Anda di halaman 1dari 18

Laporan Praktikum

Mata Kuliah Ilmu Tilik Hewan (PTK 208)


Jenjang Studi (S1)
Semester 4/TA. 2019/2020

Praktikum ke :I
Judul Praktikum : Pengamatan Tingkah Laku Ternak (Behavior)
Kelompok : VII (Tujuh)
Ketua Kelompok : Rezky Waaritsu Nasution /1805104010062
Anggota Kelompok : 1. NAZRI SOFIANDI /1805104010020
2. ALFIANOEL ISLAM /1705104010015
3. Putri Bella Syahfira.S /1805104010044
4. Fadiel Muhammad /1805104010028

Laboratorium Ilmu Pemuliaan dan Reproduksi Ternak


Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian
Universitas Syiah Kuala
2019
RINGKASAN

Tingkah laku merupakan ilmu yang mempelajari gerak-gerik ternak di lingkungan


alami yang melibatkan fungsi fisiologis sebagai hasil dari perpaduan antara aktivitas
keturunan dengan pengalaman individu dalam. Jenis ternak yang dilakukan pengamatan
pada praktikum yaitu ternak kambing, sapi potong, dan itik. Pengamatan tingkah laku perlu
dilakukan karena setiap gerak-gerik ternak menunjukkan kenyamanan bagi ternak itu
sendiri dan tingkah laku menunjukkan apakah ternak normal atau tidak dan memiliki
dampak terhadap produktivitas masing-masing ternak. Pengamatan tingkah laku ternak
dilakukan dengan melihat ternak dari dekat maupun dari jauh. Setiap jenis ternak memiliki
tingkah laku yang berbeda-beda.
Kata kunci : Tingkah laku, Kambing, Sapi potong, Itik

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat melaksanakan sebuah praktikum dan
menyelesaikannya dengan baik hingga menjadi sebuah laporan resmi praktikum
Pengamatan Tingkah laku Hewan . Laporan  yang kami susun dengan sistematis dan
sebaik mungkin ini bertujuan untuk memenuhi tugas praktikum Ilmu tilik Hewan

Dengan terselesainya laporan resmi praktikum ini, maka tidak lupa kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan
laporan ini, khususnya kepada :
Kepada Bapak Dr. Mohd. Agus Nashri Abdullah, S.Pt., M.Si selaku dosen pengampu
kami.
Kepada orang tua yang selalu mendoakan kelancaran kuliah kami.
Dan para asisten laboratorium Ilmu Tilik Hewan serta teman-teman yang saling membantu
dalam menyelesaikan laporan resmi praktikum ini.
Demikian laporan yang kami buat, mohon kritik dan sarannya atas kekurangan dalam
penyusunan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan bagi
kami selaku penulis.

Banda Aceh,  6 Maret  2020

Kelompok VII

ii
DAFTAR ISI

RINGKASAN.....................................................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................iii
DAFTAR TABEL...............................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................1
1.2 Tujuan Praktikum..................................................................................................2
1.3 Manfaat Praktikum...............................................................................................2
BAB II DASAR TEORI........................................................................................................3
2.1 Tinjauan Pustaka...................................................................................................3
BAB III. METODELOGI.....................................................................................................4
3.1 Alat dan Bahan......................................................................................................4
3.2 Cara Kerja..............................................................................................................4
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................................5
4.1 Hasil......................................................................................................................5
4.2 Pembahasan........................................................................................................10
BAB V PENUTUP...........................................................................................................11
5.1 Kesimpulan..........................................................................................................11
5.2 Saran...................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................12

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Tingkah laku ternak sapi potong..........................................................................5


