Tabel 6
Distribusi Kedatangan dan Keberangkatan ABK
Di Wilayah Pengawasan KKP Kelas I Tanjung Priok pada Tahun 2009

Pelab. Dalam Pelab. Luar Negeri Pelab. Luar Negeri


Jumlah
Bulan Negeri Sehat Terjangkit
Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat

Januari 22665 22944 5565 4274 703 495 28933 27713


Februari 23787 24721 4227 3631 515 400 28529 28752
Maret 25449 25909 5096 4182 1059 790 31604 30881
April 24572 25232 4259 4139 884 708 29715 30079
Mei 27256 27621 3554 3019 2083 1783 32893 32423
Juni 27516 28436 144 43 4113 4649 31773 33128
Juli 28215 28616 0 0 5856 4811 34071 33427
Agustus 28152 29715 0 0 5375 5019 33527 34734
September 23074 23037 0 0 5053 4218 28127 27255
Oktober 30961 30538 0 0 5782 5258 36743 35796
November 26068 26053 0 0 5396 5665 31464 31718
Desember 24771 28498 0 0 11710 5388 36481 33886
Jumlah 312486 321320 22845 19288 48529 39184 383860 379792

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
11

3. Survailans epidemiologi Penumpang

Grafik 15

Kedatangan penumpang dari pelabu- dengan rata-rata setiap bulannya sebesar


han dalam negeri di Terminal Penumpang 4478 orang. Penumpang lanjut merupakan
Nusantara Pura II Pelabuhan Tanjung Priok, penumpang yang hanya melewati
baik penumpang turun, penumpang lanjut Pelabuhan Tanjung Priok (transit) untuk
maupun penumpang naik menurut bulan menuju pelabuhan berikutnya.
cukup bervariasi, untuk lebih jelasnya dapat Sedangkan distribusi penumpang naik
dilihatpada grafik 15 di atas. Penumpang terbesar pada Bulan Oktober 27075 orang
turun terbesar terjadi pada Bulan Juli sebe- (12,74%) dan terkecil pada Bulan Februari
sar 31374 (12,34%) dan penumpang turun sebesar 12052 orang (5,57%) dengan rata-
terkecil pada Bulan November sebesar 11949 rata penumpang naik setiap bulannya
orang (4,70%). Rata-rata penumpang turun sebesar 17702 orang dari total kedatangan
setiap bulannya sebesar 21172 orang dari penumpang naik 212434 orang.
total kedatangan penumpang turun sebesar
Tingginya penumpang lanjut dan
254067 orang.
penumpang naik di Terminal Bulan Oktober
Untuk penumpang lanjut terbesar pada disebabkan karena pada bulan tersebut
Bulan April sebesar 5556 orang (10,33%) dan terdapat hari raya Idul Fitri, sehingga banyak
terkecil pada Bulan Maret sebesar 4420 masyarakat yang menggunakan kapal laut
orang (6,47%). dari Total kedatangan sebagai pilihan tranportasi untuk pulang
penumpang lanjut sebesar 53739 orang kampung.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
12

I. Surveilans Epidemiologi penyakit melalui Mulai tgl 26 April 2009 pd minggu 17,
Web site terdapat 3 Negara (sebanyak 38 kasus) yang

Bidang Pengendalian Karantina & SE terjangkit penyakit Influenza A (H1N1).

didalam melakukan pencegahan penyakit Penyakit ini terus menyebar dan akhirnya

menular potensial wabah, salah satunya pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009, WHO

dengan melakukan pengamatan penyakit menyatakan PANDEMI dan Indonesia

di web site-web site kesehatan setiap terjangkit pada tgl 26 Juni 2009 pd minggu

harinya, antara lain : ( www.depkes.go.id, 25 (urutan negara ke 110).

www.p2pl.go.id, www.who.int, www.kespel.net,


www.sudinkesmasjakut.go.id, www.cdc.com,
J. Surveilans Epidemiologi penyakit di Sarana
www.kompas/kesehatan.com). Informasi yang
Pelayanan Kesehatan
didapat kemudian dibuat laporannya.
Pada tahun 2009, Bidang Pengendalian
Salah satu penyakit yang diamati
Karantina & SE melakukan sistem
adalah kasus penyakit influenza A (H1N1),
kewaspadaan dini terhadap penyebaran
adapaun data yang diperoleh adalah
penyakit menular potensial wabah seperti
sebagai berikut :
kasus kesakitan yang ada pada sarana
pelayanan kesehatan di Wilayah Pelabuhan
Tabel 8
Tanjung Priok. Kegiatan ini dilaksanakan
Distribusi kasus influenza A (H1N1)
Menurut mingguan wabah dengan tujuan untuk memberikan gambaran
pada Tahun 2009 pola penyakit di sekitar wilayah Pelabuhan
Tanjung Priok. Kegiatan ini dilakukan dengan
Minggu Jumlah Jumlah Kasus Jumlah melakukan pengumpulan data angka
Ke Negara Konfirmasi Kematian kesakitan pada pelayanan kesehatan
17 16 658 17 (puskesmas, poliklinik dan rumah sakit) setiap
18 29 3440 48 bulannya. Adapaun pelayanan kesehatan
19 36 8451 72 tersebut adalah : Rumah Sakit Port Medical
20 44 12022 86
Center, Poliklinik KBN Tanjung Priok, Poliklinik
21 54 15510 99
Bogasari, Poliklinik Bea dan Cukai Tanjung
22 70 21940 125
23 75 29669 145 Priok, Puskesmas Kelurahan Kali Baru,
24 95 44287 180 Puskesmas kelurahan Pluit, Puskesmas
25 113 59814 263 Kelurahan Ancol, Puskesmas Kecamatan
26 127 89912 382
Tanjung Priok, Puskesmas Penjaringan I dan
27 137 94519 428
Puskesmas Kelurahan Marunda.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
13

Pengamatan penyakit pada sarana terdapat penumpang turun sebesar 11781,


pelayanan kesehatan di sekitar Pelabuhan penumpang lanjut sebesar 1537 orang dan
Tanjung Priok, terbesar adalah penyakit penumpang turun sebesar 12927 orang.
Infeksi akut pada saluran pernafasan bagian Untuk situasi khusus arus mudik
atas (ISPA) sebesar 116452 penderita, diikuti lebaran, berdasarkan data tiga tahun
oleh penyakit Diare sebesar 14745 penderita terakhir, arus mudik yang melewati
dan penyakit darah tinggi sebesar 13610 Pelabuhan Tanjung Priok baik penumpang
penderita. turun, lanjut dan naik mengalami
peningkatan. Pada arus mudik tahun 2008

K. Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular dari H-7 sampai dengan H+7 sebanyak 25102

Dalam Situasi Khusus orang, sedangkan pada hari yang sama


pada tahun 2007 sebanyak 23478 orang dan
Pelabuhan Tanjung Priok
pada Tahun 2006 sebanyak 14758 orang.
merupakan salah satu pintu utama lalu lintas
kapal, barang dan manusia Mobilitas Pada tahun 2009, Kantor

manusia dan barang yang melalui Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok

pelabuhan ini sangat tinggi dan meningkat melakukan pengamatan selama H-14

tajam pada situsi-situasi khusus seperti pada sampai dengan H+14, hal ini dilakukan

saat liburan sekolah ( 14 s/d 27 Juli 2009), hari mengingat liburan anak sekolah menjelang

raya Idul Fitri (7 September s/d 5 Oktober lebaran yang cukup panjang serta

2009) dan hari raya natal dan tahun baru (17 merebaknya kasus penyakit influenza Tipe A

s/d 30 Desember 2009). Keadaan ini akan (H1N1). Pada Tahun 2009 didapatkan data

sangat beresiko sebagai upaya Sistem Ke- jumlah penumpang seluruhnya baik

waspadaan Dini Kejadian Luar Biasa terjad- penumpang turun, penumpang lanjut dan

inya penyebaran penyakit atau timbulnya penumpang naik sebesar 52.242 orang.

KLB di Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Peningkatan jumlah arus mudik penumpan ini
harus dicermati dan diwaspadai sebagai
Untuk situasi khusus liburan
faktor resiko yang perlu mendapat perhatian,
sekolah terdapat arus mudik yang singgah
agar dampak
maupun melewati Pelabuhan Tanjung Priok
yang
sebesar 20485 yang terdiri dari penumpang
ditimbulkan
turun sebesar 11194 orang, penumpang
tidak menjadi
lanjut sebesar 1916 orang dan penumpang
masalah
naik sebesar 7375 orang. Sedangkan untuk
kesehatan
situasi khusus hari raya natal / Tahun Baru,
masyarakat.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
14

Sesuai Permenkes No. 356 Tahun Terdapat 2 kasus kematian, yaitu yang
2009 bahwa tugas pokok dan fungsi Kantor pertama penumpang KM. Sinabung yang
Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, berjenis kelamin wanita dan berusia 69 tahun.
yaitu melaksanakan cegah tangkal masuk Diduga kematian disebabkan karena Heart
dan keluarnya Public Health Emergency of Attack (Serangan Jantung). Yang kedua
International concern / PHEIC (masalah penumpang KM. Ciremai yang berjenis
kedaruratan kesehatan masyarakat yang kelamin Laki-laki berusia 25 tahun dan diduga
menjadi perhatian global beserta factor kematiannya disebabkan karena Heart
risikonya), maka untuk mengantisipasi dam- Attack (Serangan Jantung).
pak negatif yang ditimbulkan oleh arus
mudik ini, Bidang Pengendalian Karantina
L. Promosi Informasi Data SE
dan Survailans Epidemiologi Kantor Kese-
Bidang Pengendalian Karantina & SE
hatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok melak-
melakukan promosi data surveilans epidemi-
sanakan upaya system kewaspadaan dini
ologi dengan membuat kliping kesehatan,
kejadian luar biasa pada saat arus mudik le-
majalah dinding (madding) dan advokasi ke
baran idul fiti di terminal penumpang den-
instansi di Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.
gan melakukan koordinasi dengan instansi
Pembuatan kliping dilakukan dengan
terkait di wilayah Terminal penumpang
mengkliping tiga media cetak (Surat kabar
Nusantara Pura II Pelabuhan Tanjung Priok.
Kompas, Media Indonesia, Tempo). Isi kliping
Adapun hasil kegiatan tersebut sebagai
berisi tentang informasi kesehatan seperti
berikut dibawah ini :
wabah/KLB, kebijakkan pemerintah
Jumlah penderita yang
mengenai kesehatan, angka kesakitan dan
berobat di Poliklinik kapal penumpang
kematian dari suatu penyakit, Kebijakkan
tujuan Tanjung priok sebesar 4 orang, seluruh
organisasi International mengenai kesehatan,
penderita adalah laki-laki. Dibandingkan
berita kesehatan di pelabuhan, dll.
dengan tahun 2008 penderita yang berobat
Kliping disusun dan dijilid setiap
ke klinik mengalami penurunan. Penderita
bulannya. Selama Tahun 2009, telah disusun
yang berobat tahun 2008 sebesar 15 orang.
kliping sebanyak 12 jilid. Untuk majalah
Total jenis penyakit yang ditemukan
dinding (mading) dilakukan pencarian
sebanyak 3 penyakit. Penyakit yang terbesar
informasi dari web site-web site kesehatan
adalah ISPA sebesar 2 orang (50%).
dan data-data kegiatan yang telah tercapai
Dibandingkan dengan Tahun 2008, penyakit
setiap bulannya.
yang menduduki urutan terbesar mengalami
perubahan. yakni penyakit Febris.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
15

Untuk mengoptimalkan penyebaran Dalam rangka meningkatkan


informasi kegiatan kekarantinaan & kepercayaan pelayaran internasional
Surveilans Epidemiologi KKP Kelas I Tanjung terhadap kemampuan pelabuhan –
Priok maka pada Tahun 2009 disusun leaflet pelabuhan di Indonesia dan sehubungan
kekarantinaan dan Surveilans Epidemiologi dengan di berlakukannya IHR tahun 2005,
yang kemudian disebarkan ke pengguna pada tanggal 15 Juni 2007 Kantor Kesehatan
jasa, stake holder dan instansi-instansi terkait Pelabuhan dituntut bukan hanya mampu
lainnya. mencegah masuk dan keluarnya penyakit

Selain melaui kliping, madding dan ad- potensial wabah, namun juga harus siap

vokasi, promosi dan sosialisasi cegah tangkal menyelesaikan masalah kesehatan

penyakit menular potensial wabah di masyarakat yang dianggap darurat secara

Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok dilakukan internasional ( Public Health Emergency of

juga dengan mengadakan pertemuan- International Concern ), antara lain dengan

pertemuan baik yg difasilitasi oleh KKP dikembangkan National Single Window

sendiri maupun stake Holder (Adpel, Inza, (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok yang diber-

BKKP, dll). Cegah tangkal penyakit ini lakukan sejak Desember 2008. NSW terdiri dari

diperkuat dengan adanya SK Adpel Kelas 2 pilar yaitu Trade net (dalam rangka pelaya-

Utama Tanjung Priok, no : UK.117/31/6/ nan barang) dan Port net (dalam rangka pe-

AD.RPK-09 Tgl : 23 Juli 2009 tentang Pemben- layanan kapal, khususnya kapal yang mela-

tukan Tim Kewaspadaan, Pencegahan dan kukan aktifitas eksport-import). Sistem Portnet

Penanganan Influenza A Baru (H1N1) di Pela- dan Tradenet di wilayah Pelabuhan Tanjung

buhan Tanjung Priok. priok merupakan salah satu jawaban terha-


dap tuntutan perkembangan yang ada.

