Anda di halaman 1dari 3

Dylla Yulianty (0117101179)

No.Urut 08 / Kelompok 1 

Izin menjawab
Informasi merupakan sarana baku untuk menunjang dan meningkatkan kegiatan bidang ilmu
pengetahuan, kebudayaan, dan teknologi.
Informasi yang bermutu rendah dapat menimbulkan kesalahpahaman atau penyimpangan makna
sebagai akibat suatu gangguan terhadap sumber  informasi atau proses transmisi.
Maka dari itu suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Akurat (Accuracy) Informasi diharuskan akurat karena dari informasi yang tidak akurat akan
banyak timbul gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut. Informasi
yang diperoleh harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak boleh menyesatkan serta harus
mencerminkan suatu maksud. 
Relevan (Relevancy) Informasi tersebut harus bermanfaat bagi yang membutuhkannya, informasi
yang disajikan harus mendukung suatu proses bisnis dan informasi harus dapat digunakan oleh
pihak-pihak yang membutuhkannya. 
Tepat Waktu (Timeliness) Informasi yang sampai pada yang membutuhkan tidak boleh terlambat,
informasi yang telah usang tidak akan mempunyai nilai, hal ini disebabkan karena informasi
merupakan landasan dalam pengambilan keputusan, maka akan berakibat fatal pada suatu organisasi,
instansi maupun perusahaan. Informasi yang sesuai dengan kebutuhan dalam suatu periode waktu
tertentu.
Lengkap (Complete) Informasi harus diberikan secara jelas, lengkap atau detail, dan mutakhr sesuai
dengan yang diinginkan dan dibutuhkan
Terimakasih

Bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi
yang sedang diaudit tersebut telah disajikan sesuai dengan kriteria yang ada.
Maka, penyebab ragu mengenai keandalan dalam bukti audit yaitu:

 Bukti audit yang diperoleh dari satu sumber tidaklah konsisten dengan bukti darisumber lain
 Kurangnya bukti-bukti seperti bukti fisik, bukti wawancara, bukti observasi, bukti
perhitungan, bukti dokumentasi
 Auditor meragukan keandalan informasi yang akan digunakan sebagai bukti audit
 Auditor mempertimbangkan relevansi bukti audit, terlepas apakah bukti audit tersebut
mendukung atau berlawanan dengan asersi dalam laporan keuangan
 meragukan keandalan informasi yang akan digunakan sebagai bukti audit

Kecukupan bukti audit lebih berkaitan dengan kualitas bukti audit. Faktor yang mempengaruhi
kecukupan bukti audit meliputi :

 Materialitas, yaitu suatu yang ditunjukkan untuk derajad signifikan dari kelas transaksi,
saldo akun, dan pengungkapan bagi pengguna laporan keuangan.
 Resiko salah saji material ditunjukan pada resiko bawaan yang asersinya mungkin
disalahsajikan dan resiko pengendalian yang mana pengendalian internalnya gagal untuk
mencegah atau mendeteksi salah saji materi dalam asersi.
 Faktor-faktor ekonomi, dalam hal ini auditor memilih keterbatasan sumber daya yang
digunakan untuk memperoleh bukti yang diperlukan sebagai dasar yang memadai untuk
memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan.
 Ukuran dan Karakteristik Populasi. Auditor tidak mungkin menghimpun dan
mengevaluasi seluruh bukti yang ada untuk mendukung pendapatan.

Saya ingin memberikan contoh hal dan kondisi seperti apa manajemen membutuhkan jasa konsultan
keadaan atau kondisi dimana ketika kita membuat sebuah rencana untuk mendirikan sebuah perusahaan,
baik itu dalam skala kecil atau pun besar, kita tentu membutuhkan konsultan keuangan untuk membuat
serta mengatur agar posisi keuangan perusahaan dapat dibaca dan dimengerti meskipun mereka tidak
begitu mengerti tentang kondisi lapangan.Hal -hal tersebut menjadi pertimbangan manajemen atau klien
ketika membutuhkan jasa konsultasi, karena diharapkan akan membantu jalannya bisnis tersebut.

