Anda di halaman 1dari 6

Solusi mencari KTI Kebidanan tercepat di internet hanya di

http://kti-skripsi.com/

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menurut (WHO) kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara

menyeluruh meliputi asfek fisik, mental, sosial dan bukan hanya bebas dari

penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsinya, kesehatan

reproduksi bukan hanya menambah maslaah kehamilan atau kemandulan, tetapi

mencakup seluruh siklus kehidupan seorang wanita dimana dalam menghadapi

siklusnya dapat mengalami berbagai problema.

Menurut Mackenzie (1992 : 13) Menopause berasal dari bahasa yunani

berarti ”berhentinya haid” dan klimakterium adalah masa peralihan atua anak

tangga antara tahun-tahun reproduktif dan menopause sebenarnya.

Menurut At-tharsyah (2001 : 56) Menopause merupakan masa yang kritis

dalam kehidupan wanita yang umumnya dimulai pada usia antara 45-55 tahun

pada tahun-tahun itu banyak terjadi perubahan fisik maupun psikis pada diri

seorang perempuan. Tubuh dan jiwa harus menyesuaikandiri dengan keadaan

baru, pada banyak wanita, penyesuaian ini tidak berjalan lancar dan dapat

mengakibatkan banyak keluhan, misalnya banyak keringat, jantung berdebar,

sakit kepala, mudah tersinggung, cepat merasa lelah dan kurang bersemangat,

pada periode inilah biasanya seorang wanita telah merasa dirinya menjadi tua dan

takut tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual suami.

Hubungan seksual merupakan aktivitas fisik yang juga melibatkan faktor

positif, karena itu hubungan seksual memerlukan energi dan secara fisik, tidak
2

berbeda dengan aktivitas fisik yang lain. Hubungan seksual adalah salah satu

bentuk ungkapan cinta kasih antara suami istri, juga sebagai sarana komunikasi

yang sangat baik untuk mewujudkan keharmonisan sebuah rumah tangga selain

untuk mendapatkan keturunan. Dan hubungan seksual juga bertujuan memberikan

kepuasan fisik dan mental pada pasangan suami istri. Menurut At-Tharsyah

(2001:145)

Pembangunan kesehatan telah meningkatkan status kesehatan dan gizi

masyarakat antara lain meningkatkan Umur Harapan Hidup (UHH) di Indonesia

dari tahun ketahun, pada tahun 1971 UHH penduduk Indonesia adalah 46,5 tahun

dan pada tahun 2005 diperkirakan mencapai 68,2 tahun, disamping itu terjadi pula

pergeseran umur menopause dari 46 tahun pada tahun 1980 menjadi 49 tahun

pada tahun 2000. (Depkes, 2005)

Jumlah dan proporsi penduduk perempuan yang berusia di atas 50 tahun

dan diperkirakan memasuki usia menopause dari tahun ketahun juga mengalami

peningkatan yang sangat signifikan, berdasarkan sensus penduduk tahun 2000

jumlah perempuan berusia di atas 50 tahun baru mencapai 15,5 juta orang atau

7,6% dari total penduduk, sedangkan tahun 2020 jumlahnya diperkirakan

meningkat menjadi 30,0 juta atau 11,5% dari total penduduk. (Depkes, 2005)

Lebih lanjut ditegaskan, berdasarkan perhitungan statistik, diperkirakan

pada tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia dan mencapai 262,6 juta jiwa

dengan jumlah perempuan yang hidup dalam usia menopause adalah sekitar 30,3

juta jiwa dari jumlah laki-laki, di usia andropause akan mencapai 24,7 jiwa.

(Depkes, 2005)
3

Jumlah perempuan Indonesia yang memasuki masa menopause saat ini

tercatat sekitar 7,4 persen dari jumlah penduduk sebanyak 214 juta jiwa, dan

jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat menjadi 14 persen pada tahun 2015

mendatang (Depkes, 2005)

Berdasarkan hasil pra survey di Desa Negara Aji Baru dusun I pada

tanggal 20 Maret 2007 diketahui jumlah penduduknya berjumlah 430 jiwa yang

terdiri dari 210 kepala keluarga dengan jumlah penduduk wanitanya 123 orang

dan yang telah memasuki usia menopause berjumlah 38 orang dengan usia

minimal 46 tahun dan yang masih hidup pasangannya berjumlah 27 orang juga

masih terlihat harmonis. Secara umum masih tetap melakukan hubungan seksual

walaupun berbeda-beda frekuensinya setiap pasangan.

Kehidupan seksual yang harmonis adalah kehidupan yang dapat dinikmati

bersama, baik oleh suami ataupun istri, dalam sebuah penelitian mengenai

seksualitas di AS di saat dan setelah (perubahan kehidupan) ditemukan, bahwa

gairah dan dorongan seksual tidak berubah dalam 60% wanita dan 20%

mengalami penurunan dorongan seksual, 20% lainnya mengalami peningkatan

gairah seksual, menurut Liewellyn Jones (2005 : 445).

Frekuensi hubungan seksual sangat bergantung pada dorongan seksual,

keadaan fisik dan psikis, dan kehidupan bersama kedua pihak, frekuensi hubungan

seks tiap orang tidak sama, tergantung umur, untuk pria dan wanita usia 40-55

tahun, melakukan hubungan seks sebanyak 3 hari sekali, masih dikatakan dalam

kategori normal sedangkan untuk pria dan wanita usia 55 ke atas, apalagi yang
4

telah mencapai usia 60 tahun ke atas, melakukan hubungan seks seminggu sekali

atau sebulan sekali masih dalam keadaan normal (Ayup, 2005).

Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis tertarik untuk mengetahui

gambaran aktivitas seksual pada wanita menopause yang ditinjau dari segi usia,

frekuensi hubungan seksual dan kesehatan fisik.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah maka yang menjadi masalah

pada penelitian ini adalah ”Bagaimana Gambaran Aktivitas Seksual pada Wanita

Menopause di Desa Negara Aji Baru Dusun I Kec. Pembantu Anak Tuha

Lampung Tengah” ?.

C. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini ruang lingkup penelitian adalah sebagai berikut :

1. Jenis Penelitian : Deskriptif

2. Subjek Penelitian : Wanita yang telah menopause di Desa Negara Aji Baru

Dusun I yang penulis batasi pada usia 46 – 55 tahun dan

yang masih mempunyai pasangan.

3. Objek Penelitian : Aktivitas seksual wanita menopause

4. Lokasi Penelitian : Desa Negara Aji Baru Dusun I, Kec. Pembantu Anak

Tuha.

5. Waktu Penelitian : 6-11 Juni 2007


5

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mendapatkan gambaran tentang aktivitas seksual pada wanita

menopause di Desa Negara Aji Dusun I Kec. Pembantu Anak Tuha.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui gambaran aktivitas seksual wanita menopause

di tinjau dari segi usia.

b. Untuk mengetahui frekuensi aktivitas seksual pada wanita

menopause

c. Untuk mengetahui gambaran aktivitas seksual wanita menopause

ditinjau dari kesehatan fisik.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Institusi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan bagi proses

penelitian selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan menopause.

2. Bagi Wanita Menopause

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sehingga wanita

menopause dapat menjalani kehidupan seksual, yang harmonis bersama

pasangannya.

3. Bagi Peneliti
6

Sebagai penerapan mata kuliah metodelogi penelitian dan menambah

pengalaman dalam penulisan KTI.