Kegiatan ini dilakukan dengan


M. Sistem Informasi Management Portnet –
Tradenet melakukan pengawasan kedatangan kapal
Kemajuan teknologi informasi dan dan ABK setiap harinya dengan
tranportasi dapat menyebabkan makin menggunakan sistim link yang ada,
cepatnya arus perjalanan orang, barang, khususnya antar instansi yang berkaitan
dan alat angkut, sehingga penjalaran dan dengan pengawasan PHEIC di wilayah
penularan penyakit antar negara semakin Pelabuhan Tanjung Priok sehingga KKP Kelas I
cepat, terutama masalah yang berkaitan Tanjung Priok dapat melaksanakan fungsi
dengan kesehatan manusia, seperti New pengawasan dan respon cepat secara lebih
Emerging Desease, Emerging Disease dan Re tepat dan akurat.
-emerging desease. Bersambung ke Volume V Edisi 4

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
16
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

RUANG PRL
SAMPAH DI LAUTKU
Oleh : Dewi Diah Palupi, SKM

Salah satu tempat impian terin- tersebut tampak bahwa sumber daya pesisir
dah untuk bersantai menurut penulis adalah dan lautan Indonesia merupakan salah satu
duduk ditepi pantai dengan hamparan pasir modal dasar pembangunan Indonesia yang
putih dan bersih, serta air laut yang ber- sangat potensial disamping sumber daya
warna kebiruan. Tak ketinggalan dengan te- alam darat. Konsekuensi dari potensi yang
rumbu karang berbagai bentuk dan warna besar di kawasan pesisir akan mengalami
di bawah laut serta berbagai macam ikan- perkembangan dengan pertumbuhan yang
ikan laut yang berenang kesana-kemari den- sangat pesat, dan untuk menjaga agar daya
gan bebasnya. Akan tetapi jika kita mengun- dukung wilayah pesisir tidak mengalami
jungi beberapa pantai di wilayah Jakarta, penurunan yang besar maka yang perlu
justru yang ditemui adalah sampah yang diperhatikan adalah bagaimana
berserakan di mana-mana. Begitu juga saat mengendalikan pencemaran yang terjadi di
berenang, snorkeling atau menyelam di laut, kawasan pesisir, salah satunya adalah akibat
bukannya ikan atau trumbu karang yang in- karena adanya kegiatan (aktivitas) yang
dah yang kita temui, malah beraneka dilakukan oleh manusia.
ragam kantong plastic, botol plastik, kaleng Pantai utara (Teluk Jakarta) meru-
minuman yang mengapung dengan bebas- pakan salah satu pantai di Indonesia yang
nya atau bahkan sepatu karet yang tergele- memiliki kondisi yang cukup memprihatinkan,
tak di pasir atau di antara karang. Hmmm…. karena seluruh kawasan pesisir telah diman-
Mungkinkah laut jakartaku bisa indah seperti faatkan secara sangat intensif untuk berba-
impian???? gai kegiatan pembangunan untuk mengejar
Indonesia merupakan negara pertumbuhan ekonomi tanpa memperhati-
kedua yang memiliki garis pantai terpanjang kan lingkungan.
setelah Canada, yaitu sepanjang 81.000 km, Strategi pembangunan pemerintah DKI ten-
sedangkan untuk Jakarta sekitar 85 km yang tang Teluk Jakarta tampaknya hanya
diukur dari Tanjung Kait dibagian barat sam- mengedepankan fungsi ekonomis semata
pai Tanjung Karawang di sebelah timur, dan mengorbankan fungsi ekologis.
mengelilingi Teluk Jakarta.. Melihat hal

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
17

Hal ini dapat dilihat dari terjadinya pe- adalah sampah plastik. Diperkirakan setiap
rubahan, baik kualitas lingkungan dan kuali- 2,6 km persegi terdapat 46 ribu sampah
tas sumberdaya yang telah terjadi puluhan plastik mengapung di lautan (UNEP, 2006)
tahun, beriringan dengan kegiatan pemban- Di Teluk Jakarta, sampah padat yang
gunan, tetapi tidak pernah diperbaiki. Pe- berasal dari buangan rumah tangga dan
rubahan ini disebabkan oleh pertumbuhan industri dibawa ke laut melalui sungai. Di
jumlah penduduk yang menigkat sangat beberapa muara sungai sebenarnya su-
pesatdan aktivitas ekonomi yang sangat dah dibuat penyaring untuk menyaring
tinggi seperti pembangunan industri, pemuki- sampah padat namun alat-alat tersebut
man, transportasi dan fasilitas pendukung sebagian besar tidak berfungsi dengan
lainnya. baik. Akhirnya banyak sampah yang lepas
Selain itu masih banyak masyarakat begitu saja ke laut dan karena terbawa
yang beranggapan bahwa persoalan pem- arus maka sampah-sampah tersebut
buangan limbah dengan membuang ke akhirnya terdampar di pulau-pulau di Teluk
sungai, pesisir, dan laut merupakan cara Jakarta.
yang praktis, murah dan efisien dengan ang- Jenis sampah padat biasanya di-
gapan bahwa sampah tersebut akan hilang, dominasi oleh tas plastik, stereoform dan
tenggelam ke dasar laut. Atau mungkin juga sampah organik. Sampah plastik membu-
masih ada anggapan seseorang bahwa tuhkan ratusan tahun untuk hancur secara
sampah yang dibuang tidak akan memberi- alami. Ini menyebabkan sampah laut akan
kan pengaruh yang berarti dengan ukuran terus membahayakan kehidupan satwa
laut yang begitu luasnya. laut. Banyak penyu, burung, ikan dan paus
Beberapa anggapan ini memang ti- yang mati akibat salah mengira plastik se-
dak seluruhnya salah oleh karena alam bagai makanan mereka.
mempunyai kemampuan untuk mengelola 2. Tumpukan sampah di laut tidak hanya
limbah sampai batas tertentu namun jika ba- mengancam kehidupan satwa laut, tapi
tas kemampuan ini terlampaui maka fungsi juga terumbu karang
ekologis akan menurun dengan cepat dan
Perkembangan kondisi terumbu
degradasi lingkungan tidak akan dapat
karang di Teluk Jakarta dapat ditelusuri kem-
dihindari lagi.
bali sejak tahun 1928 dimana kondisi pada
Ada beberapa dampak yang dapat saat itu dapat dikatakan ― thriving reefs‖
ditimbulkan akibat pencemaran laut : atau terumbu karang tumbuh dan berkem-
1. Hampir 90% sampah yang dibuang ke laut bang sangat bagus (Umbrgrove, 1982).

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
18

Pada tahun 1939 Umbgrove kembali di Teluk Jakarta. Kandungan logam berat di
mengamati kondisi terumbu karang di Teluk teluk tersebut, baik di dasar perairan, kolom
Jakarta dan menyatakan bahwa terumbu air dan di biota bentik telah melampaui am-
karang di Pulau Nyamuk besar masih dalam bang batas baku mutu lingkungan. Logam
kondisi bagus, dengan rataan terumbu ma- berat ini berasal dari industri tekstil, cat,
sih ditutupi dan didominasi oleh Montipora percetakan, minyak, logam, gelas, elektronik,
digitata dan M.folisa, dan pada waktu itu baterei, kendaraan bermotor, plastik, penya-
masih ditemukan 96 jenis karang. makan kulit, ban dan industri karet serta ma-

Pada tahun 1931 Vervey mencatat sih banyak lagi. Jenis logam berat yang diha-

beberapa bagian pantai di Teluk Jakarta silkan pada umumnya adalah Cr, Cd, Ni, Hg,

mengalami abrasi yang cukup kuat karena Zn, Cu dan As. Kandungan logam berat di

adanya penggalian karang sebanyak Teluk Jakarta dari tahun ke tahun selalu men-

8.500m3 untuk membangun jalan dan untuk ingkat. Logam berat yang terakumulasi di

bahan bangunan di Jakarta dalam biota laut yang bersifat bentik seperti

(Pardjman,1997). Sejak tahun 1940 hingga kerang-kerangan bila dikonsumsi oleh manu-

tahun 1970 tidak ada informasi tentang sia dapat mengakibatkan keracunan yang

kondisi terumbu karang, kecuali data secara akut atau kronis.

kualitatif yang mengatakan bahwa kondisi Sebagai contoh cadmium (Cd) terha-
terumbu karang di Pulau Nyamuk, Pulau dapmanusia diantaranya meningkatkan te-
Bidadari, masih dalam kondisi cukup bagus. kanan darah tinggi, kerusakan ginjal dan

Pada waktu itu masih dapat ditemu- kerusakan sel darah merah. Gejala akut

kan berbagai jenis ikan hias. Pada tahun keracunan Pb adalah gangguan ginjal, sis-

1985 LIPI bekerjasama dengan UNESCO me- tem saraf dan otak, system reproduksi dan

lakukan pengamatan kondisi terumbu hati. Hg dapat menimbulkan apa yang dike-

karang di Teluk Jakarta. Hasil dari pengama- nal sebagai penyakit Minamata.

tan menunjukkan bahwa terumbu karang di Selain itu Penggunaan bahan kimia
Pulau Ayer Besar tinggal sekitar 15% dan Pu- dalam penangkapan ikan, atau pengolahan
lau Bidadari, Pulau Kelor, Pulau Nyamuk Be- hasil laut lainnya juga dapat mencemari air
sar dan Pulau Onrust di bawah 5% dan Pulau laut. Penangkapan ikan dengan
yang lainnya kurang dari 5%, bahkan Pulau menggunakan sianida menimbulkan
Bidadari tinggal 2% (De Vantier et al.,1998) pencemaran perairan. Pencemaran yang

3. Pencemaran logam berat terjadi akibat akumulasi sisa-sisa mercuri atau


bahan kimia lainnya.
Logam berat telah lama mencemari

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
19

Tumpahan minyak/bahan kimia dari kapal- tidak menemukan tempat sampah.


kapal yang mengalami kecelakaan di laut, 3. Tidak membuang sampah ke parit, kali dan
atau kapal yang tidak dilengkapi dengan sungai, karena semuanya akan berakhir di
sistem pengolahan limbah yang memadai, laut.
atau kapal yang sengaja membuang limbah
4. Membawa botol minuman dan tempat
ke laut juga ikut berkontribusi dalam
makan sendiri untuk mengurangi sampah
pencemaran air laut.
dari barang jajanan.
Beberapa hasil penelitian memaparkan
5. Mengurangi penggunaan kantong plastik
bahwa pencemaran akibat limbah dari
untuk mengurangi jumlah satwa laut yang
kapal belakangan ini cenderung meningkat.
mati akibat sampah plastik.
Hal ini bisa terjadi karena sebagian kapal
6. Menegur orang lain yang terlihat mem-
tidak dilengkapi dengan sarana pengolahan
buang sampah sembarangan.
limbah bahkan sengaja membuang
7. Memungut sampah yang kita temukan
limbahnya ke laut. Sementara sistem
saat berenang di pantai.
pengawasan laut Indonesia sangat minim.
Berbeda dengan negara maju, Indonesia 8. Mengajak teman/keluarga untuk ikut men-

hingga kini belum memiliki alat pendeteksi jaga pantai dan laut agar tetap bersih.

limbah pelayaran yang hasilnya bisa 9. Mendorong pihak pengelola pantai untuk

dijadikan dasar menyeret pelaku menyediakan banyak tempat sampah di

pencemaran ke pengadilan. sepanjang pesisir pantai.