Tips memilih jasa konsultan agar sistem manajemen berjalan dengan baik

 Sesuaikan anggaran yang kita miliki dengan tarif konsultan yang akan membantu kita.
Sangat bijaksana tidak menawar jasa konsultan seperti menawar produk, sebab jasa
konsultan sangat unlimited, dan juga tidak terlihat dalam jangka pendek. Selain itu
konsultan telah menanamkan banyak investasi selama hidupnya, terutama di waktu dan
pendidikan, meski pula investasi dipengalaman selama bekerja jarang diperhitungkan.
Dengan menyampaikan anggaran, konsultan pasti akan membantu dalam metode deliver
pengetahuan, bimbingan, pengarahan dan advice lainnya dengan metode yang sangat
efektif disesuaikan dengan budget. Misalnya lewat email, bbm, vidio conference, Team
Viewer, serta metode konsultasi lainnya. Budget yang cukup besar dan yang membuat
pengguna jasa tidak mampu adalah metode yang diinginkan berkonsultasi dengan cara
tatap muka (fice to fice), apalagi jarak kantor konsultan dengan klien dipisahkan oleh
pulau.
 Sangat bijaksana apabila ruang lingkup pekerjaan untuk konsultan didiskusikan sehingga
konsultan memahami kebutuhan pengguna jasa, dan dalam hal ini tentunya akan sangat
membantu pengguna jasa di dalam menetapkan anggaran.
 Apabila belum mengenal dengan baik konsultan yang akan kita mintai nasihat, sebaiknya
mencari refrensi mengenai jasa konsultan tersebut. Tak jarang para konsultan
menerbitkan buku, memiliki website, atau memiliki virtual office yang bisa dikunjungi.
Dengan mendapatkan refrensi mengenai konsultan, pengguna jasa akan mengetahui
gambaran profesionalitas konsultan yang akan membantu kita sebagai pengguna jasa.
 Mintalah konsultan untuk mempresentasikan metode atau cara kerja selama membantu
kita sebagai pengguna jasa, serta lakukan usulan jika memang ada yang ingin di-
sinergikan metode pekerjaan konsultan dalam membantu kita.
 Apabila dibutuhkan dan memang merupakan prasyarat sebagai pemberi jasa yang harus
berlegalitas, misalnya berkaitan dengan pajak jasa, serta lainnya, memang sebaiknya
mencari konsultan yang memiliki legalitas lebih disarankan.
 Perhatikan pula korelasi antara harga dan service yang diberikan konsultan. Sebaiknya
bijaksana tidak mencari harga murah saja tetapi tidak memperhatikan hal-hal yang
berkaitan dengan tanggung jawab, profesionalitas konsultan, dan layanan yang diberikan.
Sebab harga yang diberikan tentunya terkait pula dengan layanan maksimal yang
diberikan oleh konsultan. Meskipun demikian tetap bernegosiasi masalah harga dan
menunjukan ruang lingkup bisa membantu konsultan dalam memberikan harga.
 Tanyakan kepada konsultan apakah ada layanan purna jual sehingga setelah pekerjaan
konsultan selesai, pihak pengguna jasa akan memperolah manfaat berkaitan dengan apa
yang dilakukan konsultan, misalnya free audit beberapa kali untuk melakukan cek atas
apa yang sudah dilakukan oleh konsultan.

Bukti audit merupakan informasi yang akan digunakan oleh auditor untuk menentukan kesesuaian
antara yang diaudit dan kriteria tertentu yang telah di tetapkan. Bukti audit dapat berupa informasi
yang sangat persuasif maupun informasi yang kurang persuasif. Contoh bukti audit yang sangat
persuasif adalah hasil perhitungan ulang oleh auditor atas bersarnya amortisasi atas beban dibayar di
muka. Adapun contoh bukti audit yang kurang persuasif adalah hasil tanya jawab dengan karyawan
klien. Jadi, sifat bukti audit dapat sangat bervariasi sesuai dengan kemampuannya dalam meyakinkan
auditor bahwa laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi yang
berlaku umum.
Terdapat dua penentu persuasivitas bukti audit:
Ketepatan bukti. Bukti dikatakan tepat apabila memenuhi karakteristik relevansi dan reliabilitas.
Bukti yang di anggap sangat tepat akan sangat membantu dalam meyakinkan auditor bahwa laporan
keuangan telah disajikan secara wajar. Ketepatan bukti hanya terkait dengan prosedur audit yang
dipilih dan penetapan waktu, serta tidak dapat diperbaiki dengan menambah ukuran sampel.
Kecukupan bukti. Kuantitas bukti yang dikumpulkan akan menentukan kecukupannya. Kecukupan
bukti diukur dari ukuran sampel yang dipilih auditor. Selain ukuran sampel, metode pemilihan
sampel juga akan menentukan kecukupan bukti audit. Sampel yang terdiri dari item – item populasi
dengan nilai moneter yang besar pada umumnya dianggap sudah mencukupi terutama apabila item –
item ini merupakan bagian terbesar dari jumlah total populasi.