Anda di halaman 1dari 6

Jangan buang waktu, tenaga dan biaya anda sia-sia….

Solusi mencari KTI Kebidanan tercepat dan terlengkap di internet hanya di


http://kti-skripsi.com/

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Visi Indonesia Sehat 2010, adalah ditetapkannya misi pembangunan

kesehatan yang salah satunya adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk

hidup sehat, dengan sasaran meningkatkan jumlah penduduk mengkonsumsi

makanan dengan gizi yang seimbang, sehingga untuk meningkatkan percepatan

perbaikan derajat kesehatan masyarakat, salah satu program unggulan yaitu

program perbaikan gizi (Dep. Kes. RI, 1993: 10).

Gizi merupakan unsur yang sangat penting dalam membentuk kualitas

manusia. Perbaikan gizi adalah berbagai upaya yang dilakukan untuk

meningkatkan gizi. Manfaat dari perbaikan gizi adalah meningkatkan status gizi,

peningkatan mutu konsumsi makanan, serta penanggulangan terhadap masalah

gizi, sehingga diharapkan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya dalam keadaan

sehat. Sasaran dalam perbaikan gizi ini adalah seluruh individu baik bayi, balita,

remaja, manusia dewasa, maupun usia lanjut (Dep. Kes. RI, 1989: 5).

Di Indonesia sendiri masih ditemui ibu hamil yang mengalami kurang

gizi kronis diatas 30% atau sekitar 1,5 juta. Untuk wilayah Lampung sekitar

5,79% sedangkan daerah Tanggamus ditemui ibu hamil yang mengalami kurang

gizi adalah 1,79% (Profil Kesehatan Lampung, 2003).

Masalah gizi banyak ditemui pada golongan ibu hamil, misalnya Kurang

Kalori Protein(KKP), anemia gizi, defisiensi vitamin A dan yodium. Gizi

diperlukan oleh tubuh manusia untuk kecerdasan otak dan kemampuan fisik.

1
2

Masalah gizi lebih sering terjadi pada kelompok masyarakat di daerah pedesaan

yang mengkonsumsi bahan pangan yang kurang baik jumlah maupun mutunya..

Akibatnya penyakit kekurangan gizi pada ibu masih cukup tinggi. Sebagian besar

masalah disebabkan oleh faktor ekonomi dan pendidikan keluarga, namun tidak

dipungkiri bahwa faktor sosial budaya mempengaruhi secara nyata gambaran

menyeluruh masalah gizi di daerah pedesaan. Sikap dan kepercayaan ibu hamil

pada budaya leluhur yang mengatakan bahwa selama hamil dilarang makanan

tertentu karena akan mengakibatkan kelainan pada anak yang dikandungnya

masih sangat dipercaya dan ditakuti. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai

manfaat zat–zat gizi pada makanaan akan sangat berpengaruh dengan cara

pengolahan dan penyusunan menu makanan sehingga gizi yang diharapkan tidak

didapatkan. Ibu hamil harus menerapkan menu empat sehat lima sempurna ( Dep.

Kes. RI, 1989: 12 ).

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perkembangan otak

berlangsung pesat pada saat janin berada dalam kandungan ibu. Kekurangan gizi

pada masa kehamilan akan menyebabkan bayi lahir dengan Berat Badan Lahir

Rendah (BBLR) yang mempunyai resiko tinggi terhadap kematian bayi atau lebih

lanjut mengalami pertumbuhan dan perkembangan dibawah normal. Angka bayi

lahir hidup dengan BBLR adalah sekitar 8,2% (www. Republika Online, 2003: 2)

Kekurangan berbagai macam zat gizi selama kehamilan akan

mempengaruhi status gizi ibu hamil. Kenaikan berat badan yang rendah selama

kehamilan dan Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm merupakan

indikator kurang gizi pada ibu hamil yang merupakan penyebab langsung
3

retardasi pertumbuhan intra uteri. Status gizi yang buruk memberikan kontribusi

pada tiga penyebab kematian ibu yang utama yaitu perdarahan 40-60%, toksemia

gravidarum 20-30% dan infeksi 20-30% (Nadesul, 1997: 17).

Dari data pra survei yang penulis peroleh pada tanggal 5 April 2004 di

Desa Wates Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Tanggamus didapatkan data ibu

hamil dengan status gizi kurang seperti tabel 1 berikut:

Tabel 1. Distribusi Jumlah Ibu Hamil di Desa Wates Pada Bulan


Januari sampai Maret 2004

BULAN JUMLAH IBU HAMIL DENGAN IBU HAMIL DENGAN


KUNJUNGAN IBU STATUS GIZI BAIK STATUS GIZI
HAMIL BARU KURANG

Jml % Jml % Jml %

Januari 11 32,35 7 33,33 4 30,76


Februari 8 23,53 5 23,81 3 23,09
Maret 15 44,12 9 42,86 6 46,15
Jumlah 34 100 21 100 13 100
Sumber Medical Record (Dokumen) Puskesmas Wates, 2004

Berdasarkan tabel diatas maka di dapat data pada bulan Januari sampai

Maret 2004 di puskesmas Wates terdapat ibu hamil sebanyak 34 orang dengan

status gizi baik sebanyak 21 orang (61,76%) dan status gizi kurang sebanyak 13

orang (28,83 %).

Dari keadaan di atas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian

sederhana tentang “ Gambaran Pengetahuan Tentang Nutrisi Ibu Hamil di Desa

Wates Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Tanggamus “.


4

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini

adalah: “Bagaimanakah pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi ibu hamil di Desa

Wates Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Tanggamus ?”

C. Ruang Lingkup Penelitian

Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah:

1. Sifat penelitian : Deskriptif.

2. Subyek penelitian : Ibu hamil di Desa Wates Kecamatan Gading Rejo

Kabupaten Tanggamus

3. Obyek penelitian : Pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi pada ibu hamil.

4. Lokasi penelitian : Di Desa Wates Kecamatan Gading Rejo Kabupaten

Tanggamus.

5. Waktu penelitian : 19 Mei sampai 1 Juni 2004

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran

pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi ibu hamil di Desa Wates Kecamatan

Gading Rejo Kabupaten Tanggamus tahun 2004.


5

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk:

a. Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamil pada tingkat tahu tentang

nutrisi ibu hamil di Desa Wates Kecamatan Gading Rejo Kabupaten

Tanggamus.

b. Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamil pada tingkat memahami

nutrisi ibu hamil di Desa Wates Kecamatan Gading Rejo Kabupaten

Tanggamus.

c. Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamil pada tingkat aplikasi

tentang nutrisi ibu hamil di Desa Wates Kecamatan Gading Rejo

Kabupaten Tanggamus.

E. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :

1. Ibu hamil

Untuk menambah pengetahuan ibu hamil tentang makanan yang harus

dikonsumsi selama masa kehamilannya.

2. Untuk di Desa Wates

Sebagai bahan masukan untuk perencanaan program tentang gizi ibu hamil di

Desa Wates Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Tanggamus

3. Untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Wates

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi bidan atau

tenaga kesehatan di desa tersebut.


6

4. Peneliti Lain

Sebagai salah satu bahan masukan maupun bahan perbandingan dan

pertimbangan untuk melakukan penelitian-penelitian ditempat lain yang

berkaitan dengan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi

nutrisi ibu hamil.

5. Bagi Penulis

Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang gizi ibu hamil, serta

sebagai penerapan ilmu yang telah didapat selama studi.