Menyadari sebegitu besarnya Sedangkan untuk para pembuat kebija-

kerusakan yang telah terjadi dan yang akan kan, penegakkan hukum secara adil dan

terjadi jika tidak ditanggulangi dari sekarang, konsisten untuk menghindari perusakan

sudah saatnya kita sebagai ‖consumer‖ baik sumberdaya alam dan pencemaran

langsung ataupun tidak langsung telah lingkungan harus terus ditingkatkan dan

menikmati hasil dari laut harus mulai ditegakkan.

bertindak. Begitu pula dengan sosialisasi mengenai

Mari kita coba dimulai dari hal-hal yang kecil pencemaran dan perusakan lingkungan

terlebih dahulu seperti : yang tidak berjalan secara terus-menerus

1. Tidak membuang sampah ke pantai atau dan terkesan hanya sebagai kegiatan yang

ke laut sifatnya temporal dan tidak ada kegiatan


yang berkesinambungan. (berbagai sumber)
2. Membuang sampah di tempatnya atau
*** UPI.
membawa sampah tersebut pulang, jika

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
20
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

Selintas tentang : RUANG UKLW

SCREENING FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG


DI WILAYAH KERJA SUNDA KELAPA
TANGGAL 28 - 29 APRIL 2010
BY: dr Nyoman Putra (UKLW)

A. LATAR BELAKANG Kondisi ini berbeda dengan kehidupan di

Pada tahun 1972 penyakit jantung pedesaan yang tenang dengan lingkungan

merupakan penyebab kematian kesebelas, yang bersih. Namun tidak menutup

yakni sekitar 5,1%. Tapi dua puluh tahun kemungkin di kampung pun penyakit jantung

kemudian, menurut hasil Survei Rumah koroner bisa merebak lebih luas terutama

Tangga Departemen Kesehatan tahun 1992, bagi yang tidak memperhatikan faktor

penyakit jantung meningkat pesat menjadi terjadinya penyempitan pembuluh darah.

ranking pertama penyebab kematian, yakni Faktor pemicu penyempitan pembuluh

sekitar 16,4%. Stroke, hipertensi dan penyakit darah itu, faktor yang dapat menyebabkan

jantung meliputi lebih dari sepertiga jantung koroner adalah kolesterol tinggi,

penyebab kematian, dimana stroke menjadi tekanan darah tinggi, merokok, kegemukan,

penyebab kematian terbanyak 15,4%, kedua dan diabetes mellitus atau kencing manis

hipertensi 6,8%, penyakit jantung iskemik Oleh dikarenakan hal itu terbitlah
5,1%, dan penyakit jantung 4,6% (Hasil Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1575
Riskesdas 2007). Data Riskesdas 2007 juga tahun 2005, dibentuknya Direktorat
disebutkan prevalensi hipertensi di Indonesia Pengendalian Penyakit Tidak Menular yang
berkisar 30% dengan insiden komplikasi mempunyai tugas pokok memandirikan
penyakit kardiovaskular lebih banyak pada masyarakat untuk hidup sehat melalui
perempuan (52%) dibanding laki-laki (48%). pengendalian faktor risiko penyakit tidak

Penderita penyakit jantung koroner menular, khususnya kasus faktor-faktor risiko

cenderung meningkat, terutama di kota- penyakit jantung yang mempunyai faktor

kota besar, karena kehidupan sehari-hari di risiko bersama.

kota besar penuh dengan stres akibat Dalam rangka penanggulangan


pekerjaan yang selalu diburu-buru dan tidak penyakit-penyakit tidak menular tersebut KKP
mengenal waktu. Selain itu istirahat pun juga Kelas I Tanjung Priok sebagai salah satu UPT
kurang, tidak teratur, dan pola makan yang Kementerian Kesehatan RI berkewajiban
berlebihan juga bisa menjadi penyebabnya. melaksanakan kegiatan – kegiatan yang

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
21
bertujuan menurunkan angka direncanakan akan dilaksanakan di wilayah
kesakitan dan angka kematian akibat dari kerja Sunda Kelapa pada tanggal 28 - 29
penyakit-penyakit tidak menular tersebut April 2010.
sesuai Kepmenkes No. 356 tahun 2008 1. Kegiatan yang dilaksanakan
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor
a. Uraian Kegiatan
kesehatan Pelabuhan .
Kegiatan screening / penemuan kasus
Untuk menyusun program dan
faktor-faktor risiko penyakit jantung
rencana kegiatan penanggulangan
meliputi deteksi dini penyakit tersebut
penyakit – penyakit tidak menular sangat
melalui pemeriksaan awal yaitu
dibutuhkan adanya data-data dasar yang
pemeriksaan fisik (Body Massa Index )
menggambarkan tentang situasi penyakit
dan pemeriksaan laboratorium.
tidak menular dalam hal ini faktor-faktor
b. Batasan Kegiatan
risiko penyakit jantung di wilayah pelabuhan
Kegiatan screening / penemuan
Tanjung Priok. Salah satu data dasar
kasus / deteksi dini hanya dibatasi untuk
tersebut didapatkan melalui kegiatan
faktor-faktor risiko penyakit jantung
screening penyakit tidak menular pada
dengan melihat faktor resikonya seperti
pegawai negeri sipil di wilayah pelabuhan
usia, obesitas, gaya hidup dan lain-lain.
Sunda Kelapa Jakarta Utara.
2. Indikator keluaran dan Keluaran

B. MAKSUD DAN TUJUAN a. Indikator Keluaran

Pelaksanaan kegiatan screening / Terkumpulnya data faktor-faktor risiko


penemuan kasus faktor-faktor risiko penyakit penyakit jantung di wilayah Pelabuhan
jantung dilakukan untuk melihat data Sunda Kelapa
penyakit tersebut pada masyarakat b. Keluaran
pelabuhan dan sekitarnya. Tersosialisasinya tentang cara — cara
Kegiatan screening / penemuan kasus pencegahan dan penanggulangan
faktor-faktor risiko penyakit jantung faktor-faktor risiko penyakit jantung di
bertujuan agar penyakit tidak menular di sekitar wilayah Pelabuhan Sunda Kelapa
sekitar wilayah pelabuhan Sunda Kelapa 3. Cara Pelaksanaan Kegiatan
dapat dideteksi dan dicegah lebih dini.
a. Metode Pelaksanaan

Pemeriksaan Fisik
C. WAKTU DAN TEMPAT
Pemeriksaan Laboratorioum
Kegiatan screening / penemuan kasus
faktor-faktor risiko penyakit jantung

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
22
b. Tahapan Kegiatan 5. Jadwal Kegiatan

Tahapan pelaksanaan screening / Waktu Pelaksanaan Kegiatan : Kegiatan


penemuan kasus faktor-faktor risiko screening / penemuan kasus faktor –
penyakit jantung adalah sebagai faktor risiko penyakit jantung dilaksanakan
berikut: pada tanggal 28 - 29 April 2010.

Persiapan pelaksanaan screening /


penemuan kasus D. HASIL KEGIATAN
Pelaksanaan screening / penemuan Tabel 1
kasus
Distribusi Jumlah Responden dengan risiko
Laporan pelaksaaan screening / penyakit jantung Berdasarkan Jenis Kelamin
di WilKer Pelabuhan Sunda Kelapa
penemuan kasus

4. Pelaksana dan Penanggung Jawab


NO JENIS KELAMIN JUMLAH
Kegiatan 1 Laki-laki 40

a. Pelaksana Kegiatan 2 Perempuan 12

JUMLAH 52
Pelaksana kegiatan screening /
penemuan kasus faktor-faktor risiko Berdasarkan data di atas diketahui

penyakit jantung berjumlah 5 orang bahwa jumlah total Pegawai Negeri Sipil di

dengan rincian sebagai berikut : wilayah kerja Pelabuhan Sunda Kelapa

1 orang dokter yang melakukan screening sebanyak 52


(lima puluh dua) orang dengan
2 orang perawat
perbandingan 40 (empat puluh tujuh) orang
1 orang analis
laki-laki dan 12 (dua belas) orang
1 orang apoteker / asisten apoteker
perempuan, dengan jenis kelamin laki-laki
Peserta kegiatan screening / yaitu 43 %.
penemuan kasus penyakit tidak
Tabel 2
menular adalah pegawai negeri sipil
Distribusi Jumlah kunjungan pada creening
dari instansi yang ada di wilayah Kerja risiko penyakit jantung Berdasarkan Umur
Pelabuhan Sunda Kelapa. di wilayah Pelabuhan Sunda Kelapa

b. Penanggung Jawab Kegiatan


NO UMUR (th) JUMLAH
Penanggung jawab kegiatan 1 Laki-laki
a. 35-45 9
screening / penemuan kasus faktor-
b. 46-55 31
faktor risiko penyakit jantung adalah 2 Perempuan
Kepala KKP Kelas I Tanjung Priok. a. 35-45 5
b. 46-55 7

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
23
Berdasarkan data di atas didapatkan normal. Sedangkan pada responden
distribusi terbanyak pada umur 46 – 55 tahun perempuan 10 (sepuluh) orang yang memiliki
dengan responden laki – laki 31 (tiga puluh lingkar pinggang di atas batas normal. Dan
satu) orang dan perempuan 7 (tujuh) orang. 34% responden laki-laki (18 orang) dan 4%

Grafik 1 (2 orang) mempunyai ukuran lingkar


Distribusi Body Mass Index Terhadap Jenis pinggang normal.
Kelamin PNS di WilKer Pelabuhan Sunda Kelapa
Tabel dan grafik di atas menunjukkan Tabel 4
Distribusi tekanan Darah Berdasarkan Jenis Kelamin
PNS di Wilker Pelabuhan Sunda Kelapa

NO TEKANAN DARAH JUMLAH


1 Laki-laki
a. <140 37
b. >140 3
2 Perempuan
a. <140 12
b. >140 0

bahwa responden dengan BMI normal Tabel di atas menjelaskan bahwa


sebesar 63% (33 orang) adalah laki-laki 26 sebanyak 3 (tiga orang) responden laki-laki
orang dan perempuan 7 orang, tetapi memiliki tekanan darah di atas batas normal.
responden dengan BMI obesitas sebesar 37% Sedangkan pada responden perempuan
(19 orang) terjadi pada responden laki-laki tidak ada yang memiliki tekanan darah di
(73%) 14 orang. Sedangkan pada responden atas batas normal. Dan 71% responden laki-
perempuan yaitu 27% atau masing-masing laki (37 orang) dan 23% (12 orang)
sebanyak 5 orang. mempunyai tekanan darah dalam batas
Tabel 3 normal.
Distribusi Lingkar Pinggang Berdasarkan Jenis Tabel 5
Kelamin PNS di Wilker Pelabuhan Sunda Kelapa
Distribusi cholesterol total berdasarkan jenis
NO LINGKAR PINGGANG JUMLAH kelamin dan umur pada risiko penyakit jantung
1 Laki-laki di Wilker Sunda Kelapa
a. < 90 18
NO CHOLESTEROL TOTAL LAKI-LAKI
b. > 90 22
1 Laki-laki
2 Perempuan
a. < 80 2 a.< 200 31

b. > 80 10 b.200-240 8
c.>240 1

Tabel di atas menjelaskan bahwa 2 Perempuan


a.< 200 7
sebanyak 22 (dua puluh dua) responden laki
b.200-240 3
-laki memiliki lingkar pinggang di atas batas c.>240 2
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
24
Tabel dan grafik di atas menjelaskan responden laki-laki, 2 (dua) responden
bahwa sebanyak 31 (tiga puluh satu) perempuan memiliki nilai LDL beresiko tinggi/
responden laki-laki, pada responden High Risk untuk penyakit jantung.
perempuan 7 (tujuh) orang yang memiliki Tabel 9
cholesterol total dalam batas normal. Distribusi Nilai Trigliserida pada risiko penyakit
jantung responden Berdasarkan Umur
Sebanyak 8 (delapan) responden laki-laki
di Wilker Pelabuhan Sunda Kelapa
memiliki nilai cholesterol total dalam batas
diatas normal/borderline dan 3 (tiga) NO TRIGLISERIDA JUMLAH
1 Laki-laki
responden perempuan memiliki nilai
a. <150 37
cholesterol total dalam batas diatas normal/
b. 150-200 1
borderline. Sedangkan 1 (satu) responden c. >200 2
laki-laki memiliki nilai cholesterol total 2 Perempuan

beresiko tinggi/high risk, 2 (dua) orang a. <150 11


b. 150-200 1
responden perempuan memiliki nilai
c. >200 0
cholesterol total beresiko tinggi/high risk
terhadap penyakit jantung Tabel di atas menjelaskan bahwa
Tabel 6 sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) responden laki
Distribusi Nilai HDL pada penyakit -laki, 11 (sebelas) responden perempuan
jantung responden Berdasarkan Umur
memiliki nilai trigliserida dalam batas normal.
di WEilker Pelabuhan Sunda Kelapa
Pada responden laki-laki 1 (satu) orang
NO HDL JUMLAH responden laki-laki, 1 (satu) responden
1 Laki-laki
perempuan yang memiliki nilai trigliserida di
a. <40 37
b. 40 – 60 2 atas batas normal. Dan 2 (dua) responden
c.>60 1 laki-laki memiliki nilai trigliserida beresiko
2 Perempuan
tinggi/High Risk untuk penyakit jantung.
a. <40 11
b. 40 – 60 1 Tabel 9
c.>60 0 Distribusi T/C Rasio pada risiko penyakit
jantung responden Berdasarkan Umur
Tabel di atas menjelaskan bahwa di Wilker Pelabuhan Sunda Kelapa

sebanyak 9 (sembilan) responden laki-laki, 3 NO RASIO JUMLAH


(tiga) responden perempuan memiliki nilai 1 Laki-laki

LDL dalam batas normal. Pada responden a. < 4% 2


b. > 4 % 38
laki-laki 28 (dua puluh delapan) orang, 7
2 Perempuan
(tujuh) responden perempuan yang memiliki
a. < 4% 0
nilai LDL di atas batas normal. Dan 3 (tiga) b. > 4 % 12