Tabel 2Tingkah laku ternak Kambing (PE)......................................................................6
Tabel 3 Tingkah Laku Ternak Domba..............................................................................7
Tabel 4 Tingkah laku Ternak Unggas (Ayam)..................................................................8
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semua mahluk hidup, termasuk hewan memiliki ciri-ciri salah satunya yaitu
iritabilitas/menanggapi rangsang. Adanya kepekaan hewan terhadap rangsangan baik yang
datangnya dari dalam maupun luar, maka hewan tersebut akan memberkan perilaku/respon
yang berbeda-beda sesuai dengan rangsangan yang diberikan. Ternak akan bertingkah laku
karena menanggapi adanya rangsangan tersebut, diantaranya adalah tingkah laku makan
dan minum, tigkah laku anak-induk, tingkah laku seksual, tingkah laku berlindung,
tingkahlaku berkumpul, dan tingkah laku menyingkirkan kotoran. Perilaku merupakan
suatu aktivitas yang perlu melibatkan fungsi fisiologis. Setiap macam perilaku melibatkan
penerimaan rangsangan melalui panca indera. Peribahan rangsangan-rangsangan ini
menjadi aktivitas neural, aksi integrasi susunan syaraf dan akhirnya aktivitas berbagai
organ motorik, baik internal maupun eksternal untuk mempertahankan proses
keseimbangan agar proses metabolisme didalam tubuh dapat berlangsung secara normal.
Tingkahlaku hewan didefenisikan sebagai ekspresi dari sebuah usaha untuk
beradaptasi atau menyesuaikan diri perbedaan kondisi internal maupun eksternal. Dapat
juga didefenisikan sebagai respons hewan terhadap stimulus/rangsangan. Tingkat kematian
anak setelah kelahiran pada ternak ruminansia dan babi secara nyata mempengaruhi tingkat
keuntungan pada satu usaha peternakan dan juga kemajuan genetika melalui pengaruhnya
terhadap seleksi diferensial.
Sapi merupakan jenis ternak yang tergolong dalam famili Bovidae atau ruminansia,
yang memiliki sistem pencernaan dan siklus reproduksi kompleks dan terintegras.
Pemahaman perilaku sapi dan respon perilaku terhadap perubahan apapun yang terjadi
sangat penting untuk mengetahui dampak yang akan ditimbulkan akibat perubahan
tersebut, baik dari segi kesehatan maupun tingkat produksinya.
Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat
dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung
sudah bukan hal asing.Istilah "Ayam kampung" semula adalah kebalikan dari istilah "ayam

1
2

ras", dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar
perumahan. Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian,
dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul
ayam kampung . Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari
"ayam bukan ras") bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan
perbaikan teknik budidaya (tidak sekadar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri).
Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung ekonomi
masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan
pemeliharaannya relatif lebih mudah.
Kambing adalah salah satu mamalia yang memeamah biak. Umumnya kambing dapat
memakan semua jenis rumput dan tumbuhan hijau lainnya, namun tidak semua disukai.
Rumput yang disukai kambing umumnya mempunyai rasan yang lebih pahit dibandingkan
dengan rumput yang dimakan domba. Rumput bagi kambing berfungsi sebagai penetral
bau pada susu. Kambing bisa mencari makan sendiri dengan menggembalakannya atau
dengan memberi pakan pada kandang. Saat makanan di berikan oleh peternak, biasanya
kambing bersuara. Rumput yang dikunyah kambing sebagian di simpan dalam lambung
dan dikembalikan lagi ke mulut untuk dikunyah keduakalinya

1.2 Tujuan Praktikum


1) Agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang tingkah laku ternak
secara umum.
2) Agar mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan aspek apa saja yang diamati
pada praktikum tingkah laku ternak.
1.3 Manfaat Praktikum
1) Pengamatan mahasiswa dengan terjun langsung pada praktikum dapat memberi
pengetahuan tentang apa saja yang diperlukan ternak pada aktivitasnya dengan
lingkungan dari diri ternak sendiri sehingga menciptakan kenyamanan pada ternak.
2) Dengan adanya data perbedaan tingkah laku ternak, Mahasiswa dapat menentukan
kecocokan kehidupan ternak terhadap lingkungan tertentu yang berkontribusi pada
produksi dan reproduksi ternak.
BAB II DASAR TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka


Tingkah laku ternak merupakan ilmu yang mempelajari gerak gerik atau tingkah laku
ternak di lingkungan alami atau dimana ternak tersebut bisa hidup. Tingkah laku atau
disebut juga behaviour merupakan suatu bentuk aktivitas ternak yang melibatkan fungsi
fisiologis sebagai hasil dari perpaduan antara aktivitas keturunan dengan pengalaman
individu dalam.

Tingkah laku hewan dipengaruhi oleh dua faktor, antara lain: faktor dalam dan
faktor luar invidu yang bersangkutan, faktor dalam antara lain hormon dan sistem saraf
sedangkan faktor luar antara lain cahaya, suhu, dan kelembaban (Grier, 1984). Tingkah
laku hewan dapat diketahui berdasarkan komunikasi, keagresifan dan struktur sosial, irama
biologis, tidur, tingkah laku seksual, tingkah laku maternal (keibuan), dan tingkah laku
makan dan minum (Houpt, 2005). Terjadinya tingkah laku makan disebabkan karena
adanya makanan yang merupakan rangsangan dari luar dan aanya rasa lapar yang
merupakan rangsangan dari dalam.

