Anda di halaman 1dari 2

Nama : Susi Panjaitan

NIM : 3173131034
Kelas : C 2017
Mata kuliah : Geografi Industri

Struktur Industri (Pasar)


Struktur industri (pasar) diartikan sebagai seperangkat kondisi yang menggambarkan dan
mendefinisikan tipe industi atau pasar. Struktur industri (pasar) menurut UU No 5 Tahun 1999
adalah suatu keadaan pasar yang memberikan petunjuk tentang aspek-aspek yang memiliki
pengaruh penting terhadap perilaku pelaku usaha dan kinerja pasar. Aspek-aspek tersebut  antara
lain : jumlah penjual dan pembeli, hambatan masuk dan keluar pasar, keragaman produk, sistem
distribusi, dan penguasaan pangsa pasar. Struktur industri (pasar) juga dapat diartikan sebagai
atribut pasar yang mempengaruhi sifat persaingan. Atribut pasar tersebut diantaranya : 1)
konsentrasi; 2) differensiasi produk; 3) hambatan masuk ke pasar;  4) struktur biaya; dan  5)
tingkat pengaturan pemerintah.
Unsur-unsur Struktur Pasar
Unsur-unsur struktur pasar yang utama diantaranya yaitu : 1) konsentrasi; 2) diferensiasi
produk; 3) hambatan masuk; 4) tingkat pertumbuhan permintaan pasar; dan 5) elastisitas
permintaan. Konsentrasi adalah jumlah dan ukuran distribusi (pangsa pasar/ market share) dari
perusahaan-perusahaan yang berada dalam suatu industri atau pasar. Bagaimana mengukur
konsentrasi? Pengukuran konsentrasi dapat dilakukan melalui pengukuran : 1) penjualan; 2)
tenaga kerja; 3) nilai pengapalan; dan 4) asset.
Diferensiasi Produk diartikan sebagai keragaman suatu produk atau jasa yang dihasilkan
produsen. Suatu produk terdiferensiasi apabila terdapat perbedaan yang nyata untuk
membedakannya dengan barang-barang atau jasa dari penjual lain. Diferensiasi produk dpt
didasarkan pada trade mark, disain warna, gaya, dan lain-lain. Hambatan masuk berkaitan
dengan ada tidaknya insentif bagi perusahaan lain untuk masuk ke dalam pasar atau industri.
Insentif ini berkaitan dengan tingkat keuntungan di pasar yang menggoda perusahaan lain untuk
masuk ke dalam industri atau pasar. Bila suatu industri memiliki tingkat keuntungan yang besar
dan perusahaan lain bebas untuk masuk tanpa kesulitan yang berarti dalam hal biaya memulai
suatu usaha dan tingkat keuntungan yang dapat diperolehnya, maka industri ini merupakan
industri dengan hambatan masuk yang rendah atau bahkan tidak ada hambatan masuk. Ada
tidaknya hambatan masuk pada suatu industri dapat terjadi karena adanya kebijakan yang
dilakukan pemerintah. Bentuk hambatan masuk yang dilakukan oleh pemerintah diantaranya
dilakukan melalui paten, subsidi, kuota impor dan hak istimewa lainnya.
Sifat pertumbuhan permintaan industri dapat dimisalkan dalam dua sifat yaitu : 1) statis
atau tidak berubah dari waktu ke waktu; dan 2) berubah atau permintaan total dari industri
tumbuh dengan cepat. Pada suatu industri yang statis umumnya berlaku perilaku kompetitif 
yang rendah di antara produsen-produsen yang ada. Pada industri yang berubah umumnya
perilaku kompetitifnya tinggi di antara produsen-produsen yang ada.
Elastisitas permintaan industri menentukan perilaku kompetitif produsen-produsen pada
suatu industri. Keadaan ini diasumsikan bahwa produk yang dihasilkannya merupakan produk
yang terdiferensiasi dan pada industri tersebut relatif tidak banyak perusahaan. Untuk permintaan
industri yang elastis, para produsennya berkompetisi dalam hal harga. Sedangkan pada industri
yang permintaannya tidak elastis, para produsennya tidak berkompetisi dalam hal harga