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
25
Tabel tabel di atas menjelaskan memiliki lingkar pinggang di atas batas
bahwa sebanyak 2 (dua) responden laki-laki normal. Dan 34% responden laki-laki (18
memiliki nilai T/C rasio dalam batas normal. orang) dan 4% (2 orang) mempunyai ukuran
Sedangkan 38 (tiga puluh delapan) lingkar pinggang normal
responden laki-laki dan 12 (dua belas) 3 (tiga orang) responden laki-laki memiliki
responden perempuan memiliki nilai T/C tekanan darah di atas batas normal.
rasio di atas batas normal. Sedangkan pada responden perempuan
tidak ada yang memiliki tekanan darah di

KESIMPULAN atas batas normal. Dan 71% responden laki-


laki (37 orang) dan 23% (12 orang)
Kegiatan screening / penemuan kasus
mempunyai tekanan darah dalam batas
faktor-faktor risiko penyakit jantung
normal.
bertujuan agar penyakit tidak menular di
wilayah pelabuhan Sunda Kelapa dapat Sebanyak 8 (delapan) responden laki-laki

dideteksi dan dicegah lebih dini. memiliki nilai cholesterol total dalam batas
diatas normal/borderline dan 3 (tiga)
Berdasarkan data diketahui bahwa jumlah
responden perempuan memiliki nilai
total Pegawai Negeri Sipil di wilayah kerja
cholesterol total dalam batas diatas normal/
Pelabuhan Sunda Kelapa yang melakukan
borderline. Sedangkan 1 (satu) responden
screening sebanyak 52 (lima puluh dua)
laki-laki memiliki nilai cholesterol total
orang dengan distribusi usia responden
beresiko tinggi/high risk, 2 (dua) orang
terbanyak pada usia antara 46 sampai
responden perempuan memiliki nilai
dengan 55 tahun, jenis kelamin laki-laki
cholesterol total beresiko tinggi/high risk
yaitu 48 %.
terhadap penyakit jantung
Responden dengan BMI normal sebesar 63%
37 (tiga puluh tujuh) responden laki-laki dan
(33 orang) adalah laki-laki 26 orang dan
11 (sebelas) reponden perempuan memiliki
perempuan 7 orang, tetapi responden
nilai HDL beresiko tinggi/high risk terhadap
dengan BMI obesitas sebesar 37% (19
penyakit jantung. Sebanyak 2 (dua)
orang) terjadi pada responden laki-laki
responden laki-laki dan 1 (satu) responden
(73%) 14 orang. Sedangkan pada
perempuan memiliki nilai HDL dibawah
responden perempuan yaitu 27% sebanyak
normal/borderline. Dan 1 (satu) responden
5 orang.
laki-laki memiliki nilai HDL dalam batas
Sebanyak 22 (dua puluh dua) responden
normal.
laki-laki memiliki lingkar pinggang di atas
Sebanyak 9 (sembilan) responden laki-laki, 3
batas normal. Sedangkan pada responden
(tiga) responden perempuan memiliki nilai
perempuan 10 (sepuluh) orang yang
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
26
LDL dalam batas normal. Pada responden normal.
laki-laki 28 (dua puluh delapan) orang, 7 Terdapat potensial tingginya kasus faktor-
(tujuh) responden perempuan yang faktor risiko penyakit jantung pada
memiliki nilai LDL di atas batas normal. Dan responden laki-laki dan perempuan pada
3 (tiga) responden laki-laki, 2 (dua) PNS di wilayah kerja pelabuhan Sunda
responden perempuan memiliki nilai LDL Kelapa.
beresiko tinggi/High Risk untuk penyakit
jantung.
SARAN
Sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) responden
Institusi terkait harus lebih proaktif dan
laki-laki, 11 (sebelas) responden
inovatif untuk mensosialisasikan tanda dan
perempuan memiliki nilai trigliserida dalam
gejala kasus faktor-faktor risiko penyakit
batas normal. Pada responden laki-laki 1
jantung
(satu) orang responden laki-laki, 1 (satu)
Dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan
responden perempuan yang memiliki nilai
berkala pada Pegawai Negeri Sipil di
trigliserida di atas batas normal. Dan 2
lingkungan Pelabuhan Sunda Kelapa
(dua) responden laki-laki memiliki nilai
trigliserida beresiko tinggi/High Risk untuk Pegawai di lingkungan pelabuhan

penyakit jantung. disarankan untuk lebih aktif berolahraga


dan mengubah pola makan dan gaya
2 (dua) responden laki-laki memiliki nilai T/
hidup yang biasa dilakukan.
C rasio dalam batas normal. Sedangkan
38 (tiga puluh delapan) responden laki-laki Institusi meningkatkan pelayanan

dan 12 (dua belas) responden perempuan penyuluhan tentang penyakit tidak

memiliki nilai T/C rasio di atas batas menular umumnya dan kasus faktor-faktor
risiko penyakit jantung pada khususnya.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
27
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

TEKNOLOGI
RISIKO POTENSIAL PENYAKIT-PENYAKIT INFEKSI dan
PADA PELAKU PERJALANAN
by. diah lestari INFORMASI

Pelabuhan Tanjung Priok merupakan wilayah khusus yang memerlukan


salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, manajemen pengendalian dampak risiko
dimana 65 % total arus barang secara untuk pengendalian penyakit menular,
nasional diangkut melalui pelabuhan penyakit tidak menular, new-emerging dan
Tanjung Priok. Pada 5 (lima) tahun terakhir re-emerging diseases.
tercatat kunjungan kapal mengalami Berdasarkan Undang - undang
kenaikan rata-rata 5,4 % per tahun dan No.4/1984, tentang Wabah Penyakit Menular,
kunjungan arus barang rata-rata 6 % per bahwa dengan perkembangan lalu lintas
tahun (Sambutan Administrator Pelabuhan internasional serta perubahan lingkungan
Tanjung Priok pada acara pembukaan hidup maka dapat menimbulkan wabah dan
Pertemuan Jejaring PRL KKP Kelas 1 Tanjung membahayakan kesehatan masyarakat.
Priok, 2010). Sejalan dengan perkembangan globalisasi
Pada Tahun 2009, KKP Kelas I Tanjung serta semakin mudah dan lancarnya
Priok berhasil melakukan inspeksi terhadap perjalanan lintas dunia baik untuk wisata,
kunjungan kapal sebanyak 17.554 kapal, bisnis, transportasi barang maupun
baik berasal dari Negara terjangkit maupun perdagangan, maka permasalahan lokal
Negara bukan terjangkit. Dari jumlah dapat secara cepat menjadi perhatian
tersebut, terdapat kapal yang difumigasi dunia, termasuk dalam menghadapi situasi
sebanyak 206 kapal di Pelabuhan Tanjung dan keadaan krisis seperti mencegah
Priok dan 26 kapal di Wilayah kerja KKP Kelas penyebaran penyakit atau penyakit
I Tanjung Priok (Profil KKP Kelas I Tanjung Priok, potensial wabah yang berisiko tinggi
Tahun 2009). terhadap kesehatan masyarakat.

Pelabuhan sebagai salah satu titik Masih segar dalam ingatan kita
masuk suatu Negara merupakan gerbang Indonesia dibuat resah dengan adanya KLB
lalu lintas internasional, baik lalu lintas yang serius dan tidak dapat kita hindarkan
perjalanan, perdagangan juga sebagai titik yaitu munculnya penyakit SARS yang
masuk penyebaran penyakit. Hal ini sebenarnya penyakit lama yang berasal dari
menimbulkan tantangan tersendiri sebagai Corona virus yang mengalami mutasi.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
28

Penyakit-penyakit ini masuk ke Indonesia berbeda-beda dan secara umum adalah


melalui pelabuhan dan bandara. Begitu melalui : (Chin J,ed. Control of
juga penyakit lain yang bukan dari Indonesia communicable diseases manual, Public
seperti Hanta virus, H5N1 dan H1N1 dapat Health Association, 2000).
masuk salah satunya melalui perjalanan.

Faktor utama risiko yang merupakan Foodborne and waterborne diseases


determinan dalam perjalanan, bahwa
Transmisi penyakit melalui makanan dan air
pelaku perjalanan akan terpajan penyakit
dapat terjadi karena mengkonsumsi
infeksi pada saat kedatangan, lamanya
makanan dan minuman yang telah
waktu kunjungan, maksud /tujuan
terkontaminasi agent biologi maupun kimia.
kunjungan, kondisi hygiene sanitasi makanan
Risiko infeksi dapat dikurangi dengan cara
dan perilaku pelaku perjalanan. Pada saat
tindakan pencegahan untuk semua
kedatangan, dimana akomodasi, hygiene
makanan, minuman, dan air minum yang
sanitasi, medical care, dan kualitas air
dikonsumsi selama perjalanan dan
diperhatikan dan dijaga kualitasnya maka
menghindari kontak langsung dengan
akan terhindar dari risiko penyakit infeksi
polutan air. Contoh, penyakit yang transmisi
yang akan menganggu kesehatan.
dari makanan dan air adalah hepatitis A,
Untuk kota-kota besar dari suatu typhoid fever dan cholera.
Negara yang banyak dikunjungi oleh pelaku
perjalanan baik untuk urusan bisnis, wisata Vectorborne diseases
dan perdagangan, tentunya pemerintahan Sebagian besar infeksi yang umumnya
akan memperhatikan masalah kebersihan serius terjadi karena transmisi dari serangga
lingkungan, hygiene sanitasi makanan, dan beberapa vector lainnya seperti pinjal
kualitas air bersih dan air minum, masalah dari rodent. Resiko infeksi dapat dikurangi
pelayanan kesehatan dan kondisi dengan melakukan tindakan pencegahan
kebersihan tempat- tempat umum untuk untuk menghindari gigitan serangga dan
menjaga para pelaku perjalanan aman dari kontak dengan tempat perindukan vector
infeksi penyakit. Salah satu pencegahan dari dan tempat-tempat dimana infeksi penyakit
beberapa penyakit infeksi yang berbahaya ini sering muncul dalam suatu daerah
dapat melalui vaksinasi atau profilaksis. endemis.

Contoh, penyakit yang disebabkan karena


Cara Transmisi dan Tindakan Pencegahan
vector adalah malaria, yellow fever, dengue
Cara transmisi untuk penyakit-penyakit infeksi
dan tick-borne encephalitis.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
29

Zoonoses (transmisi penyakit dari hewan) dengan menghindari kontak langsung

Zoonoses termasuk infeksi yang banyak dengan darah yang terinfeksi atau dengan

ditularkan ke manusia setelah gigitan hewan cairan tubuh lainnya, dengan menghindari

atau kontak dengan kontaminasi cairan penggunaan jarum suntik yang

tubuh atau faeces dari hewan, atau terkontaminasi untuk injeksi atau pengunaan

mengkonsumsi makanan mentah dari medis lainnya atau prosedur pemakaian

hewan, biasanya daging dan produk-produk kosmetik yang akan terjadi penetrasi ke

susu. Risiko infeksi dapat dikurangi dengan dalam kulit seperti akupuntur, tindik dan

menutup atau menghindari kontak dengan tattoo, dan menghindari transfusi darah dari

hewan-hewan termasuk dengan hewan liar, darah yang tidak aman.

dan kawanan hewan ternak di daerah Contoh, penyakit yang ditularkan melalui
dimana infeksi / KLB sering muncul. Contoh, darah adalah hepatitis B dan C, HIV/AIDS
penyakit yang ditularkan melalui hewan dan malaria.
adalah rabies, brucellosis, leptospirosis, dan
haemorrhagic fevers. Airborne diseases