Tingkah laku makan dan minum adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh unggas
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karakteristik tingkah laku makan pada unggas
adalah mengkonsumsi pakan, lama membau, lama makan, dan aktivitas mengkonsumsi
pakan (Fraser and Broom, 2005). Tingkah laku juga berperan penting dalam memperbaiki
kondisi kesehatan unggas mengurangi pengeluaran energi sehingga dapat membantu
proses penyembuhan (Sunarti dan Sugiharto, 2015).

Perilaku dasar pada ternak seperti makan, minum, tidur, bermain, eksplorasi, dan
lainnya. Kondisi dimana perilaku dasar ternak tidak terpenuhi akan berdampak pada
kinerja dan produktivitas dari ternak tersebut. Beberapa perilaku juga dapat merusak
kesehatan dan produksi bahkan jika penyebab perubahan perilaku meningkat, secara tidak
langsung dapat menyebabkan kerusakan sehingga harus ditekankan pada pentingnya
memahami perilaku normal ternak sebagai indikator untuk menentukan perilaku umum
tanggapan.

3
BAB III. METODELOGI

3.1 Alat dan Bahan :


Alat
 Alat tulis
 Buku Catatan atau Modul
 Hp
Bahan
 Sapi Potong
 Kambing
 Ternak Unggas (Itik)

3.2 Cara Kerja


1. Sediakan alat tulis serta catatan untuk mencatat hasil yang diamati dan hp untuk
pengambilan gambar
2. Datangi ternak yang akan diamati di setiap masing-masing kandang
3. Lakukan pengamatan setiap gerak-gerik ternak sesuai dengan materi yang telah
ditetapkan
4. Pengamatan terhadap masing-masing jenis ternak dilakukan secara bergantian dan
bergulir antar kelompok praktikum

4
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 1 Tingkah laku ternak sapi potong
No Jenis Pengamatan Hasil Pengamatan
.
1. Ingestive a. Cara Makan Menciumi pakan setelah itu merenggut
Behavior dengan lidah dan memasuki kedalam
mulut.
b. Cara Minum Menggunakan lidahnya untuk
memasukkan air ke dalam mulut
2. Eliminative behavior difacet : Menaikkan ekor ke atas lalu
melebarkan kaki belakang sedikit
setelah feses keluar, lalu ekor
dikibaskan
urinate : menaikkan ekor lalu
melebarkan kaki belakang dan sedikit
ditekuk
3. Agonistic behavior Menanduk badan ternak yang lebih
lemah
4. Shelter seeking behavior Diam dan beristirahat dalam kandang
atau berteduh di bawah pohon.

5. Investigative behavior Diam dan melihat (tanpa reaksi)

6. Grouping behavior Lebih suka mengasingkan diri dari sapi


yang lebih besar dan anak lebih dekat
dari si induknya
7. Social a. Komunikasi Sahut-sahutan mengau "moooooo"
behavior
b. Dominasi sosial Menjauhi sapi yang lebih besar atau
lebih kuat.

8. Body care a. Grooming Mengibaskan ekornya dan menjilati


behavior badannya ketika merasa gatal

b. Thermoregulatory Berteduh di kandang, makan/minum


pada musim panas

c. Tingkah laku Duduk dengan menekukkan kaki


istirahat depannya

5
6

Tabel 2Tingkah laku ternak Kambing (PE)


No Jenis Pengamatan Hasil Pengamatan
.
1. Ingestive a. Cara Makan Menggunakan bibir untuk mengambil
Behavior makanan
b. Cara Minum Memasukkan bibir ke dalam air

2. Eliminative behavior difacet : ekor dinaikkan ke atas serta


kaki belakang agak dilebarkan dan
keadaan kambing diam berdiri
urinate : ekor dinaikkan, kaki belakang
agak dilebarkan, posisi kaki tegak dan
diam

