Anda di halaman 1dari 5

Solusi mencari KTI Kebidanan tercepat di internet hanya di

http://kti-skripsi.com/

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah gizi yang utama di Indonesia adalah kurang kalori protein (KKP),

kekurangan vitamin A yang dapat mengakibatkan xeropthalmia (sakit mata

karena kekurangan vitamin A) misalnya rabun senja dan kebutaan. Disamping itu

masalah kekurangan vitamin A merupakan masalah terpenting kedua yang perlu

diatasi, karena hal ini melanda penderita yang luas jangkauan, terutama anak-

anak balita. (Winarno, 1995)

Hasil survei nasional xeropthalmia telah menurun dengan tajam 1,3% pada

tahun 1978 menjadi 0,33 pada tahun 1992. Dari prevalensi tersebut masalah

kurang vitamin A sudah tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi.

Namun demikian di beberapa propinsi masih menunjukkan prevalensi yang cukup

tinggi seperti di Sulawesi Selatan 2,9% maluku 0,8% dan Sulawesi Tenggara

0,6%. (Depkes. RI., 2000)

Masalah kurang vitamin A subklinis dibeberapa propinsi masih cukup

memprihatinkan, karena 50% Balita masih mempunyai status vitamin A rendah.

Kurang vitamin A akan mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh terhadap

penyakit yang berpengaruh pada kelangsungan hidup anak. Penanggulangan

masalah kurang vitamin A saat ini bukan hanya untuk mencegah kebutaan, tetapi

juga dikaitkan dengan upaya memacu pertumbuhan dan kesehatan anak guna

menunjang penurunan angka kematian bayi dan berpotensi terhadap peningkatan

produktifitas kerja orang dewasa. (Depkes. RI., 2000)

1
2

Strategi penanggulangan kurang vitamin A masih bertumpu pada

pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi, yang diberikan pada bayi (6–11 bulan),

balita (1–5 tahun) dan ibu nifas. Berdasarkan laporan tahun 1998/1999, cakupan

pemberian kapsul vitamin A pada balita masih di bawah 70% (Depkes. RI., 2000).

Situasi tidak tercapainya cakupan program pemberian kapsul vitamin A

pada anak balita terjadi di sejumlah puskesmas di Kota Bandar Lampung pada

tahun 2003 menunjukkan cakupan program pemberian kapsul vitamin A tidak

mencapai terget 80 % (Propil Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, 2003).

Berdasarkan data prasurvey yang dilakukan penulis di salah satu

puskesmas di Kota Bandar Lampung yaitu wilayah kerja Puskesmas Kampung

Sawah didapat data tentang jumlah anak balita yang mendapat kapsul vitamin A

pada tahun 2003 adalah sebagai berikut :

Tabel 1 : Persentasi Cakupan Program Pemberian Kapsul Vitamin A di


Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Sawah Tahun 2003

Jumlah Jumlah yang


No Kelurahan Target (%) Realisasi (%)
Anak Balita mendapat Vit A
1 Sawah Brebes 942 627 80 66,5
2 Tanjung Agung 733 488 80 66,6
3 Sawah lama 620 431 80 69,4
4 Kebon Jeruk 712 483 80 67,6
5 Kedamaian 1141 844 80 73,9
6 Campang Raya 601 418 80 69,5
7 Jaga Baya I 133 97 80 72,3
Jumlah 4882 3388 80 69,4
Sumber Data : Laporan Bulanan Puskesmas Kampung Sawah.
3

Berdasarkan data yang diperoleh di atas dapat disimpulkan bahwa anak

balita yang mendapatkan kapsul vitamin A belum optimal di wilayah kerja

Puskesmas kampung sawah tahun 2003 sebanyak 3.388 (69,4%) anak balita dari

4.882 jumlah anak balita yang ada, sedangkan di Kelurahan Sawah Brebes yang

mendapatkan kapsul vitamin A 627 (66,5%) dari 942 anak balita yang ada,

sehingga penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Gambaran

faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemberian kapsul Vitamin A di

Kelurahan Sawah Brebes wilayah kerja Puskesmas Kampung Sawah Bandar

Lampung.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan, maka penulis

merumuskan masalah sebagai berikut : “Faktor-faktor apa yang mempengaruhi

ibu dalam pemberian kapsul vitamin A di Kelurahan Sawah Brebes wilayah kerja

Puskesmas Kampung Sawah Bandar Lampung ?

C. Ruang Lingkup

Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitian sebagai

berikut :

1. Sifat Penelitian : Penelitian bersifat deskriptif

2. Subyek Penelitian : Ibu-ibu yang mempunyai anak balita di Kelurahan

Sawah Brebes Bandar Lampung

3. Obyek Penelitian : Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam

pemberian kapsul vitamin A di Kelurahan Sawah


4

Brebes wilayah kerja Puskesmas Kampung Sawah

Bandar Lampung

4. Lokasi Penelitian : Wilayah kerja Puskesmas Kampung Sawah yaitu

Kelurahan Sawah Brebes

5. Waktu Penelitian : Tanggal 15 Mei s/d 24 Mei 2004

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam

pemberian kapsul vitamin A di Kelurahan Sawah Brebes Bandar Lampung

2. Tujuan khusus

a. Diketahuinya gambaran faktor informasi yang

mempengaruhi ibu dalam pemberian kapsul vitamin A di Kelurahan

Sawah Brebes Bandar Lampung

b. Diketahuinya gambaran faktor petugas yang

mempengaruhi ibu dalam pemberian kapsul vitamin A di Kelurahan

Sawah Brebes Bandar Lampung

c. Diketahuinya gambaran faktor pendidikan yang

mempengaruhi ibu dalam pemberian kapsul vitamin A di Kelurahan

Sawah Brebes Bandar Lampung

d. Diketahuinya gambaran faktor kebudayaan yang

mempengaruhi ibu dalam pemberian kapsul vitamin A di Kelurahan

Sawah Brebes Bandar Lampung


5

e. Diketahuinya gambaran faktor dukungan keluarga yang

mempengaruhi ibu dalam pemberian kapsul vitamin A di Kelurahan

Sawah Brebes Bandar Lampung

E. Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini diharapkan diperoleh beberapa manfaat, diantaranya

yaitu :

3. Bagi Puskesmas

Agar dapat meningkatkan keberhasilan program pemberian kapsul vitamin A

di wilayah kerjanya.

4. Bagi ibu Balita

Sebagai masukan pada ibu balita agar lebih mengerti pentingnya vitamin A

terhadap anak Balita

5. Bagi penelitian selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat dikembangkan dan tidak tertutup kemungkinan

untuk diterapkan dan dijadikan sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya

6. Bagi penulis

Penelitian ini merupakan media berlatih yang sangat baik untuk menambah

wawasan dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman

dalam melakukan penelitian

7. Bagi Institusi pendidikan

Dapat dijadikan bahan masukan dan pengembangan materi.

Anda mungkin juga menyukai