Transmisi penyakit melalui udara dapat


Sexually transmitted diseases melalui orang ke orang secara aerosol atau
Transmisi penyakit seksual dapat droplets dari hidung dan mulut. Risiko infeksi
ditularkan dari orang ke orang setelah dapat dikurangi dengan menghindari kontak
melalui hubungan sek yang tidak aman. orang pada tempat keramaian. Contoh,
Risiko infeksi dapat dikurangi dengan penyakit yang ditularkan melalui udara
menghindari kontak sesual secara langsung adalah influenza, meningococcal dan
tanpa menggunakan alat pengaman seperti tuberculosis.
menggunakan kondom. Contoh, penyakit
yang dapat ditularkan melalui hubungan Diseases transmitted from soil
seksual adalah hepatitis B, HIV/AIDS dan Transmisi penyakit melalui tanah termasuk
syphilis. yang disebabkan oleh infeksi agent dormant
forms spora melalui kontak dengan kulit yang
Bloodborne diseases luka (scratches, minor cuts, dsb). Risiko infeksi
Transmisi penyakit melalui darah adalah dapat dikurangi dengan menghindari kulit
kontak langsung dengan darah yang luka kontak langsung dengan tanah dimana
terinfeksi penyakit atau melalui cairan tubuh infeksi penyakit ini sering terjadi pada suatu
lainnya. Risiko infeksi dapat dikurangi daerah.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
30

penyakit yang ditularkan bakteri melalui Gejala Penyakit


tanah adalah anthrax dan tetanus. Infeksi Asymptomatic, acute, gejala awal mulai dari
usus karena parasit tertentu yang ditularkan demam, muscular pain, sakit kepala,
melalui tanah seperti, ascariasis dan anorexia, nausea dan akhirnya jaundice dan
trichuriasis dan mengkonsumsi sayuran yang haemorrhagic manisfetations.
terkontaminasi oleh tanah.
Distribusi Geografik

Beberapa daerah tropical di Afrika,Amerika


Penyakit Infeksi Specifik Yang Sering
Menimbulkan Risiko Kesehatan Pada Pelaku selatan dan tengah. Di Asia ,penyakit ini
Perjalanan
jarang di beritakan.
Jenis penyakit Infeksi yang umumnya
akan terpajan pada pelaku perjalanan, dan Resiko untuk pelaku perjalanan
tindakan pencegahan untuk masing-masing Pelaku perjalanan sangat berisiko berada di
jenis penyakit tersebut antara lain, adalah : wilayah yang menjadi area penyebaran
Yellow fever penyakit. Wilayah berisiko dan perlu di
waspadai oleh pengunjung adalah Hutan-
Penyebab
rimba.
Yellow fever virus, dari genus flavivirus
Prophylaxsis
Transmisi
Di beberapa negaraVaksinasi penyakit ini
Penyakit ini terjadi di daerah kota dan desa
diberikan untuk setiap pengunjung yang
yang di transmisikan oleh gigitan nyamuk
datang.
Aedes aegypty. Nyamuk ini biasanya
meggigit pada siang hari. Infeksi pada Tindakan Pencegahan : Menghindari gigitan
manusia dan monyet. nyamuk

Di Hutan reservoir utama adalah monyet,


Cholera
dengan transmisi dari monyet satu ke
Penyebab Vibrio cholerae bacteria,
monyet lainnya membawa nyamuk. Infeksi
serogroups 01 dan 0139
karena gigitan nyamuk dapat terjadi pada
saat masuk ke dalam hutan dan bersifat Transmisi

sporadic dan jarang menimbulkan outbreak. Infeksi terjadi karena infeksi dari makanan

Di Afrika infeksi dari nyamuk yang terjadi atau air yang terkontaminasi langsung atau

antara monyet dan manusia dapat tidak langsung dari faeces manusia.Penyakit

menyebabkan localized outbreaks. ini hanya terjadi pada manusia, tidak pada
serangga atau binatang lainnya.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
31

Gejala Penyakit terkontaminasi.

Acute, asymptomatic, gejala ringan nya Garam rehidrasi oral harus dilakukan untuk
adalah symptoms, gejala beratnya adalah mengatasi dehidrasi pada kasus diare berat.
diarrhoea, vomiting dan dehydration.Setelah
mengalami gejala-gejala tersebut kemudian Haemonphilus Meningitis
dapat menyebabkan kematian yang terjadi
Penyebab
karena dehydration leading yang
Haemophilus influenza type b (hip) bacteria
menyebabkan tidak lancarnya circulatory.
Transmisi
Distribusi Geografik
kontak langsung dengan orang yang
Kolera biasanya terjadi di Negara-negara
terinfeksi (biasanya anak-anak
miskin yang kekurangan air minum dan
Negara yang memiliki infrastruktur buruk. Gejala penyakit
Banyak Negara berkembang yang terjangkit Hib menyebabkan meningitis pada bayi dan
penyakit ini,contohnya di wilayah Afrika, anak kecil, tetapi juga dapat menyebabkan
Asia,Amerika selatan dan tengah. gejala-gejala seperti Epiglottitis, osteomielitis,
pneumonia, sepsis dan arthritis septic
Resiko untuk pelaku perjalanan

Sangat berbahaya untuk pelaku perjalanan Distribusi geografik


yang berada di negara-negara dimana Terdapat di seluruh dunia.Negara-negara
epidemi kolera terjadi. Pekerja bantuan yang pada umumnya terjangkit Hib yaitu
kemanusiaan di daerah bencana dan negara yang mana vaksinasi Hib tidak
kamp-kamp pengungsi juga beresiko dipraktekkan.
terjangkit kolera
Penyakit Ini hampir menghilang di negara-
negara di mana vaksinasi anak rutin
Prophylaxsis
dilakukan
Vaksin kolera oral digunakan oleh pelaku
perjalanan dan mereka yang kelompok Resiko untuk pelaku perjalanan
kerja di Negara-negara yang berisiko
berisiko bagi anak-anak yang tidak
meninbulkan kolera.
divaksinasi kemudian mengunjungi negara-
negara yang vaksinasi Hib tidak dilakukan
Tindakan Pencegahan

Seperti penyakit diare lainnya. Tindakan Prophylaxsis


pertama harus menghindari konsumsi
vaksinasi anak-anak
makanan dan minuman yang telah

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
32

Hantavirus Diseases melindungi makanan agar tidak terkontaminasi


Penyebab oleh binatang pengerat.
Hantaviruses, yang termasuk keluarga
Hepatitis B
bunyaviruses
Penyebab
Transmisi
Hepatitis B virus (HBV),yang termasuk
Hantaviruses dilakukan oleh berbagai jenis
Hepadnaviridae.
binatang pengerat. Infeksi terjadi melalui kontak
Transmisi
langsung dengan kotoran, ludah atau air
Di transmisikan dari manusia ke manusia karena
kencing tikus yang terinfeksi atau dengan
adanya kontak dengan orang yang terjangkit.
menghirup virus oleh transmisi aerosol dari
Misalnya dengan berhubungan seks,tranfusi
kotoran hewan pengerat.
darah,jarum suntik,tato,dan transmisi bisa terjadi
Gejala Penyakit
dari ibu ke anaknya.
Virus acute merusak endotelium vaskular rusak,
Gejala Penyakit
menyebabkan permeabilitas pembuluh darah
Infeksi HBV tidak menunjukkan gejala atau
meningkat, hipotensi, perdarahan, manifestasi
menyebabkan gejala-gejala ringan. Bila hasil
dan shock. gangguan fungsi ginjal merupakan
dari infeksi hepatitis klinis, ia memiliki gejala
karakteristik HFRS. Kemudian gangguan
bertahap, yaitu anorexsia,abdominal, mual,
pernapasan karena edema paru terjadi pada
muntah, arthralgia, diikuti oleh perkembangan
hasil HPS sangat berakibat fatal.
penyakit kuning dalam beberapa kasus. Pada
Distribusi Geografik
orang dewasa terjadi sekitar 1% dari kasus yang
Ada di seluruh dunia,terutama pada hewan
fatal. infeksi kronis HBV tetap dalam proporsi
pengerat.
orang dewasa, beberapa di antaranya
Resiko untuk pelaku perjalanan kemudian menyebabkan sirosis dan kanker hati.
Sangat berbahaya untuk pelaku
Distribusi Geografik
perjalanan,terutama beresiko di lingkungan di
Diseluruh dunia,tetapi dengan tingkat
mana terdapat jumlah tikus besar dan kontak
endemisitas yang berbeda.seperti di Amerika
dapat terjadi.
utara, Australia, Eropa utara dan barat,
Tindakan Pencegahan prevalensi infeksi HBV kronis relatif rendah .
Hindari kontak dengan hewan pengerat dan
Resiko untuk pelaku perjalanan
kotoran. Untuk pelaku perjalanan di daerah
Divaksinasi pelaku perjalanan beresiko jika
endemis harus melakukan tindakan
mereka berhubungan seks tanpa kondom atau
pencegahan dengan membuang/menjauhkan
menggunakan jarum yang terkontaminasi dan
tikus dari tenda atau akomodasi untuk

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
33

jarum suntik untuk injeksi, akupunktur, tindik, ketidaknyamanan perut, mual, dan muntah.
atau tato. Kecelakaan atau dalam keadaan Diikuti dengan perkembangan penyakit
darurat yang membutuhkan transfusi darah kuning. Beberapa pasien yang terkena akan
medis juga dapat mengakibatkan infeksi jika lama-lama akan berkembangkan kronis, dan
darah tidak diperiksa untuk HBV. Serta dapat menyebabkan sirosis dan / kanker hati.
terlibat dalam kegiatan-kegiatan bantuan
Distribusi Geografik
kemanusiaan juga memungkinkan terkena
darah yang terinfeksi atau cairan tubuh Diseluruh d u n ia , dengan ti n g k a t

lainnya dalam perawatan kesehatan. perkembangan yang berbeda.

Prophylaxsis Diberi vaksin Resiko untuk pelaku perjalanan

Tindakan Pencegahan Penyakit ini berisiko jika pelaku perjalanan


menggunakan jarum suntik untuk injeksi,
Berhubungan seksual yang aman dan
akupunktur, tindik, atau tato yang tidak steril.
menghindari penggunaan instrumen yang
Serta dengan adanya transfusi darah yang
berpotensi terkontaminasi untuk injeksi.
darahnya tidak di periksa terlebih dahulu.
Hepatitis C
Tindakan Pencegahan
Penyebab : Hepatitis C virus (HCV)
Berhubungan seksual secara aman dan
merupakan flavivirus
menghindari penggunaan instrumen yang
Transmisi
berpotensi terkontaminasi penularan
Virus ditransmisikan dari manusia ke manusia.
penyakit.
Infeksi terutama dapat ditularkan melalui
transfusi darah yang terkontaminasi. Dewasa Influenza
ini transmisi sering terjadi melalui Penyebab Virus influenza tipe A,B dan C; tipe
penggunaan jarum yang terkontaminasi A terdapat dua subtype H1N1 dan H3N2.
atau tidak steril, seperti jarum suntik dan alat Virus tipe A penyebaran epidemic influenza
lain dan perlakuan menusuk kulit lainnya lebih luas. Virus tipe B secara umum
seperti tatto. Transmisi hepatitis C melalui menyebabkan regional outbreak, sedangkan
seksual jarang terjadi. virus tipe C sangat kecil terjadi pada
manusia. Beberapa tipe lain dari subtype
Gejala Penyakit
virus influenza terdapat dalam hewan dan
Asymptomatic dimana infeksi menyebabkan
burung; transmisi dapat terjadi diantara jenis
hepatitis yang klinis,kemudian timbul gejala
yang muncul untuk subtype baru yang dapat
secara bertahap, anoreksia,
mengiinfeksi pada manusia.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
34

Transmisi
Legionellosis
Transmisi virus influenza dapat terjadi lewat
Penyebab : Beberapa species bakteri
udara, kontak langsung dari droplet batuk
legionella, terutama dari Legionella
dan tangan yang terkontaminasi.
pneumonia
Gejala Penyakit
Transmisi
Infeksi respiratori akut, dari infeksi yang
Infeksi dapat terjadi melalui inhalasi yang
asymptomatic sampai fatal, dengan tanda
berasal dari water spray yang terkontaminasi
symptom termasuk demam, batuk dan
bakteri legionella.
menggigil sampai sakit kepala,dan myalgia
Koloni bakteri hidup dalam air terutama dari
Distribusi Geografik system air panas pada temperature 20 – 50 o

Penyebaran dapat terjadi luas di seluruh C (optimal 35 -46 o C. Kontaminasi terjadi dari
dunia dan juga pada musim dingin. Influenza air conditioner pada system cooling tower,
dapat terjadi setiap saat pada setiap tahun. hot water system, humidifiers, whirpool, spa.
Transmisi tidak terjadi secara langsung dari
Resiko Untuk Pelaku Perjalanan
orang ke orang.
Pelaku perjalanan dapat berisiko selama di
Negara yang sedang terjangkit influenza. Risiko Pada Pelaku Perjalanan

Secara umum sangat rendah. Infeksi dapat


Prophylakxis
terjadi melalui kontaminasi air (shower) dan
Vaksinasi sebelum berangkat pada saat system air conditioner pada hotel atau pada
Negara yang dikunjunginsedang terjangkit beberapa fasilitas yang digunakan
virus influenza. Untuk pelaku perjalanan pengunjung.
dengan tingkat risiko yang tinggi dan
memiliki komplikasi yang tidak dapat
divaksinasi, prophylaksis dapat diberikan
obat anti virus seperti zanamivir dan
oseltamivir yang biasa digunakan pada
suatu Negara. Amantidine dan rimantidine
juga boleh dipertimbangkan.