3. Agonistic behavior Saling membenturkan kepala/tanduk

4. Shelter seeking behavior Berteduh di bawah kandang atau di


bagian sisi kandang yang tidak terkena
paparan sinar matahari

5. Investigative behavior Lebih agresif dan diam kemudian


melihat kemudian menjauh

6. Grouping behavior Berkelompok ketika sedang berteduh


dan makan
7. Social a. Komunikasi Mengeluarkan suara “Mbeeek”
behavior
b. Dominasi sosial Anakan kambing lebih dekat dengan
induknya serta

8. Body care a. Grooming Menggesekkan badan kedinding


behavior kandang dan menjilati tubuhnya

b. Thermoregulatory Beristirahat di bawah kandang

c. Tingkah laku Menekukkan kaki depan, kaki belakang


istirahat diluruskan ke samping

Tabel 3 Tingkah Laku Ternak Domba


No Jenis Pengamatan Hasil Pengamatan
.
1. Ingestive a. Cara Makan Menggunakan bibir untuk mengambil
Behavior makanan
b. Cara Minum Memasukkan bibir ke dalam air
7

2. Eliminative behavior difacet : ekor dinaikkan ke atas serta


kaki belakang agak dilebarkan dan
keadaan kambing diam berdiri
urinate : ekor dinaikkan, kaki belakang
agak dilebarkan, posisi kaki tegak dan
diam

3. Agonistic behavior Saling membenturkan kepala/tanduk

4. Shelter seeking behavior Berteduh di bawah kandang atau di


bagian sisi kandang yang tidak terkena
paparan sinar matahari

5. Investigative behavior Tidak terlalu agresif dan diam


kemudian melihat kemudian menjauh

6. Grouping behavior Berkelompok ketika sedang berteduh


dan makan
7. Social a. Komunikasi Mengeluarkan suara “Mbeeek”
behavior
b. Dominasi sosial Lebih sering mengeluarkan suara mbeek

8. Body care a. Grooming Menggesekkan badan kedinding


behavior kandang dan menjilati tubuhnya

b. Thermoregulatory Menutupi badan dengan tanah

c. Tingkah laku Menekukkan kaki depan, kaki belakang


istirahat diluruskan ke samping

Tabel 4 Tingkah laku Ternak Unggas (Ayam)

No Jenis Pengamatan Hasil Pengamatan


.
1. Ingestive a. Cara Makan Mengguanakan paruhnya untuk
Behavior mengambil makanan

b. Cara Minum Dengan menyocor dengan paruh lalu


meneguk airnya dengan menagangkat
kepala

c. Cara Kawin (Tidak ada hasil karena ayam masi


berumur 3 minggu)
8

d. Cara bertengger Dengan cara mencengngkram cakarnya


dengan kuat di rantai atau batang

e. Cara berkokok (Tidak ada hasil karena ayam masi


berumur 3 minggu)
2. Eliminative behavior Mengeluarkan feses dan urin secara
bersamaan

3. Agonistic behavior Dikejar kemudian dipatuk-patuk kepala

4. Shelter seeking behavior Berteduh di dalam kandang

5. Investigative behavior Menghindar dengan berlari

6. Grouping behavior Berkelompok ketika sedang makan,


minum dan berteduh

7. Social a. Komunikasi Sahut-sahutan "kwek..kwek..kwek.."


behavior
b. Dominasi sosial Cenderung dominan pada itik jantan

8. Body care a. Grooming Berendam di air lalu mengibas-


behavior ngibaskan tubuhnya

b. Thermoregulatory Beristirahat di kandang

c. Tingkah laku Menutup mata dan menyembunyikan


istirahat kepala dalam bulu sayap
9

4.2 Pembahasan
Tingkah laku hewan adalah ekspresi hewan yang ditimbulkan oleh semua faktor
yang mempengaruhinya, baik faktor dari dalam maupun dari luar yang berasal dari
lingkungannya (Deden, 2008). Rangkaian tingkah laku makan pada kambing diawali
dengan mencium makanan. Jika makanan cocok untuknya maka akan dimakan. Pada
umumnya kambing menyukai berbagai jenis hijauan, karenanya dapat membedakan antara
rasa pahit, manis, asam dan asin (Kilgour & Dalton, 1984).

Pada hasil pengamatan, kambing makan dengan menggunakan bibir untuk menarik
rumput yang diberikan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Devendra (1994) yaitu,
Kambing merenggut dengan cara menarik dan mendorong mulut ke depan-atas atau
belakang-bawah. Jika daun-daunan terdapat pada tanaman yang tinggi, kambing
mempunyai kemampuan untuk meramban. Hewan ini meramban dengan cara mengangkat
kedua kaki depan pada batang tumbuhan dan bertumpu pada kedua kaki belakang.