Tindakan Pencegahan

Hindari kontak dengan orang yang


menderita infeksi saluran pernapasan. Bersambung ke Volume V Edisi 4

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
35
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

SERBA-SERBI
ARTI WARNA DALAM SURAT CINTA
Oleh : Roswitha Kusuma Wardhani

Sebagian pembaca Tinta putih pada kertas hitam


buletin ini pasti ada Warna tulisan tinta putih pada kertas
yang masih berusia hitam, tidak lumrah
muda atau setidaknya pada tulisan surat
pasti ada yang belum apapun jenisnya,
pernah menikah namun tulisan tinta
walaupun usia sudah putih pada kertas hitam menunjukkan bahwa
mulai menjelang sore, bahkan mungkin ada si Penulis memiliki kesan seram dan
yang berstatus duda atau janda yang mengerikan walau kata – kata dalam tulisan
sementara dilanda cinta. Naskah dibawah surat tersebut penuh dengan rayuan dan
ini memandu anda dalam memilih warna kemesraan. Jadi berhati – hatilah apabila
tulisan ataupun warna kertas sebuah surat anda menerima surat dengan seperti ini.
cinta apabila anda tidak mempunyai
keberanian mengungkapkan kata hati anda Tinta putih pada kertas pink
secara lisan. Warna tulisan tinta putih pada kertas
pink atau sebaliknya,
Tinta hitam pada kertas putih
menunjukkan kesan suci,
Warna tulisan tinta bersih, cinta pertama pada
hitam pada kertas puber pertama atau cinta
putih sudah pertama pada puber kedua
lumrah pada dan ketiga serta cintanya sepenuh hati.
tulisan surat apapun sehingga sulit diprediksi,
namun tulisan tinta hitam pada kertas putih Tinta merah pada kertas putih
menunjukkan bahwa si Penulis benar – benar Warna tulisan tinta merah pada kertas
dengan kesungguhan hati mengungkapkan putih atau sebaliknya,
seluruh isi hatinya. Terlepas dari prasangka menunjukkan kesan emosi
buruk, bahwa penulis cenderung memiliki yang membara, marah,
ego sesuai dengan jenis gendernya. kecewa, tidak suka.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
36
Tinta biru pada kertas putih Tinta ungu pada kertas putih

Warna tulisan tinta biru Warna tulisan tinta ungu


pada kertas putih atau pada kertas putih atau
sebaliknya, menunjukkan sebaliknya, menunjukkan
kesan menginginkan kesan bahwa si Penulis
ketenangan cinta, mulai dalam kondisi berduit,
menjurus kearah hubungan sekaligus menginginkan
yang lebih serius, bahkan sikap anda untuk lebih eksekutif tetapi terasa
ingin segera ke jenjang pernikahan. romantis.

Tinta hijau pada kertas Tinta coklat pada kertas putih


putih Warna tulisan tinta coklat pada kertas
Warna tulisan tinta hijau putih atau sebaliknya,
pada kertas putih atau menunjukkan kesan bahwa si
sebaliknya, menunjukkan Penulis sedang bersedih dan
kesan sehat kearah cinta meminta agar anda sudi
yang hidup dan dinamis menghiburnya.
mengikuti perkembangan
jalanya jalinan percintaan.
Nah, silakan anda mencocokkan
sesuai kenyataan hidup anda sehari – hari.
Tinta kuning pada kertas putih Kadangkala cocok dan sesuai dengan yang

Warna tulisan tinta hijau kita alami namun tidak jarang yang meleset.

pada kertas putih atau Selamat mencoba atau tidak mencobanya

sebaliknya, menunjukkan sama sekali.

kesan bahwa si Yang paling aman dan gajinya


Penulis sedang Kasihan memprihatinkan yakni tukang
cemburu karena gajiku . pos dengan gaji PNS atau
cintanya yang
mendalam. Oleh tukang pos
karena itu, untuk dengan upah
sementara waktu gigit jari.
jauhkan diri anda dengan teman – teman
dekat anda.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
37
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

JEJARING PENGENDALIAN VEKTOR JEJARING


DENGAN STAKE HOLDER DI LINGKUNGAN PELABUHAN KEMITRAAN
TANJUNG PRIOK
Oleh : Agus Syah FH, SKM

I. Latar belakang bahwa pelabuhan – pelabuhan di Indonesia


Kegiatan pengendalian vektor dan telah mampu melakukan pengawasan dan
binatang penular penyakit merupakan salah pengendalian vektor dan binatang penular
satu bentuk upaya kewaspadaan dini terha- penyakit secara aman dan sehat khususnya
dap timbulnya wabah penyakit yang dise- di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.
babkan oleh vektor, hal ini sesuai dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan sebagai
ketentuan International Health Regulation unit pelaksana teknis Departemen Kesehatan
2005 yang mengharuskan pelabuhan bebas yang mempunyai tugas pokok dan fungsi
dari vektor, contohnya Aedes aegypti untuk cegah tangkal penyakit karantina dan pen-
perimeter area, oleh karena itu pengenda- yakit menular potensial wabah semakin besar
lian vektor (jentik nyamuk) mutlak harus dila- peranan dan tanggung jawabnya dalam
kukan. menanggulangi penyakit yang disebabkan
Untuk melindungi masyarakat pelabu- oleh vektor dan binatang penular penyakit.
han dari ancaman masuk keluarnya pen- Didalam menjalankan tugasnya KKP Kelas I
yakit bawaan vektor antar negara dan antar Tanjung Priok perlu malakukan koordinasi, je-
pulau dalam negeri yang ditularkan melalui jaring dan kemitraan dengan para stake
pelabuhan, maka perlu adanya peningka- holder yang ada di pelabuhan, agar dapat
tan upaya pengawasan dan pengendalian terlaksana dengan baik dan sempurna.
vektor dan binatang penular penyakit di Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok me-
wilayah pelabuhan. Pengawasan dan pen- mungkinkan menjadi areal yang mendukung
gendalian vektor di wilayah pelabuhan harus untuk faktor risiko yang disebabkan oleh vek-
terlaksana secara profesional sehingga da- tor dan binatang penular penyakit. Oleh
pat melindungi masyarakat khususnya di karena itu diperlukan jejaring dan kemitraan
wilayah pelabuhan. Peningkatan pengawa- dengan para stake holder, hal ini bertujuan
san vektor di wilayah pelabuhan ini meru- agar para stake holder bisa mewaspadai
pakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan melakukan upaya pengendalian sedini
kepercayaan pelayaran internasional
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
38

mungkin di pelabuhan. Melalui Kebijakan Pengendalian Vektor di


kegiatan ini diharapkan semua elemen Indonesia.
masyarakat pelabuhan mampu meningkat- Upaya Pengendalian Vektor
kan kerja sama dan kesiapsiagaan kita Pembawa Penyakit (Nyamuk) di
dalam mengendalikan faktor risiko terhadap Wilayah Jakarta Utara (Waspada DBD
vektor dan binatang penular penyakit di Wilayah Jakarta Utara).
khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok ber-
Surveilans Vektor Penular Penyakit
sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan
Program Pengendalian Vektor di
Kelas I Tanjung Priok.
Pelabuhan Tanjung Priok.

F. Metode
II. Pelaksanaan Pertemuan
Metode yang dipakai dalam
A. Peserta pertemuan
pertemuan ini yakni ceramah, tanya jawab,
Jumlah peserta pertemuan sebanyak curah pendapat (sharing) dan diskusi
30 (tiga puluh) orang. (round table discussion).
B. Pertemuan dilaksanakan di Hotel Ria G. Rekomendasi
Diani, Bogor, Jawa Barat.
Rekomendasi dari hasil pertemuan
C. Jalannya Pertemuan jejaring ini adalah terbentuknya
Pertemuan telah dilaksanakan kesepakatan bersama antara : KKP Kelas I
dengan baik, lancar, dan tertib sesuai Tanjung Priok dengan para stake holder
jadwal selama 3 (tiga) hari, yaitu : pada dalam upaya pengendalian vektor dan
tanggal 22 s/d 24 Februari 2010 binatang penular di Pelabuhan Tanjung

D. Narasumber Priok.

Pertemuan ini didukung oleh


III. PENUTUP
narasumber dari :
Demikian laporan pelaksanaan
SubDit. Pengendalian Vektor Dit. P2B2
pertemuan jejaring dalam rangka
Ditjen. PP & PL
pengendalian vektor dan binatang penular
Suku Dinas Kesehatan Masyarakat penyakit di Pelabuhan. Kegiatan ini dilakukan
Wilayah Jakarta Utara agar peserta mampu menjaga wilayah
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Pelabuhan Tanjung Priok dari gangguan
Tanjung Priok vektor dan binatang penular penyakit,
E. Materi Pertemuan sehingga bebas dari ancaman penyakit

Tugas Pokok dan Fungsi KKP menular dan berpotensi wabah

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
39

POTRET SEBUAH POTRET SEBUAH


KEMITRAAN KEMITRAAN

SAJAK SEBUAH POTRET KEMITRAAN SAJAK SEBUAH POTRET JEJARING

Pelabuhanku kini semakin sepi Suara gaduh di pinggir Pelabuhan

Tidak lagi terdengar suara para penjaja jasa makanan Suara gaduh di Gerbang Negara

jajanan Amboi . . .

Tampak di ujung kade seorang kakek pelaku per- Sang nyamuk berteriak atas nama nyamuk
jalanan sedang duduk merenung berpangku tangan Sang kecoak berteriak atas nama kecoak
Sang kakek bergumam : ―dulu perkawinanku sebagai
Sang tikus berteriak atas nama tikus
akibat dari sebuah kesepakatan keluarga‖
Kita butuh jejaring kerja
Sang kakek tersenyum kecut oleh kesendiriannya
Kita butuh net work
yang tidak pernah memiliki keturunan akibat sebuah
Saling berteriak untuk bersepakat
kesepakatan
Saya harus win, selanjutnya terserah yang lain
Sang kakek bermuram durja sambil komat-kamit,
keluargaku win sedang aku . . . loose Kita butuh jaring nyamuk

Pelabuhanku kini semakin sepi Kita butuh jaring kecoak

Tidak lagi terdengar dengung nyamuk Kita butuh jaring tikus

Tidak lagi terdengar gemerataknya langkah kecoak Akhirnya, loose . . . . semuanya

Tidak lagi terdengar cicitnya tikus Suara gaduh di pinggir Pelabuhan

Inikah dampak sebuah kesepakatan? Suara gaduh di Gerbang Negara

Ataukah sebuah potret evolusi ekonomi masyarakat? Amboi . . .

Pelabuhanku kini semakin sepi Sepakat menjaring nyamuk tanpa jaring

Nyamuk, kecoak dan tikus bersepakat Sepakat menjaring kecoak tanpa jaring

Nyamuk, kecoak dan tikus saling sepakat tanpa suara Sepakat menjaring tikus tanpa jaring

saat ada manusia Serentak nyamuk, kecoak dan tikus bersedih

Nyamuk sepakat hanya menghisap darah telinga Ibarat irama koor tentang pilu hati lelaki tua

Kecoak sepakat hanya makan sisa - sisa makanan Nyamuk minggat dari Pelabuhan oleh jejaring kerja

Tikuspun sepakat hanya makan sisa - sisa makanan Kecoak minggat dari Pelabuhan oleh jejaring kerja

Pelabuhanku kini semakin sepi Tikus minggat dari Pelabuhan oleh jejaring kerja

Tanpa suara nyamuk Kini . . . sisa teman-teman mereka

Tanpa suara kecoak Suara gaduh di pinggir Pelabuhan

Tanpa suara tikus Suara gaduh di Gerbang Negara

Adakah kesepakatan tanpa win - win dalam bermitra? Amboi . . .

Pelabuhanku kini semakin sepi Suara gaduh telah menghilang

Pelabuhanku kini semakin sepi

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
40
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

FLORA
PISANG DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI—HARI
Dan
Oleh : Ny. Bertha M. Pasolang, SSos.
FAUNA

Mendengar perkatan pisang, pastilah dijemur, dijadikan ― sele‖ untuk makanan


kita bisa membayangkan indah dan ringan (camilan) .Sebagai hiasan suguhan
nikmatnya buah pisang yang sering kita lihat makanan pada acara jamuan makan
dalam kehidupan kita sehari – hari. Pisang yang sekaligus disantap sebagai ― cuci
merupakan tumbuhan berbatang lunak, mulut‖ setelah selesai makan.
berdaun besar dan memanjang dan Dimakan untuk memperlancar pencernaan
berbuah tersusun berdekatan dalam makanan bagi yang susah Buang Air Besar
tandan. Pisang secara keseluruhan (keras).
mempunyai kegunaan bagi kehidupan
Sebagai makanan ringan atau camilan di
manusia, mulai dari akarnya, umbinya,
kebun karena mudah cara memasaknya
batangnya, jantungnya, buah dan kulit
(dibakar, direbus, dibuat kolak)
buahnya serta daun dan pelepah daunnya.

Kegunaan batang pisang :


Kegunaan buah pisang :
Seluruh batang sebagai makanan ternak
Bila buahnya sudah masak maka kulit
(babi) atau sebagai penancap
buahnya dikupas, selanjutnya langsung
wayang kulit (di Jawa) atau
dimakan
sebagai rakit kala Jakarta banjir
Bila buahnya
Bagian dalam batang diiris kecil –
mentah, direbus
kecil dicampur daging ayam, sebagai
terlebih dahulu
masakan ala ―Tana Toraja‖
kemudian dimakan
Bagian kulit luar sebagai tali untuk mengikat
atau bisa ―dipasrah‖
atau sebagai beragam kerajinan tangan
dicampur dengan beras yang selanjutnya
(mozaik)
dimasak sebagai pengganti ― nasi‖ atau
Sebagai batang hiasan ― kembang
diiris tipis – tipis, dijemur kering kemudian
mayang‖ saat acara resepsi pengantin.
digoreng dijadikan― kripik‖ sebagai
makanan ringan (camilan). Dalam keadaan mendesak dapat dipakai
sebagai rakit
Bila buahnya sudah masak, diiris tipis,

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
41

Kegunaan daun pisang : kampung (bancak baki takir)

Daun pisang dapat dipakai sebagai


pembungkus : pembungkus makanan, Kegunaan jantung pisang :

pembungkus nasi Sebagai makanan


pecel, pembungkus (dibuat lauk pauk : sayur,
kue (nogosasri, krawon, dll)
lemper, dll), Sebagai mainan anak –
pembungkus lauk anak (kapal – kapalan, dll)
(botokan), dll
Kegunaan umbi pisang :

Sebagai payung Sebagai makanan ringan (diiris dan dijemur


kala Jakarta untuk dibuat keripik, dll)
dilanda hujan Sebagai mainan anak – anak (patung
Sebagai makanan pahat, dll)
ternak (kambing, Dibawah ini beberapa contoh peralatan
domba, dll) rumah tangga berlapis mozaik dari kulit batang
Kerajinan tangan (anyaman) pohon pisang yang dijual via internet.

Kegunaan Kulit buah pisang :

Kulit buah pisang bisa


sebagai makanan ternak
(domba, kambing, dll)

Ranjau pencuri agar


jatuh saat malam gelap, Piring berlapis mozaik kulit batang pisang

terpeleset kulit buah


pisang

Kegunaan pelepah daun pisang :

Sebagai mainan anak


– anak (mainan cemeti,
bentuk binatang, dll)

Sebagai tatakan
Wadah tissue berlapis mozaik kulit batang pisang
makanan saat pesta

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
42
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

KAJIAN
EXCECUTIVE REPORT Dan
EVALUASI PASCA PELATIHAN KEKARANTINAAN KAPAL DIKLAT
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
TAHUN 2009

Lanjutan dari Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V


Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010 Pada materi ini, peserta latih di bangun
3. Penyelenggaraan kegiatan ini berjalan untuk membuat komitmen-komimen selama
dengan baik dan sebagaimana pelatihan dilaksanakan. Komitmen-
mestinya : komitmen yang telah disepakati adalah

a. Hari I (27 April 2010) sebagai berikut :

1). Registrasi para peserta latih Berpakaian rapi


2). Pembukaan Pelatihan Kekarantinaan Disiplin (Datang tepat waktu)
Kapal, sekaligus sambutan dan Saling hormat-menghormati dalam
arahan oleh Dirjen PP & PL menyampaikan pendapat masing-masing
Kementerian Kesehatan Republik Bertanggungjawab
Indonesia yang pada kesempatan Hand Phone di silent / digetarkan selama
kali ini diwakili oleh Kepala Kantor proses pembelajaran
Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Aktif dalam berdiskusi dan bertanya
Priok (Bpk. Raissekki, SKM.MM) Hari II (28 April 2010)

3). Melakukan Pre tes yang dilakukan


b. Penyajian materi dan Tanya jawab /
terhadap 30 peserta latih
diskusi :
Hasil pre tes di atas jika dikategorikan dida-
Tugas Pokok dan Fungsi Kantor
patkan hasil :
Kesehatan Pelabuhan yang
Nilai <55,01 : Kurang, terdapat 5 orang
disampaikan oleh Raissekki, SKM.MM.
Nilai 55,01 – 70 : Cukup, terdapat 14 orang
Peran Administrator Pelabuhan dalam
Nilai 70,01 – 85 : Baik, terdapat 11 orang
kekarantinaan kapal yang disampaikan
rentang nilainya yaitu nilai terendah 44 dan
oleh Bay M Hasani
nilai tertinggi 80, dengan nilai rata-rata
Kebijakan dan Strategis Kementerian
65,28.
Kesehatan Dalam Penerapan IHR 2005
4. Pada penyajian materi Building Learning disampaikan oleh Pri agung Adi Bawono,

Comitmen / BLC SKM.M.Med.Sc.PH

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
43

Peraturan Perundang-undangan yang Hasil post tes di atas jika dikategorikan di-
berkaitan dengan kekarantinaan kapal dapatkan hasil :
yang disampaikan oleh Imam Setiaji, SH Nilai 70,01 – 85 : Baik, terdapat 24 orang
Kapasitas inti IHR 2005 dalam Nilai 85,01 – 100 : Baik Sekali, terdapat 6
kekarantinaan kapal yang disampaikan orang
oleh dr. Benget Saragih, MEpid. Sedangkan untuk rentang nilainya
Penggunaan Alat Pelindung Diri dalam terdapat nilai terendah sebesar 72 dan
karantina kapal yang disampaikan oleh nilai tertinggi sebesar 92 dengan nilai rata
Dr. Trio Taufik Edwin -rata sebesar 81,20.
NILAI PRE—POST TEST PELATIHAN KEKARANTINAAN KAPAL
c. Hari III (29 April 2010) POS
NO NAMA PESERTA KKP ASAL PRE T
Penyajian materi, Tanya jawab, praktek TEST TEST
1 M. Arsyad, SKM Tembilahan 60 92
kelas dan lapangan : 2 M. Kamil, SKM Poso 66 84
Instrumen pengawasan kapal dalam 3 Maemuna. AMK Kendari 60 84
4 Mardiyana, SKM Jayapura 80 92
karantina yang disampaikan oleh Ali Isha 5 Delifour BBR. H,AMK Merauke 56 92
6 Wahyu Supriyanto Manokwari 80 84
Wardhana, SKM.MKM 7 Ririn Evtiani, SKM Panjang 64 76
Pemeriksaan Kesehatan Kapal yang 8 Zacarias T Ambon 56 76
9 Teguh W. W, SKM Palu 64 80
disampaikan oleh Agus Syah, 10 M. Aryanto, AMKL Ternate 52 72
11 Jufri, SKM Sabang 72 84
FH.SKM.MKM 12 Aurelius Gelu Kupang 60 80
13 Ferdinan Momami Sorong 44 76
14 Nor Amaliah, SKM Sampit 68 84
d. Hari IV (30 April 2010)
15 Suribno T Bansaga Manado 52 72
Penyajian materi, Tanya jawab, praktek 16 Dani Asmono Tarakan 72 76
17 Neneng Rosnawati Pontianak 68 72
kelas dan lapangan : 18 Soni Purwanto, SKM P. Pisau 72 84
19 Indriani N. Amd. Kp Bengkulu 56 84
Pemeriksaan Kesehatan Kapal oleh Agus
20 Asrih Yulianti B. Aceh 76 88
Syah, FH.SKM.MKM 21 Haidar Lkseumawe 60 80
22 dr. Pingkan, MPHM Bitung 52 88
Rencana Tindak Lanjut yang disampai- 23 Midyawati Ahmad Gorontalo 52 80
24 Purnimah R, AMG Biak 72 72
kan oleh dr I Nyoman Putra 25 Fitra G, SKM Padang 68 76
26 Robi'ur Rosyid Tg Priok 80 84
e. Hari V ( 01 Mei 2010) 27 Fredrik L. Djara, SKM Tg Priok 75 72
28 Dian Puspa R, SKM Tg Priok 72 84
Praktek di kelas mengenai penyusunan 29 Subarjo Tg Priok 68 80
30 Hadi Nugraha Tg Priok 72 88
Rencana Tindak Lanjut oleh dr I Nyoman 64.9 81.
Nilai Rata-rata
7 20
Putra
Post Tes terhadap 30 peserta latih den- Penutupan pelatihan oleh Dirjen PP & PL,

gan hasil : Kementerian Kesehatan RI yakni Bapak


Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Sp (PK).

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
44
C. Evaluasi kolom 2-tail Sig. Pada contoh di atas di dapat

1. Hasil evaluasi peserta nilai p = 0,000 maka dapat disimpulkan ada


perbedaan yang signifikant antara nilai
Hasil evaluasi peserta pada pre test dan
peserta latih sebelum pelatihan dengan
post test dilakukan analisis hubungan
sesudah pelatihan.
menggunakan metode Paired Sample
(Uji beda dua mean dependen). Adapun Hal ini, dapat diinterpretasikan bahwa

tujuan dari analisis ini adalah untuk pengetahuan peserta latih tentang

mengetahui perbedaan mean antara kekarantinaan kapal meningkat secara

dua kelompok data yang dependen, signifikan setelah peserta latih mengikuti

sehingga dapat diketahui apakah ada pelatihan kekarantinaan kapal.

perbedaan pengetahuan pada peserta 2. Hasil Evaluasi Nara Sumber


latih antara sebelum dan sesudah Dalam pelatihan ini setiap nara
mendapat pelatihan. sumber / fasilitator dilakukan evaluasi oleh
T-Test setiap peserta latih. Evaluasi dilakukan
Paired Samples Statistics terhadap : penguasaan materi, ketepatan
Std. Error waktu, sistematika penyajian, penggunaan
Mean N Std. Dev iation Mean
Pair PRE 64.97 30 9.629 1.758 metoda dan alat bantu, gaya simpati (gaya
1 POST 81.20 30 6.228 1.137
dan sikap terhadap peserta), penggunaan

Paired Samples Correlations bahasa, pemberian motivasi belajar para


N Correlation Sig. peserta dan pencapaian tujuan
Pair 1 PRE & POST 30 .201 .287
pembelajaran. Rentang nilai hasil evaluasi
Paired Samples Test nara sumber / fasilitator dari 30
Paired Dif f erences
peserta latih didapatkan nlai
95% Conf idence
Interv al of the
Std. Error Dif f erence terendah sebesar 80 dan nilai
Mean Std. Dev iation Mean Lower Upper t df Sig. (2-tailed)
Pair 1 PRE - POST -16.23 10.365 1.892 -20.10 -12.36 -8.579 29 .000 tertinggi sebesar 89 dengan
nilai rata-rata sebesar 84,97.
Rata-rata hasil evaluasi peserta latih
Jika dikategorikan maka didapatkan hasil :
pada pre test adalah 64,97 dengan standar
deviasi 9,629. Pada post test didapat rata- Amat baik ( ≥ 84,97) sebanyak 17 orang

rata nilai post test adalah 81,20 dengan Baik (< 84,97) sebanyak 13 orang
standart deviasi 6,228. Terlihat nilai mean Yang tergolong kategori amat baik
perbedaan antara pre test dan post test sebesar 17 orang ( 56,67% ) dan yang
adalah –16,23 dengan standart deviasi tergolong baik sebesar 10 orang (43,33%). Hal
10,365. Perbedaan ini diuji t berpasangan ini berarti sebagian besar peserta
menghasilkan nilai p yang dpat dilihat pada menyatakan bahwa nara sumber / fasilitator
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
45
mampu dan berhasil menyampaikan sebesar 68 dan nilai tertinggi sebesar 90
materi pelatihan sesuai dengan keinginan dengan nilai rata-rata sebesar 82,58.
para peserta latih. Jika dikategorikan maka didapatkan

3. Hasil Evaluasi Penyelenggaraan hasil :

Peserta di berikan kesempatan untuk Amat baik ( ≥ 82,58) sebanyak 19

menilai dirinya sendiri dalam proses orang

pembelajaran selama pelatihan dengan Baik (< 82,58) sebanyak 11 orang


memakai format pada saat akhir Yang tergolong pada kategori amat
pelatihan. baik sebesar 19 orang (63,33%) dan
a. Materi yang tergolong baik sebesar 11 orang

1). Materi pelatihan ini memenuhi harapan (36,67%). Hal ini berarti sebagian besar

anda peserta menyatakan bahwa materi


pelatihan sesuai dengan yang dilakukan
Rentang nilai hasil evaluasi dari 30
peserta latih di tempat tugasnya.
peserta latih didapatkan nlai terendah
sebesar 70 dan nilai tertinggi sebesar 90 3). Manfaat praktek di kelas

dengan nilai rata-rata sebesar 80,83. Rentang nilai hasil evaluasi dari 30
Jika dikategorikan maka didapatkan peserta latih didapatkan nlai terendah
hasil : sebesar 70 dan nilai tertinggi sebesar 96

Amat baik ( ≥ 80,83) sebanyak 20 dengan nilai rata-rata sebesar 85,33.

orang Jika dikategorikan maka didapatkan


hasil :
Baik (< 80,83) sebanyak 10 orang
Amat baik ( ≥ 85,33) sebanyak 21
Yang tergolong pada kategori amat
orang
baik sebesar 20 orang (66,67%) dan
yang tergolong baik sebesar 10 orang Baik (< 85,33) sebanyak 9 orang

(33,33%). Hal ini berarti sebagian besar Yang tergolong pada kategori amat
peserta menyatakan bahwa materi baik sebesar 21 orang (70,00%) dan
pelatihan memenuhi harapan peserta yang tergolong baik sebesar 9 orang
latih. (30,00%). Hal ini berarti sebagian besar

2). Materi pelatihan ini sesuai dengan peserta menyatakan bahwa praktek di

kebutuhan yang anda lakukan di kelas memberikan manfaat untuk para

tempat tugas peserta latih.