Setelah selesai makan, kambing berteduh dan beristirahat di bawah kandang, seperti
yang dijelaskan oleh Wodzicka-Tomaszewska et al. (1993) yakni, setelah kambing
melakukan ruminasi, biasanya dilanjutkan dengan tingkah laku istirahat. Tingkah laku ini
adalah tingkah laku kambing pada saat tidak melakukan apa-apa. Posisi yang dilakukannya
saat istirahat ada tiga macam yaitu bersimpuh, berdiri dan berbaring dengan meletakkan
kepala ke atas tanah dengan mata terpejam atau terbukam.

Sapi merupakan jenis ternak yang tergolong dalam famili Bovidae atau ruminansia,
yang memiliki sistem pencernaan dan siklus reproduksi kompleks dan terintegras.
Pemahaman perilaku sapi dan respon perilaku terhadap perubahan apapun yang terjadi
sangat penting untuk mengetahui dampak yang akan ditimbulkan akibat perubahan
tersebut, baik dari segi kesehatan maupun tingkat produksinya (Abu Bakar, 2012). Pada
hasil pengamatan, jenis pengamatan tingkah laku ternak sapi tidak dapat diihat sepenuhnya
dikarenakan masing-masing sapi berada di dalam kandang yang berbeda.
BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1) Tingkah laku ternak merupakan ilmu yang mempelajari gerak gerik atau tingkah
laku ternak di lingkungan alami atau dimana ternak tersebut bisa hidup.
2) Tingkah laku ternak dipengaruhi oleh dua faktor, antara lain: faktor dalam dan
faktor luar.
3) Masing-masing ternak memiliki tingkah laku yang berbeda-beda.
4) Tingkah laku ternak yang tidak sesuai normalnya akan berdampak pada kinerja dan
produktivitas dari ternak itu sendiri.

5.2 Saran
Dalam kegiatan praktikum, praktikan diharapkan lebih tertib dari dimulainya
praktikum hingga berakhir agar kegiatan berjalan lancar. Praktikan harus benar-benar
memahami apa yang dijelaskan oleh laboran dan para asisten.

10
DAFTAR PUSTAKA

Abu Bakar. 2012. Pedoman Pelaksanaan Pengawalan dan Koordinasi Perbibitan Tahun
2012. Direktorat Perbibitan Ternak Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan
Hewan Kementerian Pertanian 2012.

Cook, R., Xin, H. and Nettleton, D. 2005. Effectsof Cage Stocking Density of Feeding
Behaviours of Groups Housed Laying Hens. Journal Animals Agriculture
Biology 49(1):187-192.

Deden, A. 2008. Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan. Bandung: Grafindo.

Devendra, C. dan M. Burns. 1994. Produksi Kambing di Daerah Tropis. Terjemahan


Putra, I. D. K. H. Bandung: Penerbit ITB.

Fraser, A and Broom, D. 2005. Farm Animal Behavior and Welfare. London: CABI
Publishing Oxon

Grier, J.W. 1984. Bilogy of Animal Behavior. Times Mirror/ Mosby College Publishing.St.
Louis, Missouri.

Houpt KA. 2005. Domestic Animal Behavior For Veterinarians And Animal Scientists.
Elsevier. Philadelphia, USA.

Kilgour, R. and C. Dalton.1984. Livectock behavior a practical guide. London: Granada.

Pratama, Bagas Putra. 2017. Behavior Eat Some Animal. Yogyakarta: Faculty of
Veterinary Medicine, Gajah Mada University.

Mishra, A.,Kaone, P., Schouten, W., Sprujit, B.and Metz, J. 2005. Tempral and Sequential
Structure of Behaviour and Facility Usage of Laying Hens in an Enriched
Environment. Poultry Science 84:979-991

Sunarti, D dan Sugiharto. 2015. Kesejahteraan dan Metode Penelitian Tingkah Laku
Unggas. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

11
12

Wodzicka-Tomaszewka, M.., I. K. Sutama, I. G. Putu., & T. D. Chaniago. 1991.


Reproduksi Tingkah Laku dan Produksi Ternak di Indonesia. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
LAMPIRAN

13

Anda mungkin juga menyukai