Rentang nilai hasil evaluasi dari 30


peserta latih didapatkan nlai terendah

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
46
b. Proses pembelajaran dikategorikan maka didapatkan hasil :

Hasil evaluasi tersebut menunjukkan Amat baik ( ≥ 86,39) sebanyak 22 orang


bahwa : Baik (< 86,39) sebanyak 8 orang
1). Pengalaman belajar selama pelatihan ini Yang tergolong pada kategori amat baik
bermanfaat bagi pengembangan dalam sebesar 22 orang (73,33%) dan yang
pelaksanaan pekerjaan tergolong kategori baik sebesar 8 orang
Rentang nilai hasil evaluasi dari 30 (26,67). Hal ini berarti peserta latih merasa
peserta latih didapatkan nlai terendah puas dengan proses pembelajaran
sebesar 75 dan nilai tertinggi sebesar 100 pelatihan karena sebagian besar
dengan nilai rata-rata sebesar 90,10. Jika kepuasan peserta terhadap
dikategorikan maka didapatkan hasil : penyelenggaraan proses pembelajaran

Amat baik ( ≥ 90,10) sebanyak 15 orang pada umumnya tergolong dalam


kategori amat baik.
Baik (< 90,10) sebanyak 15 orang
c. Akomodasi
Yang tergolong pada kategori amat baik
sebesar 15 orang (50%) dan yang Peserta diberikan kesempatan untuk

tergolong kategori baik sebesar 15 orang menilai penyelenggaraan akomodasi

(50%). Hal ini berarti peserta merasa dengan cara mengisi format evaluasi pada

bahwa melalui pelatihan ini mereka saat akhir pelatihan. Hasil evaluasi tersebut

memperoleh pengalaman belajar yang menunjukkan bahwa :

sangat bermanfaat bagi 1). Ruang kelas


pengembangan dalam belajar yang Rentang nilai hasil evaluasi dari 30 peserta
sangat bermanfaat bagi latih didapatkan nlai terendah sebesar 75
pengembangan dalam pelaksanaan dan nilai tertinggi sebesar 98 dengan nilai
tugasnya sehari-hari karena isian format rata-rata sebesar 88,77. Jika dikategorikan
pengalaman belajar para peserta maka didapatkan hasil :
pelatihan tergolong dalam kategori amat
Amat baik ( ≥ 88,77) sebanyak 16 orang
baik dan baik.
Baik (< 88,77) sebanyak 14 orang
2). Kepuasan terhadap penyelenggaraan
Yang tergolong kategori amat baik 16
proses pembelajaran pada umumnya
orang (53,33%) dan tergolong baik 14
Rentang nilai hasil evaluasi dari 30
orang (46,67%). Hal ini berarti sebagian
peserta latih didapatkan nlai terendah
besar peserta menyatakan bahwa
sebesar 72 dan nilai tertinggi sebesar 95
akomodasi ruang kelas menunjang dalam
dengan nilai rata-rata sebesar 86,39. Jika
pemahaman materi yang diberikan.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
47
2). Ruang tidur dengan nilai rata-rata sebesar 81,42.

Rentang nilai hasil evaluasi dari 30 Jika dikategorikan maka didapatkan


peserta latih didapatkan nlai terendah hasil :
sebesar 70 dan nilai tertinggi sebesar 93 Amat baik ( ≥ 81,42) sebanyak 18 orang
dengan nilai rata-rata sebesar 80,41.
Baik (< 81,42) sebanyak 12 orang
Jika dikategorikan maka didapatkan
Yang tergolong pada kategori amat baik
hasil :
sebesar 18 orang (60,00%) dan yang
Amat baik ( ≥ 80,41) sebanyak 17 orang tergolong baik sebesar 14 orang (40,00%).
Baik (< 80,41) sebanyak 13 orang Hal ini berarti sebagian besar peserta

Yang tergolong pada kategori amat baik menyatakan bahwa akomodasi

sebesar 17 orang (56,67%) dan yang makanan / minuman cukup menunjang

tergolong baik sebesar 14 orang (43,33%). dalam pemahaman materi yang

Hal ini berarti sebagian besar peserta diberikan.

menyatakan bahwa akomodasi ruang PENUTUP


tidur cukup menunjang dalam Demikian laporan pelaksanaan
pemahaman materi yang diberikan. pelatihan kekarantinaan kapal sebagai suatu
3). Makanan / minuman bentuk pertanggungjawaban atas tugas

Rentang nilai hasil evaluasi dari 30 panitia yang diberikan oleh Kantor

peserta latih didapatkan nlai terendah Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok.

sebesar 70 dan nilai tertinggi sebesar 96 Semoga laporan ini bermanfaat.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
48
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

PROMOSI DAN SOSIALISASI PENYAKIT TIDAK MENULAR ANEKA


KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
By, : Nyompu PERISTIWA

I. PENDAHULUAN lenggarakan Promosi dan Sosialisasi

Pembangunan kesehatan nasional, penyakit penyakit hipertensi.

khususnya didaerah pelabuhan adalah Dengan adanya Promosi dan


bagian dari upaya global di bidang kese- Sosialisasi ini diharapkan pekerja pelabuhan
hatan dan telah memiliki berbagai komit- mengetahui tentang penyakit hipertensi,
men internasional sebagai bagian dari ― sehingga penanganan secara dini dapat
misi global ― untuk meningkatkan dan segera dilakukan.
mengembangkan berbagai pemban-
II. TUJUAN
gunan kesehatan diberbagai Negara, se-
bagaimana yang diamanatkan oleh Inter- 1. Tujuan Umum

national Health Regulation (IHR) Tahun 2005 Meningkatkan pengetahuan pekerja


yang merupakan salah satu dasar hukum pelabuhan tentang penyakit tidak menular
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi khususnya penyakit hipertensi
(TUPOKSI) Kantor Kesehatan Pelabuhan. 2. Tujuan Khusus, pekerja mengetahui :
KKP sebagai Unit Pelaksana Teknis tentang pengertian penyakit hipertensi
(UPT) dibidang pengendalian dan penye- tentang penyebab penyakit hipertensi
hatan lingkungan mengemban tugas
tentang faktor resiko penyakit hipertensi
pokok dalam mencegah masuknya pen-
tentang tanda dan gejala penyakit
yakit menular potensial wabah ke Indone-
hipertensi
sia dan mencegah keluarnya penyakit
tentang pengobatan penyakit hipertensi
menular potensial wabah dari Indonesia.
tentang pencegahan penyakit hipertensi
Sehubungan dengan IHR 2005, TU-
POKSI KKP semakin berkembang. Tidak lagi
harus berfokus pada penyakit tidak menu-
lar potensial wabah tetapi juga penyakit-
penyakit tidak menular juga menjadi per-
hatian dunia.

Dalam rangka penyebaran informasi


tersebut KKP Kelas I Tanjung Priok menye-

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
49

III. LUARAN X. PROSES PELAKSANAAN

Terkendalinya faktor resiko 1. Hari I :


penyakit tidak menular bagi pekerja Pembukaan pertemuan
TKBM Pelabuhan Tanjung Priok
Penyampaian materi tupoksi oleh KKP

IV. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Diskusi tentang tupoksi KKP

Metode Pelaksanaan : Pelaksanaan Pembagian leaflet hipertensi

Promosi dan Sosialisasi Penyakit Tidak 2. Hari II :


Menular dilakukan dengan cara: Ce- Penyampaian materi tentang penyakit
ramah, Diskusi dan Pembagian Leaflet hipertensi meliputi pengertian penyakit
hipertensi, penyebab penyakit hiper-
V. SASARAN
tensi, faktor resiko penyakit hipertensi,
Meningkatnya pengetahuan
gejala dan tanda penyakit hipertensi,
masyarakat pelabuhan tentang penyakit
pengobatan penyakit hipertensi dan
hipertensi
pencegahan penyakit hipertensi

VI. PEMBICARA Diskusi tentang penyakit hipertensi

Pembicara pada pertemuan Promosi Penutupan pertemuan

dan Sosialisasi Penyakit Hipertensi berasal


XI. TINDAKLANJUT
dari KKP Kelas I Tanjung Priok.
Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan
VII. PESERTA screening dan penemuan faktor resiko

Pesertanya adalah pekerja sebanyak penyakit hipertensi di lingkungan pelabu-

TKBM sebanyak 25 orang han Tanjung Priok

Perlu dilakukan evaluasi terhadap pen-


VIII. WAKTU DAN TEMPAT
getahuan masyarakat pelabuhan ten-
Kegiatan Promosi dan Sosialisasi tang penyakit hipertensi
Penyakit Tidak Menular ini dilaksanakan
Perlu dilakukan promosi penyakit hiper-
di Aula TKBM Pelabuhan Tanjung Priok
tensi secara berkesinambungan.
pada tanggal 5 – 6 Mei 2010.

IX. PEMBIAYAAN

Biaya kegiatan Promosi dan Sosialisasi


PTM dibebankan pada DIPA KKP Kelas I
Tanjung Priok Tahun Anggaran 2010.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
50
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2010

BAYI dan KAKEK RELAKSASI


Oleh : Hendra Kusumawardhana

BAYI yang bisa masuk masuk sorga‖?

Lisa dianggap oleh Ibunya sudah Lisa menjawab : ―wah, . . . ya jangan


mampu menjaga (momong) adiknya karena burung, tebakan tentang manusia saja‖
saat ini umurnya 12 tahun, sedang adiknya Kilah Eric : ―ha ha ha kak Lisa tidak tahu ya . .
yang baru berumur 3 tahun. Pada saat . . itu burung gereja”
Ibunya pergi belanja ke pasar, si Lisa disuruh
Lisa hanya bisa tercengang, dalam hati
Ibunya menjaga adiknya.
mengangkat jempol atas kepintaran adiknya

KAKEK

Ada dua orang kakek yang sedang


ngobrol di sebuah cafe shop yang terletak di
deretan Rembrand Hotel. Mereka saling
bercerita tentang perjalanan masa lalunya
yang megah dan indah.

Kakek A bertanya : ―apakah setelah kita mati


nanti, bisa masuk surga, ya . . . ―?

Kakek B menjawab : ―ya . . sesuai dengan


amal perbuatan kita‖.
Lisa memutar otak agar adiknya tidak
Jawab kakek A : ―Wah, wah, . . . padahal
menangis pada saat ditinggal pergi belanja
kelakuan saat kita masih muda . . .
ke pasar oleh Ibunya. Akhirnya dia mencoba
amburadul wah, wah, . . . bagaimana ya‖?
main tebak – tebakan dengan adiknya yang
Sambil tersenyum kakek B menjawab : ―Kita
bernama Eric. Tanya Lisa : ―Eric, . . coba
ini kalah dengan binatang sih, . . . burung
tebak, anak yang baik itu kalau mati,
saja bisa masuk surga, sedang kita . . .‖?
nantinya masuk sorga atau masuk neraka‖?
Jawab kakek A serius : ―Burung apa yang
Jawab Eric dengan tertawa : ―ha ha ha, kak
bisa masuk surga‖?
Lisa tidak tahu ya . . . itu sih gampang, ya
masuk sorga lah‖ Balas kakek B sambil tertawa terbahak –
bahak : ―Tuh . . . burung gereja. . . ―
Selanjutnya Eric yang bertanya : ―sekarang
gantian aku yang bertanya, burung apa Kakek B : ―o o o . . .???‖

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
51

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 3 Triwulan III ( Juli - September ) Tahun 2010
52

Buletin V edisi 3

FREE DOWNLOAD
KKP KELAS I TANJUNG PRIOK
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume PELATIHAN
V Edisi +62-43931045
3 Triwulan
FUMIGASI III ( Juli - September ) Tahun 2010
KAPAL 2010
Expiration Date: 00/00/00